Tag: sejarah

  • Sejarah Prangko Dunia Sampai Masuk ke Indonesia

    Sejarah Prangko Dunia Sampai Masuk ke Indonesia

    Bagi kita yang pernah atau mengalami era surat-menyurat, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan yang namanya prangko.

    Berbeda dengan surat digital atau email, surat kertas mengharuskan setiap pengirimnya menyertakan prangko yang ditempelkan pada amplop atau kartu pos sebelum surat itu dikirim.

    Apalagi surat tersebut adalah surat resmi atau formal, maka prangko adalah hal wajib yang tidak boleh sampai ketinggalan.

    Ketika kita tidak menyertakan prangko, maka surat akan ditolak oleh pihak pos.

    Tujuannya adalah sebagai bukti pembayaran untuk jasa layanan pos. Ketika tidak tertera prangko, maka surat tersebut bisa dianggap ilegal alias tidak mentaati peraturan yang berlaku.

    Nah, sebenarnya dari mana asal muasal prangko hingga sampai ke Indonesia?

    Sebelum memasuki pembahasan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti kata prangko. Jadi, prangko berasal dari bahasa Italia yaitu Franco.

    Di mana Franco sendiri merupakan nama dari seseorang yang pertama kali melakukan pengantaran pos di Eropa pada tahun 1505. Nama lengkapnya adalah Franceso de Tassis.

    Sampai saat ini, ada banyak versi tentang kemunculan prangko. Hanya saja, banyak yang menyebutkan jika prangko mulai dikenal pada tahun 1840 di Inggris.

    Oleh karenanya, sampai saat ini Inggris mendapat perlakuan khusus, yakni tidak perlu mencantumkan nama negaranya di atas prangko.

    Kabar punya kabar, prangko pertama bergambarkan Ratu Victoria yang dicetak dengan tinta hitam dengan harga satu penny. Maka dari itu, prangko pertama di dunia ini dijuluki sebagai The Penny Black.

    Dalam sejarah, orang pertama yang mengumpulkan prangko atau disebut filateli adalah Dr. Gray, pejabat musem Inggris mulai tahun 1841. Namun, istilah filateli sendiri diperkirakan baru muncul sekitar tahun 1864.

    Nah, mengingat betapa seringnya surat-menyurat pada waktu itu, maka sampailah ke beberapa negara termasuk Belanda.

    Seperti diketahui, Belanda menjajah Indonesia ratusan tahun lamanya. Maka, prangko inipun mulai masuk ke Indonesia.

    Pada akhirnya, muncullah prangko pertama di Indonesia yang masih bernama Ned Indie atau Hindia Belanda pada tahun 1864 yang bergambar Raja Belanda, Willem III.

    Sampai sekarang, banyak filateli yang memburu prangko pertama ini. Namun, keberadaannya pun mulai langka dan sulit ditemukan.

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang sejarah prangko. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Mengenal Filateli, Hobi Lama yang Jarang Diminati Lagi

    Mengenal Filateli, Hobi Lama yang Jarang Diminati Lagi

    Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata filateli, tapi tahukah kita apa arti dari istilah tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

    Menurut Kbbi, Filateli adalah orang yang gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko. Sedangkan menurut bahasa, filateli merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Yunani yaitu philos yang artinya teman dan atelia yang artinya bebas bea. Sehingga secara harfiah, filateli bisa juga diartikan sebagai membebaskan teman dari bea pos.

    Memang terdengar sedikit unik, tapi itulah istilah yang ketika dijabarkan menjadi sebuah hobi mengumpulkan prangko dengan beberapa maksud, salah satunya membantu teman yang membutuhkan prangko.

    Biasanya seorang filateli suka mengoleksi prangko edisi lama, meski edisi baru juga dikumpulkan. Menurut mereka, semakin lama usia dari prangko tersebut maka nilainya semakin tinggi, baik nilai sejarah maupun nilai jual.

    Di Indonesia sendiri kegiatan ini mendapat dukungan dari PT Pos Indonesia. Di setiap kantor pos besar terdapat loket atau ruang filateli. Hanya saja, peminatnya yang semakin berkurang dari hari ke hari. Kalau dulu, sangat banyak ditemukan filateli.

    Namun semakin berkembangnya jaman, hasrat untuk mengoleksi prangko pun semakin menurun, mengingat saat ini keperluan surat-menyurat sudah tergantikan dengan digital, yaitu e-mail.

    Kendati demikian, penggemar atau pengoleksi prangko masih tetap ada sampai saat ini walau jumlahnya sudah tak banyak lagi.

    Ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika bisa mengumpulkan prangko-prangko yang sifatnya kuno. Bahkan ada sebuah kepercayaan bahwa prangko-prangko tersebut akan memiliki nilai jual fantastis suatu hari nanti.

    Nah, itulah pengertian serta gambaran umum dari filateli. Sekarang sudah paham, kan?

