Tag: menurut para ahli

  • 9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian menulis adalah menuangkan gagasan atau ide melalui kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf sehingga dapat terbaca. Menulis juga bisa diartikan sebagai mencurahkan isi hati melalui diksi.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010: 1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

    Sementara definisi menulis menurut para ahli sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Pengertian menulis menurut The Liang Gie merupakan kegiatan menulis yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan.

    2. Tarigan (1986: 21)

    Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut.

    3. Suparno (2009:13

    Pengertian menulis adalah sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

    4. Nurgiyantoro (2001: 273)

    Menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa.

    5. Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3)

    Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

    6. Suyitno

    Menurut Suyitno, menulis dapat diartikan sebagai upaya mengungkapkan pikiran, pengetahuan, gagasan, dan pengalaman hidup pengarang dalam bahasa tulis. Jadi, agar tulisannya mudah dipahami dan mampu membangkitkan emosi, penulis menulis dengan runtut, mudah dibaca, ekspresif, dan mudah dipahami orang lain.

    7. Soemarmo Markam (1989:7)

    Menurut Soemarmo Markam (1989:7) yang juga menjelaskan bahwa menulis tidak hanya diekspresikan dalam bentuk lambang, tetapi juga dalam bentuk gambar.

    8. Rosidi (2009: 2)

    Mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuliskan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis.

    9. Nursisto (1999: 5)

    Mengemukakan bahwa menulis atau mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi

  • 10 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

    Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

    Pengertian bisnis secara etimologi berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Pengertian bisnis secara umum dalam ekonomi yaitu bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian bisnis menurut para ahli

    1. Prof.Owen

    Bisnis ialah suatu perusahaan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi barang untuk dijual kembali ke pasaratau memberikan harga dalam setiap barang ataupun jasa.

    2. Urwick dan Hunt

    Bisnis adalah setiap perusahan yang memproduksi dan mendistribusikan serta menyediakan barang atau jasa yang diperlukan masyarakat dan atas dasar kesediaannya dalam membeli atau membayar.

    3. Mc. Naughton

    Definisi bisnis merupakan suatu pertukaran barang, jasa ataupun uang dengan tujuan memperoleh keuntungan.

    4. Prof.L.R.Dicksee

    Arti bisnis adalah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi yang berkepentingan atau mengusahakan kegiatan tersebut.

    5. William Spregal

    Mengatakan bahwa bisnis ialah suatu kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang atau jasa yang bisa diklasifikasikan dalam kegiatan-kegiatan bisnis.

    6. Peterson

    Pengertian bisnis adalah merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa secara konsisten.

    7. Prof.L.R.Dicksee

    Bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.

    8. T. Chwee (1990)

    Arti bisnis juga diungkapkan oleh T. Chwee (1990). Menurutnya, bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, menurut Grifin dan Ebert, bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

    9. Allan Afuah (2004)

    Seorang pakar bisnis bernama Allan Afuah (2004) berpendapat bahwa bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar mendapatkan keuntungan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ada di dalam insdustri. Para pelaku bisnis ini biasanya disebut entrepreneur.

    10. Griffin dan Ebert

    Mengatakan bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk belajar profit. Dengan definisi ini, kegiatan bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan laba. Sebuah institusi menghasilkan laba ketika total pendapatan dalam suatu periode lebih tinggi dari total biaya pada periode yang sama. Laba adalah fitur utama dari aktivitas bisnis, sehingga laba dapat berkembang.

  • 11 Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

    Belajar merupakan aktivitas fundamental dalam kehidupan manusia yang berlangsung sepanjang hayat.

    Setiap individu terlibat dalam proses belajar, baik secara formal melalui pendidikan di sekolah maupun secara informal dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui proses belajar, seseorang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang berguna bagi dirinya maupun lingkungannya.

    Namun, untuk memahami hakikat belajar secara mendalam, penting bagi kita untuk meninjau berbagai definisi yang dikemukakan oleh para ahli di bidang pendidikan dan psikologi

    Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian belajar menurut para ahli yang dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai konsep belajar.

    1. Howard L. Kingsley dalam Dantes (1997)

    Pengertian belajar adalah suatu proses bukan produk. Proses dimana sifat dan tingkah laku ditimbulkan dan diubah melalui praktek dan latihan.

