Bahan dasar kapak persegi pada zaman Neolitikum adalah batu. Kapak persegi merupakan salah satu alat penting yang digunakan oleh manusia purba pada masa itu untuk berbagai keperluan, terutama dalam kegiatan sehari-hari seperti bercocok tanam, berburu, dan membangun tempat tinggal.
Zaman Neolitikum
Zaman Neolitikum adalah zaman prasejarah yang kultur kehidupannya banyak menggunakan peralatan dari batu dalam berbagai aktivitas.
Manusia pada masa ini telah mengenal pertanian dan peternakan, sehingga kehidupan mereka lebih menetap dibandingkan dengan zaman sebelumnya, yaitu Mesolitikum yang bersifat nomaden.
Selain itu, mereka juga mulai membuat tembikar sebagai wadah untuk menyimpan hasil pertanian, air, dan bahan makanan lainnya.
Zaman Neolitikum sering disebut sebagai zaman batu muda, karena hampir semua aspek kehidupan manusia pada masa itu tidak terlepas dari penggunaan batu sebagai alat bantu.
Batu dipilih karena sifatnya yang keras, tahan lama, dan mudah dibentuk menjadi berbagai jenis alat seperti kapak persegi, alat pertanian, dan alat berburu.
Fungsi Kapak Persegi
Kapak persegi memiliki bentuk pipih dengan mata kapak yang lebar, sehingga sangat efektif untuk menebas kayu, membersihkan lahan pertanian, dan memotong kayu untuk keperluan rumah tangga.
Selain itu, kapak ini juga digunakan untuk kegiatan berburu dan membuat rumah, karena kekuatannya yang cukup untuk membelah kayu keras.
Bentuk kapak persegi yang sederhana namun kuat menunjukkan kemampuan manusia Neolitikum dalam mengolah bahan alam menjadi alat yang bermanfaat.
Perkiraan Waktu Zaman Batu Muda
Diperkirakan zaman batu muda ini berlangsung sekitar 5000 hingga 3000 SM, tergantung wilayah geografisnya.
Selama periode ini, manusia mulai mengenal sistem bercocok tanam, mengembangkan peralatan batu yang lebih halus, dan membangun pemukiman yang lebih permanen.
Semua itu menunjukkan perkembangan teknologi dan budaya manusia purba yang semakin kompleks.
Kesimpulan
Penggunaan batu sebagai bahan dasar kapak persegi pada zaman Neolitikum mencerminkan bagaimana manusia purba mampu memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kapak persegi tidak hanya menjadi alat fisik, tetapi juga simbol kemajuan manusia dalam bidang teknologi, pertanian, dan peradaban.








