Blog

  • Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Di tengah derasnya perubahan zaman, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengetahuan.

    Mereka harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan untuk menghadapi tantangan teknologi serta perubahan iklim global.

    Pesan tegas ini disampaikan Rektor Prof Arif Satria kepada lebih dari 8.000 mahasiswa baru IPB University angkatan 62, baik dari program Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4), dalam acara Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) yang berlangsung pada 11–12 Agustus.

    “Setiap tahun kebutuhan skill berubah. Karena itu, kita harus menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), akan menggeser banyak peran tradisional.

    Selain AI skill dan digital skill, saat ini berkembang pula green skill, kemampuan mengelola sumber daya alam secara efisien dan ramah lingkungan.

    “Setiap kenaikan satu derajat celcius suhu global dapat menurunkan produksi beras 10-20 persen. Bahkan, jika perubahan iklim tidak diantisipasi, kopi bisa punah pada 2080,” tambahnya.

    Menurut dia, era Society 5.0 menempatkan isu lingkungan dan kemanusiaan sebagai pusat perhatian.

    Banyak perusahaan besar mulai mencari ahli sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. “Kita harus lead change sekaligus lead the future,” tegasnya.

    Kepada mahasiswa baru angkatan 62 ‘Jatayu Harsakala’, Prof Arif juga memberikan tiga pesan utama.

    Pesan pertama adalah menjadi insan inspiratif, yaitu orang yang mampu menggerakkan orang lain melalui gagasan, kepemimpinan, dan karya.

    “Ciri insan inspiratif adalah punya visi, mindset positif, semangat belajar, kegigihan, keberanian, dan empati,” ucapnya.

    Pesan kedua adalah memiliki growth mindset. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan batas kemampuan.

    “Masalah dan kegagalan akan selalu ada, tapi berhenti dari kegagalan adalah kesalahan terbesar. Pembelajar sejati adalah mereka yang mampu mengambil pelajaran dari siapa pun dan di mana pun,” katanya.

    Pesan ketiga adalah menjadi insan inovatif. Mahasiswa dituntut memiliki rasa ingin tahu tinggi, berpikir kreatif, berani mengambil risiko, fokus pada future practice, dan memiliki daya adaptasi.

    Semua orang bisa menuju puncak, tetapi bertahan di puncak adalah soal karakter,” ucap Rektor dengan penuh semangat.

    Bagi mahasiswa baru, pesan ini menjadi motivasi yang berarti. Hal itu diungkapkan oleh Rizki, peserta MPKMB, “Motivasi ini benar-benar membuat saya sadar bahwa pada akhirnya karakter menjadi hal yang sangat penting dalam hidup ini.”

    Menutup penyampaiannya, Prof Arif memaparkan visi IPB University sebagai Innopreneur University, yang memadukan riset dan inovasi untuk kepentingan bisnis (techno-preneurship) maupun sosial (socio-preneurship).

    “IPB University menyiapkan ekosistem pendidikan, riset, dan pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa sejak awal perkuliahan, termasuk melalui Talent Mapping, pelatihan 7 Habits, business mentoring, dan Startup School,” pungkasnya.

  • Mahasiswa Psikologi UMM Gelar Tiga Program Pengabdian Masyarakat di Rogojampi

    Mahasiswa Psikologi UMM Gelar Tiga Program Pengabdian Masyarakat di Rogojampi

    Sejumlah program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) digelar di wilayah Rogojampi oleh mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

    Kegiatan ini mencakup edukasi kesehatan reproduksi untuk pelajar, dukungan digitalisasi bagi pelaku UMKM, hingga pelatihan keterampilan kreatif bagi ibu-ibu PKK.

    Keempat mahasiswa Fakultas Psikologi Jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yakni; Sekarlangit Cahayaningtyas Syaifalanuada Timur Rahman, Wahyu Dwi Pangestu, Cindy Vanellia Agustin, dan Muhammad Cholis. Mereka berasal dari daerah Jawa dan luar Jawa.

    Program pertama berfokus pada pendidikan seksual yang diberikan sesuai jenjang usia, mulai dari PAUD hingga SMK.

    Materi mencakup pengenalan organ reproduksi, masa pubertas, pencegahan pernikahan dini, hingga pemahaman tentang hubungan sehat di masa muda.

    Edukasi ini dilaksanakan di enam sekolah dengan jadwal berbeda, yakni PAUD Mutiara Rogojampi /PKBM Koppat (29 Juli), SDN 2 Rogojampi (26 Juli), SDN 4 Rogojampi (28 Juli), SMPN 3 Rogojampi (30–31 Juli), dan SMK PGRI Rogojampi (7 Agustus).

    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (Dok. sastrawacana.id/)

    Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, pemutaran film pendek, diskusi, permainan edukatif, hingga sesi tanya jawab.

    Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pendidikan seksual yang aman, sehat, dan sesuai perkembangan usia.

    Program kedua menyasar sektor ekonomi lokal dengan pemberdayaan UMKM Desa Rogojampi.

    Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli – 5 Agustus 2025 ini menawarkan bantuan pembuatan QRIS untuk transaksi digital dan pembuatan buku menu bagi para UMKM.

    Mahasiswa PMM mendatangi langsung lokasi usaha, membantu menjembatani proses pembuatan QRIS pada pihak Bank, dan mendesain buku menu sesuai kebutuhan.

    Dari insisiatif tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperkuat daya tarik usaha melalui media promosi yang rapi.

    Program ketiga adalah workshop meronce bersama ibu-ibu PKK Desa Rogojampi pada 10 Agustus di Balai Desa yang ada relief sejarah Banyuwangi.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kreatif yang bisa dimanfaatkan sebagai hobi, dekorasi rumah, atau peluang usaha.

    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang di Rogojampi

    Peserta mendapatkan arahan teknik dasar, kesempatan praktik langsung, dan pendampingan hingga menghasilkan karya mandiri.

    Fahmi Dwi Mawardi, SE., M.S.A., CRSR. selaku dosen pembimbing juga menyampaikan, "Melalui tiga rangkaian program tersebut, bagaimana mahasiswa melalui program PMM berupaya mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perekonomian masyarakat Rogojampi secara berkelanjutan!"

    Sekar dan tim PMM pada media ini berharap, "Kiprah pengabdian seperti ini, bisa berdampak secara nyata, berkelanjutan dan kami belajar menjiwai denyut nadi ragam lintas sosial sebagai bekal terjun ke masyarakat usai diwisuda kelak!" tutur perempuan asal Mataram NTB ini yang di Rogojampi sembari sambang kakek nenek dan saudara dari ayahnya Fathurahman,SH yang pendiri Teater REGES Rogojampi.

    Penulis: Bung Aguk/Yeti Chotimah

  • 7 Negara dengan Libur Sekolah Paling Panjang di Dunia

    7 Negara dengan Libur Sekolah Paling Panjang di Dunia

    Liburan sekolah selalu menjadi momen yang dinanti oleh para siswa di seluruh dunia.

    Bagi sebagian anak, masa libur ini adalah kesempatan untuk beristirahat, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau melakukan aktivitas yang mereka sukai. Namun, durasi libur sekolah tidak sama di setiap negara.

    Ada negara yang memberikan waktu libur cukup singkat, hanya beberapa minggu saja, sementara ada pula negara yang memberi waktu istirahat panjang hingga berbulan-bulan.

    Baca juga: 7 Negara yang Tidak Punya PR Sekolah tapi Siswa Tetap Berprestasi

    Menariknya, libur sekolah yang panjang tidak selalu berarti menurunnya kualitas pendidikan.

    Justru, di beberapa negara, waktu istirahat yang lebih lama dianggap penting untuk menjaga kesehatan mental siswa, memberikan ruang untuk eksplorasi kreatif, dan mendorong pembelajaran yang lebih santai.

    Berikut adalah tujuh negara yang dikenal memiliki masa libur sekolah terpanjang di dunia.

    1. Italia

    Italia dikenal dengan sistem pendidikan yang memberikan waktu libur musim panas cukup lama. Umumnya, liburan dimulai pada pertengahan Juni dan baru berakhir di awal September.

    Selama hampir tiga bulan, siswa memiliki kesempatan untuk menikmati musim panas, bepergian, atau sekadar bersantai di rumah.

    Kebijakan ini sejalan dengan budaya Italia yang menghargai waktu bersama keluarga dan kegiatan di luar ruangan.

    2. Brasil

    Di Brasil, libur sekolah biasanya mengikuti musim panas yang jatuh pada bulan Desember hingga Januari.

    Siswa bisa menikmati libur panjang sekitar dua bulan penuh. Selain libur akhir tahun, ada juga masa libur singkat di pertengahan tahun yang menambah total waktu istirahat siswa.

    Panjangnya libur di Brasil juga dipengaruhi oleh perayaan-perayaan besar seperti Karnaval yang menjadi bagian penting dari budaya setempat.

    3. Australia

    Australia memiliki jadwal libur sekolah yang berbeda di setiap wilayah karena sistem pendidikan diatur oleh pemerintah negara bagian.

    Meski begitu, secara umum, liburan musim panas mereka berlangsung dari pertengahan Desember hingga akhir Januari atau awal Februari.

    Cuaca yang cerah di musim panas membuat banyak keluarga memanfaatkan liburan ini untuk berkemah, berwisata, atau menghabiskan waktu di pantai.

    4. Rusia

    Sebagai salah satu negara dengan musim dingin yang panjang, Rusia memberikan waktu libur musim panas sekitar tiga bulan, mulai dari awal Juni hingga akhir Agustus.

    Selain itu, ada juga libur musim dingin yang cukup panjang saat perayaan Tahun Baru dan Natal Ortodoks.

    Durasi libur yang panjang ini memungkinkan siswa untuk pulih dari padatnya jadwal belajar, terutama di wilayah dengan kondisi iklim ekstrem.

    5. Amerika Serikat

    Di Amerika Serikat, liburan musim panas biasanya dimulai pada akhir Mei atau awal Juni dan berlangsung hingga akhir Agustus atau awal September, tergantung wilayahnya.

    Selama hampir tiga bulan tersebut, siswa bebas mengikuti kegiatan musim panas seperti kamp pendidikan, olahraga, atau perjalanan keluarga.

    Sistem ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari tradisi pendidikan di negara tersebut.

    6. Finlandia

    Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, namun mereka tetap memberikan libur musim panas yang panjang, sekitar dua bulan penuh.

    Libur dimulai pada awal Juni dan berakhir di pertengahan Agustus. Menariknya, meski durasi belajar di sekolah relatif lebih sedikit dibanding banyak negara lain, prestasi akademik siswa Finlandia tetap menonjol di tingkat internasional.

    7. Jepang

    Jepang terkenal dengan disiplin tinggi dalam pendidikan, namun mereka juga memiliki libur musim panas yang cukup lama, biasanya sekitar enam minggu, dimulai pada akhir Juli hingga awal September.

    Meski liburnya tidak selama beberapa negara lain, siswa Jepang memanfaatkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, belajar mandiri, atau mengunjungi keluarga di kampung halaman.

  • 7 Negara yang Tidak Punya PR Sekolah tapi Siswa Tetap Berprestasi

    7 Negara yang Tidak Punya PR Sekolah tapi Siswa Tetap Berprestasi

    Banyak orang menganggap bahwa pekerjaan rumah atau PR adalah salah satu kunci keberhasilan siswa dalam belajar.

    Namun, tidak semua negara berpandangan sama. Ada negara yang justru menghapus atau membatasi PR sekolah karena percaya bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu harus dilanjutkan di rumah.

    Pendekatan ini memprioritaskan keseimbangan antara belajar di kelas, bermain, beristirahat, dan mengembangkan keterampilan hidup.

    Baca juga: 6 Negara dengan Jam Sekolah Terpendek Tapi Kualitasnya Nggak Kaleng-Kaleng

    Menariknya, meskipun para siswanya tidak dibebani dengan PR yang menumpuk, prestasi akademik mereka tetap tinggi bahkan diakui dunia.

    Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang apakah sistem pendidikan yang menuntut PR setiap hari benar-benar lebih baik, atau justru perlu mencontoh negara-negara yang memilih jalur berbeda ini.

    Berikut adalah tujuh negara yang menerapkan kebijakan minim atau tanpa PR, namun tetap mampu menghasilkan siswa dengan prestasi membanggakan.

    1. Finlandia

    Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

    Siswa di Finlandia hampir tidak pernah mendapat PR yang berat, bahkan seringnya tidak ada sama sekali.

    Pemerintah dan guru di sana percaya bahwa anak-anak perlu waktu luang untuk bermain, berinteraksi dengan keluarga, dan mengembangkan minat di luar sekolah.

    Waktu belajar di kelas pun relatif singkat, namun penuh dengan metode pengajaran kreatif dan interaktif.

    Hasilnya, siswa Finlandia sering berada di peringkat teratas dalam penilaian internasional, membuktikan bahwa kualitas belajar tidak selalu ditentukan oleh banyaknya PR.

    2. Jepang

    Meski terkenal dengan kedisiplinan dan budaya belajarnya yang tinggi, Jepang justru memiliki kebijakan PR yang lebih ringan dibanding banyak negara lain.

    Siswa sekolah dasar di Jepang jarang diberi PR yang membebani. Fokus utama mereka adalah belajar di kelas dengan metode yang efektif dan waktu istirahat yang cukup.

    Di luar sekolah, mereka juga didorong untuk mengikuti aktivitas ekstrakurikuler yang membantu pengembangan keterampilan sosial dan fisik.

    Dengan sistem ini, siswa tetap berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

    3. Korea Selatan

    Korea Selatan sering digambarkan sebagai negara dengan tekanan belajar tinggi, namun di tingkat sekolah dasar, PR yang diberikan relatif sedikit.

    Pemerintah mulai menyadari bahwa waktu istirahat dan kebebasan bermain sangat penting bagi perkembangan anak.

    Sebagai gantinya, mereka mengoptimalkan pembelajaran di kelas dengan teknologi modern dan metode pengajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa.

    Hasilnya, meskipun tidak menumpuk PR, siswa tetap mencatatkan prestasi luar biasa di berbagai bidang.

    4. Singapura

    Singapura memiliki reputasi sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan paling efektif di dunia.

    Walau pada jenjang menengah ke atas tugas sekolah mulai meningkat, siswa sekolah dasar di Singapura mendapatkan PR yang sangat minimal.

    Fokusnya adalah pembelajaran yang efisien di kelas, di mana guru memastikan setiap siswa benar-benar memahami materi.

    Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara belajar dan waktu luang, sehingga siswa tetap memiliki motivasi dan tidak cepat merasa jenuh.

    5. Belanda

    Belanda mengedepankan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membebani siswa.

    PR untuk anak-anak sekolah dasar hampir tidak ada, dan jika pun diberikan, sifatnya ringan dan tidak memakan banyak waktu.

    Sistem ini memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, bermain di luar, serta membangun keterampilan sosial.

    Menariknya, meski minim PR, Belanda termasuk dalam daftar negara dengan kualitas pendidikan terbaik di Eropa.

    6. Norwegia

    Norwegia percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga kesejahteraan siswa secara menyeluruh.

    PR di sekolah dasar hampir dihilangkan, sehingga anak-anak bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga atau terlibat dalam aktivitas luar ruangan.

    Lingkungan belajar yang santai namun terarah membuat siswa Norwegia tetap unggul di berbagai bidang studi.

    7. Australia

    Australia memiliki pendekatan pendidikan yang fleksibel, di mana PR tidak dijadikan beban utama bagi siswa sekolah dasar.

    Banyak sekolah hanya memberikan tugas rumah jika benar-benar dibutuhkan untuk memperkuat materi yang sudah diajarkan.

    Dengan begitu, anak-anak tetap memiliki waktu luang untuk beristirahat, mengeksplorasi hobi, dan mengembangkan keterampilan hidup lainnya.

    Hasilnya, siswa di Australia mampu bersaing secara global tanpa harus mengorbankan masa kecil mereka.

  • 6 Negara dengan Jam Sekolah Terpendek Tapi Kualitasnya Nggak Kaleng-Kaleng

    6 Negara dengan Jam Sekolah Terpendek Tapi Kualitasnya Nggak Kaleng-Kaleng

    Setiap negara menerapkan aturan berbeda terkait sistem pendidikan, termasuk jam mulai dan lamanya kegiatan belajar.

    Penentuan durasi sekolah biasanya mempertimbangkan tujuan pendidikan nasional, kondisi budaya, kurikulum yang berlaku, serta ketersediaan tenaga pendidik.

    Secara umum, negara-negara Asia dikenal memiliki jadwal belajar lebih panjang dibandingkan negara-negara di Eropa.

    Di Indonesia, waktu belajar di sekolah umumnya dimulai sekitar pukul 06.30 pagi dan selesai antara pukul 13.00 hingga 15.00 sore.

    Itu pun belum termasuk kegiatan ekstrakurikuler atau tambahan belajar di luar jam utama.

    Menariknya, ada beberapa negara yang menetapkan durasi sekolah relatif singkat, tetapi justru memiliki kualitas pendidikan yang diakui dunia. Berikut daftarnya.

    1. Jerman – 3 jam 45 menit hingga 5 jam

    Sekolah di Jerman rata-rata berlangsung antara 3 jam 45 menit hingga 5 jam per hari.

    Pelajaran biasanya dimulai pukul 07.30-08.15 pagi dan selesai sekitar pukul 12.00-13.00 siang.

    Meskipun waktu belajar tergolong singkat, sistem pendidikan mereka fokus pada efektivitas pembelajaran dan mendorong siswa untuk mengembangkan diri di luar jam sekolah.

    Sore harinya, siswa memiliki kesempatan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau belajar mandiri.

    Sebagian besar sekolah di Jerman merupakan sekolah negeri yang bebas biaya.

    Bahkan, banyak universitas di negara ini yang memberikan pendidikan gratis bagi warga negara Jerman maupun mahasiswa internasional.

    2. Brasil – 5 jam

    Brasil menetapkan jam belajar sekitar 5 jam per hari. Umumnya dimulai pukul 07.00 pagi dan selesai pukul 12.00-13.00 siang.

    Siswa diwajibkan masuk sekolah selama 200 hari dalam setahun, terbagi dalam dua semester, yaitu Februari-Juni dan Agustus-September.

    3. Finlandia – 5 jam

    Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, walau jam sekolahnya hanya sekitar 5 jam per hari atau total 20 jam per minggu.

    Sekolah biasanya dimulai pukul 08.00-09.00 pagi dan berakhir pukul 13.00-14.00 siang.

    Di dalamnya sudah termasuk waktu istirahat makan siang dan jeda 15 menit antar kelas. Menariknya, pekerjaan rumah jarang diberikan.

    Keberhasilan pendidikan di Finlandia terletak pada fokus pengembangan potensi siswa, baik akademik maupun non-akademik, sehingga mereka mampu berprestasi di bidang matematika, literasi, dan sains.

    4. Italia – 5 jam

    Durasi belajar di Italia umumnya 5 jam per hari, dimulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00-14.00 siang, sudah termasuk waktu makan dan istirahat.

    Beberapa sekolah di Italia tetap beroperasi hingga enam hari dalam seminggu, dari Senin hingga Sabtu.

    5. Rusia – 5 jam

    Rusia yang merupakan negara terluas di dunia, memiliki rata-rata jam belajar hanya sekitar 470 jam per tahun ajaran.

    Sekolah berlangsung lima hari seminggu, dimulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00-14.00 siang.

    Siswa di Rusia juga menikmati libur panjang hingga empat bulan per tahun.

    Pendidikan dibagi menjadi dua jalur besar: pendidikan umum (SD, SMP, SMA) dan pendidikan profesional (kejuruan serta perguruan tinggi).

    6. Denmark – 5 jam 30 menit

    Negara Skandinavia ini memiliki waktu sekolah sekitar 30-35 jam per minggu atau rata-rata 5,5 jam per hari.

    Jadwal dimulai pukul 08.00 pagi dan selesai pukul 13.00-15.00 sore, tergantung tingkat sekolah.

    Pendidikan wajib di Denmark berlangsung selama 10 tahun, dimulai ketika anak berusia enam tahun.

    Pemerintah sangat menekankan kesejahteraan siswa dan kualitas hidup, sehingga sistem pendidikannya dirancang agar seimbang antara belajar dan waktu istirahat.

  • Pembenahan Besar-Besaran, Pemprov Babel Targetkan Semua Sekolah Nyaman Untuk Peserta Didik

    Pembenahan Besar-Besaran, Pemprov Babel Targetkan Semua Sekolah Nyaman Untuk Peserta Didik

    Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah.

    Program ini mencakup perbaikan bangunan sekolah, penggantian fasilitas yang rusak, hingga penambahan peralatan penunjang belajar.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan, langkah tersebut akan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB, tanpa ada perbedaan perlakuan.

    Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi.

    “Kita akan fokus membenahi sekolah, mulai dari mengganti bangunan dan peralatan yang rusak, menambah fasilitas seperti AC, serta menyediakan kendaraan operasional bagi guru dan kepala sekolah. Agar lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung kualitas pendidikan,” ujarnya di Tanjungpandan, Selasa (12/8/2025).

    Ia mengungkapkan, pembenahan ini akan dibiayai dari pinjaman Rp500 miliar yang telah ditawarkan pemerintah pusat.

    Dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk sektor pendidikan dan kesehatan, agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

    Gubernur menambahkan, selain peningkatan fasilitas fisik, Pemprov Babel juga akan memperhatikan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.

    Seragam guru yang sudah lama tidak diganti akan diperbarui, mahasiswa berprestasi akan mendapat pembiayaan penuh, dan guru-guru terbaik akan diberangkatkan ke Malaysia untuk meningkatkan kompetensi.

    “Kalau bisa, tahun depan program ini sudah berjalan, sehingga anak-anak kita dapat belajar di sekolah yang layak, guru semakin bersemangat, dan masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

    Dengan langkah ini, Pemprov Babel menargetkan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung.

    Sumber: RRI

  • Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Viral sebuah video di media sosial yang merekam insiden tawuran usai lomba gerak jalan peringatan HUT ke-80 RI di Sidayu, Gresik. Peristiwa itu disebut terjadi akibat kesalahpahaman antara dua kelompok peserta.

    Dalam rekaman berdurasi 16 detik, terlihat seorang pemuda berbaju hitam dikeroyok oleh beberapa pemuda lain yang mengenakan kaos abu-abu, diduga merupakan peserta gerak jalan.

    Video lain berdurasi 19 detik memperlihatkan kaca jendela dan pintu sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) pecah, diduga akibat lemparan batu saat bentrokan berlangsung.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan itu pecah saat lomba gerak jalan Wadeng-Sidayu pada Minggu (10/8/2025) sore, tepat menjelang garis finis.

    Kapolsek Sidayu, AKP Khairul Alam, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan bahwa insiden bermula dari salah paham antar pihak, namun persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh para kepala desa yang terlibat.

