Tag: pengertian

  • 15 Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Manajemen Operasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian semua kegiatan operasional yang terlibat dalam menjalankan suatu bisnis atau organisasi.

    Tujuan dari manajemen operasional adalah untuk memastikan bahwa semua proses, sumber daya, dan aktivitas berjalan efisien dan efektif guna mencapai tujuan bisnis secara optimal.

    Ini melibatkan pengelolaan aspek-aspek seperti produksi, pengadaan, distribusi, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan, serta proses-proses sehari-hari yang terkait dengan operasi inti suatu organisasi.

    Dengan mengelola operasi dengan baik, perusahaan dapat mengoptimalkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja.

    Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen operasional menurut para ahli.

    1. Herjanto (2008)

    Pengertian manajemen operasional adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

    2. Heizer dan Rander (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah serangkaian kegiatan yang menghasilkan sebuah nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah suatu input menjadi output.

    3. Stevenson (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk atau penyediaan jasa.

    4. Pontas M. Pardede (2003 : 13)

    Manajemen operasi dan produksi secara umum dapat diartikan sebagai pengarahan dan pengendalian berbagai kegiatan yang mengolah berbagai jenis sumberdaya untuk membuat barangbarang atau jasa tertentu.

    5. Sofjan Assauri (2004 : 12)

    Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengoptimalisasian sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

    6. Richard B Chase (1998)

    Manajemen operasional didefinisikan sebagai desain, operasi dan perbaikan sistem produksi yang menciptakan barang dan jasa utama perusahaan.

    7. Evans dan Collier (2007:5)

    Manajemen Operasional adalah sebuah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa suatu barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke suatu pelanggan.

    8.  Daft (2006:216)

    Manajemen Operasional ialah suatu bidang manajemen yang mengkhususkan pada suatu produksi barang, serta menggunakan sebuah alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.

    9. Prasetya dan Lukiastuti (2011:2)

    Manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Kegiatan menghasilkan barang dan jasa berlangsung di semua organisasi, baik perusahaan manufaktur maupun jasa.

    10. Wijaya et al dalam (Parinduri et al.,2020:2)

    Dalam pelaksanaan kegiatan produksi perusahaan, diperlukan manajerial yang berguna untuk menerakan keputusan-keputusan dalam upaya pengaturan dan pengkoordinasian penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi yang dikenal sebagai manajemen operasional.

    11. Parinduri, dkk (2020:2)

    Definisi manajeman operasional adalah suatu bentuk dari pengelolaan yang menyeluruh dan optimal pada sebuah masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku, atau produk apapun yang bisa dijadikan sebuah barang atau jasa yang bisa diperjual belikan.

    12. James Evans dan David Collier dalam Ambarwati (2021:10)

    Pengertian manajemen opeasional adalah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.

    13. Subagyo dalam Ambarwati (2021:9)

    Manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.

    14. Julyanthry et al (2020:7)

    Manajemen operasional secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan mengelola sumber daya manajemen yaitu mengubah input menjadi output dalam rangka menambah nilai guna suatu barang secara efektif dan efisien.

    15. Rony E. Utama et al (2019:14)

    Manajemen operasional merupakan proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.

  • 12 Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    Moral adalah seperangkat nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan norma-norma yang mengatur perilaku dan interaksi antara individu dalam masyarakat.

    Moral mencakup pandangan tentang apa yang benar dan salah, adil dan tidak adil, serta baik dan buruk. Nilai-nilai moral sering kali berakar dalam budaya, agama, dan norma-norma sosial yang ada dalam suatu masyarakat.

    Konsep moral membantu mengarahkan tindakan dan keputusan kita dalam berbagai situasi, serta memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan integritas seseorang.

    Secara etimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat-istiadat.

    Sementara menurut KBBI (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila.

    Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian moral menurut para ahli.

    1. Bertenz (2007: 4)

    Menjelaskan definisi arti kata moral berasal dari bahasa latin mos (jamak: mores) yang berarti: kebiasaan, adat. Dalam bahasa Inggris dan bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, kata mores masih dipakai dalam arti yang sama.

    2. Menurut Suseno (1987: 19)

    Kata moral selalu mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia.

    3. Darmadi (2009: 50)

    Secara etimologis kata moral berasal dari bahasa latin yaitu “Mores” yang berasal dari suku kata “Mos”. Mores berarti adat-istiadat, kelakuan, tabiat, watak, akhlak, yang kemudian artinya berkembang menjadi sebagai kebiasaan dalam bertingkah laku yang baik.

    4. Widjaja (1985: 154)

    Menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak).

    5. Al-Ghazali (1994: 31)

    Mengemukakan pengertian akhlak, sebagai padanan kata moral, sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.

    6. Syahidin (2009 : 239)

    Moral merupakan penjabaran nilai, tapi tidak seoperasional etika.

    7. Daradjat dalam Ernawati (2005 : 21)

    Pengertian moral adalah tata cara, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, kelakuan, kesusilaan, berupa nilai yang sebenarnya bagi manuisa yang sesuai dengan ukuran-ukuran (nilai-nilai) masyarakat, yang ditimbulkan dari hati dan bukan paksaan dari luar yang disertai pula oleh rasa tanggung jawab atas kelakuan (tindakan tersebut).

    8. Muhammad (2008 : 69)

    Bahwa nilai moral adalah nilai atau hasil perbuatan yang baik. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkah laku.

    9. Webster’s New World Dictionary (dalam Maria, 2005: 45)

    Moral dirumuskan sebagai sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya suatu tingkah laku.

    10. Halden dan Richards dalam Sjarkawi (2006:28)

    Merumuskan pengertian moral sebagai suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan.

    11. Grinder dalam Budingsih (2001)

    Mengatakan bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang
    membicarakan salah atau benar.

    12. Susarno dan Roesminingsih (2015)

    Mengatakan jika moral menunjukkan kepada perbuatan yang baik atau benar ataukah yang baik atau salah, yang berperikemanusiaan atau yang jahat, maka etiket hanya berhubungan dengan soal sopan santun.

  • 10 Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli, Ciri-Ciri, Peran dan Fungsinya

    10 Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli, Ciri-Ciri, Peran dan Fungsinya

    Mahasiswa adalah individu yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di perguruan tinggi seperti universitas atau institusi serupa.

    Tujuan utama mahasiswa adalah untuk mendapatkan pengetahuan lebih mendalam dalam bidang yang mereka pilih, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk karier di masa depan.

    Selama masa perkuliahan, mahasiswa terlibat dalam pembelajaran, penelitian, diskusi, dan aktivitas lainnya yang mendukung perkembangan intelektual dan pribadi mereka.

    Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian mahasiswa menurut para ahli.

    1. Knopfemacher

    Mahasiswa sebagai insan-insan calon sarjana yang dalam proses keterlibatannya dengan perguruan tinggi makin menyatu dengan masyarakat, dididik dan diharapkan menjadi calon-calon intelektual.

    2. Sarwono (Alfian, 2014)

    Pengertian mahasiswa adalah setiap individu yang secara resmi terdaftar mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia 18 – 30 tahun dan bisa disebut sebagai suatu kelompok di dalam masyarakat yang mendapatkan statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi.

    3. Salim dan Salim (dalam Spica, 2008)

    Mengatakan bahwa mahasiswa adalah orang yang terdaftar dan menjalani pendidikan padaperguruan tinggi.

    4. Susantoro (dalam Siregar, 2006)

    Sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan sikap keilmuwannya yang dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis dan rasional.

    5. Budiman (2006)

    Mahasiswa adalah orang yang belajar di sekolah tingkat perguruan tinggi untuk mempersiapkan dirinya bagi suatu keahlian tingkat sarjana.

    6. Daldiyono (2009)

    Definisi mahasiswa adalah seorang yang sudah lulus dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan sedang menempuh pendidikan tinggi.

    7. Takwin (2008)

    Mengatakan bahwa mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa.

    8. Badudu dan Zaih (2001)

    Mendefinisikan mahasiswa sebagai siswa perguruan tinggi.

    9. Sukirman (dalam hulu, 2010)

    Menjelaskan bahwa mahasiswa adalah pelajar di tingkat perguruan tinggi dan sudah dewasa berkembang emosional, psikologis, fisik, kemandirian, dan telah berkembang jadi dewasa.

    10. Peraturan Pemerintah RI No. 30 tahun 1990

    Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar diperguruan tinggi tertentu.

    Ciri-Ciri Mahasiswa

    Menurut Kartono (dalam Siregar, 2006), mahasiswa merupakan anggota masyarakat yang mempunyai ciri-ciri tertentu, antara lain:

    • Mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi, sehingga dapat digolongkan sebagai kaum intelektual.
    • Yang karena kesempatan di atas diharapkan nantinya dapat bertindak sebagai pemimpin yang mampu dan terampil, baik sebagai pemimpin masyarakat ataupun dalam dunia kerja.
    • Diharapkan dapat menjadi daya penggerak yang dinamis bagi proses modernisasi.
    • Diharapkan dapat memasuki dunia kerja sebagai tenaga yang berkualitas dan profesional.

    Peran dan Fungsi Mahasiswa

    Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa (dalam Novita, 2014) misalnya:

    1. Direct of change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena sumber daya manusianya yang banyak.
    2. Agen Of Change, mahasiswa agen perubahan, maksudnya SDM untuk melakukan perubahan.
    3. Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu tidak akan pernah habis.
    4. Moral Force, mahasiswa merupakan kumpulan orang yang baik.
    5. Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial, contohnya mengontrol kehidupan sosial yang dilakukan masyarakat.
  • 10 Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

    Karya ilmiah adalah sebuah penelitian, tulisan, atau hasil pemikiran yang memiliki dasar metodologi dan analisis yang sistematik dengan tujuan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.

    Karya ilmiah seringkali dibuat untuk menjawab pertanyaan atau mengungkapkan penemuan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

    Selain itu, karya yang sifatnya ilmiah harus mematuhi standar akademik, termasuk penggunaan referensi dan sumber yang relevan untuk mendukung argumen atau temuan yang diungkapkan dalam karya tersebut.

    Bentuk karya ilmiah bisa berupa artikel, laporan penelitian, tesis, disertasi, dan sejenisnya.

    Sementara menurut KBBI, karya tulis ilmiah adalah karya yang dibuat menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dan berdasarkan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka).

    Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian karya ilmiah menurut para ahli.

    1. Brotowidjoyo (dalam Arifin 2008)

    Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

    2. Suriasumantri (1995) dalam Finoza (2010)

    Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang memuat argumentasi penalaran keilmuan serta dikomunikasikan lewat bahasa tulisan yang baku dengan sistematis-metodis dan sintesis analitis.

    3. Eko Susilo (1995)

    karya ilmiah adalah salah satu karangan atau tulisan yang didapat sesuai sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, pemantauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu serta sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.

    4. Dwiloka dan Riana

    Karya ilmiah atau artikel ilmiah merupakan karya seorang ilmuwan (pembangunan) yang hendak membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang didapat melalui literatur, pengalaman, serta penelitian.

    5. John (dalam Amir 2007)

    Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu (profesional) yang bersifat ilmiah tinggi. Karya ilmiah seperti itu disebut juga karya tulis penelitian.

    6. Sukohardjono (2007)

    Karya tulis ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tatacara ilmiah. Dengan kata lain karya tulis ilmiah adalah laporan tertulis hasil kegiatan ilmiah.

    7. Drs. Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi

    Karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang berlandaskan pada hasil penelitian yang disusun secara sistematis mengikuti metodologi ilmiah, yang bertujuan untuk mendapatkan jawaban ilmiah dari suatu permasalahan.

    8. Jones

    Definisi karya ilmiah merupakan karangan ilmiah yang ditujukan untuk masyarakat tertentu ataupun profesional yang biasanya bersifat karya ilmiah tinggi.

    9. Hery Firman

    Karya ilmiah merupakan laporan berupa tulisan yang dipublikasikan ataupun dipaparkan dari hasil pengkajian ataupun penelitian yang telah dilakukan, yang dalam penulisannya memperhatikan kaidah dan etika keilmuan yang berlaku di masyarakat keilmuan.

    10. Awidyamartaya (1997)

    Karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan.

  • Iptek Adalah? Simak Penjelasannya dengan Bahasa Santai yang Mudah Dimengerti

    Iptek itu kayak dua sahabat yang saling lengkap: ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Ilmu pengetahuan adalah tentang tahu banyak hal dari penelitian, sedangkan teknologi itu tentang bikin alat dan cara kerja yang praktis.

    Jadi, iptek ini bukan cuma tahu, tapi juga bisa bikin benda-benda yang membantu hidup kita jadi lebih mudah dan canggih.

    Contoh sederhananya, bayangkan kalau kita punya ilmu pengetahuan tentang bagaimana matahari bersinar atau bagaimana tubuh kita bekerja.

    Nah, teknologi datang untuk membuat kita bisa menggunakan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.

    Misalnya, lampu yang kita gunakan di rumah, itu adalah hasil teknologi yang mengambil manfaat dari pengetahuan tentang cahaya matahari.

    Iptek itu ada di mana-mana, dari alat elektronik yang kita gunakan, seperti handphone, komputer, sampai ke mesin di pabrik yang membuat barang-barang.

    Bahkan, dalam bidang kesehatan, teknologi medis seperti alat pemindai dan perangkat medis canggih juga termasuk dalam wilayah Iptek.

    Intinya, iptek ini membantu kita untuk memahami dunia sekitar kita dan menciptakan solusi-solusi pintar yang membuat hidup lebih nyaman dan lebih maju.

    Jadi, kalau dulu orang dikenal dengan tongkat kayu atau batu, sekarang kita punya teknologi yang bikin hidup jauh lebih seru dan praktis.

    Bukan hanya itu, Iptek juga berkaitan erat dengan kemajuan masyarakat dan ekonomi.

    Ketika kita menerapkan ilmu pengetahuan untuk menciptakan teknologi yang lebih baik, kita bisa menghasilkan barang dan layanan yang lebih efisien.

    Misalnya, dulu manusia harus bekerja keras untuk berladang atau membuat pakaian. Tapi dengan teknologi pertanian dan industri tekstil, produksi bisa meningkat dan hidup jadi lebih baik.

    Iptek juga membuka pintu bagi penemuan-penemuan baru yang mengubah cara kita berpikir dan berinteraksi.

    Contohnya, internet adalah hasil dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Temuan ini memungkinkan kita terhubung dengan orang di seluruh dunia, mencari informasi dalam hitungan detik, dan bahkan bekerja dari jarak jauh.

    Nah, itulah pengertian iptek dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang sudah tahu, kan?

  • Pengertian Limbah Organik dan 10 Contohnya

    Pengertian Limbah Organik

    Limbah organik adalah jenis limbah yang berasal dari bahan-bahan yang pernah hidup atau berasal dari organisme hidup.

    Limbah organik ini terdiri dari material yang mudah terdekomposisi oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur, menjadi bahan organik yang lebih sederhana.

    Umumnya, limbah organik terdiri dari sisa-sisa makanan, tumbuhan, daun kering, dan material organik lainnya.

    Limbah organik dapat diolah melalui komposting, yaitu proses alami di mana bahan organik terurai menjadi humus yang kaya akan nutrisi.

    Baca juga: 10 Sumber Pencemaran Tanah, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Hasil kompos ini dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk memperbaiki kesuburan tanah.

    Pengelolaan yang tepat terhadap limbah organik juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

    Kemudian dapat mengurangi emisi gas metana yang berpotensi merusak lapisan ozon, dan mendukung upaya konservasi lingkungan.

    Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali jenis limbah organik dan mengambil langkah-langkah untuk mengelolanya dengan cara yang ramah lingkungan.

    Baca juga: 10 Cara Mengurangi Sampah Plastik untuk Menjaga Lingkungan

    Contoh Limbah Organik

    Berikut ini adalah beberapa contoh limbah organik, antara lain:

    1. Sisa Makanan

    Sisa makanan seperti kulit buah, sayuran yang tidak terpakai, potongan daging, dan sisa nasi merupakan contoh umum limbah organik. Limbah ini mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos.

    2. Daun Kering

    Daun-daun kering dari pohon atau tanaman adalah jenis limbah organik yang sering dihasilkan, terutama pada musim gugur. Daun-daun ini bisa dijadikan kompos atau digunakan sebagai bahan penutup tanah.

    3. Sisa Tanaman

    Sisa-sisa tanaman dari kebun, taman, atau pertanian juga termasuk limbah organik, meliputi potongan-potongan tanaman yang dipangkas atau tanaman yang sudah tidak produktif.

    4. Sisa Kertas

    Kertas yang telah digunakan dan mengandung tinta tumbuh dari bahan organik, seperti sisa kertas bekas, kertas kertas bersampah, dan sisa kertas koran.

    Baca juga: Pengertian Limbah Lunak, Jenis Beserta Contohnya

    5. Kulit Telur

    Kulit telur yang biasanya dibuang setelah digunakan dalam masakan juga merupakan limbah organik. Kulit telur terurai dengan cepat dan dapat ditambahkan ke dalam kompos.

    6. Ampas Kopi

    Ampas kopi adalah contoh lain limbah organik. Ini sering dihasilkan dalam pembuatan kopi dan memiliki nilai kompos yang tinggi karena mengandung bahan-bahan organik.

    7. Serpihan Kayu

    Serpihan kayu dari penggergajian atau pengolahan kayu adalah jenis limbah organik. Serpihan ini dapat diolah menjadi kompos atau bahan bakar alternatif.

    8. Sisa Tumbuhan Hias

    Potongan-potongan dari tumbuhan hias yang mengering atau layu juga termasuk limbah organik dan dapat digunakan dalam pembuatan kompos.

    9. Sisa Daging atau Tulang

    Sisa daging atau tulang dari bahan makanan juga adalah limbah organik. Meskipun memerlukan waktu lebih lama untuk terurai, tapi masih mengandung bahan-bahan organik.

    10. Kotoran Hewan

    Kotoran dari hewan peliharaan seperti anjing atau kucing juga termasuk dalam limbah organik. Kotoran hewan ini dapat dikomposkan untuk menghasilkan pupuk alami.

  • 7 Pengertian Seni Patung Menurut Para Ahli

    Patung adalah karya seni tiga dimensi yang dibuat oleh seorang seniman untuk menggambarkan bentuk atau wujud manusia, hewan, atau objek lainnya.

    Patung biasanya dibentuk dari berbagai jenis bahan seperti kayu, batu, logam, tanah liat, atau bahan sintetis lainnya.

    Seni patung telah ada sejak zaman kuno dan menjadi salah satu bentuk seni yang paling tua dalam sejarah manusia.

    Patung dapat dijadikan sebagai ekspresi seni, simbol budaya, atau sebagai sarana menggambarkan keindahan dan bentuk-bentuk yang ada di alam.

    Patung juga sering ditempatkan di ruang publik, taman, atau bangunan sebagai dekorasi atau monumen untuk menghormati tokoh atau peristiwa penting.

    Baca juga: Pengertian Seni Rupa Dekoratif dan Macam-Macamnya

    Pengertian Patung Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian patung menurut para ahli.

    1. Mikke Susanto (2011: 296)

    Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak).

    2. Soenarso dan Soeroto

    Dalam bukunya (1996: 6), Soenarso dan Soeroto mendefinisikan Seni Patung adalah semua karya dalam bentuk meruang.

    3. B. S. Mayer (1958: 131-132)

    Mendefinisi-kan Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang manapun pada suatu bangunan.

    4. Mayer (1969: 351)

    Seni patung berdiri sendiri dan memang benar-benar berbentuk tiga dimensi sehingga dari segi manapun kita melihatnya, kita akan dihadapkan kepada bentuk yang bermakna.

    5. Bastomi (1981: 51)

    Pengertian seni patung adalah karya seni yang bermatra tiga yang artinya terbentuk dari berbagai unsur diantaranya garis, bidang dan volume pada suatu ruang.

    6. Karthadinata, (2009:17)

    Seni patung adalah bentuk yang bisa dilihat dari berbagai arah ataupun penjuru; baik depan, samping, belakang maupun atas.

    Baca juga: Pengertian Seni Rupa Terapan Dan Contohnya

    7. Sahman (1993:201)

    Seni patung bersifat trimatra, maksudnya adalah bisa dinikmati dari berbagai segi dengan cara mengelilinginya.

    8. Widjanarko (1983:10)

    Definisi seni patung adalah cabang seni rupa yang diciptakan lewat bentuk tiga dimensi yang memuat unsur panjang, lebar dan tinggi.

    9. Ensiklopedia indonesia (1990 : 215)

    Seni patung yaitu seni tiga dimensi pahat ataupun berwujud badan yang padat dan bisa berupa gambar relief ataupun patung yang dibuat berbahan kayu ataupun logam.

    10. G. Shidarta (1987)

    Patung adalah Bentuk yang mempunyai tri matra atau bentuk yang mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tinggi.

