Tag: keluarga

  • Inilah Beberapa Sifat Ibu yang Kadang Bikin Kesal

    Inilah Beberapa Sifat Ibu yang Kadang Bikin Kesal

    Jika ditanya tentang seorang Ibu, apa yang ada dibenakmu? Pahlawan? Malaikat? Atau segalanya? Ya, ibu merupakan manusia istimewa di muka bumi ini.

    Tanpanya, kita bukan siapa-siapa dan tidak bisa melakukan apa-apa. Sebab, Ibulah yang merawat dan membesarkan kita hingga dewasa tanpa pamrih sedikitpun.

    Berada di dekat Ibu tentunya akan terasa sangat nyaman karena bisa merasakan kasih sayangnya yang begitu besar.

    Akan tetapi, walau Ibu sangat membuat nyaman, namun ada beberapa sifat Ibu yang terkadang membuat kita merasa kesal.

    Pernahkah kamu merasa kesal dengan sifat Ibumu? Memang benar, kadang Ibu juga memiliki sifat yang membuat anak menjadi kesal, bahkan sedikit marah.

    Tapi sebagai anak yang baik, tidak sepantasnya kita merasa kesal kepada orang yang paling berjasa bagi kehidupan kita. Nah, apa saja sifat-sifat yang membikin tersebut? Berikut penjelasannya.

    1. Tidak Mau Disalahkan

    Sifat Ibu yang terkadang membuat kesal adalah tidak mau disalahkan. Salah ataupun tidak, ia akan merasa selalu benar dan kita sebagai anaknya yang salah.

    Misalnya, saat ia melihat ada barang berserakan, ia akan memarahi kita. Padahal, yang meletakkan barang tersebut bukan kita. Kitapun tidak boleh membantah dan harus segera merapikannya. Benar begitu?

    2. Sedikit Kuno dan Kadang Norak

    Ibu terlahir di jaman yang jauh berbeda dengan anaknya sehingga tidak merasakan perkembangan jaman seperti kita.

    Anggap saja pada saat Ibu kecil dulu masih belum ada teknologi, tidak ada android, iped, laptop, dan teknologi canggih lainnya.

    Sehingga, saat ia melihat benda-benda canggih tersebut, ia tidak akan tahu bagaimana cara menggunakannya.

    Sehingga ketika Ibu mengenal alat teknologi tersebut, ia menjadi kecanduan sehingga terkesan norak.

    Tapi hargailah Ibumu dan jangan merasa malu dengan orang lain, wajar saja ia begitu karena pada jamannya dulu masih belum ada teknologi.

    3. Kadang Pelit Saat Dimintai Uang

    Walaupun kemungkinannya sangat kecil, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Ibu juga memiliki sifat pelit, terutama saat dimintai uang.

    Ia akan bertanya secara detail untuk apa uang tersebut. Misalnya, berapa harga barang yang akan dibeli? Untuk apa barang itu? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

    Ketika diberipun, ia masih meminta kita agar mengembalikan sisa uangnya walaupun hanya sebasar 500 perak.

    Itu semua sebenarnya dilakukan untuk melatih kejujuran serta kedisiplinan kita, terutama dalam memanajemen keuangan. Jadi Ibu mengajarkan kita untuk tidak boros dan tidak membeli barang yang tidak penting.

    4. Selalu Cerewet Jika Menyangkut Kesehatan

    Ibu mana yang tidak ingin melihat anaknya sehat setiap saat? Tentunya setiap ibu sangat ingin melihat anaknya selalu sehat.

    Oleh karenanya, ia akan sangat cerewet jika menyangkut kesehatan. Biasanya, Ibu akan memaksa kita untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang dipercaya ampuh menyehatkan tubuh, misalnya seperti jamu.

    Walaupun kita tidak suka, ia akan terus memaksanya. Sehingga, hal itu terkadang membuat kita merasa kesal.

    5. Selalu Panik Berlebihan Saat Berkendara

    Berkendara dengan Ibu membutuhkan kesabaran yang sangat besar. Pasalnya, ia kerap merasa panik berlebihan dengan alasan takut jatuh ataupun tertabrak.

    Ketika di perjalanan, ia akan selalu mengomel, tidak boleh ngebut, tidak boleh berbelok terlalu tajam, tidak boleh ini, tidak boleh itu, yang akhirnya membuat kita merasa panik dan kesal.

    Tapi ingatlah, itu semua ia lakukan untuk menjamin keselamatan kita saat mengendarai kendaraan bermotor.

    6. Selalu Ingin Tahu Alias Kepo

    Sifat menyebalkan Ibu yang terakhir adalah selalu ingin tahu alias kepo tentang semua hal yang kita lakukan.

    Misalnya, saat kita sedang chatting dengan seseorang, ia akan berusaha duduk di dekat kita hanya sekedar untuk melihat isi chatting kita.

    Hal tersebut seringkali membuat kita risih dan sedikit malu. Tapi jangan seperti itu, alangkah baiknya jika kita berterus terang saja dan curhat kepada Ibu.

    Sehingga ketika kita ada masalah, termasuk masalah asmara, maka Ibu bisa memberi solusi yang terbaik.

    Nah, itulah beberapa sifat Ibu yang terkadang membuat kita kesal. Walaupun menyebalkan, tidak sepatutnya kita merasa marah ataupun benci terhadap ibu kita sendiri, ya.

    Sebaliknya, kita harus tetap menyayangi dan menghormatinya. Sebab, surga seorang anak berada di bawah telapak kaki Ibu.

    Author : Eva

  • 4 Tips Pindah Rumah Baru Agar Nyaman Ditempati

    Sebagian besar pasangan yang baru menikah pasti memilih untuk tidak tinggal bersama orang tua dan menyewa atau membeli rumah sendiri.

    Tujuannya adalah agar bisa hidup mandiri dan bisa memulai hidup baru bersama keluarga kecil yang baru saja dibangun.

    Pindah ke rumah baru bukan berarti kita bisa langsung menempatinya begitu saja. Ada banyak hal yang harus dilakukan, seperti bersih-bersih atau bahkan renovasi kecil-kecilan.

    Selain itu, hal terpenting yang harus kita lakukan saat pindah ke rumah baru adalah kita harus  bisa menyesuaikan diri, sebab suasana rumah baru mungkin tidak senyaman rumah lama.

    Tips Pindah Rumah Baru

    Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar rumah baru terasa nyaman ditempati seperti rumah lama? Simak tipsnya berikut ini.

    1. Membersihkan Seluruh Isi Rumah

    Hal utama yang harus dilakukan saat pindah ke rumah baru adalah bersih-bersih. Bersih-bersih memang harus dilakukan setiap hari, baik di rumah lama ataupun di rumah baru.

    Agar terasa nyaman saat pindah ke rumah baru, sebaiknya kamu harus membersihkan seluruh ruangan atau isi rumah.

    Jangan sampai ada yang terlewat. Sebab, saat rumah bersih maka tidak ada hal buruk yang akan mengganggu misalnya seperti debu, bau tidak sedap, dan sebagainya.

    2. Renovasi Dinding

    Rumah baru biasanya identik dengan satu warna cat saja, yakni warna putih untuk seluruh dinding ruangan.

    Jika ingin membuatnya lebih menarik dan pastinya terasa lebih nyaman, kamu bisa merenovasi dinding dengan mengecat ulang atau menempelkan wallpaper berkarakter unik.

    Dengan demikian, dinding rumah tidak akan terlihat monoton dan sebaliknya akan terlihat lebih indah.

    3. Menata Kamar

    Jika ditanya mengenai ruangan yang paling nyaman di rumah jawabannya adalah kamar. Ya, kita pasti menghabiskan lebih banyak waktu di kamar dibandingkan ruangan lain di dalam rumah.

    Oleh sebab itu, saat pindah ke rumah baru, jangan lupa untuk menata kamar terlebih dahulu. Kamu bisa menatanya sesuai dengan selera dan yang paling penting adalah rapi. Kamar yang bersih dan rapi pastinya akan terasa nyaman untuk ditempati.

    4. Ganti Perabot dengan yang Baru

    Rumah tanpa perabot tidak akan berfungsi dengan baik. Perabot memang sangat dibutuhkan untuk membuat kita merasa nyaman di dalam rumah.

    Saat pindah ke rumah baru, kemungkinan besar sebagian perabot lama tidak bisa diangkut. Oleh karenanya, kamu bisa membeli perabot lama dengan yang baru agar rumah barumu terlihat lebih segar.

    Akan tetapi, sebaiknya kamu membeli perabot yang dibutuhkan saja agar pengeluaran tidak membengkak.

    Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat rumah baru terasa lebih nyaman untuk ditempati. Semoga bermanfaat, ya!

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • 5 Kemampuan yang Harus Dimiliki Wanita Saat Berumah Tangga

    Saat memutuskan untuk berumah tangga alias bersuami, hampir semua wanita diwajibkan untuk bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecil mereka.

    Tidak hanya dilihat dari faktor pendidikan saja, namun ada beberapa hal lain yang bisa membuktikan bahwa wanita tersebut dikatakan sudah layak untuk membangun rumah tangga.

    Ya, wanita harus memiliki banyak kemampuan agar kehidupan rumah tangga mereka menjadi sejahtera dan bahagia setiap saat. Lantas, apa saja kemampuan tersebut? Simak berikut ini!

    1. Kemampuan Menata Rumah

    Rumah adalah satu-satunya tempat ternyaman untuk berkumpul bersama keluarga.

    Mengingat kamu dan keluarga menghabiskan waktu bersama di dalam rumah setiap hari, tentunya seisi rumah haruslah tertata dengan baik agar terasa nyaman saat dihuni.

    Oleh sebab itu, sebaiknya kamu harus memiliki kemampuan menata membersihkan dan menata rumah dengan baik.

    2. Kemampuan Memasak Sendiri

    Saat menjadi ibu rumah tangga, kemampuan memasak tidak boleh terlewati.

    Walaupun tidak jago, yang paling penting adalah kamu bisa menghidangkan masakan istimewa hasil kreasi tanganmu sendiri untuk keluarga kecilmu.

    Percayalah, mereka akan merasa lebih senang jika makan makanan hasil masakanmu sendiri.

    Dan jangan pernah mengandalkan asisten rumah tangga atau membeli makanan di luar karena belum tentu terjamin kesehatannya.

    3. Kemampuan Berkebun

    Selanjutnya adalah kamu juga harus memiliki kemampuan berkebun. Kemampuan ini sangat bermanfaat jika kamu memiliki halaman rumah yang luas.

    Daripada dibiarkan gersang, lebih baik bercocok tanam di sana. Kamu bisa menanam berbagai macam tanaman seperti bunga, tomat, cabai, buah-buahan serta tanaman bermanfaat lainnya.

    4. Kemampuan Merawat dan Mengurus Anak

    Kemampuan paling penting yang harus dimiliki wanita saat berumah tangga adalah mampu mengurus dan merawat anak.

    Walaupun saat ini sudah banyak jasa pengasuh anak alias baby sitter, akan lebih baik jika kamu bisa merawat anak-anakmu sendiri.

    Sehingga, kamu bisa melihat dan mengetahui tumbuh kembang mereka tanpa terlewatkan sedikitpun.

    5. Kemampuan Menjahit

    Terakhir, kamu harus memiliki kemampuan menjahit sebelum berumah tangga. Tidak perlu menjahit dengan teknik rumit, cukup menjahit baju yang sobek dengan tangan saja.

