Kategori: Sastra

  • Sekolah Tinggi-Tinggi Kok Masih Nganggur?

    Pernah nggak sih kamu dengar ucapan seperti itu? Atau kamu sendiri pernah ngalamin? Gimana rasanya? Sakit hati, emosi, atau b aja?

    Ya emang bener, itu hak mereka untuk bicara apa saja. Toh, kita juga bisa berucap hal yang sama. Tapi, itulah beda kita dengan mereka. Kita tidak menggunakan kemampuan verbal untuk mengutarakan sesuatu yg sekiranya menyinggung orang lain.

    Eh, tapi kalau dipikir-pikir, apapun yang terucap, tentu berasal dari otak. Bukan begitu? Berarti ucapan kita, mencerminkan isi otak kita.

    Yang bahaya adalah ketika kita melawan ucapan tersebut dengan kalimat yang merendahkan juga. Kalau sampai terjadi, lantas apa bedanya kita dengan mereka?

    Jangan-jangan isi otak kepala kita sama juga, hanya dibedakan oleh surat legalitas bernama “IJAZAH” saja. Jangan sampai. Tapi bisa terjadi juga, sih.

    Lalu, kenapa tulisan ini ada?

    Karena saya pun korbannya 🙂

    Bahkan sampai sekarang, mereka masih sempat ada yang bilang demikian, saya dapat laporan dari cepu. Entah si cepu ini benar atau mengada-ada, saya gak begitu peduli. Saya belikan bakso, hitung-hitung mengganti energinya yg sudah lelah memberi informasi.

    Mungkin karena hidup saya lebih banyak di rumah pakai sarung, daripada berseragam necis yang setiap pagi keluar rumah, pulangnya sore–menjelang malam.

    Di era digital ini, masa sih masih ada orang yang nggak ngerti kalau kita bisa cari cuan cuma bermodalkan kuota? Saya rasa mayoritas udah pada paham. Cuma kalau udah nggak suka, mau gimanapun kita tetap salah di mata mereka.

    Alangkah bijaknya untuk tidak pernah menjawab, apalagi membalas. Dijelaskan juga tak perlu karena mereka tidak mau tahu. Ketika pikiran sudah dipenuhi rasa iri, tidak suka, atau bahkan benci, maka cerita tentang kebaikanmu hanyalah menjadi dongeng belaka bagi mereka.

    Sadar diri, apalah kita? Nabi Muhammad yang jelas-jelas sangat amat baik dan terpuji pun pernah mendapat sindiran serta cacian. Lalu kita yang nggak baik-baik amat masak minta terbebas dari omongan orang?

    Tapi balik lagi, hati kita tidak semulia Nabi, yang sabar dan penuh kasih sayang. Wajar jika kita sedikit merasa “kok gitu sih”. Ya, itu wajar, maka jadikan sebagai kewajaran.

    Artinya, terus melangkah, jangan lelah hanya karena omongan orang. Balasan terbaik kepada orang yang menggunjing adalah cuek. Biarkan dia fokus ke kita, sedangkan kita fokus pada cita-cita 🙂

    Maulana Affandi, 8/6/2022

    #maulanaaffandi #sastrawacana

  • Penerbit Novel Wattpad Terbaik, Bisa Cetak Satuan

    Penerbit Novel Wattpad Terbaik, Bisa Cetak Satuan

    Penerbit buku adalah sebuah industri yang menerbitkan buku-buku bacaan, baik fiksi maupun non fiksi, seperti novel, prosa, pengembangan diri, antologi, dan sebagainya.

    Tidak sampai di situ saja, ada juga penerbit Alquran yang fokus menerbitkan atau menggandakan alquran saja.

    Lantas, penerbit buku sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu penerbit mayor dan penerbit minor atau yang dikenal sebagai penerbit indie.

    Untuk mengetahui perbedaan penerbit mayor dan penerbit minor, kamu bisa baca di artikel ini : Perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit Minor.

    Bicara tentang sebuah karya, tentu saja naskah yang akhirnya diterbitkan menjadi buku adalah sebuah impian dan kebanggan tersendiri bagi penulis.

    Maka, sejak dulu banyak penulis yang berjuang agar naskahnya bisa diterbitkan, seperti mengirim hard copy ke penerbit.

    Namun, itu dulu. Sekarang kita sudah masuk era digital yang mana semuanya dapat dilakukan dengan mudah hanya bermodalkan kuota.

    Apalagi sekarang media sosial sudah semakin maju, sehingga kita dapat dengan mudah menghubungi penerbit dengan mencari akun resminya.

    Bicara tentang dunia digital, tentu saja saat ini hampir semuanya sudah mulai merambat ke online, termasuk aktivitas menulis.

    Bisa dilihat sendiri, begitu banyak platform menulis online bermunculan, seperti NovelMe, Wattpad, Storial, Noveltoon, dan masih banyak lagi.

    Namun, dari sekian banyak aplikasi menulis online tersebut, yang terbilang paling populer adalah Wattpad.

    Ya, Wattpad menjadi salah satu rujukan bagi para penulis, baik pemula maupun penulis senior.

    Bahkan, dari situ mereka bisa mendapat ratusan hingga jutaan penggemar.

    Maka tak heran, saat ini penerbit buku pun mulai mencari-cari naskah melalui platform satu ini.

    Penerbit Novel Wattpad

    Meskipun ada banyak penerbit yang siap menerbitkan naskah di Wattpad, tapi pada kenyataannya tidak sedikit penulis Wattpad yang masih bingung.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan, tapi karena syarat yang dianggap rumit yang menjadikan penulis merasa enggan.

    Salah satu rekomendasi penerbit yang bisa menerbitkan novel Wattpad adalah Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Penerbit yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur ini cukup ternama di kalangan penerbit buku indie.

    Selain terkenal akan kecepatan terbitnya, Penerbit Lintang Banyuwangi juga dilirik oleh banyak penulis karena syarat yang sangat mudah.

    Bahkan, tidak ada minimal cetak. Mau cetak 1 eksemplar pun bisa.

    Hingga saat ini, Penerbit Lintang Banyuwangi sudah menerbitkan banyak naskah, mulai dari karya solo hingga antologi.

    Buat kamu yang sedang bingung mencari penerbit novel Wattpad, Penerbit Lintang Banyuwangi adalah solusinya.

    Lalu bagaimana dengan biaya?

    Jangan khawatir, Penerbit Lintang Banyuwangi terkenal dengan tarif terbit yang relatif murah.

    Bahkan, harga buku-buku terbitannya pun tidak sampai menjulang tinggi, alias cukup terjangkau bagi kalangan anak muda.

    Fasilitas selanjutnya adalah penulis akan diberikan dua pilihan cover sehingga bisa mengajak teman untuk vote cover.

    Hal ini juga bisa menjadi ajang promosi pra-terbit. Jadi, orang-orang akan tahu jika kamu akan menerbitkan buku.

