Sastrawacana.id — DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI, organisasi kepemudaan berbasis masjid tersebut menggelar Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Masyarakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang dikoordinatori oleh Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH., ini dirancang sebagai program rutin mingguan yang akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai desa dan kecamatan di Banyuwangi.
Program tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan preventif yang mudah dijangkau masyarakat.
Sejak pukul 14.00 WIB, warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis serta terapi akupunktur.

Selain tim LKM BKPRMI Banyuwangi, kegiatan ini melibatkan sembilan terapis profesional akupuntur Banyuwangi.
Brigade DPD BKPRMI juga diterjunkan untuk membantu pengaturan kegiatan agar berlangsung tertib.
Sebelum menjalani terapi akupunktur, setiap peserta terlebih dahulu diperiksa tekanan darahnya untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan aman.
Terapi kemudian dilakukan dengan metode penusukan jarum pada titik-titik tertentu, disesuaikan dengan keluhan masing-masing peserta.
Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat langsung dari terapi tersebut. Salah satu peserta yang sebelumnya mengalami nyeri pada kaki saat sujud menyebut keluhannya berangsur hilang setelah menjalani akupunktur.
Peserta lain yang sempat memiliki tekanan darah 149/108 mmHg mengalami penurunan menjadi 140/100 mmHg usai terapi.
“Alhamdulillah, setelah diterapi, tekanan darah saya turun dan badan terasa lebih ringan,” ujar salah satu warga.
Salah seorang terapis menjelaskan bahwa akupunktur merupakan metode penyembuhan non-obat yang efektif untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, selama dilakukan secara tepat dan profesional.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Gintangan hadir dan ikut menjalani terapi akupunktur untuk mengatasi nyeri pada kedua kakinya.
Usai terapi, ia mengaku kondisi kakinya terasa lebih nyaman untuk digerakkan.
Di stan pemeriksaan kesehatan, para ibu rumah tangga memanfaatkan layanan cek kesehatan sekaligus konsultasi pola hidup sehat.
Dengan pendekatan komunikatif, Bd. Diah Fitrianingsih memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada warga. Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut, terlebih karena seluruh layanan diberikan secara gratis.
Terpisah, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menyampaikan bahwa program bakti sosial kesehatan ini merupakan bagian dari misi BKPRMI dalam menghadirkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga sosial dan kesehatan.
“Melalui LKM BKPRMI, kami mendorong gerakan sadar sehat berbasis komunitas agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga menjaga kesehatan sejak dini,” ujar H. Mujiono.
Bakti sosial kesehatan ini berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Panitia dan tim terapis berpamitan dengan harapan dapat kembali menggelar kegiatan serupa di wilayah lain.
Melalui program ini, DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi berharap dapat membangun model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan dan berdampak langsung, khususnya bagi masyarakat pedesaan.
Organisasi ini juga mengajak pemerintah desa, komunitas lokal, dan masyarakat luas untuk mendukung serta berpartisipasi aktif dalam agenda kesehatan LKM BKPRMI ke depan.
Informasi jadwal dan lokasi kegiatan selanjutnya dapat diakses melalui kanal resmi DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.









