Kategori: Berita

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • Air Mata Bahagia Mengiringi Akad Nikah Dian & Zacki yang Dipenuhi Doa dan Cinta

    Air Mata Bahagia Mengiringi Akad Nikah Dian & Zacki yang Dipenuhi Doa dan Cinta

    Sebuah prosesi akad nikah yang sakral dan penuh haru telah dilalui oleh Dian Azizah, S.Ak, wanita kelahiran Atambua-Belu yang merupakan putri pertama dari HM. Shodiqin, S.Pd., MM, dan Hj. Raguan Attubel, S.Pd.I.

    Ia menikah dengan M. Iqbal Hamam Zaidi, S.H., yang akrab disapa Zacki, putra kedua dari (Alm.) Zaiman dan Dra. Halimatus Sya’diyah, M.Pd.I.

    Akad nikah ini berlangsung di Masjid Al Ma’ruf, Jalan Yos Sudarso, Klatak, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

    Menariknya, khotbah nikah langsung disampaikan oleh wali mempelai, HM. Shodiqin yang beralamat di Jalan Riau 43, depan Pondok Pesantren Kyai Saleh Lateng.

    “Jarang sekali khutbah nikah langsung disampaikan oleh wali mempelai,” ujar Kepala KUA Banyuwangi, H. Abd. Aziz, M.Pd.I., dan Takmir Masjid Kyai Saleh, Ust. Zainudin Rachman, dalam prosesi akad yang berlangsung pada Kamis (27/02/2025).

    Perjalanan Hidup HM. Shodiqin
    HM. Shodiqin adalah pengajar lulusan IKIP PGRI (sekarang Universitas PGRI Banyuwangi/Uniba).

    Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia dikirim untuk mengajar di daerah perbatasan Timor Timur.

    Di sana, ia menikah dengan putri daerah yang lamarannya didampingi oleh pamannya, Budayawan Hasnan Singodimayan, serta kakaknya, Hj. Siti Sulastri.

    Dari pernikahan tersebut, lahirlah tiga anak: Dian Azizah, Rafli, dan si bungsu, Salman Ali yang kini tengah menuntut ilmu agama di Mesir setelah sebelumnya mondok di Bangil.

    Setelah 20 tahun mengajar di Atambua-Belu, HM. Shodiqin kembali ke tanah kelahirannya dan mengabdi di SMKN 1 Kalipuro.

    Dalam perjalanan hidupnya, ia mengalami perceraian dan kemudian menikah lagi dengan sesama alumni SMAN 1 Glagah.

    Ibu sambung Dian yang akrab disapa Bu Wulan, turut hadir dalam akad nikah serta menerima besan dalam acara tasyakuran pernikahan.

    Rangkaian Prosesi Akad Nikah
    Prosesi akad nikah diawali dengan wali yang mengalungkan bunga melati dan memberi minum air zamzam kepada mempelai pria. Sementara itu, mempelai putri berada di lantai dua masjid.

    Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, yakni Surat An-Nisa Ayat 1 serta Surat Ar-Rum Ayat 21-22 yang dibacakan oleh santriwati TPQ Al Ma’ruf, Nuria Lailatul Maghfiroh, seorang jawara MTQ FASI BKPRMI.

    Saritilawah dibawakan oleh sepupu mempelai putri, Fatimahtuzzahroh binti Chozin Machfud yang pernah menjuarai lomba baca puisi dan kini berkuliah di UIN Jember.

    Setelah Kepala KUA Banyuwangi memeriksa berkas dengan seksama diselingi beberapa gurauan, khotbah nikah pun dimulai.

    HM. Shodiqin menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga tidak harus dimulai dengan kemewahan, tetapi dapat dibangun melalui kebersamaan dan ibadah.

    “Kunci kebahagiaan adalah sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, puasa sunnah, serta selalu bersyukur, sabar, ikhlas, dan berbagi rezeki kepada sesama. Selain itu, muliakanlah orang tuamu, maka Allah SWT akan memuliakanmu,” tuturnya.

    Usai khotbah yang penuh makna tersebut, prosesi ijab kabul pun berlangsung. Begitu sah diucapkan, lima orang alim secara bergantian memimpin doa.

    Tangis haru pecah saat prosesi sungkeman berlangsung, menambah suasana penuh kebahagiaan sekaligus keharuan.

    Resepsi dan Doa Restu Keluarga
    Acara resepsi digelar di Cafe Saestwo, Perum Griya Giri Mulya dengan hiburan elekton dari Bagus serta penampilan penyanyi Neno dan Tasya.

    Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan keluarga mempelai pria, Ust. Sholikun Huda dari Jombang yang kemudian dibalas oleh perwakilan keluarga mempelai putri, Ust. Syauqi, pengasuh Pesantren Sirojul Hasan di Rejosari, Glagah.

    “Dungo kanggo manten anyar, mugo penganten lawas tuwek ugo tambah umur, akeh syukure, lan tambah cedek nong Pengeran Siji! Yang musyafir, perjalanannya berkah dan selamat sampai rumah! Sepurane, terimo keluarga soal gupuh, lungguh, lan suguh!” ujar Ust. Syauqi, seraya mengingatkan nilai-nilai syukur dalam pernikahan.

    Acara yang dipandu oleh Bung Aguk Darsono dan Mak Lilik ini dihadiri oleh keluarga dekat, sejawat guru, rekan dari BCA, LSR-Tongkat Sandhi, serta Pergunu.

    Hadir pula teman-teman SMA orang tua mempelai putri, seperti Bu Yulis, aktivis LSMedia Ahmad Masduki Keboendha, grup Corolla Classic, tim gowes Srimulat, serta RKBK Hakim Said yang juga sesama pecinta alam Mapela Uniba. Ketum BKPRMI Ahmad Sururudin beserta istri turut hadir dan memberikan doa restu.

    “Semoga mempelai menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah yang melahirkan generasi Qur’ani gemilang yang sholeh dan sholehah. Aamiin!”

    Para tamu menikmati hidangan istimewa dari Widya Catering Tukangkayu yang dikelola oleh Hj. Saidi, sekretaris Panti Asuhan LKSA Khadijah.

    Perjalanan Baru Dian dan Zacki
    Setelah melangsungkan pernikahan dan berkunjung ke keluarga di seluruh Jawa Timur, Dian dan Zacki akan melanjutkan perjalanan mereka ke Atambua untuk melaksanakan acara ngunduh mantu.

    Keluarga besar dari pihak ibu mempelai putri, yang berasal dari marga Attubel, Attamimi, dan Al-Katiri juga menjadi saksi dalam prosesi ijab kabul ini.

    Acara ngunduh mantu direncanakan akan berlangsung pada bulan Syawal, bersamaan dengan agenda halal bihalal keluarga besar.

    Dengan doa dan restu dari keluarga, sahabat, dan tamu undangan, pernikahan Dian dan Zacki diharapkan menjadi awal perjalanan rumah tangga yang penuh berkah, kebahagiaan, dan ketentraman dalam lindungan Allah SWT.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    sastrawacana.id/, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, menggelar tradisi selamatan penampan puasa.

    Acara yang berlangsung pada Jumat sore (28/2) ini menjadi momen tahunan yang diwarisi turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

    Selamatan ini diadakan di berbagai tempat, seperti mushola, balai dusun, dan jalan-jalan kampung.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam bentuk ancakan—sebuah tradisi khas masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Salah satu tokoh agama dusun Lateng, ustad Hanan sekaligus syuriah ranting NU dusun Lateng desa Gladag menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

    "Selamatan penampan puasa ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Selain sebagai ungkapan syukur, ini juga menjadi doa bersama agar ibadah Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah,"ujarnya.

    Warga setempat berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang memiliki nilai religius tinggi.

    Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Dusun Lateng siap menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan

  • Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Koperasi Konsumen Sinergi Gotong-royong Empat Puluh Lima (Segoro’45) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-3 pada Selasa (25/2/25) di Sekber Al Hilal Sobo, Banyuwangi.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Dosen Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Banyuwangi, Pembina Perkumpulan Komunitas Gotong-royong’45, serta Sinergi LSMedia Banyuwangi.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Jamilatul Komariah, SE, Hj. Rr. Nanin Oktaviantie, S.Sos., M.Si., mengucapkan selamat kepada Koperasi Segoro’45 yang berhasil menyelenggarakan RAT tepat waktu.

    Ia juga mengapresiasi koperasi ini karena telah berkontribusi dalam perputaran ekonomi riil melalui pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan teknologi informasi dalam operasionalnya. Selain itu, koperasi ini juga aktif dalam program “Banyuwangi Berbagi”.

    “Saat ada pelatihan, kami akan mengundang agar lebih memahami dunia perkoperasian serta bisa berjejaring dengan koperasi yang sudah mapan dan maju. Dan bisa juga UMKM dapat memanfaatkan Rumah Kreatif Pemkab serta dana dari Bank Porprov, yaitu Bank UMKM dan Bank Jatim,” ujar Bu Mila yang menutup sambutannya dengan pantun.

    Pendamping koperasi, Veni Rismayanti, SP, menambahkan bahwa berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan saran dari pengawas, sebaiknya koperasi rutin mencatat setiap kegiatan dalam buku pegangan serta melakukan konsultasi secara berkala untuk mendukung pengembangan koperasi dan kesejahteraan anggota.

    Ia juga menekankan pentingnya keaktifan anggota serta perlunya kantor koperasi memiliki karyawan guna meningkatkan jumlah anggota dan menambah permodalan penyerta.

    Ketua Koperasi Segoro’45, Dafik Ismail, didampingi Bendahara Wiwit Latifah serta Pengawas Ahmad Masduki, SP., M.Pd., dan Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa koperasi ini telah menjalin kemitraan dengan RSI Fatimah untuk layanan laundry.

    Kini, koperasi juga menjajaki sinergi dengan Kampus Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Kampus tersebut mengirimkan Wakil Dekan, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., yang membawa amanah dari Rektor Gus Munib Syafaat untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan pusat oleh-oleh.

    Dr. Nur Anim Jauhariyah turut mengajak sejawatnya, Pipit Haryono, S.Kep., M.Pd., untuk mendukung proses sertifikasi halal serta kerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Stikes.

    Selain itu, anggota UMKK Sinergi juga didapuk sebagai pengurus ranting IWAPI oleh ketuanya, Hj. Retno Herlina Kosgorowati.

    Ia pun memberikan motivasi kepada anggota koperasi untuk memperbesar modal dengan meningkatkan simpanan pokok serta dana penyertaan.

    “Kedepannya setelah jadi Wadah Perisai BPJS Ketenagakerjaan, anggota koperasi saat bayar iuran wajib disadarkan jadi peserta BPU yang hanya bayar Rp16.800 bisa nyaman kerja buat perlindungan sosial sekeluarga,” ungkap aktivis BKPRMI dan Taman Baca Masyarakat Al-Djawahir, yang juga pekerja di Enggal Modified Gambiran.

    Acara yang dipandu oleh Nur Laila, S.Pd., ini diawali dengan pengesahan AD/ART yang disampaikan oleh Ketua Usaha Mikro Kecil Koperasi (UMKK) Sinergi Gotong-royong’45, Faizah.

    Selanjutnya, diterapkan budaya “Beli Bolo Dewe”, di mana anggota koperasi yang membawa produk mereka didukung dengan pembelian oleh peserta lain.

    Beberapa anggota istimewa yang berkebutuhan khusus, seperti Puji Winarsih dan Maya Mahardhika yang juga dikenal sebagai TikToker mendapat dukungan dengan produk mereka diborong oleh peserta.

    Selain itu, hadir pula pelaku usaha dari Poklasar binaan Dinas Perikanan asal Muncar, yakni Istirokhah dan Uswah, yang membawa produk kerupuk ikan dan kerang.

  • Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

    Hal ini terlihat dari kegiatan Aktualisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pusat sumber (Resource Center) yang digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini diikuti oleh para pendidik dari unsur Pendidikan Inklusi maupun Pendidikan Luar Biasa di Banyuwangi, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Banyuwangi yang diwakili KTU Aries Agung Paewei, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, SPd,. MM., Co Founder Global Village Foundation, Mr. Andi Bracey., Lead Educational Consultan PERKINS USA, Ms, Chen Min Parera.

    Masfufah, S.Pd, selaku Ketua Panitia, menyatakan bahwa SLB tidak hanya berperan sebagai pusat pengetahuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga sebagai tempat pelatihan keterampilan dan konsultasi.

    “Kami telah melatih 178 guru dengan dukungan PERKINS Internasional dan menerima sumbangan 1.500 kursi roda adaptif dari Global Village Foundation,” ujarnya.

    Kami berharap Banyuwangi dapat menjadi rule model bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga untuk Indonesia.

    Kami juga berharap adanya kolaborasi tanpa batas dengan semua pihak dapat mendukung layanan terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi, dan di seluruh Indonesia sehingga transformasi Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

    Mr. Andi Bracey, Co-Founder Global Village Foundation, mengungkapkan rencana organisasinya untuk membangun pabrik kursi roda adaptif di Banyuwangi.

    “Sejak 1990, kami fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus dan telah mendistribusikan lebih dari 13.000 kursi roda adaptif di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini, kami ingin memastikan kebutuhan kursi roda adaptif bisa diproduksi secara lokal,” jelasnya.

    Global Village Foundation saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Australia Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.

    “Jawa Timur adalah Sister City Provinsi Australia Barat, dan lokasi Banyuwangi yang dekat dengan kantor cabang kami di Bali menjadi pertimbangan utama,” tambah Bracey.

    Abdullah Azwar Anas, MSI yang hadir secara virtual menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai bidang untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.

    “Pendidikan inklusif adalah kunci untuk memastikan setiap anak, termasuk difabel, mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Ms. Chen Min Parera dari PERKINS USA juga menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang tepat bagi penyandang bisu tuli.

    “PERKINS International telah berdedikasi dalam memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa hidup setara di tengah masyarakat,” katanya.

    Suratno, S.Pd.,MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya mengatakan sejak dicanangkan pada 2014 sebagai Kabupaten Inklusi, Banyuwangi terus berbenah dalam memperbaiki infrastruktur Pendidikan, fasilitas serta aksesibilitas.

    Suratno menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah reguler.

    “Dalam perbup juklak juknis penerimaan siswa baru ada narasi yang menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di sekolah regular maka wajib diterima,” ujarnya.

    Suratno juga mengapresiasi dua Lembaga internasional . Global Village Foundation dan PERKINS International yang memiliki perhatian tinggi terhadap Pendidikan khusus di Banyuwangi.

    Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, mengapresiasi pemerintah Banyuwangi atas kegiatan ini.

    “Dengan terbitnya Permen No. 48 Tahun 2023 dan PMA No. 1 Tahun 2024, Dinas Pendidikan wajib memastikan setiap anak disabilitas bisa bersekolah di sekolah reguler maupun madrasah terdekat. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan inklusif,” tegasnya.

    Dengan rencana pembangunan pabrik kursi roda adaptif dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Banyuwangi siap menjadi pionir dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan layanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

  • Sukses Digelar, RAT Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 Siapkan Strategi Baru untuk Kuatkan UMKM

    Sukses Digelar, RAT Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 Siapkan Strategi Baru untuk Kuatkan UMKM

    Koperasi Konsumen Sinergi Gotong Royong 45 sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2024 di Kedai Damai, Jl. Al Hilal No. 3, Banyuwangi, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Jamilatul Komariah, SE, dan Veni Rismayanti, ST.

    RAT ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kinerja koperasi serta merancang strategi pengembangan koperasi ke depan agar semakin memberikan manfaat bagi anggotanya.

    Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Koperasi, Dafiq Ismail, dan dipandu oleh Nur Laila.

    Dalam sesi penyampaian laporan pertanggungjawaban, Andre Waluyo menyampaikan laporan dari pengurus koperasi, sementara Achmad Masduki membawakan laporan pengawas koperasi.

    Kedua laporan ini menjadi bahan evaluasi untuk menilai capaian koperasi selama tahun 2024 dan menentukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada tahun mendatang.

    Jamilatul Komariah, SE, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan RAT yang tepat waktu, menandakan bahwa koperasi dijalankan secara profesional dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

    “Ini menunjukkan keseriusan pengurus dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sementara itu, Veni Rismayanti, ST, menyoroti semangat gotong royong yang menjadi ciri khas koperasi ini.

    Menurutnya, meskipun aset koperasi masih tergolong kecil, kerja sama dan kolaborasi antaranggota sangat patut diapresiasi.