  • Sejarah dan Teks Asli Sumpah Pemuda

    Sejarah dan Teks Asli Sumpah Pemuda

    Sejarah Sumpah Pemuda

    Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

    Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat kaum pemuda untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia yang dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito, kemudian dijelaskan oleh Moehammad Yamin.

    Maksud “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

    Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia“, “bangsa Indonesia“, dan “bahasa Indonesia“.

    Selain itu, diharapkan juga menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

    Teks Asli Sumpah Pemuda

    Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

    Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

    SOEMPAH PEMOEDA

    Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

    Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

    Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

    SUMPAH PEMUDA

    Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

    Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

    Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

  • Es Batu Jaman Dulu Cuma Bisa Dimiliki Bangsawan, Harganya Selangit!

    Es Batu Jaman Dulu Cuma Bisa Dimiliki Bangsawan, Harganya Selangit!

    Es batu adalah cairan yang dikristalkan dengan suhu dingin hingga membeku. Biasanya es batu digunakan untuk membuat minuman menjadi lebih dingin seperti jus ataupun minuman rasa lainnya.

    Sampai saat ini es batu adalah sebuah barang atau jenis makanan yang tidak begitu berarti. Sebab, siapa saja bisa membuat dan memilikinya.

    Urusan harga, es batu sangat terjangkau sehingga tidak terlalu memberatkan. Ya, itulah es batu.

    Namun, tahukah kamu kalau ada sebuah fakta menarik tentang es batu?

    Sebenarnya, produk olahan ini sudah ada sejak jaman dulu tepatnya pada tahun 1846.

    Ada sebuah informasi yang beredar di surat kabar Lavasche Courant yang menyebutkan jika ada kapal besar dari Boston, Amerika Serikat yang membawa es dalam jumlah banyak.

    Kabar punya kabar, es tersebut dipesan oleh Roselie en Co. Selang berapa hari, muncul sebuah iklan yang memperlikahatkan Roselie en Co menjual harga es batu tersebut.

    Harganya tidak tanggung-tanggung, dia menjualnya dengan banderol 10 sen per 500 gramnya. Itu adalah harga yang fantastis bagi sekelas es batu.

    Jadi, sebenarnya es batu bukanlah berasal dari Indonesia, melainkan dikirim dari Amerika Serikat.

    Karena jaman dulu belum ada lemari pendingin atau kulkas, maka mereka yang membeli es batu menyimpannya dengang menggunakan selimut wol.

    Kemudian, banyak masyarakat saat itu yang memercayai jika es batu bisa mengobati sariwan sehingga harganya kian melambung.

    Namun seperti yang kita lihat saat ini, es batu bukanlah sebuah benda langka lagi, semua orang bisa memilikinya tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

  • Sejarah Kerajaan Kutai dan Nama Nama Rajanya

    Sejarah Kerajaan Kutai dan Nama Nama Rajanya

    Sejarah Kerajaan Kutai

    Kerajaan Kutai (Martadipura) adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang diperkirakan ada pada abad ke 5 atau ± 400 Masehi.

    Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam.

    Nama Kutai sendiri diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut.

    Nama Kutai dinobatkan oleh para ahli karena tidak ada prasasti atau peninggalan yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini.

    Keberadaan kerajaan Kutai diketahui berdasarkan sumber berita yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa berjumlah 7 buah.

    Yupa yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta itu dapat disimpulkan tentang keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai aspek kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

    Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga.

    Dalam sejarah, dijelaskan jika Kudungga memiliki seorang putra bernama Asawarman yang akrab disapa Wamsakerta (pembentuk keluarga).

    Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman.

    Raja-Raja Kerajaan Kutai

    Berikut adalah nama raja-raja dari Kerajaan Kutai.

    1. Maharaja Kudungga

    Maharaja Kudungga adalah raja pertama di kerajaan Kutai.

    Nama Maharaja Kudungga ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.

    Konon, kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah sebagai kepala suku.

    Dengan masuknya pengaruh ajaran Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun.

    2. Maharaja Asmawarman

    Selanjutnya, Kutai dipimpin oleh Mahara Asmawarman.

    Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai semakin luas.

    Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai upacara keagamaan.

    Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya.

    Dalam upacara itu, diikuti dengan pelepasan kuda yang tujuannya untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai (ditentukan dengan tapak kaki kuda yang terakhir).

    Biasanya, pelepasan kuda-kuda tersebut diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

    3. Maharaja Mulawarman

    Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman.

    Nama kedua raja ini sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta.

    Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai.

    Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya.

    Diceritakan jika rakyat hidup tentram dan sejahtera sehingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang jumlahnya tak terhingga.

