Tag: penulis

  • 7 Cara Menemukan Ide Cerita Fantasi Bagi Penulis Pemula

    Cara Menemukan Ide Cerita Fantasi

    Cara Menemukan Ide Cerita Fantasi (Pexels.com/Mikhail Nilov)

    Cerita fantasi adalah jenis cerita yang mengambil latar belakang dunia atau tempat yang tidak nyata dan penuh dengan unsur-unsur magis atau keajaiban.

    Cerita fantasi seringkali melibatkan karakter-karakter imajinatif seperti penyihir, peri, elf, atau makhluk-makhluk fantasi lainnya.

    Selain itu, cerita fantasi juga seringkali mengandung konflik antara kebaikan dan kejahatan, dengan adanya pahlawan atau protagonis yang harus melawan musuh atau antagonis yang kuat.

    Baca juga: 10 Cara Mengatasi Writer’s Block, Penulis Wajib Baca

    Sejak beberapa waktu terakhir, cerita fantasi telah menjadi genre yang sangat populer di kalangan pembaca, penulis, maupun produsen film.

    Seiring dengan meningkatnya minat cerita fantasi, banyak penulis yang ingin menulis cerita fantasi, tak terkecuali bagi penulis pemula.

    Namun, salah satu kendala yang kerap dialami oleh penulis adalah kesulitan mencari ide cerita fantasi. Apakah kamu mengalami hal yang sama?

    Jika benar demikian, jangan khawatir karena sastrawacana.id/ akan membagikan tips dan cara menemukan ide cerita fantasi yang mudah untuk diterapkan.

    Baca juga: 5 Aplikasi Menulis Novel Dibayar Untuk Menghasilkan Uang

    Cara Menemukan Ide Cerita Fantasi

    Ide cerita fantasi dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari pengalaman pribadi, mitos dan legenda, atau bahkan dari lingkungan sekitar.

    1. Ide dari cerita rakyat dan legenda

    Salah satu sumber ide cerita fantasi yang umum adalah mitos dan legenda. Cerita rakyat dan legenda dari berbagai budaya dan bangsa seringkali menjadi sumber inspirasi bagi penulis cerita fantasi.

    Contohnya, kisah Arthurian atau cerita Norse yang berisi tentang dewa-dewi, monster, dan makhluk fantastis yang membuat cerita menjadi menarik.

    Penulis dapat mengambil elemen dari mitos dan legenda yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi cerita mereka sendiri.

    2. Ide dari pengalaman pribadi

    Sumber ide cerita fantasi juga bisa didapatkan dari pengalaman pribadi penulis, seperti mimpi, perjalanan, atau pengalaman hidup yang unik.

    Semuanya dapat memberikan inspirasi bagi penulis untuk menciptakan cerita fantasi yang baru dan berbeda dari cerita lainnya.

    Misalnya, seorang penulis yang mengalami mimpi tentang dunia paralel atau perjalanan ke tempat yang belum pernah dikunjungi, maka penulis dapat mengembangkan ide tersebut menjadi cerita fantasi yang menarik.

    Baca juga: Baru Nulis Novel? Simak 8 Tips Berikut Ini Untuk Jadi Penulis Sukses

    3. Ide dari lingkungan sekitar

    Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber ide cerita fantasi. Penulis dapat mengambil inspirasi dari alam, bangunan, atau kota tempat mereka tinggal.

    Contohnya, kota tua yang angker dengan bangunan-bangunan tua dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan dunia fantasi yang gelap dan misterius.

    Sementara itu, keindahan alam seperti hutan, pegunungan, dan pantai dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan dunia fantasi yang indah dan menawan.

    4. Ide dari menggabungkan berbagai genre

    Ide cerita fantasi juga dapat diperoleh dari penggabungan elemen dari berbagai genre.

    Sebagai contoh, penulis dapat mengambil elemen dari cerita detektif dan menggabungkannya dengan elemen fantasi untuk menciptakan cerita fantasi yang seru dan unik.

    Begitu pula dengan penggabungan antara sci-fi dan fantasi, dapat menciptakan cerita tentang dunia futuristik dengan makhluk-makhluk fantastis yang hidup di dalamnya.

    Baca juga: 7 Manfaat Menulis yang Jarang Disadari Banyak Orang

    5. Ide dari kepercayaan dan tradisi setempat

    Penulis juga dapat mendapatkan ide cerita fantasi dengan menyelami kepercayaan serta tradisi setempat.

    Misalnya, penulis berada di lingkungan yang memercayai adanya entitas atau kekuatan lain yang menyelimuti kehidupan, maka itu bisa menjadi ide cerita.

    Caranya penulis harus mencari tahu bagaimana entitas itu dari berbagai sumber, baik dari buku maupun orang-orang yang terbilat dalam kepercayaan tersebut.

    Setelahnya, penulis dapat mengembangkannya menjadi sebuah cerita yang menarik dengan memasukkan unsur-unsur fantasi dalam cerita yang diangkat.

    6. Ide dari kejadian nyata

    Ide cerita fantasi juga bisa ditemukan dari kejadian di kehidupan nyata.

    Misalnya penulis pernah mengalami kejadian yang dianggap irasional seperti keajaiban atau hal-hal aneh lainnya, maka itu bisa diangkat menjadi sebuah ide cerita fantasi.

    Ada banyak kejadian yang pernah kita alami dalam hidup ini, mulai dari yang masuk akal hingga tak masuk akal. Kita bisa mengingat-ingat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai ide cerita fantasi.

    7. Ide dari mengembangkan cerita yang ada

    Kemudian, penulis juga dapat mengembangkan cerita fantasi yang ada. Agar lebih mudah, penulis dapat mengembangkan cerita yang ada dengan menggabungkan berbagai cerita menjadi satu.

    Tak kalah penting pula, penulis harus membuat ide cerita yang baru, bukan menduplikat dari cerita yang sudah ada.

    Maka, diperlukan keluasan pengetahuan dengan membaca banyak cerita fantasi yang telah beredar agar cerita yang ditulis tidak terkesan meniru atau sama dengan cerita lainnya.

    Itulah beberapa cara menemukan ide cerita fantasi yang dapat dicoba untuk penulis pemula. Penulis harus memperluas imajinasi dan kreativitas mereka untuk menciptakan cerita fantasi yang unik dan menarik.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Novel Romantis Wattpad yang Ceritanya Bikin Baper

    Unsur Penting dalam Membuat Cerita Fantasi

    Ide cerita fantasi bukanlah segalanya. Penulis juga harus dapat mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah cerita yang menarik dan memiliki daya tarik bagi pembaca.

    Hal ini dapat dilakukan dengan memerhatikan unsur-unsur penting seperti karakter, plot, dan setting.

    1. Membuat karakter fantasi yang baik

    Karakter adalah unsur yang sangat penting dalam cerita fantasi. Karakter yang baik dan kompleks dapat membuat pembaca merasa terhubung dengan cerita dan membangun empati terhadap karakter tersebut.

    Karakter juga harus memiliki kemampuan atau sifat yang unik dan berbeda dengan karakter pada cerita fantasi lainnya, seperti kekuatan super atau kemampuan magis yang unik.

    2. Menentukan plot atau alur cerita

    Kemudian plot atau alur cerita juga harus menjadi perhatian penting dalam menulis cerita fantasi. Plot harus menarik dan memiliki konflik yang kuat.

    Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan musuh yang kuat, kejadian-kejadian yang tidak terduga, atau rintangan yang harus diatasi oleh karakter.

    Selain itu, penulis juga dapat memperkaya plot dengan twist dan rahasia yang menarik.

    Baca juga: Buku Rekomendasi Bill Gates Agar Jadi Miliarder Sukses

    3. Menentukan setting atau latar tempat

    Setting atau latar tempat juga harus diperhatikan. Setting yang unik dan menarik dapat membuat pembaca terpesona dan merasa seolah-olah mereka berada di dalam dunia fantasi tersebut.

    Penulis dapat menciptakan dunia dengan detail dan kreativitas, seperti menciptakan tempat-tempat yang belum pernah ada, bahkan menciptakan planet-planet yang baru.

    4. Memerhatikan gaya bahasa dalam cerita

    Dalam menulis cerita fantasi, penulis juga harus memerhatikan gaya bahasa yang digunakan.

    Bahasa yang tepat dan deskripsi yang mendetail dapat membuat cerita menjadi hidup dan membawa pembaca ke dalam dunia fantasi tersebut.

  • Baru Nulis Novel? Simak 8 Tips Berikut Ini Untuk Jadi Penulis Sukses

    Menjadi penulis novel adalah impian banyak orang, namun tentu saja tidak mudah untuk melakukannya.

    Kebanyakan penulis, apalagi pemula pasti akan merasa bingung harus mulai dari mana untuk menjadi penulis sukses dan terkenal.

    Menjadi seorang penulis novel tidaklah mudah, apalagi jika niat hanya setengah-setengah. Sebab, menulis novel butuh waktu lama sehingga diperlukan konsisten dan komitmen dalam diri sendiri.

    Tips Menjadi Penulis Novel Sukses

    Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantumu untuk menjadi seorang penulis novel yang sukses.

    1. Baca banyak buku

    Untuk menjadi penulis yang baik, kamu perlu membaca banyak buku. Baca buku-buku yang berbeda genre dan gaya penulisan, sehingga kamu dapat mempelajari teknik-teknik penulisan yang berbeda.

    2. Tulis setiap hari

    Jam terbang juga mempengaruhi kualitas tulisanmu. Maka, menulislah setiap hari, meskipun hanya beberapa kalimat atau paragraf.

    Hal ini akan membantumu meningkatkan keterampilan menulis dan menjaga kreativitas tetap tumbuh.

    3. Miliki jadwal menulis yang konsisten

    Miliki jadwal menulis yang konsisten dan jangan pernah melanggar, kecuali dalam kondisi darurat atau mendesak.

    Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menjadi penulis itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    Dibutuhkan konsisten yang tinggi untuk menjaga tekad dan fokus. Ketika termakan rasa malas, maka karya yang kamu tulis tidak akan pernah selesai.

    4. Pelajari teknik-teknik penulisan

    Pelajari teknik-teknik penulisan seperti penggunaan kata-kata yang tepat, gaya penulisan, dan pembangunan karakter.

    Hal ini akan membantumu meningkatkan kualitas tulisan dan membuat cerita lebih menarik.

    Kamu bisa belajar teknik penulisan sebelum mulai menulis atau sambil menulis pun sebenarnya kamu bisa sambil belajar.

    4. Buat outline cerita

    Sebelum mulai menulis, buatlah outline cerita yang jelas dan terperinci. Hal ini akan membantumu untuk memiliki pandangan keseluruhan tentang alur cerita dan karakter, sehingga memudahkan dalam menulis.

    5. Mulailah menulis dari awal

    Mulailah menulis dari awal cerita, jangan terlalu memikirkan detail kecil karena akan mengganggu fokusmu saja.

    Tulis lah secara natural dan mengalir. Jika ada kekeliruan atau menurutmu kurang tepat, bisa diperbaiki di kemudian hari.

    6. Hindari menyunting saat menulis

    Kesalahan ini sering dilakukan, khususnya oleh penulis pemula. Jangan menyibukkan dirimu dengan menyunting naskah yang belum selesai karena itu hanya buang-buang waktu.

    Lebih baik selesaikan dulu novelmu, minimal satu bab, barulah disunting jika perlu.

    Selain itu, terlalu sering menyunting/mengedit juga dapat memengaruhi jalan cerita dari novel yang kamu tulis.

    7. Selalu minta kritik dan saran

    Jangan pernah malu untuk meminta kritik dan saran kepada orang lain untuk membuat karyamu semakin baik.

    Kamu harus mencari orang yang lebih berpengalaman untuk meminta saran untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kekuatan cerita yang kamu tulis.

    8. Tetap bersemangat dan tekun

    Menjadi seorang penulis novel yang sukses membutuhkan ketekunan dan semangat yang tinggi. Tetaplah termotivasi dan jangan menyerah meskipun menghadapi tantangan yang sulit.

    Menulis novel membutuhkan waktu yang panjang, bisa berbulan-bulan bahkan hitungan tahun.

    Maka, jaga semangat adalah menjadi salah satu kunci yang dapat membuatmu menjadi penulis hebat suatu saat nanti.

    Dengan menerapkan tips-tips tersebut, kamu dapat meningkatkan keterampilan menulis dan memulai perjalanan untuk menjadi seorang penulis novel yang sukses.

  • 10 Cara Mengatasi Writer’s Block, Penulis Wajib Baca

    10 Cara Mengatasi Writer’s Block, Penulis Wajib Baca

    Writer’s block adalah sebuah kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan atau kebuntuan dalam menulis.

    Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya inspirasi, tekanan untuk menulis, atau kelelahan mental.

    Writer’s block bisa membuat seorang penulis merasa frustasi dan sulit untuk menghasilkan karya yang memuaskan.

    Cara Mengatasi Writer’s Block

    Untuk cara mengatasi writer’s block, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya:

    1. Memperhatikan Lingkungan Sekitar

    Lingkungan sekitar bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk mencari ide novel.

    Coba perhatikan dengan saksama apa yang terjadi di sekitar kita, mulai dari orang-orang yang kitatemui, tempat-tempat yang kitakunjungi, atau bahkan hal-hal yang sering kita lakukan.

    2. Mengamati Karakter Orang Lain

    Melihat bagaimana orang lain berperilaku atau bereaksi terhadap situasi tertentu bisa menjadi sumber inspirasi.

    Maka, jangan ragu untuk menulis tentang karakter seseorang yang unik atau kejadian yang menarik.

    3. Membaca Buku atau Artikel

    Membaca buku atau artikel bisa membantu menambah wawasan dan memperkaya ide-ide yang ada di kepala.

    Baca buku atau artikel dari berbagai genre, mulai dari fiksi, non-fiksi, hingga artikel tentang topik-topik tertentu yang menarik dan sesuai dengan minat kita.

    4. Menulis Berdasarkan Pengalaman Pribadi

    Menulis berdasarkan pengalaman pribadi bisa membantu membuat cerita terasa lebih nyata dan terhubung dengan pembaca.

    Coba tuliskan pengalaman-pengalaman unik yang pernah kita alami, atau bahkan kejadian-kejadian sehari-hari yang mungkin terlihat biasa, namun bisa diangkat menjadi cerita yang menarik.

    5. Berdiskusi dengan Orang Lain

    Berbicara dengan orang lain bisa membuka pandangan baru dan membantu mencari ide-ide yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

    Diskusikan ide-ide cerita dengan teman atau keluarga, dan jangan ragu untuk mencatat ide-ide yang muncul selama diskusi.

    6. Menggunakan Teknik Brainstorming

    Brainstorming adalah teknik yang efektif untuk mencari ide novel.

    Coba tuliskan semua ide yang terlintas di kepala dalam jangka waktu tertentu, tanpa memikirkan kualitas atau apakah ide tersebut terlalu aneh atau tidak.

    Setelah itu, seleksi dan pilih ide-ide yang menarik dan bisa dikembangkan lebih lanjut.

    7. Mengamati Perubahan Sosial

    Perubahan sosial bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk menulis cerita yang relevan dengan masa kini.

    Coba perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita, mulai dari perubahan dalam kebiasaan, budaya, teknologi, atau bahkan perubahan dalam masyarakat.

    8. Menggunakan Konsep “What If”

    Konsep “what if” adalah cara untuk mengembangkan ide novel dengan mempertanyakan “apa jadinya jika”.

    Coba pikirkan situasi yang ekstrim atau tidak terduga, dan pertanyakan “apa jadinya jika hal ini terjadi”.

    Ide-ide yang muncul dari pertanyaan ini bisa menjadi dasar dari sebuah cerita yang menarik.

    9. Menonton Film atau Acara Televisi

    Film atau acara televisi bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk mencari ide novel.

    Coba perhatikan cerita, karakter, dan tema yang disajikan dalam film atau acara televisi yang kita tonton, dan pikirkan cara untuk mengembangkan ide-ide tersebut menjadi sebuah cerita yang orisinal.

    10. Mencari Inspirasi dari Cerita-cerita yang Sudah Ada

    Tidak ada yang salah dengan mencari inspirasi dari cerita-cerita yang sudah ada, selama ide yang diambil tidak diplagiat atau menjiplak.

    Coba pikirkan cerita-cerita yang kita sukai dan pikirkan cara untuk mengembangkan ide-ide tersebut menjadi cerita yang berbeda dengan sentuhan kreativitas sendiri.

    Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kebuntuan ketika menulis novel.

    Mencari ide novel bisa menjadi proses yang menantang, namun dengan menggunakan beberapa cara yang telah dibahas di atas, diharapkan bisa membantu menemukan inspirasi yang kreatif dan menarik.

    Jangan lupa untuk selalu mencatat ide-ide yang muncul dan berusaha mengembangkannya lebih lanjut menjadi cerita yang orisinal.

  • Mengenal J.K Rowling, Penulis Buku Harry Potter yang Terkenal dan Legendaris

    Mengenal J.K Rowling, Penulis Buku Harry Potter yang Terkenal dan Legendaris

    Bagi kamu penyuka film bergenre fantasi, pasti sudah tidak asing dengan Harry Potter. film seputar dunia sihir yang begitu terkenal dan populer di seluruh dunia.

    Film ini diadaptasi dari novel karya J.K Rowling yang merupakan seorang penulis terkenal, legendaris, dan telah mendapatkan banyak penghargaan.

    Penasaran siapa sosok J.K Rowling sebenarnya?

    Kisah Hidup J.K Rowling

    Kisah hidup J.K Rowling bisa dibilang tidaklah mulus. Ibunya meninggal dunia saat ia berumur 25 tahun.

    Kala itu ia baru menulis mengenai Harry Potter selama enam bulan. Ia juga pernah bercerai pada tahun 1993 dan dikaruniai seorang anak. Akibat hal itu ia menjadi stres dan hampir mau bunuh diri.

    Setelah bercerai dengan suaminya, J.K Rowling kembali ke Inggris, di Skotlandia dari Portugal dan memutuskan untuk memulai kehidupannya bersama putrinya. Disinilah ia berencana untuk menjadi seorang penulis novel.

    Setelah mengalami banyak kesulitan, J.K Rowling mulai menulis novelnya yang kini dikenal dengan nama ‘Harry Potter’.

    Akan tetapi, semuanya tak berjalan lancar. Terbukti dengan naskahnya yang selalu ditolak oleh 12 penerbit yang berbeda dengan alasan jalan ceritanya yang terlalu panjang, tidak dapat dicerna, dan pasti tidak akan disukai oleh anak-anak.

    Akhirnya pada tahun 1997 ia mendapat kabar dari Bloomsburry, yakni sebuah penerbit di London yang menerbitkan ‘Harry Potter and the Philosopher’s Stone’.

    Di sanalah semua karya Harry Potter menjadi terkenal di seluruh dunia bahkan di angkat menjadi sebuah film yang juga meraup keuntungan yang fantastis.

    Dalam waktu beberapa bulan saja, jumlah pembaca Harry Potter menjadi semakin meningkat dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia.

    Banyak orang di seluruh dunia menyukai kisah Harry Potter. Mereka beranggapan kisah ini sangat imajinatif dan dapat dinikmati oleh anak-anak hingga orang dewasa.

    Seri Harry Potter, kini telah diterbitkan dalam 80 bahasa serta 500 juta lebih eksemplar telah terjual di seluruh dunia. Atas karyanya ini ia juga dianugerahi berbagai penghargaan.

    Dari semua hasil karyanya kini J.K Rowling dinobatkan sebagai penulis yang terkaya di dunia.

    Diperkirakan kekayaannya yaitu sebesar $1.2 miliar atau setara dengan 17.7 triliun pada tahun 2016.

    Meskipun begitu, hingga kini J.K Rowling sering menggunakankan uangnya untuk berdonasi ke badan amal.

    Atas semua perjuangannya itu membawanya menjadi penulis yang terkenal, kaya, dan dihormati di seluruh dunia.

  • Biografi Cucuk Espe, Penulis dan Seniman Indonesia

    Biografi Cucuk Espe, Penulis dan Seniman Indonesia

    Cucuk Espe adalah seorang penyair, esais, cerpenis dan penulis naskah drama, juga aktor Indonesia yang dikenal sangat produktif menulis di berbagai media cetak nasional di Indonesia dan beberapa jurnal seni di luar negeri.

    Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, 19 Maret 1974. Ia belajar Bahasa Indonesia di IKIP Malang.

    Setelah itu menjadi seniman adalah pilihan hidupnya dan mendirikan Teater Kopi Hitam Indonesia.

    Cucuk Espe pernah menjadi aktor teater terbaik pada Peksiminas III di Taman Ismail Marzuki Jakarta (1995).

    Selanjutnya, ia mendirikan dan memimpin Teater Kopi Hitam Indonesia yang telah berpentas di hampir seluruh kota besar di Indonesia.

    Juga bersama sejumlah pegiat kebudayaan di Jawa Timur menggagas Lembaga Baca-Tulis Indonesia (LBTI) yakni sebuah komunitas nirlaba yang bergerak di bidang kebudayaan (menuju masyarakat makin berbudaya).

    Sejumlah esainya sering dipublikasikan di Jawa Pos, Kompas, Republika, Media Indonesia, Lampung Post, Radar Surabaya, Bali Post, Banjarmasin Post, Surabaya Pagi, Harian Bhirawa, dan banyak Media Online.

    Cucuk Espe sendiri ditahun 2015 juga aktif dalam gerakan ‘Gugat Ikon Jombang’ yang dilakukan bersama pemuda-pemuda di Jombang.

    Gerakan ini sendiri dilakukan sebagai protes terhadap Pemerintah Kota Jombang perihal ikon jombang yang menggunakan tower.

    Warga Jombang menginginkan ikon Jombang menggunakan besut , karena besut merupakan budaya khas Jombang yang juga menjadi cikal bakal ludruk dan lain-lain.

    Karya drama/teater

    Para Pejabat, (1995)
    Monolog Sang Penari, (1997)
    Bukan Mimpi Buruk, (1998)
    Mengejar Kereta Mimpi, (2001)
    Rembulan Retak, (2003)
    Juliet dan Juliet, (2004)
    13 Pagi, (2010)
    Trilogi monolog JENDERAL MARKUS, (2010)
    INONG dongeng rumah jalang, (2011)
    Wisma Presiden, (2012)
    Ganasrev, (monolog-2013)
    Puisinolog; MANIVESTO ORGIL, (2014)

    Skenario film televisi

    Kuda Lumping dari Gunung Sumbing, (TVRI, 1996)
    Ketupat Lebaran, (sinema lebaran, 1998)
    Perempuan Bukan Perempuan, (IndMovie Festival, SCTV, 1999)
    Matahari dalam Selokan, (SCTV Movie, 2001)
    Jadikan Aku Perempuan, (IndiePro, 2010)
    Mbok, (Rumah Imaji Pictures, 2015)

    Novel/cerpen/buku

    Bulan Sabit di Atas Kubah (Pustaka Radar Minggu, 2010)
    13 Pagi diangkat dari repertoar teater (Pustaka Radar Minggu, 2011)
    Ketika Karya Sastra Dipanggungkan (Lembaga Baca-Tulis Indonesia, 2012)
    Revolusi Senyap (Harfeey, 2014)
    3 Repertoar Cucuk Espe (DJMPublisher, 2014)
    Jentir (Kumpulan Cerpen, Rasibook, 2015)
    Sejumlah cerpen dan esai yang tersebar di media cetak dalam dan luar negeri

    Penghargaan

    Aktor Teater Terbaik Peksiminas III di Jakarta (1995)
    Cerpenis Terbaik 2 FolkFEST II Desember 2010 di Bangkok, Thailand

  • Biografi Ahmadun Yosi Herfanda dan Karya-Karyanya

    Biografi Ahmadun Yosi Herfanda dan Karya-Karyanya

    Ahmadun Yosi Herfanda lahir di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 17 Januari 1958. Ahmadun telah aktif sebagai editor dan jurnalis sejak menjadi mahasiswa.

    Dimulai dari Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1983-1999), lalu di Harian Yogya Post (1999-1992), Majalah Sarinah (bersama Korrie Layun Rampan, 1992-1993), dan terakhir di Harian Republika Jakarta (1993-2010).

    Di harian Republika ia menjabat sebagai Redaktur Sastra, Koordinator Desk Opini dan Budaya, dan Asisten Redaktur Pelaksana.

    Karier strukturalnya tidak begitu ia perhatikan, karena kesibukannya dalam menulis karya kreatif, mengelola acara-acara sastra, dan menjadi nara sumber berbagai workshop penulisan.

    Ia juga mengajar di sejumlah perguruan tinggi, mengisi diskusi, pentas baca puisi, serta seminar sastra di berbagai kota di tanah air dan mancanegara.

    Dalam perjalanan karier terakhirnya (di Republika), aktivitas sastra lebih banyak menyedot kecintaannya daripada kerja jurnalistik.

    Sejak Maret 2010 Ahmadun aktif sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk periode 2010-2013.

    Ini adalah untuk kedua kalinya ia menjadi anggota DKJ.

    Sebagai sastrawan (penyair), ia sering diundang untuk membacakan sajak-sajaknya maupun menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan sastrawan serta diskusi dan seminar sastra nasional maupun internasional.

    Adapun seminar tersebut antara lain di Seoul dan Ansan (Korea Selatan), Kairo Mesir, Thailand, Singapura, Malaysia, Turkey, dan Brunei Darussalam, serta berbagai kota di Indonesia.

    Setelah menyelesaikan di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan jenjang S-2 jurusan Teknologi Informasi pada Universitas Paramadina, Jakarta, 2005.

    Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia (HISKI, 1993-1995), dan ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (KSI, 1999-2002).

    Tahun 2003, bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. Mahayana, ia mendirikan Creative Writing Institute (CWI).

    Tahun 2007 terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas Cerpen Indonesia (KCI, 2007-2010).

    Tahun 2008 terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

    Ahmadun juga pernah menjadi anggota Dewan Penasihat dan anggota Mejelis Penulis Forum Lingkar Pena (FLP). Tahun 2010, bersama sejumlah sastrawan Jakarta, mendirikan Yayasan Sastra Indonesia—Yayasan Cinta Sastra—dan diamanati menjadi ketuanya.

    Karya Ahmadun Yosi Herfanda

    Karya-karya Ahmadun dipublikasikan di berbagai media sastra dan antologi puisi yang terbit di dalam dan luar negeri, antara lain:

    • Antologi puisi Secreets Need Words (Ohio University, A.S., 2001)
    • Waves of Wonder (The International Library of Poetry, Maryland, A.S., 2002)
    • Jurnal Indonesia and The Malay World (London, Inggris, November 1998)
    • The Poets’ Chant (The Literary Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).

    Beberapa kali sajak-sajaknya dibahas dalam “Sajak-Sajak Bulan Ini Radio Suara Jerman” (Deutsche Welle).

    Cerpennya, Sebutir Kepala dan Seekor Kucing, memenangkan salah satu penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir Emas 1988 Radio Nederland (Belanda) dan dibukukan dalam Paradoks Kilas Balik (Radio Nederland, 1989).

    Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi dalam Peraduan Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

    Beberapa buku karya Ahmadun yang telah terbit sejak dasawarsa 1980-an, antara lain:

    • Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980),
    • Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
    • Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti, Masyarakat Poetika Indonesia, 1986),
    • Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, 1990),
    • Sebelum Tertawa Dilarang (kumpulan cerpen, Balai Pustaka, 1997),
    • Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung, 1997),
    • Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997),
    • Ciuman Pertama untuk Tuhan (kumpulan puisi, bilingual, Logung Pustaka, 2004),
    • Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (kumpulan cerpen, Bening Publishing, 2004),
    • Badai Laut Biru (kumpulan cerpen, Senayan Abadi Publishing, 2004),
    • The Warshipping Grass (kumpulan puisi bilingual, Bening Publishing, 2005),
    • Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta Publishing House, 2006),
    • Koridor yang Terbelah (kumpulan esai sastra, Jakarta Publishing House, 2006).
    • Yang Muda yang Membaca (buku esai panjang, Kemenegpora RI, 2009).Sajadah Kata (kumpulan puisi, Pustaka Littera, 2013
  • 7 Manfaat Menulis yang Jarang Disadari Banyak Orang

    Bicara tentang menulis, tidak sedikit orang yang menganggap bahwa menulis adalah sebuah aktivitas yang cukup membosankan dan melelahkan.

    Hal itu mengindikasikan bahwa kegiatan atau aktivitas menulis memang tidak mudah untuk dilalukan.

    Sebab, dalam aktivitas ini tidak hanya fisik saja yang diuji, melainkan juga otak.

    Kalau dicermati lagi, padahal menulis tidak membutuhkan banyak tenaga, bukan?

    Bahkan, bisa dilakukan hanya dengan duduk saja, tanpa perlu berkeringat pula.

    Tapi, bagaimana bisa rasa lelah itu muncul dengan kuatnya?

    Ya, tentu saja akibat otak yang sudah tak mampu berpikir lagi.

    Ketika otak dipaksa untuk berpikir, justru akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lelah.

    Namun, berbeda dengan orang yang rutin dan rajin menulis.

    Biasanya, bukan rasa bosan dan lelah yang didapatkan, tapi rada bahagia dan kenyamanan.

    Bahkan bisa juga memperbaiki mood yang sedang tidak stabil.

    Hal itu dikarenakan otak telah terbiasa untuk berpikir cepat dan akhirnya tidak manja.

    Semakin sering diasah, semakin tajam pula kemampuan otak, yang tentu saja akan bermanfaat dalam menjalani kehidupan.

    Manfaat Menulis

    Namun, lebih dari itu ternyata menulis juga punya manfaat hebat lainnya yang jarang disadari oleh kebanyakan orang.

    Apa saja manfaat menulis tersebut? Simak informasinya berikut ini.

    1. Meningkatkan Kinerja Otak

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, menulis adalah sebuah aktivitas yang mengandalkan kekuatan otak.

