Tag: menurut para ahli

  • 8 Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    8 Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    Bahasa merupakan salah satu anugerah paling berharga dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa, komunikasi yang efektif akan sangat sulit dilakukan, bahkan hampir mustahil.

    Bahasa bukan sekadar alat tukar informasi, tetapi juga mencerminkan pikiran, perasaan, dan budaya suatu masyarakat.

    Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para ahli bahasa dari berbagai disiplin ilmu telah banyak mengkaji fungsi bahasa dalam kehidupan manusia.

    Fungsi bahasa sangat beragam, tergantung dari sudut pandang dan pendekatan yang digunakan oleh masing-masing ahli.

    1. H. A. K. Halliday

    H. A. K. Halliday dalam bukunya Exploration Of The Function Of Language menyebutkan terdapat tujuh fungsi bahasa sebagai berikut:

    1. Bahasa memerankan fungsi instrumental, yang berarti bahwa bahasa itu merupakan penyebab terjadinya suatu peristiwa. Fungsi ini dapat terlihat jelas pada pemakaian bahasa ketika seseorang memerintah, baik secara langsung maupun tidak.

    2. Bahasa memerankan fungsi untuk mengatur dan mengendalikan berbagai peristiwa. Fungsi ini disebut dengan the regulatory function yang merupakan fungsi untuk mengatur dan mengendalikan orang lain atau untuk menyetir orang lain. Bahasa hukum yang memuat pasal-pasal beserta kandungannya merupakan contoh fungsi bahasa yang berkaitan dengan the regulatory system.

    3. Bahasa juga berfungsi untuk membuat pernyataan, menyampaikan fakta-fakta, pengetahuan, menjelaskan atau menggambarkan realitas yang sebenarnya. Tugas ini disebut the representational function.

    4. Bahasa berfungsi sebagai the interactional function. Artinya, bahwa bahasa bermanfaat untuk melanggengkan komunikasi atau hubungan antar sesama. Agar komunikasi berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan mengenai logat, bahasa, jargon, lelucon, cerita rakyat, adat istiadat dan lain-lain.

    5. Bahasa melakukan fungsi the personal function. Artinya, bahasa merupakan alat untuk mengekspresikan dirinya, mengungkapkan sesuatu tentang dirinya dan sekaligus tentang hal lain. Juga dengan bahasa, manusia dapat mengungkapkan emosinya dan reaksi-reaksi lainnya.

    6. Bahasa merupakan alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Artinya bahwa bahasa memerankan fungsi the heuristic function. Fungsi ini sering terwujud dalam bentuk pertanyaan yang memang membutuhkan jawaban seperti: mengapa, bagaimana, dimana dan lain-lain.

    7. Dan yang terakhir, bahasa berfungsi sebagai alat untuk berimajinasi yang juga disebut dengan the imaginative function. Artinya bahwa bahasa mampu menciptakan ide-ide yang non-faktawi seperti ketika mengisahkan cerita-cerita, karya sastra dan lain sebagainya.

    2. Jacobson (1960)

    Menurutnya, terdapat enam fungsi bahasa yaitu: (1) fungsi eksresif atau emotif, (2) fungsi referensial, (3) fungsi estetik atau puistik, (4) fungsi fatik, (5) fungsi metalingual dan (6) fungsi direktif atau konatif.

    3. Karl Buhler

    Karl Buhler menjelaskan pula beberapa fungsi bahasa menurut pendapatnya terbagi menjadi enam bagian sebagai berikut:

    1. Bahasa berfungsi sebagai alat untuk berekspresi

    Yaitu manusia dapat mengungkapkan dirinya lepas dari tujuannya.

    Fungsi ini dapat dilihat pada bahasa-bahasa yang dipakai pengarang dalam sastra, baik novel, cerpen, drama dan lain-lain.

    Yang terpenting pada fungsi ini adalah ide dan gagasan dari pengarang atau penulis.

    Selain itu fungsi ekspresif bahasa dapat dilihat pada pernyataan otoritatif seperti pidato-pidato politik, dokumen-dokumen tokoh, karya ilmiah dan lain-lain.

    2. Bahasa berfungsi untuk memberikan informasi

    Fungsi ini disebut juga dengan the informative function yang sering kita temukan dalam buku-buku pelajaran, surat kabar, majalah dan lain sebaginya. Fungsi ini bercirikan bahasa yang bersifat non-regional, non-idiolek, formal, teknis dan netral.

    3. Bahasa menjalankan fungsi vokatif

    Fungsi ini disebut juga dengan fungsi konatif, fungsi instrumental, fungsi operatif dan fungsi paragmatik.

    Fungsi vokatif dapat terlihat pada pengumuman-pengumuman, petunjuk, publiksi, propaganda, tulisan-tulisan persuasif dan lain sebagainya.

    Yang terbersit dalam fungsi vokatif adalah bahasa merupakan hubungan antara penulis dan pembacanya yang terwujud dalam hubungan gramatika yang telah ditentukan secara sosial ataupun personal.

    Adapun cirinya adalah bahasanya bersifat langsung dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau pendengarnya.

    4. Bahasa menjalankan fungsi estetika

    Fungsi ini berkaitan erat dengan rasa keindahan “sense of beauty” yang mungkin terpancar lewat untaian bunyi pada puisi, lagu dan sebagainya.

    Fungsi ini terwujud, selain dari yang disebutkan sebelumnya, juga melalui ritme, keselarasan, kontras kalimat, klausa dan kata atau diksi.

    Dalam hal bunyi, misalnya aliterasi, anomatope, asonansi, rima, intonasi dan tekanan nada, berperan sekali dalam melahirkan fungsi estetik.

    5. Bahasa memiliki fungsi fatik

    Fungsi fatik lebih diarahkan untuk memelihara hubungan yang akrab dengan lawan bicara.

    Fungsi fatik biasanya hadir dalam frasa-frasa baku dalam bahasa lisan seperti: apa kabar, selamat pagi, selamat berjuang dan sebagainya.

    Adapun dalam bahasa tulis, sering kita temukan fungsi fatik dalam ungkapan seperti: sudah barang tentu, tidak diragukan lagi dan lain sebagainya.

    6. Bahasa menjalankan fungsi metalingual

    Fungsi ini lebih mengacu pada kemampuan bahasa dalam menjelaskan atau menamakan dan juga mengomentari sifat-sifatnya sendiri.

    Dengan kata lain bahwa bahasa bebicara tentang dirinya sendiri.

    Fungsi ini sering diwakili dengan istilah gramatika seperti: menangis itu verba, kapur itu nomina, bagus itu adjektiva dan lain-lain.

    Selain itu terdapat ungkapan-ungkapan seperti: dalam pengertian luas, terkadang hal itu dinamakan, sejujurnya, secara literal dan sebagainya.

    4. Husen Lubis

    Dengan bersandar pada padangan Finocehinario, Husen Lubis membagai fungsi Bahasa menjadi lima bagian, yaitu:

    • Fungsi Interpersonal, adalah kemampuan untuk membina dan menjalin hubungan kerja dan hubungan sosial denqan orang lain. Hubunqan ini membuat hidup kita denqan orang lain menjadi baik dan menyenangkan.
    • Fungsi Direktif, adalah fungsi ini memungkinkan kita untuk mengajukan permintaan, memberi sara, membujuhk, menyakinkan dan sebagainya. Hal ini menjadikan semua keinginan kita bisa dikomunikasikan dengan baik.
    • Fungsi Referensial. Fungsi ini berhubungan dengan kemampuan untuk penulis atau berbicara tentang lingkungan kita yang terdekat dan juga mengenai fungsi metalinguistic.
    • Fungsi Imajinatif. Fungsi ini berhubungan denqan kemampuan untuk menyusun ritme baik bahasa lisan maupun tulis. Tidak semua manusia bisa menerapkan fungsi ini, kecuali bagi mereka yang memiliki talenta terhadap fungsi ini .
    • Fungsi Personal. Fungsi ini berhubungan dengan kemampuan pribadi seseorang untuk mengekspresikan emosinya.

    5. Nababan

    Nababan membagi fungsi bahasa menjadi empat, yaitu :

    • Fungsi kebudayaan.
    • Fungsi kemasyarakatan
    • Fungsi perseorangan
    • Fungsi pendidikan.

    6. Propper

    Pada sumber yang berbeda, propper membagi fungsi bahasa menjadi empat bagian:

    • Stimulus. Artinya bahasa berfungsi sebaaai rangsangan yang dapat mendatangkan suatu respon:
    • Ekspresif. Artinya bahasa dapat dipergunakan untuk menyatakan perasaan, ide kepada orang lain;
    • Deskriptif. Artinya bahasa berfungsi untuk menguraikan, menjelaskan, dan menggambarkan sesuatu kepada orang lain;
    • Argumentatif. Artinya melalui bahasa manusia dapat berargumentasi pada orang lain.

    7. Tinus, Smith, dan Nolan

    Menurut Titus, Smith dan Nolan fungsi bahasa terbagi menjadi empat macam yaitu:

    • Fungsi kognitif, merupakan bahwa bahasa berfungsi untuk menerangkan suatu kebenaran, seperti bahasa ilmu pengetahuan dan filsafat. Karena dalam bahasa ilmu pengetahuan dan filsafat biasanya menggunakan bahasa yang nyata atau benar.
    • Fungsi emotif, bahwa bahasa berfungsi menerangkan aspek emosi atau perasaan terdalam dari manusia. Karena dengan berbahasa manusia mampu berbicara, mampu memberitahukan apa yang dia rasakan, mampu mengutarakan apa yang dia utarakan, mampu memberikan apa yang dia maksud kepada oang lain baik emosi dll.
    • Fungsi imperatif, ialah bahwa bahasa berfungsi memerintah atau mengontrol suatu perilaku, seperti bahasa komando dalam kemiliteran. Sudah jelas bahwa bahasa ini cenderung digunakan untuk bahasa komando.
    • Fungsi seremonial, ialah fungsi menghormati orang lain, berdo’a dan ritual lainnya. Dalam bahasa ini befungsi sebagai bahasa resmi seperti dalam berbahasa ketika melakukan upacara, mendoakan para pahlawan, karena dalam bahasa seremonial atau bahasa resmi yang digunakan ketika dalam melakukan hal seperti itu.

