Kategori: Berita

  • Pemkab Jember Salurkan Honor Tahap Awal untuk 22 Ribu Guru Ngaji

    Pemkab Jember Salurkan Honor Tahap Awal untuk 22 Ribu Guru Ngaji

    Pemerintah Kabupaten Jember mulai mencairkan honorarium bagi para Guru Ngaji sebagai bagian dari program prioritas Bupati Muhammad Fawait.

    Tahun ini tercatat ada 22.000 penerima, jumlah terbanyak sejak program tersebut digulirkan. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya jumlahnya sekitar 19.000 orang.

    Penyaluran perdana dilakukan di Balai Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Rabu (10/9/2025).

    Kepala Bagian Kesra Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, menuturkan bahwa mekanisme pencairan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Guru Ngaji tidak lagi harus menunggu lama di bank, melainkan bisa menerima haknya langsung di balai desa masing-masing.

    “Guru Ngaji adalah sosok mulia. Tidak pantas mereka keleleran antre di bank. Karena itu penyaluran dilakukan di desa, supaya lebih mudah dan manusiawi,” paparnya.

    Pada tahap pertama, pencairan menyasar 23 kecamatan dengan total penerima sebanyak 15.175 orang.

    Jumlah itu terdiri dari 191 Guru Kitab Suci non-Islam, 266 modin, dan 14.718 Guru Ngaji Islam. Delapan kecamatan lainnya dijadwalkan menyusul pada pekan depan.

    Selain memberikan honorarium, Pemkab Jember juga membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh Guru Ngaji.

    Perlindungan tersebut mencakup risiko kecelakaan kerja hingga santunan kematian, bahkan berlaku di luar aktivitas mengajar.

    Ali, seorang Guru Ngaji asal Desa Yosorati yang sudah mengabdi sejak 2009, mengaku terharu dengan pola pencairan baru ini.

    “Dulu kami sering harus antre lama untuk menerima honor. Sekarang jauh lebih mudah. Tidak hanya honor, tapi juga ada perlindungan BPJS. Saya merasa bangga dan sangat bersyukur,” katanya.

    Program ini menjadi wujud penghargaan pemerintah daerah terhadap peran penting Guru Ngaji sebagai pendidik akhlak dan penopang pembentukan karakter generasi muda di Jember.

    Sumber: RRI

  • Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor, Motor Curian Diserahkan Lagi ke Pemiliknya

    Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor, Motor Curian Diserahkan Lagi ke Pemiliknya

    Polresta Banyuwangi kembali menorehkan prestasi dengan mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor lintas daerah.

    Empat orang tersangka berhasil diamankan, masing-masing dengan peran berbeda, mulai dari eksekutor, penadah, hingga pelaku dengan modus penipuan.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menegaskan bahwa kasus ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan jalanan.

    “Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberantas curanmor yang sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (11/9/2025).

    Salah satu tersangka berinisial M diketahui merupakan residivis. Dengan berpura-pura menjadi pembeli motor, ia meminta kunci dan surat kendaraan untuk uji coba lalu melarikannya.

    Aksinya sempat viral setelah terekam kamera CCTV di Perumahan Adimas Sobo, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, pada Minggu sore (31/8/2025).

    Dengan gerak cepat dan tepat, kepolisian Banyuwangi langsung meringkus para pelaku.

    Dari tangan M, polisi menyita dua unit sepeda motor, uang tunai Rp600 ribu, satu BPKB, dan satu STNK. Ia dijerat Pasal 362, 372, dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

    Tersangka lain berinisial NH dan BH berperan sebagai pelaku lapangan dan penadah. Mereka kerap menggunakan kunci leter T untuk merusak motor, bahkan nekat membobol pagar rumah.

    Sementara itu, AR menjalankan modus berbeda dengan menyamar sebagai penghuni kos sebelum mencuri kendaraan saat korban tertidur.

    Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman empat tahun penjara.

    Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor

    Bagi polisi, pengungkapan kasus ini tidak hanya berhenti pada penangkapan. Lebih dari itu, pengembalian motor hasil curian kepada pemiliknya menjadi bagian dari pelayanan publik.

    Salah satu momen haru terjadi ketika Kapolresta menyerahkan motor kepada Imron H, seorang pengemudi ojek online berusia 52 tahun. Motor yang menjadi sumber utama penghasilan itu akhirnya kembali setelah sempat hilang.

    “Alhamdulillah motor saya kembali. Terima kasih kepada Polresta Banyuwangi,” ucap Imron dengan mata berkaca-kaca.

    Kapolresta memastikan proses pengembalian barang bukti akan terus dilakukan setelah melalui tahapan identifikasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu terus waspada dan bekerja sama dengan aparat agar tindak kejahatan serupa dapat dicegah sejak dini.

    Bagi warga Banyuwangi, keberhasilan ini bukan sekadar kabar tentang penangkapan pelaku kejahatan, tapi juga menjadi tanda bahwa harapan selalu ada ketika aparat dan masyarakat berjalan beriringan.

  • Dinas Kesehatan Banyuwangi Fasilitasi Pelatihan Akupresur Bersama P3AI

    Dinas Kesehatan Banyuwangi Fasilitasi Pelatihan Akupresur Bersama P3AI

    Pengobatan tradisional dan alternatif terus berkembang di Banyuwangi ditandai dengan banyak talenta muda bermunculan. Masyarakat pun sering memadukan ikhtiar penyembuhan melalui medis maupun alternatif.

    Di rumah sakit tersedia obat herbal melalui toga, sementara di kampung masih ada dukun bayi yang kini didampingi bidan desa.

    Fenomena ini ditangkap oleh Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) yang berkomitmen mengembangkan organisasi di seluruh Jawa Timur sekaligus membina para Teraphys di nusantara dengan tetap mengikuti kearifan lokal.

    Ketua DPC P3AI Kabupaten Banyuwangi, Niken Kurnia, mengajak para Teraphys pijat tradisional, tibbun nabawi, maupun herbalis untuk bersama-sama mengurus STPT atau Surat Tanda Pendaftaran Tempat Pelatihan.

    Niken Kurnia

    Proses ini dilakukan dengan penuh persaudaraan dan kebersamaan, berkolaborasi dengan pemerintah sebagai pembina melalui Dinas Kesehatan.

    Seiring semakin banyaknya terapis muda yang profesional di Banyuwangi, P3AI bersama Omah Sehat Banyuwangi dan Dinas Kesehatan Banyuwangi mengadakan Pelatihan dan Pembekalan Akupresur serta percepatan STPT.

    Kegiatan ini digelar secara online melalui Zoom Meeting pada 22–24 September 2025 dan dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka pada 4–5 Oktober 2025 di Aula Dinas Kesehatan Banyuwangi.

    Dalam pertemuan di Omah Sehat Perum Permata Hijau, Rabu (10/9/25), Niken menegaskan pentingnya pembekalan dan paguyuban komunitas profesi penyehat.

    Hal ini demi kenyamanan klien sekaligus ketenangan para Teraphys dalam menjalankan peran profesionalnya.

    “Biasanya acara seperti ini di luar kota bisa mencapai 4–5 juta rupiah. Namun kali ini pakarnya hadir langsung di Banyuwangi dengan biaya tidak sampai sejuta, tepatnya hanya 850 ribu rupiah. Peserta juga akan tergabung dalam grup WhatsApp untuk terus belajar dari pengalaman sejawat lainnya,” ujar ibu dua anak yang baru saja wisuda sebagai akupresuris di Jakarta ini.

    Di Omah Sehat juga terpampang izin operasional dari Dinas Kesehatan. Klien yang datang pun beragam, mulai dari anggota kepolisian, TNI, pengusaha, hingga masyarakat umum seperti pelaku UMKM dan pegiat media sosial.

    Dalam kegiatan pembekalan ini, P3AI akan memperkenalkan dirinya sebagai organisasi resmi akupresur di Indonesia yang telah diakui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional. Peserta juga akan dibimbing terkait alur pengurusan STPT Penyehat Akupresur.