    Adapun beberapa raja penerus dari Kerajaan Kutai adalah sebagai berikut:

    • Maharaja Irwansyah
    • Maharaja Sri Aswawarman
    • Maharaja Marawijaya Warman
    • Maharaja Gajayana Warman
    • Maharaja Tungga Warman
    • Maharaja Jayanaga Warman
    • Maharaja Nalasinga Warman
    • Maharaja Nala Parana Tungga
    • Maharaja Gadingga Warman Dewa
    • Maharaja Indra Warman Dewa
    • Maharaja Sangga Warman Dewa
    • Maharaja Singsingamangaraja XXI
    • Maharaja Candrawarman
    • Maharaja Prabu Nefi Suriagus
    • Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
    • Maharaja Riski Subhana
    • Maharaja Sri Langka Dewa
    • Maharaja Guna Parana Dewa
    • Maharaja Wijaya Warman
    • Maharaja Indra Mulya
    • Maharaja Sri Aji Dewa
    • Maharaja Mulia Putera
    • Maharaja Nala Pandita
    • Maharaja Indra Paruta Dewa
    • Maharaja Dharma Setia

    Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Kutai

    Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kutai:

    • Prasasti Yupa
    • Ketopong Sultan
    • Kalung Ciwa
    • Kalung Uncal
    • Kura-Kura Emas
    • Pedang Sultan Kutai
    • Tali Juwita
    • Keris Bukit
    • Kelambu Kuning
    • Singgasana Sultan
    • Meriam Kerajaan kutai
    • Tombak Kerajaan Majapahit
    • Keramik Kuno Tiongkok
    • Gamelan Gajah Prawoto

    Kehidupan Ajaran Agama Kerajaan Kutai

    Menurut sejarahnya, Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai.

    Akan tetapi, apabila dilihat dari nama Raja yang masih menggunakan nama Indonesia.

    Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga, pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya.

    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

    Dalam prasasti disebutkan jika Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan menghadiahkan 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana.

    Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh.

    Namun, bisa disimpulkan jika kerajaan yang satu ini memang memiliki kehidupan ekonomi yang baik pada masa itu.

    Kejayaan Kerajaan Kutai

    Masa kejayaan Kerajaaan Kutai berada pada massa pemerintahan Raja Mulawarman.

    Hal ini dikarenakan Raja Mulawaran cukup bijaksana dan royal untuk hal yang religius.

    Buktinya, para brahmana dihadiahi emas, tanah, dan ternak secara adil.

    Dibuktikan juga dengan pemberian sedekah kepada kaum Brahmana berupa 20.000 ekor sapi.

    Jumlah 20.000 ekor sapi ini membuktikan bahwa pada masa itu kerajaan Kutai telah mempunyai kehidupan yang makmur dan telah mencapai massa kejayaannya.

    Runtuhnya Kerajaan Kutai

    Kerajaan Kutai berakhir saat dipimpin oleh Maharaja Dharma Setia.

    Ia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

    Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute).

    Kutai Kartanegara inilah yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama di tahun 1365.

    Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

    Sumber : wikipedia

  • Sejarah Musik Eropa Mulai Zaman Renaisance

    Sejarah Musik Eropa Mulai Zaman Renaisance

    Sejarah Musik Eropa

    Sejarah musik Eropa sudah berlangsung sejak abad pertengahan yang ditandai dengan berakhirnya kerajaan Romawi pada tahun 476 M sampai zaman reformasi Kristen yang dipimpin oleh Marthen Luther pada tahun 1572 M.

    Sejarah perkembangan musik Eropa banyak mengalami perubahan.

    Salah satunya mengubah fungsi musik dari yang hanya digunakan sebagai pengiring ritual keagamaan, kemudian menjadi lebih luas ke semua urusan yang menyangkut duniawi, contohnya sebagai sarana hiburan.

    Guido D’Arezzo pada tahun 1050M, salah satu orang yang berpengaruh pada sejarah ini melakukan perbaikan dasar teori musik maupun lirik.

    Dari pola pikirnya itulah, musik semakin berkembang. Salah satu hasil perbaikan yang dia berhasil ciptakan ialah musik gregorian. Musik ini kemudian disempurnakan oleh Paul Gregorius.

    Zaman Renaisance

    Pada zaman Renaisance (1500 M – 1600 M) terjadi sebuah perkembangan yang cukup signifikan.

    Musik Eropa yang berkembang di zaman ini memiliki ciri khusus dalam penciptaannya.

    Namun, pada zaman Renaisance perkembangan musik gereja justru mengalami kemunduran.

    Pada zaman ini juga dikenal beberapa alat musik, seperti organ dan piano sehingga terciptalah sebuah musik bergaya instrumental.

    Zaman Barok dan Rokoko

    Sejarah perkembangan musik Eropa juga dibuktikan dengan adanya aliran musik baru seperti aliran Rokoko dan Barok. Kedua aliran musik ini memiliki ciri yang nyaris sama, yaitu terdapat pemakaian hiasan musik yang bergaya ornamentik.

    Johan Sebastian Bach

    Dalam sejarah musik Eropa, ada seorang komponis terkenal yang bernama Johan Sebastian Bach. Komponis ini lahir pada tanggal 21 Maret 1685 dari Eisenach Jerman dan wafat di Lipzig Jerman pada tanggal 28 Juli 1750.

    Dia melakukan banyak perbaikan dalam seni musik, salah satu karyanya yang populer adalah misa dalam b minor, 13 konser piano dalam bentuk orkes, 6 konserto Brandenburg dan karya bernama St. Mathew Passion.

    Hasil karya dari komponis ini sering digunakan sebagai pedoman dasar kemunculan musik-musik modern.

    George Fredrick Haendel

    Pada zaman Renaisance, ada seorang musisi bernama George Fredrick Haendel muncul sebagai inisiator.

    Bakat musik yang dimilikinya membuatnya terkenal dan menciptakan sebuah karya berupa water musik, fire work musik dan messiah atau jenis musik bernama Oratorio.

    Frans Joseph Haydn

    Pada tahun 1732M sampai 1809M, seorang musisi terkenal bernama Frans Joseph Haydn berhasil menciptakan banyak karya terkenal seperti 87 kuartet, 24 opera, 100 simfoni, sonata piano maupun surprisse sympony.

    Sampai-sampai Joseph Haydn memiliki julukan sebagai Bapak Simpony karena telah menciptakan karya kuartet dan orkes yang ada sampai sekarang.

    Wolfgang Amandeus Mozart

    Pada tahun 1756M sampai 1791M, seorang komponis bernama Wolfgang Amandeus Mozart berhasil menciptakan karya berupa 40 Simfony, Kuintet, Opera Don Geovani, Requiem Mars, Konserto piano dan Biola Alto. Wolfgang Amandeus Mozart memiliki julukan Anak Ajaib.

    Zaman Romantik

    Pada tahun 1802M sampai 1900M merupakan era musik bergaya romantik yang mengandalkan perasaan subjektif penciptanya.

    Musik dalam zaman ini tidak terlalu mementingkan keindahan nada saja, namun juga sebagai curahan rasa.

    Oleh karenanya pembuatan musik romantik sering menggunakan tempo dan dinamika yang bervarian.

    Zaman Modern

    Sejarah perkembangan musik Eropa yang terakhir terjadi pada zaman modern. Jaman modern berkembang dari tahun 1900 sampai sekarang.

    Musik yang berkembang di zaman modern banyak dipengaruhi kemajuan teknologi sehingga aliran musiknya semakin berwarna dan banyak perubahannya.

    Sekian pembahasan tentang Sejarah Musik Eropa kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Keragaman Sastra Periode 1970-1980

    Keragaman Sastra Periode 1970-1980

    Pada tahun 1970-1980an ini beragam serta menunjukkan suatu norma individual/kelompok individu sehingga cenderung heterogen.

    Norma-norma tersebut dapat dibagi dalam kelompok berikut:

    1. Norma Filsafat dalam Sastra Indonesia

    Filsafat eksistensialis adalah suatu pemikiran, filsafat  yang mempertanyakan “keberadaan manusia”.

    Menurut filsafat ini, manusia membuat rencana dalam keadaan yang bebas, selalu bergerak maju atas kekuatannya sendiri maupun atas dasar situasi yang aktual.

    Hidup manusia itu konkret dalam kerangka yang penuh kemungkinan untuk menempatkan dirinya.

    Paham filsafat tersebut berpengaruh pada pengarang Indonesia. Pelopor realisasi filsafat eksistensialis dalam karya sastra Indonesia adalah:

    A. Iwan Simatupang

    Menghasilkan karya-karya yang menunjukkan adanya keterlibatan komunikasi antarbudaya.

    Iwan Simatupang membuka lembaran sejarah baru dengan unsur struktur yang rumit dan pola pemikiran eksistensialis.

    Karya Iwan Simatupang tsb ialah Merahnya Merah, Ziarah, Kering  dan Koong.

    Keempat karya Iwan Simatupang tsb menunjukkan gaya penceritaan yang hampir sama.

    B. Kuntowidjojo

    Dalam novelnya yang berjudul Khotbah di Atas Bukit, melalui tokoh utamanya menonjolkan filsafat eksistensialis, mengajarkan tentang makna kehidupan.

    Novel ini diilhami dari cerita yang terdapat dalam Perjanjian baru yang di dalamnya terdapat cerita tentang Yesus yang berkhotbah di atas bukit.

    Baju yang dikenakan tokoh utamanya pun serba putih seperti gambaran Yesus yang mengenakan jubah putih.

    2. Gaya Surealisme

    Sejarah Sastra Indonesia membuka lembaran baru dengan munculnya karya-karya bersifat surealisme yang menampilkan pikiran bawah sadar dan hal-hal nonrasional dan tidak sesuai dengan kenyataan atau absurd. Misalnya Rafilus karya Budi darma.

