Tag: penulis

  • 8 Situs Freelance untuk Penulis dengan Bayaran Dolar

    8 Situs Freelance untuk Penulis dengan Bayaran Dolar

    Di era digital yang semakin berkembang, peluang kerja tidak lagi terbatas pada ruang kantor atau jam kerja konvensional.

    Salah satu bidang yang mengalami pertumbuhan pesat adalah pekerjaan freelance, terutama dalam bidang penulisan.

    Banyak orang kini memilih jalur ini karena fleksibilitasnya, bisa dikerjakan dari rumah, tanpa harus meninggalkan rutinitas harian atau bahkan pekerjaan utama.

    Yang lebih menarik, sejumlah platform global membuka peluang bagi penulis freelance untuk bekerja dengan klien internasional dan menerima bayaran dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) yang tentunya lebih menguntungkan secara nilai tukar dibandingkan upah lokal.

    Namun, dengan banyaknya pilihan platform yang tersedia, calon penulis sering kali bingung harus mulai dari mana.

    Oleh karena itu, berikut ini adalah delapan platform freelance yang bisa dijadikan titik awal perjalanan profesional sebagai penulis lepas yang dibayar dalam mata uang dolar.

    1. Freelancer.com

    Freelancer.com adalah salah satu marketplace freelance terbesar di dunia, yang mencakup berbagai jenis pekerjaan termasuk penulisan artikel, konten blog, copywriting, dan banyak lagi.

    Situs ini mempertemukan freelancer dengan klien dari seluruh dunia melalui sistem lelang proyek.

    Penulis dapat memilih proyek yang sesuai dengan keahlian mereka dan mengajukan penawaran harga.

    Kelebihannya, Freelancer.com menyediakan fitur milestone untuk menjamin pembayaran.

    Selain itu, platform ini mendukung berbagai metode pembayaran termasuk PayPal, kartu kredit, dan transfer langsung.

    Meskipun ada persaingan ketat, semakin sering kamu menyelesaikan proyek dengan hasil memuaskan, semakin tinggi pula peluangmu untuk mendapatkan klien tetap.

    2. Fiverr

    Fiverr dikenal sebagai platform yang memungkinkan freelancer menawarkan jasa (disebut “gig”) mulai dari harga $5.

    Di sini, kamu bisa membuat layanan menulis seperti “menulis artikel SEO 500 kata” atau “menyunting konten blog profesional”.

    Keunikan Fiverr adalah kamu sebagai penulis bisa mengatur sendiri jenis layanan, harga, dan deskripsi.

    Meski awalnya bayaran mungkin kecil, penulis berpengalaman bisa menaikkan harga dan menambahkan layanan tambahan (upsell).

    Fiverr cocok bagi pemula yang ingin membangun portofolio dan mulai menghasilkan dolar dari keahlian menulis.

    Pembayaran dilakukan secara mingguan melalui PayPal atau transfer bank internasional.

    3. Upwork

    Jika kamu ingin menjadikan freelance sebagai karier jangka panjang, Upwork adalah pilihan yang tepat.

    Platform ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan global untuk merekrut freelancer di berbagai bidang, termasuk penulisan teknis, penulisan konten web, ghostwriting, dan lain-lain.

    Upwork menawarkan sistem keamanan kontrak dan escrow, sehingga pembayaran akan ditahan oleh platform sampai klien menyetujui hasil kerja.

    Namun, Upwork juga memiliki proses seleksi yang ketat, dan pengguna baru perlu bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

    Meskipun begitu, begitu reputasimu meningkat, kamu bisa mendapatkan klien dengan bayaran yang sangat kompetitif.

    4. PeoplePerHour

    PeoplePerHour adalah platform yang memungkinkan kamu bekerja dengan dua cara: per jam atau per proyek.

    Bagi penulis yang terbiasa dengan perhitungan waktu, sistem ini memberikan fleksibilitas dalam mengatur tarif.

    Kamu bisa mengajukan penawaran untuk proyek-proyek yang sesuai, atau menerima undangan langsung dari klien.

    Kelebihan lainnya adalah fitur penilaian dan portofolio yang jelas, yang bisa meningkatkan kepercayaan klien terhadap kualitas tulisanmu.

    Pembayaran dilakukan dalam dolar dan bisa dicairkan melalui metode seperti Payoneer atau transfer bank.

    5. Toptal

    Toptal adalah platform eksklusif yang hanya menerima sekitar 3% dari semua pelamar.

    Meskipun terkenal di kalangan developer dan desainer, Toptal juga membuka kesempatan untuk penulis profesional, terutama dalam bidang UX writing, content strategy, dan penulisan teknis.

    Proses seleksinya ketat, tetapi imbalannya sepadan: proyek-proyek dengan bayaran tinggi, klien premium, dan kerja sama jangka panjang.

    Jika kamu adalah penulis dengan pengalaman kuat dan ingin bekerja di level global, Toptal adalah tempat yang sangat menjanjikan.

    6. Microworkers

    Bagi kamu yang baru memulai dan belum memiliki banyak pengalaman, Microworkers bisa menjadi pintu masuk yang tepat.

    Platform ini menyediakan microtasks seperti menulis review pendek, mengisi survei, atau menguji produk digital.

    Meskipun bayaran per tugas kecil (biasanya di bawah $1), tugas-tugas ini sangat cepat diselesaikan dan bisa dilakukan dalam waktu luang.

    Microworkers membayar dalam dolar melalui PayPal dan Skrill, dan kamu bisa mengumpulkan penghasilan tambahan secara konsisten jika tekun.

    7. Guru.com

    Guru.com memungkinkan penulis bekerja berdasarkan jam, milestone, atau proyek keseluruhan.

    Kategori pekerjaan penulisan di sini sangat luas, mulai dari penulisan akademik hingga konten pemasaran.

    Keunggulan platform ini adalah adanya dashboard kerja yang transparan dan dukungan kontrak tertulis antara freelancer dan klien.

    Sistem SafePay menjamin pembayaran, dan kamu bisa menarik dana ke rekening bank internasional.

    Guru.com juga memungkinkan kamu untuk membangun “Workroom” untuk mengelola banyak proyek secara bersamaan.

    8. Amazon Mechanical Turk (MTurk)

    Amazon Mechanical Turk adalah platform crowdsourcing milik Amazon yang menawarkan berbagai tugas sederhana yang tidak bisa diselesaikan secara otomatis oleh komputer.

    Untuk penulis, ini bisa berarti menulis ringkasan, memberikan feedback, atau memverifikasi data. MTurk sangat cocok untuk mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan secara fleksibel.

    Bayaran setiap tugas memang tidak besar, tapi jika kamu konsisten, hasilnya bisa cukup signifikan. Pembayaran dilakukan melalui Amazon Payments atau transfer bank.

    Bekerja sebagai penulis freelance dengan klien luar negeri bukanlah hal yang mustahil, bahkan sangat memungkinkan di era digital ini.

    Dengan memanfaatkan platform yang tepat, membangun reputasi, dan terus mengasah kemampuan menulis, kamu bisa mendapatkan penghasilan dalam dolar dari rumah.

  • Mengapa Penulis Meletakkan Gambar Sebelum Paragraf Terakhir dalam Cerita?

    Mengapa Penulis Meletakkan Gambar Sebelum Paragraf Terakhir dalam Cerita?

    Mengapa penulis meletakkan gambar sebelum paragraf terakhir dalam cerita?

    Centang pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

    • Menunjukkan gambaran fisik wanita tua yang mengikuti lomba maraton dalam cerita. (Benar/Salah)
    • Membantu pembaca membayangkan momen ketika pelari terakhir melintasi garis finis. (Benar/Salah)
    • Memperkuat pesan bahwa menyelesaikan apa yang telah dimulai adalah hal yang berharga. (Benar/Salah)

    Jawaban:

    • Menunjukkan gambaran fisik wanita tua yang mengikuti lomba maraton dalam cerita = Salah

    Gambar tersebut bukan untuk menyoroti penampilan fisik wanita tua secara spesifik. Tujuan utama gambar bukan menggambarkan kondisi fisik peserta, tetapi lebih kepada momen penting dalam cerita, yaitu saat pelari terakhir mencapai garis finis.

    • Membantu pembaca membayangkan momen ketika pelari terakhir melintasi garis finis= Benar

    Gambar diletakkan sebelum paragraf terakhir untuk menguatkan imajinasi visual pembaca mengenai peristiwa emosional tersebut. Pada titik ini dalam cerita, narasi mulai menekankan klimaks: pelari terakhir yang berhasil menyelesaikan lomba. Gambar memperjelas suasana, ekspresi, dan simbolisme yang terjadi di garis finis, sehingga pembaca dapat lebih merasakan makna dari momen tersebut.

    • Memperkuat pesan bahwa menyelesaikan apa yang telah dimulai adalah hal yang berharga = Benar

    Penempatan gambar juga berfungsi untuk menegaskan nilai moral dari cerita, yaitu bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang tercepat, tetapi juga mereka yang tidak menyerah.

    Gambar memperdalam pesan bahwa konsistensi dan ketekunan dalam menyelesaikan sesuatu jauh lebih penting daripada hasil semata.

    Dalam hal ini, gambar menjadi jembatan emosional yang mengarahkan pembaca untuk memahami makna paragraf terakhir yang mengandung pesan utama cerita.

  • Sosok Andi Sep Kurniawan, Perangkat Desa yang Menghidupkan Semangat Menulis dari Banyuwangi

    Sosok Andi Sep Kurniawan, Perangkat Desa yang Menghidupkan Semangat Menulis dari Banyuwangi

    Ketika kebanyakan perangkat desa sibuk mengurusi administrasi dan pelayanan masyarakat, Andi Sep Kurniawan, S.Sos, justru melangkah lebih jauh.

    Di sela-sela kesibukannya sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat di Pemerintah Desa Pondoknongko, ia merangkai kata, merangkai makna, dan memupuk harapan lewat tulisan.

    Lahir di Banyuwangi pada 17 September 1997, Andi bukan hanya seorang abdi negara, tapi juga seorang penulis aktif, pegiat literasi, sekaligus penggerak komunitas.

    Ia dikenal luas di kalangan pecinta literasi sebagai Koordinator Karya Fiksi KOPIWANGI, komunitas literasi Banyuwangi yang terus tumbuh dengan visi Bergerak Bersama Majukan Literasi Banyuwangi.

    Kegiatan Andi Sep Kurniawan
    Kegiatan Andi Sep Kurniawan (Dok. sastrawacana.id/)

    Dari Desa, Untuk Dunia Literasi

    Berangkat dari hobi menulis dan memotret, Andi membuktikan bahwa inspirasi tak harus lahir di kota besar.

    Desa yang tenang justru menjadi ladang cerita yang kaya. Ia produktif menulis cerita anak, cerpen, esai, jurnal, hingga puisi yang banyak di antaranya ditulis dalam dua bahasa: Indonesia dan Using, ciri khas Banyuwangi yang ia banggakan.

    Beberapa karyanya yang telah diterbitkan antara lain:

    • Puisi Terbangun (2019)
    • Melangkah Menuju Terang (2020)
    • Di Mana Ibuku? (2022)
    • Tanaman Nuri Layu (2023)
    • Siapa Pemenangnya? (2024)
    • Dimuat pula di Radar Banyuwangi, Belambangan.com, Jurnal Madaniya, dan At-Tamkin.

    Prestasi yang Membakar Semangat

    Tak hanya berkarya, Andi juga aktif mengikuti berbagai ajang literasi. Di antaranya:

    • Lolos Sayembara Cerita Anak Tahap 1 dan 2 (Balai Bahasa Jatim, 2025)
    • Lolos Seleksi Penerjemah (Balai Bahasa Jatim, 2025)
    • Workshop Cerita Anak Nasional (Pusbuk SIBI, 2025)
    • Lomba Esai Bank Indonesia Wilayah Sekarkijang, 2025

    Menyalakan Obor untuk Generasi Literasi

    Baginya, literasi bukan sekadar aktivitas menulis atau membaca, melainkan nyala hidup. Filosofinya sederhana, namun mendalam:

    “Urip iku urub. Membacalah untuk mengenal dunia, dan menulislah agar dikenal dunia. Maka namamu akan abadi.”

    Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak malu memulai dari kecil dan tidak ragu bermimpi besar:

    “Jika profesi dan hobi tak selaras, tak apa. Lanjutkan saja. Perbedaan itu melengkapi.”

    Cahaya dari Pinggir Kota

    Andi Sep Kurniawan membuktikan bahwa dari desa pun, kita bisa bersinar. Ia adalah pengingat bahwa literasi bukan milik akademisi saja, tapi milik siapa pun yang ingin menyalakan terang, termasuk kamu, yang sedang membaca ini.

    Karena sejatinya, cahaya yang paling dibutuhkan dunia kadang menyala dari tempat yang tak disangka.

  • Putri Nurul Azizah, Penulis Milenial Banyuwangi yang Menyulut Semangat Literasi

    Putri Nurul Azizah, Penulis Milenial Banyuwangi yang Menyulut Semangat Literasi

    Putri Nurul Azizah gadis kelahiran Srono Banyuwangi akrab dipanggil Putri salah satu putri terbaik Banyuwangi dengan karya-karya terbaik berpa buku puisi, cerpen dan novel.

    Saat ini Putri aktif sebagai mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Jember.

    Putri Nurul familiar dengan nama pena Savaria, merupakan penulis milenial yang produktif menulis dengan segudang karya.

    Mulai dari menulis puisi, cerpen sampai novel. Beberapa karyanya sudah ia terbitkan beberapa penerbit sampai balai bahasa provinsi Jawa Timur.

    Gadis kelahiran 31 Juli 2004 ini sangat minat sekali di bidang menulis. Ia sangat suka membaca dan menonton film. Film yang paling diminati bergenre Horor.

    Kesukaannya terhadap film atau cerita honor memberikan dampak terhadap karya-karyanya. Terutama ide atau inspirasi sebagai pondasi dalam menulis.

    Savaria aktif dalam kegiatan dibidang literasi dengan aktif tergabung ke dalam anggota KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi).

    Selain itu juga aktif dalam bidang kebudayaan sebagai Ketua Direksi Lokasthiti Komunitas Poropide.

    Event yang pernah Putri ikuti dibidang literasi diantaranya sebagai Pemateri dalam Pelatihan Menulis & Baca Puisi – Cerpen Kerja sama MTs Nurul Huda Badean dengan KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi), menjadi Pemateri dalam Pelatihan Kepenulisan Buku Antologi dan Buletin MTsN 2 Jember oleh Penerbit Perkasa Satu, Juri Bercerita jenjang SD/MI dalam Olimpiade Literasi KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi) se-kabupaten Banyuwangi.

