Kategori: Berita

  • Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Suasana penuh khidmat menyelimuti musala Baitur Rohman, Rogojampi, pada Kamis (4/9/2025) malam yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Takmir Musala bersama warga sekitar menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB.

    Acara tersebut dihadiri oleh jamaah Musala Baitur Rohman, para undangan, serta warga Gang Keramat Dusun Krajan yang sejak dahulu rutin menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi setiap tahun.

    Tradisi ini menjadi wujud kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    Sejak sore, jamaah mulai berdatangan dengan membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur yang kemudian ditaruh di judang (tempat khusus yang telah disiapkan panitia).

    Suasana menjadi meriah sekaligus sakral, karena setiap hidangan yang dibawa bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol berbagi rezeki dan kebersamaan.

    Puncak acara ditandai dengan lantunan sholawat dan pembacaan Tibak Maulid dari kitab Al-Barzanji yang dipimpin oleh jamaah Asrokol.

    Suara syahdu lantunan sholawat bergema memenuhi musala, membuat jamaah larut dalam rasa syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jamaah yang hadir memenuhi seluruh ruangan Musala Baitur Rohman hingga ke pelataran luar. Dengan penuh kekhusyukan, mereka bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah.

    Sesekali panitia membagikan kembang telur serta asahan atau kotakan berisi makanan kepada para jamaah, menambah suasana akrab dan penuh kehangatan.

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Takmir Musala Baitur Rohman menyampaikan sambutan yang mengingatkan kembali makna penting meneladani Rasulullah SAW. Ia mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita berdoa agar selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar, sehingga tahun depan kita bisa kembali bertemu di bulan maulid yang penuh berkah ini,” ucapnya yang diamini seluruh jamaah.

    Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan sebagai penutup peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan penuh makna.

    Tradisi peringatan Maulid Nabi di Musala Baitur Rohman Rogojampi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol nyata kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.

    Melalui acara tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat persaudaraan antarumat Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.

    Dengan berakhirnya acara, jamaah pulang membawa kebahagiaan dan semangat baru untuk meneladani Rasulullah SAW dalam setiap langkah kehidupan.

    Penulis: Andi BS

  • Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Miftahul Janah, Rogojampi, pada Jumat (5/9/2025) yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menggelar acara tahunan secara tradisional sejak pukul 06.00 WIB dengan penampilan hadrah sholawat.

    Acara tersebut dihadiri para alim ulama, habaib dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Kehadiran mereka bersama jamaah Masjid Miftahul Janah menambah semarak dan keberkahan suasana.

    Dengan mengusung tema “Raih Berkah dengan Meneladani Sifat Mulia Rasulullah”, panitia menghadirkan penceramah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf dari Parijatah. Beliau dikenal sebagai salah satu habaib muda yang aktif berdakwah dan dekat dengan jamaah.

    Seperti tradisi setiap tahun, warga Kauman Dusun Krajan datang membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur. Semua itu kemudian ditata di judang yang telah dipersiapkan panitia.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Tahun ini, jamaah yang hadir terlihat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh ruangan masjid hingga serambi dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua.

    Lantunan bacaan sholawat bergema syahdu diiringi musik hadrah. Para habaib memimpin pembacaan Simtud Duror yang diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan. Suasana semakin mengharukan ketika memasuki bagian Mahalul Qiyam.

    Pada momen itu, panitia membagikan kembang telur kepada jamaah. Tidak kurang dari 1.000 butir telur habis dibagikan, menjadi simbol kebahagiaan dan berkah dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.

    Setelah Mahalul Qiyam, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Perwakilan panitia kemudian menyampaikan sambutan dengan mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar perwakilan panitia menutup sambutannya.

    Acara inti yaitu mauidhoh hasanah disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf. Dalam ceramahnya, beliau menuturkan keistimewaan kelahiran Rasulullah SAW serta peran besar beliau sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Habib Ali juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya nabi yang akan memberikan syafaat kepada umatnya kelak di akhirat.

