Kategori: Berita

  • Bimtek Pokja Desa Sehat Digelar di Srono dan Cluring, Camat Tekankan Pentingnya Dokumentasi dan Sinergi

    Bimtek Pokja Desa Sehat Digelar di Srono dan Cluring, Camat Tekankan Pentingnya Dokumentasi dan Sinergi

    Camat Srono yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cluring, Ir. Tri Wahyu Angembani secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan Pokja Desa Sehat pada Kamis (12/06/2025).

    Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni pagi hari di aula Kecamatan Srono dan siangnya di Kecamatan Cluring, dengan menghadirkan fasilitator dari Forum Banyuwangi Sehat (FBS).

    Dalam sambutannya, Ir. Tri Wahyu Angembani menyampaikan bahwa pada dasarnya seluruh program desa sehat telah berjalan dengan baik.

    Para aparat dan kader sudah aktif bergerak. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan dalam hal dokumentasi dan pengarsipan yang seringkali belum dilakukan secara rapi dan terstruktur sesuai timeline.

    “Mung kadang luput didokumentasikan dengan timeline dan pengarsipan ndak rapi. Dan sebagai gerakan boleh dapat partisipasi CSR atau sumbangan tak mengikat yang bila bentuk makanan atau barang hendaknya dicatat dalam nilai rupiah!” tutur sosok perempuan energik yang juga dikenal sebagai ahli investasi dan penanaman modal. Ia merupakan teman semasa SMPP ’86 dari Wakil Bupati Ir. H. Mujiono, M.Si.

    Pejabat yang akan memasuki masa purna tugas di akhir tahun ini juga berharap agar seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan desa dapat mengikuti bimtek ini secara seksama.

    Hal ini bertujuan agar masing-masing desa mampu mengirimkan data yang valid serta melakukan sinkronisasi program dengan semangat kolaborasi.

    Ia pun mengimbau agar para peserta membawa laptop untuk mendukung proses pelatihan yang lebih efektif.

    Ia menambahkan, apabila Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, hal tersebut tentu akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, minat investor dalam menanamkan modal, serta mewujudkan masyarakat yang sentosa.

    Dari pihak Forum Banyuwangi Sehat (FBS), Desika Ulfarisa menjelaskan bahwa inti dari kelembagaan Pokja Desa Sehat mencakup lima hal utama, yakni Surat Keputusan (SK) pengurus, program kerja, laporan keuangan, sekretariat tetap, dan dokumentasi kegiatan.

    Penjelasan tersebut dilengkapi oleh Pipit Haryono yang turut membagikan link drive berisi panduan teknis, didampingi oleh Forum Komunikasi Kecamatan Sehat: M. Harun di Kecamatan Srono dan Imam di Kecamatan Cluring.

    Ditekankan bahwa pada bulan depan, laporan setengah semester tahun 2025 diharapkan sudah dapat disusun secara mandiri oleh masing-masing desa dengan mengedepankan kearifan lokal.

    Dari divisi TP PKK yang tergabung dalam FBS, Dewi Anggorowati menjelaskan bahwa penilaian Kabupaten Sehat meliputi sembilan tatanan, ditambah aspek kelembagaan yang kini menjadi perhatian utama.

    “Mari semangat tanpa perlu dioprak dengan injuri time, sudah bisa dicicil sesuai data dan fakta!” harapnya di hadapan peserta yang terdiri dari Kasie Kesra, Pokja Desa Sehat, kader PKK, Posyandu, dan KPM Rumah Desa Sehat.

    Ia juga mengingatkan agar sepulang dari Bimtek, seluruh peserta segera melakukan koordinasi dengan bagian perencanaan, sekretaris desa, serta pemangku kepentingan di bidang kesehatan guna menindaklanjuti materi yang telah diterima.

    Dalam sesi diskusi, terungkap berbagai keluhan dan kebingungan yang sering ditemui di lapangan.

    Namun, peserta mengaku merasa lebih lega dan tercerahkan setelah mengikuti bimtek, karena pada dasarnya sebagian besar program dan kegiatan tersebut telah dijalankan.

    Melalui pelatihan ini, terbentuk kesamaan persepsi mengenai tujuan bersama yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, aman, asri, bersih, dan bahagia.

