Tag: pengertian

  • 9 Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    Komputerisasi adalah pemanfaat komputer dan teknologi untuk melakukan suatu pekerjaan yang biasanya dilakukan secara manual menjadi otomatis.

    Menurut KBBI, arti komputerisasi adalah penggunaan komputer (dalam menghitung, mengolah data, dan sebagainya) secara besar-besaran.

    Komputerisasi dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mengurangi kesalahan dan human error. Sehingga komputerisasi dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti bisnis, pendidikan, dan pemerintahan

    Komputerisasi telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern, dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

    Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian komputerisasi menurut para ahli.

    1. Mohammad Faisal Amir (2006 : 10)

    Definisi komputerisasi merupakan satu metode pengolahan data dengan komputer sebagai alat utama.

    2. Teguh Wahyono (2004: 49)

    Arti komputerisasi adalah kegiatan pengelolaan data yang dilakukan sebagian besarnya menggunakan komputer sebagai alat bantu.

    3. Hartono Jogiyanto (2002)

    Komputerisasi adalah alat pengolah data yang mampu mengerjakan dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi dan mampu mengerjakan berbagai proses dengan keterlibatan manusia yang minimum.

    4. Sutabri (2016:103)

    Sistem komputerisasi adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah instruksi program yang tersimpan di memori.

    5. Jogiyanto (2009:77)

    Sistem komputerisasi adalah penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan pengolahan data yang dilakukan secara manual. Data diubah menggunakan komputer yang sudah di program sebelumnya, pengolahan data ini dimulai dengan perekam hingga pada sampai pencetakan laporan.

    6. Nana Mulyana (2004:5)

    Komputerisasi adalah suatu sistem elekronika yang bekerja secara otomatis untuk mengolah data secara cepat, tepat, dan akurat serta dapat menerima, menyimpan data, dan menghasilkan suatu informasi berdasarkan instruksi atau program tang telah diberikan.

    7. Robert H. Blissmer (1985)

    Komputerisasi adalah sebuah seremoni elektronik yg memiliki kemampuan jalankan sekian banyak kemestian berpasangan seperti mengantongi input, memroses input, menaruh perintah-perintah dan sediakan output dekat wujud informasi.

    8. Donald H. Sanderes (1985)

    Komputerisasi adalah sistem elektronik yg mempunyai kemampuan yang merupakan pemanipulasi data bersama serentak dan serasi berulang terarah dan diorganisasikan biar dengan cara automatic dapat terkena dan menaruh data adalah juga sebagai input, seterusnya dapat memprosesnya, dan maka membuahkan output pada pemeriksaan semenjak langkah-langkah komando acara kepada Operating sistem yg terpendam di didalam medianpenyimpanan.

    9. Zulkifli Amsyah (2003: 117)

    Komputerisasi adalah alat pengolahan data elekronik tidak bersifat mekanis (mesin) dan dapat merekam dan mengolah data dari yang sederhana sampai yang paling rumit menjadi informasi.

  • Konsultasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Melakukannya

    Konsultasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Melakukannya

    Pengertian Konsultasi

    Konsultasi adalah proses komunikasi atau pertemuan antara dua pihak atau lebih yang memiliki tujuan untuk mendiskusikan, berbagi informasi, dan mencapai keputusan atau solusi terkait dengan suatu masalah atau topik tertentu.

    Dalam konsultasi, pihak yang terlibat dapat saling berbicara, mendengarkan, dan berinteraksi untuk mencapai pemahaman yang lebih baik atau mencari solusi yang tepat.

    Konsultasi dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bisnis, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan kehidupan pribadi.

    Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi, transparansi, serta mendapatkan masukan dan pandangan yang beragam guna pengambilan keputusan yang lebih baik.

    Manfaat Konsultasi

    Konsultasi memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam konteks pribadi, bisnis, maupun pemerintahan. Berikut beberapa alasan mengapa konsultasi sangat penting:

    1. Pengambilan Keputusan yang Bijaksana

    Konsultasi memungkinkan pihak yang terlibat untuk mendapat masukan dari berbagai sudut pandang sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijaksana dan terinformasi.

    2. Resolusi Konflik

    Konsultasi dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik dan perbedaan pendapat. Dengan berbicara secara terbuka, pihak yang bertentangan dapat mencari solusi yang dapat diterima bersama.

    3. Pengembangan Ide dan Inovasi

    Melalui konsultasi, ide-ide baru dapat muncul. Berbagai pemikiran dan pengalaman yang digabungkan dapat memicu inovasi dan perkembangan.

