Blog

  • Workshop Pentigraf Warnai Semarak Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Workshop Pentigraf Warnai Semarak Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Dalam rangka memeriahkan Bulan Bahasa 2025, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menggelar kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra.”

    Rangkaian kegiatan ini mencakup Lomba Baca Puisi, Lomba Bercerita, dan Workshop Pentigraf yang digelar di Ballroom ED Hotel SMK Models Siliragung.

    Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah Workshop Pentigraf yang menghadirkan narasumber Maulana Affandi, S.S., Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus penulis buku.

    Workshop Pentigraf SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Kegiatan ini diikuti oleh total 60 peserta, yang terdiri atas 13 peserta dari sekolah eksternal (SMP dan SMA), 21 jurnalis SMK Models, serta 26 peserta dari intra dan ekstrakurikuler sekolah.

    Dipandu oleh moderator Ananda Ayu, suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta dengan semangat tinggi mengikuti setiap sesi yang disampaikan pemateri.

    Dalam paparannya, Affandi tidak hanya membahas teori seputar penulisan pentigraf (cerita pendek tiga paragraf), tetapi juga mengajak peserta memahami makna literasi secara lebih luas.

    Ia membagikan trik sederhana agar peserta lebih mudah menulis, yakni dengan memulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    “Menulis pentigraf tidak harus dimulai dari inspirasi besar. Justru ide terbaik bisa lahir dari benda, pengalaman pribadi, atau emosi yang kita rasakan,” ungkapnya.

    Ia kemudian memperkenalkan formula menulis pentigraf melalui tiga elemen dasar, yaitu benda, emosi, dan tempat.

    Dengan menentukan ketiga unsur tersebut, penulis sudah memiliki kerangka cerita yang siap dikembangkan menjadi karya utuh.

    Workshop Pentigraf

    Untuk menambah semangat, Affandi memberikan tantangan spontan kepada beberapa peserta untuk membaca karya pentigraf dan puisi di depan forum. Peserta yang berani tampil mendapat hadiah buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Memasuki pertengahan sesi, peserta langsung diberi waktu praktik menulis pentigraf.

    Dalam waktu kurang dari 30 menit, sebagian besar peserta berhasil menuntaskan karya mereka dengan mengikuti trik yang baru saja dipelajari. Suasana ruangan pun dipenuhi antusiasme dan rasa ingin tahu.

    Di akhir sesi, Affandi mengajak peserta melakukan refleksi. Salah satu peserta dari tim Jurnalis SMK Models, Aurelia Clarista menyampaikan kesannya bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, ia merasa lebih percaya diri dan mampu menulis pentigraf dengan mudah.

    “Sebelumnya saya merasa kebingungan dalam menentukan ide pentigraf, setelah mendengar pemaparan dari Kak Affandi, ternyata ada trik menulis pentigraf jadi tidak butuh waktu lama,” ujarnya.

    Sebelum workshop ditutup, moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam kesempatan itu, Affandi berpesan kepada seluruh peserta, khususnya para jurnalis muda, untuk tidak minder dalam berkarya.

    Workshop Pentigraf di SMK Models Siliragung

    “Tidak ada karya yang buruk. Semua karya itu baik, jadi jangan pernah malu dengan karya kita sendiri,” pesannya.

    Ia juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai jurnalis dan penulis, mendorong peserta untuk terus berkarya dan menjadikan tulisan sebagai sarana menebar manfaat.

    “Menulis itu bukan sekadar hobi, tapi jalan untuk memahami diri dan dunia. Dari satu tulisan kecil, bisa lahir perubahan besar,” ujarnya menutup sesi dengan tepuk tangan meriah dari peserta.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung yang bekerja sama dengan KOPIWANGI, Sastrawacana, dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

  • Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menggelar Lomba Baca Puisi dan Bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (26/10).

    Kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra” ini berlangsung meriah di ballroom ED Hotel SMK Models Siliragung.

    Sejak pagi, ratusan peserta bersama guru dan orang tua memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi.

    Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan lomba sekaligus pelaksanaan Workshop Pentigraf yang diikuti pelajar dari jenjang SMP hingga SMA sederajat.

    Dari jenjang SD/MI hingga SMP di wilayah Siliragung dan sekitarnya, antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa dunia literasi kini semakin dekat dan digemari.

    Untuk lomba baca puisi, kategori A diikuti oleh 20 peserta dan kategori B diikuti 50 peserta. Sementara lomba bercerita diikuti oleh 43 peserta.

    Dewan juri terdiri dari tokoh dan praktisi sastra, antara lain Andi BS (Ketua KOPIWANGI), Andi Sep Kurniawan (Penulis Cerita Dwi Bahasa Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur), Meilysa Ajeng Kartika (Dosen dan Penulis), Heri Iskandar (Sastrawan Using dan Konten Kreator), Efa ET (penulis), serta Indriana Laili (jurnalis dari sastrawacana.id/).

    Adapun Workshop Pentigraf diikuti 60 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Narasumber utama, Maulana Affandi, S.S., selaku Pemimpin Redaksi Sastrawacana dan Penerbit Lintang Banyuwangi, membagikan pengalaman menulis cerita tiga paragraf dengan pendekatan kreatif dan inspiratif.

    Suasana semarak literasi di ballroom ED Hotel SMK Muhammadiyah 8 Siliragung makin terasa hangat saat acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan.

    Andi Budi Setiawan

    Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah yang telah menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan inspiratif.

    “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala SMK Models Siliragung yang telah mengadakan event literasi yang begitu hebat. Tidak semua lembaga pendidikan mampu menghadirkan kegiatan sebesar dan seindah ini,” ungkap Andi penuh semangat.

    Ia juga berpesan kepada peserta untuk menjadikan lomba sebagai ruang kebahagiaan, bukan sekadar kompetisi.

    “Menang atau kalah itu biasa. Yang penting, tampil dengan hati senang dan sepenuh hati karena dari situlah semangat literasi sejati lahir,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Muhlas Efendi, S.T., menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi jembatan untuk memperluas wawasan dan memperhalus budaya.

    “Bahasa bukan sekadar retorika, melainkan sarana memahami kehidupan dan menebar kebaikan,” tuturnya.

    Muhlas juga menyoroti pentingnya kegiatan literasi di sekolah, khususnya melalui ekstrakurikuler jurnalistik yang aktif membina siswa SMP di wilayah Siliragung.

    “Anak-anak jurnalistik kami turun langsung ke sekolah-sekolah menengah untuk berbagi ilmu menulis berita. Ini bentuk nyata bahwa literasi dapat menjadi amal ibadah yang luas manfaatnya,” ujarnya.

    Dalam sambutannya, ia sempat bernostalgia tentang masa mudanya sebagai pimpinan redaksi media kampus.

    Pengalaman itu menurutnya menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana menulis dan berpikir kritis dapat membentuk karakter dan kepekaan sosial.

    Lomba Baca Puisi SMK Models Siliragung

    Setelah sambutan dan pembukaan resmi oleh Kepala Sekolah, para peserta diarahkan menuju ruang lomba masing-masing. Sementara itu, peserta Workshop Pentigraf tetap di ballroom untuk mengikuti sesi pelatihan intensif.

    Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung dengan KOPIWANGI, Sastrawacana, dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Kesuksesan acara juga tak lepas dari kerja keras Tim Panitia Ekskul Models Jurnalisme di bawah koordinasi Cici Arista Devi, selaku tenaga pendidik sekaligus pembina dari tim jurnalis di  SMK Models Siliragung. (Andi BS)

  • SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi Gelar Leadership Camp, Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Karakter Siswa

    SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi Gelar Leadership Camp, Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Karakter Siswa

    SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi menggelar Leadership Camp Muhlas 2025, sebuah kegiatan gabungan antara program pembentukan karakter siswa dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) IPM, Jumat–Sabtu (24–25/10/2025).

    Agenda dua hari satu malam ini dilaksanakan di area alam Jeongmara Campuhan dan diikuti 90 siswa (kelas VII–IX) serta 13 guru pendamping, sehingga total peserta mencapai 103 orang.

    Kepala sekolah, Slamet Hidayat, S.Pd membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab bagi siswa.

    Kepada jurnalis media sastrawacana.id/, Slamet berharap kegiatan ini memberi dampak langsung pada perilaku sehari-hari siswa di sekolah dan rumah.

    “Kami ingin program seperti ini membentuk siswa yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin yang berakhlaq,” katanya.

    Kegiatan Leadership Camp 2025 SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi

    Kegiatan yang sedianya direncanakan pada awal tahun ajaran harus diundur karena kondisi cuaca pada Juli–September, sehingga baru dapat dilaksanakan pada akhir Oktober.

    Untuk efisiensi dan sinergi program, sekolah memutuskan menggabungkan agenda pembentukan karakter dengan pergantian pengurus IPM menjadi satu paket kegiatan, yakni Leadership Camp Muhlas 2025.

    Leadership Camp menghadirkan materi campuran, dimana teori, praktik lapangan, dan permainan edukatif dirancang untuk mengasah kepemimpinan, jiwa kebersamaan, dan ketahanan mental.

    Berbagai kegiatan digelar dalam agenda Leadership Camp Muhlas 2025, antara lain materi dasar-dasar kepemimpinan yang dipandu oleh Maulana Affandi, pelatihan keorganisasian dan tata kelola organisasi pelajar, serta pengembangan karakter dan penguatan mental bersama Heri Skandar.

    Selain itu, peserta juga mengikuti latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), sosialisasi tentang kenakalan remaja dan dampaknya, serta berbagai permainan dan simulasi kepemimpinan yang dikemas secara interaktif di lapangan.

    Pelatihan disusun bergantian antara penyampaian materi, praktik kelompok, dan permainan edukatif sehingga suasana tetap dinamis.

    Leadership Camp 2025

    Salat Jumat menjadi salah satu momen kebersamaan yang dilakukan di lokasi dipimpin oleh H. Jarkoni sebagai imam.

    Kegiatan ini juga menjadi wadah serah terima serta pembekalan bagi pengurus IPM yang baru.

    Menurut penanggung jawab sekaligus ketua panitia kegiatan, Heri Pranoto, S.Sos, tujuan utama kegiatan ini adalah memberi pengalaman nyata bagi siswa untuk lebih mandiri dan kreatif sekaligus menyiapkan pengurus organisasi pelajar yang matang.

    “Kegiatan ini agar anak-anak betul-betul bisa lebih kreatif dan bisa mandiri, serta melatih kepemimpinan yang ada di sekolah maupun organisasi IPM Muhammadiyah,” ujar Heri Pranoto.

    Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan LDKS akan menjadi agenda tahunan yang dipusatkan pada pergantian pengurus IPM, dengan lokasi yang berganti-ganti setiap periode untuk memperkaya pengalaman peserta.

    Dukungan orang tua terhadap kegiatan ini terbilang positif. Beberapa orang tua menyatakan setuju anaknya ikut LDKS dengan harapan anak menjadi lebih mandiri dan berakhlak baik.

    Guru pendamping juga aktif mendampingi setiap kegiatan evaluasi dan permainan untuk memastikan aspek keselamatan dan pembelajaran berjalan sesuai rencana.

    Pihak sekolah berharap hasil Leadership Camp bukan hanya terbaca dari aspek keterampilan kepemimpinan, tetapi juga tercermin dalam perubahan sikap sehari-hari siswa agar lebih disiplin, mau bekerja sama, dan bertanggung jawab.

    Kepala sekolah Slamet menegaskan bahwa program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kurikulum karakter sekolah.

    Kegiatan di Jeongmara Campuhan menjadi momentum penting bagi SMP Muhlas dalam meneguhkan komitmen pembentukan karakter. Melalui latihan kepemimpinan ini, diharapkan lahir generasi pelajar yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia.

  • Pemerintah Desa Pondoknongko dan UPN Veteran Jatim Jalin Kerjasama Kuliah Lapang Dialektologi

    Pemerintah Desa Pondoknongko dan UPN Veteran Jatim Jalin Kerjasama Kuliah Lapang Dialektologi

    Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi S1 Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melaksanakan Kuliah Lapangan Dialektologi di Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi pada Kamis (23/10).

    Kegiatan ini bertujuan untuk meneliti dan mendalami bahasa Using, bahasa tutur khas masyarakat Banyuwangi yang menjadi bagian penting dari kekayaan linguistik Nusantara.

    Acara pembukaan berlangsung di pendopo kantor desa, dihadiri oleh Ketua Program Studi Pendidikan, Dr. Endang Sholihatin, S.Pd., M.Pd., serta dua dosen pembimbing, Dwika Muzakky Anan Taturia, M.Hum., dan Nisa Hanum Mufida, M.Hum.

    Turut hadir pula Kasi PMK Kecamatan Kabat, Sahroni, S.T., Mujalis, perangkat desa, dan beberapa warga yang akan menjadi narasumber penelitian di wilayah Pondoknongko.

    Antusiasme masyarakat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Warga merasa bangga karena bahasa yang mereka gunakan sehari-hari menjadi objek kajian ilmiah yang dapat memperkaya khazanah linguistik Indonesia.

    Kepala Desa Pondoknongko, Hamdan Ramahurmuzi, S.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangga atas kedatangan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.

    Ia menyebut kegiatan ini memiliki makna pribadi karena dirinya merupakan alumnus kampus yang sama, angkatan 1996 jurusan Teknik Industri.

    Kerjasama Kuliah Lapang Dialektologi

    “Saya dulu angkatan 96 dari jurusan Teknik Industri. Kedatangan adik-adik mahasiswa ini benar-benar membawa kenangan dan kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

    Hamdan berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi warga desa serta memperkaya penelitian tentang bahasa Using.

    “Semoga kolaborasi ini membawa manfaat bagi warga desa serta memperkaya penelitian tentang bahasa Using,” imbuhnya.

    Bahasa Using sendiri dikenal sebagai identitas budaya masyarakat Banyuwangi yang memiliki struktur dan ciri khas tersendiri.

    Melalui kuliah lapangan ini, para mahasiswa berkesempatan mendalami karakter bahasa yang lahir dari sejarah panjang dan kehidupan masyarakat pesisir timur Jawa.

    Selain menggali aspek linguistik, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

    Bagi mahasiswa, pengalaman langsung di lapangan menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana bahasa hidup dan berkembang di tengah budaya lokal.

    Dari Desa Pondoknongko, semangat pelestarian bahasa daerah kembali digaungkan. Menjaga bahasa tidak sekadar melestarikan kata, tetapi juga merawat jati diri, budaya, dan ingatan kolektif bangsa.

  • Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Koppiwangi, sebuah organisasi yang fokus pada peningkatan pendidikan dan kesejahteraan anak di Banyuwangi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

    Kali ini, Koppiwangi menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 5 Lateng, Jumat, (24/10) dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya tindakan perundungan serta cara mencegahnya sejak dini.

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini turut menggandeng Yayasan Perlindungan Konsumen dan Advokasi Publik (YPKAP) yang diketuai oleh Alex Budi Setyawan, S.H., M.H.

    Para aktivis YPKAP bersama tim Koppiwangi menyampaikan materi edukatif seputar jenis-jenis bullying, dampak psikologis maupun sosial yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

    Sosialisasi Koppiwangi

    Dalam sesi interaktif, siswa juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pertemanan dan sikap saling menghargai antar teman.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati serta membangun kesadaran bahwa bullying bukanlah hal sepele, melainkan perilaku yang dapat merusak masa depan seseorang.