    Covernya keren-keren, bisa kamu lihat sendiri di sosial medianya.

    Kalau beruntung, kamu bisa terbit gratis tanpa syarat, loh!

    Selain itu, penulis juga dibantu promosi untuk memaksimalkan penjualan.

    Adapun contoh fasilitas promosi yang disediakan seperti seminar, launching buku, lomba, dan banyak lagi.

    Semua itu dilakukan agar penulis menjadi lebih terkenal di masyarakat luas.

    Jadi, mulai sekarang tidak perlu bingung lagi menerbitkan naskah Wattpad.

    Kamu bisa menghubungi Penerbit Lintang Banyuwangi melalui akun Instagram resminya @penerbitlintang atau mengunjungi websitenya www.penerbitlintang.com

    Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya buat kamu para penulis Wattpad yang masih bingung akan menerbitkan buku di mana.

    Tetap berkarya dan salam literasi!

  • Perbedaan Penerbit Mayor dan Minor

    Perbedaan Penerbit Mayor dan Minor

    Siapa yang tidak ingin namanya tertera dalam sebuah buku dan dibaca oleh semua orang?

    Tentu saja hal tersebut menjadi sebuah impian besar bagi seorang penulis (senior maupun junior).

    Setelah berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun menyelesaikan karyanya, naskah siap untuk disodorkan ke penerbit agar menjadi sebuah buku yang layak baca dan tersebar ke seluruh pelosok negeri.

    Perjuangan belum selesai.

    Setelah merampungkan karya yang cukup tebal, penulis juga direpotkan dan dibuat gundah gulana untuk memilih penerbit yang cocok bagi karyanya.

    Pasalnya, setiap penerbit mempunyai kriteria dan tema berbeda sesuai dengan pasar yang dituju.

    Selain dibingungkan dengan memilih penerbit yang cocok, penulis juga pasti selalu bertanya-tanya dalam hati “apakah setelah diterima nanti, buku saya akan dipajang di toko buku?”.

    Begitulah singkatnya kegalauan seorang penulis saat sudah menyelesaikan naskahnya dan ingin segera menerbitkan bukunya.

    Perlu diketahui, penerbit yang siap menerbitkan buku Anda sangatlah banyak!

    Namun, tidak semua penerbit menjualnya di toko buku. Inilah yang menjadi salah satu pembeda antara penerbit mayor dan minor.

    Penerbit mayor merupakan sebuah penerbit besar dan sudah terkenal.

    Jadi, naskah yang diterima oleh penerbit mayor akan dipublish dan didistribusikan ke seluruh pelosok negeri.

    Tapi tidak semudah itu karya bisa menembus proses cetak di penerbit mayor.

    Sebab naskah harus melewati bangku editor yang sudah handal di bidangnya.

    Begitu banyaknya antusias penulis untuk menerbitkan karya di penerbit mayor, membuat naskah di bangku editor menumpuk!

    Maka dari itu, setidaknya perlu 3-5 bulan untuk memproses naskah yang sudah masuk.

    Sedangkan, penerbit minor merupakan penerbit indie yang tergolong masih penerbit kecil atau individu.

    Siapapun dapat menerbitkan karyanya di penerbit minor tanpa seleksi! Ya, tanpa seleksi.

    Namun, dana mulai dari proses cetak, editing, covering, dsb dibebankan langsung kepada penulis.

    Prosesnya pun tidak rumit dan tidak memerlukan waktu yang lama.

    Naskah diterima, lantas siap untuk diedit dan mengatur jadwal cetak.

    Apakah penerbit minor menjual buku ke toko buku? Tidak semua.

    Umumnya, penerbit minor hanya menjual karya penulis secara online melalu media sosial dan secara lisan sebab penerbit minor tidak memiliki agen dan jaringan distributor seperti penerbit mayor.

    Penulis pun harus gencar promosi agar naskahnya mampu terjual secara luas.

    Bagaimana dengan masalah royalti?

    Penerbit mayor tidak pernah meminta uang serupiahpun kepada penulis.

    Jika naskahnya diterima, penerbit mayor biasanya menawarkan sistem kontrak royalti dan jual putus kepada penulis.

    Yang dimaksud sistem royalti adalah penulis mendapatkan 10-15% (tergantung penerbit) dari setiap buku yang terjual.

    Sedangkan jual putus adalah membeli naskah tersebut hanya dengan sekali bayar.

    Jadi berapapun eksemplar naskah yang terjual, penulis tidak mendapat bagian royalti lagi.

    Sedangkan penerbit minor selalu memberikan royalti 10-15% (tergantung penerbit) dari setiap naskah yang terjual walau semua dana dari awal sampai cetak dibebankan kepada penulis.

    Bedanya lagi, penerbit minor biasanya menerapkan sistem POD (Print on Demand) yang tidak pernah menyetok buku. POD (Print on Demand) yaitu mencetak buku jika ada yang membeli saja.

    Jika tidak ada yang membeli maka buku maka naskah tidak akan dicetak alias disimpan oleh penerbit.

    Sebenarnya, menerbitkan buku di penerbit mayor ataupun minor sama saja tergantung kualitas karya dan naskah penulis.

    Jika naskah itu benar-benar berkualitas dan memiliki ide-ide baru di dalamnya, tentu saja buku tersebut akan laris keras di pasar.

    Dan tidak lupa juga, selalu menerapkan nilai-nilai positif di dalam naskah untuk membangun generasi yang lebih baik.

    Demikian ulasan sederhana mengenai perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit minor yang kerap ditanyakan oleh penulis (junior umumnya). Semoga artikel ini dapat membantu Anda.

    Salam literasi!

    Penulis : Maulana Affandi

  • Seloka : Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Seloka : Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Seloka

    Seloka adalah bentuk puisi lama melayu klasik, biasanya berisikan pepatah ataupun perumpamaan yang dapat mengandung lulucon, sindiran bahkan tidak sedikit yang isinya berupa ejekan.

    Seloka biasanya ditulis dengan 4 baris atau lebih, dan memakai bentuk pantun.

    Seloka atau pantun seloka tidak lain daripada pantun rantai atau pantun berkait. Pantun ini memiliki beberapa bait yang saling berhubungan.

    Baris kedua pada bait pertama menjadi baris pertama pada bait selanjutnya; sedangkan baris keempat pada bait pertama, menjadi baris ketika pada bait selanjutnya.

    Jadi sebenarnya perbedaan bait pertama dan bait selanjutnya terletak pada satu baris sampiran (baris kedua) yang pada satu baris isi (baris keempat) bait selanjutnya.

    Pengertian Seloka Menurut Para Ahli

    1. Simorangkir

    Seloka merupakan peribahasa atau pepatah yang didalamnya diberi sampiran atau seloka tidak lain dari pada bidal/pepatah yang berirama.