    4. Pemberian Saran dan Bimbingan

    Dalam konteks pribadi, konsultasi sering digunakan untuk mencari saran dan bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman atau pakar di bidang tertentu.

    5. Transparansi dan Partisipasi

    Dalam konteks pemerintahan dan bisnis, konsultasi dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi publik yang memberikan kesempatan kepada masyarakat atau pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

    Jenis-jenis Konsultasi

    Ada beberapa jenis konsultasi yang umumnya digunakan, termasuk:

    1. Konsultasi Bisnis

    Dalam bisnis, konsultasi digunakan untuk mendapatkan nasihat atau bimbingan terkait dengan strategi bisnis, pemasaran, manajemen, dan berbagai aspek lainnya.

    2. Konsultasi Medis

    Konsultasi medis atau konsultasi dokter adalah pertemuan antara pasien dan dokter atau profesional kesehatan untuk mendiskusikan masalah kesehatan, diagnosis, dan pengobatan.

    3. Konsultasi Psikologis

    Dalam konsultasi psikologis, seseorang mendiskusikan masalah psikologis atau emosional dengan psikolog atau konselor untuk mendapatkan dukungan dan pemahaman.

    4. Konsultasi Pendidikan

    Dalam dunia pendidikan, konsultasi digunakan untuk melibatkan orang tua, guru, dan siswa dalam pengambilan keputusan terkait pembelajaran dan perkembangan siswa.

    5. Konsultasi Pemerintah

    Pemerintah sering mengadakan konsultasi dengan masyarakat atau pemangku kepentingan untuk mendapatkan masukan terkait peraturan, kebijakan, dan program-program pemerintah.

    Cara Melakukan Konsultasi yang Efektif

    Agar konsultasi berhasil, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain:

    1. Tujuan yang Jelas

    Tentukan tujuan dari konsultasi dengan jelas. Apa yang ingin kita capai atau dapatkan melalui pertemuan ini?

    2. Memilih Orang yang Tepat

    Pastikan bahwa pihak konsultasi adalah yang memiliki kepentingan atau pengetahuan yang relevan terkait dengan topik yang dibahas.

    3. Persiapkan yang Matang

    Siapkan informasi, data, atau materi yang diperlukan sebelum pertemuan konsultasi. Setelah bertemu, tanyakan semua hal-hal agar kita dapat mencari solusi atas hal yang sedang dibahas.

    4. Fasilitator yang Kompeten

    Jika diperlukan, gunakan seorang fasilitator yang kompeten untuk memandu pertemuan dan memastikan bahwa diskusi berjalan lancar.

    5. Catat Hasil Konsultasi

    Setelah konsultasi, buat catatan tentang apa yang telah dibahas dan tindakan apa yang akan diambil berdasarkan hasil konsultasi tersebut.

  • Mengenal Apa Itu Analisis, Langkah, Tujuan, dan Contohnya

    Mengenal Apa Itu Analisis, Langkah, Tujuan, dan Contohnya

    Analisis menjadi proses penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan, bisnis, politik, atau kehidupan sehari-hari.

    Sebab analisis membantu kita dalam memahami, menggali, dan memecahkan masalah dengan lebih baik.

    Mengingat betapa pentingnya analisis tersebut, maka hendaknya kita mengetahui apa itu analisis, tujuan, serta contohnya berikut ini.

    Pengertian Analisis

    Analisis adalah proses pemecahan suatu masalah atau pengungkapan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu topik.

    Maksudnya, menguraikan informasi menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana, mengidentifikasi pola, hubungan, dan menghasilkan pemahaman atau kesimpulan yang bermanfaat.

    Sementara menurut KBBI, arti analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya.

    Menurut nana sudjana (2016:27), definisi analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hirarkinya dan atau susunannya.

    Menurut Abdul Majid (2013:54) analisis adalah kemampuan menguraikan) adalah menguraikan satuan menjadi unit-unit terpisah, membagi satuan menjadi sub-sub atau bagian, membedakan antara dua yang sama, memilih dan mengenai perbedaan ( diantara beberapa yang dalam satu kesatuan).

    Menurut Dwi Prastowo analisis diartikan sebagai penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan untuk mencari temuan baru terhadap objek yg akan diteliti dengan menemukan bukti-bukti yg akurat pada objek tersebut.

    Langkah-langkah dalam Melakukan Analisis

    Proses analisis melibatkan beberapa langkah penting, antara lain:

    1. Pengumpulan Data

    Langkah awal adalah mengumpulkan data atau informasi yang relevan terkait dengan masalah atau topik yang akan dianalisis. Data ini bisa berupa angka, teks, gambar, atau bahkan pengalaman pribadi.

    2. Pengorganisasian Data

    Setelah data dikumpulkan, langkah berikutnya adalah mengorganisasikannya, seperti pengelompokan data, pembuatan grafik atau tabel, atau pengindeksan informasi untuk memudahkan akses.

    3. Penguraian Data

    Data kemudian diuraikan menjadi komponen-komponen yang lebih kecil untuk mengidentifikasi pola atau tren yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama.

    4. Analisis Statistik

    Dalam banyak kasus, analisis melibatkan penggunaan metode statistik untuk menguji hipotesis atau mengidentifikasi signifikansi dalam data.

    5. Pengembangan Kesimpulan

    Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan ditarik. Proses ini adalah titik penting dimana makna sebenarnya dari data diungkapkan. Kesimpulan dapat berupa jawaban terhadap pertanyaan atau pemahaman yang lebih dalam tentang topik tertentu.

    6. Komunikasi Hasil

    Hasil analisis harus dikomunikasikan dengan jelas kepada pihak yang berkepentingan, bisa melalui laporan, presentasi, atau berbagai jenis komunikasi lainnya.

    Tujuan dan Manfaat Analisis

    Adapun tujuan analisis adalah sebagai berikut:

    1. Membantu Pengambilan Keputusan

    Analisis membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan memahami data dan fakta dengan lebih baik, kita dapat membuat keputusan yang lebih informasi.

    2. Mengungkap Solusi

    Dalam konteks bisnis atau pemecahan masalah, analisis membantu mengidentifikasi solusi yang efektif dan efisien.

    3. Pemecahan Masalah

    Analisis membantu kita memecahkan masalah dengan lebih sistematis sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi akar masalah dan mengambil tindakan yang sesuai.

    4. Mendukung Penelitian

    Dalam ilmu pengetahuan, analisis merupakan tahap kunci dalam penelitian yang membantu menguji hipotesis, mengidentifikasi tren, dan memvalidasi temuan.

    5. Peningkatan Kinerja

    Dalam konteks bisnis, analisis data dapat membantu meningkatkan kinerja dan efisiensi sehingga digunakan untuk mengoptimalkan rantai pasokan, strategi pemasaran, dan banyak aspek lain dari operasi perusahaan.

    Contoh Analisis

    Berikut ini adalah beberapa contoh analisis dalam berbagai konteks:

    1. Analisis Data Penjualan

    Dalam sebuah perusahaan, data penjualan selama beberapa bulan terakhir dianalisis untuk mengidentifikasi tren penjualan.

    Hasil analisis ini dapat membantu manajemen merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif, menentukan stok yang tepat, dan memutuskan apakah perlu memperluas pasar atau produk.

    2. Analisis Puisi

    Seorang peneliti sastra menganalisis sebuah puisi klasik untuk mengidentifikasi tema, gaya bahasa, dan simbolisme yang digunakan oleh penyair.

    Hasil analisis ini membantu pemahaman lebih dalam tentang makna puisi dan pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.

    3. Analisis Data Kesehatan

    Sebuah rumah sakit mengumpulkan data tentang penyakit yang paling sering diderita oleh para pasien.

    Dengan melakukan analisis data ini, rumah sakit dapat mengidentifikasi kesehatan masyarakat dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, seperti program vaksinasi atau kampanye kesehatan.

    4. Analisis Ekonomi

    Seorang ahli ekonomi menganalisis data pertumbuhan ekonomi suatu negara selama beberapa tahun terakhir.

    Hasil analisis tersebut igunakan untuk memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada pemerintah, seperti penyesuaian suku bunga atau perubahan dalam anggaran publik.

    5. Analisis Survey Opini Publik

    Sebuah lembaga riset menganalisis hasil survei opini publik untuk mengukur tingkat dukungan masyarakat terhadap calon politikus.

    Hasil analisis ini digunakan untuk meramalkan hasil pemilihan dan membantu kampanye politik dalam merancang pesan yang sesuai.

    6. Analisis Lingkungan Hidup

    Seorang ilmuwan lingkungan menganalisis data tentang polusi udara di sebuah kota besar.

    Hasilnya digunakan untuk menentukan tingkat polusi yang dapat berdampak pada kesehatan penduduk, dan untuk merancang kebijakan lingkungan yang lebih baik.

    7. Analisis Perilaku Konsumen

    Sebuah perusahaan menganalisis perilaku konsumen terhadap produk-produk mereka. Dengan memahami preferensi dan kebiasaan konsumen, perusahaan dapat meningkatkan desain produk, strategi harga, dan pemasaran.

    8. Analisis Karakter dalam Novel

    Seorang pengulas buku menganalisis karakter utama dalam sebuah novel. Analisis ini membahas perkembangan karakter, motivasi, konflik, dan peran dalam alur cerita.

  • 7 Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    Taklid adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada tindakan mengikuti atau meniru apa yang dilakukan atau diucapkan oleh orang lain tanpa memahami atau mempertimbangkan alasan atau argumen di balik tindakan atau ucapan tersebut.

    Dalam konteks agama, taklid sering digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang mengikuti pendapat atau ajaran agama tanpa melakukan penelitian atau pemahaman yang mendalam terhadap ajaran tersebut.

    Dalam konteks yang lebih umum, taklid juga dapat merujuk kepada peniruan tanpa pemikiran kritis atau pertimbangan sendiri.

    Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi taklid menurut para ahli.

    1. alKamal Ibn al-Hammam dalam al-Tahrîr

    Taklid ialah beramal berdasarkan pendapat orang lain yang pendapatnya itu tidak merupakan salah satu dalil yang dibenarkan, dan ini dilakukan tanpa berdasarkan dalil.

    2. al-Qaffal

    Pengertian taklid adalah jika seseorang menerima pendapat orang lain tanpa berusaha mencari tahu pendapat tersebut berasal (Safe’i, 2019).

    3. al-Syaukany dalam Irsyâd al-Fukhûl

    Beramal berdasarkan pendapat orang lain tanpa berdasarkan dalil.

    4. Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi

    Taklid adalah mengikuti pendapat orang lain tanpa mengerti dalil yang digunakan atas kesahihan pendapat tersebut, walaupun mengetahui tentang kesahihan hujjah taklid itu sendiri.

    5. KBBI

    Arti taklid adalah keyakinan atau kepercayaan kepada suatu paham (pendapat) ahli hukum yang sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan.

    6. Abu Manshur al-Baghdadi

    Menerima pendapat orang lain tanpa hujjah (dalil) yang diungkapkan secara gamblang.

    7. al-Baqilani

    Imam al-Baqilani berpendapat bahwa taklid adalah: ittiba’ (mengikuti) orang yang ittiba’-itu merupakan hujjah, dan tidak berdasarkan ilmu.

  • 10 Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    10 Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Interaksi Sosial

    Interaksi sosial adalah bentuk hubungan dan komunikasi antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat atau lingkungan sosial.

    Interaksi sosial adalah cara dimana manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan berhubungan satu sama lain dengan cara bertatap muka langsung, komunikasi verbal dan nonverbal, serta melalui media sosial atau teknologi digital.

    Interaksi sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dinamika sosial dan budaya masyarakat.

    Melalui interaksi sosial, individu membangun hubungan sosial, memahami norma-norma sosial, memperoleh identitas sosial, dan mengembangkan keterampilan sosial.

    Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli.

    1. Walgito (2007)

    Pengertian interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik.

    2. Basrowi (20015)

    Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya.

    3. Partowisastro (2003)

    Definisi interaksi sosial adalah relasi sosial yang berfungsi menjalin berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik relasi itu berbentuk antar individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.

    4. Soekanto (2002)

    Mengemukakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.

    5. Sarwono dan Meinarno (2009)

    Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain.

    6. Gerungan (2006)

    Interaksi sosial adalah proses individu satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain.

    7. Gilin dan Gillin dalam Soekanto (1982)

    Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompokkelompok manusia maupun antara orang perorangtan dengan kelompok manusia.

    8. Dirdjosisworo dalam Syani (2002: 152)

    Interaksi sosial diartikan sebagai hubungan sosial timbal balik yang dinamis secara perseorangan, antara kelompok, maupun antara orang dengan kelompok manusia.

    9. Ahmadi (2002:54)

    Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.

    10. Suranto (2011:5)

    Menjelaskan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses hubungan yang dinamis dan saling pengaruh mempengaruhi antar manusia.

    Ciri-Ciri Interaksi Sosial

    Menurut Santosa (2004 : 11), ciri-ciri interaksi sosial adalah adanya hubungan; adanya individu; adanya tujuan; dan adanya hubungan dengan struktur dan fungsi sosial. Adapun penjabarannya sebagai berikut:

    1. Ada hubungan

    Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok.

    2. Ada Individu

    Setiap interaksi sosial menurut tampilnya individu–individu yang melaksanakan hubungan.

    3. Ada Tujuan

    Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.

    4. Ada Hubungan dengan struktur dan fungsi sosial

    Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap–tiap individu memiliki fungsi di dalam kelompoknya.

    Sementara Soekanto dalam Urfa Fajarwati menjelaskan ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut:

    1. Adanya pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
    2. Adanya komunikasi antar pelaku menggunakan simbolsimbol.
    3. Adanya dimensi waktu (masa lampau, masa kini dan masa mendatang) yang menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
    4. Adanya tujuan-tujuan tertentu terlepas dari sama tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.

    Kemudian, ciri-ciri interaksi sosial menurut charles P. Loomis (Ahli Sosiologi dari Amerika) adalah sebagai berikut:

    1. Jumlah pemeran lebih dari satu orang.
    2. Terjadi komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial.
    3. Memiliki maksud atau tujuan yang jelas.
    4. Terdapat dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini dan masa depan.

    Contoh Interaksi Sosial

    Berikut ini adalah beberapa contoh interaksi sosial, antara lain:

    1. Kerjasama antara tim sepak bola dalam sebuah pertandingan.
    2. Diskusi dalam sebuah perusahaan untuk membicarakan hasil pekerjaan.
    3. Transaksi jual beli di pusat perbelanjaan.
    4. Kegiatan belajar mengajar di sekolah.
    5. Debat dalam kontestasi politik.
    6. Orang tua yang menasehati anaknya.
    7. Kerja bakti anggota masyarakat di sebuah daerah.
    8. Saling berjabat tangan ketika bertemu.
    9. Menjenguk teman yang sakit.
    10. Melakukan ibadah bersama di rumah ibadah.
    11. Mengikuti ekstrakurikuler di sekolah.
    12. Kerja sama dalam sebuah proyek atau pekerjaan.
    13. Saling bertegur sapa dengan orang lain.
    14. Kegiatan sosial, seperti membantu orang tidak mampu.
    15. Mengikuti sebuah kompetisi, baik individu maupun kelompok.
    16. Mengikuti organisasi di kampus atau sekolah.
    17. Nongkrong di sebuah tempat bersama teman.
    18. Wawancara kerja.
    19. Pidato pemimpin kepada rakyatnya.
    20. Khutbah di masjid.
  • 10 Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha atau bisnis dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

    Wirausaha biasanya bertanggung jawab atas berbagai aspek bisnis, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya.

    Seorang wirausaha memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengatasi tantangan, mengambil risiko, dan berinovasi guna mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis.

    Wirausaha memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara karena mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

    Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian wirausaha menurut para ahli.

    1. Kasmir dalam Harmaizar (2009 : 12)

    Pengertian wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dengan fungsinya sebagai pelaku inovasi atau pencipta kreasi-kreasi baru.

    2. Arif F. Hadipranata

    Arti wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.

    3. Filion dalam Suryana, Yayan dan Kartib Bayu (2010 : 16)

    Definisi wirausaha adalah orang yang imajinatif, yang ditandai oleh kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu.

    4. Schumpeter dalam Alma (2011 : 9)

    Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

    5. Geoffrey G. Meredith et. Al (1995)

    Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan.

    6. Skinner (1992)

    Wirausaha (interpreneur) merupan seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis dan menerima imbalan/balas jasa berupa profit finansial maupun non finansial.

    7. Andrew J Dubrin

    Wirausaha adalah seorang yang bertugas menjalankan dan membangun bisnis secara inovatif.

    8. Kathleen

    Wirausaha adalah orang yang menjalankan, mengatur dan mengambil resiko untuk pekerjaan yang akan dikerjaan selama ada di dunia bisnis.

    9. Jean Baptista Say

    Wirausaha adalah agen menggabungkan bermacam – macam alat produksi dan menemukan nilai produk.

    10. Frank Knight

    Wirausaha adalah orang yang berusaha memecahakn masalah dan memprediksi perubahan pasar. Selain itu siap menghadapi ketidak stabilan dinamika pasar, dan diharuskan melakukan semua fungsi manajerial dasar.

  • Lembaga Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

    Pengertian Lembaga Sosial

    Lembaga sosial adalah organisasi atau entitas yang memiliki peran dan fungsi dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial, ekonomi, dan budaya.

    Lembaga sosial dapat berupa struktur formal atau informal yang diakui oleh masyarakat sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

    Mereka berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan harmoni dalam masyarakat serta menyediakan layanan dan dukungan kepada anggotanya.

    Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli.

    1. Leopold Von Weise dan Becker

    Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

    2. Robert Mac Iver dan C.H. Page

    Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

    3. Soerjono Soekanto

    Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.

    4. Koentjaraningkrat

    Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

    5. W. Hamilton

    Lembaga merupakan tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

    6. Paul Horton dan Chester L. Hunt

    Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    7. Peter L. Berger

    Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

    8. Dede Rosyada (1994:163)

    Melihat pranata-pranata sosial itu muncul dan berkembang sebagai refleksi dari sebuah kebudayaan.

    9. Bruce J. Cohen

    Lembaga sosial merupakan sistem pola sosial yang tersusun rapi dan secara relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok
    manusia.

    10. Harry M. Johnson

    Lembaga sosial adalah seperangkat norma yang terinstitusionalisasi (institutionalized), yaitu: 1) Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial; 2) Ditanggapi secara sungguh – sungguh; dan 3) Diwajibkan, dan terhadap pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

    Ciri-Ciri Lembaga Sosial

    Adapun ciri-ciri lembaga sosial adalah sebagai berikut:

    • Memiliki lambang yang secara simbolis menunjukkan tujuan serta fungsi dari lembaga tersebut.
    • Memiliki visi dan misi yang jelas untuk kepentingan bersama.
    • Memiliki kultur serta tradisi khas yang berlaku dalam lembaga dan dipatuhi oleh segenap anggotanya.
    • Memiliki aturan tertulis yang wajib dipatuhi.
    • Memiliki sarana dan prasarana untuk mewujudkan tujuan.
    • Organisasi dari pola-pola pemikiran dan pola-pola perikelakuan.

    Fungsi Lembaga Sosial

    Adapun fungsi lembaga sosial adalah sebagai berikut:

    • Mengatur pribadi manusia agar terlepas dari perasaan dengki, benci, iri untuk menjaga kesucian hati nurani.
    • Mengatur perilaku manusia dalam lingkup masyarakat agar tercipta keselarasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
    • Memberi pedoman kepada setiap anggota masyarakat dalam bertingkah laku yang baik.
    • Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
    • Sebagai sistem pengendalian sosial.
    • Untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, baik moral maupun material.
    • Sebagai sarana penggerak pembangunan.
    • Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin.

    Contoh Lembaga Sosial

    Berikut ini adalah beberapa contoh lembaga sosial, diantaranya:

    1. Panti Asuhan

    Panti asuhan adalah lembaga sosial yang memberikan tempat tinggal, perawatan, pendidikan, dan perlindungan kepada anak-anak yang terlantar, yatim piatu, atau memiliki latar belakang keluarga yang kurang mampu.

    Tujuan utama dari panti asuhan adalah memberikan lingkungan yang aman, dukungan emosional, pendidikan, dan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

    Di dalam panti asuhan, anak-anak mendapatkan perawatan harian, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan akses ke pendidikan.

    Selain itu, panti asuhan juga berusaha menciptakan suasana yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan mental anak-anak.

    2. Partai Politik

    Partai politik adalah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok individu dengan tujuan mengambil bagian dalam proses politik dan pemerintahan.

    Partai politik berfungsi sebagai perantara antara warga negara dan pemerintah, serta memiliki peran dalam mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik.

    3. Lembaga Swadaya Masyarakat

    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah organisasi non-pemerintah yang dibentuk oleh kelompok atau individu dengan tujuan menjalankan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, kemanusiaan, atau advokasi demi kepentingan masyarakat dan lingkungan.

    LSM beroperasi secara independen dari pemerintah dan memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak warga negara, memonitor kinerja pemerintah, dan mengadvokasi isu-isu penting dalam masyarakat.

    4. Lembaga Bantuan Hukum

    Lembaga Bantuan Hukum adalah organisasi atau entitas yang berfokus pada penyediaan pelayanan hukum kepada individu atau kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan hukum.

    Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang ekonomi atau sosialnya, memiliki akses yang adil dan setara terhadap sistem peradilan dan perlindungan hukum.

    5. Panti Jompo

    Panti Jompo adalah fasilitas atau lembaga yang menyediakan perawatan dan tempat tinggal bagi lansia atau orang tua yang membutuhkan perhatian khusus dan perawatan medis karena kondisi fisik atau kognitif yang memburuk seiring bertambahnya usia.

    Tujuan utama dari Panti Jompo adalah memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan dukungan yang diperlukan bagi lansia yang tidak lagi mampu mandiri atau membutuhkan perawatan intensif.

    6. Karang Taruna

    Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di tingkat pedesaan, kelurahan, atau kecamatan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda dalam berbagai bidang.

    Karang Taruna memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, budaya, dan pengembangan masyarakat.

    7. Sekolah

    Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat anak-anak menerima pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan keterampilan serta pengetahuan.

