Tag: puisi

  • Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Pengertian Puisi

    Sebelum membahas tentang ciri-ciri puisi, alangkah baiknya jika kita membahas pengertian puisi terlebih dahulu.

    Jadi, puisi adalah sebuah karya sastra yang dihasilkan dari buah pikir, ide, dan pengalaman pribadi yang dikemas dengan menggunakan kata-kata indah.

    Puisi pun dibedakan menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru. Kedua jenis puisi tersebut memiliki perbedaan mendasar, yaitu aturan.

    Puisi lama selalu mengikuti aturan yang terikat. Sedangkan puisi baru atau puisi modern sifatnya bebas, alias tidak terikat aturan-aturan tertentu dalam penulisannya.

    Ciri Ciri Puisi

    Setelah mengetahui definisi puisi singkat di atas, berikut ini adalah ciri-ciri puisi secara umum.

    1. Ciri Ciri Puisi Secara Umum

    • Ditulis dalam bentuk bait yang berisi beberapa baris
    • Tidak berbentuk paragraf layaknya naskah drama
    • Menggunakan diksi yang indah
    • Menggunakan majas secara dominan
    • Memiliki makna tersirat
    • Tidak menjelaskan alur, seting, dan tokoh
    • Padat dan langsung pada inti

    2. Ciri Ciri Puisi Lama

    • Kebanyakan puisi lama sifatnya anonim (tidak diketahui pengarangnya)
    • Terikat aturan, meliputi irama, ritme, notasi, diksi
    • Gaya bahasa yang digunakan statis
    • Lebih sering disampaikan secara lisan
    • Lebih banyak bernuansa perjuangan

    3. Ciri Ciri Puisi Baru

    • Nama pengarang diketahui
    • Tidak terikat aturan
    • Gaya bahasa yang digunakan dinamis
    • Lebih sering disampaikan pada tulisan
    • Lebih banyak bernuansa percintaan
  • Kumpulan Puisi Taufik Ismail yang Melegenda

    Kumpulan Puisi Taufik Ismail yang Melegenda

    Taufik Ismail adalah salah satu sastrawan senior di Indonesia. Ia telah menciptakan begitu banyak karya sastra yang indah dan menyentuh hati.

    Untuk membaca biografi lengkap Taufik Ismail, silakan baca di sini: Biografi Taufik Ismail.

    Berikut adalah beberapa kumpulan puisi karya Taufik Ismail.

    SEBUAH JAKET BERLUMURAN DARAH

    Sebuah jaket berlumur darah
    Kami semua telah menatapmu
    Telah pergi duka yang agung
    Dalam kepedihan bertahun-tahun.

    Sebuah sungai membatasi kita
    Di bawah terik matahari Jakarta
    Antara kebebasan dan penindasan
    Berlapis senjata dan sangkur baja
    Akan mundurkah kita sekarang
    Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
    Berikara setia kepada tirani
    Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

    Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
    Kami semua telah menatapmu
    Dan di atas bangunan-bangunan
    Menunduk bendera setengah tiang.

    Pesan itu telah sampai kemana-mana
    Melalui kendaraan yang melintas
    Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
    Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
    Prosesi jenazah ke pemakaman
    Mereka berkata
    Semuanya berkata
    Lanjutkan Perjuangan.

    Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa

    Jika adalah yang harus kaulakukan
    Ialah menyampaikan kebenaran
    Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
    Ialah ang bernama keyakinan
    Jika adalah yang harus kau tumbangkan
    Ialah segala pohon-pohon kezaliman
    Jika adalah orang yang harus kauagungkan
    Ialah hanya Rasul Tuhan
    Jika adalah kesempatan memilih mati
    Ialah syahid di jalan Ilahi.

    KARANGAN BUNGA

    Tiga anak kecil
    Dalam langkah malu-malu
    Datang ke salemba
    Sore itu.

    Ini dari kami bertiga
    Pita hitam pada karangan bunga
    Sebab kami ikut berduka
    Bagi kakak yang ditembak mati
    Siang tadi.

    Salemba

    Alma Mater, janganlah bersedih
    Bila arakan ini bergerak pelahan
    Menuju pemakaman
    Siang ini.

    Anakmu yang berani
    Telah tersungkur ke bumi
    Ketika melawan tirani.

    GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPATPULUH-DELAPAN

    Demikian cerita kakek penjaga
    Tentang pengunjung lelaki setengah baya
    Berkemeja dril lusuh, dari luar kota
    Matanya memandang jauh, tubuh amat kurusnya
    Datang ke musium perjuangan
    Pada suatu sore yang sepi
    Ketika hujan rinai tetes-tetes di jendela
    Dan angin mengibarkan tirai serta pucuk-pucuk cemara
    Lelaki itu menulis kesannya di buku-tamu
    Buku tahun-keenam, halaman seratus-delapan
    Dan sebelum dia pergi
    Menyalami dulu kakek Aki
    Dengan tangannya yang dingin aneh
    Setelah ke tugu nama-nama dia menoleh
    Lalu keluarlah dia, agak terseret berjalan
    Ke tengah gerimis di pekarangan
    Tetapi sebelum ke pagar halaman
    Lelaki itu tiba-tiba menghilang

    DOA

    Tuhan kami
    Telah nista kami dalam dosa bersama
    Bertahun-tahun membangun kultus ini
    Dalam pikiran yang ganda
    Dan menutupi hati nurani

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin

    Tuhan kami
    Telah terlalu mudah kami
    Menggunakan AsmaMu
    Bertahun di negeri ini
    Semoga Kau rela menerima kembali
    Kami dalam barisanMu

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin

    12 MEI, 1998

    Mengenang elang Mulya, Hery Hertanto,
    Hendriawan Lesmana dan Hafidhin Royan

    Empat syuhada berangkat pada suatu malam
    gerimis air mata tertahan di hari keesokan
    telinga kami lekapkan ke tanah kuburan
    dan simaklah itu sedu-sedan

    Mereka anak muda pengembara tiada sendiri,
    mengukir reformasi karena jemu deformasi
    dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,

    Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu
    Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu

    Tapi malaikat telah mencatat
    indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti
    bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani
    mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,

    Merah putih yang setengah tiang ini
    merunduk di bawah garang matahari
    tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi,

    Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama
    dan kalian pahlawan bersih dari dendam
    karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari tuhan.

    SYAIR ORANG LAPAR

    Lapar menyerang desaku
    Kentang dipanggang kemarau
    Surat orang kampungku
    Kuguratkan kertas
    Risau
    Lapar lautan pidato
    Ranah dipanggang kemarau
    Ketika berduyun mengemis
    Kesinikan hatimu
    Kuiris
    Lapar di Gunungkidul
    Mayat dipanggang kemarau
    Berjajar masuk kubur
    Kauulang jua
    Kalau.

    MEMANG SELALU DEMIKIAN, HADI

    Setiap perjuangan selalu melahirkan
    Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
    Jangan kau gusar, Hadi.

    Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
    Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
    Jangan kau kecewa, Hadi.

    Setiap perjuangan yang akan menang
    Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
    Dan para jagoan kesiangan.

    Memang demikianlah halnya, Hadi.

  • Antologi Puisi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Antologi Puisi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Pengertian Antologi Puisi

    Antologi puisi adalah kumpulan beberapa karya sastra berupa puisi yang dibukukan dari seorang penulis ataupun beberapa penulis sekaligus.

    Jadi, dalam satu antologi puisi, akan diisi oleh berbagai macam karya yang diciptakan oleh satu orang, ataupun lebih dari satu pengarang atau penulis.

    Misalnya seorang Chairil Anwar yang telah menulis banyak puisi.

    Maka jika diantologikan, hanya ada beberapa karyanya yang akan dimasukkan ke dalam sebuah karya antologi.

    Artinya karya-karya pilihan saja yang akan dimuat dalam antologi puisi.

    Begitu juga antologi campuran. Di mana dalam satu buku, akan ada beberapa karya puisi dari banyak penulis.

    Contohnya, di dalam satu buku berisi puisi dari Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Asrul Sani, dan sebagainya.

    Menurut KBBI, antologi adalah:/an·to·lo·gi/ n kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang

    Sedangkan secara harfiah, antologi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “karangan bunga” atau”kumpulan bunga”,  adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra.

    Ciri Ciri Antologi Puisi

    Adapun ciri-ciri antologi puisi adalah sebagai berikut.

    • Terdiri dari banyak puisi.
    • Ditulis oleh satu satu lebih dari satu pengarang.
    • Karya-karya pilihan.
    • Memiliki tema terpadu.

    Contoh Antologi Puisi

    Ada begitu banyak contoh antologi puisi, diantaranya:

    • Balada Secangkir Kopi
    • Kumpulan Puisi Kahlil Gibran
    • Kumpulan Puisi Chairil Anwar
    • Kumpulan Puisi Sapardi Djoko

    Intinya, antologi puisi adalah kumpulan puisi-puisi pilihan yang dikemas dalam satu buku. Bagaimana, sudah jelas, kan?

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/ ya!

  • 8 Pengertian Musikalisasi Puisi Menurut Para Ahli

    Pengertian Musikalisasi Puisi

    Musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi yang diiringi dengan musik, atau pemberian titinada pada baris-baris puisi sehingga menjadi sebuah karya yang tak hanya diucapkan saja, tapi juga dinyanyikan.

    Pada dasarnya, musikalisasi puisi adalah mengkolaborasikan antara sastra dan musik yang menciptakan sebuah harmonisasi dan keindahan bagi pelantun maupun pendengar.

    Jadi dapat disimpulkan jika musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi dengan intonasi dan diiringi dengan musik secara dominan yang bertujuan agar pendengar lebih memahami maksud yang terkandung di dalam puisi tersebut.

    Pengertian Musikalisasi Puisi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian musikalisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Lukman Hakim

    Musikalisasi puisi adalah upaya untuk menonjolkan unsur musikal, sehingga sebagai karya sastra bebentuk puisi dapat lebih jelas lagi di depan khalayaknya, unsur musikal merupakan jembatan bagi khalayak untuk berhubungan dengan sajak.

    2. Dedi S. Putra

    Musikalisasi puisi adalah ungkapan musikal, instrument, melodi, dan nyayian ucapan. yang memiliki nuansa makna kata ekplisit dan implisit. Penghayatan menjadikan puisi mendapat kemampuan ekstra untuk berkomunikasi karena pencarian yang diciptakan.

    3. Andrie S. Putra

    Musikalsasi puisi adalah satu bentuk ekpresi sastra, puisi dengan melibatkan beberapa unsur seni, seperti irama, bunyi, musik, gerak, dan tari.

    4. Antilan Purba

    Musikalisasi puisi adalah sebuah cara dan kegiatan yang mengubah puisi menjadi lagu.

    5. Brani Nasution

    Musikalisasi puisi adalah memusikan atau mengubah citra puitik menjadi musikal dari sebuah puisi.

    6.  Agus S. Sarjono

    Musikalisasi puisi adalah mengubah musiklaitas pada puisi menjadi lebih tersa, menjadi suatu musik yang bisa didengar.

    7. Fikar W. Eda

    Puisi musikalisasi merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yakni menggunakan unsur-unsur bunyi yang lebih kuat untuk mengekpresikan puisi. Kalau selama ini puisi dibaca secara oral.

    Musikalisasi puisi ini merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yang disampaikan dengan menggunakan medium musik atau instrumen musikalisasi adalah salah satu bentuk ekspresi alternative yang bagus untuk memahami karya sastra.

    8. Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia

    Musikalisasi puisi adalah sebuah hal untuk menjadikan puisi agar bersifat musik.

  • Kumpulan Kata-Kata Bijak dan Puisi Jalaludin Rumi

    Kumpulan Kata-Kata Bijak dan Puisi Jalaludin Rumi

    Jalaludin Rumi

    Jalaludin Rumi adalah seorang penyair sufi yang berasal dari Persia. Pria yang memiliki nama lengkap Maulana Jalaludin Rumi ini lahir di Balkh pada tanggal 6 Rabiul Awal tahun 604 Hijriah atau tanggal 30 September 1207 Masehi.

    Layaknya pujangga lain, Jalaludin Rumi kerap menulis syair-syair dan puisi cinta yang ditujukan kepada Tuhan dan kepada sesama manusia.

    Hal tersebut dikarenakan sastrawan serta penyair terkenal ini memang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Puisi Jalaludin Rumi

    Ada begitu banyak goresan kata yang diciptakannya dan sampai saat ini masih sering digunakan sebagai inspirasi oleh banyak orang.

    Adapun kata-kata bijak dan puisi Jalaludin Rumi adalah sebagai berikut:

    “Cinta adalah suatu penyakit, orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan.”

    “Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kau dan aku,
    Dua sosok dan dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.”

    “Sufi adalah seorang lelaki atau seorang perempuan yang telah patah hati terhadap dunia.”

    “Perkecillah dirimu, maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka Jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata.”

    “Selamat tinggal hanya untuk mereka yang suka dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang suka dengan hati dan jiwa tidak ada hal seperti pemisah.”

    “Karena cinta duri menjadi mawar karena cinta cuka menjelma anggur segar.”

    “Dalam perjalanan itu tak ada lorong sempit yang lebih sulit dari ini, beruntunglah orang yang tak membawa kedengkian sebagai teman.”

