Teori Motivasi Apa yang Dicetuskan oleh Clayton P. Alderfer?

Sastrawacana.id

Teori Motivasi yang Dicetuskan oleh Clayton P. Alderfer
Teori Motivasi yang Dicetuskan oleh Clayton P. Alderfer (Pexels/Anna Tarazevich)

Teori motivasi yang dicetuskan oleh Clayton P. Alderfer adalah teori ERG. ERG adalah akronim dari Existence, Relatedness, and Growth. Teori ini merupakan pengembangan dari teori hirarki kebutuhan Abraham Maslow.

Menurut Alderfer, manusia memiliki tiga kelompok kebutuhan inti, yaitu:

  1. Kebutuhan Eksistensi (Existence Needs): Kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup, seperti makanan, air, tempat tinggal, dan keamanan.
  2. Kebutuhan Hubungan (Relatedness Needs): Kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, seperti rasa cinta, kasih sayang, dan penerimaan.
  3. Kebutuhan Pertumbuhan (Growth Needs): Kebutuhan untuk mencapai potensi diri dan mengembangkan diri, seperti kebutuhan untuk diakui, dihargai, dan mencapai prestasi.

Baca juga: Piaget dalam teorinya menyatakan “memasukkan informasi baru dengan menambah atau memperkaya skema atau pemahaman yang sudah ada di dalam pikiran seseorang” dikenal sebagai proses?

Teori ERG berbeda dengan teori Maslow dalam beberapa hal:

  • Kebutuhan tidak disusun secara hierarki: Alderfer tidak percaya bahwa manusia harus memenuhi kebutuhan yang lebih rendah sebelum dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Orang dapat termotivasi oleh berbagai kebutuhan secara bersamaan.
  • Kebutuhan dapat bergerak mundur: Jika seseorang frustrasi dalam memenuhi kebutuhannya pada tingkat yang lebih tinggi, mereka mungkin kembali fokus pada kebutuhan yang lebih rendah.
  • Kebutuhan dapat saling tumpang tindih: Kebutuhan yang berbeda dapat saling terkait dan memengaruhi satu sama lain.

Teori ERG telah banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti:

  • Psikologi organisasi: Untuk memahami motivasi karyawan dan meningkatkan kinerja kerja.
  • Pendidikan: Untuk membantu siswa belajar lebih efektif.
  • Pemasaran: Untuk mengembangkan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca juga: 6 Tokoh dalam Teori Desain Organisasi Pandangan Klasik

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana teori ERG dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Seorang karyawan yang merasa tidak dihargai oleh atasannya mungkin menjadi kurang termotivasi untuk bekerja.
  • Seorang siswa yang merasa kesepian di sekolah mungkin kesulitan untuk fokus pada pelajarannya.
  • Seorang wirausahawan yang ingin mengembangkan bisnisnya mungkin termotivasi oleh kebutuhan untuk mencapai pertumbuhan dan prestasi.

Teori ERG adalah teori motivasi yang komprehensif dan mudah dipahami. Teori ini dapat membantu kita untuk memahami apa yang memotivasi orang lain dan bagaimana kita dapat meningkatkan motivasi diri sendiri

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia

Tags