    2. Hooykaas

    Seloka merupakan pantun yang didalamnya mengandung ibarat atau kiasan dan berisi nasihat-nasihat. Juga bahwa seloka atau pantun itu ialah pantun yang bersajak sama, seperti saja syair (a-a-a-a).

    3. Amir Hamzah

    Seloka merupakan pantun yang antara sampiran dan isi terdapat hubungan yang mengandung arti.

    4. Madong Lubis

    Seloka atau pantun seloka tidak lain adalah pantun rantai atau pantun berkait.

    5. Sabaruddin Ahmad

    Dalam seluk beluk bahasa Indonesia, ia menyatakan bahwa seloka ialah pantun berangkai “sama dengan keterangan Madang Lubis”.

    6. Sutan Moh. Zain

    Dalam zaman baru, beliau berpendapat bahwa seloka boleh terdiri atas 2 baris, 4 baris, 6 baris atau lebih. Seloka yang jumlah barisnya lebih dari 2, bersajak pasang (aa, bb, cc, dd), semua kalimatnya mengandung arti dan mempunyai hubungan yang logis seperti halnya syair.

    Ciri-Ciri Seloka

    Di setiap bait dalam seloka ada 2 baris yang panjang
    Di dalam setiap baris seloka terdiri atas suku kata (yaitu 2×9 suku kata)
    Ada hubungan antara isi bait yang satu dengan isi bait berikutnya
    Seloka tidak terikat dengan persajakan
    Isi seloka berupa petuah atau nasihat
    Pada baris kedua dalam bait terdahulu menjadi baris pertama pada bait berikutnya dan baris keempat dalam
    Bait terdahulu menjadi baris ketiga dalam bait berikutnya

    Fungsi Seloka

    Fungsi seloka yaitu untuk mengkritik semua sikap negatif dari anggota masyarakat tanpa harus menyinggung perasaan dari anggota masyarakat tersebut.

    Seloka juga bisa menjadi panduan atau pengajaran bagi individu yang terkait.

    Selain itu fungsi seloka sangat bergantung kepada isinya yaitu untuk menyindir, mengejek, menempelak, melahirkan rasa benci karena sikap manusia, memberi pengajaran dan panduan, serta sebagai alat protes sosial.

    Contoh Seloka

    “Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
    Supaya engkau tidak ketinggalan
    Anak ayam turun sembilan
    Mati satu tinggal delapan
    Ilmu boleh sedikit ketinggalan
    Tapi jangan sampai putus harapan”

    Ada suatu burung merak (a)
    Lehernya panjang suaranya serak (a)
    Tuan umpama emas dan perak (a)
    Hati yang mana boleh bertolak (a)

    “Lurus jalan ke Payakumbuh,
    Kayu jati bertimbal jalan,
    Dimana hati tak kan rusuh,
    Ibu mati bapak berjalan,
    Kayu jati bertimbal jalan,
    Turun angin patahlah dahan,
    Ibu mati bapak berjalan,
    Kemana untung diserahkan”

    “Sudah bertemu kasih sayang
    Duduk terkurung malam siang
    Hingga setapak tiada renggang
    Tulang sendi habis berguncang”

  • 5 Rekomendasi Novel Romantis Wattpad yang Ceritanya Bikin Baper

    5 Rekomendasi Novel Romantis Wattpad yang Ceritanya Bikin Baper

    Wattpad adalah sebuah platform atau aplikasi yang diisi oleh komunitas literasi untuk menulis dan membaca karya sastra, seperti cerpen, puisi, ataupun novel romantis.

    Saat ini, Wattpad menjadi salah satu platform menulis paling populer di kalangan remaja. Ada ribuan karya yang tersedia dan siap dibaca secara gratis.

    Pada aplikasi Wattpad, para penulis disebut author atau sering disingkat menjadi “Thor”. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya bisa menjadi orang sukses dan dikenal banyak orang karena karya yang ditulis pada platform tersebut.

    Oleh karenanya, Wattpad menjadi semakin digandrungi oleh para penulis, khususnya penulis pemula. Hingga saat ini, Wattpad telah diunduh sebanyak empat juta kali dan terdapat begitu banyak karya yang tersedia di sana.

    Kali ini, sastrawacana.id/ akan membagikan beberapa rekomendasi terbaru judul novel romantis Wattpad yang ceritanya bisa bikin baper. Berikut diantaranya:

    1. Leone

    Leone adalah novel karya Hilmi Fadhilah (Fadhil_) yang bercerita tentang kisah seorang lelaki keturunan Italia yang bernama Geovano Leone Pravan.

    Berawal dari kematian papanya, Leone harus kembali ke negara asalnya. Setahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan papanya.

    Untuk melancarkan misinya, Leone membentuk sebuah tim dari sekumpulan geng motor.

    Pada mulanya, Leone sangat antusias membentuk geng ini demi mendapat bukti-bukti kematian papanya. Namun, seiring berjalannya waktu, Leone sadar jika yang dilakukannya salah.

    Saat sedang diambang dilema, Leone mendapati sebuah masalah besar, yaitu misi yang dijalaninya bocor oleh salah satu anggota Cerberious.

    Dari situlah, Leone semakin terpuruk dan berada pada puncak kehancuran.

    Hingga akhirnya, hadir seorang gadis bernama Clara yang seolah memberi semangat baru bagi Leone. Namun, Clara ibarat koin yang memiliki dua sisi.

    Di saat yang bersamaan, Clara dapat menyembuhkan sekaligus memberi luka baru bagi Leone.

    2. Kezna

    Rara Niza selaku penulis novel ini bercerita tentang kisah hidup seorang gadis bernama Kezna. Ia adalah seorang gadis yang cantik, ceria, dan baik hati.

    Dari fisik dan sifat, banyak lelaki yang tergila-gila kepadanya. Namun, Kezna tak pernah merespon ataupun memberi harapan terhadap semua lelaki yang mencoba mendekatinya

    Bahkan, tak jarang Kezna bersikap jutek dan ketus ketika ada lelaki yang terlalu mengejar-ngejar hingga membuatnya risih. Itulah caranya untuk menghindari godaan dari para lelaki tersebut.

    Namun, siapa sangka akhirnya Kezna bertemu dengan seorang pria paling playboy di sekolahnya. Kezna yang semula tidak pernah peduli dengan lelaki, akhirnya mulai penasaran dengan lelaki tersebut.

    Si playboy mulai mengeluarkan jurus-jurus andalan untuk merayu Kezna. Dengan kemampuan dan pengalaman merayu wanita, akhirnya Kezna luluh juga dengan playboy tersebut.

    3. Kania

    Novel ciptaan Fitri ini bercerita tentang seorang gadis bernama Annasya Kania Asyila. Ia memiliki fisik yang kurang cantik dan berkulit hitam sehingga banyak yang menghinanya.

    Begitupun dalam hubungan, Kania tidak pernah mendapat lelaki yang benar-benar tulus mencintainya.