    Kemampuan ini sangat berguna ketika bajumu atau atau baju keluarga yang tiba-tiba sobek. Kamu bisa menanganinya tanpa harus mengandalkan jasa penjahit.

    Nah, itulah beberapa kemampuan yang wajib kamu miliki sesaat dan sebelum memutuskan untuk berumah tangga.

    Sebab, kamu akan berperan sebagai wonder women untuk keluarga kecilmu, yang harus bisa mengurus semuanya sendiri.

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • Tips Memilih Kado yang Tepat untuk Ayah Tercinta

    Tips Memilih Kado yang Tepat untuk Ayah Tercinta

    Kado untuk Ayah Tercinta

    Ayah merupakan sosok yang sangat berharga dalam hidup kita. Sebagai anak, tentunya kita ingin selalu membahagiakannya, walau hanya dengan cara memberi hadiah saat ia sedang berulang tahun atau pada hari spesial lainnya.

    Namun,seringkali kita merasa bingung dalam memilih kado yang tepat yang bisa membuatnya terkesan. Walaupun ia tidak akan pernah mempermasalahkan apapun yang kita beri. Justru ia akan merasa sangat senang karena ia berpikir bahwa anak yang ia sayang masih memperhatikannya.

    Lantas, adakah tips untuk memilih kado untuk ayah? Tentu saja ada. Apa saja tips tersebut? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    1. Berikan Kado Sesuai dengan Kebutuhannya

    Tips pertama yang harus kamu perhatikan adalah pilihlah kado yang sesuai dengan kebutuhan ayah. Sebab, memberikan barang atau hal lain yang ia butuhkan, akan terasa jauh lebih berkesan. Misalnya, ketika ayah sedang membutuhkan jam tangan, maka kamu bisa memberinya jam tangan sebagai kado atau hadiah. Tidak perlu mahal, yang penting manfaat dari barangya.

    2. Berikan Kado Sesuai Dengan Hobinya

    Semua orang pasti memiliki hobi yang berbeda-beda, tak terkecuali ayah. Memberi kado berupa barang yang sesuai dengan hobi ayah merupakan pilihan yang tepat. Bisa jadi, kado yang kamu berikan dapat mendukung hobi yang selama ini ia lakukan. Sehingga, kemungkinan besar ia akan merasa senang dan menyukai kado yang kamu berikan.

    3. Berikan Kado Sesuai Dengan Pekerjaannya

    Ayah merupakan sosok kepala keluarga yang rela bekerja dan berjuang demi menghidupi anak dan istrinya. Nah, jika kamu ingin memberikan kado pada ayah, kamu juga bisa sesuaikan dengan bidang pekerjaannya. Misalnya, jika ayahmu berprofesi sebagai guru olahraga, kamu bisa memberinya hadiah berupa sepatu olahraga atau peralatan olahraga lainnya.

    Nah, itulah ketiga tips untuk memilih kado yang tepat untuk ayah di hari spesialnya. Sekecil apapun usaha kita untuk membuatnya bahagia, percalah bahwa hal itu sangatlah berarti untuknya. Yuk selalu buat ayah kita tersenyum! Kalau bukan kita sebagai anaknya, siapa lagi?

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • Bikin Pusing, Inilah 5 Hal yang Kerap Diperdebatkan Saat Menjadi Ibu

    Setiap wanita pasti ingin menjadi seorang ibu. Ibu yang melahirkan, merawat, serta menjaga anak-anaknya hingga tumbuh dewasa.

    Pastinya, sebagai seorang ibu kita ingin yang terbaik untuk anak agar selalu sehat dan tidak mudah sakit.

    Sebenarnya, semua ibu memiliki cara tersendiri untuk merawat buah hati mereka. Walaupun menurut kita sudah sangat baik, namun saat bertemu dengan orang lain pasti akan ada perdebatan walau sekecil apapun.