    “Benar, itu terjadi Minggu kemarin. Saat ini sudah kondusif dan sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak oleh kepala desa masing-masing,” ujar Khairul, dikutip dari detikJatim, Selasa (12/8/2025).

    Khairul menuturkan, saat kejadian berlangsung, aparat kepolisian yang berada di lokasi segera bertindak untuk meredam bentrokan.

    Tindakan cepat tersebut berhasil menghentikan aksi saling lempar batu sebelum menimbulkan korban.

    “Kita sudah lakukan upaya cepat untuk menghentikan konflik tersebut. Dan Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” jelasnya.

  • Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

    Pada Senin, 11 Agustus 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan inovasi pada sembilan tatanan Kabupaten Sehat dalam agenda verifikasi lanjutan tingkat nasional.

    Kegiatan ini berlangsung secara daring dari Aula Rempeg Jagapati Pemkab Banyuwangi.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk didampingi oleh Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, Asisten MY Bramudya, Kepala Bappeda Yayan TW, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

    Turut hadir pula Ketua Forum Banyuwangi Sehat Soekarjo beserta jajaran, perwakilan Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Frida, Camat Kota Banyuwangi Hartono, Ketua TP PKK Anna Nazili Hanim, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengembangan Kabupaten Sehat.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional
    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam pemaparannya, Bupati Ipuk menyoroti berbagai inovasi dan prestasi yang telah dicapai Banyuwangi pada masing-masing tatanan.

    Ia juga memaparkan penghargaan yang telah diraih, mulai dari tingkat nasional hingga pengakuan internasional seperti status Geopark.

    Semua pencapaian tersebut menjadi pertimbangan penting agar Banyuwangi kembali memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara.

    Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antarinstansi dan kolaborasi berbagai pihak yang terus bekerja melayani masyarakat.

    Agenda verifikasi lanjutan ini dimoderatori oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Anugerah, yang memberikan kesempatan kepada Dirjen untuk menyampaikan sambutan.

    Tim verifikator nasional kemudian memberikan catatan, masukan, dan permintaan data tambahan yang berkaitan dengan dokumen yang telah dikirim serta dinilai oleh pembina KKS Provinsi Jawa Timur.

    Tidak semua kota atau kabupaten lolos ke tahap verifikasi lanjutan. Bagi yang terpilih, tim nasional juga berpeluang melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi nyata.

    Asisten MY Bramudya dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan atau trofi.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Hal yang lebih penting adalah memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah yang bersih, nyaman, dan sehat, baik bagi warganya maupun bagi para tamu yang datang berkunjung.

    Sebagai tindak lanjut, seluruh catatan dari tim verifikasi nasional akan segera ditindaklanjuti.

    Dalam waktu maksimal 2 x 24 jam, data tambahan dan dokumen yang diminta akan disiapkan oleh SKPD terkait sesuai dengan sembilan tatanan Kabupaten Sehat.

    Penulis: Bung Aguk

    Editor: Maulana Affandi

  • Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke 68 dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Perkumpulan Gotong Royong 45 bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/, Jurnalnews, dan Penerbit Lintang menggelar kunjungan ke dua tokoh veteran di Banyuwangi, yaitu IGB Sudharma dan Saimah, S.Hub. Int pada Sabtu (9/8/25).

    Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025), rombongan juga bertakzim kepada istri para pejuang kemerdekaan, yaitu Chasiastoetie (85), istri mendiang Suherman yang dimakamkan di TMP Wiswa Raga Satria, serta Wahyuni Oneng (89), istri mendiang Soedarsono Pr, anggota Brigade XII Mas TRIP Jatim yang turut mempertahankan kemerdekaan bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

    Safari juga mengajak generasi muda untuk terus mengenang perjuangan para pejuang sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

    Tidak sekadar berkunjung, tim turut melakukan sesi wawancara podcast dan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube sastrawacana.id/.

    Harapannya, kisah perjuangan ini dapat tersampaikan ke seluruh pelosok negeri, terutama kepada anak muda yang menjadi penerus bangsa,

    Sesi Pertama: Menyusuri Kisah Perjuangan IGB Sudharma

    Veteran IGB Sudharma
    Veteran IGB Sudharma (Dok. sastrawacana.id/)

    Kunjungan pertama berlangsung di kediaman IGB Sudharma, Perumahan Kalipuro Asri, Banyuwangi.

    Sebagai informasi, IGB Sudharma adalah sosok pejuang yang cukup menginspirasi anak muda.

    Ia kerap datang di berbagai kegiatan sekolah untuk memberi motivasi dan semangat untuk mencintai tanah air dan pelestarian jiwa serta nilai juang 45.