    Ketua Koppiwangi, H. Mujiono, S.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan di SDN 1 Kemiren.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan ke sekolah-sekolah lain di Banyuwangi agar semakin banyak siswa yang mendapatkan edukasi terkait pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

    “Kami ingin anak-anak Banyuwangi tumbuh dengan rasa aman, tanpa takut diintimidasi atau diremehkan. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial, peduli terhadap sesama, dan berani menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Mujiono.

    Sementara itu, Kepala SDN 5 Lateng, Rustamaji, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran Koppiwangi dan YPKAP di sekolahnya.

    Ia berharap kegiatan positif semacam ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dengan program-program lanjutan yang mampu memperkuat karakter siswa dan mempererat hubungan antar warga sekolah.

    “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Koppiwangi serta YPKAP. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan saling menghormati. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa berkesinambungan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Koppiwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dunia pendidikan, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan. (MZN)

  • MWC NU Rogojampi Gelar Istighosah Akbar Peringati Hari Santri Nasional 2025

    MWC NU Rogojampi Gelar Istighosah Akbar Peringati Hari Santri Nasional 2025

    Bertepatan Hari Santri Nasional 2025, Rabu (22/10), Pengurus MWC NU Rogojampi bersama dengan YPIA Rogojampi dan Banom NU mengadakan isitighosah akbar yang diadakan di gedung MWC NU Rogojampi.

    Istighosah ini dihadiri oleh Forkopimcam Rogojampi, Forkopimdes Rogojampi, Pengurus MWC NU Rogojampi dan pengurus ranting NU se-kecamatan Rogojampi, Pengurus Banom (Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, ISNU, dan Pagar Nusa), Pengurus YPIA Rogojampi beserta para guru di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air.

    Acara dimulai pukul 20.00 WIB yang diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Hubbul Wathon, Lagu Mars Hari Santri Nasional dan Salawat Badar.

    Mengawali acara, Ketua MWC NU Rogojampi, Anwar Rofiq, menyampaikan sambutan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan himbauan dari PBNU agar warga Nahdliyin menggelar istigasah sebagai doa bersama untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

    Sambutan berikutnya Camat Rogojampi Edy Basuki mewakili forkopimcam Rogojampi mendukung penuh kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional 2025.

    Istighosah Akbar MWC NU Rogojampi

    Lewat istighosah ini, para pahlawan, ulama, dan kiai yang telah gugur didoakan agar mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.

    Istighosah dipimpin langsung Rois Syuriah MWC NU Rogojampi Kyai Fathurrozaq Ahdini. Seluruh jamaah dengan khusyuk mengikuti. Bacaan solawat, tahlil, tahmid dan kalimat toyibah lainnya menggema di gedung MWC NU Rogojampi.

    Pelaksanaan istighosah ditutup dengan doa dengan harapan peringatan Hari Santri Tahun ini bisa memberikan iklim positif dan keselamatan bagi masyarakat Indonesia.

    Dalam mauizah hasanah, Muhtasyar MWC NU Rogojampi sekaligus Ketua MUI Rogojampi, Kyai Imam Ma’sud, M.Pd., yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Rodliman Baburridlo, menyampaikan betapa luar biasanya manfaat dari istighosah.

    Menurutnya, istighosah bukan sekadar doa bersama, melainkan sarana untuk mempererat hubungan antara hamba dan Sang Khalik.

    “Setiap doa yang dipanjatkan dengan keikhlasan dan kekhusyukan insyaallah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an, ‘Ud’uni astajib lakum’, yang artinya, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan permohonanmu,’” tutur Kyai Mas’ud

    Seperti tradisi santri pada umumnya, diakhir acara ditutup dengan ramah tamah, makan bersama dalam bentuk ancak atau talam. Dimana 1 ancak dibagikan kepada 5 jamaah.

    Ada pesan moral yang terkandung didalamnya dimana setiap jamaah duduk bersama tidak memandang latar belakang profesi atau jabatan, bersama-sama menikmati makanan dalam satu ancak.

    Di sana ada kebersamaan yang mendalam yang bisa dirasakan oleh jamaah. Tradisi santri yang baik dan positif harus di uri-uri dan di jaga agar senantiasa hidup ditengah-tengah derasnya arus perkembangan zaman.

  • Momen Hari Santri 2025, Pemkab Banyuwangi Serahkan Insentif Miliaran Rupiah untuk Guru Ngaji

    Momen Hari Santri 2025, Pemkab Banyuwangi Serahkan Insentif Miliaran Rupiah untuk Guru Ngaji

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan kepedulian terhadap guru ngaji dengan menyerahkan insentif bagi yang mengabdikan diri di lembaga pendidikan agama.

    Kegiatan penyerahan insentif guru ngaji ini dilaksanakan secara simbolis berbarengan dengan Upacara Hari Santri Nasional tahun 2025 yang di laksanakan di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (22/10).

    Insentif ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi guru ngaji dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan karakter anak-anak di Banyuwangi.

    Pemberian insentif ini diharapkan dapat memotivasi para guru ngaji untuk terus memberikan pendidikan agama yang berkualitas.

    Detail Penyerahan Insentif:

    • Jumlah penerima: 14.241 guru ngaji
    • Total anggaran: Rp 9,968 miliar
    • Syarat penerima: Guru ngaji yang mengasuh minimal 10 anak didik
    • Tujuan: Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan karakter anak-anak di Banyuwangi

    Guru ngaji yang menerima insentif ini menyambut baik langkah pemerintah dan berencana menggunakan dana tersebut untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti membeli bahan ajar dan alat permainan edukatif.

    Dan bagi para guru ngaji dapat mencairkan insentif yang diterimanya melalui Bank Jatim terdekat dengan menunjukkan KTP dan nomor virtual account yang telah diberikan.

    Pencairan ini berlangsung sampai dengan akhir bulan Desember 2025. (Mzn)

  • Ratusan Pelajar Antusias Meriahkan Festival Bahasa Ibu dan Porseni Srono 2025

    Ratusan Pelajar Antusias Meriahkan Festival Bahasa Ibu dan Porseni Srono 2025

    Kegiatan Seleksi Festival Bahasa Ibu dan Literasi Using sekaligus Porseni Satkordikcam Srono digelar pada 1 November 2025 di SDN Model.

    Acara ini merupakan bentuk sinergi antara Dinas Pendidikan dan Balai Bahasa Jawa Timur, serta diikuti sekitar 400 pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Banyuwangi.

    Beragam lomba utama diselenggarakan dalam ajang ini, antara lain Baca Puisi, Pidato, Nembang, Bercerita, Menulis Cerita Pendek, Melawak Ngewer, dan Aksara Using.

    Selain itu, di beberapa kecamatan juga diadakan tunjukkan, audisi, dan seleksi Memengan Sandiwara untuk tingkat SD maupun Guslah.

    Festival Bahasa Ibu dan Literasi Using Srono 2025

    Kegiatan kreatif dari PKG Seni turut meramaikan acara, seperti cerita bergambar dan story telling Bahasa Inggris, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di SDN 4 Kebaman Srono pada Selasa, 21 Oktober 2025.

    Dalam sambutan pembukaannya, Koordinator Satkordikcam Kecamatan Srono, Sri Wahyuni, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan para guru pembina yang telah mempersiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kecamatan Srono di tingkat kabupaten.

    “Kami berharap anak-anak Srono bisa menjadi duta terbaik hingga ke tingkat provinsi dan nasional, berkumpul bersama para jawara bahasa daerah dari seluruh Nusantara,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Ketua K3S Srono, Yuni Angelia, S.Pd, menegaskan semangat para peserta untuk berprestasi.

    “Kami bertekad menjadi juara di tingkat kabupaten dan siap menjadi duta bahasa Using ke Jakarta. Kami siap mendampingi talenta Banyuwangi bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya penuh semangat.

