Argumentasi merupakan salah satu keterampilan penting dalam komunikasi dan literasi ilmiah yang digunakan untuk menyampaikan pendapat secara logis dan meyakinkan.
Dengan argumentasi, seseorang dapat memberikan alasan, bukti, dan justifikasi yang mendukung atau menolak suatu gagasan, pendapat, atau pernyataan.
Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdiskusi, membuat keputusan, atau memecahkan masalah secara rasional.
Pengertian Argumentasi Menurut Para Ahli
Berbagai ahli memiliki pandangan yang beragam mengenai pengertian argumentasi, tergantung pada sudut pandang komunikasi, pendidikan, atau sains. Secara umum, argumentasi dipahami sebagai usaha untuk menyampaikan pendapat yang didukung oleh fakta, bukti, atau analisis rasional agar dapat meyakinkan lawan bicara atau pembaca. Untuk memahami lebih rinci konsep argumentasi, berikut ini beberapa pengertian argumentasi menurut para ahli.
1. Menurut Nursisto (1999: 43)
Pengertian argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
2. Menurut Keraf (2010)
Argumentasi merupakan usaha untuk mengajukan bukti-bukti atau menentukan kemungkinan-kemungkinan penyebab atau untuk menyatakan pendapat mengenai suatu hal.
3. Menurut Andriani (2018)
Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut.
4. Menurut Yan & Enduran (2008)
Argumentasi merupakan komponen penting dalam literasi ilmiah, sehingga dengan mampu berargumen secara baik peserta didik tersebut sudah mampu menguasai konsep suatu materi.
5. Menurut Simon, Erduran, & Osborne (2006)
Argumentasi merupakan proses mengumpulkan berbagai komponen yang dibutuhkan untuk membangun suatu pendapat atau argumen.
6. Menurut Dawson (2017)
Argumentasi dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat keputusan dan ilmu pengetahuan ilmiahnya.
Ciri Ciri Argumentasi
Nursisto (1999: 43) mengemukakan ciri-ciri argumentasi adalah sebagai berikut.
1) Mengandung bukti dan kebenaran.
2) Alasan kuat.
3) Menggunakan bahasa denotatif.
4) Analisis rasional (berdasarkan fakta).
5) Unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi (sedapat mungkin tidak
ada).
Indriati (2001: 79) menyatakan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Lima ciri-ciri tersebut antara lain: 1) klaim (claim), 2) bukti afirmatif (setuju) dan bukti kontradiktif (bantahan), 3) garansi/justifikasi (warrant), 4) kompromi (concessions), 5) sumber aset (reservations).