    “Pelatihan ini ditujukan agar para terapis semakin profesional. Karena tempat terbatas, silakan segera mendaftar dan melakukan transfer hingga 20 September,” ujar Niken yang juga biasa menangani bekam, tusuk jarum, hingga terapi infrared.

    STPT memiliki banyak manfaat bagi terapis, antara lain legalitas resmi yang diakui dan terdaftar di Dinas Kesehatan, perlindungan hukum, perluasan kesempatan kerja, pembinaan serta pelatihan berkala bersama organisasi profesi, peningkatan kepercayaan masyarakat, dan pengakuan sebagai terapis profesional.

    Pelatihan ini akan disampaikan oleh Sekjen P3AI Ratna Amdayanti, A.Md, Akup., serta Ketua Umum P3AI Abu Bakar Siddiq, A.B. Materi yang diberikan mencakup sejarah, teori dasar, hingga SOP akupresur.

    Peserta juga akan memperoleh modul akupresur, surat keterangan kelulusan mengikuti ORPRO P3AI, kesempatan mengikuti uji kompetensi akupresur level 2–4, serta fasilitas lain berupa KTA P3AI, pin, buku profil, dan surat rekomendasi dari P3AI.

    “Yuk lengkapi legalitas kita sebagai terapis dengan mengikuti acara ini. Segera daftarkan diri melalui Omah Sehat Banyuwangi,” ajak Niken sambil tersenyum, menutup perbincangan dengan kalimat bahwa sehat itu indah dan membahagiakan.

  • UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Rogojampi melakukan kunjungan ke rumah Aripin (48), warga Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (10/9).

    Kunjungan ini dilakukan setelah pihak keluarga Aripin mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas Banyuwangi untuk meringankan beban hidup sekaligus kebutuhan pengobatannya.

    Koordinator UPZ BAZNAS Rogojampi, Haji Andi Mikoyanto menyampaikan keprihatinannya kepada Aripin dan memberi motivasi kepada pihak keluarga untuk tetap tabah menerima ujian ini.

    “Ini ujian buat Pak Aripin, yang sabar, insyaAllah rasa sakit ini menggugurkan dosa-dosa jenengan dan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” nasihatnya kepada Aripin dan keluarga.

    Aripin mengalami kelumpuhan sejak empat tahun lalu setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    “Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang,” tutur Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif untuk kesembuhannya.

    “Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasil. Harapan saya, semoga ada bantuan agar kondisi saya bisa membaik dan keluarga tidak terlalu berat menanggung,” ungkapnya.

    Kini, aktivitas Aripin sangat terbatas. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak dapat digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah, namun istrinya, Mutamaroh, dengan penuh kesabaran tetap mendampingi dan merawatnya.

    Sementara kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan Mutamaroh sebagai tukang jahit pakaian, serta putri tunggal mereka, Firda, yang bekerja di sebuah toko dekat kantor Kecamatan Rogojampi.

    Aripin sendiri dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan sebelum mengalami musibah.

    Ia merupakan penggerak pengajian rutin di Dusun Krajan. Karena itu, banyak pihak menaruh perhatian terhadap kondisinya saat ini, salah satunya datang dari Maulana Affandi yang masih memiliki hubungan saudara.

    “Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil,” ujarnya.

    Dukungan serupa juga datang dari Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau Bung Aguk yang mengajak semua pihak ikut peduli.

    “Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian,” kata Bung Aguk.

    Bung Aguk juga menyampaikan bahwa melalui koordinasi dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana telah siap menyalurkan kursi roda 3 in 1 bagi Aripin, setelah surat permohonan dari kepala desa diterima.

    Harapan besar pun disampaikan Aripin agar dirinya mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun lembaga sosial.

    Kehadiran UPZ Baznas Rogojampi dalam meninjau langsung kondisi Aripin menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan bantuan yang akan diberikan.

    Masyarakat pun berharap adanya tindak lanjut nyata sehingga perjuangan keluarga Aripin bisa lebih ringan dijalani.

  • Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Pemerintah Desa Karangrejo bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat serta Rumah Desa Sehat (RDS) pada Rabu (10/9).

    Pertemuan ini dihadiri Kepala Desa Karangrejo Subandriyo, Sekretaris Desa Abdul Haris, Kepala Puskesmas Blimbingsari Indah Swartiningtyas, SST, Bd, M.Kes, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS) Bung Aguk, dan Kasie PMK Kecamatan Blimbingsari Abdul Aziz, S.H., M.H.

    Agenda utama rapat adalah penyusunan program kegiatan tahun 2026 dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, anak, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

    Kepala Desa Karangrejo Subandriyo dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari setiap program dan menekankan perlunya kolaborasi antar pihak agar setiap kegiatan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Kita harus kerja cepat, cerdas, dan tanggap. Setiap tim wajib memahami fungsi dan tugasnya masing-masing. Kolaborasi antar pihak tidak boleh berhenti supaya semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Subandriyo.

    Evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat Kecamatan Blimbingsari

    Sementara itu, Aziz Kasi PMK Kecamatan Blimbingsari menjelaskan bahwa RDS (Rumah Desa Sehat) merupakan wadah berkumpulnya seluruh pelaku kesehatan desa sekaligus tempat Koordinasi dan evaluasi berbagai program Kesehatan serta Penyusunan Program Kegiatan untuk Tahun selanjutnya.

    Ia mengimbau agar rapat koordinasi dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

    Beberapa aspek yang menjadi perhatian Pokja Desa Sehat antara lain penyelenggaraan pasar rakyat sehat, penataan lingkungan bebas sampah dan semak belukar, kerja bakti membersihkan parit dan selokan, serta kegiatan senam bersama.

    “RDS ini wadah strategis untuk membicarakan masalah kesehatan desa. Jadi rapat semacam ini dilakukan setiap tiga bulan sekali agar capaian lebih terukur. Kita bisa fokus pada kegiatan nyata, seperti penataan lingkungan bebas sampah, kerja bakti membersihkan parit, dan juga senam bersama,” jelas Aziz.

    Narasumber berikutnya, Bung Aguk, memberikan arahan terkait kendala kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dari pelaku lapangan agar setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi.

    Disampaikan pula bahwa identitas kader seperti seragam, rompi, atau pin diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab.

    Tak hanya itu, Bung Aguk juga menyoroti kendala yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung antara kader lapangan dengan pihak desa.

    “Kalau ada masalah di lapangan, jangan menunggu. Segera sampaikan agar bisa cepat dicari solusinya,” papar Bung Aguk.

    Kepala Puskesmas Blimbingsari, Indah, menekankan bahwa program desa sehat bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ia mengungkapkan adanya peningkatan kasus gangguan mental di masyarakat sehingga puskesmas menyediakan layanan dan obat-obatan untuk penanganannya.

    Ia juga menyoroti prestasi Kecamatan Blimbingsari yang berhasil mempertahankan status zero stunting dan zero AKI.

    Selain itu, Indah memperkenalkan program baru PERMATA HATI berupa layanan persalinan rawat jalan yang dapat diakses 24 jam.

    Bagi pemilik BPJS layanan ini gratis, sementara masyarakat tanpa BPJS bisa mengajukan bantuan melalui aplikasi SIKS-NG dengan pendampingan operator desa.

    “Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik. Kami sudah menyiapkan layanan serta obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Blimbingsari berhasil mempertahankan status zero stunting, ini prestasi yang harus kita jaga bersama,” ujar Indah.

    Sekretaris Desa Abdul Haris menutup rapat dengan menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan kader desa.

    Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengajak kader berwisata sambil belajar mengenai lingkungan sehat.

    Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Desa Karangrejo bersama pihak terkait berharap dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan program yang lebih efektif untuk mewujudkan masyarakat desa yang sehat, baik jasmani maupun rohani.

  • Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi Siapkan Generasi Sosiopreneur

    Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi Siapkan Generasi Sosiopreneur

    Pandemi Covid-19 melahirkan beragam cara dan kebijakan keluarga dalam menghadapi dampaknya.

    Salah satunya adalah keluarga Hj. Suwati Maimunah yang mendirikan Yayasan Bakti Imamudin Zaini (BIZ) dengan kantor pusat di Tebet, Jakarta.

    Dari yayasan ini kemudian lahir panti asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Tumbuh untuk membantu anak yatim dan dhuafa yang terdampak pandemi, ketika banyak orang kehilangan keluarga dan perekonomian lumpuh.

    Yayasan BIZ yang memiliki legalitas AHU 0001704.AH.01.04 mempercayakan kepemimpinan kepada Muhammad Zen Rahman sebagai ketua. Sedangkan Rahmat Erlambang dan S. Sri Utami menjalankan peran sebagai ayah bunda bagi tujuh anak asuh.

    LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi

    Anak-anak ini bersekolah di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari SDN 4 Rogojampi, SMP Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah 6, hingga SMAN 1 Rogojampi.

    Sejumlah prestasi pun diraih, di antaranya juara dua hafidz tingkat Jawa Timur dan juara lomba baca puisi tingkat Kabupaten Banyuwangi.

    Melalui Rumah Tumbuh, Yayasan BIZ berkomitmen menyiapkan generasi muda sebagai penerus peradaban dengan mengembangkan potensi berbasis agama dan ilmu pengetahuan umum.

    “Setelah gembleng anak asuh bersama dewan assatidz selama 3 tahunan di rumah yang berlokasi di Krajan Utara Desa Rogojampi, Alhamdulillah hari ini bisa menempati bangunan dan tanah di Desa Gitik Kecamatan Rogojampi di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan agenda ‘ngebangi’. Mohon doa dan dukungan tetangga serta ara dermawan semua,” ungkap Rahmat Erlambang, yang juga merupakan guru kewirausahaan.

    Erlambang juga memperkenalkan jajaran asatidz yang mengampu berbagai bidang, seperti bahasa Inggris, pemahaman Al-Qur’an, tilawah, public speaking, praktik ibadah, kewirausahaan, serta adab dan sopan santun.

    Dalam peresmian tersebut, Ustadz Lukman Sahid menyampaikan kultum dengan mengutip Surat Al-Ma’un yang menegaskan pentingnya perhatian pada anak yatim dan fakir miskin. Acara ditutup doa oleh Ustadz Makmun.

    Kepala Desa Gitik, Hamzah, yang ikut berjamaah salat Magrib sekaligus menyambut keberadaan LKSA Rumah Tumbuh di wilayahnya, menyampaikan rasa syukur. Ia berharap keberadaan Rumah Tumbuh bisa membawa berkah serta menjalin sinergi dengan pemerintah desa. Selain itu, ia berjanji akan membantu memfasilitasi urusan kelembagaan LKSA ke dinas sosial.

  • Kedapatan Membawa Senjata Api ke Sekolah, Siswa Ini Langsung Diamankan

    Kedapatan Membawa Senjata Api ke Sekolah, Siswa Ini Langsung Diamankan

    Seorang siswa East High School di Denver kedapatan membawa senjata api ke sekolah pada Kamis lalu.

    Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, Terita Walker, melalui surat resmi kepada orang tua dan komunitas sekolah.

    Dalam surat tersebut, Walker menjelaskan bahwa seorang siswa melaporkan adanya siswa laki-laki yang membawa senjata di lingkungan sekolah.

    Tim pengamanan dari Denver Public Schools (DPS) segera menuju kelas yang dimaksud dan meminta siswa tersebut keluar untuk diperiksa.

    Saat diminta bekerja sama, siswa itu menolak dan akhirnya harus diborgol. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan senjata api di dalam tas miliknya.

    Walker menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas utama pihak sekolah. Ia juga menekankan bahwa semua ancaman keamanan akan ditindaklanjuti dengan serius dan setiap laporan akan langsung diselidiki aparat keamanan.

    “Kami ingin mengingatkan bahwa tidak pernah diperbolehkan membawa senjata dalam bentuk apa pun, baik asli maupun tiruan, ke lingkungan sekolah,” tulis Walker.

    Kepala sekolah itu juga meminta orang tua dan wali murid untuk berdiskusi dengan anak-anak mereka mengenai peristiwa ini serta mendorong siswa agar berani melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan.