    Semua yang terjadi membuat Kania merasa insecure dan berambisi untuk mengubah fisiknya menjadi lebih cantik, mengalahkan gadis-gadis di lingkungannya.

    Selama proses untuk menjadi cantik, Kania sama sekali tidak pernah keluar rumah karena hinaan yang terus didapatkan.

    Namun, di balik keputusasaannya tersebut, Kania tidak menyadari jika ada seorang pria yang benar-benar tulus menemaninya, ketika orang lain menghinanya.

    Pria tersebut menganggap Kania bukanlah wanita buruk seperti yang biasa orang katakan.

    Jika kebanyakan orang menganggap Kania sebagai wanita yang jelek, justru pria tersebut menganggap Kania sebagai wanita yang spesial dan berbeda dari kebanyakan wanita lain.

    Ia memiliki prinsip jika tidak ada manusia yang sempurna, maka ia bisa menerima kekurangan Kania dengan sepenuh hati.

    4. Theory of Love

    Theory of Love merupakan novel karya Ismiicha yang bercerita tentang kisah anak remaja usia 16 tahun bernama Feyza Zea.

    Di usianya yang masih belia, Feyza mendapati masalah yang tak kunjung usai, dimulai dari perceraian orang tuanya yang terjadi secara tiba-tiba.

    Semenjak itu, kehidupan Feyza berubah 360 derajat. Dulu, Zea hidup serba kecukupan, tapi sekarang harus hidup dalam kesederhanaan. Yang membuatnya lebih sedih lagi adalah Feyza mengalami rumitnya hubungan percintaan.

    Di tengah permasalahan yang dialami, Feyza merasa dilema dengan hubungannya karena ia harus memilih salah satu dari dua pria tampan yang merupakan kakak kelasnya di sekolah. Feyza menerapkan Theory of Love untuk dapat memilih salah satu di antara mereka.

    5. Pedar

    Pedar merupakan salah satu novel romantis Wattpad tamat yang cukup populer. Penulisnya, Nathania Mareta (PeNath) bercerita tentang kisah dua insan yang bernama Ares dan Sesha.

    Ares adalah pria misterius yang pesonanya membuat para wanita jatuh hati. Tapi, Ares bukanlah pria yang mudah jatuh cinta.

    Sekalinya ia mencintai, maka akan diperjuangkan sepenuh hati. Sifat dan sikap Sesha mampu membuat Ares penasaran, tapi hubungan mereka tidak mudah, penuh dengan lika-liku.

    Karena banyak yang penasaran dengan endingnya, novel ini akhirnya dipinang oleh Penerbit Lintang Banyuwangi dan akan segera dibukukan. Sampai saat ini, Pedar sudah dibaca lebih dari 5.000 kali dan mendapat ratusan vote.

    Nah, itulah beberapa rekomendasi terbaru novel romantis Wattpad yang bisa kalian baca dengan gratis.

  • 19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Pengertian Karya Sastra Secara Umum

    Karya sastra adalah sebuah ide, opini, pemikiran, semangat, pengalaman, serta imajinasi seseorang yang dituangkan dalam suatu bentuk tulisan.

    Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah yang sifatnya estetika dengan menggunakan teori-teori dasar penulisan.

    Karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu fiksi dan nonfiksi. Contoh karya sastra fiksi seperti novel, puisi, prosa, dan drama.

    Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi seperti esai, biografi, autobiografi, dan sebagainya.

    Pengertian Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian karya sastra menurut para ahli.

    1. Semi

    Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

    2. Mursal Esten

    Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

    3. Ahmad Badrun

    Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.

    4. Engleton

    Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.

    5. Aristoteles

    Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

    6. Panuti Sudjiman

    Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

    7. Plato

    Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

    8. Taum

    Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

    9. Robert Scholes

    Sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.

    10. Sapardi

    Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial.

    Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

    11. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski

    Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

    12. Lefevere

    Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

    13. Wellek dan Warren

    Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

    14. Tarin

    Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.

    15. Sumarno

    Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

    16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

    Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”.

    Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.

    Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas.

    Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

    17. Damono

    Damono yang menyatakan bahwa kehidupan sastra menyampaikan gambaran, dan kehidupan itu sendiri adalah fakta sosial.

    Pengertian sastra di sini menjelaskan bahwa isi karya sastra tentang kehidupan meliputi hubungan antara masyarakat dan individu.

    Antar pribadi dan antar peristiwa yang terjadi dalam hati seseorang terkandung dalam karya sastra.

    18. Titik Maslikatin (2007: 2)

    Definisi sastra secara umum adalah karya seni yang bermediumkan bahasa, bersifat inovatif, dan unsur imajinatifnya sangat menonjol.

    Imajinasi menjadi unsur yang menonjol karena karya sastra merupakan bangunan imajinasi pengarang yang berasal dari realitas yang ada di masyarakat.

    19. Terry Engleton

    Menurut Terry Engleton, karya sastra adalah karya tulis yang indah (letters belle) dengan format bahasa tertutup.

    Dan memperdalam bahasa, memelintir, memelintir, mempersingkat dan membuatnya aneh.

    Atau kreasi estetika lainnya yang menggunakan bahasa sebagai penghubung.

  • 4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis sekaligus sastrawan top tanah air. Sejak zaman pendudukan Jepang, ia telah banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan literasi Indonesia.

    Selain itu, Mochtar Lubis juga dikenal sebagai penyair fenomenal yang terus mengkritik penguasa dengan karya-karyanya.

    Buku Mochtar Lubis

    Nah, dari sekian banyak karya-karyanya, ada beberapa yang cukup fenomenal dan masih menjadi pembicaraan hingga saat ini.

    sastrawacana.id/ telah merangkum, dari segudang karyanya, setidaknya ada empat buku Mochtar Lubis yang cukup fenomenal dan populer hingga sekarang. Berikut diantaranya.

    1. Harimau! Harimau!

    Buku berjudul Harimau! Harimau! adalah salah satu karya Mochtar Lubis yang cukup populer, diterbitkan pada tahun 1975.

    Buku ini bercerita tentang tujuh tokoh pendamar bernama Pak Haji, Pak Balam, Sanib, Buyung, Talib, Sutan, dan Wak Katok. Ketujuh orang ini sangat disegani di kampungnya karena mereka punya perilaku yang sopan dan baik.

    Pada suatu hari ketika sedang berburu kijang di hutan, mereka bertemu dengan harimau yang juga ingin memangsa kijang.

    Harimau tersebut marah karena merasa buruannya diambil, kemudian harimau itu menyerang Pak Balam dan Talib.

    Dari penyerangan itu, akhirnya terbongkar beberapa rahasia kelam keduanya yang jauh berbeda dengan pandangan masyarakat selama ini.

    Buku fenomenal ini ditulis ketika Mochtar Lubis berada di dalam penjara.

    Meski ditulis dalam jeruji besi, akhirnya buku Harimau! Harimau! diberi penghargaan sebagai buku terbaik dari Departemen Pendidikan dan Budaya RI dan sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, Inggris, Belanda, dan Mandarin.

    2. Senja di Jakarta

    Buku Senja di Jakarta merupakan sebuah kritik keras yang dituangkan ke dalam tulisan. Buku ini bercerita tentang bobroknya ekonomi, sosial, dan politik di Jakarta pada tahun 1950-an.

    Tokoh dalam buku Senja di Jakarta adalah Suryono dan ayahnya, Raden Kaslan. Dalam ceritanya, mereka berdua adalah orang yang bergelimang harta. Hanya saja harta itu hasil dari korupsi.

    Kritik Lubis pada buku Senja di Jakarta sangat terasa, bahkan sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1957, Senja di Jakarta akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Claire Holt dengan tajuk Twilight in Jakarta.

    Tidak berhenti sampai di situ, buku ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, mulai dari Belanda, Malaysia, Itali, Spanyol, Korea, dan Jepang.

    3. Jalan Tak Ada Ujung

    Buku Jalan Tak Ada Ujung bercerita tentang sosok guru teladan bernama Isa yang selalu dilanda ketakutan.

    Isa memiliki sahabat yang bernama Hazil, seorang gerilyawan gagah yang tak kenal takut untuk berperang.

    Latarnya menggambarkan kondisi Indonesia yang sedang revolusi dan kondisi mencekam akibat peperangan.

    Buku yang terbit pada tahun 1952 ini mendapat banyak ulasan oleh para sastrawan lain sehingga disebut-sebut sebagai karya terbaik dari Mochtar Lubis.

    4. Maut dan Cinta

    Buku Maut dan Cinta bercerita tentang tokoh utama bernama Sadeli, seorang perwira yang mendapat tugas sebagai intelijen karena ia memiliki kecerdasan tinggi serta kefasihan berbahasa asing.

    Dalam buku ini, pembacan akan terbawa suasana betapa mencekamnya kondisi saat itu, ketika revolusi Kemerdekaan Indonesia.

    Ceritanya juga menceritakan tentang cinta, perjuangan, harapan, perlawanan, serta petualangan masa revolusi Indonesia.

    Banyak pesan yang disampaikan oleh Lubis dalam buku ini sehingga pada tahun 1979, Maut dan Cinta berhasil terpilih sebagai novel terbaik.

  • 7 Manfaat Membaca Karya Sastra yang Harus Kamu Ketahui

    7 Manfaat Membaca Karya Sastra yang Harus Kamu Ketahui

    Manfaat Membaca Karya Sastra

    Meski membaca adalah sebuah aktivitas yang memiliki segudang manfaat, nyatanya tidak sedikit orang yang malas melakukannya dengan berbagai alasan.

    Salah satu alasan yang paling umum adalah mengatakan jika membaca itu merupakan sebuah hal membosankan.

    Terlebih lagi jika harus membaca karya sastra yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai bacaan yang berat.

    Fakta tersebut menjadikan karya sastra kurang begitu diminati, bila dibandingkan dengan buku bacaan lainnya.

    Padahal, sastra memiliki pengaruh yang besar dalam peradaban dunia karena terkandung histori serta kritik di dalamnya.

    Bahkan, tanpa adanya karya sastra, kita tidak akan pernah tahu bagaimana sejarah dan riwayat hidup orang terdahulu.

    Apa manfaat membaca karya sastra bagi pelajar?

    Maka dari itu, janganlah malas membaca, apalagi membaca karya sastra karena ada segudang manfaat yang akan kita dapatkan.

    Apa saja manfaat membaca karya sastra? Kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa manfaatnya, yuk disimak!

    1. Mengetahui Histori dan Riwayat

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, karya sastra cukup kental akan histori dan sejarah di dalamnya.

    Kebanyakan penulis sastra pasti menyelipkan latar belakang, latar tempat, dan latar pendidikan masyarakat pada zamannya.

    Hal ini bisa menjadi sebuah pembelajaran baru sehingga kita bisa tahu bagaimana histori dan sejarah dari seluruh belahan dunia.

    Sebagai contoh, karya sastra yang berjudul Siti Nurbaya.

    Dari novel itu kita bisa tahu bagaimana kehidupan orang-orang Hindia-Belanda pada tahun 1922.

    Kita pun menjadi mengerti betapa rumitnya menjalin hubungan pada masa itu.

    2. Mengenal Budaya dan Tradisi

    Karya sastra juga akan mengenalkan kita dengan budaya dan tradisi dari seluruh penjuru dunia.

    Dari sini kita bisa belajar banyak karena setiap daerah memiliki budaya dan tradisinya masing-masing.

    Kita bisa mengetahuinya dari narasi atau dialog yang ada di dalam karya sastra.

    3. Mempertajam Insting

    Setiap karya sastra memiliki alur dan cerita yang berbeda-beda.

    Dengan banyak membaca sastra, kita bisa mempertajam insting kita untuk mengetahui bagaimana alur cerita.

    Sebab, kebanyakan karya sastra memiliki sebuah pesan yang bisa diterapkan ke dalam pola pikir kita sehingga kita bisa lebih peka terhadap orang lain dan lingkungan.

    4. Menambah Perbendaharaan Kata

    Karya sastra selalu ditulis dengan pemilihan kata atau diksi yang baik.

    Kadang ada kata atau diksi yang tidak kita pahami maksudnya.

    Dari situ, kita bisa belajar untuk mengenal lebih banyak diksi untuk menambah perbendaharaan kata.

    Lambat laun, kita akan terbiasa menggunakan kata-kata yang tepat dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang lain akan menganggap kita lebih profesional.

    5. Media Pelipur Lara

    Karya sastra juga sangat baik dijadikan pelarian saat hati sedang resah.

    Daripada harus melakukan hal-hal yang kurang baik, membaca adalah solusi yang tepat.

    Sebab, kadang ada kisah sastra yang mirip dengan apa yang kita alami sehingga kita bisa mengambil kesimpulan dan mendapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Meningkatkan Skil Menulis

    Syarat utama untuk menjadi penulis adalah harus banyak membaca.

    Jika kita ingin menjadi seorang penulis, maka kita harus rajin membaca, termasuk karya sastra.

    Dari situ, kita akan tahu bagaimana cara penulis menyusun naskahnya hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh khalayak ramai.

    7. Meningkatkan Kreativitas

    Dan yang tak kalah penting juga adalah bisa meningkatkan kemampuan otak kita. Membaca bisa melatih otak dan menguatkannya.

    Maka tak heran jika banyak orang berprestasi memiliki hobi membaca.

    Ada banyak buku yang bisa kita baca, misalnya buku pengetahun, buku motivasi, dan buku sastra.

    Nah, itulah 7 manfaat membaca karya sastra yang harus kita ketahui. Jadi, mulai sekarang jangan malas membaca, ya!