    Sekolah memiliki peran penting dalam proses pendidikan, membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi dalam masyarakat.

  • 10 Pengertian Kebersihan Menurut Para Ahli

    Kebersihan adalah kondisi bebas dari kotoran, bau tidak sedap, dan hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan atau kenyamanan.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kebersihan adalah keadaan yang menurut kepercayaan, keyakinan, akal, atau pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung noda atau kotoran.

    Adapun kebersihan juga merupakan upaya untuk menjaga lingkungan, tubuh, dan area tempat tinggal agar tetap bersih dan terawat.

    Kebersihan termasuk membersihkan, merawat, dan mengatur segala hal agar terhindar dari penumpukan sampah, bakteri, atau zat-zat berbahaya lainnya.

    Kebersihan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan individu dan mencegah penyebaran penyakit.

    Selain itu, kebersihan juga memiliki implikasi sosial dan estetika, karena lingkungan yang bersih mencerminkan rasa tanggung jawab dan perhatian terhadap kesejahteraan bersama.

    Pengertian Kebersihan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kebersihan menurut para ahli.

    1. Arifin (Hardiana, 2018: 501)

    Kebersihan merupakan suatu keadaan yang tampak bersih, sehat dan indah. Lingkungan yang bersih merupakan hak dasar setiap manusia dalam memperoleh kesehatan dalam penghidupannya.

    2. Hardiana (2018:501)

    Kebersihan lingkungan mempunyai arti sebuah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya, debu, sampah, dan bau.

    3. Iskandar (2018: 81)

    Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum.

    4. Windya Novrita (2005: 37)

    Kebersihan merupakan suatu kondisi yang bebas dari segala kotoran dan pencemaran.

    5. Siagian (2011:3-4)

    Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat awam.

    6. World Health Organization (WHO) (2020)

    Menyatakan bahwa hygiene atau kebersihan adalah tindakan kebersihan yang mengacu pada kondisi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.

    7. Nurudeen dan Toyin (2020)

    Personal hygiene atau kebersihan diri merupakan tindakan merawat diri sendiri termasuk dalam memelihara kebersihan bagian tubuh seperti rambut, mata, hidung, mulut, gigi, dan kulit.

    8. Yusuf al-Qardhawi

    Kebersihan adalah salah satu unsur penting dalam perilaku beradab. Islam menganggap kebersihan sebagai suatu sistem peradaban dan ibadah.

    9. Sangian (2011)

    Kata kebersihan berasal dari kata keadaan bersih yang berarti tidak kotor, jernih, suci dan murni.

    10. Tarwoto & Wartonah (2006)

    Kebersihan perorangan (kebersihan diri) adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahtaraan fisik dan psikis.

  • 10 Pengertian Emosional Menurut Para Ahli dan Bentuk-Bentuknya

    Secara harfiah, emosi berasal dari kata “emetus” atau “emouere” yang bermakna suatu dorongan terhadap sesuatu yang lain.

    Sementara menurut KBBI, arti emosional adalah menyentuh perasaan; mengharukan – dengan emosi; beremosi; penuh emosi.

    Emosional adalah keadaan atau kondisi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi seseorang, melibatkan reaksi dan pengalaman perasaan seperti sukacita, sedih, marah, cemas, dan lain sebagainya.

    Keadaan emosional dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman, lingkungan, hubungan sosial, serta kondisi fisik dan mental individu.

    Pengertian Emosional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian emosional menurut para ahli.

    1. Chaplin (1989) dalam Dictionary of Psychology

    Emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mancakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.

    2. Sudarsono (1993)

    Emosi adalah Suatu keadaan yang kompleks dari organisme seperti tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam organ tubuh yang sifatnya luas, biasanya ditambahi dengan perasaan yang kuat yang mengarah ke suatu bentuk tingkah laku atau perilaku tertentu.

    3. Darwis (2006:18)

    Mendefinisikan emosi sebagai suatu gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta mengejawantah dalam bentuk ekspresi tertentu.

    4. Franken (Baihaqi dkk, 2007)

    Menjelaskan bahwa emosi merupakan hasil interaksi antara faktor subyektif (proses kognitif), faktor lingkungan (hasil belajar), dan faktor biologik (proses hormonal).

    5. Zuhairini

    Mendefinisikan emosi sebagai suatu perasaan yang timbul melebihi batas yang kadang tidak dapat dikuasai oleh diri sendiri dan berakibat putusnya hubungan pribadi dengan dunia luar.

    6. Damsimo

    Berpendapat bahwa emosi adalah reaksi positif ataupun negatif terhadap objek, peristiwa, atau situasi-situasi yang diterima atau dirasakan individu.

    7. William Kames (dalam Wegde, 1995)

    Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila kita berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.

    8. Crow & Crow (1962)

    Mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup.

    9. English and English

    Emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” (suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris).

    10. Sarlito Wirawan Sarwono

    Mengatakan emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang luas (mendalam).

    Bentuk-Bentuk Emosi

    Daniel Goleman (1995) Dalam M. Ali dan M. Asrori (2008:62-63) mengidentifikasi beberapa bentuk emosi, antara lain:

    1. Amarah

    Meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan kebencian patologis.

    2. Kesedihan

    Meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa, depresi.

    3. Rasa takut

    Meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali, sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik, dan pobia

    4. Kenikmatan

    Meliputi kebahagiaan, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali, dan mania.

    5. Cinta

    Meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang.

    6. Terkejut

    Meliputi terkesiap, takjub, terpana.

    7. Jengkel

    Meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dan mau muntah.

    8. Malu

    Meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.

  • 18 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    18 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    Secara harfiah, manajemen berasal dari bahasa inggris “Management” yang berarti pengelolaan atau tata laksanaan.

    Sementara menurut KBBI, arti manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.

    Pengertian Manajemen

    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian sumber daya dan aktivitas dalam suatu organisasi atau bisnis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Tujuan dari manajemen adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia, seperti manusia, waktu, uang, dan materi, agar organisasi dapat beroperasi secara efisien dan efektif.

    Manajemen melibatkan pengambilan keputusan, alokasi sumber daya, pengelolaan tim dan individu, serta pemantauan hasil untuk memastikan pencapaian tujuan yang diinginkan.

    Ini merupakan fungsi penting dalam mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengawasi berbagai aspek operasional dalam suatu entitas.

    Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen menurut para ahli.

    1. Sarinah & Mardalena (2017:7)

    Pengertian manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujun dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

    2. Hery (2018:7)

    Manajemen merupakan proses mengkoordinir kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif, dengan dan melalui orang lain.

    3. Ramdan, T., & Sufyani, M. A. (2019:20)

    Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.

    4. Kristiawan dkk (2017)

    Manajemen merupakan ilmu dan seni dalam mengatur, mengendalikan, mengkomunikasikan dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam organisasi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen agar organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

    5. Mary Parker Follett dalam bukunya Said (2017:4)

    Manajemen sebagai “the art of getting done through people”. Manajemen sebagai seni untuk mewujudkan tujuan-tujuan organisasi dengan menggunakan seni dalam memimpin untuk mempengaruhi orang lain.

    6. Davidson, dkk dalam bukunya Said (2017:6) dalam (Rustika,2021)

    Manajemen adalah sekumpulan aktivitas untuk menggerakkan sumber daya dalam organisasi yaitu human resources, financial resources, physical resources dan information resources guna mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

    7. Afandi (2018:1)

    Manajemen merupakan sekumpulan orang yang memiliki tujuan organisasi yang sama, sehingga dalam proses pencapaiannya melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepegaiwaian, kepemimpinan, dan pengawasan dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia.

    8. t G. R. Terry (2018:2) yang dialih bahasakan oleh R. Supomo dan Eti Nurhayati

    Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai 18 sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

    9. Drs. Oey Liang Lee dalam (Sucahyowati, 2017)

    Definisi manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    10. Lawrence A. Appley dalam (Sucahyowati, 2017)

    Pengertian manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

    11. Drs. Malayu S.P Hasibuan (2009 : 3)

    Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    12. Robbins dan Coutler (2015)

    Mendefinisikan manajemen melibatkan aktivitas–aktivitas koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan efektif.

    13. Oey Liang Lee dalam Hari Sucahyowati (2017)

    Mendefinisikan manajemen adalah seni ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    14. Ridhotullah dan Jauhar (2015)

    Manajemen merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian orang serta sumber daya organisasi lainnya.

    15. Andri Feriyanto dan Endang Shynta Triana (2015)

    Manajemen adalah suatu proses penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan sebagai kemampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan manajerial untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain.

    16. Rusdiana (2014:17)

    Manajemen adalah proses bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien dengan menggunakan orang-orang melalui perencanaan (planning), pengaturan (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengendalian (controlling) dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

    17. Ratno Purnomo dan Willy Abdillah (2014:15)

    Manajemen adalah proses kerja dengan menggunakan orang dan sumber daya untuk mencapai tujuan. Manajer yang cakap melakukan hal tersebut dengan efektif dan efisien.

    18. Andrew F. Sikula

    Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.