Kategori: Berita

  • DPRD Jatim Berangkatkan Jalan Sehat Puncak HUT RI ke-80 di Yayasan Darunnajah Banyuwangi

    DPRD Jatim Berangkatkan Jalan Sehat Puncak HUT RI ke-80 di Yayasan Darunnajah Banyuwangi

    Puncak tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Darunnajah Banyuwangi berlangsung meriah dengan Family Day bertema “Bersatu Membangun Generasi Berprestasi Menuju Darunnajah Maju dan Islami”.

    Kegiatan ini digelar di halaman depan Masjid Pondok Pesantren Darun Najah pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

    Pengurus yayasan, H. Abdul Aziz, menyampaikan rasa syukur atas rahmat Allah berupa kemerdekaan bangsa dan negara.

    Ia juga terharu melihat kekompakan warga madrasah MI 1 dan 2 serta MTs Darun Najah yang beralamat di Jalan KH Harun Tukang Kayu.

    “Semoga kebersamaan penuh kebahagiaan hari ini berlanjut hingga di akhirat kelak,” ungkapnya, yang diamini oleh sekitar seribu peserta.

    Acara panggung diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu Ummi Hawa, siswi kelas 6 MI Darunnajah II yang berprestasi.

    Setelah itu ditampilkan beragam ekspresi seni, mulai dari paduan suara yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari Merdeka hingga berbagai ekstrakurikuler siswa.

    Tasyakuran Kemedekaan di Darunnajah Banyuwangi

    Suasana semakin khidmat saat Ustadz Nasrudin memimpin doa tahlil untuk para syuhadak bangsa, mujahid pondok, serta para guru yayasan yang telah mendahului.

    Jalan sehat menjadi salah satu agenda utama. Dra. Hj. Ma’mullah Harun, M.Pd.I., anggota DPRD Jawa Timur, berkenan memberangkatkan peserta dengan tiga kali lantunan sholawat.

    Musik rancak marching band Gita Nada MTs Darun Najah memimpin barisan yang menempuh rute sekitar dua kilometer mengitari area yayasan.

    Kreativitas tiap kelas ditampilkan melalui kafilah bernuansa merah putih, yang dinilai oleh tiga kepala madrasah yaitu Andi Nurhidayat, S.Pd., Majidatul Himmah, S.Pd.I., dan Sri Suci Dewi Wulandari, S.Pd.

    Kemeriahan acara semakin terasa berkat panduan Umi Kulsum yang penuh keceriaan.

    Berbagai doorprize dibagikan melalui kupon sedekah, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, mesin cuci, kompor gas, hingga kipas angin.

    Hadiah tersebut merupakan persembahan sponsor dari BPR Jatim, Suzuki, pihak yayasan, alumni, serta dukungan berbagai mitra.

    Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Sobo yang dipimpin langsung oleh Hj. Yulianingsih, Ketua IBI.

    Di area bazaar, paguyuban kelas turut menghadirkan aneka produk UMKM sehat, murah, dan halal.

    Ketua panitia yang juga Ketua Dewan Komite, Bunda Nurul Karimah, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak.

    “Matur nuwun atas partisipasi semua pihak. Semoga kita senantiasa penuh keimanan, sehat, serta diberkahi rezeki yang halal dan thoyib,” ungkapnya.

    Penulis: Bung Aguk/Misc

  • Jalan Sehat Tutup Rangkaian Peringatan HUT RI ke-80 di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    Jalan Sehat Tutup Rangkaian Peringatan HUT RI ke-80 di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi menggelar kegiatan jalan sehat sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Sabtu (23/8).

    Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti siswa, guru, karyawan, wali murid, serta berbagai amal usaha Muhammadiyah di wilayah Rogojampi.

    Sejak 19 Agustus 2025, sekolah telah menyelenggarakan beragam perlombaan yang tidak hanya menumbuhkan semangat kebersamaan tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong.

    Jalan Sehat SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    Tahun ini ada yang berbeda karena pihak sekolah berinisiatif mengadakan lomba safety riding bekerja sama dengan Polsek Rogojampi.

    Lomba tersebut bertujuan menanamkan kesadaran keselamatan berkendara pada siswa dan karyawan.

