Tag: rogojampi

  • Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Pasangan hafidz, Muhammad Haidar Rosyid dan Fani Faizah Hurriyatul Alawiyah Hasan, menggelar upacara adat tujuh bulanan atau mitoni/tingkeban sebagai penanda usia kehamilan pertama mereka.

    Prosesi adat nusantara tersebut berlangsung di Gang Garuda V, Katesan, Prejengan 1, Rogojampi, Selasa (6/1/2026).

    Rosyid yang berasal dari suku Using dan Fani dari suku Madura menjalani prosesi adat yang sarat makna kebudayaan dan spiritual.

    Ritual mitoni dipandu Bu Mumun dari suku Sunda, dengan tamu undangan lintas etnis, mulai dari Jawa, Minang, hingga Madura.

    Acara dipandu oleh Aguk Darsono, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Banyuwangi dari unsur suku Jawa, yang mengenakan busana surjan galur merah dan kopiah batik khas Jogokariyan, Yogyakarta.

    Prosesi diawali dengan pembacaan Ummul Kitab, Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan sungkeman calon ayah dan ibu kepada kedua orang tua untuk memohon doa restu.

    Selanjutnya, dua keluarga besar serta tokoh agama dan masyarakat secara bergiliran memasukkan air dari tujuh sumber ke dalam belanga.

    Menariknya, sebagian air tersebut berasal dari sumber-sumber yang diperoleh Rosyid saat berziarah ke makam para wali, mulai dari makam pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo, Asembagus, hingga makam para aulia di Pulau Madura.

    Sukorejo sendiri merupakan tempat Rosyid menimba ilmu sejak SMA hingga sarjana, sekaligus menghafal Al-Qur’an 30 juz.

    Tahapan berikutnya, kembang setaman dimasukkan ke dalam belanga oleh ibunda Rosyid dan kakak Fani, Lisa Zakiyah.

    Ritual mitoni ini menjadi ikhtiar spiritual (krenteg hajad) agar calon ibu dan bayi diberi keselamatan, kesejahteraan, serta kelancaran proses kelahiran. Fani sendiri dikenal sebagai hafidzah yang menimba ilmu di pondok pesantren di Yogyakarta.

    Prosesi siraman dilakukan dengan pasangan mengenakan busana takwa dan gamis.

    Rangkaian prosesi simbolik dijalani dengan penuh khidmat, mulai dari pelilitan kain putih pada calon ibu, pelepasan telur, hingga menggendong dan melepas kelapa cengkir gading yang dihias tokoh wayang Arjuna dan Srikandi.

    Prosesi ini ditutup dengan pelepasan ikatan janur di perut calon ibu sebagai doa agar proses kelahiran berjalan lancar, ibu dan jabang bayi diberi keselamatan, serta sang suami selalu siaga mendampingi.

    Siraman diawali oleh calon kakek dari pihak perempuan, H. Hasan Basori, seorang guru agama sekaligus Ketua Asosiasi BPD se-Wongsorejo.

    Prosesi dilanjutkan oleh ibu pihak laki-laki, Asmiyati; Bu Mumun; para sesepuh keluarga; dan ditutup oleh ayah pihak laki-laki, Muhammad Nur, pengrajin suvenir, plakat, dan kaligrafi.

    Setelah itu, Rosyid menyiram istrinya menggunakan kendi yang kemudian dijatuhkan hingga pecah.

    Pecahan kendi tersebut diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan, dilanjutkan tradisi “jualan” dawet dan rujak oleh pasangan calon orang tua.

    Usai berganti busana kering, Bu Mumun memperagakan ritual pemilihan tujuh kain batik bermotif khas, seperti gajah oling, karapan potre kuning, sido mukti, hingga sembrung cacing.

    Setelah enam motif dinilai kurang sesuai, pilihan jatuh pada kain batik parang barong yang melambangkan kewibawaan dan keanggunan.

    Dengan selempang batik tersebut, Fani melanjutkan prosesi berjualan rujak dan dawet yang disambut antusias warga.

    Rangkaian acara ditutup dengan pembagian jenang merah putih dan nasi tumpeng berkat, disertai doa syukur dan keselamatan yang dipimpin H. Hasan Basori.

    Acara yang dimulai selepas salat Asar berakhir menjelang waktu samarwulu, diiringi lantunan selawat dari Masjid Besar Baturahim.

    Pada malam harinya, rangkaian selamatan dilanjutkan dengan tahlilan ba’da Magrib yang dipimpin Kepala Dusun Prejengan 1, M. Basuni.

    Sebanyak 33 jamaah mengikuti tahlilan dengan pembacaan Surat Yusuf, Maryam, Muhammad, Luqman, Al-Ikhlas sebanyak 99 kali, serta Surat Yasin secara berjamaah.

    “Semoga keluarga Rosyid dan Fani menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, melahirkan generasi Qur’ani yang berbakti kepada orang tua, membahagiakan kakek-nenek, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” doa M. Basuni yang diamini seluruh jamaah.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Kenduren Takir Sewu Sambut Tahun Baru 2026

    Warga Dusun Lateng Gelar Kenduren Takir Sewu Sambut Tahun Baru 2026

    Warga Dusun Lateng, Desa Rogojampi, menggelar tradisi Kenduren Takir Sewu di aula Balai Dusun Lateng, Kampoeng Lebak, pada Kamis (1/1/2026).

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat dalam menyambut awal tahun baru 2026.

    Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung khidmat namun tetap meriah, dengan melibatkan partisipasi warga secara guyup rukun.

    Kenduren Takir Sewu menjadi ruang kebersamaan warga dalam merawat tradisi lokal yang sarat nilai keagamaan dan sosial.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan ketua panitia, tahlil, doa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah makan bersama.

    Momentum ini mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam suasana kekeluargaan.

    Koordinator kegiatan, Rita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Takir Sewu merupakan ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada masyarakat Dusun Lateng dan sekitarnya.

    Selain itu, kegiatan ini diniatkan sebagai doa bersama agar di awal tahun 2026 seluruh urusan masyarakat dimudahkan, harapan dan cita-cita dikabulkan, serta kehidupan ke depan senantiasa dilimpahi keberkahan.

    “Melalui kenduren ini, kita bersyukur bersama sekaligus memanjatkan doa agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, penuh kelancaran, keselamatan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

    Tahlil dan doa bersama kemudian dipimpin oleh sesepuh Dusun Lateng, Mbah Sabuang, dan diikuti dengan khusyuk oleh seluruh hadirin.

    Suasana religius terasa kental ketika doa-doa dipanjatkan sebagai ikhtiar batin mengawali perjalanan di tahun yang baru.

    Pada sesi ramah tamah, warga menikmati kebersamaan dengan sajian sebanyak 1.000 takir yang disiapkan panitia.

    Beragam kuliner khas Banyuwangi tersaji, mulai dari nasi tumpeng, nasi golong, pecel pitik, ayam kesrut, orem-orem, hingga aneka lauk tradisional lainnya.

    Tak ketinggalan jajanan khas seperti kue lapis, lanun, klepon, getuk, awuk, ketan, hingga jajanan poro bungkil.

    Seluruh hidangan disajikan menggunakan daun pisang, menambah nuansa tradisi dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kenduren Takir Sewu.

    Kebersamaan warga tampak semakin hangat saat mereka makan bersama dengan penuh kegembiraan, mencerminkan semangat guyup rukun dan tandang bareng yang telah mengakar kuat di Dusun Lateng.

    Kenduren Takir Sewu Lateng Rogojampi

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengajian umum ba’da Magrib bertema “Muhasabah Awal Tahun dan Doa Bersama Meraih Ridho Allah SWT”, yang disampaikan oleh Ustaz H. Andi Hidayat, S.Ag dari Rogojampi.

    Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki niat dan akhlak, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui sholat berjamaah, sedekah, dan memperbanyak sholawat.

    Melalui tradisi Kenduren Takir Sewu Pinggir Banyu ini, warga Dusun Lateng tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan.

    Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menyambut tahun baru dapat dilakukan dengan cara yang bermakna, melalui doa, syukur, dan kebersamaan sebagai ikhtiar meraih ridho Allah SWT dan keberkahan di tahun 2026.

  • Kolaborasi Bareng Sungai Watch, Desa Mangir Gelar Aksi Big Clean Up Angkut 4,1 Ton Sampah

    Kolaborasi Bareng Sungai Watch, Desa Mangir Gelar Aksi Big Clean Up Angkut 4,1 Ton Sampah

    Banyuwangi – Upaya menjaga kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Banyuwangi.

    Salah satunya melalui aksi bersih-bersih sungai kolosal bertajuk “Big Clean Up” yang digelar di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, pada Jumat (19/12/2025).

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Mangir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan organisasi lingkungan Sungai Watch.

    Mengusung semangat “Saatnya Sungai Kita Bernapas Kembali”, aksi ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk membersihkan sungai dari pencemaran sampah plastik dan limbah lainnya.

    Hasil dari kegiatan gotong royong tersebut terbilang signifikan. Berdasarkan data di lapangan, total sampah yang berhasil diangkat dari aliran sungai mencapai 4.162,52 kilogram atau setara 4,1 ton.

    Sampah tersebut dikumpulkan dan dipilah ke dalam 871 karung (kampil).

    Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Sebanyak 45 personel Sungai Watch diterjunkan langsung untuk memimpin teknis pembersihan, dengan dukungan 111 relawan yang terdiri dari warga lokal dan berbagai komunitas.

    Aksi bersih sungai ini turut dihadiri oleh Forkopimka Kecamatan Rogojampi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pengairan, serta Dinas Pertanian.

    Sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan juga berpartisipasi aktif, di antaranya Tim Jebeng Thulik Banyuwangi, Pencinta Lingkungan Banyuwangi (PLC), PC IPNU Banyuwangi, dan Kelompok KIPAN Banyuwangi.