    2. Hilgard dalam Nasution (1997:35)

    Belajar adalah proses melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan yang dibedakan dari perubahan-perubahan oleh faktor-faktor yang tidak termasuk latihan.

    3. Jauhari (2000:75)

    Belajar adalah proses untuk memperoleh perubahan yang dilakukan secara sadar, aktif, dinamis, sistematis, berkesinambungan, integratif, dan tujuan yang jelas.

    4. Fontana dalam Khoir (1991)

    Belajar adalah mengubah tingkah laku, perubahan adalah hasil dari pengalaman, perubahan terjadi dalam perilaku individu.

    5. Thorndike dalam Psikologi Pendidikan

    Belajar adalah asosiasi antara kesan panca indra dengan umpuls untuk bertindak.

    6. Drs. Slameto (1999)

    Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.

    7. Moh. Surya (1981:32)

    Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

    8. Darsono (2001:4)

    Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

    9. Morgan, dkk (1984)

    Belajar adalah “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience”. Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan (practice) atau karena pengalaman (experience).

    10. Skiner (Syaiful Sagala, 2010:14)

    Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

    11. Robert M. Gagne (Syaiful Sagala, 2010:17)

    Belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan: (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan; (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar.

  • 25 Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    25 Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    Setiap tindakan manusia hampir selalu dipengaruhi oleh suatu dorongan dari dalam diri yang dikenal dengan istilah motivasi.

    Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari, motivasi menjadi kunci penting yang mendorong seseorang untuk bertindak, bertahan, dan mencapai tujuan tertentu. Namun, pengertian motivasi tidaklah tunggal.

    Banyak ahli dari berbagai bidang ilmu telah mencoba mendefinisikannya dari sudut pandang mereka masing-masing.

    Pemahaman ini menjadi penting agar kita bisa mengenali sumber dorongan dalam diri sendiri maupun orang lain, serta mengetahui bagaimana motivasi dapat dibentuk, diarahkan, dan dipelihara.

    Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa pandangan ahli yang menggambarkan definisi motivasi secara lebih luas dan mendalam

    1. Menurut Sujono Trimo

    Memberikan pengertian motivasi adalah suatu kekuatan penggerak dalam prilaku individu dalam prilaku individu baik yang akam menentukan arah maupun daya ahan (perintence) tiap perilaku manusia yang didalamnya terkandung pula ungsur-ungsur emosional insan yang berasangkutan.

    2. Menurut Sartain

    Motivasi adalah suatu pertanyaan yang komplek dimana dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang.

    3. Menurut Chifford T. Morgan

    Motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari pada motivasi. Ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku (Motiving states), yaitu tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (Motiving Behavior), dan tujuan dari tingkah laku tersebut (Goal or Endsof Such Behavior).

    4. Menurut Fredrick J. Mc Donal

    Memberikan sebuah pernyataan yaitu motivasi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang ditantai dengan perasaan dan juga reaksi untuk mencapai sebuah tujuan.

    5. Menurut Hasibuan dalam (Sutrisno, 2017)

    Mengemukan bahwa motivasi adalah perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.

    6. Menurut Sardiman (2006:73)

    Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

    7. Menurut Hamalik (1992:173)

    Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

    8. Menurut Mulyasa (2003:112)

    Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.

    9. Menurut Robbins dan Judge

    Arti motivasi adalah suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan individu agar dapat mencapai tujuannya.

    10. Menurut Victor H. Vroom

    Definisi motivasi adalah sebuah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

    11. Edwin B. Flippo

    Disebutkan bahwa motivasi merupakan suatu keahlian dalam mengarahkan seorang pegawai & sebuah organisasi agar dapat bekerja supaya berhasil, hingga para pegawai dan tujuan dari organisasi tersebut tercapai.

    12. American Encyclopedia

    Disebutkan bahwa motivasi sebagai sebuah kecendrungan yang ada didalam diri seseorang yang membangkitkan topangan & mengarahkan tindak-tanduknya.

    13. G. R. Terry

    Menjelaskan bahwa motivasi ialah sebuah keinginan yang ada pada diri seseorang yang merangsangnya untuk melakukan berbagai tindakan.

    14. Barton dan Martin (dalam Marwansyah dan Mukaram, 2000: 151)

    Menjelaskan bahwa: “motivasi merupakan kekuatan yang menggerakkan perilaku yang memberi arah pada perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut.”

