Angklung Berasal dari Daerah? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Sastrawacana.id

sejarah angklung
Sejarah angklung (flickr.com/Piper Flam)

Angklung berasal dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Alat musik tradisional ini terbuat dari serangkaian pipa bambu yang disusun secara berjenjang, di mana setiap pipa memiliki nada yang berbeda.

Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan, sehingga menghasilkan suara yang khas dan merdu.

Awalnya, angklung hanya dimainkan oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat, namun kini telah dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Angklung juga telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2010.

Seiring perkembangan zaman, angklung tidak hanya dimainkan dalam bentuk tradisional, namun juga dalam berbagai genre musik modern.

Hal ini menunjukkan bahwa angklung merupakan warisan budaya yang hidup dan terus berkembang hingga saat ini.

Sejarah Angklung

Menurut sejarah, penggunaan angklung di Jawa Barat sudah dimulai pada masa Kerajaan Sunda sekitar abad ke-12 hingga ke-16.

Pada saat itu, angklung dimainkan untuk pemujaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang dari Dewi Sri, yaitu Dewi padi atau yang sering dikenal sebagai Dewi Kesuburan.

Selain untuk pemujaan, angklung juga digunakan untuk mengobarkan api semangat perjuangan kepada seluruh prajurit kala itu.

Pada abad ke-17, angklung mulai menyebar ke seluruh wilayah Jawa Barat dan dimainkan dalam berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan lain-lain.

Angklung pada masa itu hanya terdiri dari sejumlah kecil pipa bambu.

Kemudian, pada masa penjajahan Belanda, angklung sempat dianggap sebagai alat musik yang kuno dan tidak modern.

Namun, pada era kemerdekaan Indonesia, angklung kembali diangkat sebagai bagian dari kebudayaan nasional dan dijadikan sebagai alat musik yang resmi oleh pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1966, dikembangkanlah angklung yang dapat dimainkan oleh banyak orang sekaligus dengan nama “Angklung Gubrag”.

Hal ini memungkinkan angklung dimainkan dalam kelompok besar dan menjadi bagian dari pertunjukan musik modern.

Pada tahun 2010, angklung diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, sebagai bentuk pengakuan atas pentingnya angklung sebagai bagian dari kekayaan budaya dunia.

Saat ini, angklung terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia dan semakin dikenal oleh dunia internasional.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia
x