    “Jangan kau seperti iblis, Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.”

    “Singa terlihat paling tampan ketika sedang mencari mangsa.”

    “Hati manusia selalu terbuka dan dapat menerima segalanya: semua yang baik dan buruk menjadi bagian dari Sufi.”

    “Angin saat fajar memiliki rahasia untuk memberitahu Anda. Jangan kembali tidur.”

    “Di gurun pasir tanpa batas, aku kehilangan jiwaku, dan menemukan bunga mawar ini.”

    “Ikat dua burung bersama. Mereka tidak akan dapat terbang, kendati mereka tahu memiliki empat sayap.”

    “Yang tergelap di dunia adalah rumah kekasih tanpa Kekasih.”

    “Jangan berduka. Apapun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain.”

    “Kematian adalah jembatan yang menghubungkan orang yang mencintai dengan yang dicintainya.”

    “Anda dilahirkan memiliki sayap, mengapa lebih memilih hidup merangkak.”

    “Kemarin saya pintar, jadi saya ingin mengubah dunia. Hari ini saya bijaksana, jadi saya mengubah diri saya sendiri.”

    “Perempuan adalah cahaya Tuhan, Dia bukan dicintai secara duniawi, dia berdaya kreatif, bukan hasil kreasi.”

    “Adakah pelukis yang melukis sebuah lukisan indah demi lukisan itu sendiri?”

    “Bulan tetap terang ketika tidak menghindari malam.”

    “Hidup adalah perjalanan yang mengakibatkan keterpisahan demi kemanunggalan.”

    “Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar.”

    “Apa yang menyakitimu, memberkatimu. Kegelapan adalah lilinmu.”

    “Hanya hati yang dipenuhi dengan cinta yang dapat menjangkau langit tertinggi.”

    “Dari gunung arus air deras mengalir, dari tubuh kita jiwa pun bergerak karena ilham cinta.”

    “Tidak perlu membakar selimut baru hanya karena seekor kutu, juga aku tidak membuang muka dari kau hanya karena kesalahan yang tak berarti.”

    “Cinta adalah lautan tak bertepi, langit hanyalah serpihan buih belaka.”

    “Ada lilin di dalam hati Anda, siap untuk dinyalakan. Ada kekosongan dalam jiwa Anda, siap untuk diisi.”

    “Jangan pergi ke arah yang gelap, karena matahari masih ada.”

    “Jiwaku adalah dari tempat lain, saya yakin itu, dan saya berniat untuk berakhir di sana.”

    “Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu.”

    “Seperti Adam dan Hawa yang melahirkan sekian banyak jenis, cinta lahir dalam sekian banyak bentuk, Lihatlah dunia penuh dengan lukisan, namun ia tidak memiliki bentuk.”

    “Cinta dan kelembutan adalah sifat manusia, amarah dan gairah nafsu adalah sifat binatang.”

    “Mati tanpa cinta adalah kematian terburuk dari segala kematian.”

  • Puisi Pada Suatu Hari Nanti (Sapardi Djoko Damono)

    Puisi Pada Suatu Hari Nanti (Sapardi Djoko Damono)

    Pada Suatu Hari Nanti
    Sapardi Djoko Damono

    pada suatu hari nanti
    jasadku tak akan ada lagi
    tapi dalam bait-bait sajak ini
    kau tak akan kurelakan sendiri

    pada suatu hari nanti
    suaraku tak terdengar lagi
    tapi di antara larik-larik sajak ini
    kau akan tetap kusiasati

    pada suatu hari nanti
    impianku pun tak dikenal lagi
    namun di sela-sela huruf sajak ini
    kau tak akan letih-letihnya kucari

  • Puisi Melebur dengan Bayangmu

    Melebur dengan Bayangmu
    oleh Eva

    Resah.. Gundah.
    Bukan, Ini rindu..

    Baru saja aku beranjak,

    tapi bayangmu terus berpijak.

    Aku tak tahu harus apa.

    Yang aku tahu..
    Kau nyaris sempurna.

    Garis nadimu sangat nyata.
    Bagaimana mungkin aku bisa lupa?

    Hanya rajutan kata cinta,
    yang bisa menghantar rasa.

    Semoga saja..
    Kau menyukainya.

  • Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

    Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

    Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

    AKULAH SI TELAGA
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
    berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
    bunga-bunga padma;
    berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
    sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
    — perahumu biar aku yang menjaganya

    Perahu Kertas,
    Kumpulan Sajak,
    1982.

