Tag: rogojampi

  • KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror dengan bangga memperkenalkan program pendidikan karakter inovatif bertajuk ACBK (Ajarkan, Contohkan, Biasakan, Kolaborasikan).

    Program ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia pada anak usia dini melalui pendekatan praktis, terstruktur, dan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, serta lingkungan sekitar.

    Program ini diterapkan dalam dua tahap, yakni 27 karakter dalam tiga bulan pertama dan tambahan 27 karakter dalam tiga bulan berikutnya, sehingga totalnya mencapai 54 karakter yang tertanam dalam diri anak.

    Empat Pilar Metode ACBK

    Metode ACBK menjadi terobosan dalam pendidikan karakter dengan empat pilar utama, antara lain:

    1. Ajarkan – Anak-anak diberikan pemahaman tentang nilai-nilai karakter seperti mandiri, disiplin, dan sopan santun melalui cerita, diskusi, dan kegiatan interaktif.

    2. Contohkan – Guru dan orang tua menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan santun dan berempati terhadap orang lain.

    3. Biasakan – Anak-anak dilatih untuk melakukan kebiasaan baik setiap hari, seperti menyusun sepatu dengan rapi, mencuci tangan sebelum makan, serta berbagi dengan teman.

    4. Kolaborasikan – Orang tua dilibatkan secara aktif melalui workshop parenting dan kelas orang tua, sehingga pembelajaran karakter dapat berlanjut di rumah.

    Dalam praktiknya, ACBK mengintegrasikan nilai-nilai seperti kemandirian, disiplin, sopan santun, empati, dan gotong royong melalui aktivitas berbasis pengalaman.

    Keunggulan Program ACBK

    Anak-anak diajak untuk memahami konsep karakter melalui penjelasan sederhana, menyaksikan contoh nyata seperti guru yang berbicara dengan lembut atau orang tua yang menunjukkan sikap peduli, serta membiasakan diri dengan rutinitas positif.

    Salah satu keunggulan utama metode ini adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam rutinitas sehari-hari anak.

    Dengan pendekatan berbasis praktik, anak-anak secara alami terbiasa menerapkan sikap positif seperti menghormati sesama, mencintai lingkungan, serta menunjukkan gotong royong dan empati dalam keseharian mereka.

    Setelah diterapkan, program ACBK telah menunjukkan dampak positif, antara lain:

    • Peningkatan disiplin dan kemandirian anak dalam menjalankan kebiasaan baik sehari-hari.
    • Keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter anak melalui program parenting.
    • Terbentuknya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.

    Kepala KB Muslimat NU Al-Abror, Mutiara Sani, S.M., menyatakan bahwa metode ACBK merupakan wujud komitmen sekolah dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Diharapkan, metode ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan karakter sejak dini.

    “Program ACBK bukan sekadar teori, tetapi pendekatan nyata yang mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik setiap hari. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia dan sikap positif yang alami, bukan dipaksakan,” ujar Kepala KB Muslimat NU Al-Abror.

    Sejak diterapkan, program ini telah menunjukkan dampak signifikan. Anak-anak menunjukkan peningkatan disiplin, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi, sementara orang tua melaporkan keterlibatan mereka yang semakin aktif dalam mendampingi perkembangan karakter anak.

    Keunggulan ACBK terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dan rumah, menjadikan nilai-nilai positif sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak.

    KB Muslimat NU Al-Abror berharap program ACBK dapat menjadi model pendidikan karakter yang menginspirasi lembaga lain di Indonesia.

    Dengan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi demi pendidikan yang berkualitas.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK, silakan hubungi langsung melalui:

    Kontak: 085232678357

    Alamat: KB Muslimat NU Al-Abror, Dusunn Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Media Sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    Youtube: TK Muslimat NU Aliyan

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    sastrawacana.id/, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, menggelar tradisi selamatan penampan puasa.

