Tag: pengertian

  • 10 Pengertian Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    Dalam dunia pendidikan, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Untuk dapat menjalankan tugas tersebut secara efektif, seorang guru dituntut memiliki sejumlah kompetensi profesional, salah satunya adalah kompetensi pedagogik.

    Kompetensi ini berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang strategi pembelajaran, melaksanakan pengajaran yang mendidik, serta mengevaluasi hasil belajar secara objektif.

    Dengan memiliki kompetensi pedagogik yang baik, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang optimal serta membantu peserta didik mengembangkan potensi terbaiknya.

    Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami secara lebih mendalam apa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik, sejumlah pakar pendidikan telah mengemukakan definisinya berdasarkan sudut pandang keilmuan dan pengalaman praktis.

    Setiap definisi menyoroti aspek-aspek penting dari kemampuan pedagogik, mulai dari pemahaman peserta didik, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif dan dialogis, hingga evaluasi dan pengembangan potensi siswa.

    Keragaman pandangan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang cakupan dan kedalaman kompetensi pedagogik yang ideal dimiliki oleh seorang guru.

    Berikut ini beberapa pengertian kompetensi pedagogik menurut para ahli yang dapat menjadi referensi dalam memahami konsep tersebut secara lebih komprehensif.

    1. Menurut Dageng (1989:3)

    Pengertian kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam menjalankan kegiatannya untuk mengembangkan prosedur-prosedur pengajaran yang dapat memudahkan belajar siswa, berdasarkan prinsip dan/atau teori yang telah dikembangkan oleh ilmuan pengajaran.

    2. Menurut Mulyasa (2013:56)

    Definisi kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam pengelolaan peserta didik saat berlangsung pembelajaran.

    3. Menurut Sagala (2010: 24)

    Kompetensi pedagogik adalah prioritas guru untuk selalu meningkatkan kemampuannya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan melakasanakan tugas guru, yakni proses belajar mengajar yang baik.

    4. Menurut Susilo (2011, hlm. 115)

    Menjelaskan bahwa Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, meliputi: menyiapkan perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

    5. Dalam Standar Nasional Pendidikan

    Penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir a mengemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

    6. Menurut Hendayana, ett all (2007, hlm. 6)

    Menyatakan bahwa kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi:

    1) pemahaman terhadap peserta didik,
    2) perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,
    3) evaluasi pembelajaran, dan
    4) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagao potensi yang dimilikinya.

    7. Menurut Syaiful Sagala (2009, hlm. 158-159)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pendidik menciptakan suasana dan pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik yang memenuhi kurikulum yang disiapkan.

    8. Menurut Suparian (2011)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelolaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

    Kompetensi pedagogik adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

    9. Menurut Suprihatiningrum (2013)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman siswa dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

    Kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap siswa, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan anak untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

    10. Menurut Rohman (2009)

    Pengertian kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik di sekolah dalam mengelola interaksi pembelajaran bagi peserta didik.

  • 7 Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    Dalam dunia pendidikan, istilah pedagogik memegang peran penting sebagai dasar keilmuan yang mengarahkan proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

    Kata pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “paedos” yang berarti anak laki-laki, dan “agogos” yang berarti mengantar atau membimbing.

    Secara historis, istilah ini merujuk pada peran seorang pendamping atau pengantar anak ke sekolah pada zaman Yunani kuno.

    Seiring perkembangan zaman, makna pedagogik mengalami perluasan, tidak lagi hanya sebagai aktivitas mengantar secara fisik, tetapi menjadi sebuah ilmu yang membahas cara membimbing, mengajar, dan mendidik anak menuju kedewasaan dan kemandirian.

    Pedagogik kini menjadi cabang ilmu pendidikan yang sangat luas, mencakup aspek filosofis, psikologis, sosiologis, hingga metodologis dalam proses pengajaran.

    Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep pedagogik secara lebih mendalam, berbagai ahli pendidikan telah memberikan definisi berdasarkan sudut pandang dan pendekatan keilmuan yang berbeda.

    Ada yang menekankan aspek praktik mendidik, ada pula yang lebih fokus pada pemikiran teoritis dan reflektif mengenai proses pendidikan.

    Berbagai pandangan ini memperkaya pemahaman kita tentang pedagogik, tidak hanya sebagai kegiatan mengajar, tetapi juga sebagai proses membimbing manusia secara utuh menuju kehidupan yang bermakna.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pedagogik menurut para ahli yang dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai hakikat ilmu ini.

    1. Prof. Dr. J. Hoogveld

    Pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu
    supaya ia kelak mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya.

    2. Langeved (1980)

    Pengertian pedagogik artinya dengan ilmu mendidik, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan.

    3. Suwarno

    Istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan kepada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak.

    Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, kritis dan objektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan.

    4. Menurut Kurniasih dalam Padila dan Lestari (2017 hlm 15)

    Bahwa tujuan pedagogik adalah memanusiakan manusia, dan menjadikan seseorang menjadi dewasa untuk kebahagiaannya dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan datang dan menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.

    5. Lohithakshan (2009: 296)

    Teori dan praktik tentang mengajar anak, yang mana di dalamnya termasuk filsafat, sosiologi, psikologi, dan metodologi yang berkaitan dengan mengajajar anak seperti kurikulum, organisasi dan manajemen sekolah.

    6. Saleh (2006: 7)

    Pedagogik adalah pada pemikiran dan perenungan terhadap pendidikan termasuk teori-teorinya. Kedua-duanya berkaitan erat dan sulit untuk dipisahkan permasalahannya.

    7. Sudarwan Danim (2010, 48 – 49)

    Ada tiga isu terkait dengan penggunaan istilah pedagogi, yakni

    (1) pedagogi merupakan sebuah proses yang bertujuan, dalam makna umum istilah pedagogik digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan praktik mengajar anak-anak,
    (2) banyak pekerjaan “pedagogi sosial” yang telah digunakan untuk menggambarkan prinsip prinsip mengajar anak-anak dan kaum muda, dan
    (3) pengertian pedagogi telah dipahamidan dominan mewarnai proses pembelajaran dalam konteks sekolah.

  • 10 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Para Ahli

    Dalam beberapa literatur bahasa Inggris, PTK tersebut memiliki beberapa nama yang berbeda, meskipun konsepnya sama.

    Nama-nama tersebut adalah classroom research (Hopkins, 1993), self-reflective enquiry (Kemmis, 1982), dan action research (Hustler et al, 1986).

    Di Indonesia, istilah yang populer digunakan untuk PTK adalah classroom action research.

    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Menurut Para Ahli

    1. Suharsimi Arikunto (2010)

    Penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah subjek yang menjadi sasaran yaitu peserta didik, bertujuan memperbaiki situasi pembelajaran di kelas agar terjadi peningkatkan kualitas pembelajaran.

    2. Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2011:9)

    Menyatakan penelitian tindakan kelas adalah penelitian (action research) yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dan memiliki rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-risettindakan…”, yang dilakukan dalam rangkaian untuk memecahkan masalah.

    3. Mills (2000)

    Penelitian tindakan kelas sebagai “systematic inquiry” yang dilakukan oleh guru, kepada sekolah, atau konselor sekolah guna mengumpulkan berbagai macam informasi tentang berbagai praktek yang dilakukan.

    Dimana informasi ini digunakan untuk meningkatkan persepsi serta pengembangan “reflective practice” yang berdampak postif dalam praktik persekolahan, termasuk memperbaiki berbagai macam praktik persekolahan, seperti hasil belajar siswa.

    4. Hopkins (2010)

    Menurutnya, pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang berkaitan dengan isu-isu seputar profesionalisme, praktik di kelas, kontrol terhadap guru, serta dianggap memiliki banyak manfaat terhdap dunia pendidikan.

    5. Igak Wardani (2011)

    Definisi Penelitian Tindakan Kelas penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kenerjanya sebagai guru, sehingga diharapatkan tujuan Penelitian Tindakan Kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa, atau peserta didik.

    6. Sulipan, M.Pd

    Menurutnya, PTK atau penelitian tindakan kelas adalah suatu jenis penilian yang dilakukan oleh seorang peneliti di dalam kelas guna mengetahui berbagai faktor tindakan yang dilakukan akibat metode dalam pendidikan.

    7. Kunandar (2008)

    Dalam bukunya, mendefinsiiakn bahwa Penelitian Tindakan adalah suatu jenis kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tenaga pendidik (guru) yang berguna untuk meningkatkan mutu pendiidkan di dalam kelas.

    8. Suhardjono (2007)

    Dalam penjelasannnya, PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang di ruang kelas sehingga mampu memperbaiki praktek pembelajaran yang dilakukannnya.

    9. Aqib dkk. (2011, hlm. 3)

    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat.

    10. Suroso (2009: 30)

    Pengertian PTK adalah suatu penelitian yang bersifat reflektif, untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas secara profesional dengan menggunakan tindakan-tindakan tertentu.

