Denver Public Schools (DPS) menyatakan keberatan atas temuan dari Kantor Hak Sipil Departemen Pendidikan Amerika Serikat yang menilai mereka melanggar aturan Title IX setelah membangun toilet netral gender di East High School.

Dalam sebuah surat yang dikirim pada Jumat lalu kepada Direktur Regional Sementara OCR, Erica Austin, penasihat senior sekaligus koordinator Title IX DPS, Kristin Bailey, menegaskan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan kesimpulan tersebut. Meski begitu, DPS tetap membuka diri untuk mencari penyelesaian.

“Kami menolak anggapan bahwa distrik dan OCR berada dalam jalan buntu. Faktanya, sejak awal investigasi ini kami ingin berdiskusi mengenai opsi penyelesaian dan sampai saat ini kami tetap berkomitmen untuk melakukannya,” tulis Bailey.

Langkah DPS mengubah salah satu toilet di East High menjadi toilet netral gender dilakukan pada libur musim dingin lalu.

Setelah berita mengenai fasilitas baru itu muncul pada Januari, OCR mulai melakukan investigasi dengan alasan bahwa perubahan tersebut mengurangi fasilitas khusus bagi siswi, sehingga dinilai melanggar Title IX.

Pada musim panas berikutnya, DPS kembali mengubah satu toilet khusus siswa laki-laki menjadi toilet netral gender dengan harapan bisa meredakan kekhawatiran pemerintah federal.

Namun pada Agustus, OCR menyimpulkan bahwa DPS tetap melakukan diskriminasi terhadap siswa perempuan karena mengubah toilet khusus perempuan.

OCR kemudian memerintahkan agar seluruh toilet kembali dipisahkan berdasarkan jenis kelamin biologis serta meminta DPS meninjau ulang kebijakan terkait LGBTQ+.

Pihak sekolah diberi waktu sepuluh hari untuk mematuhi perintah tersebut atau menghadapi sanksi.

Dalam suratnya, Bailey mengkritik kurangnya komunikasi dari OCR sepanjang investigasi. Ia menyebut hanya ada tiga kali kontak selama tahun ini, yakni dua kali panggilan telepon dan satu surat resmi. Permintaan mediasi dari pihak DPS pun tidak pernah ditanggapi.

DPS menilai perubahan toilet laki-laki menjadi netral gender seharusnya sudah menyelesaikan masalah awal. Mereka juga menilai OCR memasukkan tuduhan baru tanpa melakukan penyelidikan yang menyeluruh.

Superintendent Alex Marrero sebelumnya menentang hasil temuan ini dan menyebutnya sebagai bagian dari agenda anti-trans yang digaungkan pemerintahan Trump. Ia menegaskan DPS akan terus melindungi siswa LGBTQ+ dari diskriminasi dan penghapusan identitas.

Melalui surat terbaru, Bailey menekankan bahwa DPS berkomitmen penuh untuk mematuhi Title IX serta hukum hak sipil, dan meminta OCR memulai periode negosiasi penyelesaian selama 90 hari. Hingga kini, Departemen Pendidikan belum memberikan tanggapan terhadap surat tersebut.

Sumber: 9news

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.