    Acara yang berlangsung pada Jumat sore (28/2) ini menjadi momen tahunan yang diwarisi turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

    Selamatan ini diadakan di berbagai tempat, seperti mushola, balai dusun, dan jalan-jalan kampung.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam bentuk ancakan—sebuah tradisi khas masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Salah satu tokoh agama dusun Lateng, ustad Hanan sekaligus syuriah ranting NU dusun Lateng desa Gladag menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

    "Selamatan penampan puasa ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Selain sebagai ungkapan syukur, ini juga menjadi doa bersama agar ibadah Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah,"ujarnya.

    Warga setempat berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang memiliki nilai religius tinggi.

    Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Dusun Lateng siap menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan

  • Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) tingkat Kecamatan Rogojampi resmi digelar di Madrasah Ibtidaiyah Pengatigan pada Rabu (19/02/2025).

    Acara ini diikuti oleh berbagai madrasah ibtidaiyah dari seluruh kecamatan, yang mengirimkan siswa-siswinya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga dan seni.

    Porseni MI ini bukan hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan membangun karakter siswa sejak dini.

    Ajang tahunan ini dibuka oleh pengawas, Muhammad Syairofi, yang dalam sambutannya berhasil menggugah semangat para peserta Porseni.

    Dari sekian banyak cabang yang dilombakan, ada satu kompetisi yang cukup menyedot perhatian, yaitu lomba baca puisi yang terbagi atas kategori putra dan putri.

    Lomba diawali dengan pembacaan aturan, teknis, serta pengenalan para dewan juri yang dilakukan oleh koordinator lomba.

    Adapun dalam lomba ini, panitia penyelenggara menghadirkan tiga juri kompeten di bidangnya, yaitu Dwi Ilmawati dari MI Miftahul Ulum Mangir; Diah Galuh K dari MI Kedaleman, serta Maulana Affandi, S.S, direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pemimpin redaksi media literasi sastrawacana.id/.

    Kehadiran para juri dari pegiat sastra ini memberikan nilai lebih karena peserta tidak hanya dinilai secara teknis tetapi juga diberikan wawasan mengenai seni membaca puisi yang lebih dalam.

    Beberapa peserta yang mengikuti lomba puisi tampak bersemangat dengan aksi panggung yang memukau.

    Mereka tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga menampilkan ekspresi dan gestur yang mendukung isi puisi yang mereka bawakan.

    Setelah semua unjuk gigi, Maulana Affandi sebagai perwakilan juri memberi apresiasi dan sedikit pengetahuan kepada para peserta.

    Beberapa pesan disampaikan, termasuk agar memperhatikan tempo dan intonasi. Menurutnya, puisi bukan ajang untuk adu suara, tapi bagaimana isi dari bacaan itu sampai ke penonton atau pendengar.

    "Pembacaan puisi yang baik bukan hanya soal vokal saja, tetapi juga bagaimana penyampaian makna kepada pendengar," katanya.

    Kemudian, ia juga menambahkan jika ajang ini menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah memiliki potensi besar dalam dunia seni, khususnya sastra.

    Juri lainnya, Dwi Ilmawati, mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kualitas peserta dalam bidang puisi, terutama dalam hal penghayatan.

    "Setiap tahun sangat terlihat peningkatannya. Anak-anak yang mengikuti lomba puisi tahun ini semakin kreatif dan baik penampilannya. Momen ini bisa dijadikan contoh serta inspirasi bagi siswa lainnya yang ingin mengikuti lomba puisi di event lainnya," ujarnya.

    Sementara itu, juri lainnya, Diah Galuh K, memberikan apresiasi terhadap penampilan peserta yang dinilainya menarik dan penuh usaha.

    Namun, ia juga mencatat beberapa kendala yang masih perlu diperbaiki oleh peserta, seperti rasa percaya diri yang kurang serta beberapa peserta yang terburu-buru dalam membacakan puisi.

    "Ada yang kurang percaya diri, tapi secara keseluruhan sudah bagus. Beberapa peserta sempat mengalami kesulitan karena terburu-buru. Harapannya, bakat dan kepercayaan diri mereka bisa terus dikembangkan dan tidak mudah putus asa," tuturnya.

    Porseni MI Kecamatan Rogojampi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan, sportivitas, serta kreativitas siswa madrasah ibtidaiyah.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan acara ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya di tingkat madrasah ibtidaiyah.

  • NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    Ngaji Bareng Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi (NGABARIN) merupakan program MWC NU kecamatan Rogojampi yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali sebagai anjangsana antar ranting di wilayah Kecamatan Rogojampi.

    Dalam setiap pertemuan, NGABARIN dihadiri oleh pengurus ranting NU se-Kecamatan Rogojampi, perwakilan dari badan otonom (banom) yang ada di ranting setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tiga pilar desa (Kepala Desa, Babinsa dan Babinkatibnas).

    NGABARIN pada bulan ini digelar pada tanggal 23 November 2024 bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

    Turut hadir Kepala Desa beserta Kepala Dusun, RT/ RW setempat, pengurus takmir masjid, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

    Acara NGABARIN diawali dengan pembacaan Tahlil dipimpin langsung Katib MWC NU Rogojampi Ust. Ridho Hawarie.

    Selanjutnya acara dibuka oleh pengurus Ranting NU Bubuk sebagai tuan rumah sebagai pembaca acara.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting Banje sebagai perwakilan dari tuan rumah Ranting NU Banje yang dilanjut oleh Kepala Desa Bubuk bapak H. Panhari.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program NGABARIN ini merupakan program yang sangat baik untuk dilaksanakan.

    Menurutnya, NGABARIN dapat digunakan sebagai momentum silaturahmi antar anggota ranting NU se-Kecamatan Rogojampi dengan MWC NU Rogojampi.

    Kemudian, program NGABARIN juga memberikan kemaslahatan bagi warga nahdiyin, umumnya masyarakat yang ada di Kecamatan Rogojampi.

    Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU kecamatan Rogojampi bapak Anwar Rofiq.

    Ia berharap agar program lailatul ijtima yang ada di tingkat Ranting NU bisa diaktifkan kembali untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitar.

    Anwar Rofiq juga mengimbau untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa masing-masing demi menciptakan suasana kondusif menjelang pilkada.

    Kegiatan inti NGABARIN diisi oleh Kyai Fathurrozaq Ahdini selaku Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Rogojampi.

    Dalam kajiannya, Kyai Fathurrozaq Ahdini merujuk pada Kitab Risalah Aswaja (Ahl Sunnah Wal Jama’ah) karya KH. Hasyim Asyari.

    Disela-sela penyampaian materi, ia membuka sesi diskusi agar kajian tersebut tidak fokus pada satu arah, sehingga jamaah bisa bertanya langsung kepada pemateri agar suasana lebih hidup.

    “Sitik kelutik, ojo akeh kelepeh,” tutupnya.

    NGABARIN menjadi tolok ukur keberhasilan MWC NU Rogojampi dalam memperkuat pengetahuan Ahlussunnah Wal Jamaah dan membawa kemaslahatan bagi warga nahdiyin serta masyarakat luas.

  • Kode Pos Rogojampi, Informasi Lengkap untuk Warga dan Wisatawan

    Kode Pos Rogojampi, Informasi Lengkap untuk Warga dan Wisatawan

    Kode pos Rogojampi adalah 68462. Kode tersebut berfungsi memudahkan proses pengiriman surat dan barang, serta identifikasi wilayah.

    Di Rogojampi terdapat beberapa desa, antara lain: Aliyan, Bubuk, Gitik, Gladag, Karangbendo, Kedaleman, Lemahbangdewo, Mangir, Rogojampi, Pengatigan.

    Apa itu kode pos?

    Kode pos adalah serangkaian angka yang digunakan untuk memudahkan proses pengiriman barang atau surat ke suatu alamat tertentu.

    Kode pos ini dirancang untuk mempercepat proses sortir dan distribusi oleh jasa pengiriman, sehingga paket atau surat dapat sampai ke tujuan dengan lebih cepat dan tepat.

    Dengan mengerti fungsi dari kode pos, maka warga Rogojampi hendaknya mengingat nomor kode pos tersebut.