    Sementara itu, Sekretaris Panitia, Hendri Fidiyastuti, S.Pd, melaporkan bahwa jumlah peserta mencapai 256 orang.

    Para pemenang nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan, termasuk persiapan untuk Porseni, seperti menari bersama pembina sekaligus koreografer Bu Profita dan Bu Novi, yang sebelumnya sukses membawa tarian Gandrung ke Istana Negara.

    Selain itu, kegiatan cipta dan baca puisi juga akan melalui proses audisi, mengangkat tema adat dan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

    Ketua Panitia, Rosie Ardiansyah Putra, S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kekompakan dan gotong royong dari PKG, KKG, dan K3S, yang saling mendukung satu sama lain dalam berbagai event berkelanjutan.

    Setelah seluruh lomba selesai, panitia bersama dewan juri yang terdiri dari guru dan profesional mengumumkan para pemenang.

    Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan karena hasil lomba dinilai merata dan layak, menjadikan mereka sebagai duta terbaik Srono 2025.

  • MTS Maulana Ishaq Rayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda dengan Panggung Kreativitas

    MTS Maulana Ishaq Rayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda dengan Panggung Kreativitas

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, MTs Maulana Ishaq mengadakan berbagai lomba antarkelas yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2025.

    Dengan mengusung tema “Merajut Keindahan Warisan Nusantara melalui Kata dan Cerita,” kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa.

    Beragam lomba seperti pidato, puisi, dan mendongeng menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan kemampuan berbahasa Indonesia.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan Bulan Bahasa semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, pelatihan mental berkompetisi, serta ajang menumbuhkan rasa percaya diri.

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa. Lomba seperti ini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta melatih keberanian tampil di depan umum,” ujarnya.

    Selama kurun waktu 2020–2025, MTs Maulana Ishaq telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat kabupaten dalam bidang pidato dan puisi.

    Menurut pihak sekolah, capaian tersebut merupakan hasil dari kegiatan positif seperti lomba Bulan Bahasa yang secara rutin diadakan setiap tahun.

    Kemeriahan kegiatan tampak dari penampilan siswa yang penuh ekspresi, penghayatan, dan kreativitas. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada para juara.

    Melalui kegiatan ini, MTs Maulana Ishaq berharap dapat terus menumbuhkan generasi muda yang mencintai bahasa dan budaya bangsa, serta menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

  • Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Bicara kuliner di Banyuwangi seolah tak ada habisnya. Setiap sudut kota menawarkan cita rasa khas yang menggugah selera, seiring berkembangnya sektor ekonomi dan pariwisata yang kian menjanjikan.

    Di sektor pariwisata sendiri, kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tarik destinasi. Setiap daerah memiliki makanan khas, mulai dari hidangan berat hingga jajanan tradisional yang menggugah selera wisatawan maupun warga lokal.

    Lebih dari itu, di jantung kota ada sebuah event mingguan yang sudah lama dikenal masyarakat, yaitu Banyuwangi Creative Market (BCM).

    Kegiatan ini digelar di area Gesibu Taman Blambangan dan telah berlangsung sejak sebelum pandemi hingga sekarang.

    Pada pertengahan Agustus 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi juga meluncurkan event serupa bernama Community & Food Day (CFD).

    Acara ini diadakan setiap hari Minggu di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan kantor kecamatan hingga ke depan SMPN 1 Banyuwangi yang diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai penjuru kota.

    Perkembangan kuliner di Banyuwangi semakin terasa dengan menjamurnya kafe-kafe kekinian, baik berskala kecil maupun besar.

    Hampir di setiap sudut kota, bahkan hingga ke jalan-jalan perkampungan dan kawasan Kecamatan Glagah, kini berdiri kafe yang menawarkan aneka menu pastry dan bakery.

    Dilengkapi dengan minuman kopi modern yang digemari anak muda, banyak kafe menghadirkan konsep berkelas dengan latar pemandangan alam pedesaan, kebun, dan bukit yang memanjakan mata.