    “Meski aset koperasi masih kecil, semangat kolaborasi anggotanya patut diapresiasi,” terangnya.

    Lebih lanjut, Veni Rismayanti menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM siap memberikan dukungan bagi anggota koperasi yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.

    “Kami siap memfasilitasi melalui Rumah Kreatif dan Rumah Kemasan untuk membantu pengembangan usaha mereka,” jelasnya.

    Selain membahas laporan pertanggungjawaban, RAT ini juga menjadi ajang diskusi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi koperasi.

    Salah satu isu yang dibahas adalah upaya peningkatan modal koperasi melalui simpanan anggota dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan lembaga pendanaan lainnya.

    Beberapa anggota koperasi juga menyampaikan masukan terkait pengembangan usaha dan program pelatihan yang bisa diadakan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

    Di penghujung acara, Ketua Koperasi Dafiq Ismail menyampaikan harapannya agar koperasi ini terus berkembang dan mampu menjadi wadah yang lebih bermanfaat bagi anggotanya.

    Dengan selesainya RAT ini, Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 semakin optimistis dalam menjalankan program-programnya.

    Ke depan, koperasi ini akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, guna meningkatkan kesejahteraan anggota serta memberdayakan UMKM lokal.

  • 20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    Dalam rangka memperingati 20 tahun Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB), panitia menyelenggarakan lokakarya bertema media sosial dan jurnalistik warga di era digital.

    Acara ini digelar pada Minggu (12/1/24) di Sekretariat RAPI Lokal 8 Sendangwaras, Karangsari, Sempu, dengan menghadirkan Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Setnas Pusat, Indah Catur Cahyaningtyas, sebagai keynote speaker.

    Indah Catur menyampaikan apresiasi kepada pegiat JRKBB yang tetap bertahan dengan semangat gotong royong dalam menghidupi radio komunitas di tengah berbagai dinamika dan tantangan zaman.

    "Maka spirit Banyuwangi mewarnai semangat JRKI se-Nusantara dan menjadi perhatian AMARC yang menaungi radio komunitas se-Asia Pasifik!" ungkap reporter Rakom Bung Tomo FM dan DPK Radio Ar Rohman FM ini, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Lebih lanjut, pembina Yayasan Aura Lentera Indonesia yang fokus pada pendampingan disabilitas ini juga mengucapkan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang telah menggandeng JRKBB dalam sosialisasi Pilkada 2024.

    Ketua panitia, Haderi, menyampaikan terima kasih kepada anggota yang telah mengirimkan 45 kader untuk belajar media sosial dan jurnalistik di era digital bersama para pakar.

    Panitia menghadirkan narasumber Hadi Purwanto dari Radio Planet FM yang telah bertahun-tahun sukses berkonvergensi ke berbagai platform media sosial hingga mampu merangkul lansia dan menjadi favorit pemirsa Gen-Z.

    Dalam materinya, Hadi Purwanto menjelaskan bagaimana sejarah hadirnya radio hingga masuk ke dunia digital saat ini.

    Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Martagela Kamahayo, YouTuber dari channel Jaring Usaha Gage dengan 23 ribu pengikut yang pernah meraup penghasilan hingga 8 juta sehari.

    Martagela Kamahayo mengajarkan kepada peserta bagaimana merintis channel YouTube yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan utama.

    "Saya dulu juga berawal dari nol, niat berhenti kerja dan memutuskan untuk jadi YouTuber. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup panjang, kini YouTube bisa jadi sumber penghasilan," ujarnya.

    Dari sektor media online, acara ini turut menghadirkan dua pemimpin umum yang telah sukses mengelola platform digital mereka, yaitu Ahmad Masduki dari Jurnalnews dan Maulana Affandi dari sastrawacana.id/.

    Keduanya berbagi wawasan mendalam mengenai strategi efektif dalam memanfaatkan media online, mulai dari pengelolaan konten, optimalisasi platform, hingga teknik pemasaran digital yang dapat membuat sebuah informasi atau produk menjadi viral dan menarik perhatian khalayak luas.

    Masduki lebih menekankan tentang bagaimana cara menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

    Ia menuturkan jika menulis berita bukan hal yang sulit bagi para pegiat radio karena sebagai penyiar tentu sudah familiar dengan kalimat-kalimat yang sifatnya jurnalistik.