    Kehangatan dan antusiasme peserta turut terlihat dari senyuman Kasie PMK Kecamatan Srono, Imam Basori, dan Kasie PMK Kecamatan Cluring, Arif, yang juga hadir sebagai penasehat bersama Sekretaris Camat.

    Sementara itu, PLKB Cluring, Syaiful Bahri yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Kesehatan Sekolah (FKKS) di Sempu, menyampaikan bahwa mulai tahun ini diharapkan adanya dokumen valid yang dapat menjadi acuan utama bagi para pengambil kebijakan.

    Ia mengakui bahwa proses pembelajaran terkadang terasa tumpang tindih, namun menjadi lebih ringan dan menyenangkan karena dijalani bersama dengan semangat gotong royong untuk kepentingan bersama, sesuai amanat dan tanggung jawab masing-masing pihak.

  • Kolaborasi Pokja dan Rumah Desa Sehat di Blimbingsari Hadirkan Sinergi Baru bagi Pembangunan Kesehatan Masyarakat

    Kolaborasi Pokja dan Rumah Desa Sehat di Blimbingsari Hadirkan Sinergi Baru bagi Pembangunan Kesehatan Masyarakat

    Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Blimbingsari mempertemukan dua lembaga yang sama penting dan berbasis pada tema kesehatan, namun di lapangan terasa berjalan sendiri-sendiri.

    Kedua lembaga tersebut adalah Pokja Desa Sehat yang dimotori oleh Kementerian Kesehatan dan Bappenas, serta Rumah Desa Sehat (RDS) yang diinisiasi oleh Kementerian Desa.

    Keduanya juga memiliki regulasi bersama dari Kementerian Dalam Negeri yang melibatkan Gubernur, Bupati/Wali Kota, serta Camat, dengan sasaran yang sama yaitu melibatkan Kepala Desa dan masyarakat.

    Di lapangan, terdapat pihak-pihak lain yang juga bergerak dalam bidang yang sama, seperti PKK (khususnya Pokja IV PKK) serta Bidan Wilayah/Bidan Desa dari Puskesmas, sehingga terkadang tumpang tindih dan terkesan ego-sentris.

    Bertempat di Balai Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, telah dilaksanakan serangkaian sosialisasi pembangunan sumber daya manusia dan lingkungan yang menghadirkan pengurus PKK, Pokja Desa Sehat, serta kader RDS dari 10 desa.

    Plt. Camat Blimbingsari, H. Khoirul Anam, dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya kolaborasi dan komunikasi antar pemerintahan desa untuk pengembangan sumber daya manusia.

    “Kolaborasi dan komunikasi antar pemerintahan desa di tingkat desa sangat menyokong tumbuh kembangnya pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Untuk itu, diharapkan kader desa dapat menjadi jembatan antar program pemerintah yang sesungguhnya saling mendukung untuk kepentingan desa itu sendiri, yang misinya adalah masyarakat sehat, nyaman, aman, sejahtera, dan bahagia!” tuturnya.

    Ia juga berpesan agar semua pihak menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mengawasi MCK di sungai karena Kabupaten Banyuwangi telah mendeklarasikan 100% ODF (Open Defecation Free).

    Plt. Camat yang kini menempati kantor baru di kawasan Pantai Pecemengan ini juga menyampaikan sejumlah prestasi tematik desa-desa di Kecamatan Blimbingsari.

    Di antaranya Desa Sukojati sebagai Desa Anti Korupsi, Desa Patoman sebagai Desa/Kampung Pancasila dan Kampung Kebangsaan, Gintangan yang akan menerima tamu studi banding UMKM kerajinan bambu dan gula kelapa, serta Desa Karangrejo yang baru saja menjuarai lomba Perpustakaan Desa dan Rumah Desa Sehat.

    “Dan Desa Bomo sendiri maju ke tingkat nasional atas kinerja zero stunting. Mohon doa restunya!” tambahnya seraya disambut tepuk tangan para hadirin.

    Sementara itu, Kepala Desa Bomo, Ir. M. Sutikno, dalam sambutan selamat datangnya juga mendoakan agar H. Khoirul Anam dapat segera menjadi Camat definitif karena simpati dan kinerjanya yang baik.

    Sekretaris FKKS Blimbingsari yang juga Kasie PMK Kecamatan Blimbingsari, Abdul Aziz, S.H., M.H., selaku moderator mempersilakan narasumber pertama, Aguk Wahyu Nuryadi dari Forum Banyuwangi Sehat.

    Ia mengapresiasi pertemuan yang mempertemukan Forum Banyuwangi Sehat (FBS) dengan DPMD Kabupaten Banyuwangi yang selama ini memiliki program RDS yang masih dipertanyakan di semua kecamatan.

    Kini, telah ditemukan titik temu yang bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lainnya.

    Narasumber kedua, Novita Eka Herawati, S.AP., Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Budaya DPMD, dalam paparannya menyampaikan bahwa Rumah Desa Sehat merupakan rumah bersama semua kelembagaan kesehatan dan menjadi pintu untuk mengumpulkan data, dokumen, hingga menjadi sarana advokasi yang menjadi rekomendasi bagi pemegang kebijakan dalam mengambil keputusan.

    “Semua penting dan semua harus dirangkul dengan semangat gotong royong. Saat banyak FKKS dan Pokja Desa Sehat bertanya soal isian data FBS, saya menghubungi kader RDS untuk sinergi. Maka camat bisa tenang saat ada forum di Bappeda. Saya juga menunggu undangan dari camat atau FKKS soal kolaborasi ini. Baru Blimbingsari yang mengawali langkah untuk duduk bersama menyamakan persepsi dan mimpi bersama ini!” tutur.

    KTU Puskesmas, Tuti Lestari A. Jd. Keb., juga menyambut baik pertemuan ini.

    “Maka narasi dan potret timeline bidan desa bisa digunakan untuk mendukung Pokja dan RDS. Kita bisa bersama-sama dalam satu rumah, satu WAG, untuk membuat data tunggal yang nantinya akan dipilah oleh pengurus harian RDS. Mereka punya komputer dan printer, lalu data akan diolah oleh Kasie PMK Kecamatan ataupun pengurus FKKS,” tutur pembina RDS Desa Karangrejo yang siap melangkah ke tingkat provinsi.

    Selesai dialog, peserta masih melanjutkan diskusi. Harapan moderator, kegiatan ini tidak hanya berhenti di administratif saja, tetapi juga bisa berjalan sesuai harapan dalam pelaksanaannya di lapangan.

    Sementara itu, Camat bersama Kepala Desa dan BPD Bomo melakukan kunjungan dan memberikan tali asih kepada warga Dusun Kedunen yang semalam tertimpa musibah kebakaran.

  • Musyawarah Khusus Kelurahan Singotrunan, Warga Sepakat Bentuk Koperasi Merah Putih

    Musyawarah Khusus Kelurahan Singotrunan, Warga Sepakat Bentuk Koperasi Merah Putih

    Warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, menggelar musyawarah kelurahan khusus pada hari Selasa (28/5) untuk membahas pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih.

    Kegiatan yang digelar di Pendopo Kelurahan Singotrunan dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, diantaranya Lurah Singotrunan, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, perwakilan dari Kecamatan Banyuwangi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta puluhan warga yang mewakili berbagai RW di wilayah kelurahan.

    Dalam sambutannya, Lurah Singotrunan, Kadarisman, menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat struktur perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.

    Menurutnya, koperasi menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan ekonomi yang muncul pasca pandemi COVID-19, serta merupakan bagian dari upaya jangka panjang menuju kemandirian ekonomi warga.

    “Koperasi Kelurahan Merah Putih ini diharapkan menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta mampu menampung berbagai kegiatan usaha masyarakat seperti simpan pinjam, perdagangan, dan layanan usaha kecil lainnya,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, Peni, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan penuh dalam proses legalisasi dan pembentukan koperasi hingga koperasi tersebut dapat beroperasi secara resmi dan optimal.

    Ia juga mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif sebagai anggota koperasi agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata dan menyeluruh oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Dalam forum musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kekeluargaan tersebut, peserta secara mufakat menyetujui pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih.

    Mereka juga sepakat untuk segera membentuk struktur organisasi koperasi yang terdiri dari lima orang pengurus dan tiga orang dewan pengawas.

    Dewan pengawas ini dipilih dari perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dianggap memiliki integritas dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi warga.

    Pengurus dan pengawas koperasi tersebut diberi mandat untuk segera menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi serta mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk pengajuan badan hukum koperasi.

    Sebagaimana diketahui, pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan memperkuat basis ekonomi masyarakat di tingkat lokal dan mempercepat pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.

    Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam musyawarah tersebut turut memberikan pandangan.

    Ia menekankan pentingnya penunjukan pengurus koperasi yang benar-benar kompeten, jujur, dan memiliki pengalaman di bidang usaha maupun dalam pengelolaan koperasi.

    Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas dan integritas orang-orang yang menjalankannya.

    Dengan semangat gotong royong, kemandirian, dan komitmen bersama, warga Kelurahan Singotrunan optimistis bahwa pembentukan koperasi ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

  • Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Al-Qur’an, LPTQ Jawa Timur Adakan Rakorda se-Jatim

    Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Al-Qur’an, LPTQ Jawa Timur Adakan Rakorda se-Jatim

    Dalam rangka menyatukan persepsi, mengevaluasi program kerja, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang diikuti oleh seluruh perwakilan LPTQ Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

    Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025 ini bertempat di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jl. Balongsari Tama, Surabaya.

    Rakorda ini menjadi momen strategis bagi LPTQ Jawa Timur untuk mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 yang dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat.

    Kegiatan ini juga menjadi forum komunikasi dan konsolidasi antara LPTQ tingkat provinsi dengan LPTQ kabupaten/kota, serta lintas sektor yang turut berperan dalam pengembangan tilawatil Qur’an di daerah masing-masing.

    Dalam sambutannya, Dr. H. Akh. Jazuli, Asisten Administrasi dan Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua II LPTQ Jawa Timur, menyampaikan bahwa Rakorda ini bukan sekadar ajang evaluasi, melainkan juga wahana untuk menyusun peta jalan program kerja ke depan.

    Ia menegaskan pentingnya memperluas cakupan program LPTQ agar tidak hanya terfokus pada penyelenggaraan MTQ, tetapi juga menjangkau aspek-aspek keagamaan lain yang bersifat pembinaan, edukatif, dan transformasional.

    “Kita perlu merancang program pembinaan yang berkelanjutan, menyentuh masyarakat luas, terutama generasi muda, agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat benar-benar membumi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Rakorda ini juga menjadi ruang untuk menyuarakan berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh LPTQ di tingkat kabupaten/kota.

    Mengangkat beberapa isu yang sedang menjadi perbincangan hangat, forum ini diharapkan dapat merumuskan solusi bersama dan memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kementerian Agama Kabupaten/Kota, yang turut hadir dalam Rakorda ini.

    Selain sebagai ajang perencanaan teknis, Rakorda juga menjadi sarana memperkuat jaringan kerja dan pertukaran informasi antar daerah.

    Beberapa daerah berbagi praktik baik (best practices) dalam pembinaan qari’ dan qari’ah, pengembangan rumah tahfidz, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelatihan Al-Qur’an secara daring.

    “Dengan adanya forum seperti ini, kami merasa lebih didengar dan termotivasi. Semoga hasil Rakorda ini benar-benar menjadi panduan nyata yang bisa diaplikasikan di daerah kami,” ungkap salah satu peserta dari LPTQ Kabupaten Madiun.

    Rakorda yang berlangsung selama sehari penuh ini diisi dengan berbagai sesi, mulai dari laporan kegiatan LPTQ Provinsi, presentasi perencanaan MTQ XXXII, hingga diskusi kelompok tematik.

    Kehadiran para perwakilan dari kabupaten/kota se-Jawa Timur, baik dari unsur LPTQ, Bagian Kesra, maupun Kemenag, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang kuat dan berkelanjutan.

    LPTQ Jawa Timur berharap, dari Rakorda ini akan lahir langkah-langkah konkret dan sinergis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ, serta memperluas dampak positif program-program keagamaan bagi masyarakat.

