Lilin merupakan karya seni yang dipilah menurut manfaatnya sebagai?

a. kelangkapan busana;
b. kelengkapan suatu benda;
c. kelengakapan rumah /bangunan;
d. kelengkapan ritual/ upacara adat.

Jawaban: d. kelengkapan ritual/ upacara adat.

Pembahasan:

Lilin adalah benda sederhana yang terdiri dari sumbu yang dilapisi bahan bakar padat, seperti parafin atau lilin lebah, yang dapat menyala dan menghasilkan cahaya.

Meskipun secara umum lilin dikenal sebagai alat penerangan tradisional sebelum ditemukannya listrik, dalam perkembangan budaya dan seni, lilin memiliki fungsi yang jauh lebih kompleks dan simbolik, terutama dalam konteks budaya dan upacara adat.

Dalam seni rupa terapan, sebuah benda dapat dipilah atau diklasifikasikan berdasarkan manfaat atau kegunaannya.

Lilin termasuk karya seni terapan karena dibuat bukan hanya untuk keindahan semata, tetapi memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini, lilin dipandang sebagai karya seni yang dimanfaatkan dalam konteks ritual atau upacara adat.

Salah satu contoh nyata penggunaan lilin dalam konteks ritual adalah upacara Mappacci dari tradisi masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Dalam upacara ini, lilin dinyalakan sebagai bagian dari prosesi pembersihan diri secara spiritual yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.

Lilin dalam Mappacci bukan hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi memiliki makna simbolik sebagai cahaya yang menerangi jalan kehidupan baru sang mempelai, serta sebagai bagian dari elemen sakral untuk menolak energi buruk dan menghadirkan berkah.

Selain Mappacci, penggunaan lilin dalam upacara adat atau ritual keagamaan juga banyak dijumpai dalam berbagai budaya di Indonesia maupun dunia.

Dalam upacara sembahyang umat Hindu dan Buddha, lilin juga dinyalakan bersama dupa sebagai wujud penghormatan dan persembahan kepada dewa-dewa atau leluhur. Dalam tradisi Katolik, lilin juga merupakan bagian penting dari liturgi gereja yang melambangkan kehadiran Tuhan, doa, dan harapan.

Penggunaan lilin dalam konteks upacara adat ini menunjukkan bahwa benda tersebut tidak hanya bernilai fungsional, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai simbolis dan spiritual.

Oleh karena itu, dalam klasifikasi karya seni berdasarkan manfaatnya, lilin lebih tepat digolongkan sebagai kelengkapan ritual atau upacara adat, bukan sebagai pelengkap busana, rumah, atau benda lainnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.