    Dari tingkat desa, dukungan penuh datang dari Pemerintah Desa Mangir bersama 3 Pilar, BPD, LPMD, HIPPA, TP PKK, Komite Persampahan, Gapoktan, Poktan, BUMDes, KDMP, serta Pendamping Desa Kemensos.

    Partisipasi kepala sekolah dan pelajar dari jenjang TK, SD, MI, hingga SMK se-Desa Mangir, serta anggota Linmas, semakin memperkuat semangat gotong royong dalam kegiatan tersebut.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Sungai Watch sendiri merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2020 di Bali.

    Saat ini, Sungai Watch memiliki lebih dari 100 anggota tim yang tersebar di wilayah Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

    Organisasi ini memiliki misi menghentikan sampah, khususnya anorganik, sebelum mencapai laut dengan cara membersihkan sungai.

    Sungai Watch juga mengembangkan teknologi jaring sampah yang telah terpasang di 180 titik.

    Setiap hari, tim Sungai Watch secara rutin membersihkan sampah yang tertangkap di jaring tersebut untuk kemudian dibawa ke lokasi pemilahan dan pengelolaan sampah yang berada di Station Bangorejo, Rogojampi, dan Giri.

    Hingga saat ini, Sungai Watch telah mengumpulkan lebih dari 4.000.000 kilogram sampah anorganik dari sungai, mangrove, dan pantai di berbagai wilayah Indonesia.

    Dalam kegiatan Big Clean Up di Desa Mangir, jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah plastik sekali pakai, styrofoam, dan kemasan sachet.

    Sampah hasil kegiatan ini tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dibawa ke Station Sungai Watch di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo untuk dipilah, dibersihkan, dilakukan brand audit, serta didaur ulang.

    Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah residu yang berakhir di TPA sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

  • Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Upaya menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Penerbit Lintang bersama media literasi sastrawacana.id/ dengan melakukan kunjungan serta donasi buku.

    Kegiatan ini menyasar lembaga-lembaga pendidikan di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari gerakan penguatan minat baca sejak dini.

    Kunjungan kali ini terasa lebih istimewa karena dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E., M.Si., yang berlangsung di MI Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, pada Rabu (17/12/2025).

    Di sela-sela kesibukannya, Yusdi Irawan menyempatkan diri untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung penguatan budaya baca di lingkungan sekolah.

    Kehadirannya sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai sarana edukatif yang strategis bagi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas literasi peserta didik sejak usia dini.

    Kunjungan Perpusda di MI Kedaleman

    Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Irawan memantau langsung kondisi perpustakaan MI Kedaleman sekaligus berdialog dengan pihak sekolah terkait literasi.

    Selain menyerahkan sejumlah buku, ia juga memberikan masukan yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaan dan strategi menumbuhkan minat baca siswa sejak usia dini.

    Menurutnya, keberadaan perpustakaan sekolah harus dimaknai lebih dari sekadar fasilitas pelengkap, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.

    “Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan mampu menumbuhkan minat baca anak-anak. Jadi, perlu ada rutinitas membaca karena kebiasaan akan berubah menjadi budaya membaca,” ujar Yusdi Irawan.

    Ia menambahkan, penguatan literasi sejak sekolah dasar menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang dalam kesempatan itu menyerahkan sejumlah buku, termasuk karya tulisnya sendiri.

    Seperti diketahui, Andi Budi Setiawan merupakan penulis asal Banyuwangi yang telah melahirkan berbagai karya sastra serta aktif mendorong gerakan literasi di daerah.

    Kepala Sekolah MI Kedaleman, Nur Lailiyah, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan.

    Ia menilai kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan bersama Penerbit Lintang dan sastrawacana.id/ menjadi semangat baru bagi sekolah.

    “Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. Kami merasa mendapat dukungan moral untuk terus mengembangkan perpustakaan serta budaya membaca di sekolah,” ungkap Nur Lailiyah.

    Ia berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan Perpustakaan Daerah Banyuwangi.

    Sebagai informasi, MI Kedaleman Rogojampi dikenal sebagai salah satu sekolah yang memiliki keunggulan dalam bidang keagamaan.

    Para siswa dibekali pendidikan akhlakul karimah sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter.

    Melalui penguatan literasi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sekolah ini berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sementara itu, Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang, Maulana Affandi, S.S., menegaskan bahwa kegiatan donasi buku dan kunjungan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Penerbit Lintang dalam mendukung gerakan literasi di Banyuwangi.

    “Kami percaya bahwa literasi tidak bisa dibangun secara instan. Butuh kehadiran, ketelatenan, dan kerja bersama berbagai pihak. Kunjungan seperti ini adalah upaya sederhana kami untuk menghadirkan buku lebih dekat dengan anak-anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka pada membaca,” ujar Maulana Affandi.

    Menurutnya, sinergi antara komunitas literasi, media, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan.

    Kegiatan donasi buku dan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berkelanjutan dalam menumbuhkan semangat membaca serta memperkuat ekosistem literasi di Banyuwangi.

  • Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi Jadi Ajang Apresiasi Guru dan Kreativitas Siswa

    Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi Jadi Ajang Apresiasi Guru dan Kreativitas Siswa

    Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT PGRI ke-80 di halaman SMPN 3 Rogojampi berlangsung khidmat pada Selasa (25/11/2025).

    Menariknya, seluruh petugas upacara berasal dari para guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang beralamat di Jl. Ki Hajar Diponegoro 18-A, Desa Gitik.

    Selain itu, perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9 juga tampil mempersembahkan puisi, pantun, serta lagu Himne Guru.

    Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi

    “Kami berterima kasih atas jasa mulia para guru yang mendidik kami melampaui kurikulum, membentuk karakter kami, dan memberi kesempatan untuk berkreasi serta berprestasi!” ungkap Andre, siswa berprestasi dalam bidang puisi Indonesia dan Osing.

    “ Kami akan menjaga nama baik almamater dan melaksanakan amanah orang tua. Semoga para guru selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan berada dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa,” sambung Sasmita.

    Plt Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, turut membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ ti, yang mengusung tema Guru Hebat Indonesia Kuat.

    Pada kesempatan yang sama, Yeti Chotimah, M.Pd yang sebelumnya tampil membacakan puisi di Festival Kebangsaan FPK-Bakesbangpol di Gesibu Blambangan, memimpin pembacaan ikrar guru.

    Usai upacara, mobil MBG tiba di halaman sekolah yang memiliki 18 rombel tersebut. Sejak awal November, program Makan Bergizi Gratis ini hadir setiap Senin–Jumat sekitar pukul 08.17–08.45.

    Hari Guru Nasional SMPN 3 Rogojampi

    Pada momentum bersejarah ini, para guru juga membagikan sembako kepada siswa yatim dan dhuafa, dilanjutkan penyerahan hadiah berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya.

    Momen keakraban semakin terasa ketika para siswa bersalaman dengan guru layaknya halal bihalal.

    Sesekali muncul doorprize dari siswa untuk wali kelas, pembina OSIS, maupun guru yang berkesan selama proses pembinaan di Sempega.

    Suasana semakin meriah saat para guru mengikuti lomba bola voli dengan bola plastik berukuran raksasa, disambut sorak meriah para siswa.

    Di tengah dekorasi balon dan suasana ceria, pramuka semapore dan ekstrakurikuler band sekolah turut menampilkan kemampuan mereka.

    Pengelolaan sampah pada acara ini kembali bekerja sama dengan NGO Sungai Watch.

    “Kegiatan PMR dan UKS juga bisa bersinergi untuk mendukung sekolah sehat dan tangguh!” tegas pembina M. Fahris, S.Pd.

    Ketika para siswa menikmati MBG, para guru, tenaga kependidikan, serta pengurus komite melaksanakan tasyakuran tumpeng.

    “Dengan momentum Hari Guru, mari semakin rajin belajar, jauhi malas, merokok, dan bullying. Semoga ilmu dan adab kita menjadi berkah dalam ridho-Nya,” tutup Muslih, S.Ag., waka urusan kesiswaan yang juga Direktur Madin pada jam ke-0 setiap Selasa, Rabu, dan Kamis.

  • SMK PGRI Rogojampi Resmi Bentuk PC Khusus PGRI, Langkah Baru Penguatan Organisasi Guru

    SMK PGRI Rogojampi Resmi Bentuk PC Khusus PGRI, Langkah Baru Penguatan Organisasi Guru

    SMK PGRI Rogojampi resmi menggelar Konferensi Pengurus Cabang Khusus (PC Khusus) PGRI di aula baru Sasana Pro, pada Sabtu (15/11).

    Acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMK PGRI Rogojampi, karena untuk pertama kalinya lembaga ini membentuk PC Khusus PGRI secara mandiri.

    Konferensi berlangsung dalam suasana hangat, tertib, serta mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat organisasi profesi guru di tingkat sekolah.

    Konferensi PC Khusus PGRI Rogojampi turut dihadiri oleh Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman, S.Pd., M.Si., beserta perwakilan dari PC PGRI Rogojampi.

    Kehadiran para tokoh tersebut memberikan dukungan moral sekaligus penguatan regulasi terhadap rencana pembentukan PC Khusus di SMK PGRI Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Sudarman menjelaskan bahwa salah satu syarat pembentukan PC Khusus PGRI adalah adanya minimal 20 anggota aktif di satu instansi atau lembaga pendidikan.

    Sementara itu, SMK PGRI Rogojampi menunjukkan kesiapan yang sangat baik dengan jumlah anggota lebih dari 70 orang.

    Konferensi Pengurus Cabang Khusus PGRI di SMK PGRI Rogojampi

    Jumlah tersebut tidak hanya memenuhi aturan, tetapi juga menunjukkan antusiasme besar para guru dan karyawan untuk terlibat aktif dalam organisasi.

    Lebih lanjut, Sudarman menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan para pendidik di SMK PGRI Rogojampi.

    “Keberhasilan penyelenggaraan konferensi ini merupakan buah dari komunikasi dan koordinasi yang intens antara Ketua PC PGRI Rogojampi dengan perwakilan calon pengurus PC Khusus di sekolah,” terangnya.

    Sinergi yang terbangun ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam memperkokoh peran PGRI sebagai wadah profesionalitas dan kesejahteraan guru di wilayah Rogojampi.

    Dalam proses konferensi, seluruh peserta melalui rangkaian sidang pemilihan sesuai tata tertib yang berlaku.

    Pada akhir sidang, forum secara mufakat menetapkan H. Danang Bagiono, S.Si. sebagai Ketua PC Khusus PGRI Rogojampi periode 2025–2030.

    Selain itu, konferensi juga menetapkan empat pengurus harian serta menunjuk 14 koordinator bidang yang akan mengelola berbagai program, mulai dari peningkatan mutu profesi, advokasi, organisasi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Sebagai ketua terpilih sekaligus Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah yang diberikan.

    Ia menekankan bahwa keberadaan PC Khusus PGRI di sekolah bukan hanya sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi sebagai wadah bagi guru untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan menguatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

    “PC Khusus ini adalah ruang bagi guru untuk tumbuh bersama. Kita tidak hanya bekerja, tetapi saling menguatkan agar mampu menjawab tuntutan pendidikan yang semakin kompleks,” ujarnya.

    Ia berharap seluruh pengurus yang berjumlah 19 orang dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan komitmen tinggi demi kemajuan PGRI di wilayah Rogojampi.

    Lebih jauh, Danang menekankan pentingnya kolaborasi antarpengurus. Menurutnya, organisasi yang besar membutuhkan kerja sama yang solid dan komunikasi yang baik.

    “Tidak ada program besar yang bisa berhasil tanpa kolaborasi. Kita harus solid, transparan, dan saling mendukung, karena itulah kunci kekuatan sebuah organisasi guru,” tandasnya.

    Lima tahun masa bakti ke depan akan menjadi periode yang penuh tantangan, di mana PGRI dituntut mampu menjawab berbagai isu profesionalitas guru, kurikulum, hingga peningkatan kualitas pembelajaran.

    Dengan semangat solidaritas yang tinggi, para pengurus PC Khusus PGRI Rogojampi menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas seoptimal mungkin.

    Mereka siap bersinergi, berinovasi, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi guru dan sekolah.

    Konferensi ini tidak hanya menjadi awal perjalanan organisasi baru, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan baru bagi para pendidik di SMK PGRI Rogojampi.

  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah ke-47, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah ke-47, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    Dalam semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali menggelar kegiatan donor darah ke-47, bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis, (13/11).

    Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali ini berlangsung di aula RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

    Suasana terlihat ramai dan penuh antusiasme, baik dari para pendonor tetap maupun masyarakat umum yang baru pertama kali ikut berdonor.

    Kegiatan Donor Darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

    Ketua tim pelaksana dari UDD PMI Banyuwangi, Amirir Rosadi, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan donor kali ini melibatkan lima orang petugas medis dari tim mobile unit PMI.

    “Kami menyiapkan 70 kantong darah untuk kegiatan donor di Rogojampi kali ini. Alhamdulillah, hingga acara selesai, kami berhasil mengumpulkan 40 kantong darah, sementara ada 9 pendonor yang belum memenuhi syarat karena alasan medis,” ujarnya.

    Dari data tim medis, sembilan orang tersebut dinyatakan tidak lolos karena beberapa faktor: satu orang mengalami tekanan darah tinggi, tiga orang tekanan darah rendah, dua orang baru saja minum obat, dan tiga orang memiliki kadar hemoglobin rendah.

    Meski demikian, Amirir mengapresiasi semangat para pendonor yang datang dengan antusias, bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi pendonor rutin sejak kegiatan pertama kali digelar.

    “Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Saat ini stok darah, khususnya golongan O, mulai menipis. Kami berharap masyarakat lebih termotivasi untuk mendonorkan darahnya. Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” jelas Amirir.

    Selain tenaga medis dari PMI, kegiatan donor darah ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak rumah sakit.

    Heri Boani Endang Handayani, selaku koordinator pelaksana dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, menyebutkan bahwa kegiatan “Rogojampi Berdonor” selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

    Donor Darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

    “Peserta donor darah kali ini cukup variatif. Ada dari instansi pemerintah, para guru, karyawan swasta, pedagang, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Semua datang dengan semangat yang sama: ingin membantu sesama,” ujarnya.

    Menurut Handayani, kegiatan donor darah rutin di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sudah menjadi agenda yang dinantikan oleh banyak pendonor.