    Dengan semangat gotong royong dan ukhuwah islamiyah, LPTQ Jawa Timur optimis bahwa penyelenggaraan MTQ XXXII mendatang dapat menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta mempererat ikatan sosial-keagamaan di seluruh penjuru Jawa Timur.

  • Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Luncurkan Program Gerakan Ambil Ijazah Gratis untuk Siswa SMA/SMK/PKPLK

    Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Luncurkan Program Gerakan Ambil Ijazah Gratis untuk Siswa SMA/SMK/PKPLK

    Cabg dinas pendidikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Drs. Slamet Riyadi, resmi meluncurkan program Gerakan Ambil Ijazah Gratis bagi lulusan SMA, SMK dan PKPLK Negeri di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

    Program ini ditujukan untuk membantu siswa yang belum mengambil ijazah karena kendala administrasi, khususnya terkait tunggakan biaya sekolah.

    Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Drs. Slamet Riyadi menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya untuk memastikan seluruh lulusan memiliki akses penuh terhadap hak dasarnya, yaitu ijazah, tanpa harus terbebani persoalan ekonomi.

    Kami tidak ingin ada lagi anak-anak Banyuwangi yang tertahan masa depannya hanya karena belum bisa mengambil ijazah. Ini adalah gerakan bersama untuk memanusiakan pendidikan,” ujarnya.

    Program ini mulai berlaku sejak Mei 2025 dan berlaku bagi semua siswa SMA/SMK negeri maupun swasta yang lulus dalam lima tahun terakhir, dengan mekanisme verifikasi yang melibatkan sekolah dan pihak Cabang Dinas Pendidikan.

    Selain itu, pihak Dinas juga menggandeng berbagai elemen, termasuk pemerintah desa, relawan pendidikan, serta organisasi masyarakat untuk mendukung penyebaran informasi dan proses distribusi ijazah secara langsung.

    Drs. Slamet Riyadi berharap, melalui program ini, para lulusan yang sebelumnya kesulitan mencari kerja atau melanjutkan pendidikan karena belum memiliki ijazah, bisa segera mendapatkan kembali hak mereka.

    “Pendidikan bukan untuk dikomersialkan, tetapi untuk memerdekakan,” tegasnya. (Mujiono, S.H)

  • Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Momentum Syawal dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi dan Yayasan Pendidikan Islam Ahlussunnah Waljamaah (YPIA) Rogojampi untuk menggelar Halal Bihalal, Ahad pagi (27/4).

    Bertempat di lingkungan gedung MWC NU Rogojampi, kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus MWC NU, pengurus YPIA, serta perwakilan organisasi badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, Pagar Nusa, Lazisnu, dan para guru di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Acara di buka dengan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Yalal Waton dan pembacaan ayat suci Al Quran.

    Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Rogojampi, Ustad Anwar Rofiq, menegaskan bahwa Halal Bihalal ini menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan warga NU Rogojampi.

    “Kami berharap, semua ranting NU di kecamatan Rogojampi semakin solid dan kompak demi kemaslahatan umat ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

    Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Perwakilan PCNU yang hadir memberikan pesan agar seluruh MWC NU dan ranting NU se-Kabupaten Banyuwangi menjaga kesolidan, serta tegak lurus dalam barisan yang sejalan dengan arah perjuangan PBNU, PWNU, dan PCNU.

    Mengusung tema “Halal Bihalal adalah Waktu yang Tetap untuk Mengembalikan Kehangatan Persaudaraan dan Menumbuhkan Rasa Saling Mengasihi,” acara ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

    Dalam tausiyahnya, Kyai. Fathurraq Ahdini, Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, menyampaikan pesan menyejukkan tentang pentingnya memelihara ukhuwah.

    “Jika membenci seseorang, jangan terlalu dalam. Bisa jadi kelak rasa itu berubah menjadi cinta. Begitu pula sebaliknya. Perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan adalah rahmat,” tutur beliau, mengingatkan hadirin dengan hikmah penuh makna.

    Hadirin sangat khidmat sekali mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh rois syuriah MWC NU Rogojampi sampai selesai meski dalam suasana panas di siang hari.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa dan berjabat tangan antar peserta, sebagai simbol saling memaafkan dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan dalam keberagaman.

