Blog

  • BPVP Banyuwangi Jadi Ruang Tumbuh Keterampilan di Tengah Tantangan Dunia Kerja

    BPVP Banyuwangi Jadi Ruang Tumbuh Keterampilan di Tengah Tantangan Dunia Kerja

    Di tengah tantangan dunia kerja yang terus berkembang, kehadiran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, BPVP memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, hingga membangun kemandirian ekonomi.

    BPVP sendiri merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang berfokus pada pengembangan keterampilan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas masyarakat.

    Salah satunya BPVP Banyuwangi yang terus aktif menghadirkan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan dunia industri dan usaha saat ini.

    Beragam pelatihan diberikan mulai dari bidang teknologi, otomotif, desain, tata boga, hingga kewirausahaan.

    Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

    BPVP Banyuwangi juga terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat agar program pelatihan yang dijalankan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata.

    Sub Koordinator Bidang Pengukuran Peningkatan Produktivitas dan Pemantauan Pelatihan Vokasi BPVP Banyuwangi, Eko Wahyu Prasetyo, S.Pd., saat ditemui praktisi digital dan literasi Maulana Affandi, S.S., menyampaikan bahwa BPVP Banyuwangi terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas manfaat pelatihan kepada masyarakat.

    “BPVP Banyuwangi pada prinsipnya siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah agar pelatihan yang diberikan benar-benar berdampak dan sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujarnya saat ditemui pada Senin (11/5).

    Tak hanya itu, pelayanan BPVP Banyuwangi juga mendapat apresiasi positif karena dinilai terbuka dan responsif dalam menerima masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun mengajukan program pelatihan.

    Salah satunya melalui petugas yang menangani proposal serta permohonan pelatihan TMT (Tailor Made Training), Puri Wulandari, S.Psi., yang aktif memberikan penjelasan terkait program-program yang dapat dijalankan dan disinergikan dengan kebutuhan masyarakat maupun komunitas.

    Ketua Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima yang juga aktif di Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), Aguk Wahyu Nuryadi, menilai program pelatihan BPVP menjadi salah satu solusi penting di tengah ketatnya persaingan kerja dan meningkatnya angka PHK.

    “Saat persaingan lapangan kerja semakin ketat hingga banyak terjadi PHK, maka keterampilan melalui pelatihan BPVP yang bersertifikat bisa menjadi salah satu solusi untuk memperoleh penghasilan demi menghidupi keluarga. Negara hadir melalui program BPVP Kemenaker, baik yang dilaksanakan di kantor maupun melalui TMT yang bisa dilakukan di balai desa, aula yayasan hingga gazebo komunitas sebagai ruang akses yang dapat dimanfaatkan semua kalangan,” ujarnya.

    Menurutnya, BPVP juga membuka ruang kesetaraan bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas maupun lulusan Paket PKBM agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan keterampilan.

    “Harapannya tentu lahir para pengusaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Karena amal tidak hanya dilakukan di tempat ibadah atau kepada dhuafa saja, tetapi membuka lapangan pekerjaan juga merupakan amal ibadah yang luar biasa,” tambahnya.

    Dengan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif tersebut, BPVP Banyuwangi diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas akses pelatihan kerja yang lebih merata bagi masyarakat.

  • Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Suasana meriah menyelimuti halaman SMP Negeri 3 Rogojampi pada Senin (11/5) dalam peringatan Dies Natalis ke-32 sekolah yang digelar penuh semangat dan antusiasme.

    Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas siswa di berbagai bidang.

    Acara dibuka bersama oleh Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Plt Kepala Sekolah Dra. Hj. Sri Utami menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan hari lahir sekolah, melainkan juga refleksi perjalanan pendidikan serta upaya bersama dalam membangun generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Ia juga mengapresiasi para pendahulu yang telah purna tugas dan berjasa menjaga kejayaan “Sempega” hingga saat ini.

    “Momentum Dies Natalis ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga nama baik sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar alumnus IKIP PGRI Banyuwangi yang akan memasuki masa pensiun tiga bulan lagi itu di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan.

    Menurutnya, semangat gotong royong antara guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan perlu terus digalakkan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan SMP Negeri 3 Rogojampi dan menjaga nama baik almamater kita,” tambahnya.

    Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    “Anak-anak membutuhkan dukungan bersama. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik,” kata Ir. Isnain sembari menitipkan pesan kepada peserta didik untuk menyampaikan salam kepada orang tua terkait komitmen sekolah dalam mendukung aktivitas dan prestasi siswa, mulai tingkat lokal hingga nasional.

    Mantan Kepala SMK 6 Muhammadiyah sekaligus pensiunan guru MTsN 10 itu juga menjelaskan bahwa 32 tahun lalu, tepatnya 4 Mei, sekolah tersebut resmi beralih status dari Sekolah Kejuruan Keterampilan Putri (SKKP) menjadi SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Ia menambahkan, tahun ini hingga tahun depan para guru yang pernah mengajar di era SKKP mulai memasuki masa pensiun.

    Sementara itu, Ketua Panitia Jumadi, S.Pd mengatakan kegiatan semacam ini mampu menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus belajar berwirausaha.

    “Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa belajar langsung tentang tanggung jawab, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan melalui bazar per kelas. Ini pengalaman berharga yang tidak selalu didapat di dalam kelas,” tutur guru olahraga yang juga pembina OSIS tersebut.

    Puncak pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan cita-cita yang terus menjulang tinggi.

    Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

    Setelah itu, penampilan tari kreatif dari para siswa sukses memukau penonton dengan gerakan energik dan kostum berwarna-warni yang menambah semarak suasana.

    Tidak hanya pertunjukan seni, Dies Natalis juga diramaikan dengan berbagai stan bazar yang dikelola siswa dari masing-masing kelas, termasuk pameran prakarya, aktivitas laboratorium IPA, serta literasi perpustakaan.

    Beragam makanan dan minuman dijajakan, mulai dari kuliner tradisional seperti cenil, klepon, dan tahu walik hingga makanan kekinian seperti dimsum, corndog, dan aneka minuman boba.

    Stan-stan tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.

    Para siswa tampak antusias menawarkan dagangan mereka sambil menghias stan sekreatif mungkin agar menarik perhatian pembeli.

    Kegiatan bazar ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Dies Natalis tahun ini.

    Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar kewirausahaan bagi siswa.

    Mereka belajar mengatur keuangan, bekerja sama dalam tim, hingga melayani pembeli secara langsung.

    Perayaan Dies Natalis SMP Negeri 3 Rogojampi berlangsung penuh keceriaan dan kebersamaan selama tiga hari.

    Pada hari pertama, bazar diikuti siswa kelas 7, dilanjutkan kelas 8 pada hari kedua.

    Sementara hari ketiga akan ditandai dengan kegiatan jalan sehat yang menyediakan berbagai doorprize alat rumah tangga persembahan dunia usaha dan SMK swasta di sekitar sekolah.

    Melalui kegiatan ini, sekolah berharap semangat kreativitas, solidaritas, dan cinta terhadap almamater dapat terus tumbuh di kalangan siswa maupun seluruh warga sekolah.

    “Insya Allah saat tanggal merah Kamis, 14 Mei, kami para guru, tenaga kependidikan, ustaz madin, serta komite akan melakukan refreshing ke Pulau Merah. Sedangkan tasyakuran purna wiyata kelas 9 akan digelar Kamis, 21 Mei, di halaman sekolah,” tutur KTU Drs. Imam Anshori. (Bung Aguk/Affandi)

  • Meriahkan Harlah Muslimat NU Ke-80, Muslimat NU Banyuwangi Gelar Lomba Paduan Suara

    Meriahkan Harlah Muslimat NU Ke-80, Muslimat NU Banyuwangi Gelar Lomba Paduan Suara

    Banyuwangi – Dalam rangka memperingati Harlah Muslimat NU ke-80, PC Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi menggelar Lomba Paduan Suara yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Kampus Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

    Kegiatan ini diikuti oleh 25 PAC Muslimat NU se-Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari syiar organisasi sekaligus penguatan ukhuwah antar kader Muslimat NU.

    Mengusung tema “80 Tahun Muslimat NU: Khidmat untuk Umat, dan Bangsa yang Bermartabat”, kegiatan tersebut menjadi ajang kreativitas dan kekompakan kader Muslimat NU dalam menampilkan kemampuan seni paduan suara bernuansa religius, perjuangan, dan kebangsaan.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Banyuwangi Achmad Turmudzi yang memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU Banyuwangi yang terus bergerak aktif dan solid dalam menjalankan roda organisasi.

    Dalam sambutannya, Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa Muslimat NU telah menunjukkan karya dan kerja organisasi yang kreatif serta mampu menumbuhkan semangat berorganisasi di tengah masyarakat.

    “Di sini terlihat bahwa berorganisasi itu menyenangkan dan berdampak pada kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Muslimat NU terus menunjukkan kekompakan dan semangat yang luar biasa,” ujarnya.

    Turut hadir pula Desi Prakasiwi selaku anggota legislatif yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya lomba paduan suara tersebut.

    Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai pengurus Koperasi Annisa, ia juga menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi dalam mendukung keberlangsungan organisasi.

    Menurutnya, tumbuh dan berkembangnya organisasi sangat ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam berusaha.

    Melalui Koperasi Annisa, berbagai kebutuhan organisasi maupun penguatan finansial anggota dapat terus didorong secara bersama-sama.

    “Melalui Annisa inilah segalanya bisa tercapai dalam kemampuan organisasi menjaga finansial diri maupun keorganisasian,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi Yayuk Istianah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen Muslimat NU, khususnya PAC Muslimat NU se-Banyuwangi yang telah turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

    Ia mengungkapkan bahwa seluruh peserta telah mempersiapkan diri jauh hari bahkan berbulan-bulan untuk mengikuti lomba paduan suara ini dengan maksimal.

    “Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh PAC Muslimat NU se-Banyuwangi. Mereka berlatih dengan penuh kesungguhan demi menyukseskan kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80 ini,” tuturnya.

    Dalam perlombaan tersebut, juara pertama berhasil diraih oleh grup paduan suara PAC Muslimat NU Kecamatan Banyuwangi.

    Posisi juara kedua diraih PAC Muslimat NU Tegalsari, sedangkan juara ketiga diraih PAC Muslimat NU Kecamatan Kalipuro.

    Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan juara harapan secara berurutan kepada PAC Muslimat NU Kecamatan Srono, Cluring, dan Muncar atas penampilan terbaik dan semangat partisipasi mereka dalam kompetisi tersebut.

    Salah seorang pengurus PAC Muslimat NU Banyuwangi, Fitri, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas capaian yang diraih timnya.

    “Tidak sia-sia latihan dan kerja keras dari kami berhari-hari dan berminggu-minggu mempersiapkan lomba ini,” ungkapnya dengan penuh haru dan bangga.

    Acara berlangsung semarak dengan antusiasme peserta dan pendukung yang memenuhi lokasi kegiatan.

    Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta meneguhkan semangat khidmat Muslimat NU kepada umat dan bangsa.

  • Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai program edukatif.

    Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Workshop Melek Investasi pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di SMK Gajah Mada Banyuwangi.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pergunu dalam memuliakan guru, tidak hanya pada aspek pendidikan dan pengabdian, tetapi juga dalam membangun kesadaran finansial melalui edukasi investasi dan financial check up yang selama ini kerap luput dari perhatian bersama.

    Workshop tersebut dinilai penting di tengah maraknya berbagai modus investasi bodong yang banyak merugikan masyarakat.

    Para peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali investasi yang aman, terukur, dan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

    Salah seorang peserta, Faturrahman, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan semacam ini.

    Menurutnya, workshop tersebut memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman nyata tentang pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi.

    “Saya sudah beberapa kali investasi tapi ujungnya gagal,” ungkapnya di sela-sela kegiatan workshop.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua PC Pergunu Banyuwangi, Drs. H. Witjanarko MPd Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa salah satu bentuk memuliakan guru adalah dengan memberikan pemahaman terkait pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

    “Salah satu upaya kita dalam memuliakan guru adalah memberikan pemahaman tentang investasi yang aman,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Imam Jauhari, menegaskan bahwa Pergunu tidak boleh hanya menunggu perubahan datang dengan sendirinya, tetapi harus aktif mempercepat peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai pendampingan nyata.

    “Kemuliaan tidak mungkin diraih dengan hanya menunggu, tetapi bagaimana kemuliaan itu mengejar kita karena kita melangkah jauh melampaui kemuliaan yang terjadi,” ujarnya.

    Acara berlangsung hangat dan gayeng karena konsep pembelajaran dikemas dalam forum diskusi santai dua arah.

    Workshop dipandu langsung oleh praktisi investasi, Fitrian Wahyu Ilahi dari PT Media Solusi Informasi beralamat jalan ikan waderpari 276 kertosari yang memberikan berbagai materi seputar dasar-dasar investasi, pengelolaan keuangan, hingga strategi membangun kekuatan finansial pribadi secara bertahap.

    “Investasi jangan terburu-buru besar dulu. Kita lakukan semampu kita dan istiqamah,” jelas Fitrian saat memberikan materi kepada peserta.

    Suasana diskusi semakin hidup ketika beberapa peserta turut berbagi pengalaman terkait kegagalan investasi yang pernah dialami.

    Dari pengalaman tersebut, peserta belajar memahami pentingnya literasi finansial sebelum mengambil keputusan investasi.

    Dalam sesi akhirnya, Fitrian juga memberikan berbagai tips investasi aman sekaligus membantu peserta mengenali kondisi finansial asli masing-masing sebagai langkah awal membangun kesehatan keuangan.

    Workshop ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan.

    Pergunu Banyuwangi menilai bahwa edukasi finansial tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan, melainkan membutuhkan pendampingan intensif agar para guru benar-benar mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

    Workshop ini juga dihadiri penasehat PERGUNU KH. Ahmad Musytaha sekaligus memimpin doa demi lancarnya acara ini.

  • PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    Yayasan Inklusi Homeschooling PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi menggelar prosesi pengalungan gordon kelulusan bagi peserta didik di El Hotel Banyuwangi, Sabtu (9/5/2026).

    Sebanyak 37 anak PAUD Mutiara resmi menyelesaikan masa taman kanak-kanak dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang MI/SD.

    Selain itu, 15 peserta didik PKBM KOPPAT Rogojampi juga dinyatakan lulus Paket B dan Paket C.

    Para lulusan berhak menerima ijazah dan pengalungan gordon lembaga yang dilakukan oleh Kepala PAUD Sida Humaeroh, S.Pd., bersama Ketua Yayasan Ellyfatus Sholehah, S.Pd.

    Acara penuh kebahagiaan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpaudi, perwakilan TK di Rogojampi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Jamilah, serta keluarga peserta didik yang tidak ingin melewatkan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

    Dalam prosesi yang dikemas secara menarik oleh Smart TV pimpinan Kang Suroso Gitik itu, sebanyak 120 murid PAUD menampilkan berbagai ekspresi dan kreativitas, mulai dari praktik salat, doa, puji-pujian, hafalan Al-Qur’an, hingga peragaan busana muslim.

    Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik juga turut tampil di atas panggung.

    “Kami siap mendampingi 4–5 anak berkebutuhan khusus menyesuaikan kemampuan SDM yang ada. Dan bagi yang yatim kami gratiskan,” ujar Ketua Yayasan.

    Ia menambahkan, selain program AKSARA, lembaga yang berlokasi di Perumahan Mutiara Concrong tersebut juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai PKBM inklusi yang melayani remaja difabel.

    Perwakilan wali murid, Fatma Nila Dewi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru dan keluarga besar yayasan.

    Menurutnya, PAUD Mutiara bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan penuh cinta dan cerita indah.

    “Terima kasih kepada segenap guru dan keluarga yayasan. Doa kami, semoga semuanya dilimpahi kesehatan, umur yang manfaat, rezeki berkah, serta kebahagiaan dunia akhirat,” tuturnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Anak Kreasi Pelita untuk Negeriku” yang berlangsung penuh keceriaan dan sarat nilai akhlak mulia.

    Momen haru pun terasa saat anak-anak cium tangan guru dan memeluk bunda mereka.

    Para guru juga menyalami para wali murid untuk saling memaafkan dan mendoakan, diiringi suasana penuh haru dengan mata berkaca-kaca.

    “Peran orang tua amat penting dalam mendukung proses kami menyiapkan mutiara-mutiara ini agar menjadi pelangi keluarga dan pelita negeri,” ujar Sida Humaeroh.

    Pembina Yayasan, Drs. Zainul Arifin, tampak bahagia atas keberhasilan para peserta didik yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

    Ia menjelaskan, acara kelulusan di hotel ini telah berlangsung untuk ke-16 kalinya dan bukan bertujuan untuk gaya hidup ataupun pamer.

    “Kami tidak memiliki gedung aula yang memadai, sehingga hotel menjadi solusi yang praktis. Dan semuanya merupakan hasil musyawarah keluarga besar,” tutur dai sekaligus pegiat sosial, ekonomi kerakyatan, dan pekerja migran tersebut.

    Ia juga menyampaikan kemungkinan agenda kelulusan tahun depan akan dikemas lebih berkesan dengan kegiatan menginap di hotel sekaligus outbound parenting.

    Acara tasyakuran ditutup dengan petikan gitar dari guru PAUD sekaligus kreator Lukbi yang mengiringi nyanyian seluruh guru PAUD.

    Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi “Layar Kecil Melesat ke Bintang” oleh tutor PKBM yang juga Guru Pendamping Khusus (GPK) Nasional, Yeti Chotiimah, M.Pd

  • FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Kecamatan Srono menggelar pertemuan koordinasi bersama berbagai elemen kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Kantor Kecamatan Srono, Rabu (7/5).

    Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), puskesmas se-Kecamatan Srono, PLKB, petugas Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat, unsur kesejahteraan rakyat (Kesra), hingga kader KPM Rumah Desa Sehat (RDS) dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Srono.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua FKKS Srono yang diwakili Sekretaris FKKS, Harun. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, dan Rumah Desa Sehat (RDS) agar program kesehatan di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal.

    “Semakin baik sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, hingga Rumah Desa Sehat, maka hasil yang dicapai juga akan semakin baik. Akan semakin berkah jika turut menggandeng takmir masjid, DMI, hingga CSR perusahaan,” ujar aktivis GESID dan Tuku-Tuku Online tersebut.

    Peserta FKKS Srono

    Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Srono, Imam Basori, S.Sos., mewakili Camat Srono. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga citra Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal bersih dan sehat.

    “Banyuwangi sudah dikenal sebagai daerah yang bersih dan sehat. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga dan mendukung program-program kesehatan yang ada,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat, Aguk Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara Pokja Desa Sehat dengan pemerintah desa, khususnya sekretaris desa sebagai penanggung jawab Rumah Desa Sehat.

    Menurutnya, RDS memiliki peran strategis dalam menyusun perencanaan dan penganggaran bidang kesehatan desa, termasuk penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

    “Rumah Desa Sehat diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh pelaku, praktisi, hingga relawan kesehatan untuk berkumpul dan menyusun langkah bersama,” jelasnya.

    Bung Aguk juga menegaskan agar seluruh program kerja tahunan disusun secara rapi, terukur, dan terdokumentasi dengan baik karena nantinya menjadi bagian dari laporan kepada Forum Banyuwangi Sehat.

    Ia berharap konsep “sehat” di Banyuwangi tidak hanya dimaknai sebatas kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan pendidikan, ekonomi, relasi sosial, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

    Bung Aguk FBS

    Dalam kesempatan yang sama, aktivis Forum Banyuwangi Sehat asal Siliragung, Desika Ulfanissa, S.Kep., memaparkan sejumlah regulasi terkait pelaksanaan program kesehatan di desa.

    Beberapa poin yang disoroti antara lain pentingnya tertib administrasi kegiatan, mulai dari surat undangan, notulen rapat, dokumentasi kegiatan, SK pengurus Pokja Desa Sehat, hingga penyusunan program kerja dan laporan keuangan yang dibahas melalui forum Rumah Desa Sehat.

    Pada sesi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti forum tersebut karena dinilai dapat menjadi pedoman sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi relawan kesehatan di lapangan.

    Pendamping desa, Nanang Qosim, menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya sinergi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berjalan sesuai regulasi.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat para kader dan relawan kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pengabdian di tingkat dusun.

    “Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, komunikasi dan pendampingan harus terus dilakukan, mulai dari penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban,” ungkap warga Wonosobo tersebut.

  • Mengenal Katarak: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

    Mengenal Katarak: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

    Mata merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    Hampir semua aktivitas kita bergantung pada kemampuan melihat dengan jelas, mulai dari membaca, bekerja, hingga berinteraksi dengan orang lain.

    Maka dari itu, menjaga kesehatan mata sebaiknya menjadi perhatian sejak dini agar terhindar dari berbagai gangguan penglihatan, salah satunya katarak.

    Katarak merupakan salah satu penyebab paling umum gangguan penglihatan di dunia.

    Bahkan pada kondisi tertentu, katarak dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.

    Sayangnya, masih banyak orang yang baru menyadari keberadaan katarak ketika penglihatan sudah terasa sangat terganggu.

    Padahal, dengan pemahaman yang baik sejak awal, katarak sebenarnya bisa ditangani secara efektif.

    Apa itu katarak?

    Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh.

    Lensa mata memiliki fungsi penting untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata agar dapat diteruskan ke retina sehingga kita bisa melihat dengan jelas.

    Ketika lensa mengalami kekeruhan, cahaya tidak dapat masuk dengan sempurna sehingga penglihatan menjadi kabur seperti melihat melalui kaca berembun.

    Pada tahap awal, katarak biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Banyak orang bahkan tidak menyadari perubahan yang terjadi karena gangguan penglihatan muncul secara perlahan.

    Namun seiring waktu, kekeruhan pada lensa akan semakin meningkat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja di depan layar, mengemudi pada malam hari, atau mengenali wajah orang di sekitar.

    Karena berkembang secara bertahap, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk membantu mendeteksi katarak lebih awal.

    Mengapa katarak bisa terjadi?

    Penyebab katarak yang paling sering terjadi adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, protein di dalam lensa mata mengalami perubahan struktur sehingga menjadi keruh.

    Kondisi ini merupakan proses alami yang dialami banyak orang.

    Selain faktor usia, terdapat beberapa kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak lebih cepat dari seharusnya.

    Salah satunya adalah penyakit diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata sehingga katarak dapat muncul pada usia yang lebih muda.

    Paparan sinar matahari berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko. Sinar ultraviolet yang masuk ke mata tanpa perlindungan dalam jangka panjang dapat merusak jaringan pada lensa.

    Oleh karenanya, penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.

    Kebiasaan merokok juga diketahui dapat mempercepat munculnya katarak. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mempercepat proses kerusakan sel pada mata.

    Selain itu, cedera pada mata akibat benturan atau trauma juga dapat memicu terbentuknya katarak.

    Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, baik dalam bentuk tetes mata maupun obat minum, juga dapat meningkatkan risiko jika tidak digunakan sesuai pengawasan dokter.

    Bagaimana cara mengobati katarak?

    Penanganan katarak bergantung pada tingkat keparahan yang dialami oleh pasien.

    Pada tahap awal, ketika gangguan penglihatan masih ringan, biasanya dokter akan menyarankan penggunaan kacamata dengan ukuran yang disesuaikan atau membantu aktivitas dengan pencahayaan yang lebih terang.

    Cara ini dapat membantu memperbaiki kenyamanan melihat untuk sementara waktu.

    Namun jika katarak sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan, tindakan operasi menjadi pilihan yang paling efektif.

    Operasi katarak saat ini merupakan prosedur yang umum dilakukan dan termasuk tindakan yang aman. Prosesnya relatif cepat dan biasanya tidak memerlukan rawat inap.

    Dalam prosedur operasi katarak, lensa mata yang sudah keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa buatan yang disebut Intraocular Lens atau IOL.

    Lensa ini bersifat permanen dan dirancang untuk membantu memulihkan kualitas penglihatan pasien.

    Teknologi operasi katarak modern juga terus berkembang. Salah satu teknik yang banyak digunakan saat ini adalah phacoemulsification, yaitu metode operasi dengan sayatan sangat kecil sehingga proses pemulihan menjadi lebih cepat dan nyaman bagi pasien.

    Pentingnya memilih tempat operasi katarak yang terpercaya

    Operasi katarak sebaiknya dilakukan di fasilitas kesehatan mata yang memiliki izin resmi serta didukung oleh teknologi modern dan tenaga dokter spesialis mata yang berpengalaman.

    Pemilihan tempat tindakan yang tepat dapat membantu meningkatkan keamanan serta hasil operasi yang optimal.

    Salah satu fasilitas layanan kesehatan mata yang dikenal luas di Indonesia adalah KMN EyeCare.

    Klinik ini merupakan bagian dari ANJ HealthCare yang didirikan oleh Dr. Sjakon G. Tahija, SpM dan telah melayani masyarakat sejak tahun 2004.

    KMN EyeCare menyediakan layanan operasi katarak menggunakan teknik phacoemulsification dengan dukungan teknologi modern seperti Centurion dari Alcon serta Signature dari Johnson.

    Teknologi tersebut membantu proses operasi berjalan lebih presisi dan nyaman bagi pasien.

    Selain itu, pilihan lensa tanam yang tersedia juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien sehingga hasil penglihatan setelah operasi menjadi lebih optimal.

    Proses sterilisasi alat dan penggunaan bahan habis pakai berkualitas juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan prosedur operasi.

    Dengan dukungan dokter spesialis mata yang berpengalaman serta teknologi yang terus diperbarui, pasien dapat menjalani operasi dengan rasa lebih tenang dan percaya diri.

    Memahami katarak sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas penglihatan dalam jangka panjang.

    Jika mulai merasakan perubahan pada penglihatan, tidak ada salahnya segera melakukan pemeriksaan mata agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

  • Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Nuansa kepedulian dan semangat kemanusiaan terasa begitu kuat di lingkungan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Dalam rangka memperingati milad ke-56, rumah sakit yang telah lama menjadi rujukan masyarakat ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ayo Berdonor Darah”, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

    Sejak pukul 08.00 WIB pagi hari, halaman rumah sakit telah dipenuhi warga yang datang dengan satu tujuan mulia: berbagi kehidupan melalui setetes darah.

    Para peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pegawai, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

    Mereka berbaur tanpa sekat, memperlihatkan bahwa kepedulian sosial mampu menyatukan semua kalangan dalam satu gerakan kemanusiaan.

    Kegiatan donor darah ini bukanlah kegiatan baru. Pelaksanaannya telah memasuki penyelenggaraan yang ke-49 kali dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Namun, pelaksanaan kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Selain itu, peningkatan jumlah peserta dari waktu ke waktu juga menjadi bentuk apresiasi tersendiri atas keberhasilan kegiatan ini.

    Menurut Rangga Zulfikar, S.Kom selaku koordinator donor darah dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, jumlah peserta donor terus mengalami peningkatan pada setiap pelaksanaan kegiatan.

    “Setiap kegiatan, jumlah pendonor terus meningkat. Ini menandakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah semakin tinggi,” ujar Rangga.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar bagian dari rangkaian seremonial milad, tetapi merupakan wujud nyata gerakan kemanusiaan dalam membantu sesama.

    Donor darah, menurutnya, adalah bentuk kepedulian sederhana yang memiliki dampak sangat besar bagi kehidupan orang lain.

    donor darah pku rogojampi

    Mudah Dijangkau, Nyaman, dan Bersahabat

    Salah satu faktor yang membuat kegiatan donor darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi diminati masyarakat adalah lokasi rumah sakit yang strategis dan mudah dijangkau.

    Letaknya yang berada di jalur utama memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah di Banyuwangi untuk datang berpartisipasi.

    Selain itu, pelayanan yang diberikan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Para petugas dikenal ramah, komunikatif, serta profesional dalam melayani para pendonor.

    Suasana yang diciptakan selama kegiatan berlangsung membuat para peserta merasa nyaman, bahkan seperti berada di rumah sendiri.

    Khusnul Khotimah, salah satu pendonor yang telah mengikuti kegiatan donor darah sebanyak 25 kali, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan donor di tempat tersebut.

    “Donor di sini itu nyaman sekali. Petugasnya ramah, suasananya santai, jadi tidak tegang. Saya merasa seperti donor di rumah sendiri,” ujarnya dengan senyum.

    Makna Donor Darah: Lebih dari Sekadar Memberi

    Menurut Tri Eni selaku koordinator tim donor darah dari PMI Kabupaten Banyuwangi yang bertugas saat kegiatan berlangsung, donor darah memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat.

    “Donor darah adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama. Kita mungkin tidak tahu siapa yang menerima darah kita, tapi kita tahu bahwa itu bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa setiap tetes darah yang didonorkan merupakan harapan bagi mereka yang membutuhkan, seperti pasien kecelakaan, ibu yang sedang melahirkan, penderita anemia, hingga pasien dengan penyakit kronis.

    Kebutuhan Darah di Banyuwangi Masih Tinggi

    Di sisi lain, kebutuhan darah di Kabupaten Banyuwangi masih tergolong tinggi. Setiap harinya, rumah sakit membutuhkan persediaan darah untuk berbagai keperluan medis.

    Namun demikian, ketersediaan stok darah sering kali belum sebanding dengan kebutuhan yang ada.

    Oleh karena itu, kegiatan donor darah seperti ini menjadi sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman dan mencukupi.

    “Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita tidak bisa menunggu saat butuh baru mencari. Stok darah harus selalu tersedia,” tegas Tri Eni.

    Donor darah juga menjadi simbol solidaritas sosial bahwa manusia hidup saling membutuhkan dan saling menguatkan satu sama lain.

    Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

    Menurut Rizka, ahli gizi RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang pada kesempatan tersebut juga ikut berdonor, kegiatan donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan bagi pendonornya sendiri.

    Beberapa manfaat donor darah di antaranya adalah:

    • Menjaga kesehatan jantung dengan membantu mengurangi kadar zat besi berlebih dalam tubuh.
    • Meningkatkan produksi sel darah baru sehingga tubuh terasa lebih segar.
    • Membantu mendeteksi dini penyakit karena sebelum donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana.
    • Membantu menjaga berat badan melalui proses pembakaran kalori saat donor darah.
    • Memberikan efek psikologis positif karena munculnya rasa bahagia setelah membantu orang lain.

    “Donor darah itu sehat, bukan melemahkan. Justru membuat tubuh lebih bugar jika dilakukan secara rutin,” tambah Rizka.

    Donor Darah sebagai Gerakan Sosial

    Kegiatan donor darah ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.

    Dalam momentum milad ke-56 ini, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi ingin menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pelopor aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.

    Donor darah menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang teguh, yaitu menolong tanpa pamrih dan selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Tempat Donor yang Dipercaya Masyarakat

    Kepercayaan masyarakat terhadap RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sebagai tempat donor darah terus meningkat dari waktu ke waktu.

    Hal ini tidak terlepas dari konsistensi pelayanan yang profesional, fasilitas yang memadai, serta pendekatan humanis kepada setiap pendonor.

    Banyak masyarakat yang menjadikan rumah sakit ini sebagai lokasi utama untuk berdonor secara rutin.

    Bahkan tidak sedikit pendonor yang mengajak keluarga maupun teman untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

    “Di sini itu sudah seperti rumah kedua bagi pendonor. Nyaman, aman, dan terpercaya,” ujar salah satu peserta.

    Harapan Untuk Masa Depan

    Dengan semangat milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi berharap kegiatan donor darah ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

    “Ayo kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup. Bukan hanya saat ada acara, tapi menjadi kebiasaan,” pesan Rangga sebagai penggerak kegiatan donor darah dalam rangka milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial seperti donor darah, karena generasi muda merupakan agen perubahan di masa depan.

    Kegiatan “Ayo Berdonor Darah” bukan sekadar agenda tahunan atau bagian dari peringatan milad semata. Kegiatan ini merupakan simbol kepedulian, harapan, dan kehidupan.

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan tulus yang rela berbagi tanpa pamrih. Setetes darah mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, setetes darah adalah segalanya.

    Dan di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, semangat itu terus mengalir—menghidupkan, menguatkan, dan menyatukan.

    Penulis: Heri Iskandar, S.Kep., Ners

  • Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Refleksi Pengabdian dan Komitmen Pelayanan Kesehatan

    Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Refleksi Pengabdian dan Komitmen Pelayanan Kesehatan

    Waktu boleh berjalan, zaman boleh berubah, namun satu hal tetap teguh berdiri: pengabdian yang tak pernah padam.

    Di sebuah sudut Kabupaten Banyuwangi, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi merayakan Milad ke-56 pada tanggal 10 April 2026.

    Momentum ini bukan sekadar menjadi penanda bertambahnya usia, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang dedikasi tanpa henti dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Mengusung tema “Semangat dalam Ikhtiar, Harmony dalam Sinergi, Profesional saat Melayani”, peringatan milad tahun ini menjadi refleksi mendalam tentang makna pelayanan kesehatan yang sesungguhnya—lebih dari sekadar tindakan medis, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang tulus dalam setiap pelayanan kepada pasien.

    Rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1970 ini telah melalui berbagai fase perjalanan panjang: mulai dari masa keterbatasan sarana dan prasarana, perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat, hingga dinamika kebutuhan masyarakat modern yang terus berkembang.

    Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah ruh pengabdian yang menjadi fondasi utama pelayanan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Suasana penuh haru, bangga, dan semangat menyelimuti peringatan Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang jatuh pada tanggal 10 April 2026.

    Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian rumah sakit yang telah berdiri sejak tahun 1970 dan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

    Selama lebih dari setengah abad, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi telah tumbuh menjadi salah satu pilar pelayanan kesehatan masyarakat, tidak hanya di wilayah Banyuwangi tetapi juga di daerah sekitarnya.

    Usia 56 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti keteguhan dalam merawat harapan, menyembuhkan luka, serta menguatkan kehidupan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.

    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham, dalam sambutannya menyampaikan bahwa milad ini merupakan momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai perjuangan dan semangat pengabdian seluruh insan rumah sakit.

    Beliau menyampaikan bahwa Milad PKU ke-56 ini, sebagaimana milad-milad sebelumnya, merupakan sebuah rutinitas yang perlu dicermati bersama.

    Pada tahun ini kembali diingatkan tentang program lama rumah sakit, yaitu upaya peningkatan kapasitas rumah sakit.

    Salah satu rencana yang akan dilaksanakan pada tahun ini adalah penambahan Gedung Pelayanan Rawat Jalan Terpadu, yaitu penyatuan gedung laboratorium dan radiologi dalam satu area dengan gedung poliklinik rawat jalan guna mempercepat akses pelayanan serta memperbaiki alur layanan sehingga menjadi lebih efektif dan terintegrasi dalam satu sistem pelayanan rawat jalan terpadu.

    Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi akan terus berupaya memenuhi seluruh regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, terkait sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan platform Satu Sehat. Salah satu bentuk implementasinya adalah kewajiban penggunaan rekam medis elektronik sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan modern yang terintegrasi secara nasional.

    Selanjutnya, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi juga berusaha mengikuti regulasi rumah sakit berbasis kompetensi dengan proses penambahan beberapa fasilitas yang dibutuhkan, sebagai bagian dari upaya memenuhi target maksimal 24 kompetensi rumah sakit.

    Lebih lanjut, dr. Fuadi Shiham juga memandang bahwa walaupun usia rumah sakit telah mencapai 56 tahun dan tergolong usia yang matang, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan terus diikhtiarkan secara berkesinambungan sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang, baik pada periode masa baktinya maupun pada periode kepemimpinan direktur selanjutnya.

    Beliau menyampaikan dengan penuh optimisme:

    “Perjalanan ini adalah perjalanan tanpa lelah. Kita tidak boleh berhenti, tidak boleh merasa cukup. Semangat harus terus menyala untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

    Beliau juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang menuntut keikhlasan, ketulusan, serta profesionalisme dalam setiap tindakan pelayanan kepada masyarakat.

    Rangkaian Kegiatan Penuh Makna

    Perayaan Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata dan langsung kepada masyarakat.

    Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, antara lain:

    • Kegiatan donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan UPTD PMI Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
    • Kegiatan PKU Mobile Clinic Promotion melalui penyuluhan kesehatan dan konsultasi kesehatan gratis kepada masyarakat.
    • Penyuluhan kesehatan bagi remaja sebagai bentuk nyata kepedulian rumah sakit terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan generasi muda. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan ini.

    Sebagai bagian dari kegiatan sosial dalam rangka meningkatkan literasi kesehatan remaja, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi juga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di sekolah-sekolah, yaitu di SMK Muhammadiyah 6 dan SMP Muhammadiyah Rogojampi, dengan materi edukasi meliputi:

    • Gizi remaja
    • Kesehatan reproduksi
    • Pencegahan penyalahgunaan narkoba

    Selain itu, dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat melalui media sosial, dilaksanakan kegiatan Challenge Video “Terima Kasih PKU” yang melibatkan pasien maupun masyarakat umum untuk membuat video pengalaman pelayanan mereka di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Kegiatan lainnya adalah Lomba Foto Instagram “Senyum Sehat di PKU Rogojampi” yang berfokus pada dokumentasi momen senyum ceria pasien, pelayanan ramah tenaga kesehatan, serta interaksi sehat pasien dan pengunjung di lingkungan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Sebagai bagian dari penguatan komunikasi inspiratif kepada masyarakat, juga dilaksanakan kegiatan Testimoni Pasien Inspiratif melalui pembuatan video kisah pasien sembuh yang menyentuh dengan konsep konten “Kisah Sehat Inspiratif”, yang diharapkan dapat memberikan motivasi serta semangat bagi masyarakat luas.

    Dalam rangka memberikan edukasi kesehatan secara lebih luas kepada masyarakat, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi juga menyelenggarakan kegiatan talkshow kesehatan santai bersama dokter dalam program Bincang Sehat dalam rangka Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Instagram.

    Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan Live Health Talk di media sosial “Karyawan Inspiratif” melalui siaran langsung Instagram dengan topik kesehatan populer yang dikemas melalui storytelling kisah inspiratif karyawan selama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual karyawan, dilaksanakan pula Program Kegiatan Religi Karyawan melalui kegiatan Pengajian Karyawan Milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dengan menghadirkan tokoh Muhammadiyah.

    Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan internal rumah sakit, dilaksanakan Program Inovasi Internal Rumah Sakit melalui Lomba Lean Management Rumah Sakit sebagai upaya meningkatkan efisiensi pelayanan di setiap unit kerja sekaligus melatih kedisiplinan karyawan dalam menjalankan tugas keseharian.

    Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan Lomba Karyawan Teladan, baik bagi tenaga kesehatan maupun tenaga non-kesehatan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik.

    Sebagai bentuk penghargaan kepada pasien yang telah mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dilaksanakan Program Apresiasi Patient Loyalty Milad ke-56, yaitu kegiatan pemberian apresiasi bagi pasien yang melakukan kunjungan pengobatan paling sering selama periode satu tahun terakhir.

    Penilaian dilakukan menggunakan database SIMRS untuk memfilter pasien yang melakukan kunjungan ulang ke poli, rawat inap, maupun IGD dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

    Selain itu, dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah kepada masyarakat luas, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi juga menghadirkan paket promosi layanan kesehatan dalam rangka Milad ke-56 yang sekaligus memperkenalkan tokoh-tokoh pergerakan Muhammadiyah.