    “Sejak hidup hingga wafat, Rasulullah tidak pernah berhenti memikirkan umatnya. Maka sudah sepatutnya kita meneladani sunnah beliau. Apa yang diajarkan Rasulullah hendaknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Habib Ali dalam mauidhoh hasanahnya.

    Rangkaian acara ditutup dengan ramah-tamah. Panitia membagikan konsumsi dan ancak yang telah disiapkan kepada seluruh jamaah yang hadir. Suasana keakraban terlihat jelas ketika jamaah saling berbagi makanan sembari bercengkerama.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Janah Rogojampi tahun ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi momentum mempertebal kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Penulis: Andi BS

  • Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Aripin (48), warga Dusun Krajan Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, harus menjalani hari-harinya dari atas tempat tidur sejak mengalami kelumpuhan empat tahun lalu.

    Hidupnya berubah total setelah terjatuh dari atap bangunan ketika bekerja sebagai kuli bangunan.

    Berbagai ikhtiar pengobatan sudah ditempuh, baik medis maupun alternatif. Namun hingga kini belum membuahkan hasil yang berarti.

    Dalam kesehariannya, Aripin bergantung pada sang istri Mutawaroh (50) yang bekerja sebagai penjahit, serta putri semata wayangnya Firda yang ikut membantu ekonomi keluarga.

    Meski kondisi ekonominya terbatas, Aripin tetap berusaha tabah. Ia dikenal sebagai sosok yang dulunya aktif dalam kegiatan keagamaan dan menjadi penggerak pengajian rutin di lingkungannya. Karena kelumpuhan, ia terpaksa berhenti dari aktivitas tersebut.

    Bantuan Kursi Roda 3 in 1

    Melihat kondisi Aripin, perhatian dari berbagai pihak pun mulai berdatangan. Pemerintah Desa Kedaleman bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat memberikan bantuan.

    Setelah adanya komunikasi dengan tokoh masyarakat serta dukungan dari media, bantuan kursi roda 3 in 1 akhirnya bisa disalurkan.

    Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, Dinas Sosial segera menindaklanjuti dan memastikan bantuan itu sampai ke penerima.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Kedaleman, H. Shofwan, S.Ag bersama Kepala Dusun Krajan, Kamsani. Keduanya turun langsung untuk mengantarkan kursi roda tersebut ke kediaman Aripin pada Senin (2/9).

    Tak hanya itu, Kepala Desa Kedaleman juga turut memberikan bantuan secara pribadi kepada Aripin sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyatnya.

    “Kami berharap dengan adanya kursi roda ini, Pak Aripin bisa lebih mudah beraktivitas di rumah. Pemerintah desa akan terus berupaya mendampingi warga yang membutuhkan, termasuk aksesibilitas rumah agar lebih ramah disabilitas,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Bung Aguk, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.

    Tak hanya membantu mengomunikasikan kebutuhan Aripin, pihaknya juga telah mendampingi proses administrasi data kependudukan agar lebih mudah diakses.

    Kepala Dusun Krajan Desa Kedaleman

    “Alhamdulillah dengan dukungan Dinas Sosial, kursi roda sudah bisa diterima Pak Aripin. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kemandirian beliau. Dan juga, hari ini telah terbit KK dan KTP yang gres lewat Mall Pelayanan Pasar Rogojampi via aplikasi smart kampung,” ungkapnya.

    Terpisah, Kepala Dinas Sosial, PP dan KB melalui Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, S.STP, M.Si, juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu keluarga Aripin.

    “Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu keluarga Pak Aripin dan menginformasikan kondisi beliau kepada kami selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Mudah-mudahan alat bantu yang diberikan dapat bermanfaat sepenuhnya untuk aktifitas sehari-hari serta memotivasi agar lebih semangat lagi,” paparnya.

    Menerima bantuan ini, Aripin penuh syukur karena bisa BAB dengan duduk, berjemur serta melihat karnaval.

    “Sepurane lan kesuwun anak lan wong wadon yang ikhlas sabar. Semoga saya tetap bisa jadi umat yang bermanfaat. Tentu saya bisa lebih bersih dan wangi dengan duduk di kursi roda ini,” ungkap mukmin yang tetap sholat 5 waktu dengan tayamum ini.

