Dalam upaya menjaga suasana damai dan kondusif di wilayah Banyuwangi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya remaja masjid dan Lembaga TPA/TPQ untuk mengadakan kegiatan istigosah bersama di wilayah masing-masing.
Ketua DPD BKPRMI Banyuwangi, Achmad Sururuddin, SE, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan istigosah ini merupakan ikhtiar spiritual untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat ketenangan batin masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, maupun ekonomi.
“Kami mengajak seluruh DPK BKPRMI, remaja masjid, Lembaga TPA/TPQ, dan masyarakat luas untuk melaksanakan istigosah bersama sebagai bentuk doa dan harapan agar Banyuwangi tetap aman, damai, serta terhindar dari segala bentuk potensi konflik atau gejolak sosial,” ujar Achmad Sururuddin dalam keterangan resminya, Senin (1/9).
Menurutnya, istigosah tidak hanya menjadi wadah untuk memanjatkan doa, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan sinergi antar elemen masyarakat.
Kegiatan istigosah ini rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada minggu pertama bulan September 2025, dengan lokasi utama di sejumlah masjid besar serta Lembaga TPA/TPQ yang berada di bawah binaan BKPRMI.
BKPRMI juga mendorong agar kegiatan ini melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, serta aparat keamanan setempat.
Lebih lanjut, DPD BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat peran remaja masjid sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.
Program Car Free Day (CFD) di Banyuwangi mengalami dinamika yang memberi warna baru bagi UMKM.
Awalnya CFD berlangsung di Jalan Jendral Ahmad Yani, kemudian bergeser ke RTH Blambangan, lalu muncul gagasan Banyuwangi Creative Market (BCM) yang sempat bertahan sebelum pandemi.
Kini, atas kebijakan revitalisasi RTH Blambangan, CFD dikembalikan ke Jalan Jendral Ahmad Yani meski hanya sepanjang sekitar 345 meter
Surat dari Asisten Pemerintah Kabupaten mengatur agar BCM menjadi prioritas relokasi, namun hanya sebagian pelaku usaha yang bersedia pindah karena menunggu regulasi yang lebih jelas.
Sejumlah pedagang mengungkapkan harapan agar pemerintah memberi komitmen jangka panjang.
Fendi Felani yang berjualan madu, misalnya, berharap regulasi lebih transparan. Meski begitu, ia tetap senang dengan adanya dua lokasi CFD karena bisa memberi kesempatan baru bagi UMKM yang antre di BCM.
“Belum ada pihak dari manapun yang memberikan informasi secara utuh, jelas regulasi, aspek ekonomi dan berkomitmen jangka panjang kepada saya mengenai masalah ini. Kalau bagi saya pribadi, saya manut pemerintah asal jelas dan bisa berkomitmen,” ungkap Fendi Felani.
Pedagang lain, Sonhaji yang menjual tahu petis, menekankan pentingnya membuka ruang UMKM di mana pun tanpa ada penggusuran. Perihal rezeki, ia meyakini jika itu urusan Tuhan Yang Maha Esa.
“Soal rejeki, dimana kita ikhtiar itu urusan Yang Maha Kaya,” paparnya.
Sementara itu, Ulfiatuzzahroh pemilik Alfina Bakery yang menjajakan roti dan kopi merasa bersyukur bisa berjualan di wilayah tempat tinggalnya sehingga bisa memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkuat solidaritas sesama pelaku UMKM.
Bagi yang ingin memesan produk kue di Alfina Bakery, bisa langsung menghubungi nomor 081333924441 atau 081249962400.
“Kami produksi aneka kue premium dengan bahan kualitas. Ada bloeder dan tawar gandum buat yang diet. Yang biasa pesan lewat medsos, bisa ketemu koki dan pembeli,” ungkapnya sembari berdiri ditopang kruk usai kecelakaan kerja saat jadi pemateri untuk konsumen Signora di Genteng.
Di samping pelaku UMKM, yang digilir Dispendik antara lain ada karate SMPN 1 serta gerakan perpaduan pramuka, PMR, UKS, pecinta lingkungan dan literasi jurnalistik SMPN 3 Banyuwangi.