    Konsep yang sederhana namun hangat, berpadu dengan aneka roti, cake, dan kudapan manis, membuat kafe-kafe ini semakin diminati.

    Di sisi lain, meski toko roti di Banyuwangi sudah sangat banyak, mulai dari yang besar hingga rumahan, keberadaan tempat kursus atau pelatihan membuat roti masih jarang ditemui di kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gandrung ini.

    Pelatihan Alfina Bakery

    Di tengah minimnya tempat pelatihan membuat roti di Banyuwangi, Alfina Bakery Cake & Cookies atau yang akrab disebut Kedai Makmoer hadir menawarkan solusi.

    Gerai yang berlokasi di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi ini dikelola oleh Ulfiatuz Zuhro.

    Selain menjual berbagai produk roti dan kue, Ulfi juga aktif mengadakan pelatihan singkat atau LATBAR (Latihan Bareng) untuk masyarakat umum.

    Ia tak ingin sekadar disebut pemilik toko, melainkan lebih nyaman dikenal sebagai home baker, karena usaha ini berawal dari resep-resep rumahan.

    Lahir di Kecamatan Puger, Jember, Ulfi kerap mengikuti berbagai kelas khusus di kota asalnya bersama mentor berpengalaman.

    Dari situlah ia memperdalam ilmu tata boga, khususnya di bidang bakery dan pastry, hingga kini mampu membagikan pengetahuannya kepada banyak orang dengan penuh semangat.

    Roti Alfina Bakery

    Produk Alfina Bakery sangat beragam, mulai dari roti bluder, roti macan, roti tawar gandum, roti sisir, bolen, hingga sourdough cranberry.

    Setiap Minggu, Ulfi menggelar kegiatan LATBAR yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar dari dasar, mulai dari mengolah adonan hingga menghias hasil akhir.

    Pada Minggu, 19 Oktober 2025, kegiatan LATBAR kembali digelar di Kedai Makmoer dengan tiga materi pelatihan, yaitu Strawberry Shortcake, Salt Bread, dan Pastel Tutup.

    Sebanyak 15 peserta ikut berpartisipasi, berasal dari berbagai wilayah seperti Tegalsari, Genteng, dan daerah sekitar Banyuwangi.

    Salah satu peserta, Srina Lestari dari Kecamatan Tegalsari yang merupakan lulusan SMAN 1 Bangorejo tahun 2024 mengaku antusias mengikuti pelatihan untuk kedua kalinya.

    Ia merasa senang dapat mengajak rekannya ikut serta, sekaligus menambah pengalaman belajar langsung teknik dasar membuat roti dari adonan hingga hasil akhir.

    “Luar biasa senang bisa langsung praktik sesuai materi yang diajarkan Bu Ulfi,” ujarnya.

    Srina juga mengaku pelatihan ini memberinya bekal penting untuk meningkatkan keterampilan baking, baik untuk hobi maupun peluang usaha di bidang kuliner.

    Peserta lainnya, Risgiyowati atau yang akrab disapa Bu Rizgi, warga Jalan Wiji Nongko, Kelurahan Sobo, juga rutin mengikuti kegiatan ini.

    Pelatihan Membuat Roti Alfina Bakery

    Ia menilai LATBAR bukan hanya ajang belajar, tetapi juga sarana menyegarkan pikiran setelah sibuk bekerja.

    “Lewat kegiatan ini, saya bisa bertemu peserta lain, berbagi cerita, dan menambah referensi materi pelatihan untuk dipraktikkan di rumah bersama keluarga,” tuturnya.

    Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan tentang pastry dan bakery.

    Pelatihan singkat seperti LATBAR Alfina Bakery tidak hanya menambah kreativitas dan keterampilan, tetapi juga memperluas jejaring (networking) di antara pelaku kuliner yang memiliki semangat dan minat yang sama.

    Jika Anda tertarik untuk mengikuti LATBAR ini, bisa menghubungi Ulfi di nomor 081333924441 atau datang langsung ke Kedai Makmoer di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi.