Tag: penulis

  • 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis Pemula

    Menjadi seorang penulis adalah sebuah impian dan harapan yang sedang diperjuangkan oleh banyak orang.

    Bagaimana tidak, profesi penulis adalah salah satu profesi penting yang bisa mengubah dunia dengan ide-idenya.

    Bahkan untuk urusan finansial, gaji penulis juga termasuk dalam kategori yang bisa mensejahterakan.

    Sudah banyak penulis yang berhasil memperbaiki keadaan ekonominya menjadi lebih baik dari karya yang diciptakan,

    Kita ambil satu contoh, yaitu J.K Rowling. Siapa sih yang tidak tahu dengan penulis buku Harry Potter ini? J.K Rowling disebut-sebut sebagai salah satu wanita terkaya karena buku yang ditulisnya.

    Nah, tentunya untuk menjadi seperti J.K Rowling diperlukan proses dan perjuangan yang panjang. Karena segala sesuatu yang diharapkan harus diperjuangkan semaksimal mungkin.

    Banyak anak muda saat ini yang sukanya serba instan tanpa mau melalui proses yang rumit terlebih dahulu. Hal itu juga terjadi pada penulis pemula.

    Kesalahan Penulis Pemula

    Tidak sedikit penulis pemula melakukan kesalahan-kesalahan yang justru membuatnya sulit untuk menjadi penulis terkenal. Apa saja kesalahan penulis pemula? Berikut diantaranya:

    1. Ingin Serba Instan

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak anak muda jaman sekarang yang tidak sabaran dan ingin impiannya segera terealisasikan. Padahal dalam mencipta suatu karya itu tidak baik jika dilakukan terburu-buru.

    Sebab karya akan semakin maksimal hasilnya jika dilakukan pengoreksian ulang berkali-kali.

    Jangan terburu-buru mengirimkan naskah ke penerbit. Lebih baik dikoreksi lagi atau meminta pendapat dan masukan dari orang lain.

    2. Salah Sasaran

    Maksud dari salah sasaran adalah penulis tidak membidik penerbit atau pasar dengan tepat. Banyak terjadi, penulis pemula yang naskahnya ditolak penerbit. Hal tersebut bukan berarti naskah tidak bagus, tapi bisa jadi salah sasaran.

    Sebab setiap penerbit memiliki genre dan pasarnya masing-masing. Jadi, alangkah baiknya setiap penulis mengetahui terlebih dahulu genre penerbit yang akan dituju. Daripada buang-buang waktu mengirim ke penerbit yang ujung-ujungnya ditolak.

    3. Ingin Cepat Kaya

    Ini adalah salah satu alasan yang kerap dipakai oleh penulis pemula. Berkaca dari para penulis senior, banyak yang ingin mengikuti jejak mereka.

    Penting untuk diketahui, menulis adalah aktivitas untuk menuangkan ide yang bermanfaat kepada masyarakat. Urusan hasil, akan mengikuti dengan sendirinya.

    Jangan orientasinya kepada uang saja, tapi lebih baik fokus berkarya dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan begitu, penghasilan akan mengikuti dengan sendirinya.

    4. Menulis Topik yang Sama

    Kesalahan yang paling umum dilakukan oleh penulis pemula adalah menulis topik atau konten yang sama dengan buku lainnya.

    Bagaimanapun juga penerbit selalu ingin ada hal baru yang belum pernah dibahas sebelumnya untuk mendongkrak penjualan.

    Kalaupun topik yang diangkat sudah ada yang mendahului, usahakan untuk mencari sudut pandang berbeda agar karya tidak terkesan jiplak.

    Kadang hal ini tidak disadari oleh penulis karena kurang referensi. Menganggap bahwa idenya original dan segar, padahal sudah pernah ditulis oleh penulis lainnya.

    Jadi, perbanyaklah membaca atau mencari referensi agar topik yang akan ditulis tidak sama persis dengan buku orang lain.

  • Biografi Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi

    Biografi Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi

    Nama Lengkap : Andrea Hirata
    Alias : Andrea Hirata Seman Said Harun
    Lahir : Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1967
    Profesi : Sastrawan
    Agama : Islam
    Ayah : Seman Said Harunayah
    Ibu : NA Masturah

    Biografi Andrea Hirata

    Andrea Hirata adalah penulis Novel Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia dan karyanya diangkat ke layar lebar teater musikal.

    Salah satu buku karya Andrea Hirata adalah buku Laskar Pelangi yang sangat populer dan menjadi best seller di beberapa toko buku.

    Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1982.

    Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.

    Saat masih kecil, orang tuanya mengubah namanya sebanyak tujuh kali. Nama ketujuhnya adalah Andrea, nama Hirata diberikan oleh ibunya.

    Hirata memulai pendidikan tinggi dengan gelar di bidang ekonomi dari Universitas Indonesia. Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains-fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra.

    Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.

    Setelah menerima beasiswa dari Uni Eropa, dia mengambil program master di Eropa, pertama di Universitas Paris, lalu di Universitas Sheffield Hallam di Inggris; tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude.

    Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.

    Hirata merilis buku Laskar Pelangi pada tahun 2005. Novel ini ditulis dalam waktu enam bulan berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitung.

    Ia kemudian menggambarkannya sebagai “sebuah ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia.”

    Novel ini terjual lima juta eksemplar, dengan edisi bajakan terjual 15 juta lebih. Novel ini menghasilkan tetralogi Laskar Pelangi, yakni Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

    Di tahun 2022 kemarin, ada satu buku terbaru Andrea Hirata yang berjudul Ayah dan Sirkus Pohon.

    Pendidikan Andrea Hirata

    • S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
    • S2 Universite de Paris Sorbonne (Perancis)
    • Sheffield Hallam University (Inggris).

    Penghargaan Andrea Hirata

    Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang telah diraih oleh Andrea Hirata:

    • Khatulistiwa Literaly Award (KLA), 2007
    • Aisyiyah Award,
    • Paramadina Award
    • Netpac Critics Award
    • Pemenang BuchAwards Jerman 2013
    • Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)
    • Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

    Novel Andrea Hirata

    Berikut ini adalah beberapa novel karya Andrea Hirata:

    • Buku Novel Laskar Pelangi (2005)
    • Buku Novel Sang Pemimpi (2006)
    • Novel Edensor (2007)
    • Novel Maryamah Karpov
    • Novel Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
    • Novel Sebelas Patriot (2011)
    • Novel Laskar Pelangi Song Book (2012)
    • Novel Ayah (2015)
    • Novel Guru Aini (2020)
    • Novel Ayah dan Sirkus Pohon (2022)
  • 9 Cara Menjadi Penulis, Sebulan Dijamin Sukses!

    9 Cara Menjadi Penulis, Sebulan Dijamin Sukses!

    Kamu punya cita-cita menjadi seorang penulis? Kalau benar, maka selamat!

    Kenapa selamat? Ya, karena menjadi penulis itu adalah sebuah profesi yang keren. Selain bisa populer dengan karya, seorang penulis juga mampu menginspirasi banyak orang dari goresan katanya.

    Ada dua bahan dasar yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis, yaitu ide dan pembendaharaan kata.

    Ketika ide sudah kuat dan didukung dengan pembendaharaan kata yang luas. Maka kamu akan menjadi seorang penulis hebat.

    Cara Menjadi Penulis

    Nah, agar cita-citamu menjadi kenyataan, berikut adalah beberapa tips dan cara menjadi penulis yang harus kamu perhatikan dari sekarang. Berikut diantaranya:

    1. Banyak Membaca

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah banyak membaca. Biasakan diri untuk membaca setiap hari, baik karya sastra maupun karya ilmiah. Sebab dengan membaca kita bisa memiliki wawasan serta ide yang luas sehingga nantinya bisa dituangkan dalam karya sendiri.

    2. Mulailah Menulis

    Kamu harus rutin menulis. Tulislah tentang apa saja, misalnya curahan hati atau jenis tulisan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan menulismu. Semakin sering dilatih, maka kemampuan menulis akan semakin baik.

    3. Nonton Film

    Nonton film bukan hanya sebuah kesenangan belaka, tapi juga ada segudang manfaat di baliknya. Salah satu manfaat nonton film adalah bisa memberikan inspirasi buatmu. Sebab, setiap naskah film pasti ditulis oleh ahlinya.

    4. Buang Rasa Malas

    Kendala yang sering dialami oleh penulis adalah rasa malas. Sebisa mungkin buang rasa malas itu. Paksakan diri untuk duduk di depan laptop. Beri jatah waktu pada diri. Dalam sehari harus bisa menulis setidaknya minimal 1 jam.

    5. Buat Kerangka Tulisan

    Kerangka tulisan sangat penting agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana. Jika kamu ingin menulis buku tentang motivasi hidup, maka kerangka naskah harus sesuai dengan tema awal. Jangan sampai lari dari ide pokok karena akan memengaruhi nilai naskah tersebut.

    6. Selalu Mencatat Ide

    Ketahuilah, ide dan inspirasi kadang datang di saat tak terduga, misalnya ketika sedang di dalam rumah ataupun tempat wisata. Nah, saat ide itu datang, segera tulis! Kamu bisa mencatat garis besarnya saja. Kalau tidak membawa buku catatan, kamu bisa menggunakan smartphone.

    7. Menerima Kritik dan Masukan

    Setiap pekerja seni, termasuk penulis harus siap menerima kritik dan masukan dari orang lain. Hal tersebut bukan untuk menjatuhkanmu, tapi untuk kebaikan karya sastra yang kamu tulis. Semakin banyak masukan yang kamu dapat, maka kamu akan semakin tahu letak kesalahanmu.

    8. Jangan Memikirkan Hasil

    Jangan terlalu memikirkan hasil terlebih dahulu, tapi fokuslah menyelesaikan naskahmu. Ingat, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kamu akan menjadi penulis hebat dan terkenal ketika prosesnya dilakukan dengan sepenuh hati.

    9. Berdoa kepada Tuhan YME

    Ingatlah, ide dan inspirasi datang dari mana dan oleh siapa. Jadilah manusia yang bijak dengan mengerti bahwa sebenarnya kamu tidak akan pernah bisa melakukan apapun tanpa bantuan-Nya. Jadi, jangan lupa bersyukur dan berdoa agar segala urusanmu dimudahkan oleh-Nya.

    Nah, itulah beberapa tips dan cara menjadi penulis yang bisa kamu lakukan agar cita-citamu segera menjadi kenyataan.

    Ingatlah, tidak ada sesuatu yang instan. Semuanya pasti butuh proses. Jadi, jangan pernah malas, apalagi patah semangat. Semoga sukses, ya!

    Author : Maulana Affandi

  • 5 Alasan Kenapa Penerbit Selalu Menolak Naskahmu

    5 Alasan Kenapa Penerbit Selalu Menolak Naskahmu

    Menjadi seorang penulis buku memang tidak mudah dan butuh waktu yang cukup panjang. Jangan kira perjuangan sudah usai ketika naskah berhasil dirampungkan.

    Setelah itu, masih ada upaya dan perjuangan selanjutnya yang harus dilalui, mulai dari menerbitkan naskah menjadi buku, sampai dengan promosi agar bukunya bisa terjual dalam jumlah banyak.

    Terlebih lagi jika minat masyarakat terhadap buku tersebut tinggi, sehingga pesanan membludak hingga akhirnya dicetak ulang.