    Adapun prestasi yang pernah diraih diantaranya Penulis Cerita Anak Dwibahasa Balai Bahasa Jawa Timur, cerita anak bahasa using “Gandrung Cilik” (2024), Juara 2 Pekan Seni Mahasiswa tingkat Universitas Jember bidang Penulisan Lakon, naskah lakon “Songay Rajâ” (2024), Juara 2 Pekan Sastra IMABINA tingkat mahasiswa, cerpen “Utang yang Harus Dibayar Seblang” (2024).

    Adapun karya yang pernah dibuatnya Kumpulan Cerpen: Sisik Melik (2019), Novel: Mustaka Ke-13 (2019), Novel: Tiyang Langking (2022), Buku Anak: Gandrung Cilik (2024).

    Motivasi Putri aktif dalam bidang literasi adalah “Membaca ada cara untuk melihat dunia dan menulis adalah cara untuk mengenalkan dunia”.

    “Saya memiliki harapan yang besar semoga semakin banyak generasi milenial yang suka akan literasi dan berlomba untuk berkarya agar karya-karya terbaik bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk pecinta literasi, janganlah berhenti membaca meski hanya selembar sehari untuk menyaksikan dunia dan mulailah menulis untuk menciptakan keabadian”, ucap Putri Nurul Azizah dengan semangat yang membara.

  • Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Setiap manusia memiliki rencana, namun hanya Tuhan yang menentukan jodoh, rezeki, dan umur.

    Seperti pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,” maka IGB Sudharma ingin namanya tetap abadi dengan meninggalkan karya berupa buku.

    Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata pengalaman hidupnya sebagai Veteran Pembela, Pahlawan Seroja yang terlibat dalam Perang Timor Timur tahun 1975-1976 saat masih berusia 20 tahun sebagai anggota Brimob.

    Peluncuran buku “Memoar Sang Veteran” yang berisi kumpulan puisi dan cerpen berlatar sejarah gejolak Timor Timur saat ingin memisahkan diri dari NKRI, awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2024 atau Hari Jadi Banyuwangi 18 Desember 2024 di Villa Bahari Kemiren milik anaknya.

    Namun, karena kondisi kesehatan IGB Sudharma serta berbagai kendala teknis, proses penyelesaian naskah baru rampung pada awal Desember 2024.

    Penerbit Lintang Banyuwangi bergerak cepat dalam proses tata letak dan desain. Sayangnya, penerbitan ISBN tertunda akibat antrean akhir tahun, sehingga buku baru bisa dicetak pada awal Februari 2025.

    “Kami seakan berpacu dengan waktu. Penulis ingin melihat bukunya terbit. Saat kami menyerahkan buku, yang menerima adalah istrinya karena saat itu IGB Sudharma sedang dalam perawatan intensif di ICU RSI Fatimah,” ungkap Maulana Affandi, S.S., Direktur Penerbit Lintang.

    Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk peluncuran fisik, dipilih alternatif Plan B, yaitu peluncuran e-book sekaligus bedah karya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banyuwangi.

    Namun, ketika kesehatan IGB Sudharma semakin menurun, Plan C ditetapkan: peluncuran e-book tanpa diskusi bedah buku.

    Rencananya, acara akan digelar setelah kontrol kesehatan pada Selasa, 18 Februari 2025, namun kembali tertunda hingga akhirnya bisa dilaksanakan pada Kamis, 20 Februari 2025.

    “Alhamdulillah, akhirnya buku ini bisa diluncurkan dalam keadaan saya masih diberikan umur. Saat di ICU, buku ini diperlihatkan kepada saya dan itu menjadi obat kuat untuk terus berkarya. Bahkan, saya sudah menyiapkan buku kedua yang akan menceritakan perjalanan saya masuk kepolisian, bertugas di Brimob, dikirim ke Kupang, lanjut ke Atambua, hingga pensiun,” ujar IGB Sudharma yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Paripurna Macab Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Banyuwangi dan Dewan Pembina Sanggar Merah Putih ’45.

    IGB Sudharma yang ditinggal istrinya, Ning Nuroniyah saat pandemi COVID-19 dan kini bersanding dengan Siti Alifah, mempersembahkan buku ini untuk ibu, kedua istrinya, serta generasi penerus agar tetap mencintai tanah air dengan jiwa, semangat, dan nilai juang ’45.

    Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya telah melewati berbagai pengalaman hidup, mulai dari pertempuran di Timor Timur, bentrokan dengan preman, isolasi pandemi, hingga tiga hari di ICU.

    “Dalam setiap doa setelah salat, saya selalu beristighfar dan meminta agar segala bentuk ilmu kekebalan yang tidak sesuai syariat dapat dilepaskan, sehingga saya kembali kepada Sang Pencipta dalam keadaan fitrah,” tuturnya.

    Ia juga mengaku telah melakukan ruqyah dan berbagai ikhtiar untuk melepaskan khodam dari guru-gurunya yang kini telah tiada.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Drs. Zen Kastolani, M.Si., didampingi Pustakawan Ahli Madya Hj. Fitrin Kuntartini, S.Sos., dan H. Yusup Khoiri, S.STP., memberikan apresiasi atas buku ini.

    “Kami berterima kasih kepada penulis yang telah menuangkan pengalaman hidup dan spiritualnya dalam buku yang kini bisa diakses masyarakat melalui jaringan internet. Semoga ini menjadi amal jariyah dan kami menantikan karya berikutnya,” ujar Zen Kastolani.

    Sementara itu, Yusup Khoiri menjelaskan bahwa melalui program PUSAKA, semua tulisan tentang Banyuwangi—baik dari warga lokal maupun orang luar—bisa dipublikasikan lebih luas.

    Dengan begitu, buku “Memoar Sang Veteran” juga bisa dibaca lebih banyak orang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah serta semangat perjuangan.

  • Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Judul: Anatomi Cinta

    Karya: Heri Iskandar

    Anatomi cinta adalah sebuah penyatuan dari bagian bagian bagian penyusun sistem organ yang bernama rasa cinta, ekspresi yang dimunculkan merupakan aktualisasi dari nilai-nilai ketulusan hati yang murni tanpa pengaruh apapun.

    Disana ada sedih, disana ada gembira, disana ada rindu, disana ada kesal, disana ada terpuruk, disana ada bangkit, disana ada kasih, disan ada harapan, disana ada benci, disana ada  rindu, disana ada kejujuran, disana ada kebohongan, disana ada legowo, disana ada iri, disana ada semangat, disana ada putus asa, semua bergerak sesuai sang operator  utama yaitu hati.

    Bila sikap mulia yang ditunjukkan, maka kasih sayang yang dirasakan, tapi bila sakit yang di munculkan, maka kecewa yang di rasakan.

    Anatomi cinta mengajarkan kita untuk  lebih tahu batas antara cinta dan benci. Jangan membuang luka dihati yang penuh cinta karena dia akan membenci dengan pujian dan senyuman.

    Kata Penulis:

    Motivasi dan harapan penulis terhadap buku karya perdana ini adalah semoga dapat membuka
    cakrawala berfikir, merajut rasa dan menyamakan frekuensi pemikiran saat para
    pembaca menikmati tiap goresan kata yang berbanjar rapi di lembar demi lembar
    buku ini, sehingga menjadi inspirasi bagi para pemula untuk lebih menyukai
    dunia menulis puisi, dimanapun dan kapanpun.

    Salam hangat berupa
    persaudaraan dari hati paling dalam penulis sampaikan semoga buku ini dapat
    dinikmati, disukai dan berkesan di hati para pembacanya. Tentunya penulis
    menyadari akan ketidaksempurnaan dari karya ini, sehingga kritik dan saran
    selalu penulis nantikan untuk menjadi bahan perbaikan dalam buku-buku
    selanjutnya.

  • Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, gadis kelahiran Banyuwangi tahun 1999, memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

    Kecintaannya pada dunia pendidikan, khususnya literasi, tak diragukan lagi.

    Dengan latar belakang pendidikan Magister Pendidikan Matematika, Meilysa kini berprofesi sebagai pengajar sekaligus dosen, serta aktif menulis jurnal tentang pendidikan.

    Dikenal dengan sapaan akrab “Meme,” ia juga berperan sebagai instruktur di Guru Inspiratif Indonesia.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya tulis ilmiah secara daring, dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia.

    Selain itu, Meilysa juga menjabat sebagai CEO sekaligus instruktur PTK di Mentor Guru.

    Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru secara daring, yang dapat diikuti oleh para pendidik dan dosen di seluruh Indonesia.

    Di tengah kesibukannya, Meilysa masih meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi menulis, membaca, dan menyanyi.

    Ia kerap menulis puisi, esai, jurnal pendidikan, juga sesekali menjadi MC di berbagai acara formal maupun nonformal, serta tampil sebagai penyanyi solo.

    Sebagai aktivis literasi, Meilysa saat ini menjabat sebagai Koordinator Bidang Nonfiksi di Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI).

    Komunitas ini bergerak di bidang literasi dengan program pelatihan, pendampingan, hingga penerbitan karya, serta rutin menyelenggarakan berbagai acara literasi di Banyuwangi.

    Beberapa acara literasi yang pernah diikuti Meilysa:

    1. Event literasi KOPIWANGI
    2. Event Menulis Esai Guru Inspiratif Indonesia
    3. Event Menulis PTK bersama Guru Inspiratif Indonesia, Guru Cendekia, dan Mentor Guru

    Prestasi yang telah diraih:

    1. Juara 3 Event Menulis Puisi Tema Kemerdekaan KOPIWANGI 2024
    2. Penghargaan Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi Program Magister 2023

    Karya yang telah diterbitkan:

    1. Developing Student Worksheet for Grade Seven on Social Arithmetics and Its Use in Flipped Classroom Blended Learning (Jurnal Sinta 3, 2021)
    2. Antologi Puisi: Bangkit Pendidikan Sejahtera Indonesia (2022)
    3. Bagaimana Siswa Dapat Berkomunikasi Dalam Memecahkan Masalah Matematika? (Jurnal Sinta 2, 2022)
    4. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Lesson Study for Learning Community Bernilai Budaya Using untuk Meningkatkan Numerasi (Jurnal Sinta 2, 2022)
    5. Bagaimana Perangkat Pembelajaran Berbasis LSLC Bernilai Budaya Berpengaruh terhadap Kemampuan Numerasi? (Jurnal Ber-ISSN, 2023)
    6. Buku antologi puisi Lentera di Pengujung Asa – Pendidikan yang Memerdekakan (2024)

    Menurut Meilysa, literasi adalah kunci menuju kesuksesan.

    “Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berkomunikasi efektif, hingga mengambil keputusan dengan bijak,” jelasnya.

    Ia juga memberikan pesan motivasi kepada generasi muda:

    “Jangan pernah berhenti belajar dan bereksplorasi. Dunia literasi sangat luas, selalu ada buku baru dan topik menarik untuk dijelajahi. Jadilah pembaca yang haus pengetahuan dan agen perubahan melalui literasi. Manfaatkan apa yang kalian pelajari untuk menginspirasi orang lain dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.”

    Dedikasi dan kontribusi Meilysa dalam dunia pendidikan dan literasi menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan yang akrab dipanggil Hizkil merupakan pelajar berprestasi di MAN 1 Banyuwangi.

    Lahir di Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat Oktober 2006. Saat ini Hizkil duduk di bangku kelas XII dan aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik di tingkat kabupaten sampai nasional.

    Hizkil sejak kecil memiliki ketertarikan dalam literasi. Disela-sela kesibukannya, Hizkil meluangkan waktu untuk membaca buku dan menulis puisi serta esai.

    Selain hobi tersebut, Hizkil juga suka berkebun karena bertepatan tinggal di pedesaan yang masih hijau dan asri.

    Menurutnya literasi adalah ibadah, pilihan habituasi terbaik yang dibenarkan aqli (akal) dan naqli (dalil).

    Secara akal, tidak mungkin manusia bisa menjalani, mempertahankan, apalagi mengembangkan hidupnya jika tanpa literasi.

    Melalui literasilah, skema-skema alam terbaca, sumber-sumber daya ternilai guna, dan peradaban-peradaban perlahan tumbuh di lanskap-lanskap dunia.

    Secara naqli, terlampau sering kita dengar, bahwa Allah telah “berpagi-pagi” memerintahkan kepada kita (hamba-Nya) untuk senantiasa mengamati alam dengan membaca.

    Membaca apa saja, asal dengan menyebut nama-Nya. Di sinilah literasi berperan “agung” sebagai alat atau cara kita mengamati semesta, merenungkan penciptaannya, hingga dengan mantap meniscayakan keberadaan-Nya.

    Hizkil memiliki minat dan bakat di sastra, penelitian ilmiah, saintis, teknisi pertanian, desainer grafis, desainer UI/UX, public speaker, dan cendekiawan muda.

    Hal itu dibuktikan dengan aktif dalam kegiatan yang ada didalam sekolah mulai dari Club Kimia Mansaolympia, Eksis Jurnalistik, dan KIR Neo-Adisiswa (2022-2024).

    Ia juga aktif dalam organisasi di masyarakat diantaranya PR IPNU desa Pondoknongko, Remas Baiturrahim Pondoknongko, Karang Taruna Pondoknongko, PAC IPNU kecamatan Kabat.

    Tak hanya itu, Hizkil juga aktif dalam Komunitas Pecinta Leterasi Banyuwangi dikenal dengan KOPIWANGI.

    Prestasi yang pernah diraihnya antara lain:

    1. Juara 2 Lomba Artikel Opini dan Konten Instagram Feskom UI 2024 Kategori Pelajar SLTA dan Mahasiswa Tingkat Nasional

    2. Juara 1 Lomba Essay Gemnas Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional

    3. Juara 3 Lomba Essay Phoenix Universitas Airlangga (Unair) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    4. Juara 1 Lomba Cipta Puisi Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (IGINOS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    5. Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Bidang Kimia Kategori Pelajar MA Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    6. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) mewakili Desa Pondoknongko, Kategori Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    7. Penghargaan Siswa Berprestasi MA Se-Kabupaten Banyuwangi dalam rangka Kemenag Banyuwangi (Kemangi) Award 2023.

    Adapun karya yang telah terbit, diantaranya:

    1. Buku Antologi Puisi dan Cerpen: Kearifan Lokal Kreativitas Sastra, terbitan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI). 