    Selain karena lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat kerja mereka, pelayanan petugas yang ramah dan profesional juga menjadi alasan utama tingginya partisipasi masyarakat.

    “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari tenaga medis, pengurus PMI Banyuwangi, hingga masyarakat. Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mendonorkan darah,” tambahnya.

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah ini.

    Melalui kerja sama yang baik dengan UDD PMI Banyuwangi, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan darah di Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan menolong sesama.

    Dengan semangat “Satu Tetes Darah untuk Kehidupan”, kegiatan Rogojampi Berdonor ke-47 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan.

    “Semoga kegiatan donor darah ini terus istiqomah dan ke depannya mampu menghasilkan lebih banyak kantong darah setiap pelaksanaan. Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah kehidupan baru bagi orang lain,” pungkas Handayani.

  • MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” keluarga besar MTs Maulana Ishaq menggelar upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, Senin (10/11).

    Sejak pagi, halaman madrasah telah dipenuhi siswa-siswi yang tampil rapi mengenakan pakaian adat, batik, dan busana daerah dari berbagai penjuru Nusantara.

    Upacara bendera berlangsung lancar dan penuh semangat sebagai wujud cinta tanah air.

    Petugas upacara melaksanakan tugas dengan tertib dan penuh tanggung jawab, sementara peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khidmat.

    Suasana di lapangan terasa tenang dan khusyuk saat bendera Merah Putih dikibarkan.

    Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin, rasa hormat, dan kebersamaan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa.

    Suasana upacara semakin semarak dengan penampilan istimewa dari OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MTs Maulana Ishaq yang membawakan teater puisi bertema “Pertempuran 10 November.”

    Melalui perpaduan drama, puisi, dan musik, para siswa berhasil menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan.

    Teater Puisi MTs Maulana Ishaq

    Pertunjukan tersebut mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa kebebasan yang dirasakan saat ini lahir dari keberanian, persatuan, dan tekad kuat mempertahankan kehormatan bangsa.

    Karya kreatif dari OSIM itu mendapat tepuk tangan meriah dari guru dan siswa yang hadir.

    Banyak di antara mereka tampak terharu dan bangga menyaksikan semangat para siswa dalam menghayati nilai-nilai kepahlawanan melalui seni pertunjukan.

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Bapak Rustam Efendi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.

    “Kegiatan seperti ini menjadi cara yang menarik untuk menanamkan nilai perjuangan dan semangat cinta tanah air. Melalui teater puisi, siswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengekspresikan semangat juang dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

    Beliau menambahkan bahwa MTs Maulana Ishaq akan terus mendorong kegiatan positif yang membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang berakhlak, bersemangat, dan memiliki daya juang tinggi.

    Upacara Hari Pahlawan tahun ini menjadi momen berkesan bagi seluruh warga madrasah. Dengan semangat kepahlawanan dan kreativitas, siswa-siswi MTs Maulana Ishaq menunjukkan tekad untuk menjadi generasi penerus perjuangan bangsa.

    Nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, keikhlasan, tanggung jawab, dan cinta tanah air tercermin dalam sikap peserta didik selama kegiatan berlangsung.

    Mereka belajar bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti berperang, melainkan berjuang melalui ilmu, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi lingkungan.

    Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, menjadikan para siswa pribadi tangguh yang siap menjaga dan meneruskan cita-cita para pahlawan Indonesia.

  • Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Senyum cerah terpancar dari wajah Luk Luul Maknun (19), penyandang daksa asal Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Gadis yang mengalami disabilitas fisik sejak lahir ini mendapat kunjungan dari Komunitas Gotong Royong 45, media online sastrawacana.id/, dan pegiat sosial yang peduli terhadap penyandang disabilitas di daerah, Minggu (9/11).

    Luk Luul tinggal bersama kedua orang tuanya, Mansur (57) dan Sumiyati (53). Ayahnya bekerja sebagai kernet bus Minto jurusan Banyuwangi–Situbondo, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga.

    Sejak kecil, Luk Luul tidak mengenyam pendidikan secara penuh, hanya sempat bersekolah di taman kanak-kanak selama dua tahun.

    Hal itu disebabkan keterbatasan orang tua, sang ayah sibuk bekerja, sementara sang ibu tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor untuk mengantar.

    Kunjungan Komunitas Gotong Royong 45 yang dipimpin oleh Bung Aguk Darsono, yang juga aktif di Forum Banyuwangi Sehat (FBS) dan Forum Pembauran Kebangsaan {FPK) menjadi awal harapan baru bagi keluarga ini.

    Luk Luul Maknun Disabilitas Kedaleman

    Dalam kesempatan itu, turut hadir Pemimpin Redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi, Maulana Affandi, S.S., serta beberapa pegiat sosial Banyuwangi.

