Lifestyle

Mengenal Apa Itu Interval Harmonis, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Apa Itu Interval Harmonis?

Interval harmonis adalah jarak antara dua nada yang dimainkan atau dinyanyikan secara bersamaan dan menghasilkan harmoni yang enak didengar.

Jarak ini diukur dalam jumlah nada dan setengah nada dan mempengaruhi harmoni yang dihasilkan.

Interval harmonis memiliki hubungan yang menyenangkan secara auditif dan sering digunakan dalam musik untuk menciptakan akord-akord yang menyatu secara harmonis.

Baca juga: Mengenal Alat Musik Akordeon, Sejarah, dan Cara Memainkannya

Interval harmonis biasanya mencakup interval yang disebut sebagai interval konsonan, yang dianggap stabil dan harmonis, seperti interval oktaf, unison, interval mayor dan minor ketiga, interval mayor dan minor keenam, serta interval perempat.

Interval harmonis berkontras dengan interval disonan, yang memiliki karakteristik ketegangan atau ketidakstabilan dalam harmoninya.

Meskipun interval disonan juga digunakan dalam musik untuk menciptakan ketegangan yang diikuti dengan resolusi harmonis, interval harmonis umumnya dianggap lebih menyenangkan dan cocok untuk pengaturan musik yang lebih damai atau penuh dengan keindahan sonik.

Baca juga: Pengertian Alat Musik Ritmis dan Contohnya

Jenis-Jenis Interval Harmonis

Interval harmonis dapat dibagi menjadi dua kategori: konsonan dan disonan.

  • Konsonan: Interval yang terdengar harmonis dan stabil. Contohnya adalah unison (1), oktaf (8), dan perfect fifth (5).
  • Disonan: Interval yang terdengar tidak harmonis dan tidak stabil. Contohnya adalah tritone (3) dan augmented second (2).

Fungsi Interval Harmonis

Interval harmonis memiliki beberapa fungsi penting dalam musik, antara lain:

1. Menciptakan Harmoni

Fungsi utama interval harmonis adalah untuk menciptakan harmoni dalam musik.

Harmoni adalah kombinasi nada yang dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan bunyi yang pleasing (menyenangkan).

Interval harmonis menentukan jenis harmoni yang dihasilkan dan dapat digunakan untuk menciptakan berbagai macam efek, seperti rasa tenang, sedih, atau gembira.

Baca juga: Mengenal Alat Musik Recorder, Cara Memainkan, dan Sejarahnya

2. Menentukan Kunci Nada

Interval harmonis juga dapat digunakan untuk menentukan kunci nada sebuah lagu.

Kunci nada adalah pusat tonalitas musik, dan ditentukan oleh interval antara nada-nada dalam tangga nada.

Interval harmonis tertentu seperti perfect fifth dan major third sangat penting dalam menentukan kunci nada.

3. Menciptakan Melodi

Interval harmonis dapat digunakan untuk menciptakan melodi yang lebih menarik.

Melodi adalah urutan nada yang dimainkan secara berurutan.

Interval harmonis dapat digunakan untuk menciptakan melodi yang lebih kaya dan kompleks, dengan variasi nada yang lebih banyak.

4. Mengungkapkan Emosi

Interval harmonis dapat digunakan untuk mengungkapkan berbagai macam emosi dalam musik.

Interval konsonan umumnya menghasilkan bunyi yang lebih tenang dan stabil, sedangkan interval disonan menghasilkan bunyi yang lebih tegang dan dramatis.

Baca juga: Pengertian Alat Musik Melodis, Fungsi, Beserta Contohnya

5. Menciptakan Resolusi Harmonis

Interval harmonis dapat digunakan untuk memperkaya musik dengan menambahkan variasi dan kontras.

Interval harmonis yang berbeda dapat digunakan untuk menciptakan berbagai macam efek dan suasana hati dalam musik.

Interval harmonis sering digunakan untuk menciptakan ketegangan harmonis yang diikuti oleh resolusi yang memuaskan.

Dalam sebuah progresi akord, interval disonan sering digunakan untuk menciptakan ketegangan yang kemudian diikuti oleh interval harmonis yang menghasilkan resolusi yang menyenangkan bagi pendengar.

Baca juga: Mengenal Alat Musik Tifa dan Cara Memainkannya

Contoh interval harmonis

Berikut adalah beberapa contoh interval harmonis yang sering digunakan dalam musik:

1. Unison: Interval yang terdiri dari dua nada yang memiliki frekuensi yang sama. Contohnya adalah saat dua vokal atau dua instrumen memainkan atau menyanyikan nada yang sama secara bersamaan.

2. Oktaf: Interval yang terdiri dari delapan nada. Misalnya, jika sebuah instrumen memainkan nada C dan instrumen lain memainkan C yang lebih tinggi atau lebih rendah.

3. Mayor Ketiga: Interval yang terdiri dari empat nada di dalam tangga nada mayor. Contohnya, interval dari C ke E.

4. Minor Ketiga: Interval yang terdiri dari tiga nada dan digunakan dalam tangga nada minor. Contohnya, interval dari A ke C pada tangga nada A minor.

Baca juga: Lagu Ballad Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

5. Mayor Keenam: Interval yang terdiri dari sembilan nada di dalam tangga nada mayor. Contohnya, interval dari C ke A.

6. Minor Keenam: Interval yang terdiri dari delapan nada dan digunakan dalam tangga nada minor. Contohnya, interval dari E ke C pada tangga nada E minor.

7. Kuarta Sempurna: Interval yang terdiri dari lima nada. Contohnya, interval dari C ke F.

8. Kuarta Augmented: Interval yang terdiri dari enam nada. Contohnya, interval dari C ke F#.

9. Kuarta Diminished: Interval yang terdiri dari empat nada. Contohnya, interval dari C ke Fb.

10. Kvint Sempurna: Interval yang terdiri dari tujuh nada. Contohnya, interval dari C ke G.

11. Kvint Augmented: Interval yang terdiri dari delapan nada. Contohnya, interval dari C ke G#.

12. Kvint Diminished: Interval yang terdiri dari enam nada. Contohnya, interval dari C ke Gb.

Interval-interval di atas adalah contoh-contoh umum dari interval harmonis yang sering digunakan dalam musik untuk membentuk akord-akord dan menciptakan harmoni yang menyenangkan.

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker :)