Tag: pengertian

  • Pengertian Pasar Monopsoni, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Pasar Monopsoni

    Pasar monopsoni adalah struktur pasar ketika ada satu pembeli tunggal yang mendominasi pasar dalam menentukan harga serta kuantitas barang atau jasa yang diperjualbelikan.

    Dalam monopsoni, satu pembeli memiliki kekuatan pasar yang signifikan untuk menentukan harga produk atau jasa yang dibeli dari para penjual atau pemasok.

    Hal ini dapat mengakibatkan penurunan harga yang diterima oleh pemasok, karena mereka tidak ada daya tawar untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi dengan pembeli tunggal tersebut.

    Dalam kondisi monopsoni, pembeli dapat membeli barang atau jasa dengan harga yang lebih rendah daripada karena tidak ada persaingan di pasar.

    Pasar monopsoni dapat timbul karena berbagai alasan, seperti pengaruh letak geografis serta barang yang diperjual belikan sangat spesifik.

    Monopsoni dapat terjadi dalam berbagai industri, seperti industri pertanian, industri tenaga kerja, atau bahkan dalam pembelian barang oleh pemerintah.

    Maka, sebagai satu-satunya pembeli utama, sebuah perusahaan atau pembeli memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga faktor produksi yang ia beli, baik dengan menaikkannya atau menurunkannya.

    Ciri Ciri Pasar Monopsoni

    Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama pasar monopsoni:

    1. Satu Pembeli Tunggal

    Hanya ada satu pembeli utama yang dominan untuk suatu produk atau jasa yang dijual di pasar.

    Karena sifatnya tunggal, maka pembeli ini memiliki kekuatan tawar yang tinggi dan dapat menekan harga produk.

    2. Kekuatan Tawar yang Tinggi

    Pembeli tunggal memiliki kekuatan pasar yang signifikan untuk menentukan harga faktor produksi yang dibelinya dari penjual atau pemasok.

    3. Kontrol Harga

    Pembeli tunggal dapat memengaruhi harga dengan menaikkan atau menurunkan faktor produksi yang ia beli.

    Hal tersebut lantaran penjual tidak punya daya tawar untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi.

    4. Banyak Penjual

    Ada banyak penjual yang bersaing untuk menjual produknya kepada pembeli tunggal.

    Alhasil, penjual memiliki kekuatan tawar yang rendah dan harus menerima harga yang ditentukan oleh pembeli.

    5. Ketergantungan Pemasok

    Penjual tergantung pada pembeli tunggal untuk membeli produk atau jasa mereka, sehingga mereka cenderung tidak memiliki alternatif yang kuat.

    6. Kurangnya Persaingan

    Tidak ada atau sedikit persaingan di antara pembeli untuk membeli faktor produksi tertentu karena hanya didominasi oleh satu pembeli saja.

    7. Tidak Ada Inovasi

    Penjual memiliki sedikit insentif untuk mengembangkan produk baru karena pembeli tunggal memiliki kontrol atas pasar.

    Inovasi di pasar monopsoni umumnya lebih rendah dibandingkan pasar dengan struktur lain.

    8. Potensi Penurunan Harga

    Dalam beberapa kasus, pembeli tunggal dapat membeli faktor produksi dengan harga yang lebih rendah daripada jika ada persaingan yang lebih besar di pasar.

    Contoh Pasar Monopsoni

    Pasar monopsoni dapat ditemukan dalam berbagai situasi di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contohnya:

    1. Pasar Petani

    Di pedesaan, sering terdapat satu pembeli tunggal, seperti tengkulak, yang membeli hasil panen dari para petani.

    Tengkulak memiliki kekuatan tawar yang tinggi dan dapat menekan harga hasil panen petani.

    Hal ini dapat menyebabkan petani mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    2. Industri Susu

    Di beberapa negara, terdapat satu perusahaan besar yang mendominasi industri susu.

    Perusahaan ini bertindak sebagai pembeli tunggal dan menentukan harga susu yang dibeli dari peternak sapi perah.

    Hal ini dapat menyebabkan peternak sapi perah mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dan kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan besar.

    3. Pasar Tenaga Kerja

    Di beberapa daerah terpencil, terdapat satu perusahaan besar yang menjadi sumber lapangan pekerjaan utama.

    Perusahaan ini memiliki kekuatan tawar yang tinggi dan dapat menentukan gaji dan kondisi kerja bagi para pekerja.

    Hal ini dapat menyebabkan pekerja mendapatkan gaji yang lebih rendah dan hak-haknya yang tidak terpenuhi.

    4. Pasar Barang Bekas

    Di pasar barang bekas, sering terdapat satu pembeli tunggal, seperti pengepul barang bekas yang membeli berbagai macam barang bekas dari masyarakat.

    Pengepul barang bekas memiliki kekuatan tawar yang tinggi dan dapat menekan harga barang bekas yang dibeli dari masyarakat.

    Hal ini dapat menyebabkan masyarakat mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dari penjualan barang bekas mereka.

    5. Pasar Lelang

    Di pasar lelang biasanya terdapat satu pembeli tunggal yang memenangkan lelang dan membeli barang yang dilelang.

    Harga barang yang dilelang ditentukan oleh pembeli tunggal dan dapat lebih rendah dari harga pasar normal.

    Hal ini dapat menyebabkan penjual mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dari penjualan barangnya.

  • 15 Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    Ideologi adalah sebuah sistem pemikiran yang menyeluruh dan sistematis.

    Ideologi mencakup gagasan, ide, keyakinan, dan prinsip yang mendasari pandangan hidup perorangan, kelompok, atau masyarakat tentang cara pandang mereka terhadap dunia dan arah yang ingin mereka capai.

    Ideologi ibarat kompas yang mengarahkan dan membantu menentukan tindakan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian ideologi menurut para ahli.

    1. Hasan (2002: 212)

    Ideologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai citacita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

    2. Samuel Becker (1984: 69)

    Ideologi merupakan “cara kita mempersepsi dunia kita dan diri kita; ideologi mengontrol apa yang kita lihat sebagai sesuatu yang “alami”.

    3. Williams (1977: 109)

    Ideologi itu sebagai sebuah bentuk yang relatif formal dan mengartikulasikan sistem makna, nilai-nilai dan kepercayaan, ataupun semacamnya yang diabstraksikan sebagai sebuah “pandangan dunia” atau “pandanganan kelas”.

    4. Beckers (1984: 69)

    Sebuah ideologi merupakan suatu bentuk setting, diintegrasikan dalam bingkai referensi, di mana di dalamnya melewati masing-masing dari kita untuk melihat dunia dan yang mengatur tindakan kita semua”.

    5. Sobur (2004: 64)

    Ideologi adalah pikiran yang mengungkapkan, nilai, orientasi, dan kecenderungan yang saling melengkapi sehingga membentuk perspektif-perspektif ide yang diungkapkan melalui komunikasi dengan media teknologi dan komunikasi antar pribadi.

    6. Syafiie (2001: 61)

    Definisi ideologi adalah sistem pedoman hidup yang menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat yang bersifat khusus, disusun secara sadar oleh tokoh pemikir negara serta kemudian menyebarluaskannya dengan resmi.

    7. Syamsudin (2009: 98)

    Arti ideologi adalah keseluruhan prinsip atau norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang meliputi berbagai aspek, seperti sosial politik, ekonomi, budaya, dan hankam.

    8. W. White (dalam Kansil, 2005:27)

    Ideologi ialah soal cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

    9. Franz Magnis Suseno (1992 : 230)

    Ideologi juga dilihat sebagai sarana kelas atau kelompok sosial tertentu yang berkuasa untuk melegitimasikan
    kekuasaannya.

    10. Louis Althuser

    Ideologi adalah suatu gagasan yang spekulatif namun tetapi ideologi tersebut bukan gagasan palsu dikarenakan gagasan spekulatif itu bukan dimaksudkan untuk menggambarkan suatu realitas melainkan untuk dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana semestinya manusia itu dapat menjalani hidupnya.

    11. Soerjanto Poespowardoyo

    Ideologi ialah sebagai kompleks pengetahuan serta juga macam-macam nilai, yang secara universal menjadi landasan bagi seseorang atau juga masyarakat untuk dapat memahami jagat raya serta juga bumi seisinya dan juga menentukan sikap dasar untuk dapat mengolahnya.

    12. M. Sastra Prateja

    Ideologi ialah sebagai seperangkat gagasan atau juga pemikiran yang berorientasi pada suatu tindakan yang diorganisir dan menjadi suatu sistem yang teratur.

    13. Mubyarto

    Ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol-simbol sekelompok masyarakat suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja (atau perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa itu.

    14. A.S. Hornby

    Ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang.

    15. Frans Magnis Suseno

    Menjelaskan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

  • 10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Pendidikan adalah suatu proses sistematis yang melibatkan transfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Proses ini mencakup serangkaian kegiatan formal dan informal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu dan memberikan landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Pendidikan dapat terjadi di berbagai konteks, termasuk sekolah, universitas, pelatihan profesional, dan pengalaman sehari-hari.

    Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli.

    1. Ki Hajar Dewantara

    Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

    2. Prof. Dr. M.J Langeveld

    Pengertian pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya.

    3. Crow and crow

    Definisi pendidikan dalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi kegenerasi.

    4. Prof. Zaharai Idris

    Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.

    5. H. Horne

    Pendidikan adalah proses yang di lakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

    6. Ahmad D. Marimba

    Pendidikan adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.

    7. Stella Van Petten Henderson

    Arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.

    8. Carter V. Good

    Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

    9. Menurut UU No. 20 tahun 2003

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

    10. Driyarkara (1980: 66-67)

    Ilmu pendidikan adalah pemikiran ilmiah, yakni pemikiran yang bersifat kritis, memiliki metode, dan tersusun secara sistematis tentang pendidikan.

  • 12 Pengertian Media Sosial Menurut Para Ahli

    Media sosial adalah platform atau situs web yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan berpartisipasi dalam interaksi online.

    Dengan media sosial, orang dapat terhubung, berkomunikasi, dan berbagi informasi dengan teman, keluarga, dan bahkan orang-orang di seluruh dunia.

    Media sosial mencakup berbagai platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, TikTok, dan banyak lainnya.

    Melalui media sosial, pengguna dapat memposting teks, gambar, video, serta berpartisipasi dalam berbagai bentuk interaksi seperti komentar, suka, dan berbagi.

    Platform ini memainkan peran penting dalam menghubungkan orang, menyebarkan informasi, dan memfasilitasi komunikasi online.

    Baca juga: 5 Media Sosial yang Pernah Hits di Indonesia dan Berakhir Punah

    Pengertian Media Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian media sosial menurut para ahli.

    1. Kottler dan Keller

    Pengertian media sosial adalah media yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, video dan informasi dengan orang lain.

    2. Taprial dan Kanwar

    Mendefinisikan media sosial adalah media yang digunakan seseorang untuk menjadi sosial, atau mendapatkan daring sosial dengan berbagi isi, berita, foto dan lain-lain dengan orang lain.

    3. Kaplan dan Haenlein

    Menyatakan bahwa media sosial ialah sekelompok apliksi berbasis internet yang dibangun dengan dasar-dasar ideologis dari web 2.0 yang berupa platform dari evolusi media sosial yang memungkinkan terjadinya penciptaan dan pertukaran dari User Generated Content.

    4. Nabila et al. (2020)

    Media sosial merupakan sebuah media online yang beroperasi dengan bantuan teknologi berbasis web yang membuat perubahan dalam hal komunikasi yang dahulu hanya dapat satu arah dan berubah menjadi dua arah atau dapat disebut sebagai dialog interaktif.

    5. Ardiansah dan Maharani (2021)

    Media sosial merupakan sebuah sarana atau wadah digunakan untuk mempermudah interaksi diantara sesama pengguna dan mempunyai sifat komunikasi dua arah, media sosial juga sering digunakan untuk membangun citra diri atau profil seseorang, dan juga dapat dimanfaat kan oleh perusahaan sebagai media pemasaran.

    6. Van Dijk dalam Nasrullah (2015)

    Menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi.

    7. Meike dan Young dalam Nasrullah (2015)

    Mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi diantara individu (to be share one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu.

    8. Dr. Rulli Nasrullah M.Si.

    Media Sosial merupakan medium di internet yang memungkinkan penggunanya mempresentasikan dirinya maupun berinterakasi, bekerjasama, saling berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lainnya, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

    9. Ardianto (dalam Watie, 2011:71)

    Mengemukakan media sosial online, adalah jejaring sosial online bukan media masa online, dikarenakan media sosial mempunyai kekuatan sosial yang dapat mempengaruhi opini publik yang berkembang ditengah masyarakat banyak.

    10. Chris Brogan (2010)

    Menyebutkan bahwa media sosial adalah suatu perangkat alat komunikasi yang memuat berbagai kemungkinan untuk terciptanya bentuk interaksi gaya baru.

    11. B.K. Lewis (2010)

    Media sosial merupakan suatu label yang merujuk pada teknologi digital yang berpotensi membuat semua orang untuk saling terhubung dan melakukan interaksi, produksi dan berbagi pesan.

    12. Dave Kerpen (2011)

    Media sosial memiliki definisi sebagai suatu tempat kumpulan gambar, video, tulisan hingga hubungan interaksi dalam jaringan, baik itu antar individu maupun antar kelompok seperti organisasi.

  • Bagaimana Pengertian Historiografi Menurut Soedjatmoko?

    Pengertian historiografi menurut soedjatmoko adalah titik puncak dari aktivitas riset oleh sejarawan. Dalam metodologi sejarah, historiografi ialah bagian terakhirnya. Langkah terakhir, namun langkah tersebut merupakan langkah paling berat.

    Sementara secara bahasa, historiografi berasal dari dua kata, yaitu “history” yang berarti sejarah dan “graph” yang berarti tulisan. Menurut KBBI, historiografi artinya adalah penelitian sejarah.

    Siapa Soedjatmoko?

    Soedjatmoko adalah tokoh sejarawan Indonesia yang lahir pada 10 januari tahun 1922 di Sawahlunto, Sumatera Barat.

    Soedjatmoko merupakan intelektual dalam berbagai bidang keilmuan, seperti sosial, filsafat, ekonomi, kebudayaan, dan sejarah Indonesia.

    Pemikiran Soedjatmoko tentang sejarah Indonesia meliputi konsepsi ide, teori dan metodologi, serta orientasi.

    Pengertian Historiografi Menurut Para Ahli

    1. Menurut Susanto Zuhdi

    Historiografi merupakan“ Terdapat 2 penafsiran menimpa historiografi ialah awal langkah terakhir dalam tata cara sejarah ataupun penyusunan sejarah serta kedua tinjauan atas hasil karya tulis sejarah”( Mulyana A., 2009).

    2. Prof Dr Ismaun M.Pd

    Historiografi berarti pelukisan sejarah, gambaran sejarah tentang peristiwa yang terjadi pada masalalu yang disebutsejarah.

    3. Prof Dr Helius Sjamsudin M.A

    Suatu Sintesis yang dihasilkan oleh sejarawan dari seluruh hasil penelitiannya atau penemuannya itu dalam suatu penulisan utuh.

    4. Drs Haryono, M.Pd

    Historiografi merupakan suatu kisah masa lampau yang direkontruksi oleh sejarawan berdasarkan fakta yang ada.

    5. Prof A Daliman, M.Pd

    Penulisan sejarah (historiografi) menjadi sarana mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang diungkapkan , diuji (verifikasi) dan diinterpretasi.

    6. Susanto Zuhdi

    Ada dua pengertian mengenai historiografi yaitu pertama langkah terakhir dalam metode sejarah atau penulisan sejarah dan kedua tinjauan atas hasil karya tulis sejarah.

    7. Drs Sugiyanto, M Hum

    Historiografi ialah puncak aktivitas riset sejarah sehabis memilah subjek yang diminati dalam riset sejarah, setelah itu mencari sumber- sumber serta menafsirkan data yang tercantum di dalamnya.

  • 5 Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    5 Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Istilah Nusantara pertama kali dipakai oleh kerajaan Majapahit untuk menyebut daerah-daerah kekuasaannya.

    1. Vlekke (1958 : 15)

    Kata Nusantara sendiri merujuk pada periode khusus ketika Indonesia dikuasai oleh Majapahit, khususnya ketika kerajaan ini berada di bawah kendali patih besarnya, Gajah Mada. Majapahit adalah negara kesatuan Indonesia di masa silam.

    2. Hamidy (1994 : 7)

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra.

    Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya Sastra Nusantara tidak berdiri sendiri, ia terbentuk dari sinkretis antar daerah-daerah di wilayah nusantara.

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra. Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya

    3. Djamaris (2001 : 151)

    Bahwa dalam Sastra Nusantara terdapat sastra Jawa, sastra Sunda, sastra Bali, sastra lombok, dan sastra Madura seperti Babad Tanah Jawi, Babad Blambangan, Cerita Dipati Ukur, Sejarah Suka Pura, Babad Buleleng, Babad Lombok, dan Babad Madura.

    Sastra Nusantara juga biasa disebut sebagai sastra daerah. Sastra daerah merupakan bagian dari sastra nusantara yang mewakili kemajemukan daerah yang ada di Indonesia.

    Karya sastra daerah berkembang di daerah dan diungkapkan dengan menggunakan bahasa daerah. Sastra daerah juga mempunyai kedudukan di tengah masyarakat.

    4. Koentjaraningrat (2005 : 20)

    Sastra merupakan salah satu jenis kesenian selain seni musik, seni rupa, seni patung, seni menggambar, dan seni pertunjukan.

    Sastra Daerah adalah ciptaan masyarakat pada masa lampau atau mendahului penciptaan sastra Indonesia moderen.

    5. Tuloli, 2001 : 209)

    Sastra daerah dapat dimasukkan sebagai satu aspek budaya Indonesia yang memperkaya budaya nasional dan menjadi alternatif kedua yang perlu dipertimbangkan dan dikembangkan selain sastra Indonesia.

    Itulah pengertian sastra nusantara menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya di sastrawacana.id/.

  • 10 Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Kewarganegaraan adalah status hukum yang menandakan bahwa seseorang diakui sebagai warga negara atau anggota suatu negara tertentu.

    Kewarganegaraan memberikan hak dan kewajiban tertentu kepada individu dalam negara tersebut, seperti hak untuk tinggal dan bekerja, hak untuk memilih dalam pemilihan umum, dan perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah negara tersebut.

    Kewarganegaraan juga dapat memengaruhi akses individu ke layanan dan manfaat sosial, serta kewajiban untuk membayar pajak.

    Kewarganegaraan dapat diperoleh melalui kelahiran, pernikahan, atau melalui proses hukum seperti naturalisasi.

    Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kewarganegaraan menurut para ahli.

    1. Daryono

    Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara. Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: Negara ) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga Negara.

    2. Wolhoff

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social-budaya serta kesadaran nasionalnya.

    3. Ko Swaw Sik ( 1957 )

    Kewarganegaraan ialah ikatan hukum antara Negara dan seseorang. Ikatan itu menjadi suatu “kontrak politis” antara Negara yang mendapat status sebagai Negara yang berdaulat dan diakui karena memiliki tata Negara. Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan.

    4. Daman

    Kewarganegaraan istilah hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    5. Graham Murdock ( 1994 )

    Kewarganegaraan ialah hak untuk berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur social, politik dan kehidupan kultural serta untuk membantu menciptakan bentuk-bentuk yang selanjutnya dengan begitu maka memperbesar ide-ide.

    6. R. Parman

    Kewarganegaraan ialah suatu hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    7. Soemantri

    Kewarganegaraan ialah sesuatu yang berhubungan dengan manusia sebagai individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir dalam hubungan dengan Negara.

    8. Mr. Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd.

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus:Negara) yang dengannya membawa hak untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatan politik.

    9. Stanley E. Ptnord dan Etner F.Peliger

    Kewarganegaraan ialah studi yang berhubungan dengan tugas-tugas pemerintahan dan hak-kewajiban warga Negara.

    10. KBBI

    Menurut Kbbi, Kewarganegaraan adalah yang berhubungan dengan warga negara; keanggotaan sebagai warga negara.

    Itulah beberapa pengertian kewarganegaraan menurut para ahli. Baca artikel pendidikan lainnya di sastrawacana.id/.

  • 15 Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    Statistika adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, penyajian, dan pengorganisasian data.

    Tujuan utama statistika adalah untuk menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami, mengidentifikasi pola atau tren dalam data, dan membuat kesimpulan atau prediksi berdasarkan informasi yang tersedia.

    Statistika digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu alam, kedokteran, bisnis, dan banyak lagi.

    Statistik dapat membantu dalam pengambilan keputusan, pengujian hipotesis, pemodelan data, dan evaluasi hasil eksperimen atau penelitian.

    Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian statistika menurut para ahli.

    1. Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc

    Pengertian statistika adalah suatu pengetahuan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data, pengolahan data, analisisnya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilaksanakan.

    2. Anderson & Bancroft

    Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan dan metode yang paling efektif untuk pengumpulan, pentabulasian, dan interpretasi data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probabilitas (peluang).

    3. Prof. Dr.H.Agus Irianto

    Pengertian statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu.

    4. Croxton dan Cowden

    Arti statistika adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menginterpretasikan data yang berwujud angka.

    5. Marguerrite F. Hall (1892)

    Pengertian statistika menurut Marguerrite F. Hall (1892) merupakan suatu teknik yangdigunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa data dan menyimpulkan dan mengadakan penafsiran data yang berbentuk angka.

    6. Sigit Nugroho (2007)

    Pengertian statistika menurut Sigit Nugroho (2007) adalah hasil-hasil pengolahan dan analisisdata. Statistik dapat berupa mean, modus, median, dan sebagainya. Statistik dapat digunakanuntuk menyatakan kesimpulan data berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk tabel ataudiagram yang menggambarkan karakteristik data.

    7. Siregar (2004)

    Atatistika adalah ilmu yang mempelajari cara-caramendeteksi suatu objek, mendeskripsikan objek, dan menganalisis setiap aspek-aspek yangmempengaruhi objek, untuk dismpulkan secara ilmiah tentang keberadaan objek, sebagai pedoman sains atau pengambilan keputusan.

    8. Subana & Sudrajat (2000)

    Definisi statistika menurut Sudrajat merupakan ilmu pengetahuan mengenai cara dan aturandalam hal pengumpulan data, pengolahan, analisa, penarikan keseimpulan, penyajian dan publikasi dari kata-kata yang berbentuk angka.

    9. William Mendenhall

    Statistika adalah salah satu bidang sains yang berhubungan denganekstrasi informasi dari sebuah data numerik dan digunakan untuk membuat keputusan darisuatu populasi darimana data itu didapatkan.

    10. Somantri (2006:18)

    Statistik diartikan sebagai kumpulan fakta yang berbentuk angka-angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan.

    11. Gasperz (1989:18)

    Kata statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang menggambarkan suatu persoalan.

    12. Pasaribu (1975:18)

    Mengatakan ada tiga pengertian statistik, yaitu:

    1. Statistik merupakan seonggokan atau sekumpulan angka-angka yang menerangkan sesuatu, baik yang sudah tersusun di dalam daftar yang teratur atau grafik maupun belum.
    2. Statistik adalah kumpulan dari cara-cara dan aturan-aturan mengenai pengumpulan data (keterangan mengenai sesuatu), penganalisaan dan interpretasi data yang berbentuk angka-angka.
    3. Statistik adalah bilangan-bilangan yang menerangkan sifat (characteristic) dari sekumpulan data (pengamatan).

    13. Furqon (1999:3)

    Istilah statistik digunakan untuk menunjukkan ukuran-ukuran, angka, grafik atau tabel sebagai hasil dari statistika.

    14. Modenhall

    Statistik merupakan salah satu bidang sains yang berhubungan dengan ekstraksi informasi dari sebuah data numerik dan digunakan untuk membuat keputusandari suatu populasi darimana data itu didapatkan.

    15. Kendall & Stuart

    Statistik merupakan cabang dari metode ilmiah yang berkaitan denganpengumpulan data yang dikumpulkan dengan mengukur sifat-sifat dari populasi yang ditemukan.

  • 15 Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

    Strategi adalah rencana atau langkah-langkah yang dirancang dengan tujuan mencapai tujuan tertentu atau mengatasi masalah tertentu.

    Strategi dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bisnis, militer, politik, dan kehidupan sehari-hari.

    Secara bahasa, kata strategi berasal dari kata Yunani, yaitu strategos atau strategeia (stratus: militer dan ag: memimpin), yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi jenderal.

    Konsep ini berkaitan dengan zaman dahulu yang penuh gejolak dan diwarnai dengan peperangan, dimana tugas jenderal adalah sebagai pemimpin untuk memenangkan peperangan.

    Sementara menurut KBBI, arti strategi adalah sebagai berikut:

    • ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai
    • ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan: sebagai komandan ia memang menguasai betul — seorang perwira di medan perang
    • rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus
    • tempat yang baik menurut siasat perang

    Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian strategi menurut para ahli.

    1. Jauch dan Glueck (2000)

    Strategi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.

    2. Clausewitz

    Strategi adalah seni memenangkan perang melalui pertempuran. Strategi adalah rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan. Strategi mencakup kegiatan utama yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

    3. Alfred Chandler

    Strategi adalah penetapan sasaran dan arahan tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

    4. Kenneth Andrew

    Definisi strategi adalah pola sasaran, maksud atau tujuan kebijakan serta rencana.

    5. Buzzel dan Gale

    Strategi adalah kebijakan dan keputusan kunci yang digunakan untuk manajemen, yang memiliki dampak besar pada kinerja keuangan.

    6. Stephanie K. Marrus

    Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

    7. Hamel dan Prahalad

    Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.

    8. Porter

    Pengertian strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

    9. Quinn (1990)

    Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan, kebijakan dan aksi utama dalam hubungan yang kohesif.

    10. Anthony, Parrewe dan Kacmar (1999)

    Strategi dapat didefinisikan sebagai formulasi misi dan tujuan organisasi, termasuk di dalamnya adalah rencana aksi (action plans) untuk mencapai tujuan tersebut dengan secara eksplisit mempertimbangkan kondisi persaingan dan pengaruh-pengaruh kekuatan di luar organisasi yang secara langsung atau tidak berpengaruh terhadap kelangsungan organisasi.

    11. Rangkuti (1998:4)

    Menyatakan bahwa strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.

    12. Bryson (2001:189-190)

    Menjelaskan bahwa strategi dapat dipandang sebagai pola tujuan, kebijakan, progam tindakan, keputusan atau alokasi sumber daya yang mendefinisikan bagaimna organisasi itu, apa yang dilakukan dan mengapa organisasi melakukannya.

    13. Morrisey

    Strategi ialah proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan supaya dapat tercapai segala misinya.

    14. Pearce dan Robinson

    Strategi adalah rencana main dari suatu perusahaan, yang mencerminkan kesadaran suatu perusahaan mengenai kapan, dimana dan bagaimana ia harus bersaing dalam menghadapi lawan dengan maksud dan tujuan tertentu.

    15. Johnson dan Scholes

    Strategi ialah arah dan ruang lingkup dari sebuah organisasi atau lembaga dalam jangka panjang yang mencapai keuntungan melalui konfigurasi dari sumber daya dalam lingkungan yang menantang, demi memenuhi kebuthan pasar dan suatu kepentingan.

  • 15 Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

    Masyarakat adalah sekelompok individu yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain.

    Secara istilah, masyarakat berasal dari Bahasa Arab, yaitu syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi). Sementara dalam Bahasa Inggris, istilah masyarakat adalah society yang berasal dari kata Latin socius (kawan).

    Dalam masyarakat, orang-orang ini memiliki norma-norma, nilai-nilai, aturan, dan struktur sosial yang mengatur cara mereka berperilaku, berkomunikasi, dan berinteraksi satu sama lain.

    Dengan demikian, masyarakat adalah entitas sosial yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan memiliki peran penting dalam membentuk identitas antara individu di dalamnya.

    Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian masyarakat menurut para ahli.

    1. Mac lver dan Page (dalam Soerjono Soekanto 2006: 22)

    Pengertian masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan, tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok, penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia.

    2. Ralph Linton (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22)

    Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas batas yang dirumuskan dengan jelas.

    3. Emile Durkheim (dalam Soleman B. Taneko, 1984: 11)

    Definisi masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

    4. Selo Soemardjan (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22)

    Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan dan mereka mempunyai kesamaan wilayah, identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.

    5. Max Weber

    Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

    6. Horton dalam M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 12-13)

    Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri, yang hidup bersama-sama dalam waktu relatif lama mendiami kawasan tertentu, memiliki kebudayaan relatif lama, serta melakukan aktivitas yang cukup lama pada kelompok tersebut.

    7. M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 247)

    Masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu, yang memiliki pembagian kerja yang berfungsi khusus dan saling tergantung (interdependent), dan memiliki sistem sosial budaya yang mengatur kegiatan para anggota, yang memiliki kesadaran akan kesatuan dan perasaan memiliki, serta mampu untuk bertindak dengan cara yang teratur.

    8. Maclver dalam Harsojo, (1999 : 127)

    Masyarakat adalah “satu sistem dari cara kerja dan prosedur, dari otoritas dan saling bantu-membantu yang meliputi kelompok-kelompok dan pembagian sosial lain, sistem dan pengawasan tingkah laku manusia dan kebebasan.

    9. Koentjaraningrat dalam Usman Pelly dkk, (1994 : 29)

    Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh rasa identitas bersama.

    10. Kingsley Davis dalam Soerjono Soekanto, (1982 : 266)

    Arti masyarakat adalah “sistem hubungan dalam arti hubungan antara organisasiorganisasi, dan bukan hubungan antar sel-sel.

    11. Banks, Clegg dan Stewart dalam M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 79)

    Masyarakat adalah suatu kelompok hidup manusia disuatu wilayah tertentu, yang telah berlangsung dari generasi ke generasi, dan sedikit banyak independen (self sufficient) terhadap kelompok hidup lainnya.

    12. Soetomo (2009)

    Masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah yang hidup karena proses masyarakat. Masyarakat terbentuk melalui hasil interaksi yang kontinyu antar individu. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu dijumpai saling pengaruh mempengaruhi antar kehidupan individu dengan kehidupan bermasyarakat.

    13. Karl Marx

    Masyarakat menurut Karl Marx adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

    14. Simanjuntak (2016)

    Masyarakat adalah kumpulan manusia yang mengadakan hubungan satu sama lain baik secara perorangan maupun secara kelompok untuk mencapai kepentingan bersama maupun yang bertentangan didalam suati ruang, peristiwa, waktu, dan tempat yang sering juga disebut common and latent interest.

    15. Syani (1987: 30)

    Masyarakat berasal dari bahasa Arab musyarakat, yang artinya bersama-sama, kemudian berubah menjadi masyarakat yang artinya berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi, selanjutnya mendapat kesepakatan menjadi masyarakat.