  • Volunteer Adalah? Simak Arti, Manfaat, Tugas, dan Contohnya

    Dalam dunia kampus, volunteer merupakan kegiatan yang cukup diminati, khususnya bagi mahasiswa baru atau yang belum memiliki pengalaman.

    Nah, buat kamu yang belum paham apa itu volunteer dan apa saja tanggung jawab serta contohnya, simak artikel ini sampai habis, ya!

    Pengertian Volunteer

    Volunteer adalah kegiatan sukarelawan dalam urusan sosial dengan menyumbangkan waktu, tenaga, dan keterampilan untuk membantu orang lain, komunitas, atau organisasi tanpa mengharapkan imbalan materi.

    Motivasi mereka murni didasari oleh keinginan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup orang lain dan menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat.

    Para sukarelawan tidak dibatasi oleh usia, jenis kelamin, atau latar belakang pendidikan. Siapa saja bisa menjadi sukarelawan asalkan memiliki niat tulus untuk membantu.

    Manfaat Volunteer

    Volunteer menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berempati.

    Tanpa peran sukarelawan, banyak proyek amal dan kegiatan sosial akan kesulitan untuk beroperasi atau bahkan tidak mungkin terealisasi.

    Sehingga, sukarelawan juga membantu mengurangi beban pemerintah dalam mengatasi masalah sosial, karena mereka melibatkan diri dalam usaha-usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama.

    Selain itu, sukarelawan berfungsi sebagai model peran bagi generasi muda.

    Ketika anak-anak dan remaja melihat contoh konkrit dari orang-orang yang berdedikasi untuk membantu orang lain, mereka cenderung menjadi lebih terbuka untuk mengembangkan sifat empati dan rasa kepedulian terhadap sesama.

    Tidak hanya membantu orang lain dan menyumbangkan waktu mereka, sukarelawan juga mendapatkan manfaat pribadi yang tak ternilai.

    Oleh karena itu, peran sukarelawan sangat terpuji dalam upaya menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama.

    Selain itu, ada juga manfaat bagi yang melakukan kegiatan volunteer, antara lain:

    1. Kepuasan Pribadi

    Sukarelawan biasanya akan mendapat kepuasan pribadi dari kontribusi mereka. Membantu orang lain atau berpartisipasi dalam proyek-proyek amal memberikan rasa bahagia dan kepuasan yang tak tergantikan.

    2. Pengembangan Keterampilan

    Melalui kegiatan sukarela, seseorang bisa mengembangkan keterampilan baru atau mengasah keterampilan yang sudah dimiliki.

    Misalnya, sukarelawan dapat meningkatkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, atau kerja tim.

    3. Peningkatan Jaringan Sosial

    Sukarelawan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang sosial, profesional, dan budaya.

    Ini membuka peluang untuk memperluas jaringan sosial dan membangun hubungan yang bermanfaat dalam kehidupan pribadi dan karier.

    4. Kualitas Hidup yang Lebih Baik

    Peran sukarelawan dalam membantu komunitas dan masyarakat menyebabkan terciptanya lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak orang.

    Tugas dan Peran Volunteer

    Berikut ini adalah beberapa tugas dan peran volunteer bagi masyarakat.

    1. Penggerak Perubahan Sosial

    Volunteer berperan sebagai agen perubahan sosial yang kuat karena menjadi motor utama dalam mengatasi berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan, pendidikan rendah, dan isu-isu lingkungan.

    Dengan mengorbankan waktu dan tenaga, sukarelawan membantu merumuskan solusi konstruktif dan menyebarkan kesadaran mengenai isu-isu penting di masyarakat.

    2. Pemberdayaan Komunitas

    Sukarelawan dapat menjadi agen pemberdayaan komunitas. Mereka membantu meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dengan memberikan pelatihan, keterampilan, dan pendampingan.

    Dengan demikian, sukarelawan memungkinkan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mengatasi tantangan mereka sendiri, menciptakan lingkungan yang lebih berdaya, dan meningkatkan kualitas hidup.

    3. Penggalang Sumber Daya

    Sukarelawan juga memiliki peran penting dalam menggalang sumber daya untuk proyek amal dan kegiatan sosial.

    Mereka berkontribusi dalam mengumpulkan dana, menyumbangkan barang-barang yang diperlukan, atau mencari dukungan dari pihak lain.

    Dengan demikian, sukarelawan membantu memastikan berlangsungnya proyek-proyek yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Contoh Volunteer

    Berikut adalah beberapa contoh volunteer yang aktif dalam membantu dan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat.

    1. Volunteer di Panti Asuhan

    Seorang sukarelawan bekerja dengan penuh kasih di panti asuhan, menyediakan pendampingan, bimbingan, dan memberikan perhatian kepada anak-anak yatim atau terlantar.

    Mereka membantu dalam mengatur kegiatan belajar, bermain, dan mendukung perkembangan sosial dan emosional anak-anak di panti asuhan.

    2. Volunteer di Lembaga Kesehatan

    Contoh volunteer dalam bidang kesehatan bisa seperti membantu perawatan masyarakat yang tidak mampu. Selain itu, juga dapat mencarikan galangan dana maupun donasi untuk membantu orang tersebut.

    Tidak lupa pula, sukarelawan mengurus keperluan administrasi yang dibutuhkan untuk keperluan medis dan perawatan di rumah sakit.

    3. Volunteer di Komunitas Peduli Lingkungan

    Sukarelawan kelompok lingkungan dapat melakukan kegiatan seperti membersihkan pantai, taman, atau daerah terbuka lainnya dari sampah sehingga menciptakan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

    4. Volunteer di Bencana Alam

    Saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau badai, sukarelawan membantu dalam upaya evakuasi, pendistribusian bantuan makanan dan pakaian, dan menyediakan perawatan kesehatan bagi korban bencana.

    5. Volunteer Mengajar

    Sukarelawan menyumbangkan waktu dan ilmu mereka untuk mengajar anak-anak atau orang dewasa yang membutuhkan akses ke pendidikan. Biasanya hal ini dilakukan di daerah-daerah terpencil.

    6. Volunteer di Lembaga Amal

    Di berbagai lembaga amal atau organisasi nirlaba, sukarelawan membantu dalam kegiatan penggalangan dana, mengemas paket bantuan, atau menyediakan makanan bagi orang yang membutuhkan.

    7. Volunteer di Panti Jompo

    Sukarelawan bisa memberikan perusahaan dan bantuan kepada para lansia di panti jompo, membantu mereka merasa lebih dihargai dan terhubung dengan dunia luar.

    8. Volunteer dalam Proyek Sosial

    Sukarelawan juga dapat terlibat dalam proyek-proyek sosial yang lebih luas, seperti kampanye kesadaran kesehatan, program anti-narkoba, atau proyek untuk mengentaskan kemiskinan.

    9. Volunteer Bantuan Hewan

    Di tempat-tempat perlindungan hewan atau pusat penyelamatan, sukarelawan membantu merawat hewan yang terlantar atau terluka, memberikan makanan, dan mencari adopsi bagi hewan-hewan yang butuh rumah.

    10. Volunteer di Acara Komunitas

    Banyak sukarelawan yang turut berkontribusi dalam mengorganisir dan mendukung acara-acara komunitas seperti festival, konser amal, bazar, dan kegiatan lainnya.

    Nah, itulah pengertian volunteer, manfaat, peran, dan contohnya yang perlu kamu ketahui. Bagaimana, tertarik menjadi volunteer?

    Author: Maulana Affandi

  • Apa Itu Akulturasi? Ini Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Akulturasi

    Akulturasi adalah proses pertemuan dan penyatuan unsur-unsur budaya dari dua atau lebih kelompok masyarakat yang berbeda.

    Dalam proses akulturasi, elemen-elemen budaya seperti adat istiadat, bahasa, agama, seni, dan teknologi dapat saling berinteraksi dan mengalami perubahan.

    Hal ini terjadi ketika kelompok-kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda berinteraksi secara intensif, baik melalui perdagangan, migrasi, kolonisasi, atau kontak budaya lainnya.

    Proses akulturasi tidak hanya mencakup penyerapan unsur-unsur budaya dari kelompok satu ke kelompok lain, tetapi juga berdampak pada perubahan dan evolusi budaya tersebut.

    Beberapa bentuk akulturasi dapat berlangsung secara damai dan saling menguntungkan, di mana masing-masing kelompok masyarakat saling memahami dan menghormati keunikan budaya satu sama lain.

    Namun, ada pula akulturasi yang bersifat paksaan atau merugikan satu pihak, seperti dalam konteks kolonialisme atau imperialisme.

    Akulturasi dapat memberikan dampak positif, seperti berbagi pengetahuan dan teknologi baru, berbagai aspek seni dan kebudayaan yang kaya, dan mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih majemuk.

    Namun, akulturasi juga dapat menimbulkan permasalahan, seperti konflik identitas, hilangnya kearifan lokal, atau ancaman terhadap keberagaman budaya yang ada.

    Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian akulturasi menurut para ahli.

    1. Berry (2005)

    Pengertian akulturasi adalah sebuah proses yang merangkap dari perubahan budaya dan psikologis yang berlangsung sebagai hasil kontak antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya.

    2. Redfield, Linton dan Herskovits (dalam S.J, 1984)

    Akulturasi memahami fenomena yang terjadi ketika kelompok individu yang memiliki budaya yang berbeda datang ke budaya lain kemudian terjadi kontak berkelanjutan dari sentuhan yang pertama dengan perubahan berikutnya dalam pola kultur asli atau salah satu dari kedua kelompok.

    3. Koentjaraningrat

    Mendefinisikan akulturasi sebagai proses sosial dimana masuknya kebudayaan asing secara perahan dapat diterima tanpa menghilangkan kebudayaan asli suatu masyarakat.

    4. Hazuda (1988)

    Mendefinisikan akulturasi sebagai “proses multidimensional dari hasil kontak antar kelompok dimana individu yang telah memiliki hasil pembelajaran budaya asli mengambil alih karakteristik tentang cara hidup budaya lain.

    5. Social Science Research Council (1954)

    Mendeskripsikan akulturasi sebagai perubahan dan adaptasi.

    Contoh Akulturasi

    Setelah memahami apa itu akulturasi, mari kita simak beberapa contoh akulturasi berikut ini.

    1. Wayang

    Seni pertunjukan Wayang merupakan salah satu contoh akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Hindu-Budha.

    Dimana cerita dari wayang diambil dari kitab Mahabarata dan Ramayana, sementara tokoh serta karakternya berasal dari kebudayaan Jawa, seperti Semar, Bagong, dan Petruk.

    2.  Gambang Kromong

    Kesenian Gambang Kromong merupakan perpaduan antara budaya Indonesia dengan budaya Tiongkok dalam pertunjukan musik.

    3. Candi Borobudur

    Candi Borobudur juga merupakan contoh akulturasi dalam bidang arsitektur antara budaya lokal dengan budaya Hindu-Budha dari India.

    4. Kaligrafi

    Kaligrafi adalah contoh akulturasi yang tercermin dari penulisan ayat-ayat suci Alquran dengan bentuk yang mengusung kultur lokal Indonesia.

    Nah, itulah pengertian akulturasi dan contohnya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di sastrawacana.id/.

  • 7 Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

    Secara etimologi, kata integrasi berasal dari bahasa latin integrare yang artinya mempersatukan atau menyatupadukan.

    Sementara menurut KBBI, arti integrasi adalah pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat.

    Maka, pengertian integrasi nasional secara umum adalah penyatuan berbagai unsur kelompok dalam kesatuan wilayah nasional sehingga membentuk suatu identitas nasional.

    Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

    1. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

    Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek vertikal dan horisontal.

    2. J. Soedjati Djiwandono

    Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.

    3. Widjaja (dalam Dedpdikbud 1997: 24)

    Integrasi adalah keserasian satuan-satuan yang terdapat dalam suatu sistem, dan bukan penyeragaman, namun merupakan hubungan satuan-satuan yang sedemikian rupa serta tidak merugikan masing-masing satuan.

    4. Sunyoto Usman

    Integrasi nasional merupakan suatu proses saat kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat saling menjaga keseimbangan untuk mewujudkan kedekatan hubungan antarkelompok.

    5. Heddy Shri Ahimsa Putra

    Definisi integrasi nasional adalah keselarasan dan keharmonisan seluruh relasi sosial yang terbangun dalam masyarakat.

    6. Howard Wriggins

    Integrasi bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.

    7. Myron Weiner

    Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitas nasional. Integrasi biasanya mengandalkan adanya satu masyarakat yang secara etnis majemuk dan setiap kelompok masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat kebudayaan yang berbeda.