Suasana CFD juga makin meriah dengan kegiatan jalan sehat, lomba anak-anak, pertunjukan seni, hingga layanan publik dari berbagai instansi seperti Dispenduk, Dispora, dan Perpustakaan Daerah.
Sekolah-sekolah pun turut berpartisipasi, seperti karate SMPN 1 serta gerakan perpaduan pramuka, PMR, UKS, pecinta lingkungan, serta komunitas literasi jurnalistik SMPN 3 Banyuwangi.
Di sisi lain, pegiat Rumah Kebangsaan dan sejumlah tokoh masyarakat seperti Hakim Sa’id, SH, Syech H Ikrom Hasan, Andi Purnama dan Akademisi Herman juga memanfaatkan CFD sebagai ruang diskusi publik.
“Aktivitas dagang dan sosialisasi hal positif nong kene wae!” ungkap Hakim Sa’id
Sementara itu, Ketua Komunitas Gotongroyong’45, Aguk Wahyu Nuryadi, berharap semua pihak termasuk DPRD yang sudah memfasilitasi RDP bisa menyalurkan aspirasi dengan damai dan penuh kekeluargaan.
Ia menegaskan pentingnya regulasi CFD yang jelas sesuai arahan pemerintah pusat agar tidak terjadi salah tafsir, sekaligus mengajak semua pihak untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam penamaan dan konsep kegiatan.
“Bupati perlu tegaskan regulasi CFD sesuai arahan pemerintah pusat mendukung tatanan Kabupaten Sehat. Jadi ndak keblinger inovatif hingga muncul istilah community & Food Day ataupun CFD Blambangan yang jadi Banyuwangi Creative Market. Kalau bisa pakai kearifan lokal dengan bahasa daerah seperti Osing atau Jawa seperti yang ada di kampung dan deso,” ungkap aktivis yang tergabung di Forum Banyuwangi Sehat dan Forum Pembauran Kebangsaan ini.
Harapannya CFD tetap menjadi ruang yang membawa berkah bagi UMKM, mempererat persaudaraan, dan menjaga Banyuwangi tetap harum sebagai daerah yang penuh welas asih dan harmoni.
Ikhtiar agar masyarakat cerdas bermedsos di era globalisasi ini, Dinas Kominfo Jatim bersama DPRD Jatim menggelar sosialisasi Literasi Digital di Ponpes Darunnajah Tukangkayu Banyuwangi, Sabtu (30/8/25).
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S. Si, M. IP, melalui zoom meeting menyampaikan bahwa era digitalisasi di media sosial dalam menyampaikan informasi publik maupun hiburan sudah merambah seluruh sektor kehidupan dan melibatkan semua lapisan sosial ekonomi.
Maka dari itu, ikhtiar untuk menghindari dampak negatif perlu dilakukan dengan membekali masyarakat melalui literasi digital agar bisa meminimalkan dampak buruk sekaligus memetik manfaatnya.
Sementara itu, anggota DPRD Jatim dari F-PKB, Dra. Hj. Ma’mullah Harun, M. Pdi, mengungkapkan pesan dari Ketua Umum PKB H. Muhaimin Iskandar yang juga Menko.
Ia menekankan bahwa guru madrasah dan santri pondok pesantren harus melek informasi digital agar terhindar dari mudharat.
Dengan begitu, mereka bisa menyaring kecakapan digital yang bermanfaat untuk pendidikan, penguatan karakter akhlaqul karimah, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Maka hari ini gayung bersambut bisa silaturahmi sekaligus sosialisasi literasi yang di dalamnya ada membaca, mempelajari, membandingkan dengan sumber agama dan regulasi, agar kita bukan pelaku fitnah dan terhindar dari penyebaran hoaks seperti berita sesat, judi online, pornografi, maupun pembatasan penggunaan HP di keluarga kita!” imbuh putri KH Harun ini.
Tampil sebagai narasumber adalah Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, S. IP, M. IP, serta Miskawi, M. Pd, Ketua Prodi Sejarah Uniba.
Sekdin Dini, yang sejak 2004 bekerja di bagian Humas Pemkab, mengungkapkan bahwa TikTok menempati posisi teratas dalam jumlah pengguna, dan rata-rata orang memegang HP hingga tiga jam sehari.
