Tag: penulis

  • Punya Pacar Penulis? Inilah 8 Kebahagiaan yang Akan Kamu Dapat!

    Penulis adalah sebuah profesi yang keren. Bagaimana tidak, seorang penulis bisa terkenal dan dikenang sepanjang masa oleh karya-karyanya.

    Bahkan, menjadi seorang penulis itu merdeka. Maksud merdeka adalah bebas mengekspresikan apa yang sedang dipikirkan ke dalam sebuah karya tanpa ada batasan.

    Maka tak heran kalau penulis disebut-sebut sebagai agen perubahan di masa depan. Dengan rajutan kata yang telah diciptakan, seorang penulis mampu mengubah pola pikir jutaan orang.

    Nah, buat kamu yang sedang menjalin hubungan dengan penulis, amatlah bersyukur dan berbahagianya dirimu. Sebab kamu mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki orang lain dalam sebuah hubungan.

    Lantas, apa saja enaknya punya pacar penulis? Berikut diantaranya.

    1. Penulis Adalah Orang yang Romantis

    Keromantisan seorang penulis tidak usah diragukan lagi. Dia saja bisa membuat jutaan orang terkesima dengan karya, apalagi kamu yang hanya seorang. Tentu saja kata-kata dan perilakunya bisa membuatmu sangat bahagia.

    Lebih dari itu, dia memiliki segudang kosa kata indah yang akan dilantunkan ke telingamu pada waktu yang tak terduga. Keromantisan penulis adalah sebuah hal yang tidak bisa dimiliki oleh profesi lainnya.

    2. Seorang yang Penyayang

    Penulis bisa menciptakan karya dengan rasa cinta yang diekspresikan ke dalam goresan tinta.

    Kamu tidak usah takut kekurangan rasa cinta dan kasih sayang ketika berhubungan dengan seorang penulis, karena hidupnya sudah penuh dengan cinta.

    Dia akan menyayangimu sepenuh hati dengan alasan-alasan yang masuk akal. Bahkan dia bisa mengekspresikan rasa cintanya kepadamu dengan hal-hal yang menakjubkan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

    3. Dia Adalah Sosok yang Pengertian

    Penulis adalah seorang yang sangat peka dan pengertian kepada semua orang, termasuk pasangannya.

    Ketika kamu memberikan kode tentang suatu maksud, maka sebenarnya dia sudah mengetahui kode apa yang kamu berikan.

    Kemudian dia akan memberikan apa yang kamu mau tanpa harus berpikir panjang. Dia tidak cuek, dia penuh perhatian dan pengertian yang akan membuatmu klepek-klepek setiap hari.

    Sebab, hubungan tidak hanya dijalankan sehari atau dua hari saja, tapi selamanya. Maka diperlukan sebuah pengertian yang besar.

    4. Mampu dalam Finansial

    Walau sering diremehkan soal keuangan, tapi jangan salah. Penulis tidaklah semiskin itu. Dia bekerja dengan karya, jadi semakin kaya akan karya maka semakin sejahtera pula hidupnya.

    Bisa kamu lihat dari beberapa penulis sukses di dunia, bahkan kekayaannya melebihi seorang pengusaha.

    Apalagi sekarang kita hidup di zaman internet, di mana setiap perusahaan membutuhkan seorang penulis agar bidang usahanya bisa menjaring lebih luas dengan kata-kata ajaib dari seorang penulis.

    5. Banyak Waktu Buatmu

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penulis itu bukan robot. Dia adalah insan yang bekerja dengan karya dan idealismenya. Jadi tidak ada batasan waktu layaknya pekerjaan yang monoton.

    Maka ketika pacarmu adalah seorang penulis, dia memiliki waktu lebih untuk menemanimu. Dia tidak akan merasa risau dengan waktu karena dia bisa melanjutkan karyanya kapan saja tanpa ada batasan atau tekanan.

    6. Mendapatkan Popularitas

    Risiko menjadi penulis adalah dikenal banyak orang sehingga popularitasnya meningkat. Apalagi dia memiliki karya yang luar biasa meledak, maka namanya akan disebut-sebut oleh banyak orang di luar sana.

    Nah, ketika kamu menjadi pasangannya, kamu pun akan mendapatkan imbas dari apa yang telah dia dapatkan.

    Kamu bisa menjadi populer juga hanya karena berhubungan dengan orang yang populer. Cukup menarik, bukan?

    7. Penulis Bisa Membimbingmu

    Bukan sebuah rahasia lagi kalau penulis adalah seseorang yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas. Dia adalah orang yang bisa membimbingmu menjadi lebih baik.

    Bayangkan saja, dengan satu karya dia bisa merubah pola pikir banyak orang, apalagi hanya kamu seorang.

    Dia adalah sosok yang dewasa dan bisa mengayomimu sebaik mungkin. Dia akan memberikan arahan jika kamu salah dengan caranya sendiri. Kamu pun bisa menjadikannya teman curhat yang paling baik dan nyaman.

    8. Membuat Hubungan Lebih Berwarna

    Selanjutnya, kamu akan memiliki kualitas hubungan yang sangat baik ketika pacaran sama penulis.

    Dia adalah orang yang penuh kreativitas dan imajinasi. Idenya yang tak pernah habis itu bisa membuat hal-hal baru yang akan meningkatkan kasih sayang.

    Kamu tidak akan merasa bosan ketika memiliki pacar seorang penulis. Dia mampu membuatmu tersenyum dengan banyak cara, itu semua dilakukan hanya untukmu seorang.

    Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan saat pacaran dengan seorang penulis. Jadi, berbahagialah buat kamu yang punya pacar penulis!

    Author : Maulana Affandi

  • Biografi Danarto, Sastrawan dan Penulis Senior di Indonesia

    Biografi Danarto, Sastrawan dan Penulis Senior di Indonesia

    Biografi Singkat Danarto

    Danarto adalah seorang penulis dan sastrawan Indonesia yang terbilang cukup senior. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kumpulan cerpen, Godlob.

    Kumpulan cerpennya yang lain seperti Adam Ma’rifat yang memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta. Tahun 2009 Danarto menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.

    Danarto sendiri lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1941.

    Ayahnya, Djakio Hardjosoewarno berprofesi sebagai buruh pabrik gula Modjo menikah dengan Siti Aminah, seorang pedagang eceran batik.

    Mereka dikaruniai lima orang anak, Danarto adalah nomor empat. Kemudian, Danarto menikah dengan seorang psikolog, Siti Zainab Luxfiati pada 1 Januari 1986.

    Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Dasar (SD), ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), lalu Sekolah Menengah Atas (SMA) bagian Sastra di Solo, Jawa Tengah.

    Lalu, pada tahun 1958–1961 Danarto belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.

    Di kampus itulah Danarto aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta.

    Awal mula karirnya, pada tahun 1979-1985 Danarto bekerja di majalah Zaman.

    Kemudian, tahun 1976 Danarto mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat di usianya yang masih muda.

    Tidak berhenti sampai situ, pada tahun 1983 Danarto menghadiri Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.

    Danarto juga pernah bergabung dalam Teater Sardono, yang tersohor sampai ke Eropa Barat dan Asia, pada tahun 1974.

    Dia memiliki pengalaman segudang, selain dalam pameran Kanvas Kosong (1973) ia juga berpameran puisi konkret (1978).

    Namun sayangnya segudang prestasi itu tidak sebanding dengan kisah rumah tangganya. Rumah tangga Danarto berlangsung lebih kurang 15 tahun saja dengan psikolog cantik itu.

    Hidup Danarto dipenuhi dengan pengalaman memukau, baik di dalam negeri dan di luar negeri.

    Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis yang telah melahirkan beberapa karya. Sebagai pelukis, ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota dengan dibantu oleh rekan sejawat.

    Karya Danarto

    Asmaraloka (1999)
    Kumpulan Cerpen
    Godlob (1975)
    Adam Ma’rifat (1982)
    Berhala (1987)
    Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji (1984)
    Gergasi (1993)
    Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, (2000)
    Setangkai Melati di Sayap Zibril (2001)
    Kacapiring, (2008)

    Drama

    Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek (1976)
    Bel Geduwel Beh (1976)
    Kumpulan Esai
    Gerak-Gerak Allah (1996)

  • Biografi Dewi Lestari dan Karya-Karyanya

    Biografi Dewi Lestari dan Karya-Karyanya

    Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee adalah seorang penulis dan penyanyi yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976.

    Dee adalah lulusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan. Awalnya dia dikenal sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi.

    Namun, semenjak menerbitkan novel Supernova pada tahun 2001 silam, Dee juga dikenal sebagai novelis.

    Sejak kecil Dee telah memang cukup akrab dengan seni musik. Padahal, ayahnya adalah seorang anggota TNI, tapi jago main piano secara otodidak.

    Sebelum tergabung dengan Rida Sita Dewi (RSD), Dee juga pernah menjadi backing vocal untuk penyanyi kawakan sekelas Iwa K dan Chrisye.

    Sebelum Supernova lahir, nama Dee sangat terkenal sebagai vokalis, bukan novelis. Padahal dia berbakat, buktinya beberapa tulisan Dee pernah dimuat di beberapa media.

    Salah satu cerpennya berjudul “Sikat Gigi” pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung, Jendela Newsletter, media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil.

    Kemudian, pada tahun 1993, Dee mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu tengah mengadakan lomba menulis.

    Alhasil, Dee berhasil menyabet juara pertama. Beberapa tahun berikutnya, Dee menulis cerita bersambung berjudul “Rico the Coro” yang juga dimuat di majalah Mode.

    Novel pertamanya yang cukup fenomenal, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, dirilis 16 Februari 2001 laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari saja!

    Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan kembali “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan merangkul Harry Aveling (60), yang ahli dalam menerjemahkan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris.

    Perlu diketahui, Supernova pernah masuk nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books.

    Kala itu, Dee bersaing dengan para sastrawan senior seperti Goenawan Muhammad, Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril, Dorothea Rosa Herliany karya Kill The Radio, Sutardji Calzoum Bachri karya Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti karya Sampah Bulan Desember.

    Sukses dengan novel pertamanya, Dee kembali meluncurkan novel keduanya, Supernova Dua berjudul “Akar” pada 16 Oktober 2002 lalu.

    Novel ini sempat mengundang kontroversi karena tulisan Dee dianggap melecehkan umat Hindu.

    Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang OMKARA/AUM yang merupakan aksara suci BRAHMAN Tuhan yang Maha Esa dalam HINDU sebagai cover dalam bukunya.

    Akhirnya disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke 2 dan seterusnya.

    Lalu, pada bulan Januari tahun 2005 Dee merilis kembali novel ketiganya, Supernova episode PETIR. Dee menulis novl ini masih berhubungan dengan dua novel sebelumnya.

    Namun, Dee memasukkan 4 tokoh baru dalam novel PETIR, seperti Elektra, tokoh sentral yang jadi pusat perhatian.

    Setelah cukup lama vakum, akhirnya pada bulan Agustus 2008, Dee merilis novel terbarunya yang berjudul RECTOVERSO.

    Dalam novel ini Dee mengusung tema Sentuh Hati dari Dua Sisi.

    Recto Verso-pengistilahan untuk dua citra yang seakan terpisah, padahal sesungguhnya masih dalam satu kesatuan.

    Buku RECTOVERSO terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang mengusung Tagline Dengar Fiksinya, Baca Musiknya.

    Lalu, pada Agustus 2009, Dee menerbitkan novel Perahu Kertas yang juga diangkat sebagai sebuah film.

    Biodata Dewi Lestari

    Nama lahir: Dewi Lestari Simangunsong
    Lahir: 20 Januari 1976 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
    Jenis musik: pop
    Pekerjaan: penyanyi, penulis
    Tahun aktif: 1995 – sekarang
    Perusahaan rekaman: Bulletin Musik
    Terkait dengan: Sita Nursanti, Rida, Marcell
    Pasangan: Marcell (2003 – 2008), Reza Gunawan (2008 – sekarang)
    Anak: Keenan Avalokita Kirana (5 Agustus 2004), Atisha Prajna Tiara (23 Oktober 2009)
    Orang tua: Yohan Simangunsong, Turlan br Siagian (alm)
    Almamater: Fakultas Hubungan Internasional Universitas Parahyangan (selesai)
    Agama: Buddha

    Karya Dewi Lestari

    Novel Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, 2001
    Novel Supernova 2: Akar, 2002
    Kumpulan Prosa dan Puisi “Filosofi Kopi” 2003
    Novel Supernova 3: Petir, 2004
    Kumpulan Cerita Rectoverso, 2008
    Novel Perahu Kertas, 2009
    Kumpulan Cerita Madre, 2011
    Novel Supernova 4: Partikel, 2012
    Novel Supernova 5: Gelombang, 2014
    Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi, 2016

    Diskografi

    Rida, Sita, Dewi: “Antara Kita” – Warna Musik, Indonesia, 1995
    Rida, Sita, Dewi: “Bertiga” – Warna Musik, Indonesia, 1997
    Rida, Sita, Dewi: “Satu” – Sony Music, Indonesia, 1999
    Rida, Sita, Dewi: “The Best of RSD” – Sony Music, Indonesia, 2002
    Dewi Lestari: “Out Of Shell” – Truedee Music, Indonesia, 2006
    Dewi Lestari: “Rectoverso” – Goodfaith Production, 2008

  • Biografi Suwarsih Djojopuspito, Penulis Novel dengan Tiga Bahasa

    Biografi Suwarsih Djojopuspito, Penulis Novel dengan Tiga Bahasa

    Biografi Singkat Suwarsih Djojopuspito

    Nama penulis yang satu ini mungkin masih cukup asing, Suwarsih Djojopuspito adalah penulis kawakan yang berhasil menciptakan karya novel dalam tiga bahasa yakni Sunda, Belanda, dan Indonesia.

    Penulis wanita ini lahir di Cibatok, Bogor, 21 April 1912 dan meninggal di Yogyakarta, 24 Agustus 1977 silam.

    Suwarsih Djojopuspito merupakan salah satu penulis Indonesia yang hidup dan merasakan masa penjajahan di Indonesia pada waktu itu.

    Semasa hidupnya, Suwarsih sudah menghasilkan 9 buku. Karya-karyanya juga diakui di negeri Belanda.

    Salah satu karyanya yang terkenal berjudul Manusia Bebas atau Buiten het Gareel dalam bahasa Belanda.

    Suwarsih Djojopuspito juga terkenal dengan novel Manusia Bebas—novel yang awalnya ditulis dengan bahasa Belanda dan untuk publik intelektual Belanda dan Indonesia— menulis buku Riwayat Hidup Nabi Muhammad SAW yang pertama kali diterbitkan pada 1959, lalu untuk cetakan kedua diterbitkan Pustaka Jaya pada 1976.

    Menilik riwayat pendidikannya yang berbasis kebudayaan Eropa, perjuangan Suwarsih dalam sejarah politik dan pendidikan Indonesia, dan latar sejarah keluarga priyayi Jawa dalam pengalaman hidupnya, buku ini memberikan perspektif yang sangat menarik untuk kita baca saat ini, khususnya dilihat dari perspektif perempuan.

    Suwarsih sempat meminta cendekiawan kondang H. Abdul Malik Amrullah (Hamka) sebagai salah satu pakar sejarah Islam pada masa itu untuk “meminta pemeriksaan dan bandingan”, tapi tak digubris oleh Hamka.

    Secara umum, masih sangat sedikit sekali penulis perempuan yang menulis seorang nabi yang dalam tradisi agama monoteistik ibrahimi laki-laki.

    Kekurangan ini memang akan sangat terasa sekali jika kita melihat dalam tradisi keilmuan di Indonesia.

    Karya Novel Suwarsih Djojopuspito

    Buiten het gareel, De Haan Uitgevery, Utrecht, 1940.
    Tudjuh tjeritera pendek.
    Empat serangkai. Kumpulan tjerita pendek.
    Riwayat hidup Nabi Muhammad s.a.w.
    Marjanah.
    Siluman Karangkobar.
    Hati Wanita.
    Manusia Bebas.
    Maryati.

  • Biografi Mochtar Lubis, Sastrawan Pengkritik Penguasa

    Biografi Mochtar Lubis, Sastrawan Pengkritik Penguasa

    Biodata Muchtar Lubis

    • Nama: Mochtar Lubis
    • Tempat/Tgl. Lahir: Padang, 7 Maret 1922
    • Meninggal: Jakarta, 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun
    • Agama : Islam
    • Istri: Halimah, 77 tahun, tutup usia pada 27 Agustus 2001

    Mochtar Lubis lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922 – meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun. Ia adalah seorang jurnalis senior dan pengarang ternama asal Indonesia.

    Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit.

    Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966.

    Pemikirannya selama di penjara, ia tuangkan dalam buku Catatan Subversif (1980). Pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA), dan anggota World Futures Studies Federation.

    Novelnya, Jalan Tak Ada Ujung (1952 diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh A.H. John menjadi A Road With No End, London, 1968), mendapat Hadiah Sastra BMKN 1952; cerpennya Musim Gugur menggondol hadiah majalah Kisah tahun 1953; kumpulan cerpennya Perempuan (1956) mendapatkan Hadiah Sastra Nasional BMKN 1955-1956; novelnya, Harimau! Harimau! (1975), meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departeman P & K; dan novelnya Maut dan Cinta (1977) meraih Hadiah Sastra Yayasan Jaya Raya tahun 1979. Selain itu, Mochtar juga menerima Anugerah Sastra Chairil Anwar (1992).

    Bibliografi

    • Tidak Ada Esok (novel, 1951)
    • Si Jamal dan Cerita-Cerita Lain (kumpulan cerpen, 1950)
    • Teknik Mengarang (1951)
    • Teknik Menulis Skenario Film (1952)
    • Harta Karun (cerita anak, 1964)
    • Tanah Gersang (novel, 1966)
    • Senja di Jakarta (novel, 1970; diinggriskan Claire Holt dengan judul Twilight in Jakarta, 1963)
    • Judar Bersaudara (cerita anak, 1971)
    • Penyamun dalam Rimba (cerita anak, 1972)
    • Manusia Indonesia (1977)
    • Berkelana dalam Rimba (cerita anak, 1980)
    • Kuli Kontrak (kumpulan cerpen, 1982)
    • Bromocorah (kumpulan cerpen, 1983)

    Karya jurnalistiknya:

    • Perlawatan ke Amerika Serikat (1951)
    • Perkenalan di Asia Tenggara (1951)
    • Catatan Korea (1951)
    • Indonesia di Mata Dunia (1955)

    Mochtar Lubis juga menjadi editor:

    • Pelangi: 70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana (1979)
    • Bunga Rampai Korupsi (bersama James C. Scott, 1984)
    • Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-Surat Bung Hatta kepada Presiden Soekarno (1986)

    Karya Terjemahannya:

    • Tiga Cerita dari Negeri Dollar (kumpulan cerpen, John Steinbeck, Upton Sinclair, dan John Russel, 1950)
    • Orang Kaya (novel F. Scott Fitgerald, 1950)
    • Yakin (karya Irwin Shaw, 1950)
    • Kisah-kisah dari Eropa (kumpulan cerpen, 1952)
    • Cerita dari Tiongkok (terjemahan bersama Beb Vuyk dan S. Mundingsari, 1953.
  • Cara Menulis Novel Remaja yang Baik, Mari Disimak!

    Pengertian Novel

    Dunia literasi memang tidak akan ada habisnya. Pada setiap masa pasti bermunculan penulis-penulis berbakat yang siap menciptakan sebuah karya sastra.

    Karya-karya sastra tersebut tentunya memiliki kategori yang berbeda.

    Namun, secara umum karya sastra dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu fiksi dan nonfiksi.

    Contoh karya nonfiksi adalah pengembangan diri, tutorial, motivasi, dan sejenisnya. Sedangkan contoh karya fiksi adalah puisi, cerpen, novel, roman, dan gurindam.

    Walau berbeda, tapi kedua jenis karya sastra tersebut haruslah memiliki konsep yang tidak menyesatkan pembaca.