    Perhatikan kutipan karya Budi Darma yang berjudul Rafilus berikut:

    “Tentu saja kesan saya salah. Tidak mungkin dia tidak akan mati. Meskipun demikian, hampir selamanya saya tidak dapat mengelak untuk berpendapat, bahwa sosok tubuhnya tidak terbentuk dari daging, melainkan dari besi. Kulitnya hitam mengkilat, seperti permukaan besi yang dipoles dan hampir tidak pernah berhenti digosok” (Darma, 1988: 14).

    Contoh karya bergaya surealisme yang lain adalah:

    – Olenka karya Budi Darma
    – Stasiun karya Putu Wijaya.

    3. Paham Sufistik dan Kebatinan

    Paham ini bukan hal baru dalam sastra Indonesia.

    Pada abad-17 di Aceh paham ini tumbuh subur. Pada masa Pujangga baru paham ini dipelopori oleh Amir hamzah.

    Bedanya paham Sufistik Pujangga Baru muncul dalam bentuk kekaguman.

    Sentara tahun 1970-an muncul sebagai salah satu bentuk filsafat-sastra yang diramu dengan paham spiritual nusantara seperti kejawen, mantra, dan sebagainya dalam rangka berkomunikasi dan memahami Tuhan.

    Tokoh sufistik adalah:

    Sutardji Calzoum Bachri
    Goenawan Muhammad
    Kuntowijoyo
    Danarto
    Abdul Hadi WM
    Emha Ainun Najib

    4. Munculnya Norma-norma Kedaerahan

    Pada tahun 1970-1980 telah bangkit kembali unsur-unsur kedaerahan.

    Unsur tersebut didominasi unsur budaya Jawa, meskipun unsur daerah lain juga tidak kalah suburnya.

    Misalnya: Novel Upacara karya Korrie Layun Rampan menceritakan suatu upacara di daerah Dayak, Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi, menceritakan selain tentang wanita Jawa juga mengunakan kata-kata Jawa dan struktur bahasa jawa secara dominan.

    Karya-karya bersetting Jawa:

    – Sri Sumarah dan Bawuk : Umar Kayam
    – Kutut Manggung : Linus Suryadi
    – Ki Blakasuto Bla Bla :  Darmanto Yatman
    – Karta Ia bilang Boten :Darmanto Yatman
    – Burung-Burung Manyar : JB Mangunwijaya
    – Roro Mendut : JB Mangunwijaya
    – Lusi Lindri : JB Mangunwijaya
    – Canting : Arswendo Atmowiloto
    – Ronggeng Dukuh Paruk : Ahmad Tohari
    – Lintang Kemukus Dini Hari : Ahmad Tohari
    – Jentera Bianglala : Ahmad Tohari

  • Pengertian Manusia Purba Beserta Ciri dan Jenisnya

    Pengertian Manusia Purba Beserta Ciri dan Jenisnya

    Manusia purba adalah jenis manusia yang hidup pada jaman pra sejarah, tepatnya ribuan tahun lalu. Di mana, pada saat itu sama sekali belum ditemukan adanya teknologi sehingga manusia purba hidup berbaur dan menyatu dengan alam. Jangankan teknologi, pakaian saja tidak diperhatikan pada saat itu.

    Mereka dapat bertahan hidup dengan cara mengandalkan hasil alam dan makhluk hidup seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya, ketika manusia purba ingin membakar ikan, maka mereka akan membuat percikan api dari gesekan batu.

    Berdasarkan peninggalan berupa fosil dan artefaknya, manusia purba dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

    • Megantropus
    • Pithecantropus
    • Homo

    Ciri-Ciri Pithecantropus

    • Memiliki rahang bawah yang kuat
    • Memiliki tulang pipi yang tebal
    • Keningnya menonjol
    • Tulang belakang menonjol dan tajam
    • Tidak berdagu
    • Perawakannya Tegap
    • Herbivore

    1. Pithecantropus Mojokertensis/Robustus

    • Ditemukan di daerah Kepuhlagen utara Perning, Mojokerto oleh Tjokrohandojo dan Duyfjes
    • Jenis Pithecantropus yang paling tua.
    • Manusia kera berahang besar.
    • Fosilnya berupa anak 5 tahun.
    • Food Gathering

    2. Pithecantropus Erectus

    • Disebut manusia kera berjalan tegak
    • Ditemukan di Kedung Brubus Trinil oleh Eugene Dubois ( 1890,1891 dan 1892 )
    • Temuannya berupa rahang bawah dan tempurung kepala
    • Volume otaknya melebihi 900 cc
    • Berbadan tegap, denganotot pengunyah kuat
    • Tinggi badannya 165-170  cm
    • Berat badannya 100 kg

    3. Pithecantropus Dubuis

    • Masih meragukan dan diperlukan lebih lanjut
    • Berasal dari Pleistosen awal di Sangiran oleh Von Koeningswald.

    4. Pithecantropus Soloensis

    • Ditemukan di Ngandong oleh Von Koeningswald dan Oppennorth ( 1931-1933)
    • Ditemukan satu seri tengkorak dan tulang kering

    Manusia Purba yang ditemukan di Luar Indonesia

    A. Australipithecus africanus

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 3,0-2,3 juta tahun
    • Makanan: buah, kacang, biji dan umbi akar
    • Daerah: Afrika Selatan, Makapansgat-Afrika Selatan, Sterkfontein-Afrika Selatan, Taung-Afrika Selatan.
    • Lingkungan: semak-semak di hutan kayu
    • Perbedaan: dimorfisme ( Sedikit sulit dibedakan kelaminnya)
    Anatomi:
    Ciri-ciri: volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
    • Gigi taring kecil dan tidak memiliki diastema.
    • Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak.
    • Lapisan email gigi tebal.
    • Barisan gigi rata.
    • Tangannya relatif panjang.
    • Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia.
    • Penyambung tulang pendek dan lebar.
    • Penyambung tulang membelit ke arah samping. Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di atas kaki.

    B. Pithecantropus Pekinensis (Homo Beijinensis)

    Manusia purba yang ditemukan di Gua merah, peking, Cina oleh Davidson Black dan Frans Weidenreich.
    • Volume otak kurang lebih 900 – 1200 cc
    • Diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahunyang lalu
    • Mampumenggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu.
    • Sudah menggunakan api.

    C. Australipithecus robustus

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 2,0-1,0 juta tahun
    • Makanan: makanan yang keras, berpasir seperti kacang dan umbi akar, kadang makan daging.
    • Daerah: Afrika Selatan, Drimolen-Afrika Selatan, Kromdraai-Afrika Selatan, Swartkrans-Afrika  Selatan.
    • Lingkungan: savana di hutan kayu
    • Perbedaan: dimorfisme
    Anatomi:
     
    Ciri-ciri:
    • volume otaknya sama dengan Apes (530 cm3).
    • Kepala sagittal pada bagian atas tengkorak.
    • Tegak, otot kenyal.
    • Muka lebar, pipih, dan cembung.
    • Gigi seri dan gigi taring kecil, Gigi geraham belakang dan gigi geraham depan besar, Gii geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak.
    • Lapisan email gigi tebal. Tegak, rahang berbentuk parabola.
    • Penyambung tulang pendek dan lebar.
    • Penyambung tulang membelit ke arah samping.Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di atas kaki.

    D. Homo neanderthalensis

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 150.000 dan 30.000 tahun
    • Makanan: makan makanan yang umum, beberapa makan daging
    • Daerah: Eropa, sebagian wilayah timur (Asia Timur) Asia: Teshik, Tash-Uzbekistan.Eropa: Krapina, Vindija-Kroasia, La Chapelle-aux-Saints, La Ferrassie, Saint Cesaire-Perancis,    Feldhofer-Jerman, Forbes’ Quary-Gibraltar,Monte Circeo-Italia. Timur Tengah: Kebara, Tabun-   Israel, Shanidar-Irak.
    • Lingkungan: stepa yang dingin sampai daerah tundra.
    • Perbedaan: Beberapa dimorfisme, daerahnya bervariasi antara bagian barat dan bagian timur. Beberapa  ada yang mengatakan bahwa spesies ini adalah variasi dari suatu daerah dan merupakan awal  dari Homo sapiens.
    Anatomi:
    • volume otaknya sangat besar (1300-1750 cm3).
    • Tulang tengkoraknya tipis. Bangunan tulang tengkoraknya tegak. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari padaHomo erectus tetapi memiliki sedikit perbedaaan dengan manusia modern.
    • Sekeliling tulangnya berbentuk kubah.
    • Tulang hidungnya besar.
    • Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
    • Secara umum, giginya kecil, tetapi gigi serinya agak besar. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal. Bangunan rahang tegak tetapi pada Homo erectus agak berkurang.
    • Memiliki lengan yang kuat. Secara umum tangannya modern, tulangnya sangat kuat.
    • Tubuhnya tegak.
    • Proporsi tubuhnya modern.
    • Secara keseluruhan anatominya bipedal.

    E. Homo heidelbergensis

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 600.000-100.000 tahun
    • Makanan: makan makanan yang umum
    • Daerah: Afrika, Asia, Eropa.Afrika: Bodo-Ethiopia, Laetoli-Tanzania, Broken Hill-Zambia. Asia: Dali-China. Eropa: Swanscombe-Inggris, Arago-Perancis, Mauer, Steinheim-Jerman, Petralona- Yunani.
    • Lingkungan: savanna yang bersuhu hangat sampai yang bersuhu dingin, hutan.
    • Perbedaan: jenis kelaminnya agak dimorfisme, seperti pada manusia sekarang. Dari awal sampai akhir variasinya besar dan berkembang kea rah yang lebih baik di setiap daerah. Beberapa diantaranya adalah Homo sapiens dan Homo heidelbergensis.
    Anatomi:
    • Volume otaknya sangat besar (1100-1400 cm3).
    • Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal. Bangunan tulang tengkoraknya cerah.
    • Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo erectus.
    • Sekeliling tulangnya berbentuk kubah.
    • Muka besar.
    • Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
    • Secara umum, giginya kecil. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal.
    • Bangunan rahang tegak.
    • Proporsi tubuhnya modern.
    • Tangannya modern.
    • Secara keseluruhan anatominya bipedal.

    E. Homo Crogmanensis

    • Manusia Modern tertua di Eropa kurang lebih 30.000 tahun yang lalu
    • Diketahui berdasarkan lukisan-lukisan terkenal di GuaLascaux
    • Muka Lebar, Tonjolan alis lebar
    • Tegak
    • Volume otak 1590 ml. Kapasitas tengkorak 1600 cc
    • Tinggal di Gua
    • Mengenal berburu dan bercocok tanam sederhana
    • Crogmanensis dan Neanderthalensis saling membaur
  • Sejarah Budi Utomo dan Tokoh Pendirinya

    Sejarah Budi Utomo dan Tokoh Pendirinya

    Sejarah Budi Utomo

    Dalam sejarah berdirinya Budi Utomo, organisasi ini berdiri dari hasil dana yang di kumpulkan oleh himpunan pelajar atau dikenal dengan sebutan (Studie Fund) di kalangan priyayi di Pulau Jawa.

    Adapun tujuan utama adalah untuk meningkatkan martabat rakyat dan membantu para pelajar yang kekurangan dana. Kala itu langsung diketuai oleh Dr. Sutomo.

    Pendiri Organisasi Budi Utomo

    Organisasi Budi Utomo digagas oleh Wahidin Sudirohusodo (1852-1917).

    Tepat pada tanggal 20 Mei 1908 di Yogyakarta, Budi utomo dengan resmi didirikan dengan bantuan dari Dr. Sutomo beserta pemuda STOVIA seperti Soeraji dan Mangoenkoesoemo.

    Organisas Budi Utomo melakukan kongres pertama di Yogyakarta pada tanggal 3 sampai 5 Oktober 1908.

    Kongres tersebut membuat Budi Utomo mempunyai tujuh cabang di berbagai kota seperti di Ponorogo, Batavia, Magelang, Surabaya, Bogor, Yogyakarta, dan Bandung.

    Pada saat pengadaan kongres di Yogyakarta Raden Adipati Tirtokoesoemo selaku mantan bupati Karanganyar diangkat sebagai presiden pertama Budi Utomo.

    Pada saat kepemimpinan beliau, banyak sekali pejabat kolonial dan kalangan bangsawan yang bergabung.

    Dalam sejarah Budi Utomo, terjadi beberapa pergantian pemimpin dalam kurun waktu sepuluh tahun pertama.

    Pemimpin Budi Utomo kebanyakan berasal dari kalangan bangsawan keraton maupun kalangan priayi.

    Contohnya mantan Bupati Karanganyar sebagai presiden pertama Budi Utomo, Pangeran Ario Noto Dirodjo (Keraton Pakualaman), dan Raden Adipati Tirtokoesoemo.

    Latar Belakang Budi Utomo

    Sebelum membentuk Budi Utomo, dokter Wahidin Sudirohusodo awalnya melakukan kampanye pada tahun 1906-1907 di kalangan priayi Jawa.

    Kampanye itu bertujuan untuk meningkatkan martabat bangsa beserta rakyatnya.

    Dia membentuk Dana Pelajar (Studiefonds) untuk para pemuda yang cerdas namun tidak mempunyai biaya sekolah.

    Lembaga ini dibentuk demi meningkatkan kualitas pendidikan bagi rakyatnya. Kemudian pada tahun 1907 akhir, Dr. Sutomo bertemu dengan dr. Wahidin.

    Setelah pertemuan itu Sutomo menceritakan maksud dan tujuan dari dr. Wahidin kepada teman teman STOVIA.

    Dalam sejarah organisasi Budi Utomo, organisasi ini dibentuk dengan tujuan awal untuk membentuk dana pelajar.

    Namun setelah itu organisasi Budi Utomo diperluas jangkauannya.

    Nama Budi Utomo terdiri dari kata "Budi" yang artinya tabiat/perangai dan kata "Utomo" yang artinya luhur/baik.

    Dengan begitu istilah Budi Utomo berarti kelompok yang ingin mencapai sesuatu hal dengan berdasar pada kebaikan, tabiat/perangai, dan keluhuran budi.

    Nah, itulah sejarah singkat Budi Utomo. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel sejarah lainnya di sastrawacana.id/

  • Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi dan Asal Usulnya

    Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi dan Asal Usulnya

    Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi

    Membahas tentang keindahan kota Banyuwangi memang tidak akan pernah ada habisnya.

    Banyuwangi merupakan kota yang sarat akan keindahan wisata, budaya, tradisi, dan kesenian.