  • 10 Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    Dalam dunia bisnis dan organisasi modern, akuntansi memegang peranan penting sebagai alat bantu utama dalam pengambilan keputusan.

    Di balik data dan laporan keuangan yang tersaji, terdapat sebuah sistem yang terstruktur dan terintegrasi, yang disebut dengan sistem akuntansi.

    Sistem ini bukan hanya sekadar rangkaian proses pencatatan, tetapi juga mencakup bagaimana informasi dikumpulkan, diolah, disimpan, dan dilaporkan secara sistematis untuk kepentingan manajemen internal maupun eksternal.

    Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan informasi yang semakin kompleks, definisi sistem akuntansi pun mengalami perkembangan.

    Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    Para ahli mengemukakan berbagai pandangan mengenai apa itu sistem akuntansi, dengan penekanan yang berbeda-beda sesuai sudut pandang dan pendekatan yang digunakan.

    Untuk memahami konsep ini secara lebih mendalam, berikut adalah beberapa pengertian sistem akuntansi menurut para ahli yang telah dikenal dalam bidang akuntansi dan sistem informasi.

    1. Menurut Mulyadi (2016:3)

    Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

    2. Menurut Azhar Susanto (2011:124)

    Sistem akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari sub sistem sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang diperlukan oleh pengambil keputusan dalam proses pengambilan keputusan.

    3. Menurut Reeve (2013:223)

    Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengelompokkan, merangkum, serta melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.

    4. Menurut Steven A. Moscov

    Sistem Informasi Akuntansi adalah komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk dasar pengambilan keputusan oleh pihak dalam (manajer dan karyawan) maupun pihak luar (seperti kantor pajak, kreditur, pemerintah).

    5. Menurut Howard F. Stettler

    Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan formulir, catatan, prosedur, dan alat yang digunakan untuk mengolah data usaha suatu entitas ekonomi dengan tujuan menghasilkan umpan balik untuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen dalam rangka mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan, seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga pemerintah yang menilai kinerja perusahaan.

    6. Menurut Paul John Steinbart dan Marshal B. Romney

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, serta mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambilan keputusan.

    Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan.

    7. Menurut Barry E. Cushing

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu set sumberdaya manusia dan sistem dalam suatu organisasi, yang bertugas menyiapkan informasi keuangan dan informasi yang diperoleh dari pengumpulan serta pengolahan data transaksi.

    8. Menurut Hall (2011: 773)

    Sistem informasi akutansi adalah kumpulan dari sebagian informasi sistem yang khusus yang dapat mengolah transaksi keuangan.

    9. Menurut Gelinas dan Dull (2012: 667)

    Sistem informasi akuntasi adalah sebuah subsistem khusus dari sistem informasi yang mampu mengoleksi, memproses, dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan aspek keuangan dalam suatu peristiwa bisnis.

    10. Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood

    Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lain menjadi informasi yang dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.

  • 10 Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    Skripsi merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa program strata satu (S1) sebagai syarat kelulusan di perguruan tinggi.

    Penyusunan skripsi mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa studi, sekaligus menjadi bukti kompetensinya dalam melakukan penelitian ilmiah.

    Skripsi tidak hanya menjadi penilaian akhir akademik, tetapi juga sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis.

    Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    Untuk memahami makna skripsi secara lebih mendalam, berikut ini adalah beberapa pengertian skripsi menurut para ahli dari berbagai sumber dan tahun.

    1. Widharyanto (2008)

    Pengertian skripsi adalah karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang dibuat oleh para mahasiswa strata satu pada masa akhir studinya sebgai persyaratan untuk menyelesaikan program studi.

    2. Hariwijaya dan Djaelani (2008)

    Skripsi adalah tulisan ilmiah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi program sarjananya.

    3. Ahmad (1999)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa dengan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan hasil penelitian pada jenjang sarjana.

    4. The Liang Gi (1995)

    Skripsi adalah karangan ilmiah yang memaparkan suatu pokok permasalahan yang dianggap penting dalam suatu cabang ilmu yang dilakukan oleh mahasiswa.

    5. Nana Sujana (1988)

    Skripsi adalah sebuah karya karya tulis ilmiah yang ditulis dan dipersiapkan pada akhir program studinya sebagai salah satu persyaratan mendapatkan gelar sarjana.

    6. Drs. Jarwanto (1992)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa di tingkat sarjana dari hasil-hasil penelitiannya dengan menganalisis data primer dan data sekunder.

    7. Mohamad Ali (1984)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil penelitian, yang disusun sebagai salah satu syarat mengikuti ujian program sarjana.

    8. Poerwadarminta (1986)

    Skripsi adalah karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai persyaratan pendidikan akademis.

    9. Bambang Marhijanto (1993)

    Skripsi adalah sebuah karangan ilmiah yang diwajibkan untuk mengikuti ujian di perguruan tinggi.

    10. P. Westra (1991)

    Skripsi adalah bagian suatu karangan faktawi. Jenis karangan mengenai suatu topik keilmiahan dan pada umumnya ditujukan pada sidang pembaca yang berkecimpung dalam bidang pengetahuan ilmiah yang bersangkutan.

  • 10 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

    Perubahan sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Setiap kelompok sosial, sekecil apa pun, akan mengalami proses perubahan seiring waktu.

    Perubahan ini bisa tampak dalam cara berpikir, sistem nilai, pola perilaku, hingga lembaga-lembaga sosial yang menopang kehidupan bersama.

    Para ahli sosiologi memberikan berbagai definisi untuk menjelaskan makna perubahan sosial dari berbagai sudut pandang.

    Mulai dari perubahan struktur masyarakat, relasi antar individu, hingga dampak dari faktor eksternal seperti teknologi dan budaya.

    Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

    Untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang konsep perubahan sosial, berikut ini adalah pengertian menurut para tokoh dan pemikir yang berpengaruh dalam kajian ilmu sosial.

    1. Prof. Selo Soemardjan

    Pengertian perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.

    2. Robert M.I Lawang

    Perubahan sosial adalah proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.

    3. Emile Durkheim

    Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.

    4. William F. Ogburn

    Ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

    5. Bruce J. Cohen

    Perubahan sosial adalah perubahan struktur sosial dalam organisasi sosial sehingga syarat dalam perubahan itu adalah sistem sosial, perubahan hidup dalam nilai sosial dan budaya masyarakat.

    6. Robert Morrison Mac Iver

    Perubahan sosial adalah perubahan dalam bidang hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan dalam hubungan sosial tersebut.

    7. Roucek dan Warren

    Perubahan sosial sebagai perubahan dalam proses sosial atau dalam struktur masyarakat.

    8. Kingsley Davis

    Perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

    9. Max Weber

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur.

    10. Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi

    Perubahan sosial merupakan suatu proses perubahan, modifikasi, atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam pola hidup masyarakat, yang mencakup nilai-nilai budaya, pola perilaku kelompok masyarakat, hubungan-hubungan sosial ekonomi, serta kelembagaan-kelembagaan masyarakat, baik dalam aspek kehidupan material maupun nonmateri.

  • 10 Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    Berdasarkan etimologi, kata “industri” berasal dari bahasa Inggris “industry” yang berasal dari bahasa Prancis Kuno “industrie” yang berarti “aktivitas” yang kemudian berasal dari bahasa Latin “industria” yang berarti “kerajinan, aktivitas”. Industri merupakan kata nomina.

    Dalam arti luas, pengertian industri adalah segala kegiatan ekonomi yang bersifat produktif atau menghasilkan keuntungan. Sedangkan pengertian industri menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Menurut Teguh S. Pambudi

    Pengertian industri adalah sekelompok perusahaan yang bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat saling menggantikan antara yang satu dengan yang lainnya.

    2. Menurut Hinsa Sahaan

    Industri adalah bagian dari sebuah proses yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi sehingga menjadi sebuah barang baru yang memiliki nilai lebih bagi kebutuhan masyarakat.

    3. Menurut Wirasti dan Dini Natalia

    Industri diartikan sebagai pengolahan barang setengah jadi menjadi barang yang telah jadi sehingga dapat mendatangkan sebuah keuntungan bagi pelaksanaannya.

    4. Menurut Sandi (2010:148)

    Industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.

    5. UU Perindustrian No 5 Tahun 1984

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri.

    6. Sumaatmaja, 2008

    Dari sudut pandang geografi, Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan sub sistem fisis dan sub system manusia.

    7. Menurut Winardi (2005; 181)

    Industri adalah usaha produktif terutama dalam bidang produksi atau perusahaan tertentu yang menyelenggarakan jasa-jasa misalnya transportasi dan perhubungan yang mempergunakan modal tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

    8. Menurut Hasibuan dan Usman (2002;41)

    Dalam arti sempit industri didefinisikan sebagai kumpulan perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk yang homogen.