    Namun, sebelum ke sana, kadang ada kendala yang banyak dialami oleh penulis, yaitu penolakan naskah. Ya, tidak sedikit penulis baru yang mengalami penolakan naskah dari penerbit mayor. Bahkan, penolakan itu kadang tidak satu kali, tapi berkali-kali.

    Apakah kamu mengalaminya juga? Kalau benar, maka kamu harus mengetahui kalau sebenarnya penolakan tersebut bukan tanpa alasan.

    Alasan Naskah Selalu Ditolak Penerbit

    Lantas, kira-kira apa yang menyebabkan naskah selalu ditolak? Agar lebih jelas, simak informasinya berikut ini.

    1. Naskah Kurang Berkualitas

    Walau terdengar sedikit menyakitkan, tapi hal ini perlu disampaikan. Kadang editor tidak sampai hati untuk mengatakan bahwa naskah belum memenuhi standar kelayakan.

    Namun sebagai penulis yang bijak, kamu harus bisa introspeksi diri dengan menilai karyamu sendiri. Kalau perlu, minta pendapat dari orang lain sebagai masukan untuk menyempurnakan naskah.

    2. Tidak Cocok dengan Penerbit

    Penolakan naskah buku juga terjadi ketika kamu salah sasaran. Maksud dari salah sasaran adalah kamu mengirimkan naskah ke penerbit yang jelas-jelas berbeda genre.

    Oleh karenanya, sebelum mengirim naskah ke penerbit, perhatikan dulu bagaimana kriteria dan kecocokan naskahmu dengan penerbit tersebut.

    3. Tidak Mematuhi Aturan dalam Mengirim Naskah

    Setiap penerbit pasti selalu memberikan aturan-aturan dasar untuk setiap penulis yang ingin mengirimkan naskahnya.

    Misalnya format penulisan, spasi, font, dan sebagainya. Tak kalah penting juga, sebagai penulis harus memberi kata pengantar yang lengkap dan sopan agar bisa merebut hati editor.

    4. Konsep Naskah Jarang Diminati

    Penulis harus mengetahui tren yang sedang hangat di dalam masyarakat. Misalnya di tahun 2019 ini tren yang paling gencar adalah masalah teknologi, maka penulis harus siap ‘ngos-ngosan’ merampungkan naskah bertema teknologi dan segera dikirim ke penerbit. Sebab bagaimanapun juga penerbit akan mempertimbangkan pasar agar buku yang diterbitkan bisa laku keras.

    5. Naskah Kebanyakan Plagiat

    Dan yang paling penting bagi setiap penulis adalah harus mampu memberikan ide baru yang murni pemikiran sendiri, bukan plagiat.

    oleh saja mencari referensi di buku lain, asal tidak sama persis. Usahakan untuk menulis naskah yang fresh dan belum pernah dibahas oleh buku lain. Kemurnian naskah merupakan poin tambahan yang bisa membuat editor tertarik dengan naskahmu.

    Nah, itulah beberapa alasan yang menyebabkan naskah selalu ditolak penerbit. Ingat, penolakan adalah hal yang wajar. Tanpa penolakan, kamu tidak akan mengetahui kekurangan dari naskah yang ditulis.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Naskah Ditolak Penerbit? Inilah 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan

    Setiap penulis baru atau pemula pasti ingin sekali jika karya tulisnya bisa terbit dan terjual di seluruh toko buku Indonesia.

    Terlebih lagi jika karyanya laku keras dan diangkat menjadi film. Ya, itu adalah harapan dari setiap penulis baru dalam kiprahnya di dunia literasi.

    Namun, untuk menuju ke sana bukanlah hal yang mudah. Jangankan diangkat menjadi layar lebar, naskah yang ditulis pun tidak menjamin lolos seleksi di meja redaksi penerbit.

    Banyak sekali naskah-naskah dari penulis baru yang ditolak oleh penerbit mayor dengan berbagai alasan, salah satunya adalah karena naskah kurang berbobot. Penolakan inilah yang sering menjadi polemik tersendiri bagi penulis.

    Semangat yang dipupuk sekian lama akhirnya menyurut ketika mendapat kabar penolakan. Alhasil, tidak ada hasrat menulis lagi.

    Nah, bagi kamu yang mengalami hal serupa, jangan patah semangat atau putus asa dulu. Sebab, mimpi tidak berhenti di sini, masih banyak jalan menuju Roma.

    Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika mendapat penolakan dari penerbit mayor, berikut diantaranya:

    1. Bangkit dari Kekecewaan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bangkit dari kekecewaan. Rasa kecewa ketika naskah ditolak itu adalah hal yang wajar. Tapi sebaiknya kamu tidak larut dalam kekecewaan itu karena hanya akan menghilangkan semangat dan cita-cita menjadi penulis.

    2. Revisi Naskah

    Biasanya ada beberapa penerbit yang menyertakan alasan ketika menolak naskah. Ketika kamu mengetahui apa kekurangan dari naskahmu, maka segeralah melakukan revisi. Jangan ditunda. Semakin sering direvisi, maka naskahmu akan menjadi lebih baik.

    3. Mengirim ke Penerbit Lain

    Setelah direvisi, kamu bisa mencoba untuk mengirim ke penerbit lain. Sebab salah satu alasan naskah ditolak adalah karena tidak cocok dengan penerbit. Maka dari itu, kamu harus perhatikan genre dari masing-masing penerbit agar naskahmu tidak salah sasaran.

    4. Memberi Kata Pengantar Email yang Baik

    Penting untuk diketahui, editor di penerbitan buku tidak hanya melihat isi naskah saja, tapi juga attitude penulis. Hal tersebut bisa dilihat dari kata pengantar ketika mengirimkan naskah. Buatlah kata pengantar yang baik, sopan, dan jelas.

    5. Menerbitkan Secara Indie

    Menerbitkan buku tidak harus melalui penerbit mayor. Kamu pun bisa menerbitkan secara indie. Namun ketika ingin menerbitkan naskah secara indie, kamu harus menyiapkan dana pribadi untuk prose editing, layout, desain cover, ISBN, dan cetak.

    Menerbitkan buku secara indie bukan pilihan buruk. Sebab banyak juga penulis yang mengawali karirnya dengan secara mandiri. Nanti ketika pengalaman dan kepopuleran meningkat. Kamu bisa mencoba untuk menembus penerbit mayor.

    Nah, itulah beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika gagal menembus penerbit mayor. Jangan putus asa karena gagal. Sebab kegagalan adalah awal dari keberhasilan.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Cara Kirim Naskah ke Penerbit Mayor (Dijamin Lolos)

    Cara Kirim Naskah ke Penerbit Mayor (Dijamin Lolos)

    Cara Mengirim Naskah ke Penerbit Mayor

    Setelah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan menyusun naskah hingga rampung, lalu apa yang harus dilakukan?

    Tentu saja mengirim ke penerbit mayor. Siapa tahu naskah lolos, diterbitkan oleh penerbit besar dan dijual ke seluruh toko buku Indonesia. Kalau hoki, naskah akan laku keras dan diangkat menjadi film.

    Tentu saja itu adalah harapan dari setiap penulis, khususnya penulis baru dalam industri literasi. Benar bukan?

    Yap, setiap penulis baru pasti sangat ingin sekali jika naskahnya berhasil menembus penerbit mayor.

    Sebab ketika lolos, naskah tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi penulis, seperti mata pencaharian dan popularitas.

    Namun, menembus meja editor bukanlah hal yang mudah. Apalagi saingan begitu ketat.

    Penting untuk diketahui, setiap hari sang editor di perusahaan penerbit menerima puluhan naskah. Kalau dikalkulasi, setiap bulan mungkin ada ratusan naskah yang masuk.

    Maka tak heran jika setiap penulis harus menunggu waktu penilaian setidaknya 3 sampai 5 bulan, mengingat begitu banyaknya naskah yang masuk.

    Melihat fakta tersebut, berarti persaingan juga sangat ketat sehingga naskah yang dikirim harus naskah final, alias naskah yang sudah rampung agar kesempatan lolos semakin besar.

    Cara Mengirim Naskah Melalui Email

    Ada 2 metode pengiriman naskah yang ditetapkan oleh setiap penerbit. Pertama adalah via pos. Kedua adalah via surel atau email.

    Namun mengingat saat ini kita sudah bergumul dengan digital, maka sebagian besar penerbit akan menerima naskah melalui email. Juga untuk mengurangi sampah kertas demi kesehatan lingkungan.

    Ada tata cara dalam mengirim naskah. Jangan merasa naskah sudah bagus atau punya kepopuleran, lantas mengabaikan aturan serta tata krama dalam bertegur sapa.

    Ingatlah, penulis adalah bagian dari perubahan. Penulis adalah penuang ide, opini, serta gagasan yang akan dihantarkan ke publik. Jadi, tetap menjaga etika adalah nilai moral yang tidak bisa ditawar.

    Selain itu, editor juga tidak hanya melihat isi naskah saja, melainkan juga attitude dari penulis. Cara editor melihat attitude adalah dengan membaca kata pengantar di badan email.

    Editor akan sangat merasa dihargai dan suka jika ada penulis yang memberi kata pengantar lengkap dengan kalimat yang baik dan sopan.

    Maka dari itu, faktor ini cukup penting dalam melancarkan proses seleksi naskah di penerbit mayor.

    Contoh Surat Pengantar Naskah untuk Penerbit

    Nah, agar lebih jelas berikut adalah cara mengirim naskah ke penerbit via email dengan kata pengantar yang baik dan benar.

    Surabaya, 1 Januari 2019

    Perihal      :  Pengiriman Naskah Fiksi (Judul)

    Kepada Yth.
    Redaksi/Editor
    PT. Gramedia Pustaka Utama
    di tempat

    Bersama surat email ini saya yang bernama Indah bermaksud mengirimkan sebuah naskah fiksi dengan rincian sebagai berikut:

    Judul Naskah                     :  Menunggu Senja
    Genre                                     :  Young Adult
    Target Pembaca                :  Usia ramaja, sekitar 15 – 19
    Tebal Halaman                  :  150 Halaman A4. 1,5 spasi, Arial
    Keunggulan Naskah        :  Naskah ini bercerita tentang kehidupan nyata dari kebanyakan anak sekolah saat ini. Sehingga pembaca akan merasa bahwa mereka adalah tokoh utama di dalam naskah ini.

    Besar harapan saya agar naskah ini diterima sehingga saya bisa bekerja sama dengan PT. Gramedia Pustaka Utama.

    Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

    Salam hormat saya,

    Indah

    Kira-kira begitu format penulisan kata pengantar yang baik dan enak dibaca oleh editor. Setelah berhasil mengirimkan naskah, bersabarlah. Tunggu sampai editor mengkonfirmasi apakah naskah layak terbit atau tidak.

    Jangan sering bertanya karena editor pun sangat sibuk sehingga kemungkinan besar akan melewatkan pertanyaanmu.

    Nah, selain itu, sastrawacana.id/ akan memberikan daftar penerbit mayor yang siap menerima naskahmu. Berikut diantaranya:

    Daftar Penerbit Mayor di Indonesia

    1. Pro-U Media

    Naskah yang harus bernuansa Islami.
    Naskah tidak berbau SARA maupun pornografi.
    Minimal 100 halaman; font Time News Roman ukuran 12.
    Bisa melalui pos (Jl. Jogokarian 41, Jogjakarta 55143).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 2-3 bulan.

    2. Bentang Pustaka

    Fiksi/nonfiksi untuk remaja, dewasa, anak-anak.
    Tema menarik, up to date, dan ide baru.
    Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
    Via Pos (Jl. Plemburan no 1 Pogung Lor RT 11 RW 48 SIA XV, Mlati – Sleman 55284).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3-4 bulan.

    3. Gagas Media

    Fiksi/nonfiksi 75-150 halaman font Time News Roman ukuran 12.
    Tema menarik, up to date, dan ide baru.
    Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
    Via pos (Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 3 – 5 bulan.

    4. Grasindo

    Fiksi, Nonfiksi, Buku Referensi.
    Panjang naskah 75-100 halaman font Time News Roman ukuran 12.
    Naskah wajib meyertakan sinopsis, proposal, dan data diri.
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3 bulan.

    5. Erlangga

    Naskah pendidikan, fiksi.
    Tidak berbau SARA dan unsur pornografi.
    Via pos (Jl. H. Baping Raya No. 100 Ciracas, Jakarta Timur 13740).
    Kepastian naskah 3 bulan.

    6. Bukune

    Naskah bersifat komedi.
    Panjang 80-150 halaman font Time News Roman ukuran 12 margin standart.
    Naskah tidak berbau SARA, pornografi, ataupun menghina instansi lain.
    Via pos (Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 3 bulan.

    7. Media Kita

    Naskah fiksi/nonfiksi lengkap, bukan outline atau kerangka.
    Panjang minimal 100 halaman font Time News Roman.
    Tulisan sendiri tidak menjiplak tulisan lain.
    Via pos (Jl. H. Montong no.57 Ciganjur Jagakarsa 12630).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 2-3 bulan.

    8. Agromedia

    Naskah tentang pertanian.
    Naskah orisinil.
    Inspiratif dan penuh edukasi.
    Via pos (Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur – JagakarsaJakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 2-4 bulan.

    9. Tiga Serangkai

    Buku sekolah atau umum.
    Naskah tidak berbau SARA dan pornografi.
    Panjang naskah minimal 100 halaman.
    Tidak menerima naskah dalam bentuk hardcopy.
    Naskah dikirim dalam format word atau PDF.
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3 bulan.

    10. Stiletto

    Penerbit buku perempuan.
    Naskah fiksi/nonfiksi panjang minimal 100 halaman.
    Font Time News Roman ukuran 12 spasi 1,5.
    Tema mengenai dunia perempuan.
    Email : [email protected] subjek : naskah fiksi – nama penulis.
    Kepastian naskah 1-3 bulan.

    11. Penerbit Quanta

    Menerbitkan buku Islami
    Naskah fiksi, motivasi, atau tips kehidupan.
    Panjang minimal 120 halaman.
    Font Time News Roman ukuran 12 spasi 1,5.
    Email : [email protected], [email protected]
    Kepastian naskah 1-3 bulan.

    12. Gramedia Pustaka Utama (GPU)

    Naskah yang kamu kirimkan haruslah berjumlah 100 sampai dengan 200 halaman.
    Jika kamu mengirimkan naskah untuk buku anak, terlebih naskah buku berseri, lengkapilah naskah dengan ilustrasi serta konsep cerita.
    Naskah diketik dalam ukuran font 12 pt dan spasi 1,5.
    Kamu dapat menulis naskah dengan tema apapun asalkan tidak menyinggung SARA dan tidak vulgar.

    Untuk mempermudah penulis, Penerbit GPU memiliki beberapa bentuk pengiriman naskah yang cukup dipilih salah satu saja. Kamu dapat mengirimkan naskah dalam bentuk print out, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

    • Naskah print pada kertas ukuran A4 atau kertas folio
    • Naskah yang telah kamu print haruslah dijilid
    • Sertakan ringkasan cerita/synopsis mengenai naskah yang kamu tulis
    • Cantumkan data dirimu (nama, alamat, nomor telepon, dan email) pada saat mengirim naskah
    • Naskah yang sudah kamu kirimkan, akan dipertimbangkan oleh tim editor paling lambat tiga bulan. Jika naskah kamu tidak lolos seleksi, naskah tidak dapat dikembalikan dan akan dimusnahkan
    • Dan yang terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan jenis naskah yang kamu tulis (fiksi, nonfiksi, remaja, dewasa, dll) di sudut kiri atas untuk memudahkan Penerbit dalam melakukan proses seleksi/pengategorian

    E-mail:

    Kalau kamu ingin cara yang lebih instan, kamu dapat mengirimkan naskah melalui email yaitu dengan cara menuliskan data diri dan naskah yang sudah kamu tulis ke [email protected] atau [email protected]. Naskah yang dikirim, jangan lupa untuk diberi subject Naskah: JUDUL

    13. Penerbit Serambi

    Naskah yang diterima Penerbit Serambi:

    Thriller/suspense/detektif,
    Kisah-kisah cinta,
    Humor/komedi, horor/gothic,
    Fiksi sejarah,
    Fiksi-sains/fantasi,
    Memoar,
    Fiksi populer,
    dan lainnya.

    Ketentuan Umum

    Jika Anda mempunyai naskah novel orisinal (bukan karya terjemahan) yang cocok untuk Serambi, silakan kirimkan:

    Satu kopi naskah dalam bentuk print-out
    Sinopsis (tidak lebih dari satu halaman)
    Biografi ringkas penulis, termasuk biodata, riwayat pendidikan, dan karya yang telah diterbitkan

    Jika Anda ingin menerjemahkan sebuah novel asing untuk Serambi atau jika Anda memiliki sebuah naskah terjemahan, silakan kirimkan:

    Sinopsis novel asing tersebut menurut Anda (tidak lebih dari satu halaman)
    Biografi ringkas penulis asli
    Biografi ringkas penerjemah, termasuk biodata, riwayat pendidikan, dan karya yang telah diterbitkan
    Satu atau dua bab contoh naskah terjemahan berikut teks aslinya (untuk kami nilai kualitas terjemahannya)

    A. Penerbit Serambi

    Naskah yang ditujukan ke Penerbit Serambi (sasaran utama pembaca dewasa dan umum) dikirim ke alamat Redaksi Penerbit Serambi atau melalui email ke [email protected] cc ke [email protected]

    B. Penerbit Atria/Ikon

    Untuk Naskah yang memiliki sasaran utama Anak (5-12 tahun) atau Remaja (13-23 tahun) akan diterbitkan oleh imprint kami, Penerbit Atria atau Penerbit Ikon. Naskah dapat berupa fiksi, nonfiksi, catatan harian, pengalaman pribadi, humor, buku anak islami, akhlak, sains–naskah dalam bentuk apa pun, kecuali fanfiction dan kumpulan cerpen.

