Tag: banyuwangi

  • Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Desa Karangrejo di Kecamatan Blimbingsari memiliki salah satu daya tarik yang membedakannya dari desa lain, yakni keberadaan perpustakaan desa dengan koleksi yang lengkap dan terawat.

    Perpustakaan yang dikenal dengan nama Perpustakaan Cendana ini setiap hari selalu ramai dikunjungi warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang untuk membaca atau sekadar mencari inspirasi dari buku yang tersedia.

    Koleksi buku di Perpustakaan Cendana sangat beragam. Tidak hanya buku bacaan umum, tetapi juga terdapat buku-buku tentang usaha dan pengembangan keterampilan.

    Hal ini membuat perpustakaan benar-benar menjadi sarana belajar sekaligus ruang berbagi pengetahuan bagi masyarakat Karangrejo.

    Kepala Desa Karangrejo, Subandriyo, menuturkan bahwa keberadaan perpustakaan ini menjadi kebanggaan seluruh warga.

    Kepala Desa Karangrejo
    Subandriyo, Kepala Desa Karangrejo

    “Perpustakaan ini bisa berdiri kokoh berkat kerja sama semua pihak. Perangkat desa dan masyarakat sama-sama menjaga dan menghidupkan. Kolaborasi adalah kunci utama keberhasilannya,” ucapnya.

    Sekretaris Desa Karangrejo, Abdul Haris, juga menambahkan pentingnya keberadaan perpustakaan ini.

    “Di sini ada berbagai jenis buku, termasuk buku tentang usaha. Harapannya, ketika masyarakat membaca, mereka bisa mendapatkan ide dan semangat baru untuk mencoba hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

    Perpustakaan Cendana tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga telah mengukir prestasi.

    Tahun ini, perpustakaan desa Karangrejo berhasil masuk enam besar dalam ajang Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (APPPU) Terbaik Desa tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan desa ini terus berkembang dan mampu bersaing di level provinsi.

    Pemerintah Desa Karangrejo berharap perpustakaan yang telah menjadi kebanggaan bersama ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempertahankan prestasi yang pernah diraih.

  • Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Pemerintah Desa Karangrejo bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat serta Rumah Desa Sehat (RDS) pada Rabu (10/9).

    Pertemuan ini dihadiri Kepala Desa Karangrejo Subandriyo, Sekretaris Desa Abdul Haris, Kepala Puskesmas Blimbingsari Indah Swartiningtyas, SST, Bd, M.Kes, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS) Bung Aguk, dan Kasie PMK Kecamatan Blimbingsari Abdul Aziz, S.H., M.H.

    Agenda utama rapat adalah penyusunan program kegiatan tahun 2026 dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, anak, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

    Kepala Desa Karangrejo Subandriyo dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari setiap program dan menekankan perlunya kolaborasi antar pihak agar setiap kegiatan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Kita harus kerja cepat, cerdas, dan tanggap. Setiap tim wajib memahami fungsi dan tugasnya masing-masing. Kolaborasi antar pihak tidak boleh berhenti supaya semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Subandriyo.

    Evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat Kecamatan Blimbingsari

    Sementara itu, Aziz Kasi PMK Kecamatan Blimbingsari menjelaskan bahwa RDS (Rumah Desa Sehat) merupakan wadah berkumpulnya seluruh pelaku kesehatan desa sekaligus tempat Koordinasi dan evaluasi berbagai program Kesehatan serta Penyusunan Program Kegiatan untuk Tahun selanjutnya.

    Ia mengimbau agar rapat koordinasi dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

    Beberapa aspek yang menjadi perhatian Pokja Desa Sehat antara lain penyelenggaraan pasar rakyat sehat, penataan lingkungan bebas sampah dan semak belukar, kerja bakti membersihkan parit dan selokan, serta kegiatan senam bersama.

    “RDS ini wadah strategis untuk membicarakan masalah kesehatan desa. Jadi rapat semacam ini dilakukan setiap tiga bulan sekali agar capaian lebih terukur. Kita bisa fokus pada kegiatan nyata, seperti penataan lingkungan bebas sampah, kerja bakti membersihkan parit, dan juga senam bersama,” jelas Aziz.

    Narasumber berikutnya, Bung Aguk, memberikan arahan terkait kendala kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dari pelaku lapangan agar setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi.

    Disampaikan pula bahwa identitas kader seperti seragam, rompi, atau pin diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab.

    Tak hanya itu, Bung Aguk juga menyoroti kendala yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung antara kader lapangan dengan pihak desa.

    “Kalau ada masalah di lapangan, jangan menunggu. Segera sampaikan agar bisa cepat dicari solusinya,” papar Bung Aguk.

    Kepala Puskesmas Blimbingsari, Indah, menekankan bahwa program desa sehat bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ia mengungkapkan adanya peningkatan kasus gangguan mental di masyarakat sehingga puskesmas menyediakan layanan dan obat-obatan untuk penanganannya.

    Ia juga menyoroti prestasi Kecamatan Blimbingsari yang berhasil mempertahankan status zero stunting dan zero AKI.

    Selain itu, Indah memperkenalkan program baru PERMATA HATI berupa layanan persalinan rawat jalan yang dapat diakses 24 jam.

    Bagi pemilik BPJS layanan ini gratis, sementara masyarakat tanpa BPJS bisa mengajukan bantuan melalui aplikasi SIKS-NG dengan pendampingan operator desa.

    “Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik. Kami sudah menyiapkan layanan serta obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Blimbingsari berhasil mempertahankan status zero stunting, ini prestasi yang harus kita jaga bersama,” ujar Indah.

    Sekretaris Desa Abdul Haris menutup rapat dengan menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan kader desa.

    Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengajak kader berwisata sambil belajar mengenai lingkungan sehat.

    Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Desa Karangrejo bersama pihak terkait berharap dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan program yang lebih efektif untuk mewujudkan masyarakat desa yang sehat, baik jasmani maupun rohani.

  • Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi Siapkan Generasi Sosiopreneur

    Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi Siapkan Generasi Sosiopreneur

    Pandemi Covid-19 melahirkan beragam cara dan kebijakan keluarga dalam menghadapi dampaknya.

    Salah satunya adalah keluarga Hj. Suwati Maimunah yang mendirikan Yayasan Bakti Imamudin Zaini (BIZ) dengan kantor pusat di Tebet, Jakarta.

    Dari yayasan ini kemudian lahir panti asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Tumbuh untuk membantu anak yatim dan dhuafa yang terdampak pandemi, ketika banyak orang kehilangan keluarga dan perekonomian lumpuh.

    Yayasan BIZ yang memiliki legalitas AHU 0001704.AH.01.04 mempercayakan kepemimpinan kepada Muhammad Zen Rahman sebagai ketua. Sedangkan Rahmat Erlambang dan S. Sri Utami menjalankan peran sebagai ayah bunda bagi tujuh anak asuh.

    LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi

    Anak-anak ini bersekolah di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari SDN 4 Rogojampi, SMP Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah 6, hingga SMAN 1 Rogojampi.

    Sejumlah prestasi pun diraih, di antaranya juara dua hafidz tingkat Jawa Timur dan juara lomba baca puisi tingkat Kabupaten Banyuwangi.

    Melalui Rumah Tumbuh, Yayasan BIZ berkomitmen menyiapkan generasi muda sebagai penerus peradaban dengan mengembangkan potensi berbasis agama dan ilmu pengetahuan umum.

    “Setelah gembleng anak asuh bersama dewan assatidz selama 3 tahunan di rumah yang berlokasi di Krajan Utara Desa Rogojampi, Alhamdulillah hari ini bisa menempati bangunan dan tanah di Desa Gitik Kecamatan Rogojampi di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan agenda ‘ngebangi’. Mohon doa dan dukungan tetangga serta ara dermawan semua,” ungkap Rahmat Erlambang, yang juga merupakan guru kewirausahaan.