    Jurnalis: Maulana Affandi/Bung Aguk

  • Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Hidup penuh perjuangan kini dirasakan oleh Aripin (48), warga RT 03/02 Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Sejak empat tahun lalu ia mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    "Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang," ungkap Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/8).Ia sudah ikhtiar medis dan alternatif.

    Terpantau, kondisi Aripin hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki yang tidak mampu digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah bagi keluarganya, namun sang istri, Mutamaroh, tetap sabar mendampingi dan merawatnya.

    Kini, kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan istri yang bekerja sebagai tukang jahit pakaian.

    Sementara putri tunggalnya Firda bekerja di Toko Cinta depan Kantor Kecamatan Rogojampi. Diinformasikan pula jika owner Cinta juga kerap membantu keluarga Aripin.

    Aripin dikenal sebagai sosok aktif dalam kegiatan keagamaan di desanya. Ia merupakan penggerak pengajian rutin mingguan di Dusun Krajan sebelum mengalami musibah yang merubah kehidupannya.

    "Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasilnya. Dari kantor balai desa sudah pernah mendapatkan bantuan. Saat mengkonsumsi obat dari Shin She ada sedikit perubahan, namun harganya lumayan mahal,” tuturnya.

    Harapan besar ia sampaikan kepada pemerintah maupun lembaga sosial untuk bisa mendapatkan bantuan pengobatan agar kondisinya bisa pulih seperti sedia kala. Ia juga butuh tempat pembaringan mekanik seperti di rumah sakit serta kursi roda 3 in 1.

    Keprihatinan juga datang dari salah satu tokoh masyarakat setempat, Maulana Affandi yang turut berusaha untuk mencarikan solusi ke sejumlah lembaga dan dinas sosial untuk memberikan perhatian sebagaimana sesuai harapan Aripin.

    Affandi menilai Aripin layak mendaat perhatian serius. Ia menilai bahwa kondisi yang dialami Aripin bukanlah persoalan ringan yang bisa dibiarkan begitu saja.

    Sebagai sosok yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan, Aripin sudah banyak memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya.

    Karena itu, ketika kini Aripin harus berjuang dengan keterbatasan fisik akibat kelumpuhan, sudah seharusnya perhatian serius diberikan kepadanya.

    "Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Saya berharap masyarakat bersama pemerintah bisa turun tangan, karena kepedulian kita akan sangat berarti bagi keluarga beliau," papar Affandi yang juga merupakan pemimpin redaksi dari media sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, juga lakukan advokasi dan peduli dan ajak segenap elemen masyarakat agar lpeduli terhadap kondisi yang menimpa Aripin.

    "Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita semua tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan, sekecil apa pun, agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian ini. Alhamdulillah setelah komunikasi dengan Wakil Bupati di TL ke Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dengan sigap Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Khoirul Hidayat siap kirim kursi roda 3 in 1 setelah surat permohonan dari Kades diterima," tutur Bung Aguk Ketua Komunitas Gotongroyong'45, yang juga tergabung dalam FBS (Forum Banyuwangi Sehat) ini.

  • Ketua BKPRMI Banyuwangi Serukan Istigosah Demi Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

    Ketua BKPRMI Banyuwangi Serukan Istigosah Demi Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

    Dalam upaya menjaga suasana damai dan kondusif di wilayah Banyuwangi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya remaja masjid dan Lembaga TPA/TPQ untuk mengadakan kegiatan istigosah bersama di wilayah masing-masing.

    Ketua DPD BKPRMI Banyuwangi, Achmad Sururuddin, SE, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan istigosah ini merupakan ikhtiar spiritual untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat ketenangan batin masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, maupun ekonomi.

    “Kami mengajak seluruh DPK BKPRMI, remaja masjid, Lembaga TPA/TPQ, dan masyarakat luas untuk melaksanakan istigosah bersama sebagai bentuk doa dan harapan agar Banyuwangi tetap aman, damai, serta terhindar dari segala bentuk potensi konflik atau gejolak sosial,” ujar Achmad Sururuddin dalam keterangan resminya, Senin (1/9).

    Menurutnya, istigosah tidak hanya menjadi wadah untuk memanjatkan doa, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan sinergi antar elemen masyarakat.

    Kegiatan istigosah ini rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada minggu pertama bulan September 2025, dengan lokasi utama di sejumlah masjid besar serta Lembaga TPA/TPQ yang berada di bawah binaan BKPRMI.

    BKPRMI juga mendorong agar kegiatan ini melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, serta aparat keamanan setempat.

    Lebih lanjut, DPD BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat peran remaja masjid sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.

  • CFD Banyuwangi Hadirkan Harmoni Antara Wisata, UMKM, dan Budaya Lokal

    CFD Banyuwangi Hadirkan Harmoni Antara Wisata, UMKM, dan Budaya Lokal

    Program Car Free Day (CFD) di Banyuwangi mengalami dinamika yang memberi warna baru bagi UMKM.

    Awalnya CFD berlangsung di Jalan Jendral Ahmad Yani, kemudian bergeser ke RTH Blambangan, lalu muncul gagasan Banyuwangi Creative Market (BCM) yang sempat bertahan sebelum pandemi.

    Kini, atas kebijakan revitalisasi RTH Blambangan, CFD dikembalikan ke Jalan Jendral Ahmad Yani meski hanya sepanjang sekitar 345 meter

    Surat dari Asisten Pemerintah Kabupaten mengatur agar BCM menjadi prioritas relokasi, namun hanya sebagian pelaku usaha yang bersedia pindah karena menunggu regulasi yang lebih jelas.

    CFD Banyuwangi

    Sejumlah pedagang mengungkapkan harapan agar pemerintah memberi komitmen jangka panjang.

    Fendi Felani yang berjualan madu, misalnya, berharap regulasi lebih transparan. Meski begitu, ia tetap senang dengan adanya dua lokasi CFD karena bisa memberi kesempatan baru bagi UMKM yang antre di BCM.

    “Belum ada pihak dari manapun yang memberikan informasi secara utuh, jelas regulasi, aspek ekonomi dan berkomitmen jangka panjang kepada saya mengenai masalah ini. Kalau bagi saya pribadi, saya manut pemerintah asal jelas dan bisa berkomitmen,” ungkap Fendi Felani.

    Pedagang lain, Sonhaji yang menjual tahu petis, menekankan pentingnya membuka ruang UMKM di mana pun tanpa ada penggusuran. Perihal rezeki, ia meyakini jika itu urusan Tuhan Yang Maha Esa.

    “Soal rejeki, dimana kita ikhtiar itu urusan Yang Maha Kaya,” paparnya.

    Sementara itu, Ulfiatuzzahroh pemilik Alfina Bakery yang menjajakan roti dan kopi merasa bersyukur bisa berjualan di wilayah tempat tinggalnya sehingga bisa memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkuat solidaritas sesama pelaku UMKM.

    Bagi yang ingin memesan produk kue di Alfina Bakery, bisa langsung menghubungi nomor 081333924441 atau 081249962400.

    “Kami produksi aneka kue premium dengan bahan kualitas. Ada bloeder dan tawar gandum buat yang diet. Yang biasa pesan lewat medsos, bisa ketemu koki dan pembeli,” ungkapnya sembari berdiri ditopang kruk usai kecelakaan kerja saat jadi pemateri untuk konsumen Signora di Genteng.

    Di samping pelaku UMKM, yang digilir Dispendik antara lain ada karate SMPN 1 serta gerakan perpaduan pramuka, PMR, UKS, pecinta lingkungan dan literasi jurnalistik SMPN 3 Banyuwangi.

    Suasana CFD juga makin meriah dengan kegiatan jalan sehat, lomba anak-anak, pertunjukan seni, hingga layanan publik dari berbagai instansi seperti Dispenduk, Dispora, dan Perpustakaan Daerah.

    Sekolah-sekolah pun turut berpartisipasi, seperti karate SMPN 1 serta gerakan perpaduan pramuka, PMR, UKS, pecinta lingkungan, serta komunitas literasi jurnalistik SMPN 3 Banyuwangi.

    Di sisi lain, pegiat Rumah Kebangsaan dan sejumlah tokoh masyarakat seperti Hakim Sa’id, SH, Syech H Ikrom Hasan, Andi Purnama dan Akademisi Herman juga memanfaatkan CFD sebagai ruang diskusi publik.

    CFD di Banyuwangi

    “Aktivitas dagang dan sosialisasi hal positif nong kene wae!” ungkap Hakim Sa’id

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotongroyong’45, Aguk Wahyu Nuryadi, berharap semua pihak termasuk DPRD yang sudah memfasilitasi RDP bisa menyalurkan aspirasi dengan damai dan penuh kekeluargaan.

    Ia menegaskan pentingnya regulasi CFD yang jelas sesuai arahan pemerintah pusat agar tidak terjadi salah tafsir, sekaligus mengajak semua pihak untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam penamaan dan konsep kegiatan.

    “Bupati perlu tegaskan regulasi CFD sesuai arahan pemerintah pusat mendukung tatanan Kabupaten Sehat. Jadi ndak keblinger inovatif hingga muncul istilah community & Food Day ataupun CFD Blambangan yang jadi Banyuwangi Creative Market. Kalau bisa pakai kearifan lokal dengan bahasa daerah seperti Osing atau Jawa seperti yang ada di kampung dan deso,” ungkap aktivis yang tergabung di Forum Banyuwangi Sehat dan Forum Pembauran Kebangsaan ini.

    Harapannya CFD tetap menjadi ruang yang membawa berkah bagi UMKM, mempererat persaudaraan, dan menjaga Banyuwangi tetap harum sebagai daerah yang penuh welas asih dan harmoni.

    Penulis: Bung Aguk/AM

  • DPRD dan Kominfo Jatim Satukan Langkah Sosialisasi Literasi Digital di Ponpes Darunnajah

    DPRD dan Kominfo Jatim Satukan Langkah Sosialisasi Literasi Digital di Ponpes Darunnajah

    Ikhtiar agar masyarakat cerdas bermedsos di era globalisasi ini, Dinas Kominfo Jatim bersama DPRD Jatim menggelar sosialisasi Literasi Digital di Ponpes Darunnajah Tukangkayu Banyuwangi, Sabtu (30/8/25).

    Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S. Si, M. IP, melalui zoom meeting menyampaikan bahwa era digitalisasi di media sosial dalam menyampaikan informasi publik maupun hiburan sudah merambah seluruh sektor kehidupan dan melibatkan semua lapisan sosial ekonomi.

    Maka dari itu, ikhtiar untuk menghindari dampak negatif perlu dilakukan dengan membekali masyarakat melalui literasi digital agar bisa meminimalkan dampak buruk sekaligus memetik manfaatnya.

    Sosialisasi Literasi Digital Di Ponpes Darunnajah

    Sementara itu, anggota DPRD Jatim dari F-PKB, Dra. Hj. Ma’mullah Harun, M. Pdi, mengungkapkan pesan dari  Ketua Umum PKB H. Muhaimin Iskandar yang juga Menko.

    Ia menekankan bahwa guru madrasah dan santri pondok pesantren harus melek informasi digital agar terhindar dari mudharat.

    Dengan begitu, mereka bisa menyaring kecakapan digital yang bermanfaat untuk pendidikan, penguatan karakter akhlaqul karimah, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Maka hari ini gayung bersambut bisa silaturahmi sekaligus sosialisasi literasi yang di dalamnya ada membaca, mempelajari, membandingkan dengan sumber agama dan regulasi, agar kita bukan pelaku fitnah dan terhindar dari penyebaran hoaks seperti berita sesat, judi online, pornografi, maupun pembatasan penggunaan HP di keluarga kita!” imbuh putri KH Harun ini.

    Tampil sebagai narasumber adalah Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, S. IP, M. IP, serta Miskawi, M. Pd, Ketua Prodi Sejarah Uniba.

    Sekdin Dini, yang sejak 2004 bekerja di bagian Humas Pemkab, mengungkapkan bahwa TikTok menempati posisi teratas dalam jumlah pengguna, dan rata-rata orang memegang HP hingga tiga jam sehari.

    Kehadiran media sosial, menurutnya, mendorong kinerja karena tidak harus bertemu langsung dengan perorangan atau kelompok tertentu.

    “Akses informasi menjadi efektif dan mendorong partisipasi publik. Juga bisa untuk promosi dan branding, sebagaimana video maupun vlog yang menggandeng influencer, mampu membuat orang paham Banyuwangi dan pariwisata semakin maju!” ujarnya.

    Namun, ia juga mengingatkan bahwa di sisi lain, media sosial bisa menimbulkan dampak negatif berupa penyebaran kebencian, pergaulan tanpa etika, cybercrime, dan lainnya.

    Sosialisasi Literasi Digital Di Ponpes Darunnajah

    “Maka anak saya sekolah di pondok untuk memutus mata rantai keburukan bermedsos yang kurang bijak atau belum waktunya karena masih anak remaja!” tambahnya.

    Sementara itu, Miskawi berpesan kepada guru dan orang tua agar mengontrol penggunaan HP anak maupun muridnya.

    Ia mengingatkan agar selalu menyaring sebelum membagikan informasi, meneliti sumbernya, serta memperhatikan UU ITE.

    “Budaya getuk tular dan gosip jangan diteruskan di medsos. Jaga kedamaian dan hindari SARA yang bisa memecah persatuan, adat, maupun adab. Bisa jadi meluasnya kerusuhan di berbagai kota yang masif juga dipicu medsos yang tidak bertanggung jawab!” tegas Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ini, seraya menekankan pula pentingnya bijak memanfaatkan AI.

    Diskusi yang dipandu moderator M. Bahas Qossam Syahzindah, S. Pd, berlangsung asyik. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, baik generasi lansia yang baru memegang HP setelah pandemi covid-19, maupun generasi Z yang terjerat pinjaman online, iklan menyesatkan, hingga penipuan hacker.

    Semua pertanyaan dijawab narasumber dengan berbagai pengalaman nyata yang banyak dialami masyarakat.

    Penulis: Bung Aguk/AM

  • Pentas Seni Prejengan 1 Meriah, Warga Rayakan HUT RI Sekaligus Ultah Kades Rogojampi

    Pentas Seni Prejengan 1 Meriah, Warga Rayakan HUT RI Sekaligus Ultah Kades Rogojampi

    Dusun Prejengan 1 Desa Rogojampi merayakan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 dengan menggelar pentas seni pada Jumat, 29 Agustus, di Jalan KH Wahid Hasyim yang menghubungkan pasar dengan stasiun.

    Acara yang berlangsung meriah ini menjadi lebih menyentuh hati ketika kru akustik Wong Osing menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dari Jamrud yang dipersembahkan khusus untuk Kepala Desa Rogojampi, Hj Siti Jamilah.

    Pada bulan kemerdekaan ini, Siti Jamilah genap berusia 64 tahun. Suasana pun semakin hangat karena seluruh warga ikut bernyanyi dan mengucapkan selamat, termasuk Babhinkamtibmas dan Babinsa.

    Pendukung acara yang terdiri dari koor PKK dan Posyandu turut memberikan kado berupa kue tart dan karangan bunga.

    Peringatan HUT RI di Desa Rogojampi

    Kado tersebut diserahkan usai Kepala Desa yang kini memasuki periode ketiga kepemimpinannya, menyampaikan sambutan di panggung yang disiapkan oleh karang taruna.

    Kepala Dusun Prejengan 1, Makmud Basuni (50), menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi warga serta kerja keras panitia, di antaranya H Ubay Pinky dan H Junaidi Ilyas yang berhasil mengompakkan masyarakat hingga pentas seni bisa terselenggara dengan meriah dan tertata rapi.