  • Kumpulan Diksi untuk Menulis Puisi

    Kumpulan Diksi untuk Menulis Puisi

    Pengertian Diksi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Diksi cocok digunakan untuk yang ingin mengikuti lomba puisi atau digunakan untuk puisi bulan ramadhan.

    Sebab, dengan menggunakan diksi maka puisi yang ditulis akan menjadi lebih indah.

    Sehingga cocok digunakan untuk puisi cinta, apalagi bagi kita yang ingin membuat buku kumpulan puisi atau antologi.

    Namun, meski diksi dapat mempercantik puisi, tapi penulis juga perlu bijak dalam menggunakannya.

    Sebab, jika terlalu dipaksakan memasukkan diksi-diksi, maka puisi akan terlihat aneh dan cenderung sulit dipahami oleh pembaca atau pendengar.

    Banyak sastrawan ternama yang tidak terlalu mementingkan diksi, tapi karyanya tetap dapat dinikmati oleh banyak orang, salah satunya adalah Sapardi Djoko Damono.

    Dalam buku puisi Sapardi Djoko Damono, beberapa karyanya tidak terlalu menggunakan diksi yang berat.

    Buku Sapardi Djoko Damono cenderung diisi oleh puisi-puisi dengan kata sederhana, tapi dalam maknanya.

    Sebagai contoh puisi Sapardi Djoko damono Hujan Bulan Juni yang menggunakan kata-kata sederhana, tapi sangat indah bila dibaca.

    Contoh lain puisi Karangan Bunga karya Taufik Ismail. Bisa dilihat setiap baitnya tersusun atas kata-kata yang digunakan sehari-hari.

    Maka, kesimpulannya adalah diksi puisi tetaplah penting, tapi jangan terlalu memaksakan untuk memasukkan diksi-diksi karena yang paling penting adalah makna dari puisi itu sendiri.

    Contoh Diksi Dalam Puisi

    Berikut ini adalah kumpulan diksi yang bisa digunakan untuk menulis puisi.

    Tentunya pemilihan diksi akan mempengaruhi hasil puisi itu sendiri. Maka, gunakanlah diksi-diksi yang tepat agar karya menjadi semakin baik.

    Akara : Bayang
    Aksa : Jauh/Mata
    Aksama : Ampunan
    Ambu : Aroma
    Anala : Api
    Ancala : Gunung
    Anila : Angin
    Anindita : Sempurna
    Anindya : Cantik Jelita
    Anitya : Tidak Kekal
    Asrar : Rahasia
    Astu : Puji
    Atma : Jiwa
    Bagaskara : Matahari
    Baswara : Berkilau, Bercahaya
    Bernas : Berisi Penuh, Semakin Berisi
    Bhama : Nafsu
    Bianglala : Pelangi
    Citta : Maksud Hati, Pikiran
    Cumbana : Mencium
    Dahayu : Cantik, Molek, Elok
    Daksa : Badan; Tubuh
    Dama : Cinta Kasih
    Dayita : Kekasih
    Dekap : Peluk
    Gata : Telah Pergi
    Gundah : Sedih, Bimbang, Gelisah
    Harsa : Kegembiraan
    Hirap : Hilang
    Ina : Matahari Pagi/Senja
    Indurasmi : Sinar Rembulan
    Jamanika : Tirai, Tabir
    Janardana : Menggairahkan
    Kama : Dipuja
    Kampa : Getaran
    Kampana : Mempunyai Getaran
    Korelasi : Hubungan Timbal Balik
    Miang : Lugut
    Nabastala : Langit
    Nestapa : Sedih Sekali, Susah Hati
    Persistensi : Gigih, Kukuh, Tekun, Terus Menerus.
    Rimpuh : Sudah Tua Sekali
    Rinai : Gerimis, Rintik-Rintik
    Sedari : Sejak
    Sempena : Berkah
    Sendu : Sedih, Pilu, Dukacita
    Sporadis : Tidak Tentu, Kadang2
    Termaktub : Tertulis, Tercantum
    Umbu : Nenek Moyang
    Urgensi : Sangat Penting
    Zamin : tanah/negeri/negara
    Wiweka : sangat berhati-hati
    Sujana : berburu (bijaksana, pandai)
    Bianglala : pelangi
    Hibuk : giat bekerja/banyak pekerjaan/sibuk
    Melankolia : depresi
    Pupus : habis sama sekali/hilang/lenyap
    Lenggana : segan/enggan/tidak sudi
    Renjana : rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, dan sebagainya)
    Gemintang : susunan bintang/peta bintang/rasi bintang
    Temaram : remang-renang
    Lazuardi : batu permata berwarna biru
    Lara : sedih/susah hati/sakit
    Mara : bencana/bahaya
    Mandalika : sebuah sebutan atau jabatan (gubernur, Adipati, dan sebagainya)
    Palapa : memikat serta menarik hati
    Padmarini : indah serta tajam
    Asmaraloka : dunia cinta kasih
    Retislaya : luka dalam hati
    Indurasmi : sinar rembulan
    Kama : dipuja
    Mala : sengsara
    Rudita : ditangisi
    Harsa : bahagia/gembira
    Gata : telah pergi
    Kalbu : hati
    Nabastala : langit
    Terdayuh : sedih
    Jelampah : bergelimpang, bergolek, terkapar
    Basirah : hati, penglihatan hati, qalbu
    Relikui : benda keramat, aji-aji, jimat
    Gapah : cakap, lincah, trengginas, pantas
    Sadrah : berserah, pasrah, bertawakkal

    Baca juga: Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Huruf A

    1. Abap : Bunga / Kembang Api
    2. Abhati : Cahaya Agung
    3. Adorasi : Pengorbanan
    4. Afsun : Pesona
    5. Agah : Tatap
    6. Ajun : Maksud
    7. Akara : Bayang
    8. Aksa : Jauh (KBBI) / mata
    9. Aksama : Ampunan
    10. Alap : Bagus
    11. Amaraloka : Dunia cinta kasih
    12. Ambivalen : Mencintai dan membenci pada orang yang sama
    13. Ambu : Aroma
    14. Anak Dara : Anak perempuan yang sudh mencapai usia remaja dan belum kimpoi
    15. Anala : Api
    16. Anca : RIntangan
    17. Abacai : Hacur (minang), abai
    18. Ancala : Gunung (KBBI)
    19. Andam Karam : Lenyap
    20. Angggara : Buas, liar
    21. Anila : Angin
    22. Anindita : Sempurna
    23. Anindya : Cantik Jelita
    24 Anitya : Tidak Kekal
    25. Apatis : Acuh tidak acuh
    26. Arkais : Berhubungan dengan masa lalu atau cerita kuno, tidak lazim dipakai lagi
    27. Arkian : Sesudah itu; kemudian dari itu
    28. Arumi : Harum, wangi
    29. Arunika : Fajar atau matahari terbit
    30. Astu : Puji, alem, sembah
    31. Atma : Jiwa, arwah, sukma
    32. Ayut : Bersetubuh, bersenggama