    Sila kirim naskah dalam bentuk softcopy ke [email protected], cc ke [email protected] atau hard copy ditujukan ke Redaksi Penerbit Ikon/Atria

    14. Penerbit Mizan

    Syarat dan ketentuan kirim naskah ke penerbit Mizan

    1. Naskah harus karya original.
    2. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
    3. memiliki cerita unik dan tidak klise.
    4. Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
    5. Memiliki peluang pasar yang bagus.
    6. Tulisan utuh dan padu (bukan kumpulan tulisan).
    7. Tidak berpotensi memunculkan konflik SARA
    8. Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama.
    9. Sertakan sinopsis.

    Format naskah:

    Font menggunakan “Times New Roman”

    • Ukuran font 12pt
    • Naskah ditulis dengan spasi 1,5
    • Naskah dikirim dalam bentuk teks.
    • Ilustrasi dan cover akan dibuat oleh tim Desainer Redaksi Penerbit Mizan
    • Naskah dikirim dalam keadaan diketik, diprint dan dijilid rapi.

    Kirim naskah ke

    Jalan Cinambo No. 135, Cisaranten Wetan, Bandung 40294, Indonesia.
    Hubungi kami di:
    Telepon: 022-7834310 — Fax: 022 – 7834311
    Mail To: [email protected]

    15. Wahyu Media

    1. Tebal naskah 100-200 halaman, atau 40.000-60.000 karakter. Naskah yang melebihi jumlah halaman yang ditetapkan, akan dipertimbangkan apabila sesuai dengan Wahyumedia.
    2. Font times new roman 12 pt atau calibri 11 pt, spasi 1,5.
    3. Ukuran kertas A4 atau quarto. 4. Naskah yang dikirimkan adalah naskah utuh, bukan naskah setengah jadi.
    4. Sertakan sinopsis cerita dari awal sampai akhir.
    5. Sertakan biodata dengan rincian nama, nomor telepon, alamat, dan alamat Email.
    6. Tema naskah bebas, tidak menyinggung SARA.
    7. Naskah yang masuk ke redaksi akan dievaluasi oleh redaksi, selambat-lambatnya 3 bulan setelah naskah diterima/dikonfirmasi.
    8. Naskah bisa dikirimkan ke alamat Email: [email protected] dengan subject NAMA_JUDUL NASKAH_JENIS NASKAH.
    9. Naskah juga bisa dikirimkan via pos ke: Redaksi Wahyumedia, Jl. M. Kahfi No. 12 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tuliskan genre naskah di sudut kiri amplop.
    10. Beberapa jenis naskah adalah:
    o Fiksi anak (dongeng, kisah teladan)
    o Nonfiksi anak (penunjang pelajaran, keterampilan, parenting)
    o Keterampilan dan hobi

    Author : Maulana Affandi

  • Biografi Sapardi Djoko Damono dan Karya-Karyanya yang Tak Lekang oleh Waktu

    Biografi Sapardi Djoko Damono dan Karya-Karyanya yang Tak Lekang oleh Waktu

    Biografi Sapardi Djoko Damono

    Nama Lengkap:
    Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono

    Tempat Lahir:
    Kampung Baturono, Solo

    Tanggal Lahir:
    Rabu, 20 Maret 1940

    Ayah:
    Sadyoko

    Ibu:
    Sapariah

    Biografi Singkat Sapardi Djoko Damono

    Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair Indonesia terkemuka.

    Ia dikenal lewat puisi-puisi nya yang menggunakan kata-kata sederhana dan menyentuh hati.

    Sapardi mulai suka menulis sekak kecil.

    Bahkan, saat masih duduk di sekolah menengah, karya-karya Sapardi Djoko Damono sudah sering dimuat di majalah.

    Ketertarikannya pada dunia sastra semakin tinggi sehingga ia mengambil kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM.

    Tidak hanya mahir menulis, Sapardi juga punya kemampuannya di bidang seni, mulai dari menari, bermain gitar, bahkan bermain drama.

    Sapardi juga pernah menerjemahkan berbagai karya penulis asing, esai, dan sejumlah artikel di surat kabar.

    Di dunia akademisi, Sapardi adalah seorang guru besar ilmu sastra yang beberapa periode menjabat Pembantu Dekan I, Dekan, serta Ketua Program Pascasarjana yang semuanya dalam lingkup Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

    Dengan profesinya tersebut, Sapardi sering memberi ilmu dan pengarahan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara menulis dan membaca puisi yang baik.

    Pendidikan Sapardi Djoko Damono

    • Sekolah Dasar Kasatrian
    • SMP II Mangkunagaran
    • SMA II di Margoyudan
    • Jurusan Sastra Barat Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM

    Karir Sapardi Djoko Damono

    • Guru Besar Ilmu Sastra
    • Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Ketua Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Pendiri Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI)
    • Dosen Universitas Diponegoro
    • Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia
    • Dosen tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Anggota Dewan Kesenian Jakarta
    • Pelaksana harian Pusat Dokumentasi HB Jassin
    • Anggota redaksi majalah kebudayaan Basis
    • Country editor untuk majalah Tenggara
    • Koresponden untuk Indonesian Circle
    • Pendiri Yayasan Puisi dan menerbitkan Jurnal Puisi

    Karya-Karya Sapardi Djoko Damono

    • Duka-Mu Abadi, Bandung (1969)
    • Lelaki Tua dan Laut (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
    • Mata Pisau (1974)
    • Sepilihan Sajak George Seferis (1975; terjemahan karya George Seferis)
    • Puisi Klasik Cina (1976; terjemahan)
    • Lirik Klasik Parsi (1977; terjemahan)
    • Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak (1982, Pustaka Jaya)
    • Perahu Kertas (1983)
    • Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
    • Water Color Poems (1986; translated by J.H. McGlynn)
    • Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono (1988; translated by J.H. McGlynn)
    • Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
    • Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
    • Hujan Bulan Juni (1994)
    • Black Magic Rain (translated by Harry G Aveling)
    • Arloji (1998)
    • Ayat-ayat Api (2000)
    • Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
    • Mata Jendela (2002)
    • Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002)
    • Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)
    • Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an – 1910an) (2005; salah seorang penyusun)
    • Mantra Orang Jawa (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
    • Kolam (2009; kumpulan puisi)
    • Sastra Lisan Indonesia (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
    • Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan
    • Dimensi Mistik dalam Islam (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel “Mystical Dimension of Islam”, salah seorang penulis.

    Penghargaan Sapardi Djoko Damono

    • Cultural Award dari Australia (1978)
    • Anugerah Puisi Putra dari Malaysia (1983)
    • SEA Write Award dari Thailand (1986)
    • Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia (1990)
    • Mataram Award (1985)
    • Kalyana Kretya (1996) dari Menristek RI
    • Penghargaan Achmad Bakrie (2003)
  • Biografi Hilman Hariwijaya, Penulis Cerpen Lupus

    Biografi Hilman Hariwijaya, Penulis Cerpen Lupus

    Biografi Hilman Hariwijaya

    Nama : Hilman Hariwijaya
    TTL    : Jakarta, 25 Agustus 1964
    Istri   : Nessa Sadin

    Biografi Singkat Hilman Hariwijaya

    Hilman Hariwijaya adalah seorang penulis Indonesia yang lahir di Jakarta pada Tanggal 25 Agustus 1964.

    Namanya dikenal sejak menulis cerita pendek yang diberi judul Lupus di majalah Hai [ada bulan Desember 1986, yang kemudian dibukukan menjadi sebuah novel.

    Sejak kecil, Hilman Hariwijaya sangat suka menulis. Adapun tulisannya mulai dari cerpen, puisi, maupun cerita-cerita drama.

    Setiap pulang sekolah, ia selalu menghabiskan waktunya ke kantor redaksi majalah Hai. Pada saat itu, ia sedikit demi sedikit ikut terlibat dalam redaksi majalah hingga menjadi wartawan paruh hari.

    Pada tahun 1978, ia mengikuti sayembara mengarang. Karya pertamanya yang berjudul “Bian, Adikku yang Tak Pernah Ada” berhasil memenangkan sayembara itu.

    Dari kemenangan itu, akhirnya Hilman semakin semangat dalam menulis hingga muncul karya-karya selanjutnya.

    Karya tulisnya yang paling terkenal dan fenomenal adalah yang berjudul Olga dan Lupus. Karya tersebut sangat laris dan akhirnya diangkat ke layar lebar.

    Kemudian, seiring berjalannya waktu, Hilman tetap menjadi seorang penulis. Hanya saja ia fokus ke penulis skenario dalam dunia perfilman dan sinetron.

    Salah satu karyanya dalam menulis skenario adalah pada sinetron Cinta Fitri yang diperankan oleh Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar.

    Karya-Karya Hilman Hariwijaya

    1. Lupus
    2. Lupus ABG
    3. Lupus Milenia
    4. Lupus Kecil
    5. Olga
    6. Lulu
    7. Vanya
    8. Vladd
  • Biografi NH Dini, Penulis Serta Tokoh Feminis Indonesia

    Biografi NH Dini, Penulis Serta Tokoh Feminis Indonesia

    Biografi NH Dini

    Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih sering dipanggil NH Dini lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936.

    NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia.

    NH Dini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah.

    Masa kecilnya, dia merupakan gadis cilik yang sangat gemar menulis.

    Bahkan, sejak kelas 3 SD dia sudah mulai menulis pengalaman pribadi serta ungkapan rasa di buku-buku pelajarannya.

    Walaupun dia memiliki minat dan bakat menulis sejak kecil, ternyata Dini tidak ingin jadi tukang cerita atau penulis.

    Dikabarkan kalua NH Dini memiliki cita-cita sebagai seorang sopir lokomotif atau masinis.

    Ayahnya wafat ketika NH Dini masihduduk di bangku SMP, sedangkan ibunya hidup tanpa penghasilan tetap.

    Namun hidup dengan ketidakpastian ekonomi tidak membuatnya lemah.

    Justru dia semakin sering menulis akan pengalaman hidup yang dialami.

    Bakatnya menulis semakin terasah di sekolah menengah.

    Kala itu, NH Dini sudah mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerita pendek.

    Dini menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya masih 15 tahun.

    Dalam perjalanan karirnya, NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand.

    Beberapa karya NH Dini yang terkenal, diantaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.

    Dalam karyanya yang terbaru berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), dia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap istri.

    Sampai saat ini, dia telah menulis lebih dari 20 buku.

    Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita karena dia fokus terhadap feminisme.

    Namun banyak orang berpendapat, wanita yang dilukiskan Dini terasa “aneh”.

    Ada pula yang berpendapat bahwa NH Dini menceritakan dirinya sendiri.

    Pada 1956, NH Dini  bekerja di Garuda Indonesia Airways (GIA) di Bandara Kemayoran.

    Kemudian dia menerbitkan buku yang berjudul Dua Dunia.

    Sejumlah bukunya bahkan mengalami cetak ulang sampai beberapa kali.

    Dini dikenal memiliki teknik penulisan yang konvensional.

    Namun menurutnya teknik bukanlah sebuah tujuan, melainkan sekadar alat. Tujuan menulis menurutnya adalah tema dan ide.

    Sebagai konsekuensi menikah dengan seorang diplomat, Dini harus mengikuti ke mana suaminya ditugaskan.

    Ia diboyong ke Jepang, dan tiga tahun kemudian pindah ke Pnom Penh, Kamboja.

    Pada 1976, ia pindah ke Detroit, AS, mengikuti suaminya yang menjabat Konsul Jenderal Prancis.

    Dini berpisah dengan suaminya, Yves Coffin pada 1984, dan mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta.

    Menjadi pengarang selama hampir 60 tahun tentu saja bukan sesuatu yang biasa.

    Baru dua tahun terakhir ini, ia menerima royalti honorarium yang bisa menutupi biaya hidup sehari-hari.

    Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit.

    Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan.

    Tahun 1996-2000, ia sempat menjual-jual barang. Dulu, sewaktu masih di Prancis, ia sering dititipi tanaman, kucing, hamster, kalau pemiliknya pergi liburan.

    Ketika mereka pulang, ia mendapat jam tangan dan giwang emas sebagai upah menjaga hewan peliharaan mereka.

    Barang-barang inilah yang ia jual untuk hidup sampai tahun 2000.

    Karya NH Dini

    Pada Sebuah Kapal
    Hati yang Damai
    Padang Ilalang di Belakang Rumah
    Sekayu
    Pertemuan Dua Hati
    Keberangkatan
    La Barka
    Monumen
    Istri Konsul
    Sebuah Lorong di Kotaku
    Kemayoran
    Tirai Menurun
    Langit dan Bumi Sahabat Kami
    Namaku Hiroko
    Argenteuil
    Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
    Dua Dunia, buku kumpulan cerita pendek

    Pendidikan NH Dini

    SD di Semarang, 1950
    SMP di Semarang. 1953 -SMA di Semarang, 1956
    Kursus Pramugari GIA di Jakarta, 1956
    Kursus B 1, Sejarah, 1957-1959

    Karir NH Dini

    Pramugari GIA (Garuda Indonesia Airways) (1950-1960)
    Anggota Wahana Lingkungan Hidup
    Anggota Forum Komunikasi Generasi Muda Keluarga Berencana

    Penghargaan NH Dini

    Penghargaan Sastra Terbaik dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
    SEA Write Award bidang sastra dari Pemerintah Thailand

  • Biografi Sutardji Calzoum Bachri, Sang Sastrawan Kontemporer

    Biografi Sutardji Calzoum Bachri, Sang Sastrawan Kontemporer

    Sutardji Calzoum Bachri atau yang lebih akrab disapa Bung Tardji lahir di Rengat, Indragiri Hulu, pada tanggal 24 Juni 1941. Dia adalah seorang pujangga terkemuka di Indonesia yang telah menciptakan banyak karya sastra.

    Bung Tardji merupakan putra dari pasangan Mohammad Bachri dan May Calzum. Mohammad Bachri sendiri berasal dari Kutoarjo, Jawa Tengah. Sedangkan May Calzum berasal dari Tanbelan, Riau.

    Bung Tardji kecil tumbuh kembang dengan hobinya, yaitu menulis. Hingga akhirnya setelah lulus SMA, Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjadjaran, Bandung.

    Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung, kemudian sajak-sajaknya mulai dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana.

    Sutardji Calzoum Bachri juga sering disebut sebagai sastrawacan pelopor puisi kontemporer. Dia mencoba memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia.

    Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.

    Pada musim panas 1974, Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam.

    Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975.

    Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia.

    Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta, India), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979). Pada tahun 1979, Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok, Thailand.

    “O Amuk Kapak” merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979.

    Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern.

    Karya puisi yang telah dimuat dalam buku antologi:

    Arjuna in Meditation (Calcutta, India, 1976),
    Writing from The Word (USA),
    Westerly Review (Australia),
    Dchters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststechting, 1975),
    Ik Wil Nogdulzendjaar Leven, Negh Moderne Indonesische Dichter (1979),
    Laut Biru, Langit Biru (Jakarta: Pustaka Jaya, 1977),
    Parade Puisi Indonesia (1990),
    Majalah Tenggara,
    Journal of Southeast Asean Lietrature 36 dan 37 (1997), dan
    Horison Sastra Indonesia: Kitab Puisi (2002).
    Kumpulan Sajak Sutardji Calzoum Bachri
    O, diterbitkan oleh Yayasan Indonesia (tahun  1971)
    Kucing, diterbitkan oleh Sinar  Harapan (tahun 1973)
    Amuk (tahun 1977)
    O, Amuk, Kapak, antologi, diterbitkan  oleh Sinar Harapan (tahun 1981)
    Aku Datang Padamu
    Perjalanan Kubur David  Copperfield.
    Realites’90 Tanah Air  Mata.

    Penghargaan yang pernah diraihnya adalah:

    Hadiah Sastra Asean (SEA Write Award) dari Kerajaan Thailand (1979);
    Menerima penghargaan Sastra Kabupaten Kepulauan Riau oleh Bupati Kepulauan Riau (1979);Anugrah Seni Pemerintah Republik Indonesia (1993);
    Menerima Anugrah Sastra Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jakarta. (1990an);
    Penghargaan Sastra Chairil Anwar (1998), dan
    Dianugrahi gelar Sastrawan Perdana oleh Pemerintah Daerah Riau (2001).