    Berikut beberapa hal yang sering diperdebatkan saat menjadi ibu adalah sebagai berikut.

    1. Melahirkan Normal atau Caesar?

    Banyak yang menganggap bahwa seorang wanita dapat dikatakan sebagai ibu yang sempurna jika bisa melahirkan normal. Sebenarnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

    Pasalnya, mau melahirkan dengan cara apapun baik normal ataupun caesar, tidak masalah. Sebab, pasti ada alasan lain mengapa harus memilih melahirkan dengan cara caesar.

    Biasanya, cara ini dilakukan karena kondisi tertentu yang dapat mengancam keselamatan ibu atau janin.

    2. Setelah Melahirkan, Yakin Mau Berhenti Kerja?

    Banyak wanita yang bekerja di kantoran merasa dilema pasca melahirkan. Sebab, mereka harus memilih antara tetap bekerja atau fokus merawat anak di rumah.

    Saat kita memilih untuk berhenti bekerja, banyak orang di luar sana yang mengatakan bahwa keputusan tersebut salah dan membuat pernyataan seperti “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya jadi ibu rumah tangga?”.

    Padahal, menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah hal yang memalukan. Justru, akan lebih baik karena dapat memantau tumbuh kembang anak.

    Seorang ibu yang berpendidikan tinggi juga dapat mencetak anak-anak mereka menjadi generasi yang lebih baik.

    3. ASI atau Susu Formula?

    Masalah pemberian ASI juga kerap menjadi perdebatan di kalangan ibu-ibu pasca melahirkan. Sebagian besar dari mereka menganggap bahwa pemberian ASI lebih bagus daripada susu formula.

    Memang benar, tapi perlu diketahui bahwa tidak semua ibu bisa mengeluarkan ASI dengan lancar. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika dibantu oleh susu formula.

    Akan tetapi, tetap berusaha untuk mengutamakan ASI dibandingkan susu formula.

    4. Mendidik Anak Dengan Lembut atau Keras?

    Terlalu keras mendidik anak tidaklah bagus untuk pertumbuhan mereka. Umumnya, anak akan merasa trauma ketika orang tua terlalu keras dalam mendidik.

    Begitupun sebaliknya, terlalu lembut mendidik anak juga tidak bagus karena akan membuat anak tumbuh menajdi pribadi yang manja.

    Sebaiknya, didik anak sesuai situasi dan kondisi yang berlangsung. Jangan lupa untuk selalu menerapkan sikap disiplin pada anak sejak dini.

    5. Mulai Memperkenalkan Gedget atau Tidak?

    Gadget merupakan sebuah alat komunikasi yang sangat diminati oleh hampir semua orang. Siapa sih yang tidak punya gadget di jaman sekarang?

    Walaupun fungsinya sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, nyatanya gadget menjadi perdebatan bagi ibu-ibu di luar sana.

    Banyak dari mereka yang memperdebatkan apakah sebaiknya anak boleh diperkenalkan pada gadget atau tidak?

    Sebagian dari mereka menganggap bahwa gadget merupakan alat yang sebaiknya tidak diperkenalkan pada anak karena dapat mengganggu pertumbuhan mereka.

    Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa anak perlu mengenal gadget sejak dini agar tidak gaptek alias gagap teknologi.

    Lantas, mana yang lebih baik? Sebagai ibu kita harus bijak dalam memilih hal-hal yang baik dan buruk untuk anak.

    Untuk masalah gadget, sebaiknya anak diperkenalkan saat menginjak sekolah menengah pertama. Tentunya, harus tetap kita awasi dan batasi penggunaannya.

    Itulah beberapa perdebatan saat seorang wanita sudah menjadi ibu. Jadi, pilihan ada di tanganmu sendiri dan jangan mendengarkan anggapan orang lain jika dirasa tidak benar.

    Author  : Eva

  • 6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk merawat dan mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik. Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik?