    2. Buku Antologi Cerpen Eksis Jurnalistik MAN 1 Banyuwangi: Sembagi Arutala, terbitan Penerbit Temalitera.

    3. Esai (Individu): PHY-SMART (Phytoremediation Stimulating Method with Partnership): Aplikasi Program Fitoremediasi Berbasis Kolaborasi Guna Memulihkan Lahan Tercemar Sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan

    4. Esai Kelompok bersama Muhammad Reihan Rafsanzani dan Wildan Athala Rifqi: HUMBLE (Human Bioprocess Learning): Inovasi Edukasi Fisiologi Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat dalam Menyongsong Pembangunan Berkelanjutan, berhasil menjadi Juara 3 Essay Phoenix Unair 2024.

    5. Artikel Opini: Mengkaji Society 5.0: Di manakah Eksistensi Manusia?, berhasil menjadi Juara 2 Feskom UI 2024.

    6. Artikel Opini: Gen Z dan Pancasila Emas 2045, berhasil terbit di Times Indonesia (website) pada 20 Januari 2024.

    7. Artikel Opini: Flypast pada Upacara Kemerdekaan: Atraksi atau Polusi?, berhasil terbit di Radar Banyuwangi pada 23 Agustus 2023.

    8. Puisi: Entalpi Literasi, berhasil menjadi Juara 1 Cipta Puisi IGINOS 2024.

    9. Puisi: Madrasah Kauniyah, berhasil menjadi Juara 2 Cipta Puisi KOPIWANGI 2024.

    10. Puisi: Jika Kita Adalah Kupu-Kupu, peserta Cipta Puisi Internasional Sharepedia.id.

    Menurutnya di era media sosial, Gen Z lebih terpengaruh pada lingkungan eksternal dari pada internal.

    Mereka punya banyak kelebihan dibidang digital skill yang mumpuni, komunikatif, kreatif, dan cenderung peduli pada isu-isu global.

    Namun, ketergantungannya yang tinggi terhadap teknologi telah membuat mereka serba instan atau praktis, minim social skill, sehingga rawan gangguan mental.

    Hal-hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada interest nya terhadap literasi.

    Namun kecenderungan untuk terjebak dopamine effect, mendapat validasi publik, dan ihwal ketergantungan lainnya telah membuat mereka rapuh di dalam walau terlihat gagah di luar (strawberry generation).

    Orientasi “keren” generasi ini telah berubah, dari yang awalnya keren adalah produktif menyerap ilmu dan menghasilkan karya-karya setiap hari, kini bergeser menjadi: keren adalah update foto-foto narsis di Instagram, ikut geng-geng unfaedah, dan menjadi superior di suatu komunitas sosial.

    “Untuk teman-teman millenial, saya berharap bisa menumbuhkan kesadaran dan lebih menghargai waktu. Setidaknya dengan tulisan ini, ada sedikit insight yang di dapat untuk berbenah. Berbenah mindset, berbenah kata, berbenah sikap, berbenah budaya, berbenah karakter, dan berbenah masa depan. Perhatikan, rumus cepatnya adalah berbenah mindset sama dengan berbenah masa depan. Tanamkan kesadaran pentingnya literasi, mulai akrabi buku-buku, dan yakinlah Allah akan memberikan jalan untuk mewujudkan komitmen dan masa depanmu” jelas Hizkil.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    sastrawacana.id/ – Tak ada yang meragukan kecintaan Rohmaniah pada dunia literasi.

    Perjalanan hidupnya penuh jejak sastra dan tulisan yang bermakna, menjadikannya sosok inspiratif di bidang pendidikan sekaligus literasi.

    Sebagai seorang guru sekolah dasar, ia tak hanya mengajar, tetapi juga membangun fondasi literasi yang kokoh bagi anak didiknya dan masyarakat sekitarnya.

    Kecintaan terhadap literasi terlihat sejak Rohmaniah duduk di bangku sekolah dasar.

    Ia ingat sekali puisi pertama yang dibacanya berjudul “Renungan” karya NN.

    Puisi tersebut yang kemudian membuatnya jatuh hati pada puisi untuk pertama kali, hingga ingin membaca puisi lebih banyak lagi.

    Saat duduk di bangku SMA, ia mulai suka membaca buku-buku novel, mulai dari “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli (1922), “Salah Asuhan” karya Abdoel Moeis (1928) dan “Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka (1938).

    Tak sampai disitu, beberapa koleksi bukunya saat kuliah “Animal Farm” karya George Orwell (1945), “100 Tahun Kesunyian” karya Gabriel Garcia Marquez (1967) sampai novel tetralogi Laskar Pelangi ia rampungkan semua.

    Lebih dari itu, Rohmaniah juga sangat suka dengan sastra serta ruang lingkupnya.

    Pada tahun 2010, pertama kali ia menulis puisi dengan judul “Ibu” dengan diksi dan makna yang mendalam.

    Ia ingat sekali menulis puisi tersebut di sebuah kantor balai desa dengan momen di waktu senja temaram.

    Rohmaniah adalah sosok pendidik yang suka literasi dan dunia menulis.

    Pikirnya, dengan menulis maka ia akan meninggalkan karya yang bisa dinikmati oleh para pembaca, terlebih untuk anak didiknya nanti.

    Pada tahun 2020, ia menulis buku antologi cerpen berjudul “Putih Abu-Abu” karya penulis komunitas pecinta buku KGBN. Cerpennya berjudul “Adok” dalam bahasa Indonesia artinya “Nenek.”

    Pada tahun 2019, Ia diangkat menjadi PNS dan dinas di SD Negeri 2 Pakistaji. Tepat pada tahun 2023, Ia menyelesaikan pendidikan guru penggerak angkatan 9.

    Prestasi yang diraih diantaranya

    • Puisi Terpilih dalam Lomba Menulis Puisi Tema Pahlawan Nasional oleh KOPIWANGI (2024).
    • Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tema Kemerdekaan RI ke-79 (2024).
    • Esai Terbaik Kedua pada Event Menulis Esai Tema Pendidikan Hari Pendidikan Nasional (2024).
    • Top 10 Vlog Merdeka Belajar Universitas Terbuka (2022).
    • Inovator Sehari Bersama Internet (Sabernet) tingkat nasional (2022).

    Aktif juga sebagai narasumber dalam beberapa acara Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) tahun 2022 di SD Negeri 2 Gumuk kecamatan Licin, Temu Pengajar Nusantara (TPN) ke-10 dan ke-11 di SD Negeri Penganjuran.

    Upaya serta kerja keras yang ia lakukan untuk meningkatkan literasi di sekolah tempat mengajar, sehingga bisa membantu meningkatkan rapot literasi sekolah.

    Di samping itu, ia berkolaborasi dengan perpustakaan daerah untuk meningkatkan minat baca peserta didiknya.

    “Seorang guru harus gemar membaca sehingga menjadi contoh untuk peserta didiknya. Salah satu wadah untuk menumbuh kembangkan kompetensi di bidang literasi adalah KOPIWANGI. Di mana KOPIWANGI sebagai katalisator literasi yang ada di Banyuwangi, bisa menjangkau semua elemen warga sekolah” jelas pengagum Chairul Anwar dengan diksi-diksinya yang paten.

    Menurutnya literasi memang tidak sebatas membaca, tapi membaca adalah ruh-nya.

    Penulis: Andi BS

  • D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, pada Minggu (27/10/2024).

    Acara ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron yang terkenal dengan julukan Celurit Emas.

    Kedatangan Zawawi Imron ke Banyuwangi sendiri adalah bagian dari rangkaian acara Jambore Sastra Asia Tenggara yang berlangsung dari 24 hingga 26 Oktober 2024, dan ia berkesempatan hadir dalam Olimpiade Literasi untuk bertemu langsung dengan para peserta.

    Kehadirannya di tengah para peserta dan guru pendamping memberikan nuansa khidmat sekaligus mendalam bagi seluruh hadirin.

    Duduk bersama peserta, Zawawi Imron menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dan motivasi dalam dunia sastra.

    Dengan semangat yang tulus, ia memberikan dorongan bagi para pelajar yang mengikuti olimpiade untuk mengembangkan bakat dan kecintaan mereka pada literasi.

    Dalam sesi tersebut, Zawawi menekankan pentingnya kepekaan dalam melihat realitas kehidupan melalui puisi dan cerita yang menurutnya dapat membantu seseorang menyelami makna kehidupan lebih dalam.

    Tak hanya memberi motivasi, Zawawi juga membacakan puisi legendarisnya yang berjudul “Ibu.”

    Puisi ini telah lama dikenal sebagai karya yang penuh emosi dan rasa syukur kepada sosok ibu, yang selalu menjadi inspirasi utama dalam hidupnya.

    Suasana menjadi begitu hening dan khusyuk saat Zawawi melantunkan puisi itu, seakan-akan tiap kata yang diucapkannya menyentuh hati para peserta, yang banyak di antaranya tampak terkesima.

    “Ibu” tidak hanya mengangkat tema kasih sayang dan pengorbanan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur tentang cinta dan penghormatan terhadap orang tua.

    Di akhir sesi, D. Zawawi Imron menutup kehadirannya dengan sebuah nasihat sebagai tanda perpisahan, membuat suasana semakin hangat.

    Para peserta, guru, dan panitia tampak antusias mengabadikan momen bersama melalui foto yang nantinya akan menjadi kenang-kenangan berharga.

    Kehadiran Zawawi Imron dalam acara ini tak hanya menambah semangat literasi bagi pelajar Banyuwangi tetapi juga menegaskan bahwa puisi dan sastra tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

    Momen istimewa ini memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Olimpiade Literasi KOPIWANGI, yang sukses menarik minat besar dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.

    Diharapkan, semangat yang dibawa Zawawi Imron dapat menjadi sumber inspirasi yang mendorong lebih banyak generasi muda Banyuwangi untuk berkarya dan memperkaya dunia sastra di masa mendatang.