    Huruf B

    1. Bagaskara : Matahari
    2. Baka : Abadi, awet, kekal, lestari, qadim
    3. Baswara : Berkilau, bercahaya
    4. Bekile : Makan yang dilakukan secara bersama-sama
    5. Belungsang : Bentak / Hardik
    6. Bena : Menarik / Ombak dan banjir
    7. Benawat : Sombong
    8. Berahi : Perasaan cinta antara 2 orang berlainan jenis
    9. Bhama : Nafsu
    10. Bilur : Luka panjang pada kullit (Seperti kena cambuk)
    11. Birai : Dinding berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga
    12. Bongko : Mati (Jawa Kasar)
    13. Buhul : Ikatan / simpul

    Huruf C

    1. Candala : Rendah, hina, nista ; kata sifat (KBBI) / rendah diri ‘nggak pede’ ; kata kerja (KBBI)
    2. Candramawa : Hitam bercampur putih / Bulu kucing (KBBI) / Kebijakan
    3. Ceraki : Pedagang bahan obat / jamu
    4. Citta : Maksud hati, pikiran
    5. Cumbana : Mencium
    6. Cumbanarasa : Kenikmatan bersenggama

    Huruf D

    1. Dahayu : Cantik, molek, elok
    2. Daksa : Badan (KBBI)
    3. Dama : Cinta Kasih
    4. Dampo : Sapaan orang tua yang mengadopsi anaknya (Saudara)
    5. Dayita : Kekasih
    6. Dersik : Desir, bunyi angin (KBBI)
    7. Dewana : Tergila-gila
    8. Diksi : Pilihan kata yang tepat atau selaras
    9. Diperdom : Dimaki dengan kata makian “Perdom”
    10. Dore : Lumpur yang sangat cair, dalam dan dapat enghisap objek yang jatuh ke dalamny (lumpur hisap)

    Huruf E

    1. Efemeral : Tidak kekal hanya bersifat sesaat
    2. Eminser : Potongan yang sangat tipis dari daging, buah atau sayur
    3. Eonoia : Pemikiran yang indah dan baik

    Huruf F

    1. Faktisius : Nggak asli, tiruan, imitasi
    2. Fiat : Persetujuan yang diberikan secara penuh atau sah dan biasanya digunakan dalam kontek formal

    Huruf G

    1. Galaksi : Gugusan bintang
    2. Galau : Berat otak, bingung, kacau karut, karuut
    3. Gamang : Merasa takut, ngeri, serta khawatir ketika melihat ke bawah
    4. Gata : Telah pergi
    5. Gelabah : Sedih / gelisah
    6. Gemintang : Peta bintang, rasi bintang
    7. Geni : Api
    8. Geniwara : Ritual berpuasa dengan makanan yang dimasak dengan api
    9. Genosida : Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau daerah
    10. Genta : Lonceng besar
    11. Gorilya : Pencuri, maling, pencolong

    Huruf H

    1. Halai-balai : Kusut, tidak keruh, terlantar
    2. Harsa : Gembira / bahagia, kegembiraan
    3. Hasta Karya : Kerajinan tangan / swakarya
    4. Hidu : Mencium aroma / bau
    5. Hirap : Hilang (KBBI)
    6. Hirta : Lumpur yang sangat halus, bewarna kuning atau kehijauan dan sering ditemukan menempel pada pipa air
    7. Holokaus : Penghancuran / pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi

    Huruf I

    1. Idrak : Dalam keadaaan merasaka, mencapai, mengetahui, mengsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindera, akal dan batin
    2. Ina : Matahari pagi atau fajar
    3. Indurasmi : Sinar rembulan

    Huruf J

    1. Jamanikaa : Tirai atau tabir
    2. Janardana : Menggairahkan
    3. Japri : Jalur privat, jalur pribadi
    4. Jeremba : Mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai

    Huruf K

    1. Kalbu : Hati
    2. Kalis : Suci, bersih, murni
    3. Kama : Dipuja
    4. Kampa : Getaran
    5. Kampana : Mempunyai getaran
    6. Kenes : Anak kecil yang lincah dan terus aktif/genit
    7. Ketaksaan : Keraguan tentang makna, ambiguitas
    8. Kimpoidra : Rajanya pujangga
    9. Kirana : Sinarnya cantik dan molek
    10. Kiwari : Modern, kin dan kontemporer
    11. Klandestin : Secara diam-diam atau rahasia
    12. Kulacino : Bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah

    Huruf L

    1. Lajnah : Panitia / komisi
    2. Laknat : Kutuk, seranah, serapah ,sumpah
    3. Lakuna : Ruang kosong / bagian yang hilang
    4. Ligar : Berligar-ligar / berputar-putar
    5. Lintang : Bintang
    6. Lokawigna : Pengganggu dunia

    Huruf M

    1. Madah : Kata-kata pujian / berpanjang-panjangan
    2. Mala : Sengsara
    3. Mangata : Bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan
    4. Mangkus : Efektif, berhasil guna
    5. Masygul : Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung
    6. Matrik : Batas / pembatas
    7. Mega : Awan
    8. Megar : Mekar (Jawa)
    9. Membacang : Menahan
    10. Meraki : Melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa
    11. Mudita : Perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain

    Huruf N

    1. Nabastala : Langit
    2. Nayanika : Mata yang indah dan memancarkan daya tarik
    3. Nirmala : Tanpa cacat, cela, bersih dan tidak bernoda
    4. Nuraga : Empati dan berbagi rasa

    Huruf P

    1. Padika : Syair
    2. Padikaku : Metode
    3. Padma : Teratai merah
    4. Padmarini : Indah serta tajam
    5. Pahang : Tangkai bunga
    6. Pair jantungku : Detak jantungku tidak normal
    7. Paksa : Sayap / separuh bulan
    8. Palapa : Memikat serta menarik hati
    9. Palawa : Bersemi
    10. Panasea : Obat untuk semua penyakit / kesulitan
    11. Pancarona : Bermacam warna / Panca warna ( KBBI)
    12. Payoda : Awan / Awan yang menghasilkan air
    13. Pedar : Benci, antipati, berang, bingit
    14. Perdom : Kata untuk memaki
    15. Petrikor : Aroma tanah saat terkena hujan
    16. Pilau : Perahu
    17. Pilon : Tidak tahu apa-apa

    Huruf R

    1. Rahara : Perempuan yang usisa yang selayaknya menikah
    2. Rahsa : Rasa / Rahasia
    3. Rajaswala : Penuh nafsu
    4. Recaka : Bernafas
    5. Rimpuh : Sudah tua sekali
    6. Risak : Mengusik / mengganggu
    7. Rodra : Kejam
    8. Romansa : Novel / atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan dengan latar belakang historis atau imajiner
    9. Rucira : Cemerlang
    10. Ruciragati : Luwes
    11. Rucita : Gemerlap
    12. Rudira : Darah
    13. Rudita : Ditangisi
    14. Rundung : Mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan

    Huruf S

    1. Saban : Tiap-tiap
    2. Sabana : Padang rumput yang ada pohonnya
    3. Sangkil : Efektif,efesiesn, beradaya guna
    4. Sarayu : Hembusan angin / angin
    5. Savana : Tidak baku dari sabana
    6. Sawala : Debat
    7. Sehari : Sebahu, sebau, sehaluan, sepakat, sependirian, sepikiran dan seragam
    8. Semenjana : Menengah, sedang yang biasa merujuk pada kasta
    9. Sempena : Berkah (KBBI)
    10. Senandika : Percakapan tokoh dengan dirinya sendiri
    11. Sepai : Berpecah menjadi kecil dan berserak kemana-mana
    12. Seracik : Seiris
    13. Serendipiti : Menemukan sesuatu yanng menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya
    14. Shyam : Kegelapan malam
    15. Suar : Nyala api (cahaya) untuk tanda
    16. Subtil : Halus, lembut
    17. Sumarah : Menyerah pada keadaan, pasrah
    18. Suryakanta : Kaca pembesar
    19. Swakarya : Hasil karya sendiri
    20. Swastaita : Matahari terbenam / sore hari
    21. Swastamita : Pemandangan indah matahari terbenam

    Huruf T

    1. Takaluf : Mengutamakan formalitas sampai menyulitkan diri sendiri
    2. Taklif : Menyerahkan beban (tugas kewajiban) yang sangat berat
    3. Terdayuh : Sedih
    4. Tergamang : Merasa kesunyian
    5. Teyan : Donasi / menyumbang
    6. Tirta Airmata : Air kehidupan

    Huruf U

    1. Ufuk : Kaki langit
    2. Ugem : Berpegang (teguh)

    Huruf V

    1. Visus : Ketajaman penglihatan / jernihnya pandangan (biasa digunakan dalam kedokteran)

    Huruf W

    1. Wasana : Kekuatan bawa sadar yang memengaruhi karakter
    2. Weharima : Kerja sama, gotong royong
    3. Wekel : Rajin dan sunggguh-sungguh; tekun
    4. Wiyata : Pengajaran / pelajaran

  • Pengertian, Jenis dan Contoh Rima dalam Puisi

    Pengertian, Jenis dan Contoh Rima dalam Puisi

    Pengertian Rima

    Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak. Rima termasuk salah satu unsur penting dalam puisi.

    Sebab, melalui rima, keindahan suatu puisi akan tercipta. Posisinya rima tidak selalu di akhir baris dalam satu bait, tapi juga bisa terletak dalam satu baris yang sama.

    Jenis-Jenis Rima

    Rima Berdasarkan Suku Kata

    • Rima Sempurna

    Seluruh suku akhirnya berirama sama.

    Contoh :

    ma – lang → ma – tipa – lang → ha – ti

    • Rima Tak Sempurna

    Hanya sebagian suku akhir yang sama.

    Contoh :

    pu – lang → pa – gitu – kang → ha – ri

    • Rima Mutlak

    Seluruh kata berima.

    Contoh :

    Mendatang-datang juaKenangan masa lampau
    Menghilang muncul juaYang dulu sinau-silau
    Kata jua yang diulang dua kali pada tempat yang sama itu berima mutlak.

    • Rima Terbuka

    Yang berima adalah suku akhir suku terbuka dengan vokal yang sama.

    Contoh :

    bu – ka → ba – tu → pa – gimu – ka → pa – lu → la – ri

    • Rima Tertutup

    Yang berima itu suku akhir suku tertutup dengan vokal yang diikuti konsonan yang sama.

    Contoh :

    hi – lang →  su – sut → li – dahma – lang → ta – kut → su – sah

    • Rima Aliterasi

    Yang berima adalah bunyi-bunyi awal pada tiuap-tiap kata yang sebaris, maupun pada baris-baris berlainan.

    Contoh :

    Bukan beta bijak berperi
    Pandai  mengubah madahan syair
    Bunyi b pada kata-kata dalam baris pertama bait puisi di atas disebut rima aliterasi.

    • Rima Asonansi

    Yang berima adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata, baik pada satu baris maupun pada baris-baris berlainan.

    Contoh :

    se – cu – pak → tum – bang
    se – cu – kat → mun – dam

    Yang disebut asonansi ialah vokal-vokal e – u – a  dan u – a pada kata-kata tersebut di atas.

    • Rima Disonansi

    Rima ini adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada asonansi tetapi memberikan kesan bunyi-bunyi yang berlawanan.

    Contoh :

    Tin – dak → tan – duk ( i– a / a – u )Mon – dar → man – dir  ( o – a / a – i )

    Berdasarkan Letak Kata

    • Rima Awal

    Apabila kata-kata yang berima terdapat pada awal-awal kata.

    Contoh :

    1. Pemuda kaulah harapan bangsa
    2. Pemuda jangan suka berpangku tangan
    • Rima Tengah

    Apabila kata-kata yang berima terletak di tengah.

    Contoh :

    1. Pemuda kaulah harapan bangsa
    2. Pemudi kaulah harapan negeri
    • Rima Akhir

    Apabila kata-kata yang berima terletak pada akhir. Bentuk ini banyak digunakan dalam bentuk Pantun, Syair dan Gurindam.

    Contoh :

    1. Tolong – menolong umpama jari
    2. Bantu membantu setiap hari
    3. Bekerja selalu berlima diri
    4. Itulah misal Tuhan memberi
    • Rima Tegak

    Apabila kata-kata yang berima terdapat pada baris-baris yang berlainan.

    Contoh :
    Terlipat
    Terikat
    Engkau mencari
    Terang matahari

    • Rima Datar

    Apabila rima kata-kata yang berima itu terdapat pada baris yang sama.

    Contoh :

    1. Air mengalir menghilir sungai
    2. (bunyi ir pada akhir ketiga kata)
    • Rima Sejajar

    Apabila sepatah kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun.

    Contoh :

    1. Dapat sama laba
    2. Cicir sama rugi
    3. Bukit sama didaki
    4. Lurah sama dituruni
    5. Berat sama dipikul
    6. Ringan sama dijinjing
    7. Terapung sama hanyut
    8. Terendam sama basah
    • Rima Berpeluk (Rima Berpaut)

    Apabila umpamanya baris pertama berima dengan baris keempat, baris kedua berima dengan baris ketiga. Rima ini terletak pada bentuk Soneta dengan rima a – b – b – a

    Contoh :

    1. Perasaan siapa ta’kan nyala ( a )
    2. Melihat anak berlagu dendang ( b )
    3. Seorang sajak di tepi padang ( b )
    4. Tiada berbaju buka kepala ( a )