    Tentunya, mereka akan rela melakukan apapun demi melihat anaknya bahagia dan merasa nyaman setiap harinya.

    Cara Menjadi Orang Tua yang Baik

    Sebenarnya, menjadi orang tua terbaik bukanlah perkara sulit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Beberapa hal tersebut antara lain sebagai berikut:

    1. Jadilah Contoh yang Baik

    Faktor utama yang bisa membentuk watak dan karakter anak adalah lingkungan serta orang-orang di sekitarnya. Kemungkinan besar anak akan mengikuti bahkan mencontoh apapun yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, baik dalam hal yang baik ataupun buruk.

    Dibandingkan dengan orang lain, anak akan lebih dekat dengan orang tua, bukan? Untuk itu, jadilah contoh yang baik untuk anak dalam segala hal.

    2. Jadilah Pendengar yang Baik

    Anak-anak biasanya memiliki segudang cerita yang selalu ingin diceritakan setiap harinya. Terkadang mereka ingin menceritakan bagaimana suasana di sekolah, teman sekolah, pelajaran di sekolah, dan tentang hal sekecil apapun.

    Sebagai orang tua, kita harus bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, misalnya menjelang tidur atau saat sedang santai di ruang TV.

    3. Bermain dengan Anak

    Anak tidak melulu ingin bermain bersama teman-temannya. Terkadang, mereka juga ingin bermain dengan orang tua di waktu libur sekolah. Jangan segan-segan untuk mengajak anak bermain agar anak bisa lebih dekat dengan kita.

    4. Jadilah Orang Tua yang Percaya Diri

    Menjadi orang tua yang memiliki sifat percaya diri sangatlah menguntungkan. Sebab, jika kita selalu percaya diri dalam merawat dan mengasuh anak, maka mereka akan merasa nyaman dan percaya bahwa orang tuanya adalah yang terbaik.

    5. Jangan Pernah Memberikan Hukuman Fisik

    Ketika anak melakukan kesalahan, jangan pernah memberi hukaman fisik. Sebab, hukuman fisik bukan cara terbaik untuk menghukum anak, justru hukuman tersebut dapat mengakibatkan rasa takut dan trauma pada anak. Selain itu, juga membuat anak lebih rentan terhadap masalah fisik maupun psikis ke depannya nanti.

    6. Hindari Memberi Hadiah yang Mewah

    Saat anak melakukan hal yang membanggakan, misalnya mendapatkan peringkat di sekolah, sebisa mungkin hindari memberi hadiah yang terlalu mewah dan berlebihan karena akan membuat anak menjadi manja dan pamrih. Sebaiknya berikan hadiah sederhana yang memang sedang ia butuhkan saja.

    Nah, itulah beberapa cara untuk menjadi orang tua terbaik bagi anak. Selamat mencoba!

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • 4 Tips Menghadapi Perilaku Anak yang Agresif

    Hampir setiap anak memiliki perilaku agresif, seperti mengamuk, menangis, dan berteriak ketika dia menginginkan sesuatu, apalagi jika keinginannya tidak terpenuhi.

    Sebenarnya, hal tersebut sangatlah wajar dan perilaku agresif memang murni dimiliki oleh anak kecil. Seringkali, kita sebagai orang tua merasa kesulitan dalam menanganinya.

    Sebab, kadang anak tidak diam dan berhenti, tapi justru malah tambah menjadi-jadi. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan sangat tidak baik bagi perkembangan anak.

    Oleh sebab itu, diperlukan cara yang efektif untuk menghadapi anak yang memiliki perilaku agresif.

    Tips Menghadapi Anak yang Agresif

    Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak agresif, diantaranya:

    1. Tetap Tenang

    Anak kecil masih belum mengerti bagaimana cara mengontrol emosi. Jika anak sedang emosi dan mulai agresif, jangan hadapi dengan sikap emosi juga.

    Sebaliknya, kita sebagai orang tua harus tetap tenang menghadapinya. Jadilah contoh yang baik untuk mereka.

    Ajari mereka dalam menahan dan meredakan emosi dengan dengan cara duduk dengan tenang, tarik napas, dan minum air putih.

    2. Hargai dan Puji Perilaku Baik Anak

    Walaupun anak sering berperilaku agresif, tapi nyatanya mereka juga bisa bersikap baik dan tidak menimbulkan masalah.

    Hal ini bisa kita manfaatkan untuk memuji perilaku baiknya. Katakan pada mereka bahwa kita merasa senang karena mereka sudah berperilaku baik.

    3. Jangan Menyerah

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa alasan utama mengapa anak menjadi agresif adalah karena mereka menginginkan sesuatu dan kita tidak menurutinya.

    Jika mereka menginginkan sesuatu yang baik, tentu saja kita ssbagai orang tua akan senang hati menurutinya, bukan?

    Tapi, bagaimana jika keinginan mereka berlebihan dan tidak bisa kita turuti? Saat anak mulai menangis dan mengamuk, tenangkan mereka dengan memberikan pelukan hangat.

    Jangan menyerah dengan memberikan segala yang mereka inginkan karena akan membuat mereka terbiasa berperilaku agresif.

    4. Cari Tahu Penyebabnya

    Selain menginginkan sesuatu, ada penyebab lain yang bisa membuat anak berperilaku agresif. Sebaiknya, kita harus mencari tahu penyebab tersebut dan mulai mencari solusi untuk mengubahnya.

    Misalnya, anak mulai agresif saat dibangunkan di pagi hari, maka kita bisa mencari hal menyenangkan lainnya yang bisa membuat anak merasa senang ketika harus bangun pagi.

    Itulah beberapa cara menangani anak yang agresif. Jadi jangan bertindak kasar ke anak, ya!

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • 4 Manfaat Baik Saat Anak Dekat dengan Ayahnya

    Hadirnya buah hati di tengah-tengah kehidupan rumah tangga tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan. Pasalnya, seorang anak bisa menjadi pengikat hubungan antara suami-istri beserta keluarga agar tetap harmonis.

    Umumnya, seorang anak cenderung lebih dekat dengan ibu bila dibanding ayah. Hal ini dikarenakan ibulah yang selalu merawat dan menjaganya, sementara ayah sibuk bekerja.

    Akan tetapi, bukan berarti kehadiran seorang ayah tidak istimewa loh. Sebab, tidak sedikit seorang anak yang dekat dengan ayahnya memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia.

    Manfaat Baik Ketika Anak Dekat dengan Ayah

    Selain itu, ada beberapa manfaat baik lainnya bila anak dekat dengan ayah. Beberapa manfaat tersebut diantaranya:

    1. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sosial

    Saat anak bersama ayah, ia akan melakukan hal-hal menyenangkan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya bersama sang Ibu. Misalnya seperti bersepeda bersama, bermain sepak bola, saling kejar-kejaran, atau diayun-ayunkan di atas kepala. Kebersamaan tersebut membuat anak merasa berani dan lebih percaya diri.

    Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bisa beradaptasi dengan lingkungan sosial dengan mudah.

    2. Belajar Mandiri

    Biasanya, ibu cenderung lebih memanjakan anak daripada ayah. Maka tak heran jika banyak anak yang memiliki sifat manja karena apa yang dinginkan selalu dikabulkan. Bersama ayah, anak akan dididik menjadi pribadi yang lebih mandiri. Sebab, ayah bisa mendorong anaknya untuk berani melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi anak untuk bisa lebih mandiri.

    3. Kecerdasan Emosional

    Seperti yang kita tahu bahwa seorang wanita memiliki emosional yang tidak stabil akibat perubahan hormon, begitu pula dengan seorang ibu. Berbeda dengan ayah yang justru bisa menstabilkan emosi sehingga bisa mengajarkan anak untuk dapat mengontrol emosi. Dengan demikian, anak tidak akan mudah menangis jika mengalami sebuah masalah di kemudian hari.