    Selain itu, berbagai lomba menarik lainnya juga digelar, mulai dari lomba terompa, ketangkasan, estafet hula hoop, memancing lele, karaoke, hingga lomba videografi siswa.

    Ada pula lomba kebersihan dan keindahan kelas dengan tema Tujuh Kebiasaan Anak Hebat.

    Untuk wali murid, pihak sekolah menyiapkan perlombaan khusus seperti lomba memasak tahu lontong, parut kelapa, hingga lomba video testimoni.

    Kepala SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pesan utama dalam peringatan HUT ke-80 tahun ini adalah memperkuat kekompakan seluruh civitas sekolah, siswa, wali murid, serta seluruh stakeholder Muhammadiyah di Rogojampi.

    “Kami berharap kegiatan ini membuat siswa semakin kompak, semakin solid, serta terjalin kerjasama yang lebih baik dengan orang tua. Semua dilakukan demi pendidikan yang lebih berkualitas agar lahir generasi yang cerdas, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

    Jalan sehat yang digelar sebagai acara puncak diikuti oleh siswa-siswi dari SD Muhammadiyah 19, SMP Muhammadiyah 11, guru, karyawan, serta perwakilan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan maupun kesehatan.

    Bazar SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi ikut terlibat sebagai tim kesehatan, sementara ortom-ortom di bawah pimpinan cabang Muhammadiyah Rogojampi juga hadir memberikan dukungan.

    Panitia menyediakan berbagai hadiah menarik yang dibagikan melalui undian kupon kepada peserta yang berhasil mencapai garis finis.

    Kehadiran ribuan peserta membuat suasana semakin semarak, mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus wujud syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa.

    Dengan berakhirnya kegiatan jalan sehat ini, rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi resmi ditutup dengan penuh suka cita dan kebersamaan.

    Penulis: Heri Iskandar

  • Unik, Paduan Suara Emak-Emak Warnai Upacara Kemerdekaan HUT RI Ke-80 di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

    Unik, Paduan Suara Emak-Emak Warnai Upacara Kemerdekaan HUT RI Ke-80 di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

    Ragam keunikan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di seluruh penjuru tanah air.

    Salah satunya tampak di halaman Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (17/08).

    Suasana berbeda terasa sejak pagi karena seluruh rangkaian upacara kemerdekaan diisi oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, MI, MTs, hingga melibatkan orang tua wali murid sebagai bagian dari petugas dan pengisi acara.

    Acara diawali dengan senam bersama bertajuk Senam 7 Kebiasaan Anak Sehat Indonesia.

    Puluhan anak TK tampil lincah di hadapan tamu undangan dan seluruh peserta upacara.

    Suasana menjadi riuh penuh keceriaan, menandai semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh generasi remaja, melainkan juga sudah dikenalkan sejak usia dini.

    Memasuki prosesi upacara, para siswa MI tampil percaya diri dengan membawa alat musik drumband yang mengiringi langkah peserta memasuki lapangan.

    Pasukan pengibar bendera juga dipercayakan kepada siswa MI yang berbaris rapi mengawal Sang Merah Putih.

    Upacara Kemerdekaan di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

    Sementara itu, tugas sebagai petugas upacara diambil alih oleh para siswa MTs yang memimpin jalannya jalur komando dengan penuh disiplin.

    Yang tak kalah menarik adalah paduan suara yang tampil penuh semangat. Bukan dari siswa, melainkan dari para ibu anggota paguyuban wali murid Syamsul Huda.

    Dengan gaya khas emak-emak Indonesia, suara lantang mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan deretan lagu perjuangan menjadi daya tarik tersendiri.

    Kehadiran para orang tua tidak hanya menambah semarak, tetapi juga memperlihatkan dukungan kuat keluarga dalam menanamkan nilai kebangsaan bagi generasi muda.

    Usai upacara, suasana perayaan tidak berhenti. Halaman sekolah kembali dipenuhi kegembiraan dengan penampilan tari tradisional Burdah yang dibawakan secara anggun, menampilkan kekayaan seni budaya Islami yang masih lestari di Banyuwangi.