    ANGIN, 1
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke
    sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar
    suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, “hei
    siapa ini yang mendadak di depanku?”

    angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita
    untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh
    lagi

    — sampai pagi tadi:
    ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba merasa scorang diri di
    tengah bising-bising ini tanpa Hawa
    Perahu Kertas,
    Kumpulan Sajak,
    1982.

    ANGIN, 2
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    Angin pagi menerbangkan sisa-sisa unggun api yang terbakar
    semalaman.
    Seekor ular lewat, menghindar.
    Lelaki itu masih tidur.
    Ia bermimpi bahwa perigi tua yang tertutup ilalang panjang
    di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba berair kembali.

    Perahu Kertas,
    Kumpulan Sajak,
    1982.

    AKU INGIN
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
     

    ANGIN, 3
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    “Seandainya aku bukan ……
    Tapi kau angin!
    Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut
    kamar,
    menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.
    “Seandainya aku . . . ., .”
    Tapi kau angin!
    Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang
    perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.
    “Seandainya ……
    Tapi kau angin!
    Jangan menjerit:
    semerbakmu memekakkanku.
    Perahu Kertas,
    Kumpulan Sajak,
    1982.

    YANG FANA ADALAH WAKTU
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
    memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
    sampai pada suatu hari
    kita lupa untuk apa.
    “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
    tanyamu.
    Kita abadi.

     Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
    1982.

    BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di
    belakang

    aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan

    aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
    yang telah menciptakan bayang-bayang

    aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara
    kami yang harus berjalan di depan

    BUNGA, 1
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    (i)
    Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
    Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit;
    siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak
    terbang berputar-putar di atas padang itu;
    malam hari ia mendengar seru serigala.

    Tapi katanya, “Takut? Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku
    ini si bunga rumput, pilihan dewata!”

    (ii)
    Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.

    Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua pada suatu pagi,
    dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua
    itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm
    dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan
    hutan terbakar dan setelah api ….

    Teriaknya, “Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para
    manusia! Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!” 
    Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
    1982.

    BUNGA, 2
    Oleh : Sapardi Djoko Damono

    mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik
    taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata
    jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak ada
    alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
    menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu
    kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya
    selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan
    menjelma
    pendar-pendar di permukaan kolam 
    Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
    1982.

    BUNGA, 3
    Oleh : Sapardi Djoko Damono 

    seuntai kuntum melati yang di ranjang itu sudah berwarna coklat
    ketika tercium udara subuh dan terdengar ketukan di pintu
    tak ada sahutan
    seuntai kuntum melati itu sudah kering: wanginya mengeras di
    empat penjuru dan menjelma kristal-kristal di udara ketika
    terdengar ada yang memaksa membuka pintu
    lalu terdengar seperti gema “hai, siapa gerangan yang telah
    membawa pergi jasadku?”
     
    Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
    1982.

    HUJAN BULAN JUNI
    Tak ada yang lebih tabah
    Dari hujan bulan juni
    Dirahasiakannya rintik rindunya
    Kepada pohon berbunga itu
    Tak ada yang lebih bijak
    Dari hujan bulan juni
    Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
    Yang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arif
    Dari hujan bulan juni
    Dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu(1989)DALAM DIRIKU
    Dalam diriku mengalir sungai panjang,
    Darah namanya;
    Dalam diriku menggenang telaga darah,
    Sukma namanya;
    Dalam diriku meriak gelombang sukma,
    Hidup namanya!
    Dan karena hidup itu indah,
    Aku menangis sepuas-puasnya
    (1980)Tiba-Tiba Malam pun risik
    tiba-tiba malam pun risik
    beribu Bisik
    tiba-tiba engkau pun lengkap menerima
    satu-satunya Duka

    Di Atas Batu
    ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali…
    ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana ke mari…
    ia pandang sekeliling :
    matahari yang hilang – timbul di sela goyang daun-daunan,
    jalan setapak yang mendaki tebing kali,
    beberapa ekor capung
    — ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini
    Perahu Kertas,
    Kumpulan Sajak,
    1982.

    Hatiku Selembar Daun

    Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
    nanti dulu, biarkan aku sejenak…
    Terbaring di sini;
    ada yang masih ingin kupandang,
    yang selama ini senantiasa luput;
    Sesaat adalah abadi sebelum kausapu
    tamanmu setiap pagi…
    ~*Sapardi Djoko Damono*~
    Pada Suatu Hari Nanti
    Pada suatu hari nanti
    jasadku tak akan ada lagi…
    tapi dalam bait-bait sajak ini
    kau tak akan kurelakan sendiri…
    Pada suatu hari nanti
    suaraku tak terdengar lagi…
    tapi di antara larik-larik sajak ini
    kau akan tetap kusiasati…
    Pada suatu hari nanti
    impianku pun tak dikenal lagi…
    namun di sela-sela huruf sajak ini
    kau tak akan letih-letihnya kucari…
    ~*Sapardi Djoko Damono*~
  • Kumpulan Puisi Kahlil Gibran yang Menyentuh Hati

    Kumpulan Puisi Kahlil Gibran yang Menyentuh Hati

    Terdiam

    Ku terdiam dalam ruang sepi tak berteman
    Terlintas bayangmu bermain dalam pikiran
    Ku larut dalam hayalku tentang tak bertepiaan
    Mengapa aku bisa menyayangimu
    Walau ku tahu kau tak mempedulikanku

    Apakah ini hanya perasaanku sesaat
    Atau karena pikiran ini telah penat
    Rasa sayang ini telah ada
    Pada saat yang tidak pernah kuminta
    Tapi hati ini terus membara
    Menanti cinta yang tak pernah ada

    Wahai dewi cinta
    Tepatkah kau menembakan panah asmara
    Membuat hati terluka
    Menunggu cinta tak kunjung tiba

    Wahai kau yang disana
    Sadarkah kau disini kumencinta
    Dirimu terlalu kupuja
    Bagaikan sebuah mahakarya

    IBU

    Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir -bibir manusia.
    Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
    Kata yang semerbak cinta dan impian,
    manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa. .

    Ibu adalah segalanya.
    Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita dikala nista.
    Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.

    Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

    Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
    Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
    Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

    Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
    Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
    Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
    Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud. Penuh cinta dan kedamaian.

    Cinta Yang Agung

    Adalah ketika kamu menitikkan air mata
    dan masih peduli terhadapnya..
    Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
    menunggunya dengan setia..

    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
    dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
    turut berbahagia untukmu..

    Apabila cinta tidak berhasil
    …Bebaskan dirimu…
    Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
    dan terbang ke alam bebas lagi..
    Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
    kehilangannya..

    Tapi..ketika cinta itu mati..
    kamu tidak perlu mati bersamanya
    Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
    MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
    mereka jatuh.

    Aku Bicara Perihal Cinta

    Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia.
    Walau jalannya sukar dan curam.
    Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
    Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

    Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
    Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
    Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
    kan menyalibmu.

    Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
    demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
    Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
    dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

    Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
    dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
    Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

    Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
    Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
    Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
    Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
    Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

    Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
    Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
    supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
    dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

    Namun pabila dalam ketakutanmu,
    kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
    Maka lebih baiklah bagimu,
    kalau kaututupi ketelanjanganmu,
    dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
    Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
    tapi tak seluruh gelak tawamu,
    dan menangis,
    tapi tak sehabis semua airmatamu.

    Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
    dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
    Cinta tiada memiliki,
    pun tiada ingin dimiliki;
    Karena cinta telah cukup bagi cinta.

    Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
    TUHAN ada di dalam hatiku,
    tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
    Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
    sebab cinta,
    pabila dia menilaimu memang pantas,
    mengarahkan jalanmu.

    Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
    Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
    biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
    Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
    yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

    Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
    Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
    Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
    Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
    dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
    Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
    Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
    Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
    dan sebuah gita puji pada bibirmu.

    Nyanyian Sukma

    Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
    sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,

    Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
    ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
    dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

    Betapa dapat aku mendesahkannya?
    Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
    Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

    Dia tersimpan dalam relung sukmaku
    Kerna aku risau, dia akan terhempas
    Di telinga pendengaran yang keras.
    Pabila kutatap penglihatan batinku

    Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
    Dan pabila kusentuh hujung jemariku
    Terasa getaran kehadirannya.
    Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
    Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

    Air mataku menandai sendu
    Bagai titik-titik embun syahdu
    Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
    Lagu itu digubah oleh renungan,

    Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
    Dan disingkiri oleh kebisingan,
    Dan dilipat oleh kebenaran,
    Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
    Dan difahami oleh cinta,
    Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
    Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

    Lagu itu lagu kasih-sayang,
    Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
    Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
    Suara manakah yang dapat menangkapnya?
    Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,
    Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
    Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
    Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?

    Siapa berani memecah sunyi
    Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
    Yang hanya terungkap oleh hati?
    Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

    BAYANG

    Setiap langkah ku ada dia..
    Mengikuti di belakang punggungnya. .
    Gelap dan tak terlihat..
    Kasat mata..

    Terdiam kala banyak yang membicarakannya..
    Seakan tak seorang pun memandang kearah ku..
    Sibuk mengagumi pesonanya..
    Sibuk meminta senyumannya. .

    Akulah sang tak terlihat..
    Saat dia berada di dekat ku..

    Akulah sang gelap..
    Dibalik wajah cerah nya..

    Akulah sang kasat mata..
    Ada namun seakan tak ada..

    Akulah sang bayang..
    Sesuatu yang tak dianggap ada..

    menunggu
    Hari terhitung minggu
    Minggu pun menjadi bulan..
    Pagi ku mengingat mu
    Malam ku mengenangmu

    Tetap saja semua sama
    Sejak kau pergi..
    Ku masih saja menanti mu
    Hingga kau kembali
    Dan takkan tinggalkan ku lagi..
    Entah kapan..

    Menunggu mu masih..
    Setia tetap ku janji..
    Hingga ku dapat kau kembali..
    Bersama jalani hari..

    Kisahku

    Dengarkan kisahku…
    Dengarkan,
    tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:
    kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..

    Jika kita mencintai,
    cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.
    Jika kita bergembira,
    kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.

    Jika kita menderita,
    kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.
    Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.

    Cinta adalah tunas pesona jiwa,
    dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
    ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
    Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,
    yang terbuka namun rahsia;
    ia hanya dapat difahami melalui cinta,
    hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
    dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap.

    CINTA SETUBUH PADAS

    Cinta setubuh padas!
    Bergelang waktu menggoda
    sesal anak rahim di kandung celaka.
    Mengunci tabir di buih-buih selaksa doa.

    Mungkin karunia itu berakhir patah, atau
    sekedar mengusap lempeng cumbu
    bertahta angin! Dan cinta kian
    menitik air mata di seanyam arang,
    mantra hati menyusut di susuk semangat.

    “Kembalikanlah amarahku; oh, cermin sangga!”

    Lembut suara angannya mengelus padas,
    agar memeluk kerat penguak duri
    percintaan bersanding ajal.

    Keadilan Cinta
    ketika hati melangkah
    ketika hasrat menggema
    ketika rasa bergetar
    saat itu daya tak kuasa
    menemukan kekasih hati

    Dimanakah posisi cinta
    dikala hati menginginkannya
    apakah cinta hanya sebuah pelampiasan
    dari hasrat diri
    dimanakah rasa
    dikala posisi cinta bergeser

    Cinta,
    adakah cinta untukku
    apakah cinta bisa berbuat adil

    Entahlah…
    dayaku tak kuasa lagi untuk menemukan cinta

    Pandangan Pertama

    Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.
    Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
    Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
    Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan malam,
    menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

    Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar; dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
    Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
    Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air mengalir menuju syurga dan bumi.
    Pandangan pertama dari sahabat kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan,
    “Jadilah, maka terjadilah ia”

  • Kumpulan Kata Mutiara dan Puisi Kahlil Gibran

    Kumpulan Kata Mutiara dan Puisi Kahlil Gibran

    Kumpulan Kata Mutiara dan Puisi Kahlil Gibran

    KEBEBASAN
    Ada orang mengatakan padaku, “Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan.”
    Kujawab,”Jika engkau melihat ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajaklah berbicara tentang kebebasan.”

    BERJALAN SEIRINGAN
    Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Kerana aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu.

    ORANG TERPUJI
    Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah.

    DOA
    Doa adalah lagu hati yang membimbing ke arah singgahsana Tuhan meskipun ditingkah oleh suara ribuan orang yang sedang meratap.

    PENYIKSAAN
    Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi menderita: penindasan pun tak dapat menghancurkan manusia yang berada di pihak Kebenaran: Socrates tersenyum ketika disuruh minum racun, dan Stephen tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang benar-benar menyakitkan hati ialah kesedaran kita yang menentang penyiksaan dan penindasan itu, dan terasa pedih bila kita mengkhianatinya.

    KATA-KATA
    Kata-kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan menyedari akan keabadiannya.

    BICARA WANITA
    Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak mengatakan apa-apa; tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia akan membuka semua tabir kehidupannya.

    KESEDARAN
    Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyedari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku.

    ILMU DAN AGAMA
    Ilmu dan agama itu selalu sepakat, tetapi ilmu dan iman selalu bertengkar.

    NILAI BURUK
    Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.

    MENUAI CINTA
    Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

    KEHIDUPAN
    Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau.

    KERJA
    Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.

    SELAMATKAN AKU
    Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran kecuali kalau kebenaran itu menyakiti; dan dari orang yang berperilaku baik tetapi berniat buruk; dan dari dia yang memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain.

    CINTA
    Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus.

    Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

    CINTA
    Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

    CINTA
    Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

    CINTA
    Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

    CINTA
    Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

    ATAS NAMA CINTA
    Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

    CINTA YANG BERLALU
    Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

    CINTA LELAKI
    Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.

    TAKDIR CINTA
    Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

    CINTA PERTAMA
    Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik, kepahitan yang penuh misteri.

    LAFAZ CINTA
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

    LAFAZ CINTA
    Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan.

    KALIMAH CINTA
    Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya

    CINTA DAN AIRMATA
    Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.

    WANITA
    Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.

    BANGSA
    Manusia terbahagi dalam bangsa, negara dan segala perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku warganegara dunia kemanusiaan.

    KESENANGAN
    Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama.
    Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan;

    WARISAN
    Manusia yang memperoleh kekayaannya oleh kerana warisan, membangun istananya dengan yang orang-orang miskin yang lemah.

    RESAH HATI
    Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburkannya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa
    memperolehinya kembali?

    JIWA
    Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di hujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.

    LUAHAN
    Setitiss airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan… Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan…dari aku hidup menjemukan dan putus asa.

    LAGU KEINDAHAN
    Jika kamu menyanyikan lagu tentang keindahan, walau sendirian di puncak gurun, kamu akan didengari.

    DIRI
    Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan ia mengetahui dirinya dan yang satu lagi membayangkan bahawa orang lain mengetahui ia.

    TEMAN MENANGIS
    Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.

    PEMAHAMAN DIRI
    Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.

    HATI LELAKI
    Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya.

    PENULIS
    Kebanyakan penulis menampal fikiran-fikiran mereka yang tidak karuan dengan bahan tampalan daripada kamus.

    HARTA BENDA
    Harta benda yang tak punya batas, membunuh manusia perlahan dengan kepuasan yang berbisa. Kasih sayang membangunkannya dan pedih peri nestapa membuka jiwanya.

    OBOR HATI
    Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh berdosa jika kita memadamkannya dan mencampakkannya dalam abu.

    KESEPIAN
    Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam.

    KEABADIAN PANTAI
    Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang menyembur hilang buih putih. Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi

    MEMAHAMI TEMAN
    Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan, maka kamu tidak akan pernah memahaminya sampai bila-bila.

    MANUSIA SAMA
    Jika di dunia ini ada dua orang yang sama, maka dunia tidak akan cukup besar untuk menampung mereka.

    MENCINTAI
    Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.

    CERMIN DIRI
    Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
    kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata,
    Aku cinta kamu.
    Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku

    KEBIJAKSANAAN
    Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.

    KEBENARAN
    Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran; satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya.

    NYANYIAN PANTAI
    Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?

    PERPISAHAN
    Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.

    KATA TERINDAH
    Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.

    SAHABAT SEJATI
    Tidak ada sahabat sejati yang ada hanya kepentingan.

    PERSAHABATAN
    Persahabatan itu adalah tanggungjawaban yang manis, bukannya peluang.

    SULUH HIDUP
    Tuhan telah memasang suluh dalam hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan;berdosalah mereka yang mematikan suluh itu dan menguburkannya ke dalam abu.

    PENYAIR
    Penyair adalah orang yang tidak bahagia, kerana betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi airmata.

    Penyair adalah adunan kegembiraan dan kepedihan dan ketakjuban, dengan sedikit kamus.

    Penyair adalah raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam abu istananya dan cuba membangun khayalan daripada abu itu.

    Penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.

    SUARA KEHIDUPANKU
    Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita cuba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.

    KEINDAHAN KEHIDUPAN
    Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya. Dan kalian  adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu. Keindahan adalah keabadian yag termangu di depan cermin. Dan kalian; adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.

    RUMAH
    Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar, melainkan tiang utama sebuah kapal layar.

    PUISI
    Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.

    NILAI
    Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.

    SAHABAT
    Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
    Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih.
    Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.

    SIKAP MANUSIA
    Jauhkan aku dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati, dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.

    DUA HATI
    Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.

    HUTANG KEHIDUPAN
    Periksalah buku kenanganmu semalam, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada manusia dan kehidupan.

    INSPIRASI
    Inspirasi akan selalu bernyanyi; kerana inspirasi tidak pernah menjelaskan.

    POHON
    Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit. Kita tebang pohon itu dan menjadikannya kertas, dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.

    FALSAFAH HIDUP
    Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta

    KERJA
    Bekerja dengan rasa cinta, bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.

    Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.

    LAGU GEMBIRA
    Alangkah mulianya hati yang sedih tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati yang gembira.