    Salah satu kesenian yang telah menjadi ciri khas dari kota tersebut adalah Tari Gandrung.

    Kata “Gandrung” sendiri memiliki arti yaitu terpesonanya masyarakat Blambangan kepada Dewi Sri yang mereka percaya sebagai Dewi padi yang telah membawa kesejahteraan untuk pertanian mereka.

    Tujuan dari tari Gandrung adalah sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat akan hasil panen yang melimpah.

    Tari gandrung sendiri memiliki histori dan filosofi yang sangat menarik.

    Menurut sejarah, kesenian Gandrung Banyuwangi muncul bersamaan dengan dibabadnya hutan “Tirtagondo” untuk membangun ibukota Blambangan atas perintah dari Mas Alit yang telah dilantik sebagai Bupati pada tanggal 2 Februari 1774 di Ulupangpang.

    Pada awal kemunculannya, tari gandrung dibawakan oleh para lelaki yang berdandan seperti perempuan.

    Namun, pada tahun 1980an, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dan benar benar berakhir pada tahun 1914 setelah kematian penari terakhirnya yakni Karsan.

    Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi.

    Semi merupakan seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang menderita penyakit cukup parah pada tahun 1895.

    Segala macam cara sudah dilakukan demi kesembuhannya, namun Semi tak kunjung sembuh.

    Akhirnya Ibu Semi bernazar “kadhung sira waras, sun dhadekaken seblang, kadhung sing yo sing” yang berarti (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu seblang, kalau tidak ya tidak jadi).

    Lambat laun kesehatan Semi mulai berangsur membaik dan dijadikanlah dia seblang serta dimulainya babak baru dengan ditarikannya gandrung oleh perempuan.

    Tradisi gandrung yang dilakukan oleh semi kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya.

    Pada mulanya tari gandrung hanya boleh ditarikan oleh keturunan penari gandrung saja.

    Namun di tahun 1970an, mulai banyak anak perempuan muda yang belajar tari gandrung sehingga tarian ini dikenal oleh seluruh masyarakat Banyuwangi.

    Pada perkembangan jaman, kesenian gandrung banyuwangi melibatkan seorang penari wanita profesional bersama para tamu pria yang menari dengan iringan musik khas Jawa dan Bali.

    Seperti gong, kluncing, biola, kendhang, kethuk dan panjak sebagai pelengkapnya.

    Selain itu di selingin dengan Saron Bali, angklung atau rebana sebagai bentuk kreasi.

    Tari gandrung di bagi menjadi 3 bagian yaitu:

    1. Jejer

    Merupakan bagian pembuka pertunjukan dengan dinyanyikannya beberapa lagu oleh penari secara solo.

    2. Maju

    Setelah jejer selesai, sang penari Gandrung memainkan dan memberikan selendangnya kepada tamu pria.

    Umumnya tamu-tamu pentingkah yang berkesempatan untuk menari terlebih dahulu.

    Penari Gandrung mendatangi tamu yang menari dengannya denga gerakan-gerakan menggoda. Itulah esensi dari tari Gandrung yakni tergila-gila dan hawa nafsu.

    3. Seblang Subuh

    Merupakan bagian penutup dari seluruh rangkaian pertunjukan Gandrung.

    Pada bagian ini, penari Gandrung akan melakukan gerakan perlahan dan penuh penghayatan sambil membawa kipas yang dikibaskan sesuai dengan irama.

    Suasana mistis akan sangat terasa pada treatment ini karena terhubung erat dengan ritual seblang yang diartikan sebagai ritual penyembuhan atau penyucian.

    Busana yang dikenakan oleh penari Gandrung sangat khas dan berbeda dari kesenian tari Jawa lainnya.

    Karena terdapat pengaruh kerajaan Blambangan dan Bali di dalamnya. Hal itu dapat kita lihat dari busana penari Gandrung yang terbuat dari kain Beludru berwarna hitam yang dihiasi dengan ornamen berwarna emas.

    Sedangkan pada bagian bawah penari Gandrung mengenakan kain batik panjang khas Banyuwangi.

    Dan pada bagian kepala, penari gandrung memakai “Omprok” yakni mahkota dengan berbagai macam hiasan berwarna merah dan emas.

    Berbagai aksesoris seperti kelat pada tangan, ikat pinggang, selendang, dam simbong yang dihiasi warna emas juga digunakan.

    Tidak lupa juga tata rias khusus yang dipoleskan agar penari gandrung tampak semakin cantik.

    Pada era globalisasi ini, kesenian Gandrung Banyuwangi masih tetap kokoh dan telah menjadi maskot pariwisata Banyuwangi dengan disusulnya pembuatan patung Gandrung yang diletakkan di berbagai sudut kota dan desa.

    Bahkan pemerintah Banyuwangi mempromosikan gandrung untuk dipentaskan di beberapa kota bahkan luar negeri.

    Penulis : Eva