Pengertian Kalimat Logis

Kalimat logis adalah kalimat yang masuk akal dan dapat diterima oleh nalar pembaca.

Kalimat seperti ini memudahkan pembaca untuk memahami maksud yang ingin disampaikan tanpa menimbulkan kebingungan.

Kalimat logis sangat penting dalam menulis, berbicara, maupun menyampaikan informasi agar pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat.

Ciri-ciri kalimat logis antara lain:

  • Maksud kalimat jelas dan mudah dipahami.
  • Struktur kalimat runtut dan sesuai kaidah bahasa.
  • Tidak menimbulkan ambiguitas atau makna ganda.
  • Dapat diterima oleh akal sehat pembaca.

Definisi Kalimat Logis Menurut Para Ahli

Adapun pengertian logis menurut para ahli adalah sebagai berikut.

1. Jan Henrik Rapar

Logis adalah sebuah kata-kata yang dapat mempertimbangkan suatu akal dan pikiran.

2. Soekadijo

Menurut Soekadijo, logis dapat diartikan sebagai cara untuk menghasilkan sebuah ketepatan nalar dalam meneliti sebuah permasalahan.

3. William Alston

William Alston mengemukakan bahwa logis adalah cara pengucapan untuk menemukan sebuah simpulan yang memisahkan hal yang dianggap sah atau tidak. Bahkan usaha yang dilakukan harus disertai dengan pemikiran yang cermat.

4. W. Poespoprodjo

Dalam buku yang ditulis oleh W. Poespoprodjo, logis dapat didefinisikan sebagai pengetahuan dalam menelaah sebuah permasalahan secara cermat dan tepat.

5. Markhamah dan Sabardila (2014:15).

Suatu kalimat dapat dikatakan memenuhi logika kalimat ketika makna kalimat itu dapat diterima oleh akal sehat. Kalimat yang seperti itu dapat disebut kalimat logis.

Contoh Kalimat Logis

Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat logis dan penjelasannya.

Kalimat logis:

Bagi yang membawa HP, tolong HP nya dimatikan.

Kalimat tidak logisnya:

Bagi yang membawa HP tolong dimatikan.

Artinya; mematikan orang yang membawa HP.

Kalimat logis:

Saya mengajarkan matematika di kelas.

Kalimat tidak logisnya:

Saya mengajar matematika di kelas

Artinya; mengajar matematika, bukan siswa.

Kalimat logis:

Kepada bapak Agus, kami persilakan.

Kalimat tidak logisnya:

Waktu dan tempat, kami persilakan.

Artinya; yang diberi waktu dan tempat bukan pembicara.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.