Banyak orang menganggap bahwa pekerjaan rumah atau PR adalah salah satu kunci keberhasilan siswa dalam belajar.

Namun, tidak semua negara berpandangan sama. Ada negara yang justru menghapus atau membatasi PR sekolah karena percaya bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu harus dilanjutkan di rumah.

Pendekatan ini memprioritaskan keseimbangan antara belajar di kelas, bermain, beristirahat, dan mengembangkan keterampilan hidup.

Baca juga: 6 Negara dengan Jam Sekolah Terpendek Tapi Kualitasnya Nggak Kaleng-Kaleng

Menariknya, meskipun para siswanya tidak dibebani dengan PR yang menumpuk, prestasi akademik mereka tetap tinggi bahkan diakui dunia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang apakah sistem pendidikan yang menuntut PR setiap hari benar-benar lebih baik, atau justru perlu mencontoh negara-negara yang memilih jalur berbeda ini.

Berikut adalah tujuh negara yang menerapkan kebijakan minim atau tanpa PR, namun tetap mampu menghasilkan siswa dengan prestasi membanggakan.

1. Finlandia

Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Siswa di Finlandia hampir tidak pernah mendapat PR yang berat, bahkan seringnya tidak ada sama sekali.

Pemerintah dan guru di sana percaya bahwa anak-anak perlu waktu luang untuk bermain, berinteraksi dengan keluarga, dan mengembangkan minat di luar sekolah.

Waktu belajar di kelas pun relatif singkat, namun penuh dengan metode pengajaran kreatif dan interaktif.

Hasilnya, siswa Finlandia sering berada di peringkat teratas dalam penilaian internasional, membuktikan bahwa kualitas belajar tidak selalu ditentukan oleh banyaknya PR.

2. Jepang

Meski terkenal dengan kedisiplinan dan budaya belajarnya yang tinggi, Jepang justru memiliki kebijakan PR yang lebih ringan dibanding banyak negara lain.

Siswa sekolah dasar di Jepang jarang diberi PR yang membebani. Fokus utama mereka adalah belajar di kelas dengan metode yang efektif dan waktu istirahat yang cukup.

Di luar sekolah, mereka juga didorong untuk mengikuti aktivitas ekstrakurikuler yang membantu pengembangan keterampilan sosial dan fisik.

Dengan sistem ini, siswa tetap berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

3. Korea Selatan

Korea Selatan sering digambarkan sebagai negara dengan tekanan belajar tinggi, namun di tingkat sekolah dasar, PR yang diberikan relatif sedikit.

Pemerintah mulai menyadari bahwa waktu istirahat dan kebebasan bermain sangat penting bagi perkembangan anak.

Sebagai gantinya, mereka mengoptimalkan pembelajaran di kelas dengan teknologi modern dan metode pengajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Hasilnya, meskipun tidak menumpuk PR, siswa tetap mencatatkan prestasi luar biasa di berbagai bidang.

4. Singapura

Singapura memiliki reputasi sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan paling efektif di dunia.

Walau pada jenjang menengah ke atas tugas sekolah mulai meningkat, siswa sekolah dasar di Singapura mendapatkan PR yang sangat minimal.

Fokusnya adalah pembelajaran yang efisien di kelas, di mana guru memastikan setiap siswa benar-benar memahami materi.

Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara belajar dan waktu luang, sehingga siswa tetap memiliki motivasi dan tidak cepat merasa jenuh.

5. Belanda

Belanda mengedepankan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membebani siswa.

PR untuk anak-anak sekolah dasar hampir tidak ada, dan jika pun diberikan, sifatnya ringan dan tidak memakan banyak waktu.

Sistem ini memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, bermain di luar, serta membangun keterampilan sosial.

Menariknya, meski minim PR, Belanda termasuk dalam daftar negara dengan kualitas pendidikan terbaik di Eropa.

6. Norwegia

Norwegia percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga kesejahteraan siswa secara menyeluruh.

PR di sekolah dasar hampir dihilangkan, sehingga anak-anak bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga atau terlibat dalam aktivitas luar ruangan.

Lingkungan belajar yang santai namun terarah membuat siswa Norwegia tetap unggul di berbagai bidang studi.

7. Australia

Australia memiliki pendekatan pendidikan yang fleksibel, di mana PR tidak dijadikan beban utama bagi siswa sekolah dasar.

Banyak sekolah hanya memberikan tugas rumah jika benar-benar dibutuhkan untuk memperkuat materi yang sudah diajarkan.

Dengan begitu, anak-anak tetap memiliki waktu luang untuk beristirahat, mengeksplorasi hobi, dan mengembangkan keterampilan hidup lainnya.

Hasilnya, siswa di Australia mampu bersaing secara global tanpa harus mengorbankan masa kecil mereka.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.