    “Luk Luul ini anak yang cerdas dan ceria. Walau ada sedikit kesulitan berbicara, tapi semangatnya luar biasa. Dia tidak malu, malah terlihat senang saat diajak ngobrol,” ujar Bung Aguk yang juga merupakan pemandu bakat talenta yatim piatu.

    Ditemani pamannya, Iwan (50), yang juga penyandang disabilitas akibat kram dingin saat musibah kapal nelayan di Pantai Puger, Jember, Luk Luul menyampaikan keinginannya yang sederhana, yakni ingin bisa keluar rumah karena ejak kecil hampir seluruh waktunya dihabiskan di dalam rumah.

    Pamannya menuturkan, jika Luk Luul memiliki kursi roda, ia akan lebih mudah beraktivitas di luar rumah.

    “Selama ini dia hanya bisa duduk atau berbaring di kasur, jarang sekali keluar,” ujar Pakdhe Iwan, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektronik dan dapat dihubungi melalui nomor ponsel 082341828320.

    Menanggapi hal tersebut, Bung Aguk langsung menghubungi Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Banyuwangi, untuk menyampaikan kondisi Luk Luul.

    Khoirul Hidayat menyampaikan, pihaknya siap memberikan bantuan dan berharap pemerintah desa turut aktif memantau kondisi warganya serta memperbarui data agar ia dapat menerima bantuan sosial yang selama ini belum pernah diterimanya.

    “Kami akan segera tindak lanjuti. Tapi ke depannya, pihak desa perlu lebih aktif melaporkan dan memperbarui data agar bantuan sosial bisa tepat sasaran,” ujarnya melalui pesan singkat.

    Sementara itu, Maulana Affandi menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat Dinas Sosial Banyuwangi.

    “Langkah cepat Pak Khoirul dan tim Dinsos patut diapresiasi. Ini bukti bahwa kepedulian Dinsos Banyuwangi kepada warga yang membutuhkan sangat tinggi,” ujarnya.

    Menurut Affandi, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari pekerja sosial di Rogojampi untuk mendata Luk Luul, karena namanya belum tercatat dalam data penyandang disabilitas Kabupaten Banyuwangi

    Luk Lukul Maknun Kedaleman

    Ia juga menambahkan, Dinas Sosial Banyuwangi memang dikenal tanggap terhadap berbagai persoalan sosial.

    “Bukan hanya kali ini, sebelumnya Dinas Sosial juga sigap membantu warga lain, seperti Aripin yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja. Hal itu menunjukkan adanya kesinambungan kepedulian yang nyata, salah satunya melalui pemberian kursi roda 3 in 1,” ujarnya.

    Kehadiran komunitas sosial, rekan media, dan pegiat kemanusiaan di rumah Luk Luul membawa semangat baru bagi keluarganya.

    Mereka berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga dapat melakukan survei dan memberikan bantuan bagi Luk Luul, yang kini tinggal di rumah warisan kakek-neneknya dari pihak ayah.

    Selain menantikan bantuan berupa kursi roda dan popok, Luk Luul yang memiliki hobi bernyanyi juga direncanakan akan tampil dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) mendatang. Ia akan didampingi oleh relawan dari Komunitas Gotong Royong 45 dan Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI).

    Koordinator Divisi Program YALI, Indah Catur Cahyaningtyas, mengatakan dirinya hanyalah relawan, bukan pahlawan.

    “Bersamaan dengan momentum Hari Pahlawan, Luk Luul kami catat sebagai anggota dampingan kami. Harapannya, keluarga bisa lebih responsif dan kami juga akan mengikutkan mereka dalam pelatihan bagi orang tua yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas,” tutur aktivis Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) ini.

    Melalui kegiatan itu, Luk Luul akan mendapat ruang untuk menyalurkan bakatnya dan tampil bersama para penyandang disabilitas lainnya. Lewat gawai milik ibunya, ia juga diharapkan bisa menjalin silaturahmi agar tidak merasa sendirian.

    Dengan nada pasrah, sang ibu, Sumiyati, berharap ada pihak yang peduli terhadap putrinya, terutama dalam hal mobilitas agar bisa beraktivitas di luar rumah.

    “Bukan karena malu, tapi saya enggan merepotkan tetangga dan kerabat. Ternyata saya salah, dulu tidak menyekolahkan, tidak membuatkan KIA, dan baru mengurus KTP setelah usianya lebih dari 18 tahun,” ujarnya lirih.

    Semangat dan senyum Luk Luul menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Di balik segala keterbatasan, tersimpan keyakinan bahwa kuasa Tuhan selalu hadir bagi hamba-Nya, pada waktu dan cara yang paling tepat. (Affandi/Bung Aguk)

  • Tino Ahmad, Ketua OSIS SMK PGRI Rogojampi yang Mengabdi dengan Hati Menginspirasi dengan Aksi

    Tino Ahmad, Ketua OSIS SMK PGRI Rogojampi yang Mengabdi dengan Hati Menginspirasi dengan Aksi

    SMK PGRI Rogojampi — Tidak semua perjalanan menuju kepemimpinan berawal dari ambisi.