    15. Djamarah (2002: 34)

    Mendefiniskan motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feelling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dan aktivitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat ia lakukan untuk mencapainya.

    16. Menurut Winardi (2007)

    Motivasi berasal dari kata motivation yang berarti ”menggerakkan”. Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entutiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.

    17. Menurut H. Hadari Nawawi

    Mendefinisikan motivasi seseseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar.

    18. Menurut Henry Simamora

    Pengertian motivasi menurutnya adalah Sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendaki.

    19. Menurut Soemanto

    Secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

    20. Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara

    Memberikan pengertian motivasi dengan kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.

    21. Menurut Uno (2007)

    Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak.

    22. Sargent, (dikutip oleh Howard, 1999)

    Menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).

    23. Morgan et al. (dalam Marwansyah dan Mukaram, 2002: 151)

    Menjelaskan bahwa: “motivasi merupakan kekuatan yang mengendalikan dan menggerakkan seseorang untuk melakukan tindakan atau perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu”.

    24. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000)

    Motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

    25. Menurut Stefan Invanko dalam (Hamli Arif Yusuf, 2018)

    Mendefinisikan
    motivasi sebagai keinginan dan energi seseorang yang diarahkan untuk mencapaian
    suatu tujuan. Motivasi adalah sebab dari tindakan”.

  • 10 Pengertian Bakat Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Bakat Menurut Para Ahli

    Bakat merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering menjadi penentu keberhasilan seseorang dalam bidang tertentu.

    Setiap individu terlahir dengan potensi bawaan yang berbeda, yang apabila dikembangkan dengan tepat dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa.

    Potensi bawaan ini sering kali muncul dalam bentuk kemampuan khusus, ketertarikan mendalam pada suatu bidang, atau kemudahan dalam mempelajari keterampilan tertentu.

    Namun, bakat bukanlah sesuatu yang otomatis menjadikan seseorang sukses. Potensi ini memerlukan pengasahan melalui latihan, pengalaman, dan pembelajaran yang berkesinambungan agar dapat berkembang secara optimal.

    Pengertian Bakat Menurut Para Ahli

    Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa definisi bakat menurut para ahli.

    1. Menurut S.C Utami Munandar (1985)

    Bakat atau aptitude dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan bawaan dari seseorang yang mana sebagai potensi yang maish perlu untuk dikembangkan lebih lanjut dan dilatih agar dapat mencapai impian yang ingin diwujudkan.

    2. Menurut William B. Michael

    Menurut William, bakat adalah kapasitas yang ada pada diri seseorang yang mana dalam melakukan tugas serta melakukannya dipengaruhi oleh latihan yang sudah dijalaninya.

    3. Menurut Sarwono (1986)

    Menurut Sarwono, bakat merupakan kondisi yang ada di dalam diri seseorang yang mana memungkinkannya dengan latihan latihan khusus dalam mencapai pengetahuan, ketrampilan khusus, serta kecakapan.

    4. Kartini Kartono (1979)

    Menurutnya, bakat merupakan hal yang mencakup segala faktor yang ada di dalam diri individu yang dimiliki sejak awal pertama kehidupannya dan kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, keterampilan, dan kecakapan tertentu. Bakat ini sifatnya laten potensial, sehingga masi bisa tumbuh dan dikembangkan.

    5. Menurut Suganda Pubakawatja (1982)

    Menurut Suganda, bakat merupakan benih yang berasal dari suatu sifat yang mana baru akan tampak nyata jika seseorang tersebut mendapat sebuah kesempatan dan kemungkinan untuk dapat mengembangkannya

    6. Menurut Woodworth dan Marquis

    Menurutnya, pengertian bakat adalah sebuah prestasi yang mana dapat diramalkan serta diukur dengan melalui sebuah tes khusus. Oleh karena itu, bakat bisa dikategorikan sebagai sebuah kemampuan atau ability. Ability sendiri sebenarnya memiliki 3 arti, antara lain adalah:

    • Achievement merupakan actual ability, yang mana dapat diukur langsung dengan menggunakan alat ataupun tes tes tertentu.
    • Capacity, merupakan potential ability yang mana hal tersebut dapat diukur dengan cara tidak langsung yaitu melalui kecakapan individu yang mana kecakapan ini dapat dikembangkan dengan perpaduan antara dasar dengan latihan yang intensif serta pengalaman.
    • Aptitude, merupakan kualitas yang mana hanya dapat diukur dengan tes tes yang emmang ditujukan untuk tujuan tersebut.

    7. Menurut Guidford (Dalam Suryabrata, 1995)

    Definisi dari bakat adalah sebuah hal yang memiliki corak yang berbeda, bakat merupakan kemampuan kinerja yang mana mencakup dimensi psikomotor, dimensi intelektual, serta dimensi perseptual.

    8. Menurut Crow dan Crow (1989)

    Bakat merupakan sebuah kualitas yang dimiliki oleh setiap orang yang mana dalam tingkatan yang sangat beragam satu sama lainnya.

    9. Menurut Brigham (Dalam Suryabrata 1995)

    Bakat merupakan sesuatu yang menjadi titik berat yang sudah dimiliki setiap manusia yang sudah didapatkan dari latihan latihan tertentu dari peforma ataupun kinerjanya.

    10. Menurut M. Ngalim Purwanto (Buku Psikologi Pendidikan)

    Kata bakat lebih dekat definisinya dengan aptitude yang memiliki arti kecakapan pembawaan, yang mana mengenai kesanggupan dan potensi tertentu yang dimiliki oleh seseorang.

  • 6 Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Ahli

    6 Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Ahli

    Strategi pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran.

    Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik.

    Pengertian Pembelajaran Menurut Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi strategi pembelajaran menurut para ahli.

    1. Hamzah B. Uno (2008:45)

    Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.

    2. Dick dan Carey (2005:7)

    Pengertian strategi pembelajaran adalah komponen-komponen dari suatu set materi termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.

    3. Suparman (1997:157)

    Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

    4. Hilda Taba

    Strategi pembelajaran adalah pola atau urutan tongkah laku guru untuk menampung semua variabel-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.

    5. Gerlach dan Ely (1990)

    Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.

    6. Kemp (1995)

    Stategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

  • 17 Pengertian Matematika Menurut Para Ahli

    17 Pengertian Matematika Menurut Para Ahli

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang perannya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia.

    Sejak zaman kuno hingga era teknologi modern seperti sekarang, matematika selalu hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari perhitungan sederhana dalam aktivitas sehari-hari hingga penerapan rumit pada bidang teknologi, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

    Keberadaannya bukan sekadar kumpulan angka, simbol, dan rumus, melainkan bahasa universal yang mampu menjelaskan pola, hubungan, dan struktur yang terjadi di dunia ini.

    Matematika juga berfungsi sebagai alat berpikir logis yang terstruktur, membantu manusia memecahkan masalah secara sistematis dan efisien.

    Pengertian Matematika Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi matematika menurut para ahli.

    1. James and James (1976)

    Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.

    2. Johnson dan Rising (1972)

    Matematika adalah pola fikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.

    3. Reys, dkk (1984)

    Matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola fikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.

    4. Ruseffendi E. T (1988:23)

    Pengertian matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil dimana dalil yang telah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.

    5. Kline (1973)

    Matematika itu bukan ilmu pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan ekonomi, sosial dan alam.

    6. Paling (1982) dalam Abdurrahman (1999:252)

    Mengemukakan ide manusia tentang matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing.

    Ada yang mengatakan bahwa matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali dan bagi; tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti aljabar, geometri dan trigonometri.

    Banyak pula yang beranggapan bahwa matematika mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan berpikir logis.

    7. Suherman (2003)

    Matematika adalah disiplin ilmu tentang tata cara berfikir dan mengolah logika, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

    8. Abdurrahman (2002)

    Matematika adalah bahasa simbiolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir.

    9. Andi Hakim Nasution:

    Matematika adalah ilmu struktur, urutan (order), dan hubungan yang meliputi dasar-dasar perhitungan, pengukuran, dan penggambaran bentuk objek.

    10. Susilo

    Matematika bukanlah bukanlah sekedar kumpulan angka, simbol, dan rumus yang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Justru sebaliknya, matematika tumbuh dan berakar dari dunia nyata.

    11. Suwarsono

    Matematika adalah ilmu yang memiliki sifat khas yaitu; objek bersifat abstrak, menggunakan lambang-lambang yang tidak banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan proses berpikir yang dibatasi oleh aturan-aturan yang ketat.

    12. Kline (1973)

    Matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi dan alam.

    Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika.

