Dalam rangka menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi guru secara lebih cepat dan efektif, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi berinovasi dengan menghadirkan pelayanan langsung ke wilayah sekolah-sekolah.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan layanan kepada guru dan tenaga kependidikan agar proses administrasi menjadi lebih efisien, hemat waktu, dan tidak mengganggu aktivitas pembelajaran di kelas

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak delapan petugas dikerahkan lengkap dengan dukungan perlengkapan teknologi informasi (IT) guna memastikan proses pelayanan berjalan optimal dan efisien.

Pada Kamis, 9 April 2026, tim dari Dinas Pendidikan kembali hadir di SMP Negeri 1 Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, untuk memberikan pelayanan langsung kepada guru dan tenaga kependidikan.

Kehadiran layanan langsung ini bertujuan meningkatkan efisiensi waktu sekaligus memudahkan proses pengurusan administrasi tanpa harus datang ke kantor dinas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Alfian, M.Pd, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai bentuk pelayanan prima yang lebih dekat dengan guru dan tenaga kependidikan, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas utama di sekolah.

“Dengan program ini kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan efisien kepada guru dan tenaga kependidikan, serta mendukung program pemerintah untuk menghemat BBM,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas layanan, program ini juga diharapkan mampu menghemat waktu dan biaya perjalanan guru, sekaligus mendukung kebijakan efisiensi energi melalui pengurangan mobilitas ke kantor dinas.

Program pelayanan langsung ini merupakan kegiatan perdana yang direncanakan berlangsung selama 10 hari, mulai 1 April hingga 13 April 2026, dengan waktu pelayanan dimulai pukul 08.00 hingga selesai. Berikut jadwal pelaksanaannya:

  • Rabu, 01 April 2026: Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi (Wilayah Banyuwangi dan Kalipuro)
  • Kamis, 02 April 2026: SMP Negeri 1 Glenmore (Wilayah Kecamatan Genteng, Kalibaru, dan Glenmore)
  • Sabtu, 04 April 2026: SMP Negeri 1 Cluring (Wilayah Kecamatan Gambiran, Cluring, dan Tegalsari)
  • Senin, 06 April 2026: SMP Negeri 1 Purwoharjo (Wilayah Kecamatan Purwoharjo dan Tegaldlimo)
  • Selasa, 07 April 2026: SMP Negeri 1 Srono (Wilayah Kecamatan Srono dan Muncar)
  • Rabu, 08 April 2026: SMP Negeri 1 Rogojampi (Wilayah Kecamatan Kabat, Blimbingsari, dan Rogojampi)
  • Kamis, 09 April 2026: SMP Negeri 1 Singojuruh (Wilayah Kecamatan Sempu, Songgon, dan Singojuruh)
  • Jumat, 10 April 2026: SMP Negeri 1 Wongsorejo (Wilayah Kecamatan Wongsorejo)
  • Sabtu, 11 April 2026: SMP Negeri 1 Siliragung (Wilayah Kecamatan Siliragung, Pesanggaran, dan Bangorejo)
  • Senin, 13 April 2026: SMP Negeri 1 Giri (Wilayah Kecamatan Giri, Glagah, dan Licin)

Program pelayanan turun ke wilayah ini juga mendapat respons positif dari para kepala sekolah dan guru.

Mereka mendorong seluruh tenaga pendidik di sekolah masing-masing agar memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal.

Plt Kepala SMP Negeri 3 Rogojampi, Hj. Sri Utami, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai sangat membantu efisiensi waktu dan tenaga, terutama bagi guru yang tidak perlu meninggalkan proses pembelajaran terlalu lama di kelas.

Hal senada disampaikan Plt Kepala SMP Negeri 1 Rogojampi, Hj. Puspitorini, S.Pd, yang menyambut baik sekolahnya dijadikan lokasi pelayanan dinas pendidikan. Ia berharap kegiatan turun ke sekolah seperti ini tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu saja.

Dukungan juga datang dari guru SD Negeri 1 Bubuk, Suprapto, S.Pd, yang merasa sangat terbantu dengan penyelenggaraan pelayanan langsung tersebut.

Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan turun ke wilayah ini memiliki akronim khusus agar lebih mudah dikenal dan akrab di kalangan guru dan tenaga kependidikan, misalnya “OSING” yang dapat dimaknai sebagai Optimalisasi Service Instansi bagi Guru.

Program inovatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan pendidikan yang lebih responsif, dekat, dan efisien bagi tenaga pendidik di Banyuwangi.

Penulis: Yeti Chotimah

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.