    8. Keraf (2004: 3)

    Keraf engatakan bahwa bahasa mempunyai empat fungsi yaitu : (1) sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, (2) alat komunikasi, (3) alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan (4) alat mengadakan kontrol sosial.

  • 10 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

    Dalam bahasa Sansekerta, kata kebudayaan berasal dari kata budh yang berarti akal, yang kemudian menjadi kata budhi atau bhudaya sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia.

    Pendapat lain mengatakan bahwa budaya berasal dari kata budi dan daya.

    Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya adalah perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani.

    Sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia

    Sedangkan dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.

    Maka bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

    Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kebudayaan menurut para ahli.

    1. Edward Burnett Tylor (1832-1917)

    Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, adat istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

    2. R. Linton (1893-1953)

    Pengertian kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari, di mana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.

    3. Herkovits (1985-1963)

    Definisi kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.

    4. Koentjaraningrat (1985-1963)

    Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

    5. Andreas Eppink

    Pengertian kebudayaan adalah nilai sosial, etika, ilmu, dan pengetahuan yang disusun secara sistematis sebagai ciri khas setiap orang atau golongan.

    6. Malinowski

    Makna kebudayaan adalah suatu prinsip yang didasarkan pada sistem kehidupan dan kebutuhan manusia. Sehingga hal itu mampu menghadirkan ciri khasnya.

    7. A.L. Kroeber dan C.Kluckhohn (1952)

    Menurutnya, kebudayaan adalah suatu bentuk penjelmaan terhadap kerja jiwa manusia.

    8. Bakker (1984)

    Pengertian kebudayaan secara umum adalah suatu hal yang baik atau berharga.

    9. Tilaar (1999)

    Definisi kebudayaan adalah suatu pemaparan tidak langsung kepada tingkah laku manusia, meskipun diakui kepentingannya dalam sistem kepribadian dan sosial.

    Sistem budaya memberikan pengaruh kepada sistem sosial dalam patokan nilai budaya sebagai inti dari peribadian sosial, sehingga hal ini dapat dirumuskan bahwa manusia yang berpendidikan adalah sekaligus manusiayang berbudaya

    10. KBBI

    Budaya atau culture dapat diartikan pikiran, akal budi, hasil. Sedangkan membudayakan berarti mengajarkan supaya mempunyai budaya, mendidik supaya berbudaya, membiasakan sesuatu yang baik sehingga berbudaya

  • 10 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara negara-negara yang berbeda melalui ekspor dan impor.

    Pertukaran ini melibatkan berbagai jenis barang dan jasa, seperti barang konsumsi, bahan baku, mesin, teknologi, dan jasa keuangan, transportasi, dan pariwisata.

    Perdagangan internasional berperan penting dalam ekonomi global karena memungkinkan negara-negara untuk memperoleh barang dan jasa yang tidak tersedia di negaranya sendiri, serta memperluas pasar untuk ekspor barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.

    Dagan internasional memiliki berbagai cara. Salah satu cara perdagangan internasional adalah ekspor dan impor.

    Hal ini dapat membawa manfaat ekonomi, seperti meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

    Namun, perdagangan dunia internasional juga dapat menimbulkan tantangan dan risiko, seperti persaingan yang ketat, kerusakan lingkungan, dan masalah sosial seperti perdagangan manusia dan pelanggaran hak asasi manusia.

    Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian dan jurnal perdagangan internasional menurut beberapa ahli.

    1. Christianto (2013)

    Pengertian perdagangan internasional secara sederhana menurut kamus ekonomi yaitu perdagangan yang terjadi antara dua negara atau lebih. Perdagangan luar negeri merupakan aspek penting bagi perekonomian suatu negara.

    2. Serlika Aprita dan Rio Adhitya

    Menurut Serlika dan Rio, perdagangan internasional memiliki hubungan yang erat dengan keuangan. Hal ini dikarenakan perdagangan internasional serta keuangan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, karena memiliki keterkaitan.

    3. Huala Adolf

    Menurut Huala Adolf, perdagangan internasional merupakan aktivitas dari tukar menukar atau bahkan aktivitas dari jual beli yang terjadi antar negara sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan manfaat maupun keuntungan dari aktivitas tersebut.

    4. Lestari dan Setiawan

    Lestari dan Setiawan mendefinisikan perdagangan internasional sebagai aktivitas dari perdagangan yang dilakukan oleh suatu penduduk yang berada dalam suatu negara dengan negara-negara lain dengan kesepakatan yang disepakati oleh bersama.

    5. Basri dan Munandar

    Menurut pandangan Basri dan Munandar, perdagangan internasional merupakan perdagangan yang terjadi karena ada negara yang memiliki sebuah sumber daya yang berbeda dengan negara yang diajak kerja sama. Menurut Basri dan Munandar, perdagangan internasional ini dapat terjadi karena adanya aktivitas produksi barang dalam jumlah yang cukup besar.

    6. M. Rafiqul Islam

    Perdagangan Internasional ialah sesuatu hal yang menekankan keterkaitan erat antara perdagangan internasional dan hubungan keuangan.