    Sebagai penutup, sebuah pementasan teater digelar dengan mengangkat kisah perjuangan rakyat di era perang kemerdekaan.

    Adegan demi adegan membawa penonton seolah kembali ke masa lampau, merasakan bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

    Upacara Kemerdekaan di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

    Mustain, S.Pd, Kepala MTs Syamsul Huda sekaligus pembina upacara, dalam amanatnya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang refleksi.

    Ia menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, melanjutkan semangat juang para pendahulu melalui dedikasi di dunia pendidikan.

    Dengan perpaduan antara disiplin upacara, semangat seni budaya, dan partisipasi penuh seluruh unsur sekolah hingga orang tua, perayaan HUT ke-80 RI di Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan menjadi salah satu contoh bagaimana nilai kebangsaan dapat ditanamkan dengan cara yang unik sekaligus menyenangkan.

    Penulis: Indah CC

  • Upacara HUT ke-80 RI di Rogojampi Berlangsung Khidmat, Pocil dan Paduan Suara Jadi Perhatian

    Upacara HUT ke-80 RI di Rogojampi Berlangsung Khidmat, Pocil dan Paduan Suara Jadi Perhatian

    Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Rogojampi berlangsung khidmat pada Minggu pagi (17/8) di Lapangan Lugjag.

    Ratusan peserta dari berbagai unsur mulai dari pelajar SD, MI, SMP, SMA/SMK, ASN, perangkat desa, Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar turut hadir memadati lapangan upacara.

    Suasana nasionalisme terasa sejak pagi ketika barisan peserta telah rapi berdiri dengan penuh semangat.

    Hal menarik yang menjadi sorotan utama adalah penampilan Pasukan Polisi Cilik (Pocil) MI Islamiyah Rogojampi yang tampil sebagai pengisi acara pembuka.

    Meski sempat mengalami kendala teknis pada sistem suara, anak-anak Pocil tetap fokus dan berhasil menyelesaikan formasi dengan baik tanpa melakukan kesalahan. Tepuk tangan meriah pun diberikan oleh para hadirin.

    Selain Pocil, perhatian juga tertuju pada tim paduan suara dari SMP Negeri 1 Rogojampi.

    Dengan persiapan singkat hanya tiga hari, mereka sukses membawakan lagu wajib seperti Tanah Air dan 17 Agustus, serta tambahan hiburan bernuansa lokal seperti Padang Ulan dan Cinta Merah Jambu.

    Pelatih paduan suara, Fenty, mengungkapkan bahwa latihan difokuskan pada menjaga kualitas suara.

    “Anak-anak hanya berlatih menjaga stamina dan kestabilan suara. Alhamdulillah, dengan persiapan singkat mereka bisa tampil maksimal,” ujarnya.

    Puncak upacara terjadi saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Tak hanya peserta upacara yang memberikan penghormatan, tetapi juga masyarakat sekitar.

    Para pengendara motor yang melintas berhenti sejenak untuk ikut menghormat, sementara pedagang di sekitar lokasi turut berdiri tegak sebagai bentuk penghormatan.

    Momen ini membuat suasana semakin haru dan penuh kebanggaan. Rasa cinta tanah air benar-benar terasa, seakan seluruh elemen masyarakat menyatu dalam satu semangat kemerdekaan.

    Drum band dari SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi juga menambah kemeriahan jalannya upacara, sementara barisan Pocil dan paduan suara menjadi simbol pembinaan generasi muda.

    Para tokoh agama, pejabat Muspika, kepala desa, hingga warga biasa ikut serta menjaga kekhidmatan jalannya peringatan hari bersejarah ini.

    Upacara HUT ke-80 RI di Rogojampi menjadi bukti kuat bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar.

    Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua menunjukkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

    Penulis: Heri Iskandar

  • Merah Putih Berkibar Megah, SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

    Merah Putih Berkibar Megah, SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

    Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikenal sebagai Hari Proklamasi.

    Peringatan ini menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

    Melalui upacara bendera, semangat nasionalisme dan cinta tanah air kembali digelorakan.

    Seluruh civitas akademika SMK PGRI Rogojampi turut serta dalam peringatan ini dengan mengikuti upacara kemerdekaan yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Agustus 2025, di lapangan utama SMKPRO.

    Pelaksanaan upacara tersebut mengacu pada nota dinas Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten/Kota se-Jatim serta kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta.

    Upacara HUT RI ke-80 di SMK PGRI Rogojampi

    Upacara tersebut diikuti oleh peserta didik kelas X hingga XII, beserta jajaran guru dan karyawan SMKPRO.

    Kehadiran mereka mencerminkan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen sekolah dalam memperingati momen bersejarah bagi bangsa.

    Pelaksanaan upacara berjalan khidmat dan penuh tanggung jawab. Para peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib, sementara pemimpin upacara memimpin jalannya prosesi dengan tegas dan lantang.

    Momen paling mengharukan terjadi ketika petugas bendera dengan penuh kebanggaan mengibarkan Sang Merah Putih, disambut dengan sikap hormat seluruh peserta.

    Ada yang berbeda dari upacara tahun ini. Sebanyak 10 personel pasukan Paskibraka SMK PGRI Rogojampi dilibatkan dalam prosesi, termasuk tiga orang yang dipercaya sebagai pengibar bendera.

    Kehadiran mereka menambah khidmat jalannya upacara sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah.

    Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si., menyampaikan pesan penuh makna kepada peserta upacara.

    “Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini bukan sesuatu yang gratis, melainkan anugerah Allah SWT melalui perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga. Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan bermanfaat,” ujarnya.

    H. Danang Bagiono, S.Si
    H. Danang Bagiono, S.Si (Dok. sastrawacana.id/)

    Ia juga menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab demi masa depan bangsa.

    Harapan besar disampaikan agar seluruh civitas SMK PGRI Rogojampi mampu meneladani perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan sesuai Pancasila dan UUD 1945.

    Upacara ditutup dengan pembacaan doa bagi para pahlawan bangsa, para pendidik, orang tua, serta seluruh peserta didik SMKPRO.

    Sebagai ungkapan syukur, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang menambah kekhidmatan sekaligus kegembiraan acara peringatan HUT ke-80 RI.

    Penulis: Andi BS.

  • Warga Kampung Soerongganti Gelar Lomba Anak Usia Dini Untuk Peringati HUT RI Ke-80

    Warga Kampung Soerongganti Gelar Lomba Anak Usia Dini Untuk Peringati HUT RI Ke-80

    Bulan Agustus menjadi momen istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Setiap tahunnya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia disambut dengan penuh semangat, termasuk pada tahun ini yang memasuki usia ke-80.

    Masyarakat Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, tak ketinggalan ikut serta memeriahkan momen bersejarah tersebut.

    Pada 16 Agustus 2025, warga setempat menggelar berbagai perlombaan yang khusus diikuti anak-anak kecil sebagai wujud suka cita menyambut hari kemerdekaan.

    Ada yang berbeda dalam perayaan di Dusun Lateng, yang juga dikenal dengan sebutan Kampung Soerongganti ini.

    Perlombaan ditujukan bagi anak-anak usia 4 hingga 7 tahun, sehingga nuansa keceriaan dan kelucuan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Lomba ini dilaksanakan mulai pukul 20.00 Wib.

    Perayaan HUT RI di Dusun Lateng

    Berbagai jenis lomba digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan spidol ke dalam botol, balap bola tenis dan permainan tradisional lainnya.

    Suasana semakin semarak dengan sorak-sorai orang tua yang mendampingi anak-anak mereka, memberikan dukungan dan semangat dari pinggir arena.

    Menurut panitia, tujuan lomba bukan hanya untuk memeriahkan HUT ke-80 RI, tetapi juga melatih kreativitas, sportivitas, serta menumbuhkan jiwa kompetisi anak sejak usia dini.

    Ke depan, warga berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi agenda rutin setiap bulan Agustus.

    Selain menjadi ajang kreativitas dan kompetisi bagi anak, perlombaan ini juga diharapkan menjadi pengingat akan semangat dan tekad para pejuang yang telah rela berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

    Penulis: Andi BS

  • Kecamatan Rogojampi Gelar Pengukuhan Paskibraka dan Tasyakuran Menyambut HUT RI ke-80

    Kecamatan Rogojampi Gelar Pengukuhan Paskibraka dan Tasyakuran Menyambut HUT RI ke-80

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kecamatan Kecamatan Rogojampi menggelar sejumlah rangkaian kegiatan yang dimulai pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

    Kegiatan pembuka diawali dengan pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) oleh Camat Rogojampi, Edy Basuki, S.E.

    Camat menjelaskan bahwa pengukuhan ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni penggunaan kendit yang dipasang sebagai selendang oleh orang tua kepada putra-putri mereka.

    Simbol tersebut menjadi tanda kebanggaan baik bagi siswa-siswi maupun orang tua.

    “Ini adalah kebanggaan bersama. Putra-putri merasa senang, orang tua pun juga senang,” ujar Camat Rogojampi.

    Tasyakuran HUT RI di Kecamatan Rogojampi

    Selain pengukuhan, malam ini juga digelar acara tasyakuran yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga orang tua anggota Paskibraka.

    Acara tasyakuran ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

    “Setiap bangsa Indonesia pasti mengadakan tasyakuran. Begitu juga di Kecamatan Rogojampi, sore ini kita melaksanakannya bersama,” tambah Camat.

    Adapun pada hari Minggu 17 Agustus 2025, upacara pengibaran bendera merah putih akan dilaksanakan di lapangan Lugjag pada pagi hari.

    Sore harinya akan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera sebagai rangkaian penutup peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI di tingkat kecamatan.

    Camat Rogojampi Edy Basuki
    Camat Rogojampi Edy Basuki (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam kesempatan tersebut, Camat Rogojampi juga berpesan kepada masyarakat agar selalu mengingat jasa para pejuang dan tetap menjaga persatuan.

    "Sebagai bangsa Indonesia, kita wajib mengingat perjuangan para pahlawan kita dan wajib mempertahankan NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

    Peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Rogojampi diharapkan dapat berjalan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan membangun wilayah yang lebih baik ke depannya.

    Penulis: Heri Iskandar

  • Banyuwangi Siapkan Strategi Besar Untuk Memajukan Tradisi Ragam Etnis

    Banyuwangi Siapkan Strategi Besar Untuk Memajukan Tradisi Ragam Etnis

    Banyuwangi yang dikenal sebagai Indonesia Mini karena hidup berbagai suku di bumi Blambangan, mencoba menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang difasilitasi Bappeda pada Jumat, 15 Agustus 2025 di Pelinggihan Disbudpar.

    Digelar melalui forum diskusi dengan mengundang tokoh adat dan etnis yang mayoritas merupakan pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) binaan Badan Kesbangpol, serta tokoh pelaku adat Osing dan akademisi.

    Kabid Kebudayaan Disbudpar, Dewa Alit, menjelaskan bahwa sebagai kota budaya, Banyuwangi perlu memiliki kerangka acuan dan data lengkap mengenai potensi adat istiadat.

    Data ini tidak hanya menjadi dasar kebijakan kebudayaan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi atraksi dan destinasi pariwisata jangka menengah yang terus digali dan dilestarikan.

    Karena itu, forum diskusi ini digelar untuk menjaring masukan dan saran terkait kerangka yang telah disusun oleh Tim PPKD.

    I Kadek Yudiana, dosen sejarah Untag, telah merinci ada 45 adat tradisi dari suku adat dan etnis yang bersentuhan dengan insan, alam, dan Tuhan.

    Ketua Forum Pembauran Kebangsaan
    Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (Dok. sastrawacana.id/)

    Sementara itu Ketua FPK, Miskawi yang juga dosen sejarah Uniba, berharap mocoan Osing yang telah ditulis bisa ditambah mocopat Jawa dan mamaca Madura. Istilah dan sebutan sesuai suku tetap perlu dipertahankan untuk kekayaan literasi dan pemetaan.

    Purwadi asal Kemiren mendukung apa yang disampaikan semua tokoh adat karena tidak ingin ada "usingisasi" di Banyuwangi yang memang beragam etnis.

    Ia hanya berharap bagaimana Boso Using menjadi bahasa, bukan bahasa Jawa dialek Using, serta adanya kesepahaman soal ejaan dan istilah.

    "Dan yang ndak setuju bila pejabat dan tokoh budaya pakai bahasa asing dan ganggu kesakralan adat tradisi untuk kepentingan pidato pejabat apalagi ada unsur politik!" tutur Cantrik Eyang Tojo, pembina AMAN ini.

    Dari Desa Kebangsaan dan Pancasila, Patoman, Made Widagdo menyampaikan sejarah Kampung Bali yang telah berdiri lebih dari dua abad.

    Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Banyuwangi

    “Monggo dipilah-dipilih unsur agama dan tradisi Bali serta yang sudah kolaborasi kreatif dengan budaya Jawa, Madura, dan Osing!” tutur tokoh religius, sejarawan, sekaligus pengrajin souvenir hingga tongkat komando ini.

    Sedang Puang Faisal Mandar berharap pemerintah hadir kala pelaku adat nguri-nguri tradisi. Tapi hanya fasilitasi ndak intervensi ritual upacara adat.

    “Pernah pejabat paksa adakan saulak pernikahan padahal belum waktunya ijab qobul. Dan boleh disbudpar sinergi dengan dinas yang bina RPH bantu kepala sapi saat petik laut Mandar yang masuk Banyuwangi Festival serta mau kondisikan semacam bazaar hingga kuliner khas yang dijual pelaku adat!” ungkap tetua adat yang ruang tamunya jadi museum peninggalan adat.

    Banyak masukan lisan dari perwakilan Batak, Minang, Arab dan tertulis dari Tionghoa tentang kesenian maupun kuliner khas.

    Ketua DKB, Hasan Basri, juga memberikan masukan yang menarik dan menjadi pegangan tim untuk penyempurnaan, serta melanjutkan diskusi dan wawancara, termasuk pembagian kuesioner.

    Dari Bappeda yang merekam dan mencatat jalannya diskusi, Datu, terpukau dan menyimak seksama aspirasi para pelaku adat tradisi yang kerap mengalami dinamika dengan tokoh agama atau protokoler pejabat.

    “Harapannya, kita sering bertemu, berbincang sambil ngopi untuk mengungkit pemicu yang pada pertemuan ini belum semua diungkapkan. Tim memang dipacu, tapi jangan terburu-buru. Perlu membuat Google Form untuk menampung inspirasi dan aspirasi dengan cara yang sederhana agar menghindari kesalahan. Bagaimana juga bisa menjadi stimulan kesejahteraan bagi pelaku adat dan seniman. Setiap event bisa menjadi atraksi dan setiap tempat bisa menjadi destinasi wisata. Dan untuk menjaga kesakralan bersih desa adat atau sedekah bumi atau petik laut, pelaku utama dan sutradaranya adalah mereka sendiri. Penonton atau tamu undangan adalah penggembira!” tukas putra guru Bahasa Indonesia yang gemar mempelajari bahasa Jawa kromo inggil ini.

    Penulis: Bung Aguk/AM

  • Mahasiswa Psikologi UMM Gelar Tiga Program Pengabdian Masyarakat di Rogojampi

    Mahasiswa Psikologi UMM Gelar Tiga Program Pengabdian Masyarakat di Rogojampi

    Sejumlah program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) digelar di wilayah Rogojampi oleh mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

    Kegiatan ini mencakup edukasi kesehatan reproduksi untuk pelajar, dukungan digitalisasi bagi pelaku UMKM, hingga pelatihan keterampilan kreatif bagi ibu-ibu PKK.

    Keempat mahasiswa Fakultas Psikologi Jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yakni; Sekarlangit Cahayaningtyas Syaifalanuada Timur Rahman, Wahyu Dwi Pangestu, Cindy Vanellia Agustin, dan Muhammad Cholis. Mereka berasal dari daerah Jawa dan luar Jawa.

    Program pertama berfokus pada pendidikan seksual yang diberikan sesuai jenjang usia, mulai dari PAUD hingga SMK.

    Materi mencakup pengenalan organ reproduksi, masa pubertas, pencegahan pernikahan dini, hingga pemahaman tentang hubungan sehat di masa muda.