    Sedangkan definisi industri dalam arti luas, yakni kumpulan perusahaan yang memproduksi barang substitusi dekat (close substitutes) artinya barang dengan elastisitas permintaan silang yang positif dan tinggi (goods with high positive cross elasticities of demand).

    9. KBBI

    Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin.

    10. Menurut G. Kartasapoetra (1987)

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan-bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bernilai tinggi.

  • 8 Pengertian Psikomotorik Menurut Ahli

    8 Pengertian Psikomotorik Menurut Ahli

    Pengertian Psikomotorik

    Psikomotorik diartikan sebagai suatu aktifitas fisik yang berhubungan dengan proses mental dan psikologi seseorang.

    Psikomotorik berkaitan dengan keterampilan, seperti lompat, lari, melukis dan menyusun, dan sebagainya.

    Karena berkaitan dengan keterampilan, maka psikomotorik terkandung dalam mata pelajaran praktik.

    Sementara dalam KBBI, Psikomotorik adalah berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi.

    Pengertian Psikomotorik Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian psikomotorik menurut para ahli:

    1. Bloom

    Ranah psikomotorik adalah pencapaian yang dimiliki oleh seseorang berbentuk sebuah keterampilan manipulasi yang melibatkan kinerja otot dan segala kekuatan fisik.

    Hal ini akan membuat seseorang dapat dilihat telah mencapai standar yang diukur atau belum.

    2. Simpson

    Psikomotorik adalah hasil belajar yang akan tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan individu dalam melakukan sesuatu yang bersifat nyata.

    Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    3. Arikunto

    Penilaian psikomotorik berkaitan dengan hubungan kerja otot dan menyebabkan gerakan tubuh, gerakan dimulai dari hal yang sederhana sampai kegiatan yang rumit. Ranah psikomotorik adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik.

    4. Singer (1972)

    Menambahkan bahwa mata pelajaran yang berkaitan dengan psikomotor adalah mata pelajaran yang lebih beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi–reaksi fisik dan keterampilan tangan.

    Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu.

    5. Anwar

    Psikomotorik adalah sebuah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan yang dimiliki seseorang.

    Penilaian dilakukan dengan melihat gerak yang dilakukan baik gerakan dasar atau gerakan yang dilakukan secara kreatif.

    6. Menurut Mardapi (2003)

    Keterampilan psikomotor ada enam tahap, yaitu: gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komunikasi nondiskursif.

    7. Buttler (1972)

    Membagi hasil belajar psikomotor menjadi tiga, yaitu: specific responding, motor chaining, dan rule using.

    Pada tingkat specific responding peserta didik mampu merespons hal-hal yang sifatnya fisik, (yang dapat didengar, dilihat, atau diraba), atau melakukan keterampilan yang sifatnya tunggal.

    Pada motor chaining peserta didik sudah mampu menggabungkan lebih dari dua keterampilan dasar menjadi satu keterampilan gabungan.

    Pada tingkat rule using peserta didik sudah dapat menggunakan pengalamannya untuk melakukan keterampilan yang kompleks.

    8. Dave (1967)

    Dalam penjelasannya mengatakan bahwa hasil belajar psikomotor dapat dibedakan menjadi lima tahap, yaitu: imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi.

  • 10 Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    Iklan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk cetak, audio, visual, maupun digital.

    Dalam dunia bisnis dan komunikasi modern, iklan berperan penting sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, dengan harapan dapat mempengaruhi opini, membentuk persepsi, hingga mendorong tindakan.

    Namun, meskipun iklan sering kita temui, pemahaman mengenai definisi iklan itu sendiri sangat beragam.

    Setiap ahli memiliki pandangan yang berbeda mengenai apa itu iklan, tergantung dari sudut pandang ilmu yang mereka tekuni.

    Ada yang menekankan bahwa iklan adalah bentuk komunikasi non-pribadi yang dibayar, ada pula yang memandangnya sebagai alat persuasi untuk menarik perhatian dan memengaruhi perilaku.

    Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    Untuk memberikan gambaran yang lebih utuh, berikut ini adalah berbagai definisi iklan menurut para pakar yang telah lama menjadi rujukan dalam dunia pemasaran dan komunikasi massa.

    1. Kotler

    Pengertian iklan adalah segala bentuk presentasi non-pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.

    2. Setyawati (2018: 531)

    Menyatakan bahwa iklan merupakan suatu media komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi kepada target khalayak dengan tujuan untuk mepengaruhhi, mempromosikan, mengingatkan, menginformasikan, melarang, membujuk, dan merayu target khalayak.

    3. Kosasih (2017)

    Menyatakan bahwa iklan dapat diartikan sebagai teks yang mendorong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang dan jasa.

    4. Sigit (dalam Wibowo, 1996:16)

    Mengemukakan iklan adalah cara penyajian dengan cetakan, tulisan, kata-kata, gambar-gambar, atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu Lembaga (perusahaan) dengan maksud untuk mempengaruhi atau meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian, atau untuk memperoleh suara, dukungan, atau pendapat.

    5. Fatihudin dan Firmansyah (2019: 164)

    Iklan merupakan model komunikasi yang dapat menjangkau publik secara luas. Iklan dapat digunakan untuk membangun image jangka panjang dan juga mempercepat quick sales.

    6. Jaiz (2014: 4)

    Iklan didefinisikan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditunjukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

    7. Rhenald Kasali

    Arti iklan adalah sebuah pesan yang menawarkah suatu produk, yang ditujukan kepada masyarakat melalui sebuah media.

    8. Gilson & Berkman

    Iklan adalah media komunikasi persuasif yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan respons dan membantu tercapainya objektivitas atau tujuan pemasaran.

    9. Djaslim Saladin

    Iklan atau periklanan adalah satu di antara alat promosi, biasanya digunakan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat, di mana bentuk penyajian iklan ini bersifat non-personal.

    10. Faela Sufa (2016)

    Iklan adalah media informasi yang dibuat dengan cara tertentu untuk menarik penonton, asli, dan memiliki karakteristik tertentu dan persuasif, sehingga konsumen secara sukarela terdorong untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan pengiklan.

  • 10 Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    Kurikulum merupakan bagian fundamental dalam dunia pendidikan yang menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran di dalam suatu institusi.

    Melalui kurikulum, visi dan misi pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata yang terencana dan terstruktur.

    Namun, pemahaman tentang kurikulum tidaklah bersifat tunggal. Setiap ahli pendidikan memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan kurikulum, sesuai dengan latar belakang keilmuan dan pendekatan pedagogis yang mereka anut.

    Sebagian melihatnya sebagai sekumpulan rencana pembelajaran, sementara yang lain menekankan pada pengalaman belajar yang dialami siswa.

    Ada pula yang memandang kurikulum sebagai dokumen formal yang merangkum keseluruhan program pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas.

    Keragaman definisi ini mencerminkan betapa luas dan dinamisnya makna kurikulum dalam konteks pendidikan modern.

    Memahami berbagai pandangan ahli mengenai kurikulum menjadi penting, bukan hanya bagi para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan, tetapi juga bagi siapa pun yang peduli pada kualitas proses belajar mengajar.

    Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian kurikulum menurut sejumlah tokoh dan pakar pendidikan yang pandangannya telah banyak dijadikan rujukan.

    1. Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan

    Pengertian kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling utama dan terpenting dalam konteks proses belajar mengajar.

    2. Kerr, J.F (1968)

    Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.

    3. Dr. H. Nana Sudjana Tahun (2005)

    Kurikulum adalah niat & harapan yang dituangkan kedalam bentuk rencana maupun program pendidikan yang dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah. Kurikulum sebagai niat & rencana, sedangkan pelaksaannya adalah proses belajar mengajar. Yang terlibat didalam proses tersebut yaitu pendidik dan peserta didik.

    4. Drs. Cece Wijaya, dkk

    Mengartikan kurikulum dalam arti yang luas yakni meliputi keseluruhan program dan kehidupan didalam sekolah.

    5. Harsono (2005)

    Mengungkapkan bahwa kurikulum ialah suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat ini semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional.

    6. George A. Beaucham (1976)

    Kurikulum diartikan sebagai dokumen tertulis yang berisikan seluruh mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui pilihan berbagai disiplin ilmu dan rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

    7. Inlow (1966)

    Kurikulum merupakan suatu usaha menyeluruh yang dirancang secara khusus guna untuk membimbing peserta didik dalam memperoleh hasil belajar dari pembelajaran yang sudah ditetapkan.

    8. Neagley dan Evans (1967)

    Mengemukakan kurikulum sebagai sebuah pengalaman yang telah dirancang dari pihak sekolah untuk membantu peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang baik.

    9. Hilda Taba (1962)

    Kurikulum dianggap sebagai a plan of learning yang artinya bahwa kurikulum merupakan sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh peserta didik.

    10. Prof. Dr. S. Nasution, M. A

    Menjelaskan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar di bawah naungan, bimbingan & tanggunga jawab sekolah / lembaga pendidikan.