    13. Yansen Marpaung

    Matematika adalah ilmu yang dalam perkembangannya penggunaanya menganut metode deduksi.

    14. Siagian (2016: 60)

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu maupun dalam pengembangan matematika.

    15. Irawan & Daeka (2015: 7)

    Berpendapat bahwa belajar matematika lebih mengarah ke penalaran dan logika tidak hanya belajar hitung menghitung maupun belajar angka.

    16. Liberna (2018: 99)

    Mengatakan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib pada setiap jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar.

    17. Maryati dan Priatna (2017: 336)

    Matematika adalah ilmu deduktif karena dalam proses mencari kebenararn harus dibuktikan dengan
    teorema, sifat, dan dalil setelah dibuktikan.

    Matematika juga merupakan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan nalar yang menggunakan istilahdefinisi dengan cermat, jelas dan akurat.

  • 15 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Para Ahli

    Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning adalah suatu metode pembelajaran atau strategi dalam belajar dan mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja.

    Dengan kata lain, pembelajaran dilakukan dengan membuat sejumlah kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 anak yang bertujuan untuk saling memotivasi antar anggotanya untuk saling membantu agar tujuan dapat tercapai secara maksimal.

    Pembelajaran Kooperatif Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah definisi pembelajaran kooperatif menurut para ahli.

    1. Rusman (2010:202)

    Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.

    Sedangkan cooperative learning adalah teknik pengelompokkan yang di dalamnya siswa bekerja terarah pada tujuan belajar bersama dalam kelompok kecil yang umumnya terdiri dari 4-5 orang.

    2. Johnson

    Belajar cooperative adalah pemanfaatan kelompok kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut (Johnson dalam Hasan:1996 dalam Rusman 2010:204).

    3. Slavin (2010:9)

    Menyatakan bahwa belajar kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya empat sampai enam orang dengan struktur kelompok heterogen.

    4. Karli dan Margaretha (2002:70)

    Menyatakan, “belajar kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih”.

    5. Ibrahim, et al. (2000:19)

    Menyatakan,“Pembelajaran Kooperatif mencerminkan pandangan bahwa manusia belajar dari pengalaman mereka dan partisipasi aktif dalam kelompok kecil membantu siswa belajar keterampilan sosial yang penting sementara itu secara bersamaan mengembangkan sikap demokratis dan keterampilan berfikir logis”.

    6. Robert E. Slavin (2010 : 11)

    Mengemukakan tipe-tipe pembelajaran yang dapat mewakili tipe cooperative learning, yaitu:

    a. Student teams achievement division (STAD)
    b. Teams Games-Tournament (TGT)
    c. Jigsaw (model tim ahli)
    d. Team Accelerated Instruction (TAI)
    e. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
    f. Group investivigation

    7. Bern dan Erickson (2001:5)

    Cooperative learning (pembelajaran kooperatif) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar.

    8. Eggen and Kauchak (1996:279)

    Model Pembelajaran kooperatif adalah sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

    9. Tukiran Taniredja, dkk (2011:55)

    Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur.

    10. Slavin (Isjoni, 2011:15)

    “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”.

    Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar.

    11. Suprijono (2013:54)

    Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud.

    12. Arends (1997)

    Menyebutkan bahwa: The cooperative learning model provides a framework within with teacher can foster important social learning and human relations goals.

    Arends memandang bahwa model pembelajaran kooperatif menyediakan suatu kerangka bagi guru untuk dapat membantu kepentingan pengembangan pembelajaran dan tujuan hubungan manusia.

    13. Trianto (2007:41)

    Mengatakan di dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ras, dan satu sama lain saling membantu.

    14. Riyanto (2010:267)

    Mengatakan hakikat pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk melatih kecakapan akademis (academic skills), keterampilan sosial (social skill) dan interpersonal skill.

    15. Suprijono (2009:54)

    Pembelajaran kooperatif adalah jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk kegiatan yang dibimbing dan diarahkan oleh guru.

    Pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

  • 10 Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    1. Menurut Daryanto (2007: 393)

    Dalam buku Kamus Bahasa Indonesia, kata “pelatihan” berasal dari kata “latih” (melatih) yang berarti mengajar seseorang atau binatang agar mampu melakukan sesuatu yang diharapkan (sesuatu latihan); membiasakan untuk melakukan atau berbuat sesuatu yang baik. Dan yang dimaksud dengan “pelatihan” adalah proses, cara, perbuatan melatih, kegiatan atau pekerjaan melatih.