  • 28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    Radio komunitas Planet FM merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 dengan acara Halal Bi Halal dan silaturahmi bersama Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB).

    Kegiatan yang berlangsung guyub hangat ini digelar di Pantai Wonderful Bimorejo Wongsorejo, Banyuwangi, pada Minggu (27/4/2024).

    Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus pendiri Planet FM, Wisnu Husen, dilanjutkan oleh perwakilan JRKBB, Haderi, serta Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, yang juga merupakan pimpinan Planet FM.

    Dalam pidatonya, Hadi Purwanto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap media.

    “Radio, televisi, bahkan media cetak konvensional mulai tergerus oleh platform digital. Karena itu, insan radio harus beradaptasi dengan inovasi,” tegasnya.

    Ia menekankan bahwa siaran radio kini tak hanya mengandalkan frekuensi analog, tetapi juga merambah ke speaker pasar, corong masjid, hingga platform digital seperti streaming, podcast, dan media sosial.

    Usai serangkaian acara Halal Bi Halal dan perayaan ulang tahun yang ditandai tiup dan potong tumpeng kegiatan ditutup dengan semarak nyanyi dan joged bersama mengiringi lagu Umbul-umbul Blambangan yang dipandu oleh Mbok Rehana dan pramusiar.

    Acara ini semakin mempererat kebersamaan komunitas radio di Banyuwangi khusunya para anggota Komunitas Radio Planent FM sambil menyongsong tantangan era digital.

    Acara yang diliput oleh vivanews, jurnal news, sastrawacana dan beberapa media lainnya itu tertarik dengan program harian dan mingguan Planet yang kesannya seperti radio swasta tapi dikemas komunitas.

    Karaoke gratis hanya 2 kali sepekan dan ada layanan di shooting layaknya artis memproduksi klip cover.

    Maka fans tetap setia di frekwensi 107,7 MHZ dan media sosialnya, termasuk streaming via aplikasi Gata.

  • BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025-2028 di Pondok Pesantren Safinatul Huda (Safinda) yang berlokasi di Secawan, Dadapan, Kabat, Banyuwangi,Minggu (23/03/25).

    Acara ini dihadiri oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) se-Banyuwangi, Camat Kabat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi yang mewakili Wakil Bupati, serta para pengasuh pondok pesantren.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars BKPRMI. Suasana penuh semangat dan khidmat terasa sejak awal acara berlangsung.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sururudin, S.E, M.Si yang menjelaskan struktur dan program kerja BKPRMI.

    Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa BKPRMI memiliki 7 lembaga utama, yaitu:

    Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (LPPTKA, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPP SDM), Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS), Lembaga Ekonomi dan Koperasi (LPP-Ekop), Lembaga Kesehatan Masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum dan Brigade Masjid.

    Selanjutnya, Kabag Kesra Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E, M.Si memberikan apresiasi terhadap peran BKPRMI dalam membangun generasi muda Islami yang berakhlak dan berkarakter.

    Dalam sambutannya, Yusdi Irawan menekankan pentingnya pendidikan sebagai solusi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.

    “Pendidikan adalah kunci utama bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Baginya, BKPRMI memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan dan wawasan luas.

    Setelah sesi sambutan, masing-masing tim melakukan rapat koordinasi di tempat yang telah disediakan.

    Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam rakor kali ini adalah tim IT yang dikomandoi oleh Ustaz Aguk Wahyu Nuryadi selaku Biro Digital dan Media Sosial BKPRMI.

    Dalam diskusi tim IT, disepakati bahwa perlu adanya pendataan yang lebih sistematis terkait guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di seluruh Banyuwang dengan operator tetap di aplikasi Emis Kemenag sekaligus kontributor reporter website.

    Tujuan dari pendataan ini adalah agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran khususnya guru ngaji.

    Setelah pendataan di lembaga yang sudah punya ijin operator tetap yang dibekali ilmu reportase untuk menghidupkan website BKPRMI.

    Dengan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan pengelolaan data semakin akurat dan transparan.

    Setelah rangkaian rapat koordinasi selesai, kegiatan Rakerda BKPRMI Banyuwangi ditutup dengan sesi buka bersama dan pembagian sarung.