    "Menulis berita itu mudah, saya yakin kalian bisa. Saya ngajarin anak sekolah bisa, jadi kalian harusnya lebih bisa," terangnya.

    Sementara Maulana Affandi, pemimpin redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Penerbit Lintang Banyuwangi menekankan bagaimana landasan berpikir sebelum memulai mendigitalisasikan radio yang dimiliki.

    Menurut Affandi, di era digital ini persaingan teramat ketat, sehingga perlu ada pembeda agar bagi yang baru terjun dapat bersaing dengan pemain lama.

    "Kalau yang kita sajikan sama, audiens cenderung lebih memilih brand yang sudah terkenal. Maka, kita harus punya karakteristik sendiri dalam memulai bermedia sosial," ujarnya.

    Acara juga menghadirkan Andre Repelita Waluyo, founder aplikasi Gata yang memanfaatkan kartu nama digital untuk mengoptimalkan potensi platform.

    Dalam materinya, Andre menjelaskan bagaimana pengorganisasian digital sehingga semua informasi dapat diakses dengan mudah hanya dengan satu platform.

    Sehingga, para pegiat radio tidak hanya bisa mempublish konten saja, tapi juga dapat berjualan yang membuat aktivitas digital menjadi lebih mudah.

    Acara yang dipandu oleh host Qurrota A’yunin dari Podcast Gotongroyong'45 ini juga mengundang Yeti Chotimah untuk berbagi refleksi tentang literasi digital, meliputi pencegahan hoaks, kejahatan di media sosial, hingga bijak menggunakan AI.

    Kegiatan ini didukung oleh Kangmas Riyadi Pete Purwanto, Ketua RAPI 08 & Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Sempu; Yudha HRD dari Beras Ratu Ayu, serta Syaiful Hadi, presenter Pil Hitam JSS Slaber Trust.

    Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ingkung persembahan Radio Bisma FM, dilanjutkan dengan makan bersama nasi bungkus daun pisang, serta doa yang dipimpin Bung Aguk Darsono untuk mengenang mantan pengurus yang telah berpulang ke hadirat Ilahi Rabbi.

  • USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Sebagai bagian dari upaya peningkatan akses informasi publik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten (Diskominfo) Banyuwangi bersama United States Agency for International Development (USAID) Erat dan Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar kegiatan Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi penyandang disabilitas, Selasa (17/12/2024).

    Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi ini juga menghadirkan berbagai komunitas difabel dan OPD.

    Usai menyanyikan lagu kebamgsaan Indonesia Raya, dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz M. Amir, seorang penyandang tuna daksa yang hadir menggunakan kursi roda.

    Koordinator Provinsi USAID Erat Jawa Timur, Muhammad Ikhsan melalui Zoom Meeting menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia serta Pemerintah Banyuwangi atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Diskominfo karena telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan yang sangat berguna bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.

    Muhammad Ikhsan menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang berpikir, bertindak serta ketrampilan bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan mereka.

    “Ini adalah momen yang istimewa karena memberi ruang kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak setara dalam akses informasi publik. Saya harap ada keberlanjutan ke depan sehingga hasil rembug  dapat menjadi evaluasi prioritas bersama antara pemerintah dan komunitas difabel” imbuhnya.

    Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Fasilitator Pelayanan Publik USAID Erat distrik Besuki, Sri Rahayu Sugiartiningsih, penggagas acara yang disebutnya bekerja keras siang dan malam untuk memastikan kegiatan ini terwujud.

    Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi, Budi Santoso, S.Sos, M.Si membuka sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada seluruh penyandang disabilitas.

    Ia menegaskan jika pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    “Keterbukaan informasi publik merupakan hak seluruh warga, tanpa kecuali, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya dalam berbagai hal,” ujar Budi.

    Budi Santoso juga menuturkan jika Pemkab Banyuwangi terus berbenah dalam menghadirkan fasilitas, termasuk sarana dan prasarana yang ramah disabilitas.

    Sebagai langkah nyata, Budi mengumumkan bahwa berbagai kegiatan besar Pemkab, termasuk perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-253 pada tanggal 18 Desember 2024 akan dilengkapi dengan juru isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

    Tak sampai di situ, nantinya juga akan ada event-event yang melibatkan berbagai komunitas disabilitas, sehingga setiap insan yang ada di Banyuwangi memiliki kesetaraan serta hak yang sama.