    Jadi, dengan sering menulis, maka secara tidak langsung otak juga akan semakin terlatih juga.

    Saat otak sudah terlatih, maka seseorang akan memiliki kinerja otak baik, misalnya mampu berpikir dan mengingat dengan baik.

    Hal ini sangat penting dalam mendukung perjalanan hidup manusia yang penuh dengan cerita.

    2. Meningkatkan Kreativitas

    Sebagai seorang penulis, diwajibkan untuk memiliki ide-ide baru yang nantinya dituangkan dalam karya tulisnya.

    Tentu saja, dengan melatih otak untuk menemukan ide baru bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif.

    Jadi, kreativitas seorang penulis tidak perlu diragukan lagi.

    Penulis tidak hanya pandai mengolah kata, tapi juga ahli dalam mencari solusi atas masalah dengan ide-idenya yang baru.

    3. Mencegah Kepikunan

    Pikun adalah salah satu masalah otak yang cukup ditakuti oleh kebanyakan orang.

    Walaupun semua akan mengalaminya, tapi setidaknya pikun bisa dicegah dan ditekan agar tidak muncul di usia muda.

    Banyak pakar yang mengatakan bahwa salah satu cara untuk mencegah pikun di usia muda adalah dengan menulis.

    Sebab, otak akan dilatih untuk mengingat kejadian demi kejadian ketika merangkai aksara dengan sebuah pena.

    4. Memperbaiki Mood

    Selanjutnya, menulis juga bisa dikatakan sebagai aktivitas untuk memerbaiki mood seseorang.

    Mengapa demikian? Sebab, seseorang bisa menuangkan keluh kesahnya ke dalam sebuah tulisan.

    Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa menulis adalah media curahan hati yang paling pintar menjaga rahasia.

    Apapun keluh kesah yang digores, akan tersimpan rapat dan tidak akan diketahui oleh orang lain.

    5. Media Belajar

    Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia.

    Sebab, dengan rutin membaca, seseorang akan mendapatkan segudang ilmu di otaknya.

    Dengan begitu, menulis juga cukup bermanfaat sebagai media belajar untuk orang lain, bukan?

    Apalagi jika informasi yang ditulis bisa bermanfaat bagi kepentingan umum, tentu sangat membahagiakan.

    6. Media Dakwah

    Selanjutnya, menulis juga sangat ampuh sebagai media dakwah.

    Dalam tulisan, seorang pendakwah bisa menyisipkan nilai-nilai moral yang luhur seperti apa yang diajarkan nenek moyang.

    Hal ini sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

    Oleh karenanya, aktivitas menulis memang merupakan sebuah aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

    7. Rekam Jejak Sejarah

    Ada sebuah manfaat lain dari menulis yang bermanfaat bagi khalayakak ramai, yakni menulis sebagai rekam jejak sejarah.

    Sebab, perlu disadari bahwa apa yang terjadi saat ini tentu saja sangat berbeda dengan di masa depan.

    Dengan mengabadikannya dalam tulisan, maka generasi yang akan datang menjadi tahu bagaimana kehidupan pada masa sekarang.

  • 4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis sekaligus sastrawan top tanah air. Sejak zaman pendudukan Jepang, ia telah banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan literasi Indonesia.

    Selain itu, Mochtar Lubis juga dikenal sebagai penyair fenomenal yang terus mengkritik penguasa dengan karya-karyanya.

    Buku Mochtar Lubis

    Nah, dari sekian banyak karya-karyanya, ada beberapa yang cukup fenomenal dan masih menjadi pembicaraan hingga saat ini.

    sastrawacana.id/ telah merangkum, dari segudang karyanya, setidaknya ada empat buku Mochtar Lubis yang cukup fenomenal dan populer hingga sekarang. Berikut diantaranya.

    1. Harimau! Harimau!

    Buku berjudul Harimau! Harimau! adalah salah satu karya Mochtar Lubis yang cukup populer, diterbitkan pada tahun 1975.

    Buku ini bercerita tentang tujuh tokoh pendamar bernama Pak Haji, Pak Balam, Sanib, Buyung, Talib, Sutan, dan Wak Katok. Ketujuh orang ini sangat disegani di kampungnya karena mereka punya perilaku yang sopan dan baik.

    Pada suatu hari ketika sedang berburu kijang di hutan, mereka bertemu dengan harimau yang juga ingin memangsa kijang.

    Harimau tersebut marah karena merasa buruannya diambil, kemudian harimau itu menyerang Pak Balam dan Talib.

    Dari penyerangan itu, akhirnya terbongkar beberapa rahasia kelam keduanya yang jauh berbeda dengan pandangan masyarakat selama ini.

    Buku fenomenal ini ditulis ketika Mochtar Lubis berada di dalam penjara.

    Meski ditulis dalam jeruji besi, akhirnya buku Harimau! Harimau! diberi penghargaan sebagai buku terbaik dari Departemen Pendidikan dan Budaya RI dan sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, Inggris, Belanda, dan Mandarin.

    2. Senja di Jakarta

    Buku Senja di Jakarta merupakan sebuah kritik keras yang dituangkan ke dalam tulisan. Buku ini bercerita tentang bobroknya ekonomi, sosial, dan politik di Jakarta pada tahun 1950-an.

    Tokoh dalam buku Senja di Jakarta adalah Suryono dan ayahnya, Raden Kaslan. Dalam ceritanya, mereka berdua adalah orang yang bergelimang harta. Hanya saja harta itu hasil dari korupsi.

    Kritik Lubis pada buku Senja di Jakarta sangat terasa, bahkan sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1957, Senja di Jakarta akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Claire Holt dengan tajuk Twilight in Jakarta.

    Tidak berhenti sampai di situ, buku ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, mulai dari Belanda, Malaysia, Itali, Spanyol, Korea, dan Jepang.

    3. Jalan Tak Ada Ujung

    Buku Jalan Tak Ada Ujung bercerita tentang sosok guru teladan bernama Isa yang selalu dilanda ketakutan.

    Isa memiliki sahabat yang bernama Hazil, seorang gerilyawan gagah yang tak kenal takut untuk berperang.

    Latarnya menggambarkan kondisi Indonesia yang sedang revolusi dan kondisi mencekam akibat peperangan.

    Buku yang terbit pada tahun 1952 ini mendapat banyak ulasan oleh para sastrawan lain sehingga disebut-sebut sebagai karya terbaik dari Mochtar Lubis.

    4. Maut dan Cinta

    Buku Maut dan Cinta bercerita tentang tokoh utama bernama Sadeli, seorang perwira yang mendapat tugas sebagai intelijen karena ia memiliki kecerdasan tinggi serta kefasihan berbahasa asing.

    Dalam buku ini, pembacan akan terbawa suasana betapa mencekamnya kondisi saat itu, ketika revolusi Kemerdekaan Indonesia.

    Ceritanya juga menceritakan tentang cinta, perjuangan, harapan, perlawanan, serta petualangan masa revolusi Indonesia.

    Banyak pesan yang disampaikan oleh Lubis dalam buku ini sehingga pada tahun 1979, Maut dan Cinta berhasil terpilih sebagai novel terbaik.

  • Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian Penyuntingan Naskah

    Menurut KBBI (2007:1106) definisi penyuntingan adalah proses, cara, perbuatan menyunting atau sunting-menyunting. Sedangkan secara umum, definisi menyunting adalah:

    1. Menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).

    2. Merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah).

    3. Menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dengan cara memotong-motong dan memasang kembali.

    Untuk menjadi penyunting naskah ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

    Persyaratan itu meliputi penguasaan ejaan bahasa Indonesia, penguasaan tata bahasa Indonesia, ketelitian dan kesabaran, kemampuan menulis, keluwesan, penguasaan salah satu bidang keilmuan, pengetahuan yang luas dan kepekaan bahasa.

    Salah satu tugas dan kewajiban ilmuwan (scientist) dan pandit (scholars) yang melakukan penelitian ialah melaporkan hasil kegiatannya kepada masyarakat lingkungan yang mendukungnya.

    Laporan itu harus ditulis selengkapnya secara jelas, tepat tetapi singkat dan lugas untuk kemudian diterbitkan.

    Dalam proses penyiapan penerbitan laporan itu terlibat penyunting yang akan membantu pengolahan naskah tertulis untuk menjadi bahan tercetak yang akan disampaikan ke masyarakat luas untuk dibaca.

    Salah satu tugas pokok penerbit adalah menerbitkan naskah pengarang/penulis menjadi buku. Definisi naskah sendiri menurut KBBI (2007:776) adalah:

    1. karangan yang masih ditulis dengan tangan

    2. karangan seseorang yang belum diterbitkan

    3. bahan-bahan berita yang siap untuk diset

    Perlu ditekankan sekali lagi bahwa tugas penyunting karya terbatas pada pengolahan naskah menjadi suatu bahan yang siap, dan menawasi pelaksaan segi teknis sampai naskah tadi.

    Penyunting bukan penerbit, jadi mereka tidak bertanggung jawab atas masalahkeuangan, penyebaluasan serta pengelolaan suatu penerbitan.

    Para penyunting bertanggung jawab atas isi dan bukan atas produksi bahan yang diterbitkan.

    Tujuan Penyuntingan

    Tujuan Penyuntingan yang dilakukan oleh para penyunting adalah sebagai berikut.

    1. Untuk menjadikan taipskrip sebagai karya yang sempurna yang dapat dibaca dan dihayati dengan mudah oleh pembaca apabila diterbitkan kelak.

    2. Untuk memastikan pengaliran atau penyebaran ide dari penulis kepada pembaca sehingga dapat disampaikan dalam bahasa yang gramatis, jelas, indah, dan menarik.

    3. Untuk menjadikan persembahan e-buku yang akan diterbitkan itu dapat menggambarkan nilai dan identiti karya itu sendiri sehingga dapat menarik. minat pembaca.

    4. Untuk memastikan pengaliran dan fakta berkenaan disampaikan dengan jelas, tepat, dan tidak menyalahi agama, undang-undang, dan norma masyarakat.

    Dalam penyuntingan, kita mengenal dua tahap penyuntingan, yaitu penyuntingan substansif dan penyuntingan kopi.

    Berdasarkan tahap-tahap penyuntingan yang ada, maka ada beberapa tujuan lain dari penyuntingan.

    Penyuntingan Substantif

    Tujuan penyuntingan subtantif dilakukan adalah untuk memastikan hasrat atau ide penulis dapat disampaikan setepat, sepadat, dan sejelas yang mungkin.

    Semasa membuat penyuntingan subtantif, editor akan membaca taipskrip sepintas lalu dengan memberikan tumpuan kepada kandungan, pendekatan secara menyeluruh, bahasa, susunan atau konsep taipskrip berkenaan.

    Berdasarkan hal diatas, editor akan membuat teguran dan cadangan kepada penulis untuk sama ada melengkapkan taipskrip, menulis semula, menyusun semula, menggugurkan atau memotong bahagian teks atau ilustrasi yang tidak perlu, dan membuat tambahan.

    Perkara yang perlu diteliti saat penyuntingan substantif:

    1. Tajuk tepat dan jelas

    2. Pembahagian bab dan tajuk kecil jelas

    3. Adanya kesinambungan antara bahagian, bab dan paragraf.

    4. Keseimbangan antara setiap bab dan paragraf.

    5. Taipskrip tidak bertentangan dengan undang-undang, moral dan agama.

    6. Penguasaan bahasa, keselarasan istilah dan ejaan.

    7. Bahan awalan, teks dan akhir hendaklah lengkap mengikuti halaman kandungan.

    8. Petikan bahan daripada karya lain telah mendapat keizinan.

    Baca juga: 5 Aplikasi Menulis Novel Dibayar Untuk Menghasilkan Uang

    Penyuntingan Copy

    Tujuan penyuntingan kopi adalah untuk menghapuskan semua halangan yang wujud antara pembaca dengan apa yang hendak disampaikan oleh penulis.

    Penyuntingan kopi memerlukan perhatian yang teliti terhadap setiap butiran di dalam taipskrip.

    Editor perlu berpengetahuan tentang apa yang patut disunting dan gaya yang patut diikuti di samping mempunyai kebolehan untuk membuat keputusan dengan cepat, lojik, dan yang boleh dipertahankan.

    Semasa membuat suntingan kopi, editor akan membaca taipskrip berkenaan dengan teliti, iaitu membaca perkataan demi perkataan, ayat demi ayat, baris demi baris dan kadang-kadang melihat huruf demi huruf.

    Kebanyakan dari masa penyuntingan itu, editor akan berurusan dengan hal penyusunan, bahasa dan kebolehbacaan taipskrip itu.

    Tahapan dalam penyuntingan kopi:

    a) Membuat penyuntingan baris demi baris.

    b) Memberi tumpuan khusus kepada fakta dan bahasa.

    c) Memastikan keselarasan ejaan, istilah dan gaya bahasa.

    d) Memastikan ketepatan dan keselarasan ilustrasi dan bahan lain dalam teks tersebut.

    Hal-hal yang perlu diteliti saat penyuntingan kopi:

    a) Fakta

    Pastikan semua butiran dalam teks betul. Editor perlu menyemak dengan teliti untuk memastikan ketepatan.

    Kadang-kadang kesilapan fakta boleh berlaku semasa teks ditaip.

    Contohnya, papan lapis menjadi papan lapik dan tidak mahal harganya menjadi mahal harganya.

    Selain itu ada sesetengah pernyataaan yang tidak tepat dan berunsur negatif sehingga boleh membawa kepada tindakan undang-undang.

    b) Bahasa, bahasa yang dimaksud mencakup

    1. Diksi ialah pemilihan penggunaan kata-kata. Dalam hal ini editor kopi perlu memastikan

    2. Kata-kata yang dipilih berkesan dari segi maksud dan

    3. Kata-kata yang dipilih sesuai dengan laras bahasa yang digunakan.

    C) Kode Etik Penyuntingan Naskah

    Dalam penyuntingan naskah, ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan penyunting naskah sebelum mulai menyunting.

    Dengan demikian, tidak terjadi persoalan/masalah di kemudian hari, terutama dalam kaitannya dengan penulis/pengarang.

    Rambu-rambu ini merupakan pedoman/pegangan bagi penyunting dalam menyunting naskah.

    Rambu-rambu inilah yang kita sebut “Kode Etik Penyuntingan Naskah”. Adapun kode etik dalam penyuntingan naskah adalah:

    • Penyunting naskah wajib mencari informasi mengenai penulis naskah sebelum mulai menyunting naskah.
    • Penyunting naskah bukanlah penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib menghormati gaya penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib merahasiakan informasi yang terdapat dalam naskah yang disuntingnya.
    • Penyunting naskah wajib mengonsultasikan hal-hal yang mungkin akan diubahnya dalam naskah.
    • Penyunting naskah tidak boleh menghilangkan naskah yang akan, sedang, atau telah disuntingnya.
  • Biografi Joko Pinurbo, Sang Penyair Indonesia

    Biografi Joko Pinurbo, Sang Penyair Indonesia

    Biografi Joko Pinurbo
    • Nama : Joko Pinurbo
    • TTL    : Sukabumi, 11 Mei 1962
    • Istri    : Nurnaeni Amperawati Firmina
    • Anak  : Paskasius Wahyu Wibisono, Maria Azalea Anggraeni

    Biografi Singkat Joko Pinurbo

    Joko Pinurbo lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 11 Mei 1962. Ia menyelesaikan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Sanata Darma Yogyakarta pada tahun 1987 dan kemudian menjadi staf pengajar di almamaternya.

    Sejak tahun 1979 Joko Pinurbo sudah tertarik dengan puisi dan atau sajak-sajak yang dibuat oleh para sastrawan terkenal Indonesia. Namun uniknya, selama 20 tahun ia mengamati puisi/sajak, selama itu pula ia belum membuat satu puisi pun.

    Hingga akhirnya pada tahun 1999 barulah ia menghasilkan puisi dan membukukan dalam suatu tema Celana, yang menurut pengakuannya belum pernah ada penyair sebelumnya memakai kata tersebut dalam karya puisi.

    Sejak tahun 1999, sudah 10 buku kumpulan puisi diluncurkan, diantaranya Celana (1999), Di Bawah Kibaran Sarung (2001), Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Kekasihku (2004), Pacar Senja – Seratus Puisi Pilihan (2005).

    Beberapa buku kumpulan puisinya memperoleh hadiah Sastra Lontar 2001, Sih Award (Penghargaan Puisi Terbaik Jurnal Puisi) 2001, penghargaan Sastra Pusat Bahasa Depdiknas 2002, Tokoh Sastra PIlihan Tempo 2001, Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2005.

    Dan yang lebih fenomenal lagi, bukunya sangat laris. Buku kumpulan puisi Kepada Cium (terbit tahun 2007), hanya dalam jangka waktu satu bulan sudah terjual 1000 buku. Suatu jumlah yang luar biasa untuk buku puisi.

    Pendidikan Joko Pinurbo

    • SD Mardi Yuana Warung Kiara, Sukabumi (1973)
    • SMP Sanjaya Babadan, Sleman (1976)
    • Seminari St Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang (1981)
    • IKIP Sanata Darma (sekarang Universitas Sanata Dharma) Yogyakarta (1987)

    Karya Joko Pinurbo

    • Celana (1999)
    • Di Bawah Kibaran Sarung (2001)
    • Pacarkecilku (2002)
    • Trouser Doll merupakan terjemahan karyanya berjudul Celana ke dalam bahasa Inggris (2002)
    • Telepon Genggam (2003)
    • Kekasihku (2004)
    • Pacar Senja – Seratus Puisi Pilihan (2005)
    • Kepada Cium (2007)
    • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007)
    • Haduh, aku di-follow (2013)
    • Surat Kopi (2014)
    • Malam ini aku akan tidur di matamu (2016)
    • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016)

    Penghargaan Joko Pinurbo

    • Hadiah Sastra Lontar, 2001,
    • Sih Award (Penghargaan Puisi Terbaik Jurnal Puisi), 2001,
    • Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Depdiknas, 2002,
    • Tokoh Sastra PIlihan Tempo, 2001,
    • Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2005