    Erlambang juga memperkenalkan jajaran asatidz yang mengampu berbagai bidang, seperti bahasa Inggris, pemahaman Al-Qur’an, tilawah, public speaking, praktik ibadah, kewirausahaan, serta adab dan sopan santun.

    Dalam peresmian tersebut, Ustadz Lukman Sahid menyampaikan kultum dengan mengutip Surat Al-Ma’un yang menegaskan pentingnya perhatian pada anak yatim dan fakir miskin. Acara ditutup doa oleh Ustadz Makmun.

    Kepala Desa Gitik, Hamzah, yang ikut berjamaah salat Magrib sekaligus menyambut keberadaan LKSA Rumah Tumbuh di wilayahnya, menyampaikan rasa syukur. Ia berharap keberadaan Rumah Tumbuh bisa membawa berkah serta menjalin sinergi dengan pemerintah desa. Selain itu, ia berjanji akan membantu memfasilitasi urusan kelembagaan LKSA ke dinas sosial.

  • Koppiwangi Tanamkan Nilai Anti-Bullying Sejak Dini di SDN 1 Kemiren

    Koppiwangi Tanamkan Nilai Anti-Bullying Sejak Dini di SDN 1 Kemiren

    Koppiwangi, sebuah organisasi yang peduli dengan pendidikan anak-anak, mengadakan sosialisasi anti-bullying di SDN 1 Kemiren, Kecamatan Glagah, pada hari ini, Selasa (9/9).

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya bullying dan cara mencegahnya.

    Sosialisasi ini diikuti oleh siswa-siswa SDN 1 Kemiren dan dihadiri oleh guru-guru. Dalam kegiatan ini, Koppiwangi menyampaikan materi tentang definisi bullying, dampak negatif bullying, dan cara mencegah bullying.

    Sosialisasi anti bullying Koppiwangi di SDN 1 Kemiren

    “Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, siswa-siswa SDN 1 Kemiren dapat memahami bahaya bullying dan cara mencegahnya, sehingga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Mujiono,SH dari perwakilan Koppiwangi, yang juga berprofesi sebagai advokat.

    Kegiatan ini disambut baik oleh siswa-siswa dan guru-guru SDN 1 Kemiren. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang anti-bullying.

    “Kami atas nama sekolah mengucapkan terimakasih kepada Bapak Mujiono bersama tim Koppiwangi atas kehadirannya di SDN 1 Kemiren berbagi ilmu dan memberikan pemahaman kepada anak-anak didik kami tentang bullying semoga kedepannya bisa berkolaborasi lagi,” ujar Ebry selaku perwakilan guru.

    Dengan adanya kegiatan ini, Koppiwangi berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa-siswa SDN 1 Kemiren.

  • Pasar Murah Kampung Soerangganti Hadirkan UMKM Berdaya dan Warga Bahagia

    Pasar Murah Kampung Soerangganti Hadirkan UMKM Berdaya dan Warga Bahagia

    Antusiasme warga Dusun Lateng, Desa Gladag, sangat tinggi saat Program Pasar Murah Ketahanan Pangan digelar pada Sabtu malam (06/09/2025).

    Program yang diinisiasi oleh Roemah Jasmine ini mengusung tagline “Dari Rakyat, Bareng Rakyat, Untuk Rakyat” dan langsung diserbu pengunjung begitu area dibuka pukul 19.00 WIB.

    Pasar Murah menyediakan berbagai kebutuhan warga, mulai dari produk sandang, pangan, papan, hingga jajanan murah.

    Di antaranya ada pakaian, bahan pokok (sembako), sayuran, buah-buahan, dan aneka produk UMKM. Semua barang dibanderol dengan harga lebih ekonomis dibanding harga pasaran.

    “Belum mulai saja sudah ramai. Begitu dibuka, banyak stand langsung habis diserbu warga,” ujar salah satu panitia sambil tersenyum melihat ramainya pengunjung.

    Pasar Murah Kampung Soerangganti

    Program ini juga memberikan keuntungan tambahan bagi pembeli. Setiap transaksi minimal Rp25.000 akan mendapatkan voucher belanja yang bisa digunakan kembali untuk membeli produk lain, berlaku kelipatan.

    “Belanja murah, dapat barang, masih dapat voucher. Pokoknya untung banget,” ungkap Cici, salah satu warga yang ikut berbelanja.

    Menurut koordinator program, Rita Yuli, tujuan utama Pasar Murah bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga membuka ruang usaha bagi UMKM lokal.

    “Kami ingin pelaku UMKM bisa punya tempat menjual produknya, sementara masyarakat bisa belanja dengan harga ekonomis namun tetap berkualitas,” jelasnya.

    Pasar Murah rencananya akan diadakan rutin setiap hari Sabtu malam. Selain itu, panitia juga membuka donasi dari para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun untuk masyarakat.

    Warga pun menyambut positif keberadaan Pasar Murah ini. “Kalau bisa jangan hanya sekali seminggu, tapi lebih sering. Barangnya segar, murah, dan dekat dari rumah. Sangat membantu warga,” kata salah satu warga Kampung Soerangganti.

    Dengan tingginya animo masyarakat, Pasar Murah Ketahanan Pangan ini diharapkan terus berlanjut sebagai solusi belanja murah, berkualitas, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM di wilayah Lateng desa Gladag Rogojampi.

    Penulis: Andi BS

  • Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Suasana penuh khidmat menyelimuti musala Baitur Rohman, Rogojampi, pada Kamis (4/9/2025) malam yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Takmir Musala bersama warga sekitar menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB.

    Acara tersebut dihadiri oleh jamaah Musala Baitur Rohman, para undangan, serta warga Gang Keramat Dusun Krajan yang sejak dahulu rutin menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi setiap tahun.

    Tradisi ini menjadi wujud kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    Sejak sore, jamaah mulai berdatangan dengan membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur yang kemudian ditaruh di judang (tempat khusus yang telah disiapkan panitia).

    Suasana menjadi meriah sekaligus sakral, karena setiap hidangan yang dibawa bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol berbagi rezeki dan kebersamaan.

    Puncak acara ditandai dengan lantunan sholawat dan pembacaan Tibak Maulid dari kitab Al-Barzanji yang dipimpin oleh jamaah Asrokol.

    Suara syahdu lantunan sholawat bergema memenuhi musala, membuat jamaah larut dalam rasa syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jamaah yang hadir memenuhi seluruh ruangan Musala Baitur Rohman hingga ke pelataran luar. Dengan penuh kekhusyukan, mereka bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah.

    Sesekali panitia membagikan kembang telur serta asahan atau kotakan berisi makanan kepada para jamaah, menambah suasana akrab dan penuh kehangatan.

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Takmir Musala Baitur Rohman menyampaikan sambutan yang mengingatkan kembali makna penting meneladani Rasulullah SAW. Ia mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita berdoa agar selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar, sehingga tahun depan kita bisa kembali bertemu di bulan maulid yang penuh berkah ini,” ucapnya yang diamini seluruh jamaah.

    Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan sebagai penutup peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan penuh makna.

    Tradisi peringatan Maulid Nabi di Musala Baitur Rohman Rogojampi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol nyata kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.

    Melalui acara tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat persaudaraan antarumat Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.

    Dengan berakhirnya acara, jamaah pulang membawa kebahagiaan dan semangat baru untuk meneladani Rasulullah SAW dalam setiap langkah kehidupan.

    Penulis: Andi BS

  • Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Miftahul Janah, Rogojampi, pada Jumat (5/9/2025) yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menggelar acara tahunan secara tradisional sejak pukul 06.00 WIB dengan penampilan hadrah sholawat.

    Acara tersebut dihadiri para alim ulama, habaib dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Kehadiran mereka bersama jamaah Masjid Miftahul Janah menambah semarak dan keberkahan suasana.

    Dengan mengusung tema “Raih Berkah dengan Meneladani Sifat Mulia Rasulullah”, panitia menghadirkan penceramah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf dari Parijatah. Beliau dikenal sebagai salah satu habaib muda yang aktif berdakwah dan dekat dengan jamaah.

    Seperti tradisi setiap tahun, warga Kauman Dusun Krajan datang membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur. Semua itu kemudian ditata di judang yang telah dipersiapkan panitia.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Tahun ini, jamaah yang hadir terlihat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh ruangan masjid hingga serambi dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua.

    Lantunan bacaan sholawat bergema syahdu diiringi musik hadrah. Para habaib memimpin pembacaan Simtud Duror yang diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan. Suasana semakin mengharukan ketika memasuki bagian Mahalul Qiyam.

    Pada momen itu, panitia membagikan kembang telur kepada jamaah. Tidak kurang dari 1.000 butir telur habis dibagikan, menjadi simbol kebahagiaan dan berkah dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.

    Setelah Mahalul Qiyam, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Perwakilan panitia kemudian menyampaikan sambutan dengan mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar perwakilan panitia menutup sambutannya.

    Acara inti yaitu mauidhoh hasanah disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf. Dalam ceramahnya, beliau menuturkan keistimewaan kelahiran Rasulullah SAW serta peran besar beliau sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Habib Ali juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya nabi yang akan memberikan syafaat kepada umatnya kelak di akhirat.

    “Sejak hidup hingga wafat, Rasulullah tidak pernah berhenti memikirkan umatnya. Maka sudah sepatutnya kita meneladani sunnah beliau. Apa yang diajarkan Rasulullah hendaknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Habib Ali dalam mauidhoh hasanahnya.

    Rangkaian acara ditutup dengan ramah-tamah. Panitia membagikan konsumsi dan ancak yang telah disiapkan kepada seluruh jamaah yang hadir. Suasana keakraban terlihat jelas ketika jamaah saling berbagi makanan sembari bercengkerama.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Janah Rogojampi tahun ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi momentum mempertebal kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Penulis: Andi BS

  • Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi, Takmir Gelar Tradisi Kembang Ndog dan Screening Ogoh-ogoh

    Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi, Takmir Gelar Tradisi Kembang Ndog dan Screening Ogoh-ogoh

    Memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Takmir Masjid Besar Baiturrohiem Rogojampi menggelar tradisi nasi ancak dan kembang ndog-ndogan pada Jumat (5/9/25) pagi, tepat 12 Rabiul Awal.

    Acara dimulai dengan pembacaan kitab berjanji, sholawatan, serta asyrokal yang disiarkan secara langsung melalui Baiturrohiem TV oleh kru Remas dan Pondok Pesantren Shafina Sritanjung.

    Ketua Takmir, Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menyambut kelahiran insan kamil Al Amin dengan penuh kegembiraan, semata-mata karena cinta kepada Rasulullah dan harapan memperoleh syafa’at serta pengakuan sebagai umat beliau.

    Lukman menambahkan bahwa untuk menjaga niat suci para alim ulama terdahulu, inovasi tradisi kembang ndog yang dirintis KH Faqih Cemoro dan diteruskan para ulama setelahnya harus tetap dijaga kemurniannya.

    “Kami melakukan screening, sehingga bunga telur yang berbentuk barong maupun ogoh-ogoh tidak boleh masuk ke dalam masjid. Harapannya jamaah memahami hal ini agar syiar tetap berjalan tanpa mengurangi kemurnian ibadah dari kreativitas yang kurang sesuai,” tutur Lukman yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas sekaligus Rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

    Di masjid yang saat ini sedang dalam proses renovasi kubah tersebut, suasana semakin khidmat ketika pembacaan puji-pujian kepada Rasulullah SAW berlangsung.

    Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi

    Beberapa jamaah berkeliling sambil mengoleskan minyak wangi dan membagikan air berkah bunga setaman tujuh rupa.

    Air tersebut diperbolehkan disentuh jamaah untuk dioleskan ke tenggorokan atau diminum sebagai bentuk tabarruk.

    Doa penutup yang merdu dan penuh kekhusyukan dipimpin oleh Imam Besar KH. Hayatudin. Ribuan jamaah yang hadir kemudian membawa pulang berkat yang telah disediakan takmir, termasuk berbagai ragam ancak yang dibawa dan dibagikan jamaah.

    Di halaman masjid, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Rogojampi turut membuka tenda layanan pembukaan rekening haji dan tabungan emas.

    Setiap pembukaan rekening mendapatkan bonus berupa tebus minyak goreng, dan seluruh hasil dari program tersebut diperuntukkan bagi pembangunan kubah Masjid Besar Baiturrohiem.

    Penulis: Bung Aguk/Yeti Chotimah

  • Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Aripin (48), warga Dusun Krajan Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, harus menjalani hari-harinya dari atas tempat tidur sejak mengalami kelumpuhan empat tahun lalu.

    Hidupnya berubah total setelah terjatuh dari atap bangunan ketika bekerja sebagai kuli bangunan.

    Berbagai ikhtiar pengobatan sudah ditempuh, baik medis maupun alternatif. Namun hingga kini belum membuahkan hasil yang berarti.

    Dalam kesehariannya, Aripin bergantung pada sang istri Mutawaroh (50) yang bekerja sebagai penjahit, serta putri semata wayangnya Firda yang ikut membantu ekonomi keluarga.

    Meski kondisi ekonominya terbatas, Aripin tetap berusaha tabah. Ia dikenal sebagai sosok yang dulunya aktif dalam kegiatan keagamaan dan menjadi penggerak pengajian rutin di lingkungannya. Karena kelumpuhan, ia terpaksa berhenti dari aktivitas tersebut.

    Bantuan Kursi Roda 3 in 1

    Melihat kondisi Aripin, perhatian dari berbagai pihak pun mulai berdatangan. Pemerintah Desa Kedaleman bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat memberikan bantuan.

    Setelah adanya komunikasi dengan tokoh masyarakat serta dukungan dari media, bantuan kursi roda 3 in 1 akhirnya bisa disalurkan.

    Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, Dinas Sosial segera menindaklanjuti dan memastikan bantuan itu sampai ke penerima.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Kedaleman, H. Shofwan, S.Ag bersama Kepala Dusun Krajan, Kamsani. Keduanya turun langsung untuk mengantarkan kursi roda tersebut ke kediaman Aripin pada Senin (2/9).

    Tak hanya itu, Kepala Desa Kedaleman juga turut memberikan bantuan secara pribadi kepada Aripin sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyatnya.

    “Kami berharap dengan adanya kursi roda ini, Pak Aripin bisa lebih mudah beraktivitas di rumah. Pemerintah desa akan terus berupaya mendampingi warga yang membutuhkan, termasuk aksesibilitas rumah agar lebih ramah disabilitas,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Bung Aguk, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.

    Tak hanya membantu mengomunikasikan kebutuhan Aripin, pihaknya juga telah mendampingi proses administrasi data kependudukan agar lebih mudah diakses.

    Kepala Dusun Krajan Desa Kedaleman

    “Alhamdulillah dengan dukungan Dinas Sosial, kursi roda sudah bisa diterima Pak Aripin. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kemandirian beliau. Dan juga, hari ini telah terbit KK dan KTP yang gres lewat Mall Pelayanan Pasar Rogojampi via aplikasi smart kampung,” ungkapnya.

    Terpisah, Kepala Dinas Sosial, PP dan KB melalui Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, S.STP, M.Si, juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu keluarga Aripin.

    “Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu keluarga Pak Aripin dan menginformasikan kondisi beliau kepada kami selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Mudah-mudahan alat bantu yang diberikan dapat bermanfaat sepenuhnya untuk aktifitas sehari-hari serta memotivasi agar lebih semangat lagi,” paparnya.

    Menerima bantuan ini, Aripin penuh syukur karena bisa BAB dengan duduk, berjemur serta melihat karnaval.

    “Sepurane lan kesuwun anak lan wong wadon yang ikhlas sabar. Semoga saya tetap bisa jadi umat yang bermanfaat. Tentu saya bisa lebih bersih dan wangi dengan duduk di kursi roda ini,” ungkap mukmin yang tetap sholat 5 waktu dengan tayamum ini.

    Jurnalis: Maulana Affandi/Bung Aguk

  • Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Hidup penuh perjuangan kini dirasakan oleh Aripin (48), warga RT 03/02 Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Sejak empat tahun lalu ia mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    "Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang," ungkap Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/8).Ia sudah ikhtiar medis dan alternatif.

    Terpantau, kondisi Aripin hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki yang tidak mampu digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah bagi keluarganya, namun sang istri, Mutamaroh, tetap sabar mendampingi dan merawatnya.

    Kini, kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan istri yang bekerja sebagai tukang jahit pakaian.

    Sementara putri tunggalnya Firda bekerja di Toko Cinta depan Kantor Kecamatan Rogojampi. Diinformasikan pula jika owner Cinta juga kerap membantu keluarga Aripin.

    Aripin dikenal sebagai sosok aktif dalam kegiatan keagamaan di desanya. Ia merupakan penggerak pengajian rutin mingguan di Dusun Krajan sebelum mengalami musibah yang merubah kehidupannya.

    "Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasilnya. Dari kantor balai desa sudah pernah mendapatkan bantuan. Saat mengkonsumsi obat dari Shin She ada sedikit perubahan, namun harganya lumayan mahal,” tuturnya.

    Harapan besar ia sampaikan kepada pemerintah maupun lembaga sosial untuk bisa mendapatkan bantuan pengobatan agar kondisinya bisa pulih seperti sedia kala. Ia juga butuh tempat pembaringan mekanik seperti di rumah sakit serta kursi roda 3 in 1.

    Keprihatinan juga datang dari salah satu tokoh masyarakat setempat, Maulana Affandi yang turut berusaha untuk mencarikan solusi ke sejumlah lembaga dan dinas sosial untuk memberikan perhatian sebagaimana sesuai harapan Aripin.

    Affandi menilai Aripin layak mendaat perhatian serius. Ia menilai bahwa kondisi yang dialami Aripin bukanlah persoalan ringan yang bisa dibiarkan begitu saja.

    Sebagai sosok yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan, Aripin sudah banyak memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya.

    Karena itu, ketika kini Aripin harus berjuang dengan keterbatasan fisik akibat kelumpuhan, sudah seharusnya perhatian serius diberikan kepadanya.

    "Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Saya berharap masyarakat bersama pemerintah bisa turun tangan, karena kepedulian kita akan sangat berarti bagi keluarga beliau," papar Affandi yang juga merupakan pemimpin redaksi dari media sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, juga lakukan advokasi dan peduli dan ajak segenap elemen masyarakat agar lpeduli terhadap kondisi yang menimpa Aripin.

    "Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita semua tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan, sekecil apa pun, agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian ini. Alhamdulillah setelah komunikasi dengan Wakil Bupati di TL ke Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dengan sigap Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Khoirul Hidayat siap kirim kursi roda 3 in 1 setelah surat permohonan dari Kades diterima," tutur Bung Aguk Ketua Komunitas Gotongroyong'45, yang juga tergabung dalam FBS (Forum Banyuwangi Sehat) ini.