    Saat ini, Diskominfo sedang fokus kepada Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sehingga setiap informasi yang ada di Banyuwangi dapat diterima oleh segenap masyarakat.

    Materi Literasi KIP dari Para Ahli

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diawali oleh Astrid, konsultan USAID Erat Jakarta sekaligus pakar keterbukaan informasi publik.

    Dalam materinya yang disampaikan via Zoom Meeting dari Jakarta, Astrid memberikan pemahaman mendalam tentang hak-hak akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ia menekankan pentingnya memastikan informasi yang disediakan badan publik mudah dipahami oleh semua, termasuk difabel.

    “Keterbukaan informasi bukan hanya sekadar memberikan data, tetapi memastikan informasi tersebut bernilai, dapat diakses, dan dimengerti oleh penerima,” kata Astrid.

    Astrid juga mengapresiasi langkah Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam forum formal seperti ini.

    “Banyuwangi telah melakukan praktik baik yang patut ditiru kabupaten lain,” tambahnya.

    Tak hanya itu, Astrid juga memaparkan bagaimana Undang Undang mengatur akses informasi, termasuk apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh masyarakat.

    Dijelaskan pula jika masyarakat dapat mengajukan permohonan untuk mengetahui informasi secara langsung ke Diskominfo, baik via online maupun manual dengan datang langsung ke kantor dinas.

    Dalam FGD yang dipandu Indah Catur Cahyaningtyas, pemateri selanjutnya, yakni M. Arif Fajartono, Hendy serta Nafi Ferdian, ST, MT, selaku pengelola website pemkab dan PPID dari Dinas Kominfo Banyuwangi kemudian memaparkan berbagai kanal informasi publik yang sudah tersedia.

    Dari website PPID, media sosial, hingga kerja sama dengan radio komunitas berijin anggota JRKBB, Pemkab Banyuwangi berusaha menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Nafi juga membuka kesempatan kepada peserta untuk memberi masukan agar platform informasi publik menjadi lebih ramah disabilitas.

    “Saat ini kami telah mengembangkan PPID yang ramah disabilitas, nantinya kami mohon masukan dari teman-teman agar website menjadi lebih mudah diakses,” jelas Nafi.

    Nafi berharap agar lokalatih tidak berhenti hanya sampai sini saja, tapi ada dampak dan keberlanjutan bagi segenap peserta yang hadir.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan ada tindak lanjut konkret yang melibatkan teman-teman difabel,” tuturnya ramah.

    Arif menekankan bahwa masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak penuh untuk mengajukan permintaan informasi sesuai UU KIP Nomor 14 Tahun 2008.

    Materi disampaikan sekaligus praktik mengakses PPID yang diikuti oleh seluruh peserta, dibantu oleh pendamping masing-masing.

    Terutama bagi tuna netra, Nurhadi Windoyo selaku Ketua Aura Lentera langsung mendampingi dan mengajarkan bagaimana mengakses PPID dan apa saja yang tertera di laman tersebut.

    Dari praktik tersebut, banyak masukan serta saran dari para peserta disabilitas untuk Diskominfo agar laman PPID lebih mudah diakses, khususnya bagi tuna netra.

    Di akhir acara, Sri Rahayu selaku penggerak inisiasi kegiatan ini menyampaikan melalui kegiatan ini, diharapkan penyandang disabilitas di Banyuwangi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keterbukaan informasi publik dan bagaimana mengaksesnya.

    Bibit Sri Lestari (HWDI) dan Abdullah (Gergatin) menyambut baik lokalatih yang membuat para peserta jadi melek teknologi di era digital. Diharapkan ada pelatihan serta pendampingan berkelanjutan untuk bisa selancar di media sosial.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • Deklarasi Kemenangan di Posko Baluk, Ipuk: Ini Kemenangan Masyarakat Banyuwangi

    Deklarasi Kemenangan di Posko Baluk, Ipuk: Ini Kemenangan Masyarakat Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Pasangan calon (paslon) Pilkada Banyuwangi nomor urut 1 Ipuk Mujiono menggelar deklarasi kemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2024 di Posko Kemenangan Baluk, pada Rabu (27/11) pukul 20.00 WIB.

