Tag: menurut para ahli

  • 21 Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli

    21 Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli

    Pengertian Perpustakaan Secara Umum

    Secara umum, perpustakaan bisa diartikan sebagai sebuah tempat atau wadah yang menyediakan berbagai macam koleksi buku, mulai dari buku fiksi, non fiksi, jurnal, dan sebagainya.

    Perpustakaan sendiri disusun sedemikian rupa agar posisi buku tidak tercampur aduk dengan buku lainnya.

    Sebab, dalam ilmu pustakawan, ada cara sendiri dalam menata buku tersebut sesuai dengan kode yang belaku.

    Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian perpustakaan menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Prof. Sulistyo Basuki

    Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah Gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual.

    Dalam pengertian buku dan terbitan lainnya termasuk di dalamnya semua bahan cetak, buku, majalah, laporan, pamflet, prosiding, manuskrip (naskah), lembaran musik, berbagai karya musik, berbagai karya media audio visual seperti film, slid (slide), kaset, piringan hitam, bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan mikro buram (micro opaque).

    Webster menyatakan bahwa perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskrip, dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan, atau kesenangan.

    2. Trimo

    “Perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang tercetak maupun rekaman yang lainnya, pada suatu tempat tertentu yang telah diatur sedemikian rupa untuk mempermudah pengguna perpustakaan mencari informasi yang diperlukannya dan yang tujuannya utamanya adalah untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat yang dilayaninya dan bukan untuk diperdagangkan”.

    3. Menurut Lasa HS

    Menurut Lasa HS, Perpustakaan merupakan kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun berdasarkan sistem tertentu atau keperluan pengguna.

    4. Rohanda

    “Perpustakaan sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan.

    Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

    Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu”.

    5. Deputi II Perpusnas RI

    “Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber penting dalam upaya mendukung proses peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

    Melalui perpustakaan banyak informasi yang dapat digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.

    Perpustakaan diharapkan dapat memainkan fungsinya sebagai wahana pendidikan, penelitian pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

    Perpustakaan merupakan hal yang vital di sekolah karena perpustakaan menunjang sarana belajar-mengajar siswa.

    Siswa yang tidak memiliki buku yang lengkap dapat meminjam di perpustakaan.

    6. Radom House

    Dalam bukunya Dictionary of The English Language, Perpustakaan adalah suatu tempat, berupa sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku dan bahan lain untuk bacaan, studi, ataupun rujukan.

    7. Reitz

    Menyatakan bahwa perpustakaan adalah koleksi atau sekumpulan koleksi buku atau bahan lainnya yang diorganisasikan dan dipelihara untuk penggunaan/keperluan membaca, konsultasi, belajar, meneliti, yang dikelola oleh pustakawan dan staf terlatih lainnya dalam rangka menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

    8. International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA)

    Perpustakaan yaitu kumpulan bahan tercetak dan non cetak dan/atau sumber informasi dalam komputer yang disusun secara sistematis untuk kepentingan pengguna.

    9. Ensiklopedia Britannica

    Bahwa sebuah perpustakaan adalah himpunan bahan – bahan tertulis atau tercetak yang diatur dan diorganisir untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umum atau kedua-duanya.

    10. Wafford

    Perpustakaan sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.

    11. P. Sumardji

    Perpustakaan adalah koleksi yang terdiri dari bahan-bahan tertulis, tercetak maupun grafis lainnya seperti film, slide, piringan hitam, tape, dalam ruangan atau gedung yang diatur dan diorganisasikan dengan sistem tertentu agar dapat digunakan untuk keperluan studi, penelitian, pembacaan dan lain sebagainya.

    12. Darmono

    Perpustakaan pada hakekatnya adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi penggunanya. Perpustakaan dapat pula diartikan sebagai tempat kumpulan buku-buku atau tempat buku-buku dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa.

    13. C. Larasati Milburga, dkk.,

    Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk dipergunakan secara berkesinambungan oleh pengguna nya sebagai sumber informasi.

    14. Ibnu Ahmad Saleh

    Perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka yang diatur dan disusun dengan sistem tertentu, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat ditemukan dengan mudah dan cepat.

    15. Sutarno NS

    Perpustakaan merupakan meliputi suatu ruangan, bab dari gedung atau bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku koleksi, yang diatur dan disusun sedemikian rupa, sehingga gampang untuk dicari dan dipergunakan kalau sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pembaca.

    16. Sugiyanto

    Perpustakaan merupakan suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi materi pustaka yang diatur secara sistematis dan sanggup dipakai oleh pemakainya sebagai sumber informasi.

    17. Wiranto Dkk (1997)

    Pengertian perpustaan menurut Wiranto dan kawan-kawan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan.

    18. Ibrahim Bafadal

    Pengertian perpustakaan menurut Ibrahim Bafadal adalah suatu unit kerja dari satu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya.

    19. Suhendar (2005: 3)

    Pengertian perpustakaan menurut Suhendar adalah unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka. Baik berupa buku maupun non buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat dipergunakan sebagai sumber informasi.

    20. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

    Pengertian perpustakaan menurut KBBI adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya.

    21. Mudyana dan Royani

    “Perpustakaan sekolah adalah sarana penunjang pendidikan di satu pihak sebagai pelestari ilmu pengetahuan, dan di lain pihak sebagai sumber bahan pendidikan yang akan diwariskan kepada generasi yang lebih muda.

    Secara nyata perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk proses belajar dan mengajar bagi guru maupun bagi murid”.

  • 27 Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    27 Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    Dalam dunia manajemen sumber daya manusia, rekrutmen memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi atau perusahaan.

    Melalui proses rekrutmen yang tepat, organisasi dapat memperoleh tenaga kerja yang kompeten, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.

    Tanpa adanya proses rekrutmen yang baik, perusahaan akan kesulitan dalam mencapai tujuan karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai.

    Oleh sebab itu, rekrutmen menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sistem kepegawaian di suatu organisasi.

    Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih jauh mengenai makna rekrutmen, para ahli telah memberikan berbagai definisi berdasarkan sudut pandang dan pengalaman mereka dalam bidang manajemen sumber daya manusia.

    Meskipun terdapat perbedaan dalam penyusunan kalimat dan penekanan, pada dasarnya seluruh definisi tersebut menegaskan bahwa rekrutmen merupakan proses mencari, menarik, dan memilih calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan organisasi.

    Berikut ini beberapa pengertian rekrutmen menurut para ahli yang dapat dijadikan acuan dalam memahami konsep rekrutmen secara lebih mendalam.

    1. Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227)

    Dalam Nanang Nuryanta (2008), Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson menjelaskan Rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

    2. Schermerhorn, 1997

    Rekrutmen (Recruitment) adalah “proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.

    3. Noe at. all ( 2000 )

    Rekrutmen didefinisikan sebagai “pelaksanaan atau aktifitas organisasi awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial.

    4. Faustino Cardoso Gomes (1995:105)

    Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.

    5. Hasibuan (2008)

    Menyatakan bahwa rekrutmen merupakan usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu organisasi. Sedangkan pengertian rekrutmen menurut.

    6. Handoko (2008)

    Menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses pencarian dan “pemikatan” para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Lebih jauh lagi, Rivai (2009) menjelaskan rekrutmen sebagai suatu rangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan memerlukan tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon yang diinginkan atau memenuhi kualifikasi sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada.

    7. Simamora (2004)

    Merupakan serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari, dan berakhir pada saat lamaran mereka diserahkan.

    8. Dubois (2004:96)

    menyatakan bahwa rekrutmen adalah proses untuk menarik sebanyak mungkin kualifikasi pelamar untuk lowongan yang ada dan bukan diantisipasi. Ini merupaka pencarian bakat, pengajaran kelompok terbaik pelamar untuk posisi yang tersedia.

    10. Marwansyah, (2012:106)

    Proses menarik orang-orang atau pelamar yang mempunyai minat dan kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi atau jabatan tertentu.

    11. Drs. H. Sadili Samsudin, M.M. M.Pd. (2006:81)

    Rekrutmen adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan tertentu dalam satu organisasi atau perusahaan.

    12. Prof. Dr. Sondang P.siagian, M.P.A. (2009:102)

    Adalah proses mencari,menemukan dan menarik para pelamar yang kapabel untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.

    13. Jackson, Schuler, Werner, (2010 : 242)

    Perekrutan (recruitment) adalah mencari dan mendapatkan pelamar berkualitas bagi perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong.

    14. Dr. Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira, (2004:95)

    Rekrutmen adalah suatu proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Peluang yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan ketrampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.

    15. Meldona (2009:132)

    Rekrutmen dapat didefinisikan sebagai sebuah proses mencari dan menarik (pembujuk untuk melamar) pelamar yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan/posisi tertentu yang lowong, yang telah diidentifikasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

    16. Marihot tua efendi haradja (2009:96)

    Perekrutan diartikan sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi menjadi pegawai.

    17. Raymond A. Noe Dkk, (2011:266)

    Rekrutmen SDM didefiniskan sebagai praktik atau aktivitas apapun yang dijalankan oleh organisasi untuk mengidentifikasikan dan menarik para karyawan potensial.

    18. H.Hadari Nawawi (2000:169)

    Rekrutmen (penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan atau pekerjaan utama (produk lini dan penunjangnya) di lngkungan atau organisasi atau perusahaan.

    19. Kaswan (2012:66)

    Rekrutmen adalah praktik atau aktifitas yang dilakukan organisasi dengan tujuan utama mengidentifikasi dan mengikat pegawai yang potensial / qualified.

    20. Stephen.P.Robbins and Mary coultler, (2010:270)

    Proses Melokasikan mengidentifikasi dan menarik para pelamar kerja yang kompeten.

    21. T.Hani Handoko ,(2001:69)

    Proses pencarian dan pemikiran para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan.

    22. Bernadin dan Rusell (2003:134)

    Rekrutmen adalah proses penemuan dan penarikan para pelamar yang terbaik dan memiliki kualifikasi terhadap lowongan yang dibutuhkan.

    23. Rivai Sagala (2008:147)

    Rekrutmen adalah proses untuk mendapatkan sejumlah sumber daya manusia (karyawan)yang berkualitas untuk menduduki suatu jabatan atau pekerjaan dalam suatu perusahaan.

    24. Robert L.Mathis (2011:207)

    Rekrutmen adalah proses menghasilkan suatu kelompok pelamar yang memenuhi syarat untuk pekerjaan.

    25. Hendry simamora (1997:212)

    Rekruitmen adalah serangkaian aktifitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan Pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang di identifikasi dalam perencanaan kepegawaian.

    26. R.Wayney Mondy (2008:132)

    Perekrutan adalah proses menarik orang-orang pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang cukup, dan dengan persyaratan yang layak, untuk mengisi lowongan dalam organisasi

    27. Soekidjo Notoadmodjo (2003:130)

    Rekrutmen adalah suatu proses pencarian dan pemikatan para calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana kebutuhan suatu organisasi.

  • Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata.

    namun susunan kata yang diartikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi idiom menurut para ahli.

    1. Kridalaksana (1993:80)

    Menyatakan bahwa idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan kekomposisian (Principle of Compositionality).

    2. Alwasilah (1985:147)

    Menyebutkan idiom adalah grup kata-kata yang mempunyai makna tersendiri yang berbeda dari makna tiap kata dalam grup itu.

    Idiom tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa asing. Idiom adalah persoalan pemakaian bahasa oleh penutur asli.

    3. Longman (2003:741)

    “Idiom is a phrase which something different from the meanings of the separate words from which it formed”. Dapat diartikan bahwa idiom adalah kalimat yang mempunyai arti berbeda dari arti kata yang membentuknya.

    4. Rey (1989:VI)

    Menjelaskan bahwa idiomes, c’est-à-dire combinaisons intraduisibles mot à mot. Maksud penjelasan tersebut bahwa idiom adalah gabungan kata yang tidak dapat diartikan kata perkata.

    5. Kridalaksana (1980:62)

    Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota- anggotanya.

    Contoh kambing hitam, secara keseluruhan maknanya tidak sama dengan makna “kambing” dan “hitam”.

    Jenis-Jenis Idiom

    Idiom dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

    1. Idiom penuh

    Yaitu idiom atau ungkapan yang seluruh unsure pembentuknya tidak dapat dikembalikan kepada makna denotasinya/sebenarnya.

    Contoh:

    a Gulung tikar berarti bangkrut.
    b Pantat kuning berarti pelit/kikir.

    Kata gulung dan kata tikar sudah kehilangan makna denotasinya. Demikian juga kata pantat dan kata kuning.

    2. Idiom sebagian

    Yaitu idiom atau ungkapan yang sebagian unsur pembentuknya masih dapat dikembalikan kepada makna denotasinya.

    Contoh:

    a Kabar burung berarti kabar atau berita yang belum tentu kebenarannya.
    b Daftar hitam berarti daftar nama orang yang terlibat dalam tindak kejahatan.

    Dalam hal ini, kata kabar dan daftar masih dapat dikembalikan pada makna denotasinya.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Contoh idiom lainnya

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah

    Idiom dengan Warna

    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu

    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam

    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu

    Idiom dengan Nama Binatang

    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali

    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan

    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih

    Idiom dengan Kata Bilangan

    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun

  • 20 Pengertian Etika Menurut Para Ahli

    20 Pengertian Etika Menurut Para Ahli

    Etika merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena melalui etika seseorang dapat membedakan antara perilaku yang baik dan yang buruk.

    Etika menjadi dasar dalam membentuk karakter, kepribadian, serta hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

    Dengan adanya etika, setiap individu memiliki pedoman dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku.

    Oleh karena itu, memahami makna dan hakikat etika menjadi hal yang sangat penting agar manusia mampu bertindak secara bijaksana dalam berbagai aspek kehidupan.

    Pengertian Etika Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu etika, para ahli telah memberikan beragam definisi yang dapat dijadikan acuan.

    Setiap ahli memiliki pandangan yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuannya, namun pada dasarnya semuanya berorientasi pada nilai-nilai moral dan perilaku manusia.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian etika menurut para ahli yang dapat membantu kita memahami makna etika secara lebih komprehensif.

    1. Soergarda Poerbakawatja

    Menurut Soergarda Poerbakawatja, pengertian etika adalah suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan, serta pijakan kepada suatu tindakan manusia.

    2. H. A. Mustafa

    Menurut H. A. Mustafa, pengertian etika adalah ilmu yang menyelidiki terhadap suatu perilaku yang baik dan yang buruk dengan memerhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang diketahui oleh akan serta pikiran manusia.

    3. K. Bertens

    Menurut K. Bertens, definisi etika adalah nilai dan norma moral yang menjadi suatu acuan bagi umat manusia secara baik secara individual atau kelompok dalam mengatur semua tingkah lakunya.

    4. DR. James J. Spillane SJ

    Menurut DR. James, etika adalah memperhatikan suatu tingkah laku manusia di dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral.

    Etika lebih mengarah ke penggunaan akal budi dengan objektivitas guna menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang terhadap lainnya.

    5. Drs. H. Burhanudin Salam

    Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah sebuah cabang ilmu filsafat yang membicarakan perihal suatu nilai-nilai serta norma yang dapat menentukan suatu perilaku manusia ke dalam kehidupannya.

    6. W. J. S. Poerwadarminto

    Menurut Poerwadarminto, arti etika adalah ilmu pengetahuan tentang suatu perilaku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruknya yang sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

    7. Hamzah Yakub

    Menurut Hamzah Yakub. Etika yaitu menyelidiki suatu perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk.

    8. Drs. O. P. Simorangkir

    Menurut Drs. O. P. Simorangkir. Etika merupakkan pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.

    9. Aristoteles

    Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua, yaitu Terminius Technikus dan Manner and Custom. Terminius Technikus merupakan etika yang dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia.

    10. Prof. DR. Franz Magnis Suseno

    Menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno. Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.

    11. Ramali dan Pamuncak

    Menurut Ramali dan Pamuncak. Etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam profesi.

    12. Martin

    Menurut Martin. Etika adalah suatu disiplin ilmu yang berperan sebagai acuan atau pedoman untuk mengontrol tingkah laku atau perilaku manusia.

    13. Maryani dan Ludigdo

    Menurut mereka, etika merupakan seperangkat norma, aturan atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok masyarakat atau segolongan masyarakat.

    14. Ahmad Amin

    Menurut Ahmad Amin. Etika merupakan suatu ilmu yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan sebuah tujuan yang harus dicapai manusia dalam perbuatannya dan menunjukkan arah untuk melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.

    15. Drs. Sidi Gajabla

    Menurut Drs. Sidi Gajabla. Etika merupakan teori tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik & buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

    16. Asmaran

    Menurut Asmaran. Etika adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran seperti mereka, tetapi juga untuk menyelidiki manfaat atau keuntungan dari semua perilaku manusia.

    17. Menurut KBBI

    Menurut Kbbi, etika ialah ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat.

    18. Zain Badudu(1994)

    Bahwa etika bermakna sebagai :

    ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk oleh masyarakat luas
    ukuran nilai mengenai yang salah dan yang benar sesuai dengan anggapan umum(anutan) masyarakat.

    19. Soegarda Poerbakawatja

    Menurut Soegarda Poerbakawatja. Etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan an kesusilaan.

    20. Sujarwa (2010)

    Kata etika dalam bahasa Indonesia sering dipadankan dengan pengertian kata ethos yang kemudian dikombinasikan dengan dengan kata lain sehingga membentuk pemahaman ethos kerja, ethos profesi, ethos bisnis, dan sebagainya.

    Pada konteks yang demikian, maka makna etika lebih dekat dengan perihal dedikasi dan loyalitas.

  • Pengertian Intranet Menurut Para Ahli dan Manfaatnya

    Pengertian Intranet Menurut Para Ahli dan Manfaatnya

    Pengertian Intranet

    Intranet adalah jaringan komputer yang saling terhubung dan dimanfaatkan oleh suatu sistem perusahaan, organisasi atau lembaga.

    Definisi lain dari intranet adalah suatu jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti jaringan internet, tetapi pemakaiannya lebih terbatas dan tertutup atau hanya orang atau pengguna tertentu saja yang bisa memakai jaringan tersebut.

    Ada juga yang menyebutkan pengertian Intranet adalah jaringan komputer dalam sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi internet.

    Pada dasarnya lingkungan internet sama seperti internet, tetapi lebih bersifat privat bagi perusahaan bersangkutan.

    Dalam hal ini, pengakses informasi uyang berkaitan dengna sistem basis data juga dilakukan melalui browser seperti Internet Explorer dan Mozilla Firefox.

    Pengertian Intranet Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian intranet menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Miftakul Amin

    Menurut Miftakul Amin, intranet merupakan LAN atau Local Area Network yang menggunakan standar komunikasi dan semua fasilitas internet sehingga bisa diibaratkan berinternet dalam lingkungan lokal.

    2. Turban, King, Lee, dan Liang

    Intranet adalah suatu jaringan perusahaan, organisasi, atau pemerintah yang memanfaatkan tools dalam internet seperti internet protokol dan web browser serta digunakan oleh perusahaan sebagai sarana kolaborasi dan komunikasi.

    3. O’Brien dan Marakas

    Menurut O’Brien dan Marakas pada tahun 2011, intranet merupakan teknologi internet seperti server, web browser, TCP/IP protokol jaringan, database, penerbitan HTML hypermedia, dan lain-lain untuk menyajikan lingkungan internet dalam suatu perusahaan guna berbagi informasi, kolaborasi, komunikasi, serta dukungan dari proses bisnis.

    Manfaat Intranet

    Manfaat penggunaan intranet antara lain adalah sebagai berikut;

    • Media komunikasi antara perusahaan dan karyawan
    • Adanya standar dalam menyajikan informasi
    • Memudahkan siapa saja menyajikan informasi.
    • Memudahkan untuk melakukan koneksi internet
    • Menghemat kebutuhan biaya internet
    • Menghemat penggunaan kertas

    Kadang kala internet juga dihubungkan ke jaringan internet dengan dilengkapi firewall.

    Arti Firewall adalah program yang dijalankan pada komputer yang berkedudukan sebagai server dengan tujuan untuk mencegah akses internet dari internet, tetapi memungkinkan pemakai di dalam intranet mengkases internet.

  • Contoh Rumusan Masalah dan Pengertiannya Menurut Para Ahli

    Contoh Rumusan Masalah dan Pengertiannya Menurut Para Ahli

    Dalam proses penyusunan karya ilmiah, baik itu makalah, skripsi, tesis, maupun penelitian lainnya, salah satu komponen penting yang tidak boleh dilewatkan adalah rumusan masalah.

    Bagian ini menjadi pijakan utama dalam menentukan arah penelitian, karena berfungsi mengarahkan fokus pembahasan terhadap permasalahan inti yang ingin dikaji.

    Oleh karena itu, penting untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan rumusan masalah, terutama berdasarkan pandangan para ahli di bidang metodologi penelitian.

    Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

    Dengan merujuk pada definisi dari berbagai ahli, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya menyusun rumusan masalah secara tepat dan sistematis.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian rumusan masalah menurut para ahli, diantaranya:

    1. Andrew dan Hildebrad

    Andrew dan Hildebrad (1982), rumusan masalah yang baik yang dibuat secara terencana, efektif dan memiliki karakteristik.

    Dirinya menyebutkan ada empat karakteristik, yaitu masalah yang diangkat mencerminkan kebutuhan yang dirasakan.

    Adapun karakteristik lain, masalah yang diambil adalah non-hipotesis, yaitu harus didasarkan pada bukti faktual.

    Tidak sekedar itu, rumusan masalah yang baik mendukung hipotesis penelitian agar dapat dilakukan pengujian.

    Karakteristik yang terakhir adalah, masalah yang diangkat harus relevan dan dapat dikelola.

    2. Albert Einstein

    Menurut Albert Einstein, rumusan masalah jauh lebih penting daripada solusinya. Einstein mengungkapkan bahwasanya pengajuan rumusan masalah didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan baru, sehingga mendukung kemungkinan baru dan mempertimbangkan masalah lama menjadi sesuatu yang baru yang lebih kreatif dan imajinatif.

    3. Alan Byrman

    Alan Byrman berpendapat jika rumusan masalah adalah pernyataan yang jelas terhadap hal-hal tertentu. Dimana hal itulah yang dijadikan sebagai perhatian dan yang diberi titik fokus untuk diteliti lebih lanjut. Tentu sifat penelitian selalu menawarkan solusi dan hal yang jelas dan luas.

    4. Sugiyono

    Sugiono memandang rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang mencari sebuah jawaban lewat pengumpulan data dan penelitian. Dimana penelitian dapat dilakukan berdasarkan tingkat eksplanasi.

    Contoh Rumusan Masalah

    1. Contoh Rumusan Masalah Tentang Kesehatan

    Apa pengertian kesehatan?
    Bagaimana kondisi seseorang dikatakan sehat?
    Bagaimana kondisi seseorang dikatakan tidak sehat?
    Apa penyebab seseorang tidak sehat?
    Bagaimana agar seseorang sehat kembali?
    Bagaimana menjaga kesehatan?
    Apa tujuan menjaga kesehatan?

    2. Contoh Rumusan Masalah Tentang Internet

    Apa pengertian internet?
    Apa fungsi internet untuk manusia?
    Apa dampak dari munculnya internet di dunia?
    Apa sisi positif dan sisi negatif dari internet?

    3. Contoh Rumusan Makalah Tentang Pengolahan Kopi

    Bagaimana alur produksi pada pengolahan kopi?
    Bagaimana proses pengolahan kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao?
    Bagaimana proses fermentasi kopi yang dilakukan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao?
    Bagaimana prinsip kerja alat yang digunakan dalam proses penyangraian kopi?
    Bagaimana proses penyangraian kopi dilakukan?
    Bagaimana perubahan biokimia pada biji kopi yang telah di fermentasi?

    4. Contoh Rumusan Masalah Tentang Ekonomi Syariah

    Apa yang dimaksud ekonomi syari’ah?
    Apakah bank syari’ah di Indonesia sudah sesuai dengan sistem ekonomi syari’ah?
    Bagaimana cara menerapkan sistem ekonomi syari’ah?
    Apakah sistem ekonomi syari’ah dapat diterapkan di Indonesia?
    Apa yang menjadi hambatan dalam menerapkan sistem ekonomi syari’ah?
    Apakah keuntungan menerapkan sistem ekonomi syari’ah?

    5. Contoh Rumusan Masalah Tentang Pendidikan di Indonesia

    Karakteristik pendidikan di Indonesia
    Kualitas pendidikan di Indonesia
    Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia
    Solusi permasalahan pendidikan di Indonesia

    6. Contoh Rumusan Masalah Tentang Sekolah Daring

    Bagaimana kondisi mental anak selama pembelajaran daring?
    Bagaimana peran orang tua dalam mendampingi anak selama sekolah daring?
    Bagaimana peran guru, sekolah, dan pemerintah dalam memperhatikan kondisi mental anak?

    7. Contoh Rumusan Masalah Tentang Pendidikan

    Apakah permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini?
    Apakah penyebab permasalahan pendidikan?
    Bagaimana solusi yang dapat dilakukan demi mengatasi permasalahan pendidikan saat ini?

    8. Contoh Rumusan Masalah Tentang Sampah

    Apa dampak dari sampah yang berserakan?
    Bagaimana cara menyadarkan orang lain untuk buang sampah pada tempatnya?
    Bagaimana cara mengajak generasi muda untuk mengubah kebiasaan
    penggunaan plastik sekali pakai?

    9. Contoh Rumusan Masalah Tentang Game Online

    Bagaimana dampak game online terhadap sikap kedisiplinan siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari?
    Apa saja yang harus dilakukan siswa, dalam mengatasi kencaduan game online yang berakibat pada kedislipinan yang buruk bagi siswa tersebut?
    Apa saja seharusnya peran orang-orang disekitar siswa tersebut, guna mengatasi kecanduan game online yang berdampak pada kedisiplinan siswa tersebut?
    Bagaimana cara mengelola bermain game online dengan baik?
    Bagaimana cara agar bermain game online memberikan suatu manfaat?

    10. Contoh Rumusan Masalah Tentang Bullying

    Apa itu bullying?
    Kenapa bullying bisa terjadi?
    Apa dampaknya jika seseorang menjadi korban bullying?
    Bagaimana cara mengembalikan mental seseorang yang terkena bullying?
    Bagaimana kiat untuk mencegah terjadinya bullying?

  • 7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Wacana merupakan salah satu konsep penting dalam kajian linguistik, sastra, dan ilmu komunikasi.

    Pemahaman terhadap wacana tidak hanya terbatas pada sekumpulan kalimat, tetapi mencakup satuan bahasa yang lengkap dan memiliki makna utuh.

    Dalam praktiknya, wacana digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan tertentu baik secara lisan maupun tertulis.

    Karena itu, memahami pengertian wacana secara mendalam akan membantu kita mengenali struktur, makna, dan konteks dari sebuah teks atau percakapan.

    Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian wacana menurut para ahli yang dapat menjadi rujukan dalam memahami konsep tersebut secara lebih komprehensif.

    1. Harimurti Kridalaksana

    Menurut Harimurti Kridalaksana, wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap dan merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal. (1983:179 dalam Sumarlam, 2009:5).

    2. Henry Guntur Tarigan (1987:27)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi dari klausa dan kalimat, memiliki kohesi dan koherensi yang baik, mempunyai awal dan akhir yang jelas, berkesinambungan, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.

    3. James Deese

    Dalam karyanya Thought into Speech: the Psychology of a Language (1984:72, sebagaimana dikutip ulang oleh Sumarlam, 2009:6) menyatakan bahwa wacana adalah seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca.

    Kohesi atau kepaduan itu sendiri harus muncul dari isi wacana, tetapi banyak sekali rasa kepaduan yang dirasakan oleh penyimak atau pembaca harus muncul dari cara pengutaraan, yaitu pengutaraan wacana itu.

    4. Fatimah Djajasudarma (1994:1)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain, membentuk satu kesatuan, proposisi sebagai isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan pernyataan (statement) dalam bentuk kalimat atau wacana.

    5. Hasan Alwi, dkk (2000:41)

    Menjelaskan pengertian wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.

    Dengan demikian sebuah rentetan kalimat tidak dapat disebut wacana jika tidak ada keserasian makna. Sebaliknya, rentetan kalimat membentuk wacana karena dari rentetan tersebut terbentuk makna yang serasi.

    6. I.G.N. Oka dan Suparno (1994:31)

    Menyebutkan wacana adalah satuan bahasa yang membawa amanat yang lengkap.

    7. Sumarlam, dkk (2009:15)

    Menyimpulkan dari beberapa pendapat bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khotbah, dan dialog, atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis, yang dilihat dari struktur lahirnya (dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari struktur batinnya (dari segi makna) bersifat koheren, terpadu.

    Berdasarkan beberapa pendapat mengenai batasan wacana di atas pengertian wacana adalah satuan bahasa lisan maupun tulis yang memiliki keterkaitan atau keruntutan antar bagian (kohesi), keterpaduan (koheren), dan bermakna (meaningful), digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial.

    Berdasarkan pegertian tersebut, persyaratan terbentuknya wacana adalah penggunaan bahasa dapat berupa rangkaian kalimat atau rangkaian ujaran (meskipun wacana dapat berupa satu kalimat atau ujaran).

    Wacana yang berupa rangkaian kalimat atau ujaran harus mempertimbangkan prinsip-prinsip tertentu, prinsip keutuhan (unity) dan kepaduan (coherent).

    Wacana dikatakan utuh apabila kalimat-kalimat dalam wacana itu mendukung satu topik yang sedang dibicarakan, sedangkan wacana dikatakan padu apabila kalimat-kalimatnya disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keruntututan ide yang diungkapkan.

  • Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi

    Pengertian diksi secara umum adalah pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian diksi menurut para ahli.

    1. Gorys Keraf

    Menurut Gorys Keraf, pengertian diksi terbagi menjadi dua, yakni pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, pengungkapan yang tepat dan gaya penyampaian kata yang lebih baik dan sesuai situasi.

    Pengertian diksi juga merupakan sebuah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan.

    Selain itu, diksi juga bisa berupa kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca.

    2. Widyamartaya

    Menurut Widyamartaya, pengertian diksi adalah kemampuan seseorang dalam membedakan suatu nuansa-nuansa makna secara tepat dengan gagasan yang disampaikan.

    Kemampuan seseorang membedakan makna itu sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

    3. Susilo Mansurudin

    Susilo Mansurudin berpendapat pengertian diksi adalah pilihan kata.

    Pemakaian atau pemilihan diksi yang tepat, benar dan cermat bisa membantu memberi nilai pada suatu kata.

    Pilihan diksi yang sesuai dengan kata lain akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran yang berbeda.

    4. Enre

    Enre berpendapat pengertian diksi adalah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan perawatan yang ingin disampaikan dalam suatu pola kalimat tertentu.

    5. Harimurti

    Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

    6. Mustakim

    Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata.

    Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

    7. Achmadi (1990: 136)

    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

    Ciri Ciri Diksi

    Adapun ciri-ciri diksi sebagai berikut:

    • Sesuai konteks kalimat yang akan diungkapkan.
    • Nyaman saat dibaca dan mudah dipahami.
    • Mampu membedakan suasana, makna, dan bentuk kalimat
    • Selaras dengan nilai rasa dari pembacanya.
    • Kosakata yang dipahami oleh pembaca/pendengar
    • Menyatu dengan kata yang lain sehingga melahirkan sebuah makna yang tepat.

    Contoh Diksi

    Berikut ini adalah contoh diksi yang tepat, mari disimak.

    • Rani sudah tinggal di Surabaya selama lima tahun (Diksi tepat)
    • Rani tinggal minum saja, dia sudah makan (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengacuhkan janji dengan kami (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengabaikan janji dengan kami (Diksi tepat)
  • 19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Pengertian Karya Sastra Secara Umum

    Karya sastra adalah sebuah ide, opini, pemikiran, semangat, pengalaman, serta imajinasi seseorang yang dituangkan dalam suatu bentuk tulisan.

    Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah yang sifatnya estetika dengan menggunakan teori-teori dasar penulisan.

    Karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu fiksi dan nonfiksi. Contoh karya sastra fiksi seperti novel, puisi, prosa, dan drama.

    Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi seperti esai, biografi, autobiografi, dan sebagainya.

    Pengertian Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian karya sastra menurut para ahli.

    1. Semi

    Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

    2. Mursal Esten

    Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

    3. Ahmad Badrun

    Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.

    4. Engleton

    Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.

    5. Aristoteles

    Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

    6. Panuti Sudjiman

    Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

    7. Plato

    Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

    8. Taum

    Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

    9. Robert Scholes

    Sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.

    10. Sapardi

    Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial.

    Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

    11. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski

    Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

    12. Lefevere

    Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

    13. Wellek dan Warren

    Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

    14. Tarin

    Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.

    15. Sumarno

    Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

    16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

    Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”.

    Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.

    Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas.

    Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

    17. Damono

    Damono yang menyatakan bahwa kehidupan sastra menyampaikan gambaran, dan kehidupan itu sendiri adalah fakta sosial.

    Pengertian sastra di sini menjelaskan bahwa isi karya sastra tentang kehidupan meliputi hubungan antara masyarakat dan individu.

    Antar pribadi dan antar peristiwa yang terjadi dalam hati seseorang terkandung dalam karya sastra.

    18. Titik Maslikatin (2007: 2)

    Definisi sastra secara umum adalah karya seni yang bermediumkan bahasa, bersifat inovatif, dan unsur imajinatifnya sangat menonjol.

    Imajinasi menjadi unsur yang menonjol karena karya sastra merupakan bangunan imajinasi pengarang yang berasal dari realitas yang ada di masyarakat.

    19. Terry Engleton

    Menurut Terry Engleton, karya sastra adalah karya tulis yang indah (letters belle) dengan format bahasa tertutup.

    Dan memperdalam bahasa, memelintir, memelintir, mempersingkat dan membuatnya aneh.

    Atau kreasi estetika lainnya yang menggunakan bahasa sebagai penghubung.

  • 11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    Secara umum, frasa merupakan satuan bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang berfungsi sebagai satu kesatuan dalam kalimat.

    Frasa tidak memiliki unsur subjek dan predikat, sehingga tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh.

    Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

    Berikut beberapa pengertian frasa menurut para ahli

    1. Verhaar (2001)

    Menjelaskan bahwa frasa adalah kelompok kata yang merupakan bagian fungsional dari tuturan yang lebih panjang.

    2. Kentjono (1990)

    Mendefinisikan frasa sebagai satuan gramatika yang terdiri dari dua kata atau lebih dari dua kata yang tidak berciri klausa yang pada umumnya menjadi pembentuk dalam klausa.

    3. Keraf (1991)

    Arti frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan.

    4. Kridalkasana (1993)

    Pengertian frasa adalah gubungan dari dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang.

    5. Parera (1994)

    Memberikan batasan frasa sebagai suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.

    6. Chaer (1998)

    Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang merupakan satu kesatuan, dan menjadi salah satu unsur atau fungsi kalimat (subjek, predikat, objek, atau keterangan).

    7. Tarmini

    Pengertian frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

    8. Lyons

    Definisi frasa adalah satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

    9. Putrayasa

    Arti frasa menurut Putrayasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata.

    10. Trask (1999)

    Arti frasa menurut Trask adalah unit gramatikal yang lebih kecil dibandingkan klausa, terdiri dari 2 kata atau lebih, tapi tidak terkadung unsur-unsur yang ada pada klausa.

    11. Redford (1999)

    Pengertian frasa adalah rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan klausa, karena tidak berisi subjek dan atau predikat.

    Ciri-ciri Frasa

    • Terdiri dari minimal 2 kata atau lebih.
    • Bersifat non-predikatif.
    • Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
    • Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
    • Selalu menduduki satu fungsi kalimat.
    • Maknanya dapat berubah sesuai pemakaiannya.
    • Kata penyusun frasa masih mampu dipertahankan untuk makna aslinya.