Kehadiran media sosial, menurutnya, mendorong kinerja karena tidak harus bertemu langsung dengan perorangan atau kelompok tertentu.
“Akses informasi menjadi efektif dan mendorong partisipasi publik. Juga bisa untuk promosi dan branding, sebagaimana video maupun vlog yang menggandeng influencer, mampu membuat orang paham Banyuwangi dan pariwisata semakin maju!” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa di sisi lain, media sosial bisa menimbulkan dampak negatif berupa penyebaran kebencian, pergaulan tanpa etika, cybercrime, dan lainnya.
“Maka anak saya sekolah di pondok untuk memutus mata rantai keburukan bermedsos yang kurang bijak atau belum waktunya karena masih anak remaja!” tambahnya.
Sementara itu, Miskawi berpesan kepada guru dan orang tua agar mengontrol penggunaan HP anak maupun muridnya.
Ia mengingatkan agar selalu menyaring sebelum membagikan informasi, meneliti sumbernya, serta memperhatikan UU ITE.
“Budaya getuk tular dan gosip jangan diteruskan di medsos. Jaga kedamaian dan hindari SARA yang bisa memecah persatuan, adat, maupun adab. Bisa jadi meluasnya kerusuhan di berbagai kota yang masif juga dipicu medsos yang tidak bertanggung jawab!” tegas Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ini, seraya menekankan pula pentingnya bijak memanfaatkan AI.
Diskusi yang dipandu moderator M. Bahas Qossam Syahzindah, S. Pd, berlangsung asyik. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, baik generasi lansia yang baru memegang HP setelah pandemi covid-19, maupun generasi Z yang terjerat pinjaman online, iklan menyesatkan, hingga penipuan hacker.
Semua pertanyaan dijawab narasumber dengan berbagai pengalaman nyata yang banyak dialami masyarakat.
Dusun Prejengan 1 Desa Rogojampi merayakan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 dengan menggelar pentas seni pada Jumat, 29 Agustus, di Jalan KH Wahid Hasyim yang menghubungkan pasar dengan stasiun.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi lebih menyentuh hati ketika kru akustik Wong Osing menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dari Jamrud yang dipersembahkan khusus untuk Kepala Desa Rogojampi, Hj Siti Jamilah.
Pada bulan kemerdekaan ini, Siti Jamilah genap berusia 64 tahun. Suasana pun semakin hangat karena seluruh warga ikut bernyanyi dan mengucapkan selamat, termasuk Babhinkamtibmas dan Babinsa.
Pendukung acara yang terdiri dari koor PKK dan Posyandu turut memberikan kado berupa kue tart dan karangan bunga.
Kado tersebut diserahkan usai Kepala Desa yang kini memasuki periode ketiga kepemimpinannya, menyampaikan sambutan di panggung yang disiapkan oleh karang taruna.
Kepala Dusun Prejengan 1, Makmud Basuni (50), menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi warga serta kerja keras panitia, di antaranya H Ubay Pinky dan H Junaidi Ilyas yang berhasil mengompakkan masyarakat hingga pentas seni bisa terselenggara dengan meriah dan tertata rapi.
“Patut kita syukuri rahmat kemerdekaan ini. Warga dapat beribadah dan berkarya dengan penuh berkah,” tutur pria yang akrab disapa Pak Wo.
Ia juga memimpin hening cipta untuk para pahlawan bangsa, sekaligus mengobarkan semangat yel-yel NKRI yang berlandaskan Pancasila.
Pentas seni tersebut memanfaatkan perlengkapan sound milik warga bernama Khoiri, sementara kru Helmi Print Komputer menata audio secara digital hingga pertunjukan terdengar layaknya sebuah festival besar.
Kreasi warga tampil variatif, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi, senam kreasi bertema anak Indonesia hebat, joget emak-emak, karaoke, hingga live musik Wong Osing.
“Kami senang bisa mengisi kemerdekaan dengan gembira. Hampir sebulan kami berlatih dengan berbagai latar belakang sosial ekonomi. Semua drama dan dinamika akhirnya terbayar saat tampil di depan tamu undangan, warga, serta ditayangkan live di media sosial panitia maupun kanal YouTube Eko Ndut,” ungkap Nur dan Aas.
Mereka menambahkan, momen ini membuat warga sejenak melupakan beban sehari-hari.
“Jadi lupa utang dan masalah hidup. Terima kasih untuk semua yang sudah belajar bersama, sabar, dan nrimo, agar bisa tampil maksimal demi kampung dan bangsa. Merdeka!” tegas keduanya.
Suasana santai sekaligus penuh kegembiraan terlihat di halaman Satpas Polresta Banyuwangi, Rabu (28/7) ketika belasan kendaraan roda dua dan roda tiga milik anggota Disabilitas Motor Indonesia (DMI) serta Persatuan Sepakbola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) memasuki area pelayanan.
Sebanyak 19 orang penyandang disabilitas daksa mendapatkan pelayanan langsung dari petugas, mulai dari pengisian formulir, pelatihan aturan berkendara, hingga mengikuti ujian praktik untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) D.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama tokoh-tokoh disabilitas daksa beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sejumlah permohonan, diantaranya kemudahan pengurusan SIM D, dukungan terhadap perkembangan sepak bola amputasi Banyuwangi, serta penyuluhan untuk meminimalisasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam tindak kriminal.
Program SIBABA atau SIM Bersama Disabilitas kemudian lahir sebagai salah satu inovasi pelayanan unggulan Satpas Polresta Banyuwangi.
Dalam kesempatan itu, Kompol Elang Prasetyo selaku Kasatlantas Polresta Banyuwangi terlihat mendampingi proses ujian praktik. Ia bahkan sempat meneliti kondisi modifikasi kendaraan milik Temon, Ketua DMI.
“Perangkat kemudi disesuaikan kebutuhan kami Pak, ada tukangnya khusus,” jelas Temon saat ditanya.
Mendengar hal itu, Kompol Elang mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa fungsi kendaraan bagi para penyandang disabilitas bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penunjang pekerjaan sehari-hari.
“Karena dipakai untuk bekerja, maka SIM harus diurus dengan baik. Kami berkomitmen melayani sepenuh hati. Jangan lupa setelah urus SIM, teman-teman juga tetap taat membayar pajak kendaraan bermotor,” ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan AKP Dwi Satria Aryanto, Kanit Lantas Polresta Banyuwangi. Ia menyebut hampir setiap tahun selalu ada rekan-rekan disabilitas yang mengurus perpanjangan maupun pembuatan SIM baru.
“Kegiatan hari ini tidak lain untuk membantu saudara-saudara disabilitas. Kami memfasilitasi sepenuhnya agar mereka lebih mudah mendapatkan SIM. Satpas Polresta Banyuwangi punya program khusus yaitu SIBABA, SIM Bersama Disabilitas,” kata Satria.
Ucapan terima kasih datang dari Hasyim Mahmud, Ketua Persawangi yang merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan hingga para anggotanya bisa menyelesaikan ujian praktik.
“Terima kasih Bapak Kapolresta dan Satpas Polresta Banyuwangi, kami dibantu sampai lulus ujian praktek,” ujarnya penuh sukacita.
Perlu diketahui, sebagian besar kendaraan modifikasi milik penyandang disabilitas tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, melainkan juga sebagai sarana mencari nafkah.
Beberapa di antaranya berprofesi sebagai penjual gas, air isi ulang, ayam, ikan segar, dan berbagai usaha lainnya. Karena itu, kemudahan dalam mengurus SIM menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi mereka.
AKP Dwi Satria Aryanto menutup dengan sebuah harapan. “Semoga dengan memiliki SIM D, saudara-saudara disabilitas dapat lebih berhati-hati dalam berkendara serta senantiasa menaati aturan lalu lintas,” pungkasnya.
Warga Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, menggelar kegiatan jalan sehat dan bazar UMKM pada Minggu (24/8/2025). Acara yang dipusatkan di Balai Desa Rogojampi itu berlangsung meriah dengan partisipasi ribuan warga.
Kegiatan ini digagas oleh pemuda Gang Kauman Dusun Krajan dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Rogojampi dan Pemuda ARGATI (Arek Gang Melati) Dusun Krajan.
“Acara jalan sehat dan bazar UMKM ini bertujuan untuk memperingati HUT ke-80 RI. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemdes Rogojampi atas bantuan dan fasilitas yang luar biasa sehingga kegiatan ini bisa berjalan sukses,” ujar Lantra, Ketua Panitia.
Panitia mencatat sekitar 2.000 tiket jalan sehat terjual. Peserta tidak hanya berasal dari Dusun Krajan, tetapi juga dari Dusun Rogojampi Utara, Prejengan 1 dan 2, Maduran, Lugonto, serta sejumlah perumahan di wilayah Krajan.
Bahkan, beberapa warga dari Parijatah (Kecamatan Srono), Sukojati (Kecamatan Blimbingsari), hingga Banyuwangi Kota turut ambil bagian.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MWC NU Rogojampi, Ainur Rofiq. Tepat pukul 07.00 WIB, Kepala Desa Rogojampi, Hj. Siti Jamilah, secara simbolis melepas peserta jalan sehat melalui pemotongan pita. Ia didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kepala dusun setempat.
Adapun rute jalan sehat dimulai dari Balai Desa Rogojampi menuju Perumahan Adimas, Gang Ampera, Gang Melati, lalu kembali ke balai desa. Antusiasme warga terlihat sepanjang perjalanan.
Sebelum pengundian hadiah, peserta mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran. Acara semakin meriah dengan penampilan tari-tarian dari anak-anak Dusun Krajan, serta penyerahan kenang-kenangan dari ketua panitia kepada Kepala Dusun Krajan.
Pada kesempatan itu, warga juga memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kepala Desa Rogojampi yang genap berusia 65 tahun.
Puluhan hadiah dibagikan kepada peserta, dengan hadiah utama berupa mesin cuci dan sofa pojok.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan sponsor, diantaranya TJ Center, Yashira, PUDAM, Klinik Namira, Mahayasa Grup, Tombo Luwe Cafe, Londo Royale Cafe, Yandita Computer Center, Bintang Surya, Akasia Brewing House, Pegadaian, dan INET Media.
Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat digelar setiap tahun sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Puncak tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Darunnajah Banyuwangi berlangsung meriah dengan Family Day bertema “Bersatu Membangun Generasi Berprestasi Menuju Darunnajah Maju dan Islami”.
Kegiatan ini digelar di halaman depan Masjid Pondok Pesantren Darun Najah pada Sabtu, 23 Agustus 2025.
Pengurus yayasan, H. Abdul Aziz, menyampaikan rasa syukur atas rahmat Allah berupa kemerdekaan bangsa dan negara.
Ia juga terharu melihat kekompakan warga madrasah MI 1 dan 2 serta MTs Darun Najah yang beralamat di Jalan KH Harun Tukang Kayu.
“Semoga kebersamaan penuh kebahagiaan hari ini berlanjut hingga di akhirat kelak,” ungkapnya, yang diamini oleh sekitar seribu peserta.
Acara panggung diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu Ummi Hawa, siswi kelas 6 MI Darunnajah II yang berprestasi.
Setelah itu ditampilkan beragam ekspresi seni, mulai dari paduan suara yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari Merdeka hingga berbagai ekstrakurikuler siswa.
Suasana semakin khidmat saat Ustadz Nasrudin memimpin doa tahlil untuk para syuhadak bangsa, mujahid pondok, serta para guru yayasan yang telah mendahului.
Jalan sehat menjadi salah satu agenda utama. Dra. Hj. Ma’mullah Harun, M.Pd.I., anggota DPRD Jawa Timur, berkenan memberangkatkan peserta dengan tiga kali lantunan sholawat.
Musik rancak marching band Gita Nada MTs Darun Najah memimpin barisan yang menempuh rute sekitar dua kilometer mengitari area yayasan.
Kreativitas tiap kelas ditampilkan melalui kafilah bernuansa merah putih, yang dinilai oleh tiga kepala madrasah yaitu Andi Nurhidayat, S.Pd., Majidatul Himmah, S.Pd.I., dan Sri Suci Dewi Wulandari, S.Pd.
Kemeriahan acara semakin terasa berkat panduan Umi Kulsum yang penuh keceriaan.
Berbagai doorprize dibagikan melalui kupon sedekah, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, mesin cuci, kompor gas, hingga kipas angin.
Hadiah tersebut merupakan persembahan sponsor dari BPR Jatim, Suzuki, pihak yayasan, alumni, serta dukungan berbagai mitra.
Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Sobo yang dipimpin langsung oleh Hj. Yulianingsih, Ketua IBI.
Di area bazaar, paguyuban kelas turut menghadirkan aneka produk UMKM sehat, murah, dan halal.
Ketua panitia yang juga Ketua Dewan Komite, Bunda Nurul Karimah, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak.
“Matur nuwun atas partisipasi semua pihak. Semoga kita senantiasa penuh keimanan, sehat, serta diberkahi rezeki yang halal dan thoyib,” ungkapnya.
Ragam keunikan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di seluruh penjuru tanah air.
Salah satunya tampak di halaman Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (17/08).
Suasana berbeda terasa sejak pagi karena seluruh rangkaian upacara kemerdekaan diisi oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, MI, MTs, hingga melibatkan orang tua wali murid sebagai bagian dari petugas dan pengisi acara.
Acara diawali dengan senam bersama bertajuk Senam 7 Kebiasaan Anak Sehat Indonesia.
Puluhan anak TK tampil lincah di hadapan tamu undangan dan seluruh peserta upacara.
Suasana menjadi riuh penuh keceriaan, menandai semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh generasi remaja, melainkan juga sudah dikenalkan sejak usia dini.
Memasuki prosesi upacara, para siswa MI tampil percaya diri dengan membawa alat musik drumband yang mengiringi langkah peserta memasuki lapangan.
Pasukan pengibar bendera juga dipercayakan kepada siswa MI yang berbaris rapi mengawal Sang Merah Putih.
Sementara itu, tugas sebagai petugas upacara diambil alih oleh para siswa MTs yang memimpin jalannya jalur komando dengan penuh disiplin.
Yang tak kalah menarik adalah paduan suara yang tampil penuh semangat. Bukan dari siswa, melainkan dari para ibu anggota paguyuban wali murid Syamsul Huda.
Dengan gaya khas emak-emak Indonesia, suara lantang mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan deretan lagu perjuangan menjadi daya tarik tersendiri.
Kehadiran para orang tua tidak hanya menambah semarak, tetapi juga memperlihatkan dukungan kuat keluarga dalam menanamkan nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Usai upacara, suasana perayaan tidak berhenti. Halaman sekolah kembali dipenuhi kegembiraan dengan penampilan tari tradisional Burdah yang dibawakan secara anggun, menampilkan kekayaan seni budaya Islami yang masih lestari di Banyuwangi.
Sebagai penutup, sebuah pementasan teater digelar dengan mengangkat kisah perjuangan rakyat di era perang kemerdekaan.
Adegan demi adegan membawa penonton seolah kembali ke masa lampau, merasakan bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Mustain, S.Pd, Kepala MTs Syamsul Huda sekaligus pembina upacara, dalam amanatnya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang refleksi.
Ia menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, melanjutkan semangat juang para pendahulu melalui dedikasi di dunia pendidikan.
Dengan perpaduan antara disiplin upacara, semangat seni budaya, dan partisipasi penuh seluruh unsur sekolah hingga orang tua, perayaan HUT ke-80 RI di Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan menjadi salah satu contoh bagaimana nilai kebangsaan dapat ditanamkan dengan cara yang unik sekaligus menyenangkan.
Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Rogojampi berlangsung khidmat pada Minggu pagi (17/8) di Lapangan Lugjag.
Ratusan peserta dari berbagai unsur mulai dari pelajar SD, MI, SMP, SMA/SMK, ASN, perangkat desa, Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar turut hadir memadati lapangan upacara.
Suasana nasionalisme terasa sejak pagi ketika barisan peserta telah rapi berdiri dengan penuh semangat.
Hal menarik yang menjadi sorotan utama adalah penampilan Pasukan Polisi Cilik (Pocil) MI Islamiyah Rogojampi yang tampil sebagai pengisi acara pembuka.
Meski sempat mengalami kendala teknis pada sistem suara, anak-anak Pocil tetap fokus dan berhasil menyelesaikan formasi dengan baik tanpa melakukan kesalahan. Tepuk tangan meriah pun diberikan oleh para hadirin.
Selain Pocil, perhatian juga tertuju pada tim paduan suara dari SMP Negeri 1 Rogojampi.
Dengan persiapan singkat hanya tiga hari, mereka sukses membawakan lagu wajib seperti Tanah Air dan 17 Agustus, serta tambahan hiburan bernuansa lokal seperti Padang Ulan dan Cinta Merah Jambu.
Pelatih paduan suara, Fenty, mengungkapkan bahwa latihan difokuskan pada menjaga kualitas suara.
“Anak-anak hanya berlatih menjaga stamina dan kestabilan suara. Alhamdulillah, dengan persiapan singkat mereka bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Puncak upacara terjadi saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Tak hanya peserta upacara yang memberikan penghormatan, tetapi juga masyarakat sekitar.
Para pengendara motor yang melintas berhenti sejenak untuk ikut menghormat, sementara pedagang di sekitar lokasi turut berdiri tegak sebagai bentuk penghormatan.
Momen ini membuat suasana semakin haru dan penuh kebanggaan. Rasa cinta tanah air benar-benar terasa, seakan seluruh elemen masyarakat menyatu dalam satu semangat kemerdekaan.
Drum band dari SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi juga menambah kemeriahan jalannya upacara, sementara barisan Pocil dan paduan suara menjadi simbol pembinaan generasi muda.
Para tokoh agama, pejabat Muspika, kepala desa, hingga warga biasa ikut serta menjaga kekhidmatan jalannya peringatan hari bersejarah ini.
Upacara HUT ke-80 RI di Rogojampi menjadi bukti kuat bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar.
Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua menunjukkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Banyuwangi sering disebut sebagai “Sunrise of Java” karena lokasinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa.
Kabupaten ini tidak hanya terkenal dengan pesona Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, dan Taman Nasional Alas Purwo, tetapi juga dengan keragaman budayanya.
Tidak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, Banyuwangi semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan banyaknya destinasi wisata, tentu memilih hotel yang tepat menjadi hal penting agar liburan atau perjalanan bisnis terasa lebih nyaman.
Ada banyak pilihan hotel di Banyuwangi, mulai dari resort mewah di tepi pantai hingga hotel modern di pusat kota.
Masing-masing menawarkan keunikan tersendiri, baik dari segi lokasi, fasilitas, maupun atmosfer yang disajikan.
Rekomendasi Hotel di Banyuwangi
Berikut beberapa rekomendasi Banyuwangi hotel yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan perjalananmu.
1. Dialoog Banyuwangi
Dialoog Banyuwangi (dialooghotels)
Dialoog Banyuwangi adalah hotel tepi laut yang menghadirkan suasana santai dan modern. Hotel ini terletak di Jalan Yos Sudarso, Sukowidi, Kalipuro, Banyuwangi.
Lokasinya berada tepat di pinggir pantai, sehingga setiap tamu bisa menikmati panorama Selat Bali dari balkon kamar atau area kolam renang.
Kamar-kamarnya didesain minimalis dengan dominasi warna netral, menciptakan nuansa tenang dan elegan.
Fasilitas utama yang paling menonjol adalah infinity pool menghadap laut, spa dengan layanan profesional, restoran yang menyajikan hidangan lokal maupun internasional, serta beach bar untuk bersantai sore hari.
Dialoog sangat cocok untuk pasangan yang sedang honeymoon atau siapa saja yang ingin merasakan pengalaman menginap eksklusif dengan nuansa resort butik.
Banyak wisatawan menjadikannya pilihan utama untuk staycation mewah di Banyuwangi.
2. Ketapang Indah Hotel
Ketapang Indah Hotel (Booking.com)
Jika mencari suasana resort tropis dengan taman hijau luas, Ketapang Indah Hotel bisa menjadi pilihan tepat.
Hotel ini berada di Jl. Gatot Subroto KM 6, Banyuwangi dan lokasinya cukup dekat dengan Pelabuhan Ketapang, pintu penyeberangan menuju Bali.
Hotel ini berdiri di atas lahan yang lapang dengan pepohonan rimbun dan taman yang asri.
Setiap kamar memiliki teras dengan pemandangan kebun, sehingga memberi nuansa alami yang jarang ditemui di hotel perkotaan.
Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang besar, restoran dengan menu Nusantara dan internasional, ruang bermain untuk anak, hingga perpustakaan mini.
Ketapang Indah sangat cocok untuk keluarga maupun rombongan besar karena areanya luas dan nyaman. Suasana resort ini juga membuat banyak tamu merasa betah untuk tinggal lebih lama.
3. Kokoon Hotel Banyuwangi
Kokoon Hotel Banyuwangi (Kokoon)
Kokoon Hotel berada di lokasi strategis, yaitu Jl. Raya Jember KM 7, Krajan, Dadapan, Kabat, Banyuwangi.
Hotel berbintang empat ini menawarkan perpaduan antara kenyamanan modern dan pelayanan ramah khas Banyuwangi.
Desainnya elegan dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang outdoor, gym, spa, lounge, serta ballroom yang bisa digunakan untuk pertemuan maupun acara besar.
Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas modern, dari televisi layar datar hingga kamar mandi bergaya kontemporer.
Hotel ini cocok untuk pebisnis maupun wisatawan yang ingin memiliki “markas” nyaman di tengah kota. Lokasinya juga memudahkan akses ke bandara, pelabuhan, maupun pusat kuliner Banyuwangi.
4. Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center
Aston Banyuwangi Hotel (Traveloka)
Untuk perjalanan bisnis atau acara besar, Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center merupakan pilihan yang banyak direkomendasikan.
Hotel ini berlokasi di Jl. Brawijaya, Mojopanggung, Giri, Banyuwangi. Dengan standar jaringan hotel internasional, Aston menawarkan fasilitas konferensi modern dan pelayanan profesional.
Selain ruang rapat dan ballroom yang luas, hotel ini juga memiliki kolam renang, rooftop restaurant dengan pemandangan kota, serta kamar yang nyaman untuk beristirahat setelah kegiatan padat.
Interiornya modern dengan sentuhan elegan, cocok bagi mereka yang ingin menggabungkan urusan bisnis dengan liburan singkat.
5. ILLIRA Hotel Banyuwangi
ILLIRA Hotel Banyuwangi (Booking.com)
ILLIRA Hotel beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 81–83, Kalipuro, Banyuwangi.
Lokasinya berada di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, sehingga sangat strategis bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Bali.
Hotel ini menonjol dengan arsitektur modern dan lobi tinggi yang elegan.
Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang outdoor, pusat kebugaran, bar, restoran, hingga layanan antar-jemput bandara.
Kamarnya luas dengan jendela besar yang memberikan cahaya alami.
ILLIRA cocok untuk wisatawan yang membutuhkan akses cepat, terutama mereka yang bepergian antar-pulau atau sekadar singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali.
6. Hotel Santika Banyuwangi
Hotel Santika Banyuwangi (tripadvisor)
Terletak di pusat kota, Hotel Santika Banyuwangi berada di Jl. Letjen S. Parman No. 15, Banyuwangi.
Hotel ini memadukan kenyamanan bisnis dengan sentuhan tradisional Nusantara, sesuai dengan ciri khas jaringan Santika.
Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, spa, restoran dengan menu Indonesia autentik, serta ruang pertemuan.
Suasananya lebih formal dibanding resort, sehingga cocok bagi tamu yang mengutamakan efisiensi dan kedekatan dengan pusat pemerintahan maupun kawasan bisnis di Banyuwangi.
Bagi pelancong yang lebih suka menginap di hotel dengan layanan praktis namun tetap hangat, Santika menjadi opsi yang tepat.
7. éL Hotel Royale Banyuwangi
éL Hotel Royale Banyuwangi (Booking.com)
éL Hotel Royale terletak di Jl. Raya Jember KM 7, Dadapan, Kabat, Banyuwangi, berdampingan dengan Banyuwangi Park.
Hotel ini terkenal dengan area kolam renang luas dan fasilitas rekreasi yang ramah keluarga.
Kamar-kamarnya dirancang modern dengan fasilitas standar hotel berbintang empat.
Restoran di dalam hotel menyajikan berbagai pilihan menu, sementara taman di sekitar hotel membuat suasana lebih segar.
Karena lokasinya dekat dengan taman rekreasi, éL Hotel sangat disukai keluarga yang membawa anak-anak.
Itulah beberapa rekomendasi hotel yang bisa kamu pilih sesuai dengan gaya kebutuhan, anggaran, dan tujuan utama berkunjung ke Banyuwangi.