    “Patut kita syukuri rahmat kemerdekaan ini. Warga dapat beribadah dan berkarya dengan penuh berkah,” tutur pria yang akrab disapa Pak Wo.

    Ia juga memimpin hening cipta untuk para pahlawan bangsa, sekaligus mengobarkan semangat yel-yel NKRI yang berlandaskan Pancasila.

    Pentas seni tersebut memanfaatkan perlengkapan sound milik warga bernama Khoiri, sementara kru Helmi Print Komputer menata audio secara digital hingga pertunjukan terdengar layaknya sebuah festival besar.

    Kreasi warga tampil variatif, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi, senam kreasi bertema anak Indonesia hebat, joget emak-emak, karaoke, hingga live musik Wong Osing.

    “Kami senang bisa mengisi kemerdekaan dengan gembira. Hampir sebulan kami berlatih dengan berbagai latar belakang sosial ekonomi. Semua drama dan dinamika akhirnya terbayar saat tampil di depan tamu undangan, warga, serta ditayangkan live di media sosial panitia maupun kanal YouTube Eko Ndut,” ungkap Nur dan Aas.

    Mereka menambahkan, momen ini membuat warga sejenak melupakan beban sehari-hari.

    “Jadi lupa utang dan masalah hidup. Terima kasih untuk semua yang sudah belajar bersama, sabar, dan nrimo, agar bisa tampil maksimal demi kampung dan bangsa. Merdeka!” tegas keduanya.

    Penulis: Bung Aguk/Yeti Chotimah

  • SIBABA, Inovasi Polresta Banyuwangi untuk Permudah Difabel Mengurus SIM D

    SIBABA, Inovasi Polresta Banyuwangi untuk Permudah Difabel Mengurus SIM D

    Suasana santai sekaligus penuh kegembiraan terlihat di halaman Satpas Polresta Banyuwangi, Rabu (28/7) ketika belasan kendaraan roda dua dan roda tiga milik anggota Disabilitas Motor Indonesia (DMI) serta Persatuan Sepakbola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) memasuki area pelayanan.

    Sebanyak 19 orang penyandang disabilitas daksa mendapatkan pelayanan langsung dari petugas, mulai dari pengisian formulir, pelatihan aturan berkendara, hingga mengikuti ujian praktik untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) D.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama tokoh-tokoh disabilitas daksa beberapa waktu lalu.

    Program SIBABA Polresta Banyuwangi

    Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sejumlah permohonan, diantaranya kemudahan pengurusan SIM D, dukungan terhadap perkembangan sepak bola amputasi Banyuwangi, serta penyuluhan untuk meminimalisasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam tindak kriminal.

    Program SIBABA atau SIM Bersama Disabilitas kemudian lahir sebagai salah satu inovasi pelayanan unggulan Satpas Polresta Banyuwangi.

    Dalam kesempatan itu, Kompol Elang Prasetyo selaku Kasatlantas Polresta Banyuwangi terlihat mendampingi proses ujian praktik. Ia bahkan sempat meneliti kondisi modifikasi kendaraan milik Temon, Ketua DMI.

    “Perangkat kemudi disesuaikan kebutuhan kami Pak, ada tukangnya khusus,” jelas Temon saat ditanya.

    Mendengar hal itu, Kompol Elang mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa fungsi kendaraan bagi para penyandang disabilitas bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penunjang pekerjaan sehari-hari.

    “Karena dipakai untuk bekerja, maka SIM harus diurus dengan baik. Kami berkomitmen melayani sepenuh hati. Jangan lupa setelah urus SIM, teman-teman juga tetap taat membayar pajak kendaraan bermotor,” ujarnya sambil tersenyum.

    Hal senada disampaikan AKP Dwi Satria Aryanto, Kanit Lantas Polresta Banyuwangi. Ia menyebut hampir setiap tahun selalu ada rekan-rekan disabilitas yang mengurus perpanjangan maupun pembuatan SIM baru.

    AKP Dwi Satria Aryanto

    “Kegiatan hari ini tidak lain untuk membantu saudara-saudara disabilitas. Kami memfasilitasi sepenuhnya agar mereka lebih mudah mendapatkan SIM. Satpas Polresta Banyuwangi punya program khusus yaitu SIBABA, SIM Bersama Disabilitas,” kata Satria.

    Ucapan terima kasih datang dari Hasyim Mahmud, Ketua Persawangi yang merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan hingga para anggotanya bisa menyelesaikan ujian praktik.

    “Terima kasih Bapak Kapolresta dan Satpas Polresta Banyuwangi, kami dibantu sampai lulus ujian praktek,” ujarnya penuh sukacita.

    Perlu diketahui, sebagian besar kendaraan modifikasi milik penyandang disabilitas tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, melainkan juga sebagai sarana mencari nafkah.

    Beberapa di antaranya berprofesi sebagai penjual gas, air isi ulang, ayam, ikan segar, dan berbagai usaha lainnya. Karena itu, kemudahan dalam mengurus SIM menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi mereka.

    AKP Dwi Satria Aryanto menutup dengan sebuah harapan. “Semoga dengan memiliki SIM D, saudara-saudara disabilitas dapat lebih berhati-hati dalam berkendara serta senantiasa menaati aturan lalu lintas,” pungkasnya.

    Penulis: Indah CC

  • Warga Rogojampi Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM

    Warga Rogojampi Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM

    Warga Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, menggelar kegiatan jalan sehat dan bazar UMKM pada Minggu (24/8/2025). Acara yang dipusatkan di Balai Desa Rogojampi itu berlangsung meriah dengan partisipasi ribuan warga.

    Kegiatan ini digagas oleh pemuda Gang Kauman Dusun Krajan dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Rogojampi dan Pemuda ARGATI (Arek Gang Melati) Dusun Krajan.

    “Acara jalan sehat dan bazar UMKM ini bertujuan untuk memperingati HUT ke-80 RI. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemdes Rogojampi atas bantuan dan fasilitas yang luar biasa sehingga kegiatan ini bisa berjalan sukses,” ujar Lantra, Ketua Panitia.

    Bazar UMKM di Rogojampi

    Panitia mencatat sekitar 2.000 tiket jalan sehat terjual. Peserta tidak hanya berasal dari Dusun Krajan, tetapi juga dari Dusun Rogojampi Utara, Prejengan 1 dan 2, Maduran, Lugonto, serta sejumlah perumahan di wilayah Krajan.

    Bahkan, beberapa warga dari Parijatah (Kecamatan Srono), Sukojati (Kecamatan Blimbingsari), hingga Banyuwangi Kota turut ambil bagian.

    Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MWC NU Rogojampi, Ainur Rofiq. Tepat pukul 07.00 WIB, Kepala Desa Rogojampi, Hj. Siti Jamilah, secara simbolis melepas peserta jalan sehat melalui pemotongan pita. Ia didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kepala dusun setempat.

    Adapun rute jalan sehat dimulai dari Balai Desa Rogojampi menuju Perumahan Adimas, Gang Ampera, Gang Melati, lalu kembali ke balai desa. Antusiasme warga terlihat sepanjang perjalanan.

    Sebelum pengundian hadiah, peserta mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran. Acara semakin meriah dengan penampilan tari-tarian dari anak-anak Dusun Krajan, serta penyerahan kenang-kenangan dari ketua panitia kepada Kepala Dusun Krajan.

    Pada kesempatan itu, warga juga memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kepala Desa Rogojampi yang genap berusia 65 tahun.

    Puluhan hadiah dibagikan kepada peserta, dengan hadiah utama berupa mesin cuci dan sofa pojok.

    Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan sponsor, diantaranya TJ Center, Yashira, PUDAM, Klinik Namira, Mahayasa Grup, Tombo Luwe Cafe, Londo Royale Cafe, Yandita Computer Center, Bintang Surya, Akasia Brewing House, Pegadaian, dan INET Media.

    Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat digelar setiap tahun sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Penulis: Andi BS