    2. Menurut Shofiatun (2000 : 38)

    Menyatakan bahwa pelatihan adalah suatu proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik dan metode tertentu guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja seseorang.

    3. Menurut Sakula (1981)

    Dalam bukunya “Personnel Administration and Human Resources Management”, sebagaimana dikutip oleh Martoyo (2007: 57); Mendifinisikan “pelatihan” sebagai suatu pendidikan jangka pendek melalui suatu proses yang sistematis dan tepat guna serta terorganisir secara prosedural yang diikuti oleh beberapa orang untuk belajar teknik, ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang telah ditentukan tujuannya.

    4. Payaman Simanjuntak (2005)

    Mendefinisikan pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM (human investment) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja, dan dengan demikian meningkatkan kinerja pegawai. Pelatihan biasanya dilakukan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan jabatan, diberikan dalam waktu yang relatif pendek, untuk membekali seseorang dengan keterampilan kerja.

    5. Menurut DeCenzo dan Robin (1999:227)

    Training is a learning experience in that it seeks a relatively permanent change in an individual that will improve the ability to perform on the job. Ini berarti bahwa pelatihan adalah suatu pengalaman pembelajaran di dalam mencari perubahan permanen secara relatif pada suatu individu yang akan memperbaiki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaannya itu.

    6. Menurut Gary Dessler (2009)

    Pengertin pelatihan menurut Gary Dessler (2009) adalah Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”.

    7. Noe, Hollenbeck, Gerhart & Wright (2003:251)

    Mengemukakan, training is a planned effort to facilitate the learning of job-related knowledge, skills, and behavior by employee. Hal ini berarti bahwa pelatihan merupakan suatu usaha yang terencana untuk memfasilitasi pembelajaran tentang pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan, keahlian dan perilaku oleh para pegawai.

    8. Menurut Gomes (2003:197)

    Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya.

    9. Menurut Robbins, Stephen P, (2001:282)

    Training meant formal training that’s planned in advanced and has a structured format. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dimaksudkan di sini adalah pelatihan formal yang direncanakan secara matang dan mempunyai suatu format pelatihan yang terstruktur.

    10. Menurut Gomez-Mejia, Balkin, dan Cardy (2001:259)

    Training is usually conducted when employees have a skill deficit or when an organization changes a system and employees need to learn new skill. Ini berarti bahwa pelatihan biasanya dilaksanakan pada saat para pekerja memiliki keahlian yang kurang atau pada saat suatu organisasi mengubah suatu system dan para perlu belajar tentang keahlian baru.

  • 5 Pengertian Demokrasi Pancasila Menurut Para Ahli

    Pengertian Demokrasi Pancasila

    Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang pelaksanaannya mengutamakan asas musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama (seluruh rakyat) yang bersumber pada kepribadian dan juga falsafah hidup Indonesia.

    Demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsafah
    hidup bangsa Indonesia, yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan
    Pembukaan UUD 1945

    Pengertian Demokrasi Pancasila Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi demokrasi pancasila menurut para ahli.

    1. Prof Notonegoro

    Menurut Prof Notonegoro, demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa (YME), berperikemanusiaan yang adil dan beradab, mempersatukan Indonesia, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    2. Prof Dardji Darmo Diharjo

    Pengertian demokrasi Pancasila menurut Dardji Darmo Diharjo adalah paham demokrasi yang bersumber dari kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

    3. C.S.T Kansil

    Sementara itu, Kansil menjelaskan pengertian demokrasi Pancasila sebagai suatu kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, sesuai dengan nilai sila keempat Pancasila.

    4. GBHN Tahun 1978 dan Tahun 1983

    Menurut Garis Besar Haluan Negara tahun 1978 dan 1983 pengertian demokrasi pancasila adalah tujuan dari pembangunan politik di Indonesia.

    Dimana dalam pelaksanaannya diperlukan pemantapan kehidupan konstitusional kehidupan demokrasi dan demik tegaknya hukum negara ini.

    5. Menurut Ensiklopedia Indonesia

    Pengertian demokrasi pancasila bahwa pancasila meliputi bidang-bidang politik, sosial dan ekonomi serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional yang berusaha sejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.