    Ditemani oleh para ketua partai pengusung, Ipuk Fiestiandani menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada segenap pihak yang telah gigih berkampanye hingga memastikan kemenangan dalam kontestasi ini.

    “Alhamdulilah mayoritas masyarakat Banyuwangi masih memilih Ipuk dan Mujiono,” tuturnya.

    Dalam pidatonya, Ipuk juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan serta awak media yang selama ini menjadi penghubung informasi kepada masyarakat terkait seluruh proses Pilkada 2024.

    Ia menjelaskan jika perhitungan sementara dari tim internal, pihaknya masih unggul dalam kontestasi pilkada tahun ini.

    Lebih dari itu, ia menuturkan jika kemenangan ini bukanlah kemenangan tim maupun pribadi, tapi kemenangan untuk segenap masyarakat Banyuwangi.

    “Bagi kami kemenangan ini bukan kemenangan Ipuk dan Mujiono, tapi kemenangan seluruh masyarakat Banyuwangi,” tegasnya dengan penuh semangat.

    Kegiatan malam ini semakin khidmat dan membahagiakan dengan hadirnya ratusan jamaah yang turut bersholawat, memberikan suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.

    Kendati hasil sementara unggul di atas 50%, Ipuk mengingatkan kepada segenap pendukung dan relawan agar tetap menjaga kondusivitas dan menunggu keputusan resmi dari KPU.

  • NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    Ngaji Bareng Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi (NGABARIN) merupakan program MWC NU kecamatan Rogojampi yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali sebagai anjangsana antar ranting di wilayah Kecamatan Rogojampi.

    Dalam setiap pertemuan, NGABARIN dihadiri oleh pengurus ranting NU se-Kecamatan Rogojampi, perwakilan dari badan otonom (banom) yang ada di ranting setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tiga pilar desa (Kepala Desa, Babinsa dan Babinkatibnas).

    NGABARIN pada bulan ini digelar pada tanggal 23 November 2024 bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

    Turut hadir Kepala Desa beserta Kepala Dusun, RT/ RW setempat, pengurus takmir masjid, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

    Acara NGABARIN diawali dengan pembacaan Tahlil dipimpin langsung Katib MWC NU Rogojampi Ust. Ridho Hawarie.

    Selanjutnya acara dibuka oleh pengurus Ranting NU Bubuk sebagai tuan rumah sebagai pembaca acara.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting Banje sebagai perwakilan dari tuan rumah Ranting NU Banje yang dilanjut oleh Kepala Desa Bubuk bapak H. Panhari.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program NGABARIN ini merupakan program yang sangat baik untuk dilaksanakan.

    Menurutnya, NGABARIN dapat digunakan sebagai momentum silaturahmi antar anggota ranting NU se-Kecamatan Rogojampi dengan MWC NU Rogojampi.

    Kemudian, program NGABARIN juga memberikan kemaslahatan bagi warga nahdiyin, umumnya masyarakat yang ada di Kecamatan Rogojampi.

    Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU kecamatan Rogojampi bapak Anwar Rofiq.

    Ia berharap agar program lailatul ijtima yang ada di tingkat Ranting NU bisa diaktifkan kembali untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitar.

    Anwar Rofiq juga mengimbau untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa masing-masing demi menciptakan suasana kondusif menjelang pilkada.

    Kegiatan inti NGABARIN diisi oleh Kyai Fathurrozaq Ahdini selaku Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Rogojampi.

    Dalam kajiannya, Kyai Fathurrozaq Ahdini merujuk pada Kitab Risalah Aswaja (Ahl Sunnah Wal Jama’ah) karya KH. Hasyim Asyari.

    Disela-sela penyampaian materi, ia membuka sesi diskusi agar kajian tersebut tidak fokus pada satu arah, sehingga jamaah bisa bertanya langsung kepada pemateri agar suasana lebih hidup.

    “Sitik kelutik, ojo akeh kelepeh,” tutupnya.

    NGABARIN menjadi tolok ukur keberhasilan MWC NU Rogojampi dalam memperkuat pengetahuan Ahlussunnah Wal Jamaah dan membawa kemaslahatan bagi warga nahdiyin serta masyarakat luas.