Jelaskan 5 Tahapan Kehidupan Hari Akhir Secara Berurutan

Sastrawacana.id

5 tahapan kehidupan hari akhir secara berurutan
5 tahapan kehidupan hari akhir secara berurutan (unsplash/Indonesia Bertauhid)

Menurut buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas IX oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, hari akhir adalah momen akhir dari kehidupan di dunia.

Istilah ini digunakan karena setelah waktu tersebut tidak akan ada hari berikutnya.

Hari akhir juga merupakan bagian dari rukun iman yang kelima.

Beriman kepada hari akhir berarti mempercayai dan memahami bahwa hari itu pasti akan datang sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Baca juga: Pengertian Tashawwur Islam dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

5 Tahapan Kehidupan Hari Akhir Secara Berurutan

Untuk lebih memahami konsep ini, mari kita bahas 5 tahapan hari akhir secara berurutan lengkap dengan penjelasannya.

Kelima tahapan ini terjadi setelah yaumul qiyamah atau hari kiamat. Pada hari tersebut, semua manusia akan meninggalkan dunia ini untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Tahapan kehidupan hari akhir secara berurutan dalam Islam meliputi:

1. Alam Barzakh

Barzakh secara harfiah berarti pembatas atau dinding. Alam barzakh menjadi pembatas antara dunia ini dan kehidupan setelah mati.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (Q.S. al-Mu’minun/23: 100).

Di alam ini, manusia akan ditanyai oleh malaikat Munkar dan Nakir, kemudian mereka akan menunggu hari kebangkitan sambil menerima konsekuensi perbuatan mereka di dunia.

2. Hari Kebangkitan

Hari kebangkitan atau Yaumul-Ba’as, ditandai dengan bunyi sangkakala kedua yang ditiup oleh Malaikat Israfil.

Semua manusia akan bangkit dari alam kubur menuju Padang Mahsyar. Keadaan mereka beragam sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup.

3. Hari Pengumpulan

Hari pengumpulan atau Yaumul Mahsyar adalah saat semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar.

Di sana manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Padang Mahsyar menjadi tempat penimbangan amal dan pengadilan Allah SWT.

4. Hari Perhitungan dan Penimbangan Amal

Hari perhitungan disebut Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan, semua manusia akan dihisab dan amal mereka ditimbang.

Tidak ada perbuatan baik atau buruk yang terlupakan, sebagaimana firman Allah: “Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. an-Nur/24: 24).

5. Yaumul Jaza

Tahapan terakhir adalah hari pembalasan, yang disebut Yaumul Jaza. Pada hari ini, manusia akan mendapatkan balasan atas perbuatan baik dan buruk mereka.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Q.S. az-Zalzalah [99]: 7-8).

Dalam ajaran Islam, keyakinan pada hari akhir dan tahapan-tahapannya merupakan aspek penting dari iman karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsekuensi dari perbuatan manusia di dunia ini dan keadilan Allah SWT dalam memberikan balasan di akhirat.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia