Tag: berita

  • Penyair Goes to School di MTsN 10 Banyuwangi Hidupkan Semangat Sastra di Hati Pelajar

    Penyair Goes to School di MTsN 10 Banyuwangi Hidupkan Semangat Sastra di Hati Pelajar

    Kegiatan Penyair Goes to School dalam rangka Jambore Sastra Asia Tenggara berlangsung meriah di Aula MTsN 10 Banyuwangi pada Jumat, 25 Oktober 2024.

    Acara ini mengundang perhatian banyak pihak, khususnya para siswa yang hadir dengan antusias.

    Dua narasumber utama yang turut hadir dan berbagi ilmu dalam acara tersebut adalah Siswanto, S.Pd., M.A., dan Aekanu Haryono.

    Sebagai informasi, Siswanto, S.Pd., M.A., adalah seorang penyair asal Sumenep yang kini juga mengajar di Universitas Jember.

    Sementara Aekanu Haryono adalah Ketua Komunitas Killing Osing Banyuwangi serta anggota Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Belambangan.

    Dalam kesempatan ini, Siswanto memberikan materi tentang teknik menulis sastra.

    Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, ia mengajak para siswa untuk lebih mendalami dunia kepenulisan sastra, baik dari segi kreativitas maupun teknik.

    Siswanto menyampaikan berbagai tips penting tentang bagaimana memulai dan mengembangkan karya sastra yang berkualitas.

    “Saya kagum dengan kecepatan siswa MTsN 10 Banyuwangi dalam menyerap teknik menulis puisi yang berakar pada kearifan lokal Banyuwangi. Siswa di sini mumpuni dalam keterampilan menulisnya, dan kami terkejut dengan kualitas puisi-puisi yang mereka sajikan. Potensi ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin baik,” ungkap Siswanto, yang merupakan alumni FKIP Universitas Jember dan Universitas Gadjah Mada.

    Di sisi lain, Aekanu Haryono, seorang pemandu wisata terkenal di Banyuwangi, berbagi wawasan mengenai pentingnya sastra dan budaya lokal dalam membentuk identitas bangsa.

    Karya-karya Aekanu, seperti bukunya yang berjudul Sri Tanjung Hidup Lagi, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, menandakan tingginya apresiasi terhadap sastra lokal di tingkat internasional.

    Aekanu menekankan bahwa menulis karya sastra yang berakar pada tradisi dan kearifan lokal adalah cara untuk menjaga identitas budaya bangsa.

    Kepala MTsN 10 Banyuwangi, Sugeng Maryono, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa terima kasih kepada para penyair dan pihak penyelenggara.

    “Kami sangat berterima kasih, MTsN 10 Banyuwangi terpilih menjadi salah satu lokasi kegiatan Penyair Goes to School. Semoga kegiatan ini memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak untuk mengenal lebih dalam dunia sastra dan menulis,” ungkapnya.

    Para siswa sangat antusias dengan kesempatan berdialog langsung bersama kedua penyair tersebut.

    Acara ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai sastra, baik sebagai wujud kebudayaan maupun sebagai sarana pengembangan diri.

    Sebagai tuan rumah, MTsN 10 Banyuwangi menampilkan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk penyambutan, termasuk tari, pembacaan puisi, dan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) yang sebelumnya meraih juara dalam kegiatan Dispora dan Radar Banyuwangi.

    Setelah acara, para tamu diajak menikmati hidangan ikan bakar di pantai Blimbingsari.

    Salah satu narasumber, yang kerap mengantar misi seni budaya Banyuwangi ke seluruh Nusantara dan mancanegara, menyatakan kekagumannya.

    “Kami ini tukang potret, tapi karena terpukau dan menikmati penyambutan dari warga pendidikan MTsN 10, kami bahkan lupa mengambil gambar, apalagi video!” ujarnya.

    Acara Penyair Goes to School ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara pelajar, seniman, dan masyarakat yang peduli pada kemajuan sastra di Banyuwangi.

  • Podcast Dzarra Ungkap Rahasia Menjadi Penulis Bersama Andi Budi Setiawan

    Podcast Dzarra Ungkap Rahasia Menjadi Penulis Bersama Andi Budi Setiawan

    Podcast Dzarra yang semakin dikenal publik kembali hadir dengan episode terbarunya yang mengangkat tema menarik, “Bongkar Rahasia untuk Jadi Penulis.”

    Episode spesial ini mengundang penulis asli Banyuwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang dikenal dengan nama pena Penapanuluh, untuk berbagi pengalaman dan rahasia sukses di dunia kepenulisan.

    Disiarkan pada Jumat, 25 Oktober 2024, acara ini dipandu oleh pembawa acara kondang, Heri Iskandar alias Kang Dzaka yang membawa suasana podcast menjadi penuh inspirasi dan kehangatan.

    Kang Dzaka membuka acara dengan antusiasme tinggi, memperkenalkan sosok Andi yang telah lama berkecimpung di dunia literasi.

    Ia melontarkan beragam pertanyaan untuk menggali lebih dalam perjalanan Andi hingga menjadi seorang penulis yang produktif.

    Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah bagaimana cara seseorang dapat menjadi penulis serta memiliki karya yang orisinal.

    Menanggapi pertanyaan ini, Andi menyampaikan bahwa menulis bukanlah aktivitas yang bisa dipaksakan.

    “Menulis adalah bagian dari intuisi dan naluri kreatif yang muncul melalui intuisi. Ketika hati dan pikiran selaras, inspirasi datang begitu saja,” ujar Andi.

    Dalam podcast tersebut, Andi juga berbagi kisah bahwa ketertarikannya pada dunia literasi sudah tumbuh sejak kecil

    Menceritakan pengalamannya, Andi mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap buku dan tulisan semakin tumbuh seiring berjalannya waktu.

    “Sejak kecil, saya sudah tertarik pada dunia kata-kata. Dari membaca buku hingga menulis puisi, saya merasa menemukan diri saya di dalamnya,” ungkapnya.

    Kang Dzaka tidak berhenti hanya pada tanya jawab seputar kepenulisan. Di tengah acara, ia memberikan tantangan kepada Andi untuk membacakan salah satu puisi dalam buku terbarunya yang berjudul Eunoia Sangkakala.

    Dengan penuh penghayatan, Andi menerima tantangan tersebut dan membacakan sebuah puisi yang menggambarkan makna mendalam tentang kehidupan.

    Suara Andi yang lantang dan berirama mampu membuat suasana podcast semakin hidup, membangkitkan semangat para pendengar untuk lebih mendalami karya-karya lokal yang penuh nilai.

    Namun, tidak berhenti sampai di situ, giliran Andi yang balik menantang sang pembawa acara.

    Mengetahui bahwa Kang Dzaka adalah seorang pencipta lagu sekaligus penyanyi, Andi meminta Kang Dzaka untuk menyanyikan sebuah lagu secara langsung di hadapan para pendengar.

    Tanpa ragu, Kang Dzaka menyambut tantangan tersebut dan membawakan sebuah lagu ciptaannya, menambah keseruan dan variasi dalam episode ini.

    Podcast Dzarra kali ini tidak hanya memberikan wawasan bagi para penulis pemula tetapi juga menyuguhkan hiburan yang menarik bagi semua kalangan.

    Kesuksesan episode ini membuktikan bahwa dengan pembawaan yang hangat serta interaksi yang inspiratif, podcast dapat menjadi medium yang efektif untuk membangkitkan semangat literasi di kalangan masyarakat.

  • Halaqoh di Banyuwangi Memperkuat Nilai Pancasila Melalui Organisasi Keagamaan

    Halaqoh di Banyuwangi Memperkuat Nilai Pancasila Melalui Organisasi Keagamaan

    Dalam upaya memperkuat peran serta organisasi keagamaan dalam membangun karakter bernegara yang berlandaskan ideologi Pancasila, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi mengadakan halaqoh dengan tema “Peran Organisasi Keagamaan dalam Membangun Karakter Bernegara dengan Ideologi Pancasila” di Hallroom El-Hotel pada Selasa (22/10/2024).

    Halaqoh ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, di antaranya Drs. Nur Chozin, S.H., M.H.I. dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi, serta K.H. Sholehuddin dari Pondok Pesantren Al Qibtiyah Tugung, Kecamatan Sempu.

    Acara dibuka oleh Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., yang turut memberikan pandangannya terkait peran strategis organisasi keagamaan dalam menjaga ideologi Pancasila di tengah keberagaman.

    Drs. R. Agus Mulyono, M.Si. menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam memupuk kesadaran kebangsaan.

    “Kesatuan dan persatuan bangsa ini harus terus dijaga. Organisasi keagamaan bisa menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas,” tegasnya.

    Abdul Aziz selaku moderator, yang juga Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyuwangi, menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila sebagai falsafah hidup bernegara.

    “Peran organisasi keagamaan sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa yang cinta tanah air dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

    Drs. Nur Chozin dalam pemaparannya menekankan bahwa Pancasila merupakan dasar yang mengakomodasi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan.

    “Pancasila menjadi jembatan penghubung yang mampu merangkul semua kalangan, baik itu agama, budaya, maupun suku bangsa. Melalui organisasi keagamaan, kita bisa memperkuat peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Nur Chozin menyampaikan tentang pentingnya moderasi beragama dalam berbangsa dan bernegara.

    “Empat indikator moderasi beragama adalah komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya mentaati kesepakatan bersama yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa yang dituangkan dalam konstitusi.

    Sementara itu, K.H. Sholehuddin dari Pondok Pesantren Al Qibtiyah Tugung mengajak peserta halaqoh untuk meneladani nilai-nilai kebhinekaan dalam Islam yang sejalan dengan Pancasila.

    “Dalam organisasi, ditekankan pemahaman persamaan hak dalam berdemokrasi,” paparnya.

    Lebih lanjut, Sholehuddin menyampaikan bahwa jiwa organisasi harus memiliki sikap kemandirian dan bukan mencari keuntungan pribadi dari organisasi keagamaan.

    Acara halaqoh ini dihadiri oleh berbagai organisasi keagamaan Islam di Kabupaten Banyuwangi yang aktif berpartisipasi dalam diskusi yang hangat dan produktif.

    Diharapkan melalui kegiatan ini, organisasi keagamaan semakin aktif dalam memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. (ISNU)

  • Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Komunitas Literasi Ruang Karya Media (RKM) SMK PGRI Rogojampi mengadakan pelatihan literasi yang khusus dihadiri oleh anggota komunitas sekolah tersebut pada Sabtu, (12/10/2024).

    Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang literasi, khususnya seni, sastra, dan teknologi.

    Di RKM, para siswa belajar banyak hal, mulai dari menulis puisi dan cerpen hingga keterampilan membaca puisi dan bercerita.

    Selain itu, mereka juga dilatih untuk menulis esai, artikel, dan berita, sehingga dapat memperluas wawasan literasi mereka.

    Pada kesempatan ini, pelatihan RKM mengangkat tema “Sastra & Cerita” sebagai topik utama.

    Andi Budi Setiawan selakun pendamping RKM, turut hadir dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota tentang pentingnya literasi di era milenial.

    Andi mengingatkan bahwa untuk meraih prestasi di bidang literasi, diperlukan tiga hal utama: membangun kesadaran diri, berpikir terbuka, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    “Ada tiga poin penting dalam belajar, yaitu membangun kesadaran diri, berpikir terbuka dan pemelajar sepanjang hayat. Literasi butuh niat yang kuat, konsistensi dan kesabaran dalam berproses. Tak ada padi yang tumbuh dalam sehari” ujarnya.

    Tak hanya Andi, pelatihan kali ini juga dihadiri oleh Putri Nurul Azizah, atau yang akrab disapa Kak Putri.

    Kak Putri adalah seorang penulis dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah meraih banyak prestasi di bidang literasi.

    Kehadirannya di acara tersebut membawa semangat dan inspirasi baru bagi anggota komunitas.

    Kak Putri berbagi pengalamannya dalam dunia literasi dan memberikan dorongan agar peserta memiliki niat yang kuat serta cinta terhadap literasi.

    Kak Putri memberikan materi seputar puisi, mulai dari cara membaca puisi yang baik, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi, hingga kriteria penilaian dalam kompetisi baca puisi.

    Materi ini disampaikan dengan sangat rinci dan penuh semangat, mengingatkan bahwa membaca puisi tidak hanya soal melafalkan kata-kata, tetapi juga menjiwai dan menyampaikan makna puisi kepada pendengar.

    Antusiasme peserta semakin tinggi karena pada tanggal 27 Oktober 2024 nanti akan diadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita.

    Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.

    Para peserta merasa termotivasi untuk berpartisipasi dalam ajang ini dan mereka pun sangat serius menyimak materi yang diberikan Kak Putri.

    Tak hanya mendengarkan, para peserta juga diajak untuk tampil di depan kelas dan mempraktikkan cara membaca puisi.

    Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menerima umpan balik langsung dari Kak Putri.

    Dengan seksama, ia memberikan catatan dan saran perbaikan pada penampilan peserta.

    “Secara umum, penampilan adik-adik sudah bagus. Mereka sangat antusias. Hanya tinggal berlatih lagi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” jelas Kak Putri seusai kegiatan.

    Harapan besar ditumpukan pada kegiatan ini agar dapat berjalan secara kontinu dan berkelanjutan.

    Walaupun hanya merupakan sebuah komunitas literasi, RKM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, memperdalam kecintaan terhadap literasi, dan menjadi wadah pembelajaran untuk meraih prestasi.

    Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, diharapkan komunitas literasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.

    Kemudian, diharap pula jika RKM bisa menjadi inspirasi bagi komunitas literasi lainnya dan mampu membina generasi muda yang berwawasan luas serta berbakat di bidang literasi.

  • Bung Aguk dan Mbok Yeti Bimbing Pelatihan Literasi Digital untuk Murid MTSN 6 Banyuwangi Menjadi Penulis Berita

    Bung Aguk dan Mbok Yeti Bimbing Pelatihan Literasi Digital untuk Murid MTSN 6 Banyuwangi Menjadi Penulis Berita

    MTSN 6 Banyuwangi mengadakan Pelatihan Literasi Digital untuk Kelas Unggulan kelas 7 dan duta perpustakaan pada Rabu (09/10/24).

    Acara tersebut dibuka dengan menyanyikan Mars MTSN 6 Banyuwangi, yang merupakan karya Waka Kesiswaan H. Saewan, M.Pd, dan diaransemen oleh guru Bahasa Indonesia, Atief Novendi, S.Pd.

    Mars ini menjadi ciri khas semangat madrasah, selaras dengan visi misi yang diusung.

    Ketua Panitia, Rizal Feridiansyah, S.Ag, mengungkapkan bahwa selama tahun ajaran 2024-2025 akan ada lima pelatihan yang diselenggarakan.

    Pelatihan Literasi Digital ini berlangsung selama tiga hari dan akan diadakan kembali pada awal semester ganjil tahun depan.

    Ia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat menjadi kontributor majalah digital sekolah di Glenmore, yang selama ini dikelola oleh para guru.

    Kepala Madrasah, Kholiq Masduki, S.Pd, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media digital dan media sosial saat ini.

    “Kita harus bisa menjadi pegiat literasi yang positif, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

    Ia menyebutkan program “1 Hari 1 Berita” yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh guru dan murid, dengan bantuan dari Bung Aguk Wahyu Nuryadi, seorang jurnalis senior, dan Yeti Chotimah, M.Pd, seorang penulis buku dan Google Master yang juga telah menerbitkan buku digital “Wastra Batik dalam Sehelai Kain”.

    Kedua narasumber ini diharapkan dapat menularkan semangat literasi kepada para peserta untuk berkontribusi dalam media cetak maupun online, khususnya majalah digital sekolah.

    Selain itu, Kholiq Masduki mengungkapkan kebanggaannya bahwa MTSN 6 Banyuwangi akan dikunjungi oleh 4-5 penyair dari Festival Jambore Sastra Asia Tenggara pada 25 Oktober mendatang.

    Kedua narasumber yang merupakan pasangan suami-istri juga merupakan penyair yang lolos kurasi festival tersebut.

    Waka Kurikulum MTSN 6, Rusmi Indriyani, M.Pd, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran narasumber inspiratif yang diharapkan dapat membawa energi positif bagi warga sekolah.

    “Semangat iqro’ dan merdeka belajar di era globalisasi ini akan terus kita galakkan,” tutupnya dengan salam literasi, “bergerak dan berdaya!”.

  • Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Zulfazein Prasetya, mahasiswa dari program studi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Jember, mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

    Saat ini, ia menjalani studi di University of Szeged, Hungaria, selama satu semester dalam program IISMA 2024.

    Zein, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa motivasinya untuk mengikuti IISMA adalah untuk mengeksplorasi sistem pendidikan di luar negeri, terutama dalam bidang agribisnis dan pertanian.

    “Aku pengen ngerasain kampus/college life di luar negeri dan belajar bidang studiku yaitu pertanian dan ngeliat bedanya di luar negeri dengan di Indonesia itu seperti apa,” ujarnya pada Minggu (06/10/2024).

    Ia memilih University of Szeged karena ingin menemukan kampus yang menawarkan program studi sesuai dengan minatnya, sehingga proses konversi SKS (Sistem Kredit Semester) menjadi lebih mudah.

    Aku mencari kampus yang menawarkan course yang berkaitan dengan pertanian atau agribisnis supaya nanti proses konversiku lebih mudah, finally aku diterima di Faculty of Agricultural Engineering,” tuturnya dengan penuh semangat.

    Setelah tiga minggu berada di Hungaria, mahasiswa asal Banyuwangi ini menemukan banyak hal menarik.

    Salah satu hal yang paling mencolok adalah keberagaman mahasiswa internasional di kampusnya.

    “Sekitar 20 persen mahasiswa di University of Szeged itu mahasiswa internasional. Jadi selain berkenalan dengan teman-teman dari Hungaria, aku juga bertemu mahasiswa dari seluruh dunia seperti Cina, Nigeria, USA, Laos, Filipina, India, Spanyol, Perancis, dan banyak lagi,” tambahnya.

    Zein juga menyatakan bahwa salah satu hal yang mengejutkan adalah distribusi gedung fakultas di seluruh kota.

    “Yang bikin aku kaget gedung-gedung fakultas di kampusku tersebar di seluruh kota, setiap fakultas disini punya gedung dan alamat sendiri. Mereka act like their own institutions yang berada di bawah naungan University of Szeged as a whole,” imbuhnya.

    Ia juga mengapresiasi sistem pembelajaran di University of Szeged yang mendukung belajar mandiri.

    Zein merasakan perbedaan dalam budaya akademik, terutama dalam hal hubungan sosial antar mahasiswa.

    Ia menemukan bahwa cara bersosialisasi di Indonesia tidak sepenuhnya berlaku di luar negeri.

    Zein juga berbagi beberapa tips untuk mahasiswa yang ingin mendaftar IISMA. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan diri dan tidak meremehkan proses seleksi.

    “Cari informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan, bertanya kepada awardee IISMA sebelumnya, serta dosen pembimbing,” sarannya.

    Ia menekankan pentingnya persiapan, mulai dari sertifikat bahasa Inggris hingga dokumen lain yang memerlukan waktu dan biaya.

    “Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Selain itu, aktiflah mengikuti event-event yang dapat meningkatkan kualitas diri, karena itu akan membuat kalian lebih menonjol di antara ribuan pendaftar lainnya,” imbuhnya.

  • KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi yang lebih dikenal sebagai KOPIWANGI mengadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Oktober 2024.

    Pesertanya adalah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA.

    Olimpiade pertama dari KOPIWANGI ini diselenggarakan sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang literasi, terutama baca puisi dan bercerita.

    Dengan berkompetisi dalam olimpiade ini, para peserta diharapkan dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka serta mengekspresikan bakat yang mereka miliki.

    Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan S.Pd menuturkan jika komunitasnya berkomitmen untuk mengembangkan literasi di Banyuwangi, terutama bagi pelajar.

    “Harapannya, literasi di Banyuwangi bisa lebih berkembang, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya.

    Ia juga berharap jika KOPIWANGI mampu menjadi wadah untuk menguatkan budaya membaca dan menulis di Banyuwangi.

    “Semoga KOPIWANGI bisa menguatkan literasi di Banyuwangi, terutama budaya membaca dan menulis,” imbuhnya.

    Sesuai rencana awal, event ini akan digelar di Pendopo Kecamatan Rogojampi pada tanggal 27 Oktober 2024 dan terbuka bagi seluruh pelajar di wilayah Banyuwangi.

    Peserta dapat didampingi oleh guru pembina maupun orang tua, sehingga diharapkan dukungan dari pihak sekolah dan keluarga turut mendorong potensi yang dimiliki oleh peserta atau anak didik.

    Momen ini dianggap istimewa bagi banyak peserta karena dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada acara serupa yang diselenggarakan, terutama di wilayah Rogojampi.

    Olimpiade ini akan melombakan dua bidang utama, yaitu Baca Puisi dan Bercerita.

    Untuk lomba baca puisi, tema yang diusung adalah Pahlawan atau Pemuda, sedangkan lomba bercerita memiliki tema bebas asalkan tidak menyinggung unsur SARA.

    Dalam lomba ini, setiap kategori akan memperebutkan posisi juara 1 hingga 3 serta harapan 1 hingga 3. Pembagian kategori berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu:

    • SD/MI: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMP/MTS: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMA/SMK/MA: Juara 1-3 dan Harapan 1-3

    Setiap peserta yang ikut serta dalam olimpiade ini akan mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

    Dukungan dari sekolah-sekolah di Banyuwangi dianggap sangat penting untuk menyukseskan acara ini.

    Selain itu, KOPIWANGI berencana menjadikan olimpiade ini sebagai acara tahunan, sejalan dengan program mereka di bidang Event Literasi.

    Sebagai informasi tambahan, KOPIWANGI telah rutin mengadakan berbagai kegiatan literasi, baik secara daring maupun luring, seperti lomba cipta puisi, baca puisi, bercerita, hingga menulis esai.

  • Pelatihan Metode BCM untuk Guru TPA/TPQ di Banyuwangi: Mengajar Anak Lewat Bermain, Bercerita, dan Menyanyi

    Pelatihan Metode BCM untuk Guru TPA/TPQ di Banyuwangi: Mengajar Anak Lewat Bermain, Bercerita, dan Menyanyi

    LPPD SDM DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan Mengajar Anak dengan Memanfaatkan Metode BCM (Bermain, Cerita dan Menyanyi) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2024 di Masjid Hijau Baitullah, Kemaleman, Banyuwangi.

    Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut disambut dengan penuh semangat dan riang gembira oleh 350 dewan assatidz TPA/TPQ se-Kabupaten Banyuwangi.

    Narasumber Ustaz H. Wuntat Wawan Sumbodo, seorang juru kisah nasional asal Yogyakarta memperkenalkan metode BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) sebagai pendekatan yang menyenangkan untuk mengajar anak-anak.

    Ia menekankan bahwa metode ini mampu mengatasi kejenuhan anak dalam belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.

    Menurut Ketua Panitia, Al Mukarom Achmad Zakaria, metode BCM dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

    “Anak-anak membutuhkan suasana yang nyaman, senang, dan gembira. Dengan pelatihan BCM ini, kami berharap ustaz dan ustazah dapat mengajar dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

    Ketua Umum DPD BKPRMI Banyuwangi, Achmad Sururuddin, SE., M.Si, menambahkan bahwa metode BCM yang meliputi kegiatan bermain, bercerita, dan menyanyi adalah pendekatan yang tepat untuk dunia anak.

    “Tugas seorang guru adalah membantu anak-anak belajar dalam suasana yang penuh kearifan. Dengan begitu, proses pembelajaran akan terasa lebih mudah,” jelasnya.

    Bermain, Bercerita, dan Menyanyi: Metode Pembelajaran yang Efektif

    Ustaz Wuntat menguraikan tiga komponen utama dalam metode BCM.

    Pertama, bermain digunakan untuk membangun kreativitas, mengenal lingkungan, dan menumbuhkan kemampuan bekerja sama.

    Kedua, bercerita digunakan sebagai sarana untuk menjalin kontak batin dengan anak, menstimulasi imajinasi, serta menyampaikan nilai-nilai agama.

    Ketiga, menyanyi yang digemari oleh anak-anak berfungsi sebagai hiburan sekaligus media untuk menyampaikan pesan.

    Dalam sesi bercerita, Ustaz Wuntat menekankan pentingnya totalitas dalam mendongeng, mulai dari mengekspresikan gerakan, menggunakan berbagai suara, hingga memilih alat peraga yang tepat.

    Ia juga mencontohkan cara memilih lagu yang tepat dengan lirik Islami untuk menyampaikan nilai-nilai positif.

    Selain mengajak bermain dengan game game mendidik, ada jurus kedua yang diberikan Ustaz Wuntat, yakni bercerita dengan mengutip akhiran ayat dari QS. Al A’raf ayat 176, “Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

    Ada banyak cerita dan kisah teladan yang dapat dijadikan rujukan dan “senjata ampuh” untuk mengambil hati anak peserta didik.

    Setelah anak merasa senang dan cocok dengan gurunya, disitulah mulai proses mentransfer ilmu dapat dilakukan dengan baik.

    Karena seorang anak yang kurang mengenal gurunya, akan sulit untuk menerima pelajaran dari sang guru.

    Cerita mempunyai fungsi antara lain:

    1. Sarana kontak batin antara ustadz/ah dengan santri.

    2. Pendidikan imajinasi/ fantasi.

    3. Pendidikan emosi (perasaan).

    4. Media penyampaian pesan/ nilai-nilai agama.

    5. Membantu proses identifikasi diri/ perbuatan.

    6. Memperkaya pengalaman batin.

    7. Hiburan/ penyegaran & penarik perhatian.

    Lebih lanjut, Ustaz Wuntat juga menyampaikan bagaimana cara bercerita dengan baik, yaitu:

    • total
    • satukan perhatian anak
    • visualisasi gerak/ peragaan (akting)
    • ekspresif
    • ilustrasi suara, suara lazim & tak lazim: a. suara asli, b. suara besar dan suara kecil, c. suara hewan, d. suara kendaraan, dan sebagainya
    • media atau alat peraga
    • humor.
    Ustaz Angga, salah satu peserta dari TPA Al Amien Gambiran, mengapresiasi pelatihan ini.

    “Terima kasih kepada DPD BKPRMI dan Ustaz Wuntat atas ilmu yang luar biasa. Semoga pelatihan seperti ini dapat diadakan lebih sering untuk meningkatkan kemampuan para ustadz dan ustadzah,” ungkapnya.

    Pelatihan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran di lingkungan TPA/TPQ, menjadikan proses belajar mengajar lebih menarik, dan membantu anak-anak dalam mempelajari nilai-nilai agama Islam dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan dunia mereka. (Ninin/Aguk)

  • Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi nomor urut 2, KH. Ali Makki Zaini terus aktif menjalin silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran.

    Kegiatan ini dilakukannya sebagai bagian dari komitmen untuk mendengar langsung berbagai permasalahan yang dihadapi warga serta mencari solusi yang tepat.

    Pada Jumat, 27 September 2024, Gus Makki, sapaan akrab KH. Ali Makki Zaini, mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Kalibaru.

    Salah satu wilayah yang dikunjungi Gus Makki adalah Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungan tersebut, Gus Makki bertemu dengan berbagai elemen masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

    Salah satu warga yang menyampaikan keluhannya adalah Tosa, seorang warga berusia 50 tahun.

    Dalam pertemuan itu, Tosa menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat setempat, terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

    Tosa mengungkapkan bahwa hingga saat ini kampungnya belum dilengkapi dengan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

    Kondisi ini menyebabkan lingkungan mereka menjadi gelap di malam hari, yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan warga.

    Selain itu, Tosa juga menyoroti beberapa jalan di desanya yang masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh pembangunan.

    Hal ini menurutnya sangat menghambat mobilitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

    Selain persoalan infrastruktur, Tosa juga menyampaikan masalah lain yang cukup krusial, yaitu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

    Menurutnya, tidak hanya dia, tetapi juga banyak warga lain yang merasa kesulitan dalam memperoleh pupuk subsidi yang sangat diperlukan untuk mendukung sektor pertanian di daerah tersebut.

    Masalah pupuk ini, jika dibiarkan bisa berdampak pada produktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut.

    Mendengar keluhan tersebut, Gus Makki dengan tegas memberikan tanggapannya.

    Ia menyatakan komitmennya untuk segera mengupayakan pembangunan LPJU jika terpilih sebagai Bupati Banyuwangi.

    Menurutnya, penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan, karena berpengaruh langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga, khususnya pada malam hari.

    Selain itu, terkait keluhan mengenai sulitnya akses pupuk subsidi, Gus Makki menegaskan bahwa dalam pemerintahannya nanti, ia akan menjamin distribusi pupuk subsidi yang lebih transparan dan adil.

    Ia berjanji akan membuka semua informasi mengenai distribusi pupuk sehingga petani di seluruh pelosok Banyuwangi bisa mendapatkan akses yang sama.

    “Soal memperbaiki infrastruktur secara bertahap akan dipercepat, termasuk pembangunan LPJU. Soal pupuk, kami akan tegas dan transparan dalam pendistribusian agar semua petani bisa menjangkau pupuk,” ujar Gus Makki, dikutip dai RRI.

    Menurutnya, pupuk adalah salah satu kunci utama untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris di Indonesia.

    Tidak hanya mendengarkan keluhan warga di Dusun Krajan, Gus Makki juga melanjutkan kunjungannya ke wilayah lain yang berada di lereng Gunung Raung, tepatnya di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungannya ke daerah ini, Gus Makki menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Dengan menunggangi sepeda motor, ia menyusuri jalan-jalan yang rusak dan memantau secara langsung kondisi di lapangan.

    Kunjungan ini menunjukkan komitmen Gus Makki untuk tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga memberikan perhatian penuh kepada daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari perhatian pemerintah.

    Dengan mendatangi langsung warga di wilayah-wilayah ini, Gus Makki berharap bisa memahami lebih dalam kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Melalui berbagai kunjungannya, Gus Makki berusaha untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan menegaskan kembali komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi Banyuwangi, khususnya di bidang infrastruktur dan ketahanan pangan.

  • Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    sastrawacana.id/ – Asosiasi UMKK (Usaha Mikro Kecil Koperasi) Sinergi Gotong Royong 45 menggelar pertemuan dan pembekalan di teras Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi, Minggu, 29 September 2024, sekira pukul 13.00 WIB,

    Dipandu oleh Qurota Ayunin, acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menghadirkan Maulana Afandi, seorang praktisi digital profesional dan pemilik Penerbit Lintang, sebagai narasumber utama.

    Dafik Ismail, selaku ketua Koperasi Sinergi Gotong Royong 45, menyampaikan laporan perkembangan koperasi dan berbagai aktivitas usaha yang telah dirintis untuk mendukung anggota.

    Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam memperkuat koperasi sebagai wadah pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM.

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, Faizah, pemilik usaha dengan brand Zahrawangi Fashion dan produk kuliner arabian Nasi Mandi.

    Faizah mengimbau agar para anggora asosiasi aktif untuk membagikan berbagai aktivitas dan kegiatan Asosiasi UMKK di media sosialnya masing-masing.

    Selanjutnya, Bung Aguk Darsono, pembina Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45 memberikan wejangan penting bagi seluruh anggota koperasi.

    Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekompakan di antara anggota adalah kunci keberhasilan dalam berjuang dan mengembangkan usaha, baik untuk kepentingan keluarga maupun komunitas.

    Dalam sesi utama, Maulana Afandi memberikan pembekalan tentang cara mengoptimalkan penggunaan media sosial (Medsos) bagi para pelaku usaha.

    Maulana berbagi tips tentang bagaimana membangun citra bisnis di platform digital, serta memanfaatkan akun Medsos seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan pelanggan.

    Andre Waluyo, yang juga pengurus media online Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, turut mengingatkan para anggota tentang pentingnya setiap pelaku bisnis memiliki “Keyword Bisnis”.

    Menurut Andre, keyword bisnis ini akan memudahkan calon customer dan kolega untuk menemukan profil bisnis dan informasi kontak melalui pencarian online.

    Dengan begitu, akses terhadap kartu nama digital dan profil usaha menjadi lebih mudah dan cepat, memberikan keuntungan bagi perkembangan bisnis di era digital.

    Salah satu peserta, Linda dari Karangrejo yang memiliki usaha Kue Bolen menyampaikan apresiasi terhadap acara ini.

    Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang strategi pemasaran digital.

    Usaha bolennya yang telah menembus pasar luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Jakarta melalui penjualan di grup WhatsApp, kini juga mulai menjajal platform TikTok untuk memperluas jangkauan.

    Dengan pembekalan yang diterimanya, ia berharap penjualan melalui media sosial akan semakin efektif.

    Acara ini tidak hanya memberikan wawasan digital yang penting bagi para pelaku usaha, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan gotong royong di antara anggota koperasi.

    Dengan adanya bimbingan terkait penggunaan media sosial dan keyword bisnis, diharapkan usaha para anggota semakin berkembang dan dikenal di pasar yang lebih luas.