Blog

  • Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Luncurkan Program Gerakan Ambil Ijazah Gratis untuk Siswa SMA/SMK/PKPLK

    Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Luncurkan Program Gerakan Ambil Ijazah Gratis untuk Siswa SMA/SMK/PKPLK

    Cabg dinas pendidikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Drs. Slamet Riyadi, resmi meluncurkan program Gerakan Ambil Ijazah Gratis bagi lulusan SMA, SMK dan PKPLK Negeri di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

    Program ini ditujukan untuk membantu siswa yang belum mengambil ijazah karena kendala administrasi, khususnya terkait tunggakan biaya sekolah.

    Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Drs. Slamet Riyadi menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya untuk memastikan seluruh lulusan memiliki akses penuh terhadap hak dasarnya, yaitu ijazah, tanpa harus terbebani persoalan ekonomi.

    Kami tidak ingin ada lagi anak-anak Banyuwangi yang tertahan masa depannya hanya karena belum bisa mengambil ijazah. Ini adalah gerakan bersama untuk memanusiakan pendidikan,” ujarnya.

    Program ini mulai berlaku sejak Mei 2025 dan berlaku bagi semua siswa SMA/SMK negeri maupun swasta yang lulus dalam lima tahun terakhir, dengan mekanisme verifikasi yang melibatkan sekolah dan pihak Cabang Dinas Pendidikan.

    Selain itu, pihak Dinas juga menggandeng berbagai elemen, termasuk pemerintah desa, relawan pendidikan, serta organisasi masyarakat untuk mendukung penyebaran informasi dan proses distribusi ijazah secara langsung.

    Drs. Slamet Riyadi berharap, melalui program ini, para lulusan yang sebelumnya kesulitan mencari kerja atau melanjutkan pendidikan karena belum memiliki ijazah, bisa segera mendapatkan kembali hak mereka.

    “Pendidikan bukan untuk dikomersialkan, tetapi untuk memerdekakan,” tegasnya. (Mujiono, S.H)

  • Pelatihan Jurnalistik Digital di Saestwo Cafe Buka Peluang Baru bagi Anak Muda Banyuwangi

    Pelatihan Jurnalistik Digital di Saestwo Cafe Buka Peluang Baru bagi Anak Muda Banyuwangi

    Pelatihan jurnalistik dan digital marketing digelar di pelataran Saestwo Cafe dan diikuti oleh pelajar serta masyarakat Banyuwangi, pada Sabtu malam (10/5/2025)

    CEO Saestwo, HM. Shodiqin, menyampaikan bahwa materi yang disajikan mungkin dianggap biasa dan tidak penting oleh sebagian orang.

    Namun, dengan niat untuk menuntut ilmu, membuka “gelas kosong”, serta adanya semangat inovasi, motivasi, karakter, dan pengalaman dari para narasumber, pasti ada hikmah yang bisa diambil sebagai lentera dalam menghadapi dunia nyata di era digital saat ini.

    Shodiqin, yang juga merupakan guru di SMKN Kalipuro dan dikenal dengan ciri khas udeng PERGUNU-nya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya workshop ini.

    Di antaranya adalah Media Sastrawacana, Penerbit Lintang, Jurnal News, ACTA News, Brader Advertising, Komunitas Gotong Royong 45, dan Yayasan Aura Lentera Indonesia yang peduli pada disabilitas.

    Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun melalui siaran live di media sosial seperti TikTok Zhie, Instagram Gotongroyong, dan YouTube Sastrawacana.

    Bahkan, ada netizen dari Al Azhar Mesir, Atambua Belu NTT, Probolinggo, Situbondo, dan Malang yang turut berinteraksi.

    “Oleh karena itu, saya berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam meliput berita, menulis artikel, memahami etika jurnalistik, dan cakap bermedia sosial secara sehat,” ujarnya.

    Shodiqin menekankan bahwa keberadaan para jurnalis yang bijak dalam bermedia sosial sangat penting untuk menyampaikan berita dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi.

    Ia berharap momentum ini dapat menjadi wadah untuk bertukar pengalaman dan saling belajar.

    “Maka dari itu, mari kita gunakan momentum ini untuk bertukar pengalaman dan belajar satu sama lain. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga ke depan bisa menjadi calon-calon jurnalis daerah yang berkualitas dan profesional,” tambahnya.

    Ia juga menyebutkan bahwa pada sore hari sebelumnya, Komunitas Kajian Lingkaran Studio Ar Rahman mengadakan diskusi dan silaturahmi bersama ormas keagamaan Islam.

    Sementara pada Minggu besok, Saestwo Cafe akan menjadi tempat berkumpulnya Komunitas Mobil Kuno Corolla.

    Sementara itu, Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima yang menjadi fasilitator workshop ini menyampaikan bahwa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa yang berfungsi sebagai penyampai informasi kepada publik.

    Jurnalistik juga dapat diartikan sebagai bahasa komunikasi pengantar pemberitaan yang biasa digunakan oleh media cetak maupun elektronik.

    Workshop ini dipandu oleh host difabel daksa yang aktif di TikTok, Puji Zhie Winarsih. Narasumber pertama adalah Andi Budi Setiawan, seorang sastrawan dan wartawan.

    “Sebagai media informasi dan komunikasi, jurnalistik dituntut untuk memberikan informasi yang aktual dan faktual. Seorang jurnalis harus mampu menyampaikan informasi yang mendidik kepada masyarakat, sehingga pembaca bisa memperoleh manfaat dan mampu memfilter opini maupun hoaks,” ujar guru penggerak yang aktif di SMK PGRI Rogojampi dan Komunitas Kopiwangi ini.

    Narasumber kedua adalah Rafly Rafjanjani Aziz Attubel, seorang social media specialist yang merupakan diaspora dari perbatasan NTT dan Timor Leste serta mahasiswa UMM.

    Ia menyampaikan materi tentang bijak bermedia sosial, menguasai SEO dan SEM untuk menjadi viral dan menghasilkan cuan tanpa batas ruang dan waktu.

    Narasumber ketiga adalah Agung Broder, pengusaha dan pemilik percetakan digital printing di Rogojampi, Banyuwangi. Ia membagikan materi mengenai bagaimana menjadi pebisnis yang tangguh.

    Ketiga narasumber memberikan materi yang luar biasa dan bermanfaat, mulai dari penulisan, kebijaksanaan dalam bermedia sosial, hingga ketangguhan dalam berbisnis.

    Pemimpin Redaksi Sastrawacana, Affandi Maulana, S.S., dalam pernyataan penutupnya menyampaikan bahwa seluruh peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp sebagai wadah untuk terus belajar literasi dan sosial bisnis.

    Ia juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan di sekolah-sekolah, lembaga pemberdayaan masyarakat, PKBM, maupun taman baca masyarakat, dengan narasumber dan topik yang bisa disesuaikan.

  • Tasyakuran SMK PGRI Rogojampi 2025: Menyulam Kenangan, Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi

    Tasyakuran SMK PGRI Rogojampi 2025: Menyulam Kenangan, Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi

    Di bawah langit pagi yang cerah, halaman SMK PGRI Rogojampi berubah menjadi panggung haru dan kebanggaan.

    Hari ini, SMKPRO menggelar Tasyakuran Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2024–2025 dengan tema “Bersama Berkarya dan Menginspirasi Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi.”

    Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tasyakuran tahun ini digelar secara sederhana namun sarat makna.

    Dibuka dengan alunan musik tradisional dari ekstrakurikuler Panjak SMKPRO, suasana khidmat langsung menyelimuti hadirin. Lagu Indonesia Raya, Hymne SMK PGRI Rogojampi, dan Hymne Guru pun menggema, menegaskan semangat nasionalisme dan penghormatan kepada para pendidik.

    Hiburan pembuka hadir lewat Tari Wanci Kahuripan, dibawakan oleh tiga siswa yang tampil gemilang sebagai Gandrung.

    Suasana semakin semarak dengan penampilan Falda Avrinda yang menyanyikan dua lagu dengan suara merdunya, menggetarkan hati para hadirin.

    Rangkaian sambutan dimulai oleh Ketua OSIS yang menyampaikan harapan agar kakak-kakak kelas XII terus menjunjung tinggi nama baik almamater tercinta.

    Sambutan berikutnya dari perwakilan kelas XII, Siti Nurhalizah, menggugah perasaan:

    “Terima kasih kepada bapak ibu guru dan karyawan atas dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan membimbing kami selama tiga tahun ini. Kami takkan melupakan masa-masa indah yang telah kita lewati bersama.”

    Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, turut memberikan doa dan pesan.

    “Selamat kepada calon wisudawan. Jadikan ilmu dan pengalaman di SMKPRO sebagai bekal untuk menapaki masa depan. Doa terbaik kami selalu menyertai kalian.”

    Kata-kata penuh makna juga datang dari Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi yang mengutip Kahlil Gibran.

    “Cinta tak pernah tahu kedalamannya hingga datang perpisahan.”

    “Ketika kita jauh, kita baru sadar siapa yang benar-benar kita sayangi.” lanjutnya, sebagai ungkapan yang terasa pas menggambarkan suasana tasyakuran.

    Salah satu momen paling menyentuh adalah prosesi basuh kaki orang tua. Siswa-siswi berprestasi dari setiap jurusan dipanggil ke panggung bersama orang tua mereka.

    Dalam hening, mereka bersimpuh, membasuh kaki orang tua sambil mengucap maaf dan terima kasih. Isak tangis haru pun tak terhindarkan.

    Sebuah momen sakral yang menyatukan cinta, perjuangan, dan restu dalam satu prosesi sederhana namun bermakna.

    Acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng oleh kepala sekolah, dilanjutkan pengalungan gordon dan pemberian BTS (Buku Tahunan Sekolah).

    Di sela acara, kuis berhadiah dari panitia membuat suasana kembali hangat dan ceria, dengan antusiasme tinggi dari para calon wisudawan.

    Tasyakuran ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi, Ketua BPH Dasmen, Ketua PC PGRI Rogojampi, Forkopimka, Komite Sekolah, Kepala Desa Gitik, hingga perwakilan siswa SMP/MTs se-wilayah kecamatan Rogojampi.

    Menjelang penutupan, paduan suara SMKPRO melantunkan lagu Umbul-umbul Belambangan diikuti Tari Jaran Goyang sebagai penampilan pamungkas.

    Lagu Laskar Pelangi yang dibawakan oleh Nandira menjadi penutup manis, menyemangati para siswa untuk terus bermimpi dan menginspirasi.

    Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi perayaan atas perjuangan, cinta, dan harapan. Kerja keras seluruh panitia dan OSIS Bhakti Taruna SMKPRO telah menghasilkan acara yang membekas di hati.

    SMK BISA… SMK HEBAT!

    SMKPRO… BISA… HEBAT!

    SIAPA KITA? SMKPRO!

  • SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, SMK PGRI Rogojampi menggelar apel bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Jumat pagi (2/5).

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMK PGRI Rogojampi.

    Apel dipimpin langsung oleh Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel.

    Dalam sambutannya, beliau membacakan maklumat resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis karakter dan literasi di era digital, peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.

    Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, dalam sambutannya menjelaskan,

    “Maklumat ini menjadi landasan bagi seluruh warga pendidikan, termasuk SMK PGRI Rogojampi, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

    Momen spesial dalam apel tersebut adalah prosesi penyerahan piagam Sekolah Aktif Literasi Tahun 2025 dari Nyalanesia kepada SMK PGRI Rogojampi sebagai sekolah peserta Program Skeolah Literasi Nasional Tahun 2024.

    Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mendorong budaya literasi di lingkungan pendidikan.

    Tidak hanya itu, SMK PGRI Rogojampi juga menerima penghargaan sebagai Juara 1, 2 dan 3 tingkat sekolah Kelas Literasi Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional Tahun 2024, menandai pencapaian luar biasa dari siswa-siswi dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar.

    Dimana untuk juara 1, 2 dan 3 karyanya akan di lombakan lagi ke tingkat nasional.

    Guru Koordinator Program Sekolah Literasi SMK PGRI Rogojampi, Andi Budi Setiawan berharap “Program seperti ini bisa kontinu diikuti oleh sekolah, agar memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan literasi di sekolah baik untuk pendidik, kependidikan maupun peserta didik.”

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta kelas Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional 2024, yang telah mengharumkan nama sekolah di kancah nasional.

    Apel peringatan Hardiknas tahun ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga merupakan wujud nyata semangat dan komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan literat, tetapi juga berkarakter kuat.

    Melalui Program Literasi Nasional yang telah dijalankan, SMK PGRI Rogojampi berkomitmen untuk terus mendorong budaya baca, tulis, dan berpikir kritis di kalangan siswa, sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.

    Dengan semangat gotong royong dan budaya literasi yang terus kita kembangkan, kita melangkah bersama menuju masa depan pendidikan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih gemilang.

  • Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Momentum Syawal dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi dan Yayasan Pendidikan Islam Ahlussunnah Waljamaah (YPIA) Rogojampi untuk menggelar Halal Bihalal, Ahad pagi (27/4).

    Bertempat di lingkungan gedung MWC NU Rogojampi, kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus MWC NU, pengurus YPIA, serta perwakilan organisasi badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, Pagar Nusa, Lazisnu, dan para guru di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Acara di buka dengan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Yalal Waton dan pembacaan ayat suci Al Quran.

    Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Rogojampi, Ustad Anwar Rofiq, menegaskan bahwa Halal Bihalal ini menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan warga NU Rogojampi.

    “Kami berharap, semua ranting NU di kecamatan Rogojampi semakin solid dan kompak demi kemaslahatan umat ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

    Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Perwakilan PCNU yang hadir memberikan pesan agar seluruh MWC NU dan ranting NU se-Kabupaten Banyuwangi menjaga kesolidan, serta tegak lurus dalam barisan yang sejalan dengan arah perjuangan PBNU, PWNU, dan PCNU.

    Mengusung tema “Halal Bihalal adalah Waktu yang Tetap untuk Mengembalikan Kehangatan Persaudaraan dan Menumbuhkan Rasa Saling Mengasihi,” acara ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

    Dalam tausiyahnya, Kyai. Fathurraq Ahdini, Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, menyampaikan pesan menyejukkan tentang pentingnya memelihara ukhuwah.

    “Jika membenci seseorang, jangan terlalu dalam. Bisa jadi kelak rasa itu berubah menjadi cinta. Begitu pula sebaliknya. Perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan adalah rahmat,” tutur beliau, mengingatkan hadirin dengan hikmah penuh makna.

    Hadirin sangat khidmat sekali mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh rois syuriah MWC NU Rogojampi sampai selesai meski dalam suasana panas di siang hari.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa dan berjabat tangan antar peserta, sebagai simbol saling memaafkan dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan dalam keberagaman.

  • 28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    Radio komunitas Planet FM merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 dengan acara Halal Bi Halal dan silaturahmi bersama Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB).

    Kegiatan yang berlangsung guyub hangat ini digelar di Pantai Wonderful Bimorejo Wongsorejo, Banyuwangi, pada Minggu (27/4/2024).

    Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus pendiri Planet FM, Wisnu Husen, dilanjutkan oleh perwakilan JRKBB, Haderi, serta Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, yang juga merupakan pimpinan Planet FM.

    Dalam pidatonya, Hadi Purwanto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap media.

    “Radio, televisi, bahkan media cetak konvensional mulai tergerus oleh platform digital. Karena itu, insan radio harus beradaptasi dengan inovasi,” tegasnya.

    Ia menekankan bahwa siaran radio kini tak hanya mengandalkan frekuensi analog, tetapi juga merambah ke speaker pasar, corong masjid, hingga platform digital seperti streaming, podcast, dan media sosial.

    Usai serangkaian acara Halal Bi Halal dan perayaan ulang tahun yang ditandai tiup dan potong tumpeng kegiatan ditutup dengan semarak nyanyi dan joged bersama mengiringi lagu Umbul-umbul Blambangan yang dipandu oleh Mbok Rehana dan pramusiar.

    Acara ini semakin mempererat kebersamaan komunitas radio di Banyuwangi khusunya para anggota Komunitas Radio Planent FM sambil menyongsong tantangan era digital.

    Acara yang diliput oleh vivanews, jurnal news, sastrawacana dan beberapa media lainnya itu tertarik dengan program harian dan mingguan Planet yang kesannya seperti radio swasta tapi dikemas komunitas.

    Karaoke gratis hanya 2 kali sepekan dan ada layanan di shooting layaknya artis memproduksi klip cover.

    Maka fans tetap setia di frekwensi 107,7 MHZ dan media sosialnya, termasuk streaming via aplikasi Gata.

  • KB dan TK Muslimat Al Abror Lolos Seleksi 100 Besar Kompetisi Inovasi Pendidikan Banyuwangi

    KB dan TK Muslimat Al Abror Lolos Seleksi 100 Besar Kompetisi Inovasi Pendidikan Banyuwangi

    Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menggelar Kompetisi Inovasi Satuan Lembaga Pendidikan. Ajang ini diikuti oleh Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Banyuwangi.

    Dari seribu lembaga yang berpartisipasi, sebanyak 100 lembaga berhasil lolos seleksi, termasuk KB dan TK Muslimat Al Abror.

    Menariknya, yayasan ini berhasil meloloskan dua unit sekaligus dalam ajang bergengsi ini.

    Berdiri sejak 2014 di Desa Adat Keboan Aliyan, KB dan TK Muslimat Al Abror sempat menghadapi tantangan besar saat pandemi, hingga nyaris tutup ketika memasuki usia sembilan tahun.

    Namun, semangat kebangkitan kembali membawa lembaga ini bertahan dan kini meraih pencapaian membanggakan.

    Kelompok Bermain Muslimat Al Abror memiliki jumlah peserta didik yang masih terbatas, begitu juga dengan TK-nya yang menempati lahan terbatas hanya beberapa meter persegi.

    Dengan tiga kelas, lima guru, dan dua tenaga kependidikan, lembaga ini terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Alhamdulillah, saya bermimpi bisa masuk tiga besar. Jika suatu saat ada yang ingin berbagi pengalaman atau melakukan studi tiru ke lembaga yang masih merintis dengan jumlah peserta didik sedikit, saya ingin menyampaikan: ‘Ojo cilik ati.’ Layani anak negeri dengan hati penuh cinta kasih, sebagaimana Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya,” ujar Kepala KB Al Abror, Mutiara Sani, S.M. Setiap sore, ia juga mengajar mengaji di TPQ Tholibin Ilmi, Cermean, Singolatren, Singojuruh.

    Sambil memangku salah satu muridnya, Faradila Zhakaylah, yang bercita-cita menjadi polwan, Bu Tiara menjelaskan inovasi yang diusungnya, yaitu ACBK (Amati, Contoh, Biasakan, dan Kolaborasi).

    Strategi ini dirancang untuk membantu anak-anak membentuk karakter positif melalui contoh yang baik serta sinergi dengan seluruh warga belajar dan pemangku kepentingan.

    “Baru setahun mengajar langsung masuk 19 besar? Tentu saya terkejut dan bahagia. Pengalaman mengajar ngaji dan aktif di berbagai kegiatan saat sekolah dan kuliah sangat berpengaruh. Namun, yang paling besar daya picunya adalah sosok yang menggembleng kami dengan segala keterbatasan tetapi tetap penuh syukur, sabar, ikhlas, kasih sayang, dan disiplin, yaitu Bu Ida!” ungkapnya.

    Sosok Bu Ida atau Faridatul Hasanah, S.Pd, merupakan Kepala TK Muslimat Al Abror Aliyan yang inovasinya “Sentuhan Alamku” juga berhasil melaju ke seleksi 30 besar per jenjang.

    Ia juga merupakan kepala sekolah dengan dedikasi tinggi versi YPM, peraih prestasi inovasi PAUD HI tingkat nasional saat mengabdi di lembaga sebelumnya.

    Selain itu, ia adalah seorang Asesor Jatim dan mentor narasumber nasional yang telah berbagi ilmu hingga ke Kangean dan Kalimantan.

    “Saya ikut membidani kelahiran TK ini sekitar satu dasawarsa. Saat situasi mengharuskan saya berpindah lembaga, banyak pihak menawarkan tempat mengabdi baru. Namun, hati saya terpanggil kembali ke Al Abror, meskipun saat itu muridnya sedikit dan belum memiliki prestasi. Bersama tujuh guru dan tenaga kependidikan yang baru, kami harus berpikir keras, cerdas, dan ikhlas. Kini, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh, bahkan sebelum tahun ajaran baru dibuka, sudah ada yang menitipkan anak dan cucunya. Alhamdulillah, melalui proses luar biasa ini, Allah menjawab perjuangan kami dengan membawa lembaga ini masuk sebagai salah satu lembaga inovatif dalam rangka menyongsong Hardiknas 2025. Dengan penuh syukur dan rendah hati, kami optimis melangkah lebih jauh untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Banyuwangi,” ujarnya.

  • BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025-2028 di Pondok Pesantren Safinatul Huda (Safinda) yang berlokasi di Secawan, Dadapan, Kabat, Banyuwangi,Minggu (23/03/25).

    Acara ini dihadiri oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) se-Banyuwangi, Camat Kabat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi yang mewakili Wakil Bupati, serta para pengasuh pondok pesantren.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars BKPRMI. Suasana penuh semangat dan khidmat terasa sejak awal acara berlangsung.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sururudin, S.E, M.Si yang menjelaskan struktur dan program kerja BKPRMI.

    Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa BKPRMI memiliki 7 lembaga utama, yaitu:

    Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (LPPTKA, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPP SDM), Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS), Lembaga Ekonomi dan Koperasi (LPP-Ekop), Lembaga Kesehatan Masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum dan Brigade Masjid.

    Selanjutnya, Kabag Kesra Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E, M.Si memberikan apresiasi terhadap peran BKPRMI dalam membangun generasi muda Islami yang berakhlak dan berkarakter.

    Dalam sambutannya, Yusdi Irawan menekankan pentingnya pendidikan sebagai solusi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.

    “Pendidikan adalah kunci utama bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Baginya, BKPRMI memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan dan wawasan luas.

    Setelah sesi sambutan, masing-masing tim melakukan rapat koordinasi di tempat yang telah disediakan.

    Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam rakor kali ini adalah tim IT yang dikomandoi oleh Ustaz Aguk Wahyu Nuryadi selaku Biro Digital dan Media Sosial BKPRMI.

    Dalam diskusi tim IT, disepakati bahwa perlu adanya pendataan yang lebih sistematis terkait guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di seluruh Banyuwang dengan operator tetap di aplikasi Emis Kemenag sekaligus kontributor reporter website.

    Tujuan dari pendataan ini adalah agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran khususnya guru ngaji.

    Setelah pendataan di lembaga yang sudah punya ijin operator tetap yang dibekali ilmu reportase untuk menghidupkan website BKPRMI.

    Dengan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan pengelolaan data semakin akurat dan transparan.

    Setelah rangkaian rapat koordinasi selesai, kegiatan Rakerda BKPRMI Banyuwangi ditutup dengan sesi buka bersama dan pembagian sarung.

    Suasana kebersamaan dan keakraban semakin terasa, menguatkan semangat para peserta untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.

    Dengan adanya Rakerda ini, diharapkan BKPRMI Kabupaten Banyuwangi semakin solid dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kesejahteraan umat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan bersama.

  • Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hari ini, Senin, 17 Maret 2025.

    Acara ini dihadiri oleh Muspida Banyuwangi, seluruh Camat se-Banyuwangi, perwakilan kelompok masyarakat, serta perwakilan pemerintah kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Jembrana, Buleleng, dan Klungkung.

    Selain itu, melalui Zoom, acara ini juga diikuti oleh para Kepala Desa dan berbagai instansi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dr. H. Akh. Jazuli, SH., M.SI., Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Jawa Timur, hadir sebagai keynote speaker mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Dalam sambutannya, Jazuli menyoroti pertumbuhan indeks pembangunan di Jawa Timur, dengan Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang mencatat pertumbuhan ekonomi cukup baik.

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan dampak kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

    Salah satunya adalah penundaan program infrastruktur jalan senilai sekitar Rp59 miliar. Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa Dana Desa tidak terdampak kebijakan ini.

    Ia mengingatkan pemerintah desa untuk tetap berhati-hati dalam pengelolaan anggaran dan fokus pada tiga prioritas utama: pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

    Ipuk juga menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, pelestarian lingkungan, serta percepatan dan penyempurnaan digitalisasi layanan publik.

    Selain itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengimplementasikan budaya kerja BERAHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

    Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT. PLN (Persero) UP3 Banyuwangi.

    Kesepakatan ini mencakup penyediaan infrastruktur dan keandalan suplai energi listrik, serta optimasi pendapatan pajak barang dan jasa tertentu atas tenaga listrik di Banyuwangi.

    Selain itu, diluncurkan pula program kesehatan masyarakat bernama Inovasi Permata Hati.

    Program ini dirancang untuk memastikan setiap ibu yang melahirkan mendapatkan penanganan persalinan dalam 24 jam di setiap Puskesmas dan fasilitas kesehatan desa/kelurahan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Banyuwangi.

  • TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan anak usia dini melalui program “Sentuh Alamku”, sebuah metode pembelajaran berbasis stimulasi motorik yang mengintegrasikan unsur-unsur alam dalam aktivitas belajar.

    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan kasar anak melalui eksplorasi lima elemen utama: batu, kayu, pasir, air, dan angin.

    Latar Belakang Program

    Program “Sentuh Alamku” lahir dari kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih alami dan interaktif dalam mendukung perkembangan anak.

    Studi menunjukkan bahwa banyak anak usia dini mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya akibat kurangnya stimulasi yang tepat.

    Dengan pendekatan multisensorik, anak-anak diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam, sehingga dapat mengembangkan koordinasi tubuh, kreativitas, keseimbangan emosional, serta kecerdasan intelektual secara lebih optimal.

    Metode dan Aktivitas Program

    Pelaksanaan program “Sentuh Alamku” mencakup berbagai aktivitas inovatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, di antaranya:

    1. Stimulasi Gerakan Lima Jari – Latihan khusus untuk memperkuat otot tangan dan meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

    2. SPA Banata (Pijatan Relaksasi) – Terapi sederhana yang dilakukan secara berkala untuk membantu anak lebih rileks, meningkatkan fokus, dan mengurangi stress.

    3. Senam Otak dengan Angin – Aktivitas sensorik yang memanfaatkan angin sebagai elemen stimulasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.

    4. Eksplorasi Elemen Alam – Anak-anak diajak untuk bermain pasir guna melatih kreativitas, menyusun kayu untuk meningkatkan koordinasi motorik kasar, serta berinteraksi dengan air untuk memperkuat keseimbangan tubuh dan stimulasi sensori.

    Program ini juga melibatkan peran aktif orang tua melalui sesi parenting berkala yang bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan tentang perkembangan anak, sehingga pendampingan di rumah dapat selaras dengan pembelajaran di sekolah.

    Pendekatan holistik ini menjadikan “Sentuh Alamku” lebih dari sekadar program edukasi, tetapi juga sebuah langkah untuk membangun harmoni antara anak, orang tua, dan alam.

    Dampak dan Harapan

    Sejak diterapkan pada Januari 2024, program “Sentuh Alamku” telah menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti:

    • Peningkatan daya tahan tubuh anak melalui aktivitas fisik berbasis alam.
    • Perkembangan kreativitas dan eksplorasi anak yang lebih optimal.
    • Lingkungan belajar yang lebih harmonis, aktif, dan menyenangkan.

    Dengan inovasi ini, TK Muslimat NU Aliyan berharap dapat menjadi pelopor dalam penerapan metode pembelajaran berbasis alam yang efektif.

    Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan model pendidikan yang lebih alami dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

    Kepala TK Muslimat NU Aliyan, Faridatul Hasanah, S.Pd., menuturkan bahwa alam merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan banyak hal untuk anak didik yang tidak bisa digantikan dengan teknologi.

    “Alam memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Ketika anak-anak menyentuh tumbuhan, merasakan hembusan angin, atau bermain dengan air, mereka belajar tentang tekstur, gerakan, dan keseimbangan secara langsung, sehingga membangun koneksi emosional dan fisik yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak,” tutur Kepala TK Muslimat NU Aliyan.

    Lebih lanjut, Faridatul Hasanah, S.Pd., menambahkan jika metode ini dapat tidak hanya mampu membuat anak-anak menjadi kreatif, tapi juga memiliki sisi emosional yang positif dan humanis.

    “Kami yakin dan ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang sehat, harmonis, dan peduli pada alam sekitar,” tutupnya.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK dan TK Muslimat NU Aliyan, silakan hubungi melalui alamat berikut ini:

    Alamat: TK Muslimat NU Aliyan, Desa Aliyan, Dusun Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Telp/Email: 085232678357/[email protected]

    Media sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    YouTube: TK Muslimat NU Aliyan