Teks Eksplanasi

Sebelum masuk ke contoh teks eksplanasi, alangkah lebih baiknya jika kita memahami dulu apa itu teks eksplanasi.

Jadi, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya sebuah peristiwa. Yang dicakup dari teks ini adalah penjelasannya, bukan peristiwa itu sendiri.

Agar mengetahui pengertian teks eksplanasi lebih jelas, bisa baca di sini: Teks Eksplanasi (Pengertian, Struktur, dan Contohnya)

Struktur Teks Eksplanasi

Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

1. Pernyataan Umum

Berisi pernyataan umum mengenai topik yang akan dijelaskan proses terjadinya/proses keberadaan.

2. Urutan Sebab Akibat

Berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.

3. Kesimpulan/Penutup (Interpretasi)

Berisi tentang kesimpulan mengenai topik/tema yang telah dijelaskan.

Contoh Teks Eksplanasi

Gempa bumi merupakan getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar permukaan bumi.

Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah yang berada dekat gunung berapi atau gunung yang masih aktif dan daerah yang dikelilingi lautan yang sangat luas.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran atau gerakan lapisan dasar bumi dan letusan gunung berapi yang sangat dahsyat.

Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang sangat besar bagi lingkungan sekitarnya.

Getaran gempa bumi yang sangat besar dan merambat ke segala arah sehingga dapat meratakan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu gempa vulkanik dan tektonik.

Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi lunak sehingga mengalami pergeseran atau pergerakan.

Teori “Tektonik Plate” menjelaskan bahwa bumi kita ini terdiri dari beberapa lapisan buatan.

Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung dilapisan, seperti halnya salju.

Lapisan ini bergerak sangat lambat sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lain.

Itulah yang menyebabkan mengapa gempa bumi dapat terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi dikarenakan adanya letusan gunung berapi yang sangat besar.

Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan gempa tektonik.

Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada perbatasan plat Pacifik.

Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyak terdapat gunung berapi.