    7. Schmitthoff

    Perdagangan Internasional yakni sekumpulan aturan yang mengatur hubungan-hubungan komersial yang sifatnya perdata. Aturan-aturan hukum tersebut mengatur transaksi-transaksi yang berbeda negara.

    8. Edi Supardi (2021)

    Menjelaskan bahwa perdagangan Internasional adalah kegiatan perekonomian dan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas kesepakatan bersama.

    9. Febrianty, dkk. (2020)

    Perdagangan internasional adalah perpanjangan dari produksi, pertukaran dan konsumsi, yang merupakan elemen dasar kehidupan. Produsen dan konsumen yang termasuk dalam perdagangan internasional berasal dari berbagai negara.

    10. Eddie Rinaldy, dkk. (2020),

    Definisi perdagangan internasional adalah hubungan perniagaan antara para pihak yang berada di dua negara yang berbeda, secara garis besar dilakukan dalam bentuk ekspor dan impor.

    Itulah pengertian perdagangan internasional menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat agar kita mengetahui apa itu perdangan antarnegara dan manfaatnya untuk pertumbuhan ekonomi.

    Penting juga untuk mengetahui cara pembayaran internasional, terutama bagi yang ingin terjun menjadi wirausaha agar bisnis yang dijalankan dapat bertumbuh pesat.

  • Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak bisa lepas dari dua konsep mendasar yang menjadi fondasi dalam interaksi sosial maupun sistem hukum, yakni hak dan kewajiban.

    Dua istilah ini seringkali disebut beriringan karena keduanya saling melengkapi. Hak memberikan kita ruang untuk memperoleh atau melakukan sesuatu, sementara kewajiban menuntut kita untuk menjalankan sesuatu demi menjaga keseimbangan hak tersebut.

    Dengan memahami pengertian hak dan kewajiban secara mendalam, seseorang dapat bersikap lebih adil, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengertian Hak Menurut Para Ahli

    Namun, makna hak dan kewajiban tidak selalu sesederhana itu. Banyak ahli, baik dari kalangan hukum, filsafat, hingga praktisi sosial, memberikan definisi yang beragam sesuai sudut pandang keilmuannya.

    Definisi-definisi ini penting untuk dipahami agar kita tidak hanya sekadar tahu istilahnya, tetapi juga memahami konteks dan penerapannya secara tepat.

    1. Soerjono Soekanto

    Soerjono Soekanto mengupas hak menjadi dua hal yang berbeda. Pertama, hak berhubungan dengan perjanjian yang dilakukan.

    Kedua, hak berhubungan dengan kepribadian, kekeluargaan, dan juga objek material.

    Masing-masing dari pengelompokan tersebut mengungkapkan apabila hak merupakan suatu hal yang telah melekat pada individu.

    2. Sukamto Notonegoro

    Sukamto Notonegoro mengemukakan jika hak merupakan segala sesuatu yang bisa diterima atau ditolak oleh setiap individu berdasarkan prinsip yang dianutnya.

    Artinya, seseorang boleh menerima atau menolak pemberian hak dari orang lainnya apabila memang bertentangan dengan prinsip yang dimiliki.

    3. John Salmond

    Menurut Salmond, hak bisa diklasifikasikan menjadi empat bagian penting.

    • Pertama, seseorang bisa memperoleh hak apabila telah melakukan kewajibannya.
    • Kedua, seseorang boleh menjalankan haknya asal tidak mengganggu yang lainnya.
    • Ketiga, seseorang bisa mendapatkan haknya melalui kekuasaan, jabatan, dan jalur hukum lainnya.
    • Lalu yang keempat, seseorang memiliki hak untuk terbebas dari ikatan dengan orang lain.

    4. Koentjoro Poerbapranoto

    Pengertian hak ialah sesuatu yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

    5. John Locke

    Definisi hak adalah individu sesuai kodratnya merupakan makhluk-makhluk yang bebas dan setara. Manusia memiliki hak kodrati yang tidak dapat diganggu gugat atau bersifat mutlak.

    6. Srijanti

    Hak merupakan unsur normatif yang berfungsi pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan, serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. (Srijanti,2007:121)

    7. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang dan aturan), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

    Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

    Sementara pengertian kewajiban menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Sukamto Notonegoro

    Menurut Sukamto Notonegoro, kewajiban merupakan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap individu agar mereka bisa menerima atau menjalankan haknya dengan semestinya.

    Beliau juga menegaskan jika kewajiban bukanlah suatu beban yang diberatkan kepada individu sehingga dalam proses menjalankannya harus dilakukan sepenuh hati. Hal ini juga selaras dengan pengetian hak dan kewajiban.

    2. Curzon

    Curzon telah membagi kewajiban menjadi lima klasifikasi utama.

    • Pertama, sebagai kewajiban mutlak yang artinya telah melekat pada diri sendiri sejak lahir.
    • Kedua, kewajiban primer yang artinya kemunculannya berdasarkan akibat dari perbuatan melawan hukum.
    • Ketiga, kewajiban universal yang ditujukan kepada semua orang pada umumnya.
    • Keempat, kewajiban positif yang menuntut setiap individu untuk melakukan suatu hal.
    • Terakhir, kewajiban publik yang berhubungan dengan interaksi sosial.