    Edukasi ini dilaksanakan di enam sekolah dengan jadwal berbeda, yakni PAUD Mutiara Rogojampi /PKBM Koppat (29 Juli), SDN 2 Rogojampi (26 Juli), SDN 4 Rogojampi (28 Juli), SMPN 3 Rogojampi (30–31 Juli), dan SMK PGRI Rogojampi (7 Agustus).

    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (Dok. sastrawacana.id/)

    Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, pemutaran film pendek, diskusi, permainan edukatif, hingga sesi tanya jawab.

    Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pendidikan seksual yang aman, sehat, dan sesuai perkembangan usia.

    Program kedua menyasar sektor ekonomi lokal dengan pemberdayaan UMKM Desa Rogojampi.

    Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli – 5 Agustus 2025 ini menawarkan bantuan pembuatan QRIS untuk transaksi digital dan pembuatan buku menu bagi para UMKM.

    Mahasiswa PMM mendatangi langsung lokasi usaha, membantu menjembatani proses pembuatan QRIS pada pihak Bank, dan mendesain buku menu sesuai kebutuhan.

    Dari insisiatif tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperkuat daya tarik usaha melalui media promosi yang rapi.

    Program ketiga adalah workshop meronce bersama ibu-ibu PKK Desa Rogojampi pada 10 Agustus di Balai Desa yang ada relief sejarah Banyuwangi.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kreatif yang bisa dimanfaatkan sebagai hobi, dekorasi rumah, atau peluang usaha.

    Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang di Rogojampi

    Peserta mendapatkan arahan teknik dasar, kesempatan praktik langsung, dan pendampingan hingga menghasilkan karya mandiri.

    Fahmi Dwi Mawardi, SE., M.S.A., CRSR. selaku dosen pembimbing juga menyampaikan, "Melalui tiga rangkaian program tersebut, bagaimana mahasiswa melalui program PMM berupaya mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perekonomian masyarakat Rogojampi secara berkelanjutan!"

    Sekar dan tim PMM pada media ini berharap, "Kiprah pengabdian seperti ini, bisa berdampak secara nyata, berkelanjutan dan kami belajar menjiwai denyut nadi ragam lintas sosial sebagai bekal terjun ke masyarakat usai diwisuda kelak!" tutur perempuan asal Mataram NTB ini yang di Rogojampi sembari sambang kakek nenek dan saudara dari ayahnya Fathurahman,SH yang pendiri Teater REGES Rogojampi.

    Penulis: Bung Aguk/Yeti Chotimah

  • Pembenahan Besar-Besaran, Pemprov Babel Targetkan Semua Sekolah Nyaman Untuk Peserta Didik

    Pembenahan Besar-Besaran, Pemprov Babel Targetkan Semua Sekolah Nyaman Untuk Peserta Didik

    Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah.

    Program ini mencakup perbaikan bangunan sekolah, penggantian fasilitas yang rusak, hingga penambahan peralatan penunjang belajar.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan, langkah tersebut akan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB, tanpa ada perbedaan perlakuan.

    Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi.

    “Kita akan fokus membenahi sekolah, mulai dari mengganti bangunan dan peralatan yang rusak, menambah fasilitas seperti AC, serta menyediakan kendaraan operasional bagi guru dan kepala sekolah. Agar lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung kualitas pendidikan,” ujarnya di Tanjungpandan, Selasa (12/8/2025).

    Ia mengungkapkan, pembenahan ini akan dibiayai dari pinjaman Rp500 miliar yang telah ditawarkan pemerintah pusat.

    Dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk sektor pendidikan dan kesehatan, agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

    Gubernur menambahkan, selain peningkatan fasilitas fisik, Pemprov Babel juga akan memperhatikan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.

    Seragam guru yang sudah lama tidak diganti akan diperbarui, mahasiswa berprestasi akan mendapat pembiayaan penuh, dan guru-guru terbaik akan diberangkatkan ke Malaysia untuk meningkatkan kompetensi.

    “Kalau bisa, tahun depan program ini sudah berjalan, sehingga anak-anak kita dapat belajar di sekolah yang layak, guru semakin bersemangat, dan masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

    Dengan langkah ini, Pemprov Babel menargetkan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung.

    Sumber: RRI