    Sebab, Rogojampi merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi.

    Rogojampi memiliki berbagai potensi yang menarik, terutama sektor pertanian dan perikanan.

    Di daerah ini, banyak petani yang mengolah lahan untuk menghasilkan berbagai komoditas, seperti padi, jagung, dan sayuran.

    Selain itu, nelayan di pesisir Rogojampi juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan ikan di pasar lokal.

    Bagi wisatawan, Rogojampi menawarkan keindahan alam yang menawan. Beberapa tempat menarik untuk dikunjungi adalah pantai, air terjun, dan lokasi-lokasi bersejarah.

    Menggunakan kode pos yang benar akan memudahkan wisatawan saat melakukan reservasi hotel atau pengiriman tiket, sehingga pengalaman liburan mereka menjadi lebih nyaman.

  • Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    SMP Negeri 3 Rogojampi menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semarak pada Sabtu pagi, 21 September 2024.

    Acara yang bertemakan “Jodang sebagai Media Pendidikan” ini tidak hanya diadakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting yang mengintegrasikan tradisi lokal dengan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

    Halaman sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan dipenuhi dengan semangat kebersamaan dari seluruh elemen sekolah, termasuk seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

    Kepala Sekolah SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya Maulid Nabi sebagai momen untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah.

    “Semoga kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk menjadikan nilai-nilai luhur Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan literasi keagamaan bagi para siswa, sebuah pendekatan yang dipadukan dengan elemen lokal melalui P5.

    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah untuk membentuk karakter siswa yang unggul, dan acara seperti peringatan Maulid ini merupakan media yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

    Tidak hanya dipenuhi dengan kegiatan seremonial, acara ini dimeriahkan oleh penampilan grup hadrah yang terdiri dari para siswa SMPN 3 Rogojampi.

    Grup hadrah ini menyajikan lantunan shalawat yang membuat suasana semakin khidmat. Selain itu, ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Isnandi, M.Pd., mengajak seluruh peserta acara untuk meneladani sifat-sifat kesederhanaan, keteguhan iman, serta rasa syukur yang selalu menjadi bagian dari kehidupan Rasulullah SAW.

    Ceramah ini tidak hanya memberikan pencerahan, tetapi juga menjadi pengingat bagi para siswa tentang pentingnya menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

    Yang menjadi daya tarik utama dalam peringatan Maulid Nabi kali ini adalah lomba menghias jodang antar kelas.

    Jodang adalah tradisi khas Banyuwangi yang menggambarkan makna mendalam tentang kehidupan dan iman.

    Jodang sendiri terbuat dari batang pisang yang dihiasi dengan telur beraneka warna, melambangkan filosofi kehidupan yang penuh warna dan makna.

    Tradisi ini diyakini pertama kali dicetuskan oleh KH. Abdullah Faqih, seorang tokoh ulama dari Cemoro Banyuwangi, sekitar tahun 1873.

    Sejak saat itu, tradisi Jodang terus dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi, dan kini diadopsi sebagai bagian dari kegiatan pendidikan di SMPN 3 Rogojampi.

    Sebanyak 18 jodang dari berbagai kelas ikut serta dalam lomba ini, yang dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: estetika, filosofi, dan keamanan.

    Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menghias, tetapi juga menyelipkan pesan moral tentang kehidupan yang penuh tantangan, iman yang kuat, serta semangat pantang menyerah.

    Melalui lomba jodang, para siswa belajar tentang pentingnya kerja sama tim, menghargai tradisi, serta menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka.

    Di penghujung acara, suasana semakin meriah ketika pemenang lomba jodang diumumkan.

    Para pemenang diberikan plakat penghargaan serta hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.

    Tidak hanya lomba, acara juga diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif lain yang mendorong siswa untuk lebih mendalami literasi keagamaan dan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi media pendidikan yang inovatif.

    Dengan memadukan tradisi lokal seperti Jodang dan nilai-nilai keagamaan, acara ini menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan karakter siswa dalam bingkai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

    Diharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami sejarah dan ajaran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.