    Promo layanan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara luas.

    Dukungan dari Berbagai Pihak

    Ucapan selamat dan dukungan mengalir dari berbagai jejaring dan kolega, mulai dari mitra farmasi, penyedia alat kesehatan, hingga berbagai stakeholder di bidang kesehatan lainnya.

    Hal ini menunjukkan bahwa RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pelayanan kesehatan yang solid, terpercaya, dan terus berkembang bersama masyarakat.

    Harmoni dalam Sinergi

    Tema milad tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cerminan nyata perjalanan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi selama lebih dari lima dekade. Semangat dalam ikhtiar tercermin dari kerja keras tanpa henti seluruh insan rumah sakit.

    Harmoni dalam sinergi terlihat dari kolaborasi seluruh elemen organisasi. Sementara profesionalisme menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

    Di usia ke-56 tahun ini, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi tidak hanya merayakan perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga menatap masa depan dengan penuh optimisme.

    Sebuah tekad terus diteguhkan: menjadi rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menguatkan harapan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

    Penulis: Heri Iskandar, S.Kep., Ners

  • Pelatihan Reportase JRKBB di Bisma FM Gambiran Dorong Adaptasi Media ke Era Digital

    Pelatihan Reportase JRKBB di Bisma FM Gambiran Dorong Adaptasi Media ke Era Digital

    Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) di sela kegiatan halal bihalal menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kru melalui pelatihan reportase di Studio Bisma FM, Gambiran, Minggu (12/4).

    Kegiatan ini menghadirkan pegiat Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) serta wartawan media online.

    Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong ’45 sekaligus Pembina JRKBB, Aguk Wahyu Nuryadi yang akrab disapa Bung Aguk, berharap insan pers di lingkungan radio komunitas dapat memahami fungsi media tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana informasi dan edukasi.

    “Media itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga harus menjadi sarana informasi dan edukasi. Karena itu anggota JRKBB tidak cukup hanya mengisi program karaoke, tetapi juga perlu ada talkshow, podcast, pemutaran ILM, hingga penyajian berita,” ujarnya.

    Bung Aguk JRKI

    Ia juga menyinggung momentum Hari Pers Nasional 2026 yang sebelumnya digelar di Kedai Makmoer saat pelantikan JRKBB, yang turut dihadiri pemimpin redaksi JurnalNews, SastraWacana, serta akademisi Nafi Feridian, S.T., M.T.

    Menurutnya, forum tersebut menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi serta penyajian informasi yang akurat dan bebas hoaks.

    “Karena itu hari ini kita praktikkan langsung bagaimana membaca berita, laporan lapangan, serta adaptasi di era digital dengan pemanfaatan media sosial,” tambahnya.

    Di akhir sambutannya, Aguk juga mengajak peserta untuk mendoakan almarhum mantan Ketua JRKI Jawa Timur, Untung Surojo, serta orang tua salah satu pengurus JRKBB yang baru meninggal dunia.

    Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Jawa Timur, Hadi Purwanto, yang juga telah 29 tahun mengelola Radio Planet FM Bajulmati.

    Dalam pemaparannya, penyiar dengan nama udara “Ha Pe Aja” ini mendorong peserta untuk menjadi jurnalis warga di era transformasi digital.

    Hadi Purwanto

    Menurutnya, jurnalisme warga harus tetap mengedepankan prinsip dasar jurnalistik seperti 5W+1H, akurasi, keberimbangan, serta penyajian berita yang sistematis dan dilengkapi dokumentasi yang tepat.

    “Pastikan fakta objektif, jangan opini, harus berimbang, runtut, dan sesekali menggunakan kalimat langsung. Jangan lupa dokumentasi juga harus diberi caption yang mendukung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Hadi juga memberi contoh bagaimana cara membaca berita ketika siaran radio, agar informasi yang disampaikan benar-benar dimengerti dan diterima oleh pendengar.

    Acara yang dipandu Haderi dari Radio Komunitas BRIT FM Gendoh Sempu ini kemudian menghadirkan narasumber jurnalis sekaligus content creator, Maulana Affandi, S.S., yang juga Pemimpin Umum dari sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Ia menekankan pentingnya memahami demografi audiens serta waktu siar (primetime) yang efektif dalam penyebaran informasi.

    “Dalam dunia media saat ini, memahami demografi audiens itu sangat penting. Kita tidak bisa menyampaikan informasi dengan cara yang sama kepada semua segmen. Selain itu, penentuan waktu siar atau primetime juga sangat menentukan efektivitas pesan yang disampaikan, karena setiap kelompok audiens memiliki waktu konsumsi informasi yang berbeda,” ujar Maulana Affandi.

    Alumni Universitas Jember yang kini menempuh pendidikan S2 di Universitas Muhammadiyah Malang itu juga mempraktikkan penggunaan platform digital seperti Spotify sebagai media siaran alternatif.

    “Dengan memanfaatkan platform digital, kita dapat menghadirkan banyak kanal siaran tanpa membutuhkan infrastruktur besar. Sederhana, namun tetap bisa dikelola secara profesional, dimonetisasi melalui iklan, serta digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,,” ungkapnya.

    Sementara itu, pimpinan Bisma FM, Hariyanto, mendorong kru radio komunitas untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang pengembangan dan peningkatan penghasilan.

    “Sekarang banyak pilihan aplikasi, streaming Facebook, TikTok, hingga YouTube. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujarnya.

    Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan kartu pers JRKBB, serta doa penutup yang dipimpin oleh Ki Sukirman dari Radio Krisna FM Wongsorejo, yang juga dikenal sebagai pengusaha kuliner lontong lepet dan pisang.