    Suasana kebersamaan dan keakraban semakin terasa, menguatkan semangat para peserta untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.

    Dengan adanya Rakerda ini, diharapkan BKPRMI Kabupaten Banyuwangi semakin solid dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kesejahteraan umat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan bersama.

  • Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hari ini, Senin, 17 Maret 2025.

    Acara ini dihadiri oleh Muspida Banyuwangi, seluruh Camat se-Banyuwangi, perwakilan kelompok masyarakat, serta perwakilan pemerintah kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Jembrana, Buleleng, dan Klungkung.

    Selain itu, melalui Zoom, acara ini juga diikuti oleh para Kepala Desa dan berbagai instansi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dr. H. Akh. Jazuli, SH., M.SI., Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Jawa Timur, hadir sebagai keynote speaker mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Dalam sambutannya, Jazuli menyoroti pertumbuhan indeks pembangunan di Jawa Timur, dengan Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang mencatat pertumbuhan ekonomi cukup baik.

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan dampak kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

    Salah satunya adalah penundaan program infrastruktur jalan senilai sekitar Rp59 miliar. Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa Dana Desa tidak terdampak kebijakan ini.

    Ia mengingatkan pemerintah desa untuk tetap berhati-hati dalam pengelolaan anggaran dan fokus pada tiga prioritas utama: pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

    Ipuk juga menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, pelestarian lingkungan, serta percepatan dan penyempurnaan digitalisasi layanan publik.

    Selain itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengimplementasikan budaya kerja BERAHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

    Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT. PLN (Persero) UP3 Banyuwangi.

    Kesepakatan ini mencakup penyediaan infrastruktur dan keandalan suplai energi listrik, serta optimasi pendapatan pajak barang dan jasa tertentu atas tenaga listrik di Banyuwangi.

    Selain itu, diluncurkan pula program kesehatan masyarakat bernama Inovasi Permata Hati.

    Program ini dirancang untuk memastikan setiap ibu yang melahirkan mendapatkan penanganan persalinan dalam 24 jam di setiap Puskesmas dan fasilitas kesehatan desa/kelurahan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Banyuwangi.

  • Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Kebahagiaan terpancar dari wajah 50 anak yatim dan dhuafa dalam acara Buka Puasa Ceria yang digelar Yatim Mandiri di Masjid Al Hilal Sobo, Kamis (13/3).

    Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari anak-anak binaan, seperti tilawah, pidato dakwah cilik (pildacil), pembacaan puisi, serta pantomim.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin salah satu binaan, serta pembagian uang saku, paket kue, dan sembako untuk lebaran yang disalurkan oleh donatur LASNAZ Yatim Mandiri Banyuwangi.

    Ketua Takmir Masjid Al Hilal, Drs. H. Agus Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa acara ini telah rutin digelar selama enam tahun terakhir berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari relawan, guru, pengurus yayasan, hingga para donatur.

    “Maka, anak-anakku, jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Teruslah belajar hingga sukses, lalu peduli terhadap yatim piatu juga. Jaga salat, puasa, dan selalu doakan orang tua,” tutur putra Sulung H. Ishak Siswomiharjo yang wakafkan rumahnya di Jl KH Imam Bonjol untuk lembaga Yatim Hebat di banyuwangi.

    Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri Banyuwangi, M. Syukron, menuturkan bahwa acara tersebut mengundang 50 anak yatim dan dhuafa dari beberapa sanggar, seperti Karangrejo, Tukangkayu, Kertosari, dan Telemung.

    “Selain program Buka Puasa Ceria ini, masih banyak kegiatan lain yang akan kami selenggarakan berkat kebaikan para donatur. Di antaranya Belanja Bareng Yatim di Mall Banyuwangi, pembagian Paket Lebaran, serta THR untuk Guru Pejuang Yatim,” ujarnya.

    Setelah azan magrib berkumandang, para peserta berbuka puasa dengan kurma, buah naga, dan air putih, dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Acara kemudian diakhiri dengan santap nasi kotak dan kue dari para donatur.

    Turut hadir dalam acara tersebut Camat Banyuwangi, H. Hartono, beserta jajaran Muspika Kota. Ia juga mengajak tim Pusbimdu Puskesmas Sobo untuk menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hadir.