    Sebagai langkah lanjutan, tim krisis DPS telah disiagakan untuk membantu siswa yang merasa terganggu secara psikologis akibat kejadian ini.

    Orang tua juga dipersilakan menghubungi psikolog sekolah atau konselor di East High jika membutuhkan dukungan terkait kesehatan mental anak mereka.

  • Kontroversi Toilet Netral Gender, Denver Public Schools Tak Terima Putusan Pemerintah Federal

    Kontroversi Toilet Netral Gender, Denver Public Schools Tak Terima Putusan Pemerintah Federal

    Denver Public Schools (DPS) menyatakan keberatan atas temuan dari Kantor Hak Sipil Departemen Pendidikan Amerika Serikat yang menilai mereka melanggar aturan Title IX setelah membangun toilet netral gender di East High School.

    Dalam sebuah surat yang dikirim pada Jumat lalu kepada Direktur Regional Sementara OCR, Erica Austin, penasihat senior sekaligus koordinator Title IX DPS, Kristin Bailey, menegaskan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan kesimpulan tersebut. Meski begitu, DPS tetap membuka diri untuk mencari penyelesaian.

    “Kami menolak anggapan bahwa distrik dan OCR berada dalam jalan buntu. Faktanya, sejak awal investigasi ini kami ingin berdiskusi mengenai opsi penyelesaian dan sampai saat ini kami tetap berkomitmen untuk melakukannya,” tulis Bailey.

    Langkah DPS mengubah salah satu toilet di East High menjadi toilet netral gender dilakukan pada libur musim dingin lalu.

    Setelah berita mengenai fasilitas baru itu muncul pada Januari, OCR mulai melakukan investigasi dengan alasan bahwa perubahan tersebut mengurangi fasilitas khusus bagi siswi, sehingga dinilai melanggar Title IX.

    Pada musim panas berikutnya, DPS kembali mengubah satu toilet khusus siswa laki-laki menjadi toilet netral gender dengan harapan bisa meredakan kekhawatiran pemerintah federal.

    Namun pada Agustus, OCR menyimpulkan bahwa DPS tetap melakukan diskriminasi terhadap siswa perempuan karena mengubah toilet khusus perempuan.

    OCR kemudian memerintahkan agar seluruh toilet kembali dipisahkan berdasarkan jenis kelamin biologis serta meminta DPS meninjau ulang kebijakan terkait LGBTQ+.

    Pihak sekolah diberi waktu sepuluh hari untuk mematuhi perintah tersebut atau menghadapi sanksi.

    Dalam suratnya, Bailey mengkritik kurangnya komunikasi dari OCR sepanjang investigasi. Ia menyebut hanya ada tiga kali kontak selama tahun ini, yakni dua kali panggilan telepon dan satu surat resmi. Permintaan mediasi dari pihak DPS pun tidak pernah ditanggapi.

    DPS menilai perubahan toilet laki-laki menjadi netral gender seharusnya sudah menyelesaikan masalah awal. Mereka juga menilai OCR memasukkan tuduhan baru tanpa melakukan penyelidikan yang menyeluruh.

    Superintendent Alex Marrero sebelumnya menentang hasil temuan ini dan menyebutnya sebagai bagian dari agenda anti-trans yang digaungkan pemerintahan Trump. Ia menegaskan DPS akan terus melindungi siswa LGBTQ+ dari diskriminasi dan penghapusan identitas.

    Melalui surat terbaru, Bailey menekankan bahwa DPS berkomitmen penuh untuk mematuhi Title IX serta hukum hak sipil, dan meminta OCR memulai periode negosiasi penyelesaian selama 90 hari. Hingga kini, Departemen Pendidikan belum memberikan tanggapan terhadap surat tersebut.

    Sumber: 9news

  • Fantastis, Sekolah Baru Senilai 85 Juta Dolar Mulai Dibangun di Kota Ini

    Fantastis, Sekolah Baru Senilai 85 Juta Dolar Mulai Dibangun di Kota Ini

    Aurora Public Schools resmi memulai pembangunan sebuah sekolah baru dengan anggaran sekitar 85 juta dolar.

    Sekolah yang berlokasi di Colorado, Amerika Serikat ini nantinya akan menampung siswa dari tingkat pra-sekolah hingga kelas delapan dan ditargetkan mulai beroperasi pada musim gugur tahun 2026.

    Pembangunan sekolah tersebut menjadi salah satu proyek besar yang diharapkan mampu memberikan fasilitas pendidikan lebih baik bagi masyarakat.

    Rencana desain gedung difokuskan untuk mendukung kegiatan olahraga dan seni. Kedua bidang ini dianggap penting karena tidak hanya menunjang perkembangan akademik, tetapi juga membantu membentuk kreativitas serta kesehatan fisik siswa.

    Meskipun detail lengkap mengenai fasilitas yang akan dibangun belum diumumkan, pihak sekolah menegaskan bahwa perhatian khusus akan diberikan pada ruang yang bisa digunakan siswa untuk berkreasi dan berolahraga.

    Dengan adanya sekolah baru ini, Aurora Public Schools berharap mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih modern, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

    Proyek pembangunan ini juga menjadi simbol investasi besar dalam dunia pendidikan.

    Kehadiran sekolah baru dengan fasilitas yang lebih lengkap dipandang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan peluang lebih luas bagi siswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka.

    Sumber: 9news

  • Pasar Murah Kampung Soerangganti Hadirkan UMKM Berdaya dan Warga Bahagia

    Pasar Murah Kampung Soerangganti Hadirkan UMKM Berdaya dan Warga Bahagia

    Antusiasme warga Dusun Lateng, Desa Gladag, sangat tinggi saat Program Pasar Murah Ketahanan Pangan digelar pada Sabtu malam (06/09/2025).

    Program yang diinisiasi oleh Roemah Jasmine ini mengusung tagline “Dari Rakyat, Bareng Rakyat, Untuk Rakyat” dan langsung diserbu pengunjung begitu area dibuka pukul 19.00 WIB.

    Pasar Murah menyediakan berbagai kebutuhan warga, mulai dari produk sandang, pangan, papan, hingga jajanan murah.

    Di antaranya ada pakaian, bahan pokok (sembako), sayuran, buah-buahan, dan aneka produk UMKM. Semua barang dibanderol dengan harga lebih ekonomis dibanding harga pasaran.

    “Belum mulai saja sudah ramai. Begitu dibuka, banyak stand langsung habis diserbu warga,” ujar salah satu panitia sambil tersenyum melihat ramainya pengunjung.

    Pasar Murah Kampung Soerangganti

    Program ini juga memberikan keuntungan tambahan bagi pembeli. Setiap transaksi minimal Rp25.000 akan mendapatkan voucher belanja yang bisa digunakan kembali untuk membeli produk lain, berlaku kelipatan.

    “Belanja murah, dapat barang, masih dapat voucher. Pokoknya untung banget,” ungkap Cici, salah satu warga yang ikut berbelanja.

    Menurut koordinator program, Rita Yuli, tujuan utama Pasar Murah bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga membuka ruang usaha bagi UMKM lokal.

    “Kami ingin pelaku UMKM bisa punya tempat menjual produknya, sementara masyarakat bisa belanja dengan harga ekonomis namun tetap berkualitas,” jelasnya.

    Pasar Murah rencananya akan diadakan rutin setiap hari Sabtu malam. Selain itu, panitia juga membuka donasi dari para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun untuk masyarakat.

    Warga pun menyambut positif keberadaan Pasar Murah ini. “Kalau bisa jangan hanya sekali seminggu, tapi lebih sering. Barangnya segar, murah, dan dekat dari rumah. Sangat membantu warga,” kata salah satu warga Kampung Soerangganti.

    Dengan tingginya animo masyarakat, Pasar Murah Ketahanan Pangan ini diharapkan terus berlanjut sebagai solusi belanja murah, berkualitas, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM di wilayah Lateng desa Gladag Rogojampi.

    Penulis: Andi BS