    Cara Menulis Novel

    Oleh karena itu, perlu adanya sebuah penelitian saat hendak menulis karya sastra yang nantinya akan mengedukasi orang banyak.

    Belakangan ini, buku bacaan yang sedang laris di Indonesia adalah novel.

    Novel sendiri memiliki arti sebuah karangan prosa yang menceritakan kehidupan seseorang lengkap dengan watak, alur, konflik, klimaks hingga penyelesaian.

    Novel adalah sebuah karangan kompleks yang teridiri dari ratusan halaman.

    Walau terkesan membosankan karena harus membaca ratusan halaman, nyatanya kedudukan Novel tidak bisa dijatuhkan.

    Buktinya, novel masih tetap laris dan tetap dinikmati oleh kaula muda maupun dewasa.

    Menentukan Tokoh Utama

    Dikutip dari beberapa sumber, bahwasanya penikmat novel di Indonesia mayoritas adalah perempuan.

    Maka dari itu, sebagai penulis novel haruslah jeli melihat fenomena tersebut.

    Jika mayoritas pembaca novel adalah perempuan, maka penulis hendaknya mengarang sebuah tokoh laki-laki dengan karakter yang kuat.

    Karena tokoh laki-laki dalam novel adalah tokoh yang paling diperhatikan oleh setiap pembaca perempuan.

    Semakin mampu menguatkan tokoh dan karakter laki-laki dalam karangannya, semakin pula membuat para pembaca terhipnotis dengan isi karangan tersebut.

    Tentunya, mereka (perempuan) akan merekomendasikan novel tersebut ke rekan sehobinya.

    Semakin sering direkomendasikan, semakin banyak pula novel tersebut terjual. Sehingga memberikan benefit bagi penulis (materi maupun nama).

    Jadi, saat menulis sebuah novel hendaknya memperhatikan tokoh laki-laki dan menguatkan karakternya hingga para pembaca merasa terpuaskan dengan adanya tokoh tersebut.

    Tidak sampai disitu saja, unsur-unsur lainnya juga harus diperhatikan seperti alur, latar, konflik, dan penyelesaian.

    Penulis : Maulana Affandi

  • Copywriter Adalah Penyihir Kata

    Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Copywriter. Namun, tidak semua orang paham mengenai makna dan manfaatnya.

    Untuk memberi pemahaman kepada klahayak ramai, maka artikel kali ini akan membahas secara sederhana mengenai arti dari Copywriter dan apa saja manfaatnya.

    Sebelum masuk pada pembahasan Copywriter, kita harus mengetahui terlebih dahulu, bahwasanya Copywriter merupakan sebuah profesi yang masuk atau dikategorikan sebagai marketing.

    Namun, bukan marketing seperti umumnya (tradisional), tetapi marketing yang bergerak di dunia online atau yang lebih akrab disebut Digital Marketing.

    Apakah berbeda?

    Fungsi Digital Marketing dan marketing tradisional pada umumnya sama! Mereka (marketing) sama-sama mengenalkan produk, memasarkan, mencari konsumen, dan tujuan akhir adalah menjual.

    Namun, ruang lingkupnya yang berbeda. Jika marketing tradisional hanya dapat mencakup daerah tertentu dari segi pasarnya, maka Digital Marketing mampu menjaring pasar yang lebih luas (tentunya di dunia online) dengan beberapa cara dan strategi.

    Kembali ke pembahasan utama mengenai Copywriter. Sekarang kita sudah mengetahui seorang Copywriter tidak lain adalah sebuah profesi marketing di dunia online.

    Jadi, sebagai seorang Copywriter harus pandai menelaah trend online dan juga harus aktif berselancar di dunia internet.

    Sebab, dari trend-trend yang sekarang sedang digandrungi, seorang Digital Marketing dapat masuk dan menyelinap ke dalam trend tersebut untuk menjaring pasar yang lebih luas.

    Selain itu, profesi Copywriter harus pandai bermain kata dan bahasa, karena kalimat-kalimat yang digunakan pada naskah yang ditulis harus dan wajib bersifat persuasif, yaitu mengajak dan memengaruhi siapapun yang membaca atau (calon pembeli).

    Sederhananya, seorang Copywriter harus mengerti tentang teknik SEO. Banyak yang mengatakan bahwa Copywriter merupakan penyihir kata, karena memang seperti itu faktanya.

    Merubah kalimat biasa, menjadi kalimat yang persuasif dan mendorong orang untuk membeli sebuah produk yang sedang ditawarkan.

    Seorang Copywriter harus pandai melihat dan membidik pasar yang akan dituju. Karena jika salah sasaran, semua akan sia-sia.

    Tulisan yang sudah tirangkai sebaik mungkin juga tidak ada artinya lagi karena salah sasaran. Contoh saat akan menjual kosmetik kecantikan, maka pasar yang dituju adalah perempuan.

    Tidak sampai disitu, tidak semua perempuan memerlukan kosmetik kecantikan. Jadi, jawabannya adalah target pasar adalah perempuan kisaran usia 16-40 tahun.

    Setelah mengetahui target dan pasar yang dituju, barulah kata demi kata disihir menjadi sebuah kalimat yang sangat indah dan sifatnya persuatif.

    Jadi, jangan heran jika banyak orang yang awalnya enggan lantas berubah pikiran dan bernafsu ingin membeli sebuah produk karena telah membaca caption atau kalimat sihir dari seorang Copywriter.

    Begitulah penjelasan singkat mengenai Copywriter sang penyihir kata. Semoga artikel ini bermanfaat.

    Author : Maulana Affandi

  • Biografi Taufik Ismail dan Karya-Karyanya yang Melegenda

    Biografi Taufik Ismail dan Karya-Karyanya yang Melegenda

    Biografi Taufik Ismail

    Nama lengkap : Taufiq Ismail
    Tempat lahir : Fort de Kock (Bukittinggi), Sumatera Barat
    Tanggal lahir : 25 Juni 1935
    Kewarganegaraan : Indonesia
    Pekerjaan : Penulis, penyair

    Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan.

    Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia.

    Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963.

    Pada tahun 1971–1972 dan 1991–1992 ia mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.

    Ia juga belajar pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.

    Semasa mahasiswa Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960–1962).

    Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964).

    Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964.

    Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia memimpin majalah itu.

    Taufiq merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968).

    Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968–1978).

    Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta, sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990). Pada tahun 1993 Taufiq diundang menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia.

    Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali.

    Karya-Karyanya:

    1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)
    2. Benteng, Litera ( 1966)
    3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)
    4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)
    5. Puisi-puisi Langit, Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)
    6. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)
    7. Ketika Kata Ketika Warna (1995)
    8. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (1998)

    Karya terjemahan:

    Banjour Tristesse (terjemahan novel karya Francoise Sagan, 1960)
    Cerita tentang Atom (terjemahan karya Mau Freeman, 1962)
    Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (dari buku The Reconstruction of Religious Thought in Islam, M. Iqbal (bersama Ali Audah dan Goenawan Mohamad), Tintamas (1964).

  • Biografi Ahmad Tohari, Penulis Novel Ronggeng Dukuh Paruk

    Biografi Ahmad Tohari, Penulis Novel Ronggeng Dukuh Paruk

    Biografi Ahmad Tohari

    Ahmad Tohari adalah sastrawan yang terkenal dengan novel triloginya Ronggeng Dukuh Paruk yang ditulis pada 1981.

    Belum lama ini ia dianugerahi PWI Jateng Award 2012 dari PWI Jawa Tengah karena karya-karya sastranya yang dinilai mampu menggugah dunia.

    Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948, Ahmad Tohari menamatkan SMA nya di Purwokerto.

    Setelah itu ia menimba ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).

    Ahmad Tohari sudah banyak menulis novel, cerpen dan secara rutin pernah mengisi kolom Resonansi di harian Republika.

    Karya-karya Ahmad Tohari juga telah diterbitkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda dan Jerman.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk bahkan pernah ia terbitkan dalam versi bahasa Banyumasan, yang kemudian mendapat penghargaan Rancage dari Yayasan Rancage, Bandung pada tahun 2007.

    Cerpennya yang berjudul “Jasa-jasa buat Sanwirya” pernah mendapat hadiah hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederlands Wereldomroep.

    Sedangkan novelnya Kubah yang terbit pada tahun 1980 berhasil memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama pada tahun 1980.

    Beberapa waktu lalu novel triloginya, Ronggeng Dukuh Paruk diadaptasi ke layar lebar dengan judul Sang Penari.

    Menurutnya di film ini sang sutradara di beberapa bagian lebih berani menggambarkan apa yang ia sendiri tidak berani menggambarkannya.

    Ia pun ikut larut dalam emosi film ini meski endingnya tidak setragis versi novel.

    Karya-Karya Ahmad Tohari:

    Kubah (novel) (novel, 1980)
    Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
    Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
    Jantera Bianglala (novel, 1986)
    Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
    Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
    Bekisar Merah (novel, 1993)
    Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
    Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
    Belantik (novel, 2001)
    Orang Orang Proyek (novel, 2002)
    Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
    Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006)

  • Copywriter: Penyihir Kata? Simak Penjelasannya!

    Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Copywriter. Namun, tidak semua orang paham mengenai makna dan manfaatnya.

    ntuk memberi pemahaman kepada klahayak ramai, maka artikel kali ini akan membahas secara sederhana mengenai arti dari Copywriter dan apa saja manfaatnya.

    Sebelum masuk pada pembahasan Copywriter, kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwasanya Copywriter merupakan sebuah profesi yang dikategorikan sebagai marketing.

    Namun, bukan marketing seperti umumnya (tradisional), tetapi marketing yang bergerak di dunia online atau yang lebih akrab disebut Digital Marketing.

    Apakah berbeda?

    Fungsi Digital Marketing dan marketing tradisional pada umumnya sama! Mereka sama-sama mengenalkan produk, memasarkan, mencari konsumen, dan tujuan akhir adalah menjual. Namun, ruang lingkupnya yang berbeda.

    Jika marketing tradisional hanya dapat mencakup daerah tertentu dari segi pasarnya, maka Digital Marketing mampu menjaring pasar yang lebih luas (tentunya di dunia online) dengan beberapa cara dan strategi.

    Kembali ke pembahasan utama mengenai Copywriter. Sekarang kita sudah mengetahui seorang Copywriter tidak lain adalah sebuah profesi marketing di dunia online.

    Jadi, sebagai seorang Copywriter harus pandai menela’ah trend online dan juga harus aktif berselancar di dunia internet.

    Sebab, dari trend-trend yang sekarang sedang digandrungi, seorang Digital Marketing dapat masuk dan menyelinap ke dalam trend tersebut untuk menjaring pasar yang lebih luas.

    Selain itu, profesi Copywriter harus pandai bermain kata dan bahasa, karena kalimat-kalimat yang digunakan pada naskah yang ditulis harus dan wajib bersifat persuasif, yaitu mengajak dan mempengaruhi pembaca (calon pembeli).

    Sederhananya, mengerti tentang SEO Friendly. Banyak yang mengatakan bahwa Copywriter merupakan penyihir kata,, karena memang seperti itu faktanya. Merubah kalimat biasa, menjadi kalimat yang persuasif dan mengajak.

    Seorang Copywriter harus pandai melihat dan membidik pasar yang akan dituju. Karena jika salah sasaran, semua akan sia-sia. Tulisan yang sudah tirangkai sebaik mungkin juga tidak ada artinya lagi karena salah sasaran.

    Contoh saat akan menjual kosmetik kecantikan, maka pasar yang dituju adalah perempuan. Tidak sampai disitu, tidak semua perempuan memerlukan kosmetik kecantikan. Jadi, jawabannya adalah target pasar adalah perempuan kisaran usia 16-40 tahun.

    Setelah mengetahui target dan pasar yang dituju, barulah kata demi kata disihir menjadi sebuah kalimat yang sangat indah dan sifatnya persuatif.

    Jadi, jangan heran jika banyak orang yang awalnya enggan lantas berubah pikiran dan bernafsu ingin membeli sebuah produk karena telah membaca caption atau kalimat sihir dari seorang Copywriter. Begitulah penjelasan singkat mengenai Copywriter sang penyihir kata. Semoga artikel ini bermanfaat.

    Penulis   : Maulana Affandi