    Dalam sesi wawancara yang dipandu oleh Heri Iskandar, veteran yang pernah bertugas di Timor Timur ini memaparkan pengalamannya bertaruh nyawa demi menjalankan misi negara.

    Ia bercerita bagaimana setiap hari harus saling rangkul dan bekerjasama dengan sesama prajurit karena situasi saat itu sangat genting.

    "Saat itu, saya dan rekan-rekan bertugas di Timor Timur dan pernah bersama Pak Prabowo Subianto. Setiap hari kami berada di garis depan, menghadapi medan berat, dan siap berkorban kapan saja demi merah putih,” ujar IGB Sudharma dengan sorot mata yang tajam, sembari tunjukkan lengan yang sempat terkena peluru.

    Dikenal sebagai petarung andal, IGB Sudharma menguasai berbagai cabang bela diri seperti karate, judo, dan tinju.

    Ia bahkan menunjukkan sejumlah dokumentasi saat melatih bela diri, memperlihatkan sisi kedisiplinan dan ketangguhan yang masih terjaga hingga kini.

    Di penghujung sesi, suasana berubah haru ketika IGB Sudharma membacakan puisinya berjudul Balada Seorang Veteran. Suaranya bergetar, air mata pun menetes.

    “Puisi ini saya tulis untuk semua pejuang yang pernah merasakan dingin malam dan panasnya peluru demi negeri ini,” tuturnya.

    Selain dikenal sebagai pejuang, IGB Sudharma juga seorang penyair yang telah merangkai kata sejak masa muda.

    Bahkan saat masih aktif bertugas, ia tetap menyempatkan diri menulis puisi. Semua karyanya kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul Memoar Sang Veteran yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang.

    Sesi Kedua: Menapak Jejak Perjalanan Saimah

    Veteran Saimah
    Veteran Saimah (Dok. sastrawacana.id/)

    Usai dari kediaman IGB Sudharma, rombongan melanjutkan kunjungan ke Perumahan Brawijaya Cevila Indah, tempat tinggal Saimah, S.Hub. Int.

    Veteran wanita ini menyambut tim dengan ramah, mengenakan seragam tugasnya sambil memperkenalkan diri dan bercerita tentang awal mula pengabdiannya di TNI AD hingga kini jadi komandan Kaminved Situbondo.

    Sesi wawancara kepada Saimah dipandu oleh Bung Aguk PPM yang merupakan anak seorang veteran juga.

    Dalam sesi wawancara, diketahui karier militer Saimah dimulai dari Disinfolahta Mabes AD. Diawali dari situ, ia mulai menapaki perjalanan panjang yang membawanya ke berbagai penugasan penting.

    Salah satunya pada tahun 2014, Saimah dipercaya untuk bergabung dengan Satgas Indobat XXIII-H Unifil di Lebanon sebagai Pasi Cimic.

    Delapan tahun kemudian, tepatnya 2022, ia mengemban amanat menjadi UN Military Staff Minusca di Central Asia Pasific.

    Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi ajudan dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

    Meski dikenal tegas dan berwibawa di lapangan, Saimah memiliki sisi seni yang kuat, ternyata Saimah memiliki sosok feminis, ia gemar menari dan menulis puisi.

    Dalam kunjungan ini, ia menorehkan karya berjudul Masa Transisi yang dibacakan langsung dengan suara merdu dan lantang.

    Tak hanya berkarier di dunia militer, Saimah juga mengelola sebuah klinik terapi kesehatan yang menawarkan layanan hipnoterapi, akupuntur, refleksi, bekam, dan akupresur.

    "Saya ingin tetap bermanfaat untuk masyarakat. Setelah saya pensiun, saya ingin membantu masyarakat karena menjaga kesehatan juga bagian dari pengabdian," ucapnya.

    Di akhir sesi, Saimah mengajak seluruh tim untuk menyaksikan tayangan video perjuangan para prajurit Indonesia.

    Video itu memperlihatkan dedikasi dan pengorbanan mereka di medan tugas, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari kerja keras dan pengorbanan tanpa pamrih.

    Menghidupkan Semangat Perjuangan di Hati Generasi Muda

    Rombongan Gotong Royong 45
    Rombongan Gotong Royong 45 (Dok. sastrawacana.id/)

    Kegiatan kunjungan ini menjadi momen refleksi mendalam yang diharapkan tetap menghidupkan semangat perjuangan dan cinta tanah air agar terus terwariskan kepada generasi penerus bangsa.

    Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45 yang menaungi Sanggar Merah Putih, JRKBB, Asosiasi Usaha Mikro Kecil, dan Koperasi bersama IWAPI juga yang berpartisipasi serta para mitra medianya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi para veteran agar kisah perjuangan mereka tidak lekang oleh waktu.

    Usai veteran membacakan puisi, juga diimbangi oleh lantunan puisi karya Bung Karno oleh Reyhan Tholib, remaja asal Jalen yang kakeknya bernama Ismail, seorang veteran dalam mempertahan kemerdekaan saat agresi Belanda di wilayah Sempu dan Genteng.

    Seperti yang disampaikan oleh Bung Aguk selaku ketua Gotong Royong 45, bahwa veteran merupakan saksi sejarah yang kisah perjuangannya harus diabadikan.

    "Veteran adalah saksi sejarah hidup. Kita punya kewajiban menjaga cerita mereka agar tidak hilang, karena dari merekalah kita belajar arti kemerdekaan yang sesungguhnya," tukas Bung Aguk sembari pekik salam nasional "Merdeka, merdeka.. Merdeka..!" yang disambut 17 orang kafilah dengan kepalan tangan dan hormat.

    Penulis: Maulana Affandi/Bung Aguk

  • Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Mengenang setahun program inovasi Madrasah Diniyah (Madin) Takmiliyah diperingati pada Hari Kamis, 7 Agustus 2025, ditandai doa bersama warga sekolah dan tumpengan di gazebo SMPN 3 Rogojampi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kabid SMP Didik Eko Wahyudi, S.Pd, meresmikan inovasi literasi Al-Qur’an di SMPN 3 Rogojampi pada 7 Agustus 2024. Program ini menjadi yang pertama di sekolah menengah pertama negeri di Banyuwangi.

    Acara peresmian juga dihadiri oleh pengawas H.M. Hasan, S.Ag., M.Pd.I, pengurus komite sekolah, para guru, tenaga kependidikan, dan siswa kelas 7 yang kini naik ke kelas 8.

    Kegiatan literasi Al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pada jam ke nol. Siswa yang beragama Islam mempelajari Al-Qur’an serta doa sehari-hari, termasuk doa untuk kedua orang tua.

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi
    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi (Dok. sastrawacana.id/)

    Tahun ini, kegiatan tersebut dilengkapi dengan sholat dhuhur berjamaah, serta sesi membaca iqro’ bagi siswa yang berhalangan hadir pada jam ke nol

    Direktur Madin Takmiliyah, Muslih, S.Ag., menjelaskan bahwa setelah kegiatan MPLS, sebanyak 17 ustadz telah melakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an kepada para siswa.

    Hasilnya, terdapat 50 anak yang sama sekali belum mengenal huruf dan angka hijaiyah, 35 anak sudah mulai bisa membaca juz ‘amma, dan 106 anak sudah tergolong lancar membaca Al-Qur’an.

    Dari hasil pemetaan tersebut, siswa kemudian dibagi ke dalam tiga kelas yaitu Ula, Wustho, dan Ulya.

    "Alhamdulillah dalam perjalanan setahun ini ada peningkatan kemampuan BTS serta ada prestasi qiroah di Festival Anak Sholeh, dapat apresiasi juara 1 SRC Kemenag Kabupaten Banyuwangi sebagai sekolah yang menerapkan budaya religius serta dapat hibah 600 Al-Qur'an dari Yayasan Al-Fatihah Semarang!" tutur Direktur yang juga Wakasek Kesiswaan ini seraya menyitir ayat barang siapa bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

    Plt Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menyampaikan bahwa program Madin Takmiliyah sejalan dengan visi sekolah yang mengutamakan akhlak mulia, prestasi, dan budaya.

    Ia menambahkan, pada fase menjelang remaja, banyak anak yang merasa malu untuk mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.

    "Maka program Madin jadi solusi untuk bekal sukses dunia akherat. Dan penerapan keyakinan sekolah bareng tim BK jadi lebih sinergi arahkan perilaku anak didik yang berkarakter," tutur guru matematika yang putra-putrinya ada yang jadi dokter dan calon guru ikuti jejak orangtuanya.

    Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, berharap agar setiap siswa Muslim yang lulus dari Sempega sudah mampu membaca Al-Qur’an, lalu melanjutkan pembelajarannya hingga tamat SMA, SMK, atau MA

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Ia juga menegaskan bahwa para orang tua siap mendukung melalui sedekah dan infak demi pendidikan yang membawa keberkahan ilmu, membentuk akhlak mulia, serta mengantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

    "Kami berpesan buat guru dan ustadz untuk sabar, ikhlas serta jangan sampai emosi hingga lakukan kekerasan apalagi dendam saat membimbing dan mengajar peserta didik!" tukas purnatugas guru MTsN 10 ini sambil tersenyum.

    Ia juga menyampaikan pesan bahwa Madin ibarat taman yang menyenangkan, serta mengajak untuk bergabung dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur'an BKPRMI yang menjadi binaan DMI dan MUI.