Tag: pengertian

  • Jelaskan Pengertian Planet dan Bagaimana Proses Terbentuknya?

    Planet adalah sebuah benda langit yang mengorbit bintang, seperti Matahari, dan memiliki massa cukup besar untuk membentuknya dalam bentuk bulat akibat gaya gravitasi.

    Planet juga memiliki orbit yang cukup stabil sehingga mereka tidak bertabrakan dengan benda langit lain di sekitarnya.

    Dalam Tata Surya kita, planet adalah salah satu dari berbagai jenis benda langit yang mengelilingi Matahari.

    Sementara menurut International Astronomical Audit (IAU) 2006, pengertian planet adalah suatu benda angkasa yang memiliki syarat syarat sebagai berikut.

    1. Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi matahari.
    2. Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam mengatasi tekanan rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat).
    3. Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri

    Bagaimana Planet Terbentuk?

    Ada berbagai teori yang menjelaskan bagaimana proses terbentuknya planet, salah satunya teori kondensasi.

    Planet terbentuk dari cakram protoplanet atau disebut juga sebagai cakram akresi yang merupakan bagian dari sebuah nebula, yaitu gumpalan gas dan debu yang tersisa dari pembentukan bintang.

    Proses terbentuknya planet ini berlangsung dalam jutaan tahun. Prosesnya bisa dijelaskan sebagai berikut:

    1. Kondensasi

    Gumpalan gas dan debu dalam nebula mulai mendingin dan berkondensasi karena gravitasi. Partikel-partikel ini mulai saling menarik satu sama lain.

    2. Teori Planetesimal

    Partikel-partikel ini bertumbuh menjadi gumpalan yang lebih besar, yang disebut planetesimal. Planetesimal terus bertambah ukurannya dengan menarik lebih banyak materi dari sekitarnya.

    3. Akresi

    Gumpalan-gumpalan ini akhirnya berakresi membentuk protoplanet. Proses akresi ini berlanjut hingga protoplanet mencapai ukuran planet yang lebih besar.

    4. Diferensiasi

    Saat protoplanet semakin besar, panas internal mulai meningkat karena tumbukan partikel-partikel yang energik.

    Proses ini menyebabkan planet memisahkan materi di dalamnya berdasarkan kerapatan, sehingga membentuk inti, mantel, dan mungkin kerak.

  • Apa Itu Proposal? Simak Pengertian, Unsur-Unsur, dan Cara Membuatnya

    Dalam dunia bisnis, pendidikan, maupun proyek-proyek tertentu, proposal menjadi bagian penting dalam merencanakan suatu kegiatan atau mendapatkan persetujuan atas suatu ide.

    Maka, penting bagi kita yang berkecimpung dalam dunia bisnis maupun penelitian untuk mengetahui apa itu proposal dan bagaimana cara membuatnya.

    Pengertian Proposal

    Proposal adalah dokumen tertulis yang berisi rencana atau konsep secara rinci yang diajukan kepada pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan persetujuan, dukungan, atau pendanaan.

    Tujuan utama proposal adalah untuk meyakinkan pihak yang bersangkutan agar ide atau rencana tersebut layak dilaksanakan dan didukung.

    Proposal umumnya berisi analisis masalah, tujuan yang ingin dicapai, metode pelaksanaan, anggaran biaya, serta manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan rencana tersebut.

    Sementara menurut KBBI, pengertian proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

    Unsur-Unsur Penting dalam Proposal

    Sebuah proposal yang baik harus mengandung unsur-unsur penting agar dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan meyakinkan.

    Berikut adalah beberapa unsur yang harus ada dalam sebuah proposal:

    1. Judul

    Merupakan kalimat singkat yang mencerminkan inti dari rencana atau ide yang diajukan.

    2. Pendahuluan

    Memperkenalkan latar belakang masalah atau peluang yang ingin dipecahkan, serta menyajikan tujuan dari proposal.

    3. Ringkasan Eksekutif

    Berisi gambaran singkat tentang isi proposal, termasuk tujuan, manfaat, dan anggaran yang dibutuhkan.

    4. Latar Belakang

    Menjelaskan konteks dan alasan mengapa proposal tersebut diajukan, termasuk data dan informasi pendukung.

    5. Tujuan dan Sasaran

    Menyatakan secara jelas apa yang ingin dicapai melalui pelaksanaan rencana tersebut.

    6. Metode Pelaksanaan

    Menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan, termasuk alat atau teknologi yang akan digunakan.

    7. Anggaran Biaya

    Menyajikan perkiraan biaya yang diperlukan untuk melaksanakan rencana, termasuk sumber pendanaan yang akan digunakan.

    8. Manfaat dan Dampak

    Menjelaskan manfaat atau dampak yang diharapkan dari pelaksanaan rencana tersebut, baik bagi pihak terkait maupun masyarakat secara umum.

    9. Jadwal Pelaksanaan

    Menyusun timeline atau jadwal kegiatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan rencana.

    10. Risiko dan Pengendalian

    Menganalisis kemungkinan risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan rencana dan langkah-langkah pengendalian yang akan diambil.

    11. Pemantauan dan Evaluasi

    Menyajikan bagaimana pelaksanaan rencana akan dipantau dan dievaluasi untuk menilai keberhasilannya.

    Cara Membuat Proposal

    Proses penyusunan proposal harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis untuk menciptakan dokumen yang efektif.

    Berikut adalah tahapan-tahapan dalam menyusun proposal:

    1. Identifikasi Masalah atau Peluang

    Langkah pertama adalah mengidentifikasi masalah atau peluang yang ingin dipecahkan atau dimanfaatkan.

    2. Penelitian dan Pengumpulan Data

    Kumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendukung kebutuhan proposal.

    3. Penentuan Tujuan dan Sasaran

    Tentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan rencana.

    4. Penyusunan Rancangan Proposal

    Buatlah rancangan proposal dengan menyusun struktur dan isi yang sesuai dengan unsur-unsur penting yang telah dijelaskan sebelumnya.

    5. Penyusunan Anggaran Biaya

    Hitung perkiraan biaya yang diperlukan untuk melaksanakan rencana, termasuk sumber pendanaannya.

    6. Penyusunan Jadwal Pelaksanaan

    Susun timeline atau jadwal kegiatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan rencana.

    7. Penyusunan Bagian-Bagian Lainnya

    Lengkapi bagian-bagian lain dalam proposal, seperti risiko dan pengendalian, manfaat dan dampak, serta pemantauan dan evaluasi.

    8. Pengeditan dan Penyempurnaan

    Lakukan pengeditan dan penyempurnaan proposal untuk memastikan semua informasi disajikan dengan jelas dan ringkas.

    9. Penyampaian Proposal

    Setelah proposal selesai disusun, ajukan proposal kepada pihak yang berwenang sesuai dengan tujuan dan keperluan proposal tersebut.

  • Apa Itu Ilustrasi? Simak Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Cara Membuatnya

    Ilustrasi merupakan salah satu bentuk seni gambar yang populer dan sering kita jumpai dalam berbagai media, seperti buku, majalah, kartu pos, dan situs web.

    Sebagai bentuk seni, ilustrasi memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan atau cerita secara visual.

    Nah, pada artikel ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi lengkap tentang ilustrasi, mulai dari pengertian, fungsi, dan cara membuatnya, Yuk Disimak!

    Apa Itu Ilustrasi?

    Ilustrasi adalah seni menggambar atau melukis gambar dengan tujuan untuk memperjelas, menyempurnakan, atau memvisualisasikan suatu konsep, cerita, atau pesan.

    Gambar-gambar ini dapat berupa karakter, objek, atau pemandangan yang menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami oleh penonton.

    Biasanya, ilustrasi digunakan untuk mendukung teks atau narasi, sehingga membantu memperjelas dan memperkaya isi dari suatu media.

    Sementara menurut KBBI, arti ilustrasi adalah gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dan sebagainya.

    Ciri Khas Ilustrasi

    Ilustrasi memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari seni gambar lainnya, antara lain:

    1. Fungsionalitas

    Ilustrasi diciptakan untuk tujuan tertentu, seperti mendukung cerita, memberikan gambaran produk, atau menyampaikan pesan spesifik.

    Selain itu, ilustrasi juga berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang dapat diandalkan untuk menyampaikan ide dan konsep.

    2. Sederhana dan Ekspresif

    Ilustrasi sering kali menggunakan gaya yang sederhana dan mudah dipahami, dengan garis dan bentuk yang jelas.

    Dengan demikian, dapat menyampaikan pesan secara langsung tanpa perlu interpretasi yang rumit.

    3. Beragam Gaya

    Ilustrasi dapat dihasilkan dalam beragam gaya, mulai dari yang realistis hingga yang abstrak, dari yang kartun hingga yang serius.

    Setiap gaya memiliki daya tariknya sendiri, tergantung pada tujuan dan audiens yang dituju.

    4. Cerita atau Narasi

    Ilustrasi sering kali bercerita atau menggambarkan suatu adegan yang berhubungan dengan cerita atau narasi tertentu.

    Sehingga dapat membantu membawa penonton masuk ke dalam dunia imajinatif yang dirancang oleh ilustrator.

    5. Fleksibel

    Ilustrasi dapat dihasilkan menggunakan berbagai media, seperti pensil, tinta, cat air, cat minyak, atau bahkan secara digital dengan bantuan komputer dan tablet grafis.

    Fungsi Ilustrasi

    Ilustrasi memainkan peran penting dalam masyarakat, terutama dalam konteks komunikasi visual. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

    1. Pendukung Teks

    Ilustrasi membantu memperjelas teks atau cerita, sehingga membantu pembaca atau penonton memahami isi dengan lebih baik.

    Dalam buku anak-anak misalnya, ilustrasi dapat membuat cerita lebih menarik bagi pembaca muda.

    2. Pemasaran dan Iklan

    Dalam dunia pemasaran, ilustrasi digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan. Bentuknya bisa berupa iklan cetak, poster, brosur, atau konten digital untuk media sosial.

    3. Kartu Ucapan dan Desain Produk

    Ilustrasi juga digunakan dalam pembuatan kartu ucapan, kalender, hingga desain produk seperti kemasan makanan atau mainan.

    4. Media Digital dan Permainan

    Dalam industri game dan media digital, ilustrasi menjadi bagian penting dalam pengembangan karakter, lingkungan, dan elemen visual lainnya.

    5. Komunikasi Pendidikan

    Dalam dunia pendidikan, ilustrasi digunakan untuk membuat buku-buku pelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

    Cara Membuat Ilustrasi

    Membuat ilustrasi tidak selalu harus dilakukan oleh seniman atau ilustrator profesional.

    Beberapa langkah sederhana untuk membuat ilustrasi adalah sebagai berikut:

    1. Penentuan Tujuan

    Tentukan tujuan dari ilustrasi yang akan kita buat. Apakah untuk mendukung cerita, mempromosikan produk, atau keperluan lainnya.

    2. Pilih Gaya dan Media

    Pilih gaya dan media yang sesuai dengan pesan yang ingin kita sampaikan. Apakah kita ingin ilustrasi terlihat realistis, kartun, atau mungkin lebih abstrak?

    3. Buat Sketsa

    Buatlah sketsa terlebih dahulu sebelum menggambar secara keseluruhan.

    Sketsa membantu kita menentukan komposisi gambar dan memastikan elemen-elemen utama sudah sesuai dengan harapan.

    4. Tentukan Warna

    Jika ilustrasi akan diwarnai, tentukan palet warna yang akan digunakan. Pertimbangkan suasana atau emosi yang ingin ditampilkan oleh ilustrasi.

    5. Buat Ilustrasi Utuh

    Setelah sketsa dan warna ditentukan, buatlah ilustrasi secara keseluruhan dengan seksama dan detail.

    6. Digitalisasi (Opsional)

    Jika kita membuat ilustrasi tradisional, makab isa mendigitalkannya dengan mengambil foto atau menggunakan scanner.

    Jika menggunakan media digital, kita bisa langsung membuatnya di perangkat digital.

  • Apa Itu Rektor Kampus? Simak Pengertian, Tugas, dan Tanggung Jawabnya

    Untuk maba, sudah tahukah kamu apa itu rektor?

    Ketika masuk ke dalam lingkup kampus, kamu tidak hanya bertemu dengan mahasiswa dan dosen saja, tapi juga pengampu jabatan lainnya, seperti rektor.

    Nah, bagi yang belum tahu, simak artikel ini sampai habis karena sastrawacana.id/ akan memberi informasi lengkap mengenai rektor.

    Pengertian Rektor

    Rektor adalah pemimpin tertinggi di sebuah perguruan tinggi atau universitas yang bertanggung jawab dalam urusan akademik dan administratif.

    Jadi, rektor adalah orang nomor 1 di sebuah universitas yang mengatur segala kewenangan demi kemajuan dari universitas tersebut.

    Rektor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa universitas tersebut berfungsi secara efisien, memberikan pendidikan berkualitas, dan mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan.

    Dalam praktik kerjanya, rektor dibantu oleh wakil yang biasa disebut Pembantu Rektor (PR).

    Jumlahnya berbeda untuk setiap universitas. Tapi pada umumnya, ada 3 Pembantu Rektor yang tugasnya antara lain:

    • PR I (bidang akademik dan kerja sama)
    • PR II (bidang administrasi umum, keuangan, sarana prasarana dan kepegawaian)
    • PR III (bidang kemahasiswaan, perencanaan dan sistem informasi, pembinaan serta pelayanan pada mahasiswa dan alumni)

    Tugas dan Tanggung Jawab Rektor

    Sebagai seorang pemimpin, rektor juga memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab yang diemban, antara lain:

    1. Mencanangkan Visi dan Strategi

    Rektor memiliki peran strategis dalam menetapkan visi dan misi universitas.

    Visi ini harus selaras dengan perkembangan zaman dan memerhatikan kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

    Rektor juga bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyusun strategi jangka panjang untuk mencapai tujuan tersebut.

    2. Kualitas Akademik dan Penelitian

    Rektor memiliki peran penting dalam memastikan kualitas akademik universitas.

    Sehingga rektor harus memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

    Selain itu, rektor juga harus mendorong dan mendukung penelitian yang inovatif dan berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    3. Pengelolaan Sumber Daya

    Rektor harus cermat dalam mengelola sumber daya universitas, termasuk anggaran, tenaga kerja, dan infrastruktur.

    Kemampuan untuk mengalokasikan sumber daya dengan bijaksana akan berdampak pada keberlanjutan dan pertumbuhan universitas.

    4. Hubungan Masyarakat

    Rektor berperan sebagai duta universitas dalam hubungannya dengan masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.

    Rektor harus membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan.

    5. Pengembangan Alumni

    Rektor juga memiliki tanggung jawab untuk menjalin hubungan yang erat dengan para alumni universitas.

    Alumni yang sukses dapat menjadi aset berharga dan dapat berkontribusi pada pengembangan universitas melalui pendanaan, jejaring, dan pengalaman mereka.

    6. Menjaga Reputasi Universitas

    Sudah menjadi tanggung jawab rektor dalam meningkatkan reputasi dari kampus.

    Hal tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas layanan, kualitas pendidik, dan berbagai aspek lainnya.

    7. Stabilitas Kampus

    Rektor dibantu oleh segenap pejabat lain di universitas bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas dan keamanan kampus.

    Hal ini mencakup tentang kebijakan yang dari universitas yang tidak merugikan mahasiswa serta lini lainnya.

  • Mengenal Sitasi dalam Karya Ilmiah, Cara Menulis, dan Contohnya

    Mengenal Sitasi dalam Karya Ilmiah, Cara Menulis, dan Contohnya

    Dalam menulis karya ilmiah, ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan, yaitu sitasi. Sitasi menjadi hal yang penting dan wajib dilakukan dalam penulisan karya ilmiah.

    Sehingga, setiap penulis yang akan menyusun karya ilmiah seperti jurnal dan sebagainya, harus mengetahui apa itu sitasi.

    Pengertian Sitasi

    Sitasi adalah tindakan mengutip tulisan dari buku lain sebagai sumber referensi dalam sebuah tulisan, karya ilmiah, jurnal, atau penelitian.

    Sementara menurut KBBI, arti sitasi adalah referensi dalam sebuah karya ilmiah ke tulisan lain yang diambil dari buku, makalah, atau sumber lain.

    Jadi, bisa disimpulkan jika sitasi merupakan sinonim dari kutipan. Sehingga, tindakan sitasi adalah tindakan mengutip.

    Sitasi menjadi hal penting dalam penulisan karya ilmiah. Sebab, sitasi dapat membuat karya ilmiah menjadi lebih kaya akan data.

    Dalam penulisan sitasi, biasanya penulis mencantumkan informasi seperti nama penulis, judul publikasi, tahun penerbitan, nama jurnal atau buku, nomor halaman, dan informasi terkait lainnya.

    Tujuan Sitasi dalam Karya Ilmiah

    Ada alasan tersendiri kenapa penulis perlu sitasi dalam karya ilmiahnya, antara lain sebagai berikut:

    1. Mengakui Hak Intelektual Orang Lain

    Sitasi digunakan untuk menghormati dan mengakui kontribusi dari penulis asli atau sumber referensi.

    Dengan mencantumkan sitasi, menunjukkan bahwa penulis menghargai penelitian, gagasan, dan karya orang lain yang menjadi dasar dari tulisan atau penelitiannya.

    2. Validasi dan Kredibilitas

    Dengan menyediakan referensi atau sitasi, penulis memberikan bukti bahwa argumen atau klaim yang diajukan didasarkan pada penelitian atau literatur yang terpercaya.

    3. Menunjukkan Rujukan

    Sitasi memungkinkan pembaca untuk menelusuri informasi lebih lanjut tentang topik yang dibahas.

    Jika ada pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang kutipan yang dipakai, pembaca dapat melihat sumber referensi yang dikutip.

    4. Memberi Pengetahuan

    Dengan mencantumkan sitasi, penulis juga berpartisipasi dalam pembangunan pengetahuan secara kolektif.

    Penulis lain dapat melanjutkan penelitian dengan merujuk kembali pada karya yang kita tulis sehingga bisa berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan literatur.

    5. Mencegah Plagiarisme

    Sitasi membantu mencegah plagiarisme atau penggunaan tidak sah dari karya orang lain.

    Dengan memberikan sumber kepada penulis asli, kita menunjukkan integritas akademik dan etika dalam menulis.

    6. Memperkuat Argumentasi

    Sitasi dapat memperkuat argumen penulis dengan menyajikan bukti atau dukungan dari penelitian sebelumnya yang relevan.

    7. Menunjukkan Lingkup Penelitian

    Dalam penelitian ilmiah, sitasi dapat menunjukkan bahwa penulis telah mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan menggali literatur yang relevan sebelum menyusun penelitian.

    Cara Menulis Sitasi Karya Ilmiah

    Sebelum mengetahui cara menulis sitasi yang benar, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu format atau sistematika penulisannya berikut ini.

    1. Penempatan sitasi dapat diletakkan di bagian awal maupun akhir kutipan.

    2. Penulisan nama diawali dari nama belakang dulu, baru diikuti nama depan.

    3. Jika buku referensi ditulis oleh dua orang, maka wajib menggunakan kata hubung “dan”.

    4. Jika buku referensi ditulis lebih dari dua orang, maka nama yang dicantumkan cukup satu saja, dengan ditambah dkk atau et al.

    5. Jika mengutip buku terjemahan, maka nama yang ditulis adalah nama penerjemah, bukan penulis asli.

    Nah, setelah mengetahui sistematika penulisan, simak cara menulis dan contohnya berikut ini.

    1. Sitasi di Awal Kutipan

    Ketika sitasi diletakkan pada awal kutipan, maka kalimatnya seperti ini:

    Menurut Hartono (2004), sastra adalah…

    Menurut Hartono (2004: 45), sastra adalah…

    Keduanya sama-sama benar. Boleh dengan tahun saja maupun ditambahkan nomor halaman.

    2. Sitasi di Akhir Kutipan

    Ketika sitasi diletakkan pada akhir kutipan, maka kalimatnya seperti ini:

    Sastra adalah karya fiksi yang… (Hartono, 2004)

    Sastra adalah karya fiksi yang… (Hartono, 2004: 45)

    Jadi, nama penulis dan tahun terbitan buku diletakkan di akhir kutipan dengan tanda kurung.

    3. Buku Referensi Ditulis Dua Orang

    Ketika buku referensi ditulis oleh dua orang, maka cara menulis sitasi adalah sebagai berikut:

    Menurut Hartono dan Hartini (2004), sastra adalah…

    Menurut Hartono dan Hartini (2004: 45), sastra adalah…

    Jadi, kalimatnya harus menggunakan kata penghubung “dan”.

    4. Buku Referensi Ditulis Lebih dari Dua Orang

    Ketika buku referensi ditulis oleh lebih dari dua orang, maka penulisan sitasinya sebagai berikut:

    Hartono, dkk (2004), sastra adalah…

    Hartono, et.al. (2004), sastra adalah…

    dkk dan et.al. adalah kode singkatan yang resmi dan diakui dalam penelitian karya ilmiah.

    5. Sitasi Tanpa Nama Penulis

    Ketika mengutip buku yang diterbitkan oleh organisasi atau lembaga, maka penulisannya sebagai berikut:

    Menurut Badan Pusat Statistik (2023), jumlah pengusaha di Indonesia adalah…

    Jumlah pengusaha di Indonesia adalah… (Badan Pusat Statistik, 2023).

    Contoh Penulisan Sitasi

    Berikut ini beberapa contoh penulisan sitasi dalam daftar pustaka yang dapat dijadikan referensi.

    Hartono & Hartini (2004). Buku Panduan Sastra dan Bahasa, 66, 1034-1048.

    Kartini, R. (2001). Teori Feminisme: Mengungkap Tabir Teori, 15(3), 5-13.

    Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli [Internet]. Sastrawacana. 2022. Available from:https://sastrawacana.id/2022/10/10/25-pengertian-motivasi-menurut-para-ahli/

    Wacana.id, S. (2018, February 2). Pengertian Pragmatik Menurut Para Ahli. Retrieved from sastrawacana.id/:https://sastrawacana.id/2018/02/02/10-pengertian-pragmatik-menurut-para-ahli/

    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

    Affandi, Eko. (2010). Metodologi Penelitian Karya Ilmiah. Jakarta: Lintang.

    Nah, itulah pengertian sitasi, cara menulis, dan contohnya yang penting diketahui ketika kita hendak menyusun karya ilmiah.

  • 10 Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

    Globalisasi adalah proses integrasi dan interaksi antara negara-negara di seluruh dunia dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, dan teknologi.

    Hal ini terjadi melalui pertukaran barang, jasa, informasi, ide, dan nilai-nilai antarnegara yang semakin terhubung secara global.

    Sementara menurut KBBI, arti globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

    Dalam konteks ekonomi, globalisasi melibatkan liberalisasi perdagangan, investasi lintas negara, dan arus modal yang bebas.

    Negara-negara saling tergantung dalam hal ekonomi, di mana perusahaan dapat beroperasi di berbagai negara dan memperluas pasar mereka secara internasional.

    Globalisasi juga mempengaruhi politik, di mana keputusan dan tindakan di satu negara dapat memiliki dampak yang luas di negara-negara lain.

    Organisasi internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Bank Dunia, berperan dalam memfasilitasi kerja sama dan koordinasi antarnegara.

    Dalam aspek sosial dan budaya, globalisasi menghasilkan pertukaran nilai-nilai, norma, dan gaya hidup yang melintasi batas-batas nasional.

    Pengaruh budaya dari negara-negara lain dapat terlihat dalam makanan, mode, musik, film, dan gaya hidup yang semakin terglobalisasi.

    Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian globalisasi menurut para ahli.

    1. Thomas Larsson (1992:19)

    Globalisasi adalah proses penyusutan dunia sehingga jarak semakin pendek dan segala hal terasa semakin dekat. Globalisasi mengacu pada semakin mudahnya interaksi antara seseorang disuatu tempat dengan orang lain di belahan dunia yang lain.

    2. Anthony Giddens (1992: 17)

    Globalisasi dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa disuatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.

    3. Roland Robertson (1992: 16)

    Pengertian globalisasi adalah pemadatan dunia dan permerkayaan kesadaran dunia secara keseluruhan.

    4. Malcon Waters (2005: 105)

    Globalisasi adalah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.

    5. Safril (2015: 66)

    Globalisasi berupaya melakukan universalisasi sistem dunia (world system) sehingga semua negara memiliki sistem yang homogen secara global.

    6. Giddens (1991: 64)

    Mengartikan globalisasi sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa disuatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.

    7. Emanuel Richter

    Guru besar pada ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat, bahwa globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

    8. Princenton N Lyman

    Berpendapat bahwa globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubung.

    9. Selo Soemardjan

    Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.

    10. Wuryan dan Syaifullah (2009, hlm. 141)

    Secara etimologis globalisasi berasal dari kata “globe” yang berarti bola dunia sedangkan akhiran sasi mengandung makna sebuah “proses” atau keadaan yang sedang berjalan atau terjadi saat ini. Jadi secara etimologis, globalisasi mengandung pengertian sebuah proses mendunia yang tengah terjadi saat ini menyangkut berbagai bidang dan aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara-negara di dunia.

    11. Ahmed dan Doman (Azizy, 2004: 19)

    Globalisasi pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transfortasi, yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh (menjadi hal-hal) yang bisa dijangkau dengan mudah.

    12. Martono (2011, hlm. 96)

    Globalisasi dapat didefinisikan sebagai penyebaran kebiasaan-kebiasaan yang mendunia, ekspansi hubungan yang melintasi benua, organisasi kehidupan sosial pada skala global, dan pertumbuhan sebuah kesadaran global bersama.

    13. Friedman, 2005

    Globalisasi memiliki dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.

    14. J.A.Scholte (2002)

    Ada lima pengertian globalisasi yang umum ditemukan dalam literature, yaitu :globalisasi sebagai internasioanlisasi, liberalisasi, universalisasi, modernisasi, dan penghapusan batas-batas teritorial.

    15. Mansour Fakih

    Globalisasi adalah proses pengintegrasian ekonomi nasional kepada sistem ekonomi dunia dangan keyakinan pasar bebas yang telah dicanangkan pada masa kolonialisme.

  • 15 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    Pemasaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau individu untuk mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk atau jasa kepada konsumen.

    Tujuan utama dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mencapai keuntungan bagi perusahaan.

    Dalam pemasaran, terdapat berbagai strategi dan metode yang digunakan untuk mencapai target pasar.

    Beberapa elemen penting dalam pemasaran meliputi penelitian pasar, pengembangan produk, penetapan harga, distribusi, promosi, dan manajemen hubungan dengan pelanggan.

    Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pemasaran menurut para ahli.

    1. American Marketing Assosiation dalam Sudaryono (2016 :41)

    Pemasaran adalah fungsi dari organisasi dan serangkaian suatu proses penciptaan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai bagi para konsumen serta mengelola hubungan antara konsumen dengan perusahaan untuk memberikan manfaat bagi konsumen dan produsen.

    2. Kotler (dalam Sudaryono, 2016 :41)

    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana suatu individu ataupun kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan serta butuhkan dengan penciptaan dan pertukaran suatu produk.

    3. Brech (dalam Sudaryono, 2016:39)

    Pemasaran adalah proses menentukan permintaan konsumen atas sebuah produk atau jasa, memotivasi penjualan produk atau jasa tersebut.

    4. Stanton (dalam Basu Swasta dan Irawan 2003:5)

    Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

    5. Dharmmesta dan Irawan (2000:10)

    Konsep pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa kepuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

    6. Laksana (2019:1)

    Pengertian pemasaran adalah bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.

    7. Tjiptono dan Diana (2020:3)

    Pemasaran adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang memuaskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangkunkepentingan dalam lingkungan yang dinamis.

    8. Limakrisna dan Purba (2017:4)

    Definisi pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi.

    9. Manap (2016:5)

    Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, penentuan proses produk, promosi dan tempat atau distribusi, sekaligus merupakan proses sosial dan manajerial untuk mencapai
    tujuan.

    10. Sunyoto (2019:19)

    Pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.

    11. Sedjati (2018)

    Pemasaran mengandung arti segala usaha atau aktivitas dalam menyampaikan barang atau jasa para produsen kepada konsumen, dimana kegiatan tersebut ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan dalam cara tertentu yang disebut pertukaran.

    12. Tjahjaningsih & Soliha, 2015

    Pemasaran adalah proses kemasyarakatan dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk dan jasa dengan pihak lain.

    13. Ii & Ethnocentrism (2016)

    Menyatakan bahwa pemasaran merupakan dimensi pusat dari seluruh pasar yang dipandang oleh bisnis sebagai hasil dari pandangan konsumen.

    14. Poniman & Choerudin, 2017

    Manajeman Pemasaran adalah upaya secara sadar untuk mencapai hasil pertukaran yang diinginkan dengan pasar sasaran.

    15. Assauri (2018:12)

    Manajemen pemasaran merupakan kegiatan menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.

  • 15 Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli

    Seni tari adalah bentuk ekspresi artistik yang melibatkan gerakan tubuh yang diatur dengan ritme, musik, dan ekspresi emosi.

    Tarian telah ada sejak zaman kuno dan menjadi bagian penting dari budaya di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Di Indonesia, seni tari memiliki keanekaragaman yang kaya dan beragam, dengan berbagai gaya dan jenis tarian yang berasal dari setiap daerah dan suku bangsa.

    Setiap tarian memiliki cerita, makna, dan simbolisme yang unik.

    Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian seni tari menurut para ahli.

    1. Kuswarsantyo (2012: 17)

    Seni tari adalah salah satu cabang seni yang dalam ungkapannya menggunakan bahasa gerak tubuh.

    2. Suryadiningrat dalam (Mulyani, N., 2016: 49)

    Tari adalah gerak dari seluruh anggota tubuh manusia yang disusun selaras dengan irama musik, serta mempunyai maksud tertentu.

    3. Sekarningsih dan Henny (2006: 4)

    Menjelaskan pengertian tari adalah alat ekspresi atau sarana komunikasi seorang seniman kepada orang lain (penonton/ penikmat).

    4. Bagong Kussudiardjo dalam (Apriliani, F., 2014: 3)

    Definisi tari adalah keindahan bentuk dari anggota badan manusia yang bergerak, berirama musik dan berjiwa yang harmonis.

    5. Jazuli (2008: 7)

    Tari merupakan bentuk gerak yang indah, lahir dari tubuh yang bergerak, berirama dan berjiwa sesuai dengan maksud dan tujuan tari.

    6. Salim (2008: 27)

    Tari merupakan sebuah aktivitas alamiah dari berbagai bentuk yang telah berkembang di dunia bergantung pada pola budaya dan ritual.

    7. Pekerti (2014: 7.3)

    Pengertian tari merupakan wujud ekspresi pikiran, kehendak, perasaan, dan pengalaman manusia yang cirinya menggunakan media gerak.

    8. Soedarsono (1984:3)

    Mengatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak yang ritmis dan indah.

    9. Yulianti (2009:11)

    Seni tari memiliki empat unsur utama keindahan, yaitu wiraga,wirama, wirasa, wirupa. Keempat unsur seni tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk harmoni.

    10. Corrie Hartong

    Tari adalah gerak ritmis dari tubuh sebagai media di dalam ruang.

    11. Sedyawati (1986:3)

    Tari adalah salah satu pernyataan budaya. Oleh karena itu maka sifat, gaya dan fungsi tari selalu tak dapat dilepaskan dari kebudayaan yang menghasilkannya.

    12. Amir rochyatmo (1986:73)

    Tari adalah gerak ritmis yang indah sebagai ekspresi jiwa manusia, dengan memperhatikan unsur ruang dan waktu.

    13. Curt Sach

    Menyatakan bahwa tari adalah gerakan yang ritmis (Dance is rhythmich motion), pengertian ini mengisyaratkan bahwa gerakan itu lebih besar berkaitan dengan pola waktunya sebagai sebuah proses.

    14. Dr. J. Verkuyl

    Tari adalah gerak-gerak tubuh dan angota-anggotanya yang diatur sedemikian rupa sehingga berirama.

    15. Crawiey

    Tari adalah pernyataan gaya interaktif dari urat mengenai sesuatu perasaan.

  • Apa Itu Tajuk Rencana? Simak Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Ketika kita membaca surat kabar, maka kita akan melihat beberapa rubrik yang disediakan oleh redaksi, salah satunya adalah Tajuk Rencana.

    Meski rubrik ini cukup populer bagi pembaca, tapi masih banyak yang belum mengetahuinya.

    Maka, pada artikel ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi seputar apa itu Tajuk Rencana dan contohnya.

    Pengertian Tajuk Rencana

    Tajuk Rencana atau yang sering disebut Editorial adalah rubrik khusus yang berisi pandangan atau opini penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.

    Tajuk Rencana ditulis oleh redaksi berdasarkan situasi aktual dengan memberi pandangan, kritik, dan saran terhadap fenomena yang sedang terjadi.

    Karena sifatnya adalah opini, maka Tajuk Rencana sifatnya adalah non fiksi yang isinya mencerminkan arah penerbit dalam menjelaskan sebuah isu publik.

    Bisa juga disebut sebagai ideologi atau representasi dari penerbit yang mencerminkan visi serta misinya.

    Umumnya Tajuk Rencana ditulis oleh editor maupun pemimpin redaksi dari sebuah surat kabar.

    Kalimatnya juga tidak kaku, karena cenderung berisi narasi-narasi berdasarkan fakta yang dikemas secara singkat dan logis sehingga mudah dimengerti oleh pembaca.

    Ciri-Ciri Tajuk Rencana

    Tajuk Rencana memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis rubrik lain. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

    1. Tulisan bersifat opini, bukan berita.

    2. Mengangkat isu publik yang sedang hangat.

    3. Masalah berskala nasional.

    4. Tertuang arah perspektif dari penerbit.

    5. Menggunakan bahasa baku.

    6. Tulisan berupa narasi singkat dan jelas.

    7. Ditulis berdasarkan fakta-fakta yang terjadi.

    8. Ditulis oleh editor ataupun pemimpin redaksi.

    Contoh Tajuk Rencana

    Berikut ini adalah contoh Tajuk Rencana seputar virus rabies yang beberapa waktu belakangan ini tengah hangat dibincangkan oleh masyarakat.

    Saat ini masyarakat Indonesia sedang heboh dengan pemberitaan virus rabies yang telah merenggut banyak nyawa.

    Rabies adalah salah satu penyakit paling mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.

    Ketika seseorang terkena rabies, maka kemungkinan hidupnya sangat kecil sehingga masyarakat harus lebih waspada terhadap penyebaran dari virus rabies ini.

    Pakar medis dengan pemerintah bekerja sama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya virus rabies, penyebab, dan cara penanganan pertama.

    Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyebaran rabies adalah dengan memberi vaksin terhadap hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.

    Namun, rumor mengatakan jika vaksin yang diberikan tidaklah mampu mengobati hewan yang sudah terinfeksi.

    Vaksin tersebut dipercaya hanya mampu menjadi pencegah penyebaran, ketika hewan belum terinfeksi.

    Kendati demikian, vaksin tetaplah penting bagi hewan karena dengan vaksin, tubuh hewan mampu melawan virus rabies.

    Kemudian, bagi orang yang baru saja kena gigit atau cakar dari hewan yang dicurigai terkena rabies, harus segera divaksin juga.

    Hal tersebut bertujuan agar virus tidak menyebar lebih lanjut yang bisa mengancam nyawa.

    Nah, itulah pengertian Tajuk Rencana dan contohnya. Jangan lupa baca artikel lainnya di sastrawacana.id/.

  • Apa Itu Serealia? Simak Pengertian, Contoh, dan Pemanfaatannya

    Apa Itu Serealia? Simak Pengertian, Contoh, dan Pemanfaatannya

    Dalam bidang pertanian, ada berbagai istilah yang kadang kurang familiar oleh banyak orang, salah satunya adalah serealia.

    Tahukah kamu apa itu serealia?

    Jika belum tahu, kali ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi lengkap tentang pengertian serealia, contoh, dan manfaatnya. Yuk disimak!

    Pengertian Serealia

    Serealia adalah kelompok tanaman yang termasuk dalam famili Poaceae (rumput-rumputan) dan umumnya digunakan sebagai sumber makanan pokok di berbagai negara.

    Sementara menurut KBBI, arti serealia adalah tanaman rumput-rumputan yang bijinya digunakan sebagai makanan manusia, seperti padi dan gandum.

    Sejak zaman dahulu, kelompok biji-bijian ini menjadi pilar utama dalam pemenuhan pangan dan gizi manusia dari berbagai belahan dunia.

    Hal tersebut lantaran memiliki kandungan gizi, seperti karbohidrat, protein, mineral, serat, dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan.

    Kemudian, jenis biji-bijian yang dikonsumsi juga juga dipengaruhi oleh kultur serta letak geografis suatu wilayah.

    Maka, setiap wilayah memiliki kelompok tanaman yang berbeda sebagai sumber makanan pokok.

    Kelebihan dari serealia adalah memiliki produktivitas tinggi sehingga bisa ditanam dalam skala besar.

    Sehingga, kelompok tanaman ini dapat menjadi sumber makanan yang dapat diandalkan untuk populasi yang besar.

    Contoh Serealia

    Berikut ini adalah beberapa contoh sterealia yang populer dan umum digunakan sebagai sumber makanan pokok.

    1. Gandum

    Gandum merupakan salah satu biji-bijian yang digunakan untuk membuat roti, pasta, dan produk tepung lainnya.

    2. Beras

    Beras adalah contoh serealia yang paling umum dikonsumsi di banyak negara, terutama di Asia.

    Beras digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai hidangan nasi, seperti nasi putih, nasi goreng, dan sebagainya.

    3. Jagung

    Selain digunakan sebagai makanan pokok, jagung juga digunakan dalam industri makanan dan minuman, seperti pop corn, tepung jagung, sirup jagung, dan minuman berbasis jagung.

    4. Oat

    Oat adalah biji yang mengandung serat tinggi dan sering digunakan dalam pembuatan sereal sarapan, granola, dan cookies. Oat juga bisa diolah menjadi bubur oat yang lezat dan bergizi.

    5. Rye

    Rye adalah biji-bijian yang umum di Eropa Utara dan digunakan dalam pembuatan roti rye, kue, makanan lainnya.

    6. Sorghum

    Sorghum adalah serealia yang banyak dikonsumsi di Afrika dan Asia sebagai bahan dasar dalam roti, sereal, makanan ringan, dan minuman.

    7. Millet

    Millet merupakan biji kecil yang populer di beberapa negara Asia dan Afrika. Millet sering digunakan dalam pembuatan bubur, roti, sereal, atau digiling menjadi tepung untuk pembuatan kue.

    Pemanfaatan Serealia

    Pemanfaatan serealia sangat beragam dan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia. Berikut diantaranya:

    1. Makanan Pokok

    Serealia seperti gandum, beras, dan jagung merupakan makanan pokok bagi banyak orang di seluruh dunia. Makanan pokok ini memberikan sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

    2. Industri Pangan

    Serealia juga digunakan dalam berbagai industri makanan. Misalnya, jagung digunakan dalam pembuatan makanan ringan seperti pop corn, tepung jagung, sirup jagung, dan minuman berbasis jagung.

    3. Pakan Ternak

    Serealia adalah sumber pakan utama untuk ternak karena digunakan dalam pembuatan pakan ternak seperti pakan sapi dan unggas.

    Hal tersebut lantaran serealia kaya akan nutrisi dan memberikan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi ternak.

    4. Industri Bioenergi

    Beberapa jenis serealia, seperti jagung dan sorgum, digunakan sebagai bahan baku dalam produksi bioetanol.

    Bioetanol adalah bahan bakar yang terbarukan dan digunakan sebagai alternatif untuk bahan bakar fosil.

    5. Bahan Baku Industri

    Selain industri pangan dan bioenergi, serealia juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri lainnya.

    Contohnya, gandum digunakan dalam industri roti, pasta, dan tepung. Kemudian, juga bisa digunakan dalam pembuatan kertas, perekat, bahan bangunan, dan tekstil.

    6. Kesehatan dan Kecantikan

    Beberapa serealia, seperti oat, digunakan dalam produk-produk kesehatan dan kecantikan.

    Oat digunakan dalam pembuatan produk perawatan kulit, seperti sabun, lotion, dan masker wajah, karena sifatnya yang lembut dan efektif untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.

    7. Penelitian dan Pengembangan

    Serealia menjadi subjek penelitian yang luas dalam bidang pertanian dan nutrisi.

    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan ketahanan serealia terhadap penyakit atau perubahan lingkungan.

    Nah, itulah penjelasan tentang serealia lengkap dengan contoh serta pemanfaatannya.

    Ikuti Google Berita sastrawacana.id/ agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya.

    Author: Maulana Affandi