    4. Memiliki Keinginan untuk Melindungi

    Sosok ayah akan senantiasa melindungi keluarga kecilnya. Dengan begitu, anak akan merasa terlindungi. Jika anak (khususnya anak laki-laki) dekat dengan ayah, maka ia akan diajarkan bagaimana caranya melindungi kaum yang lemah. Sehingga, anak akan menjadi pribadi yang pemberani serta selalu memiliki keinginan untuk melindungi orang lain.

    Nah, itulah beberapa manfaat baik ketika anak dekat dengan ayahnya. Jadi, alangkah baiknya jika anak tidak hanya dekat dengan ibu saja, tapi juga dengan ayahnya.

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • 5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini teknologi sudah semakin canggih, salah satu buktinya adalah kemunculan ponsel pintar.

    Kalau dulu ponsel hanya memiliki fitur untuk menelpon dan menerima pesan singkat, berbeda dengan ponsel sekarang yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang super canggih.

    Maka tak heran jika hampir semua orang merasa ketergantungan olehnya, tidak terkecuali anak kecil.

    Padahal, terlalu sering memainkan ponsel atau gadget dapat memberikan dampak buruk bagi anak.

    Kecanduan memainkan alat tersebut juga bisa membuat anak menjadi anti sosial karena selalu asik bermain dengan gadgetnya tanpa pergi bermain dengan temannya.

    Jika terus dibiarkan, hal buruk lainnya akan menimpa kesehatan anak. Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk bisa menghentikan kebiasaan anak memainkan gadget sehingga anak tidak merasa kecanduan lagi.

    Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan HP

    Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa ibu di rumah lakukan dalam mengatasi anak kecanduan bermain gadget, diantaranya:

    1. Berikan Mainan Lain

    Anak kecil biasanya suka sekali dengan mainan, seperti mobil-mobilan, boneka, robot-robotan, dan masih banyak lainnya.

    Mainan ini bisa ibu berikan pada anak agar mereka tidak mencoba untuk bermain gadget. Namun, tetap batasi juga pembelian mainan agar pengeluaran tidak membengkak.

    2. Jangan Larang Anak Bermain di Luar

    Bermain bersama teman-teman di taman bermain atau di luar ruangan bisa membuat mereka merasa lebih senang.

    Di samping agar lebih dekat dengan teman, bermain di luar ruangan juga dapat membuat anak lebih sehat karena terus bergerak. Selain itu, anak akan terhindar dari kecanduan bermain gadget.

    3. Ajak Anak Bermain Bersama

    Selain bermain dengan teman, anak juga akan merasa senang jika bermain dengan orangtua. Biasanya, orangtua yang selalu sibuk bekera tidak akan memiliki banyak waktu bersama anak sehingga anak melampiaskannya dengan cara bermain gadget.

    Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk anak saat pulang kerja atau setelah semua aktivitas selesai dilakukan.

    4. Memberikan Batasan Waktu

    Jika memang si kecil ingin bermain gadget, berikanlah ijin. Tapi, harus ada batasan waktu, misalnya satu hari hanya boleh memainkan gadget selama satu jam saja.

    Dan juga jangan lupa untuk selalu mengawasi anak ketika bermain gadget agar tidak melakukan hal negatif dengan gadgetnya.

    5. Sibukkan Kegiatan Anak dengan Hal yang Positif

    Setelah pulang sekolah, pasti anak akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Biasanya mereka memilih untuk bersantai atau bermain dengan teman.

    Namun, tidak sedikit juga anak yang menghabiskan banyak waktu di rumah dengan bermain gadget. Untuk mengatasinya, buatlah jadwal anak dengan kegiatan yang positif. Biarkan mereka sibuk misalnya dengan ikut les, ekstrakurikuler, olahraga, dan kegiatan positif lainnya