    3. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).

    4. Fredrick Pollock

    Kewajiban memiliki makna yang sama dengan tugas Dalam pengertian hukum, kewajiban merupakan sesuatu yang mengikat secara hukum antara dua orang atau lebih.

    5. John Salmond

    Menurut John Salmond, kewajiban adalah hal yang harus dilakukan oleh seseorang dan akan mendapatkan sanksi jika tidak melakukan hal tersebut tersebut.

  • 10 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

    Kewirausahaan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia.

    Istilah ini sering dikaitkan dengan semangat, keberanian, dan kemampuan untuk melihat peluang di tengah tantangan.

    Berbagai ahli dari latar belakang berbeda telah merumuskan pengertian kewirausahaan berdasarkan pengalaman dan observasi mereka, mulai dari kemampuan mengelola risiko, menciptakan nilai baru, hingga mewujudkan gagasan inovatif menjadi usaha nyata.

    Pemahaman yang mendalam tentang kewirausahaan tidak hanya membantu wirausahawan meraih sukses, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan solusi kreatif.

    Pengertian Keriwausahaan Menurut Para Ahli

    Berikut adalah definisi kewirausahaan menurut sepuluh ahli, yang masing-masing menyoroti aspek unik dari konsep ini

    1. Sukamdani Sahid Gitosardjono

    Kewirausahaan adalah orang yang mendirikan, mengelola, mengembangkan dan melembagakan perusahaan miliknya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya- sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengmbil keuntungn dalam rangka meraih sukses.(Sukamdani Sahid Gitosardjono, Wirausaha Berbasis Islam & Kebudayaan, Jakarta: Pustaka Bisnis Indonesia, 2013, h. 204.)

    2. Dan Steinhoff dan John F. Burgess

    Kewirausahaan adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha.

    3. Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scharborough

    Kewirausahaan sebagai usaha untuk menciptakan nilai lewat pengenalan terhadap peluang bisnis, manajemen mengambil risiko yang cocok dengan peluang yang ada dan lewat kemampuan komunikasi dan manajemen memobilisasi manusia, keuangan, dan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk membawa suatu proyek sampai berhasil.

    4. Jong dan Wennekers

    Kewirausahaan adalah pengambilan risiko untuk menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangan-tantangan persaingan.

    5. Schumpeter

    Kewirausahaan adalah seseorang yang mengidentifikasi peluang komersial, apakah materi, produk, layanan, atau bisnis dan kemudian mengatur usaha atau sistem untuk menerapkannya sehingga menghasilkan uang.

    6. Drs. Joko Untoro

    Kewirausahaan merupakan suatu keberanian yang dimiliki seseorang dalam melakukan berbagai upaya agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi, menggunakan kemampuan dan juga memanfaatkan potensi yang dimiliki agar bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

    7. Eddy Soeryanti Soegoto

    Kewirausahaan merupakan usaha kreatif seseorang yang dilakukan berdasar inovasi agar muncul sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain, mempunyai nilai tambah, bermanfaat, menyediakan lapangan kerja dan memiliki hasil yang berguna untuk orang lain.

    8. Seswanti Sudomo

    Kewirausahan merupakan semua hal penting yang menyangkut seorang wirausaha, yaitu seseorang yang mempunyai sifat pekerja keras, rela berkorban, berani ambil resiko dan memusatkan segala daya agar gagasan-gagasan yang dimiliki bisa terwujud secara benar.

    9. Peter F. Drucker

    Kewirausahaan merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh. (Suryana, Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta:Salemba Empat, 2014, h. 10.)

    10. Instruksi Presiden Republik Indonesia (INPRES) No. 4 Tahun 1995

    Kewirausahaan (Entrepreneurship ) adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. (Winarno, Pengembangan Sikap Entreprenuership dan Intraprenuership, Jakarta: PT Indeks, 2011, h. 20.)

  • 10 Pengertian Website Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Website Menurut Para Ahli

    Pengertian Website Menurut Para Ahli

    Website atau Situs web adalah sekumpulan halaman web yang saling berhubungan yang umumnya berada pada peladen yang sama berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.

    Hidup di era digital seperti saat ini, kita sangat dekat dengan teknologi dan internet, khususnya website serta media sosial.

    Segudang informasi bisa kita akses dengan mudah via smartphone. Namun, tentu saja website tak selalu berisi hal yang positif. Maka kita harus bijak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Lantas, apa pengertian website menurut para ahli? Berikut penjelasannya.

    1. Gregorius (2000:30)

    Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait.

    Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman yang dinamakan homepage.

    Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait berada di bawahnya.

    Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web.

    2. Menurut Hakim Lukmanul (2004)

    Website merupakan fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh.

    Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia.

    Pages diakses dan dibaca melalui browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan aplikasi browser lainnya.

    3. Menurut Suwanto Raharjo (2000)

    Website adalah salah satu layanan internet yang paling banyak digunakan dibanding dengan layanan lain seperti ftp, gopher, news atau bahkan email.

    4. Menurut Yuhefizar (1998)

    Website adalah suatu metode untuk menampilan informasi di internet, baik berupa teks, gambar, suaramaupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah browser.

    5. Menurut Taufiq Hidayatullah (2002)

    Website adalah bagian paling terlihat sebagai jaringan terbesar dunia, yakni internet.

    6. Menurut Haer Talib (1992)

    Website adalah sebuah tempat di internet yang mempunyai nama dan alamat

    7. Menurut Ali Zaki & SMITDEV Community

    Website merupakan beberapa kumpulan dari halaman web yang terdapat pada satu domain, yang terdiri dari 2 atau lebih halaman web.

    8. Menurut Boone Thomson

    Website merupakan kumpulan grafis yang kaya sumber daya yang saling berhubungan satu sama lain di Internet yang lebih besar.

    9. Menurut Feri Indayudha

    Website merupakan sebuah program yang dapat memuat film, gambar, suara & musik yang ditampilkan di internet.

    10. Menurut Jasmadi

    Website merupakan kumpulan halaman-halaman web beserta file-file pendukungnya, seperti gambar, video, dan file digital lainnya yang diletakkan di host atau web server yang umumnya diakses melalui internet.

  • 10 Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Menurut Para Ahli

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang mulai diperkenalkan sejak tingkat sekolah dasar dan terus dipelajari hingga jenjang pendidikan menengah.

    Mata pelajaran ini tidak hanya mengajarkan tentang peristiwa-peristiwa sejarah atau nama-nama tokoh penting, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman tentang kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan geografi yang membentuk dinamika masyarakat.

    Karena cakupannya yang luas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, IPS menjadi fondasi penting dalam membentuk wawasan kebangsaan dan kepedulian sosial peserta didik.

    Bahkan, di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), IPS berkembang menjadi jurusan tersendiri yang membuka peluang lebih dalam bagi siswa untuk mendalami berbagai aspek ilmu sosial secara sistematis dan mendalam.

    Pengertian IPS Menurut Para Ahli

    Pada jurusan IPS, ada banyak disiplin keilmuan yang kita pelajari, seperti Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, dan masih banyak lagi.

    Nah, lantas apa pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menurut para ahli? Berikut diantaranya.

    1. Supardi (2011: 182)

    Mendifinisikan Pendidikan IPS di sekolah adalah suatu penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, psikologi, filsafat, ideologi Negara dan agama yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologi untuk tujuan pendidikan.

    Melalui mata pelajaran pengetahuan sosial siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia dan warga dunia yang baik.

    Menjadi warga Negara dan warga dunia yang baik merupakan tantangan yang berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.

    2. Trianto (2010: 171)

    Menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya.

    Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial masyarakat yang diwujudkan dalam satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial.

    IPS atau studi sosial merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial yaitu sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial.

    3. Zuraik dalam Djahari (1984)

    Hakikat IPS adalah harapan untuk mampu membina suatu masyarakat yang baik di mana para anggotanya benar-benar berkembang sebagai insan sosial yang rasioal dan penuh tanggung jawab, sehingga oleh karenanya diciptakan nilai-nilai.

    4. M. Numan Somantri (2001)

    Menegaskan bahwa IPS merupakan perpaduan cabang-cabang ilmu-ilmu Sosial dan humaniora termasuk di dalamnya agama, filsafat, dan pendidikan, bahkan juga menyangkut aspek-aspek ilmu kealaman dan teknologi.

    5. Enok Maryani dan Helius Syamsudin, (2009: 5)

    IPS merupakan bagian dari kurikulum yang mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa dalam mengembangkan pengetahauan, keterampilan, sikap, nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat baik di tingkat lokal, nasioanl, maupun global.

    6. Djodjo Suradisastra dkk (1991: 4)

    Mengatakan bahwa: “pada dasarnya IPS merupakan kajian tentang manusia dan dunia sekelilingnya”. Hal ini berarti yang menjadi pokok kajian dari pelajaran IPS adalah hubungan antar manusia dan lingkungan di dalam kehidupan nyata manusia.

    7. Moeljono Cokrodikardjo

    Bahwa IPS adalah perwujudan suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. IPS ini merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi, budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.

    8. Saidiharjo (1966:4)

    Bahwa IPS adalah hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti : geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi dan politik.

    9. Kosasih Djahiri (1979:2)

    Bahwa IPS adalah ilmu yang memadukan sejumlah konsep pilihan dari cabang-cabang ilmu sosial dan ilmu lainnya kemudian di olah berdasarkan prinsip pendidikan dan didaktik untuk di jadikan program pengajaran pada tingkat persekolahan.

    10. Nasution Sumaatmadja (2002:123)

    Bahwa IPS adalah suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dan lingkungan alam fisik maupun lingkungan sosialnya yang bahannya di ambil dari berbagai ilmu sosial seperti: geografi, sejarah, ekonomi, antropologi, sosiologi, ilmu politik dan psikologi.

  • 15 Pengertian Multimedia Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Multimedia Menurut Para Ahli

    Di era digital saat ini, istilah multimedia sudah tidak asing lagi. Istilah ini sering digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, hiburan, pemasaran, hingga teknologi informasi.

    Secara umum, multimedia mengacu pada penggunaan berbagai jenis media secara bersamaan, seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk menyampaikan informasi atau menciptakan pengalaman interaktif bagi pengguna.

    Kehadiran multimedia telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, dan mengakses informasi menjadi lebih menarik, dinamis, dan efisien.

    Pengertian Multimedia Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep multimedia secara lebih mendalam, sejumlah ahli telah memberikan definisinya masing-masing sesuai dengan konteks dan perkembangan teknologi pada masanya.

    Berikut ini adalah pengertian multimedia menurut para ahli yang dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai konsep tersebut.

    1. Najjar (1996)

    Multimedia adalah penyampaian informasi menggunakan gabungan dari teks, grafik, suara, video, dan animasi.

    2. Hofstetter (2001)

    Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menampilkan informasi yang merupakan gabungan dari teks, grafik, audio dan video sehingga membuat pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi dengan komputer.

    3. Robin dan Linda (2001)

    Multimedia adalah alat yang dinamis dan interaktif yang menggabungkan antara teks, grafis, animasi, audio, dan video.

    4. Turban dan kawan-kawan (2002)

    Multimedia adalah penggabungan sedikitnya dua media input atau output.Media ini berupa audio, animasi, video, teks, grafik, dan gambar.

    5. Zeembry (2008)

    Multimedia merupakan media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data.

    6. Mc Cormick (1996)

    Multimedia secara umum merupakan kombinasi 3 element yaitu suara,gambar dan teks

    7. Rosch (1996)

    Multimedia adalah Kombinasi dari komputer dan video

    8. Steinmetz (1995)

    Multimedia adalah gabungan dari seminimalnya sebuah media diskrit dan sebuah media kontinu.

    Media diskrit adalah sebuah media dimana validitas datanya tidak tergantung dari kondisi waktu, termasuk didalamnya teks dan grafik.

    Sedangkan yang dimaksud dengan media kontinu adalah sebuah media dimana validitas datanya tergantung dari kondisi waktu, termasuk di dalamnya suara dan video.

    9. Vaughan (2004)

    Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainnya atau dengan manipulasi digital.

    10. Wahono (2007)

    Multimedia adalah perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi dan video untuk menyampaikan pesan ke publik.

    11. Mc.Comick (1996)

    Mulitmedia adalah Kombinasi dari tiga elemen : suara, gambar dan text.

    12. M. Suyanto (2003)

    Multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dan ide sendiri.

    13. Prihantini & Nugroho (2013)

    Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, audio, grafik, animasi dan video.

    14. Darmawan, Setiawati, Supriadie, & Alinawati (2016)

    Multimedia adalah kombinasi berbagai media seperti teks, gambar, suara, animasi, video dan lain-lain secara terpadu dan sinergis melalui komputer atau peralatan elektronik lain untuk mencapai tujuan tertentu.

    15. KBBI

    Penyediaan informasi pada komputer yang menggunakan suara, grafika, animasi, dan teks.

  • 15 Pengertian Game Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Game Menurut Para Ahli

    Pengertian Game Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian game menurut para ahli.

    1. Ivan C Sibero

    Game merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak dipakai dan dinikmati oleh pengguna media elektronik saat ini.

    2. Samuel Henry

    Game adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian anak-anak.

    3. Fauzia A

    Game adalah salah satu bentuk hiburan yang dapat dijadikan sebagai penyegar pikiran dari kepenatan akibat dari padatnya aktivitas sehari-hari.

    4. John Naisbitt

    Game merupakan sistem partisipatoris dinamis karena game memiliki tingkat penceritaan yang tidak dimiliki film.

    5. Wijaya Ariyana & Arifianto

    Pengertian Game adalah salah satu kebutuhan sekaligus menjadi masalah besar bagi para pengguna komputer, hal tersebut dikarenakan untuk dapat menjalankan suatu game dengan nyaman, maka dibutuhkan spesifikasi komputer yang relatif tinggi dibanding komputer untuk penggunaan biasa.

    6. John C Beck & Mitchell Wade

    Game adalah penarik perhatian yang telah terbukti. Game adalah lingkungan pelatihan yang baik bagi dunia nyata dalam organisasi yang menuntut pemecahan masalah secara kolaborasi.

    7. Andik Susilo

    Game adalah salah satu candu yang susah dihilangkan, bahkan ada yang mengatakan bahwa candu game online setara dengan narkoba.

    8. Albert Einstein

    Game adalah bentuk investigasi paling tinggi.

    9. Ernest Adam

    “A game is a type of play activity, conducted in the context of a pretended reality, in which the participant(s) try to achieve at least one arbitary, nontrivial goal by acting in accordance with rules”

    10. Katie Salen and Eric Zimmerman : 2003

    Sebuah permainan adalah sebuah sistem di mana pemain terlibat dalam konflik buatan, ditentukan oleh aturan, yang menghasilkan hasil yang terukur.

    11. Clark C. Abt

    Game adalah kegiatan yang melibatkan keputusan pemain, berupaya mencapai tujuan dengan “dibatasi oleh konteks tertentu” (misalnya, dibatasi oleh peraturan). (Serious Games.New York,:Viking Press, 1970)

    12. David Parlett

    Game adalah sesuatu yang memiliki “akhir dan cara mencapainya”: artinya ada tujuan, hasil dan serangkaian peraturan untuk mencapai keduanya.

    13. Agustinus Nilwan

    Game merupakan permainan komputer yang dibuat dengan teknik dan metode animasi. Jika ingin mendalami pengunaan animasi haruslah memahami pembuatan game. Atau jika ingin membuat game, maka haruslah memahami teknik dan metode animasi, sebab keduanya saling berkaitan.

    14. Ridwan Arif Rahman dan Dewi Tresnawati (2016)

    Game atau permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius atau dengan tujuan refreshing.

    15. Arif Wibisono

    Game merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat umum dalam bentuk permainan yang dapat menghibur.

  • 17 Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    17 Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    Uang bukan hanya sekadar alat pembayaran, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari sistem ekonomi yang menggerakkan kehidupan masyarakat modern.

    Sejak dulu, para ekonom dan pemikir keuangan mencoba merumuskan definisi uang berdasarkan sudut pandang fungsi, nilai, hingga perannya dalam transaksi ekonomi.

    Beragam pendapat ini memberikan gambaran yang lebih dalam tentang apa itu uang, bukan hanya sebagai benda fisik, tetapi sebagai simbol kepercayaan dan alat pengukur nilai yang diakui secara luas.

    Untuk memahami konsep uang secara menyeluruh, penting bagi kita untuk melihat bagaimana para ahli dari berbagai masa dan latar belakang mendefinisikannya.

    Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian uang menurut para ahli yang hingga kini masih relevan dalam dunia ekonomi dan keuangan

    1. Menurut R.S. Sayers

    Definisi uang menurut R. S. Sayers tertuang dalam bukunya yang berjudul Modern Banking menyatakan bahwa “money is something that is widely accepted for the settlement of debts”, yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayaran utang”

    2. Menurut Dennis Home Robertson

    Definisi uang menurut Dennis home Robertson tertuang dalam bukunya yang berjudul Money mengatakan bahwa “money is something accepted in payment for goods” yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang”.

    3. Menurut Albert Gailort Hart

    Dalam bukunya yang berjudul Money Debt and Economic Activity, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki uantuk dapat melunasi utang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.

    4. Menurut A. C. Pigou

    Definisi uang menurut A. C. Pigou tertuang dalam bukunya yang berjudul the Veil of Money “money are those things that are widely used as a media for exchange” yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar”.

    5. Menurut Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo

    Uang merupakan alat tukar yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang saha atas kesatuan hitungnya.

    6. Menurut Rolling G. Thomas

    Definisi uang menurut Rolling G. Thomas tertuang dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia mengatakan bahwa “money is something that is readily and generally accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payments for debts, yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa dan barang berharga lainnya serta untuk pembayaran utang”.

    7. Menurut Anto Pracoyo & Tri Kunawangsih

    Pengertian uang adalah sebagai alat tukar yang mampu untuk dipergunakan oleh para pelaku ekonomi global pada umumnya.

    8. Menurut Walker

    Mendefinisikan uang dengan mengatakan “money is what money does”, yang artinya uang ialah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu, dengan kata lain uang ialah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi-fungsi yang lain.

    9. Menurut Rismsky K. Judisseno

    Uang merupakan satu media yang mampu untuk diterima yang digunakan oleh setiap pelaku ekonomi atau pun pelaku pasar uang guna mempermudah pada saat bertransaksi.

    10. Menurut Irma Rahmawati

    Uang merupakan suatu benda yang mampu untuk disetujui oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai alat untuk penukaran dalam perdagangan.

    11. Menurut Hukum

    Menurut hukum, uang ialah benda yang merupakan alat pembayaran yang sah, secara fungsional uang ialah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, bila dilihat menurut nilainnya, uang itu merupakan satuan hitungan yang dapat menyatakan sebuah nilai.

    12. Menurut George N. Halm

    Uang merupakan hal untuk mempermudah perantara tukar-menukar dalam mengatasi masalah sistem barter atau kesulitan-kesulitan dalam transaksi kredit

    13. Menurut Ensiklopedia Indonesia

    Uang merupakan segala sesuatu hal yang dapat digunakan dan juga umumnya dapat diterima sebagai alat penukar atau sebagai alat standar dalam pengukur sebuah nilai, seperti, pengukur standar uang, garansi penanggung utang serta sebagai pengukur standar daya beli.

    14. Menurut Walker

    Uang merupakan semua hal yang dapat dijadikan sebagai uang, maksudnya uang memang memiliki banyak fungsi, namun fungsi utamanya ialah sebagai alat tukar.

    15. Menurut Rolling G. Thomas

    Uang merupakan segala sesuatu yang telah tersedia dan pada umumnya dapat untuk diterima sebagai alat untuk membayar barang atau pun jasa, serta sebagai alat untuk melunasi utang.

    16. Menurut Mankiw

    Uang ialah persediaan aset yang bisa dengan segara digunakan untuk melakukan transaksi, selain itu uang merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diterima untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa maupun hutang, uang memiliki satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, memudahkan pertukaran barang dan jasa, mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan.

    17. Menurut Kasmir

    Uang ialah alat tukar menukar, dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.