    Bagi Tino Ahmad, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran 3 SMK PGRI Rogojampi, terpilih sebagai Ketua OSIS periode 2025–2026 merupakan kejutan penuh makna.

    “Kaget banget, saya tidak menyangka akan terpilih. Namun setelah itu, saya merasa bahagia dan bersyukur atas kerja keras serta perjuangan tanpa lelah selama kegiatan PILKETOS,” ujarnya sambil tersenyum.

    Pemilihan Ketua OSIS tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/11) di Aula Sasana Pro menjelang siang hari.

    Bagi Tino, kemenangan bukan soal popularitas, tetapi hasil dari kerja sama dan konsistensi.

    Tantangan terbesarnya adalah meyakinkan seluruh warga sekolah akan visi dan misinya.

    “Dukungan teman-teman lintas jurusan dan ibu bapak gurumenjadi energi besar. Terutama teman-teman XI MP 3 yang selalu menyemangati dan juga wali kelas yang menginspirasi,” tuturnya.

    Pemilihan Ketua OSIS tahun ini berlangsung seru dan kompetitif.

    Tiga pasangan calon bersaing ketat:

    • Paslon 01: Bagas Kurnia Putra – Akmal Rizki Iman

    • Paslon 02: Tino Ahmad – Nadia Tyas

    • Paslon 03: Aura Puspita S – Adinda Pinkan Ayu

    Suasana menghangat ketika penghitungan suara.

    Paslon 02 sempat tertinggal, namun mengejar hingga akhirnya unggul tipis dengan 262 suara, mengalahkan Paslon 01 yang meraih 257 suara, dan Paslon 03 dengan 199 suara.

    Sorak sorai menggema ketika Tino diumumkan sebagai Ketua OSIS baru, menjadi bukti bahwa ketulusan dan usaha tak pernah sia-sia.

    Sebagai Ketua OSIS terpilih, Tino membawa visi mewujudkan siswa SMK PGRI Rogojampi yang berkarakter, kreatif, berprestasi, dan berjiwa kepemimpinan tinggi.

    Ia meyakini, kepemimpinan sejati tidak lahir dari jabatan, melainkan dari teladan dan pengabdian.

    Visi tersebut ia wujudkan lewat beberapa misi yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, memperkuat disiplin dan sopan santun, serta menghadirkan kegiatan yang mempererat persaudaraan antar siswa.

    “Saya ingin OSIS menjadi wadah aspirasi dan inovasi seluruh peserta didik,” katanya.

    Salah satu program awal yang akan diwujudkan adalah event pengembangan minat dan bakat.

    Ia ingin memberi ruang bagi setiap siswa untuk menyalurkan potensi terbaiknya.

    “Kunci utamanya sosialisasi dan keterlibatan aktif semua siswa. Saya ingin kegiatan OSIS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah,” tegasnya.

    Bagi Tino, pembentukan karakter siswa tidak hanya lewat pelajaran di kelas.

    Kegiatan seperti Classmeeting dan SKEMA (Semarak Kemerdekaan) menjadi wahana pembelajaran nilai-nilai tanggung jawab, sportivitas, dan kepedulian sosial.

    “Classmeeting melatih kebersamaan dan semangat berprestasi, sedangkan SKEMA menumbuhkan nasionalisme dan gotong royong. Dari situ lahir pribadi yang mandiri, kreatif, dan berjiwa pemimpin,” jelasnya reflektif.

    Sebagai pemimpin muda, Tino ingin menerapkan kepemimpinan yang partisipatif dan bermusyawarah, menjunjung tinggi disiplin serta tanggung jawab.

    “Pemimpin harus bisa mendengar, mengambil keputusan dengan adil, dan menjaga kekompakan tim,” ujarnya.

    Ia juga mendorong para pengurus baru agar tetap semangat, kompak, dan terus mengembangkan diri demi kemajuan OSIS Bhakti Taruna.

    Tino menaruh hormat pada Nalindo, Ketua OSIS periode sebelumnya, yang menjadi inspirasinya dalam memimpin.

    “Dari beliau saya belajar bagaimana berkolaborasi, berpikir kreatif, dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” katanya.

    Nalindo pun berpesan penuh makna, “Semangat dalam menjalankan tugas sebagai Ketua OSIS. Jadilah pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan mampu mengayomi anggotanya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

    Nalindo berharap OSIS Bhakti Taruna semakin eksis, adaptif, dan berdaya saing, mampu menjadi wadah aspirasi siswa di bidang akademik maupun nonakademik.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada H. Danang Bagiono, S.Si selaku Kepala Sekolah, serta Qomaruzzaman Muchlish, Lc selaku Pembina OSIS, atas dukungan dan bimbingan mereka.

    “Bagi saya, kepemimpinan bukan tentang memerintah, melainkan menggerakkan dan menginspirasi. Saya ingin memberikan sesuatu yang terbaik,” tutup Tino.