Kategori: Inspirasi

  • Mojoer Media, Jurnalis SMK Models Siliragung Jadi Penggerak Literasi di Bulan Bahasa 2025

    Mojoer Media, Jurnalis SMK Models Siliragung Jadi Penggerak Literasi di Bulan Bahasa 2025

    SMK Muhammadiyah 8 Siliragung kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan pelajar melalui kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra” pada Minggu, (26/10).

    Tak hanya sukses sebagai pelaksana acara, Ekskul Models Jurnalisme Mojoer Media yang dibina oleh Cici Arista Devi ini juga tampil sebagai motor penggerak di balik suksesnya kegiatan ini.

    Rangkaian acara yang digelar di ballroom ED Hotel SMK Model Siliragung ini meliputi Lomba Baca Puisi, Lomba Bercerita, dan Workshop Pentigraf yang diikuti oleh ratusan peserta SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi.

    Di balik kemeriahan tersebut, para jurnalis muda SMK Models menjadi tim dokumentasi, peliput, dan redaksi yang menyiarkan jalannya kegiatan secara profesional.

    Dipimpin oleh Rhifan Ahmad Aki Pansurna selaku Pimpinan Redaksi Mojoer Media, para jurnalis muda ini menjalankan peran layaknya awak media sesungguhnya, mulai dari melakukan wawancara, menulis berita, hingga mengelola konten publikasi sekolah.

    “Menjadi jurnalis di SMK Models bukan hanya soal menulis berita, tapi juga belajar menyampaikan pesan secara utuh. Ibarat melihat gajah, kita tidak hanya melihat ekornya, tetapi keseluruhan bentuknya,” ujar Rhifan dalam wawancara di sela kegiatan Bulan Bahasa.

    Workshop Pentigraf SMK Models
    Workshop Pentigraf SMK Models Siliragung (Dok. sastrawacana.id/)

    Menurutnya, jurnalistik di sekolah menjadi ruang pembelajaran yang menantang sekaligus menyenangkan.

    Para siswa tidak hanya dilatih berpikir kritis dan menulis, tetapi juga berani berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami proses informasi secara mendalam.

    “Dulu kami hanya menulis untuk tugas sekolah. Tapi lewat Mojoer Media, kami belajar menulis untuk publik, untuk sekolah, bahkan untuk masyarakat. Itu pengalaman yang luar biasa,” tambahnya.

    Rhifan juga mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini adalah menumbuhkan kebiasaan literasi di tengah dominasi media digital.

    “Banyak teman yang terbiasa menghabiskan waktu dengan konten singkat. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan dunia digital sebagai ruang belajar dan menulis yang produktif,” jelasnya.

    Meski begitu, semangat tim Mojoer Media tidak surut. Mereka justru memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan berita kegiatan sekolah, promosi program, hingga publikasi karya siswa.

    Kini, Mojoer Media telah menerbitkan berbagai artikel, liputan kegiatan, dan bahkan buku antologi hasil karya tim jurnalistik.

    Mojoer Media

    “Teman-teman jurnalis kami sudah berani menulis buku. Itu langkah besar. Artinya, literasi di SMK Models sudah bergerak dari ruang kelas menuju ruang publik,” tutur Rhifan dengan bangga.

    Tak berhenti di situ, Rhifan menyebut bahwa ke depan Mojoer Media akan memperluas jangkauan liputan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai media literasi di Banyuwangi.

    Kepala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Muhlas Efendi, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Mojoer Media.

    “Anak-anak jurnalistik kami adalah wajah sekolah. Mereka tidak hanya meliput, tapi juga membangun citra positif lembaga. Melalui tulisan dan karya mereka, SMK Models dikenal luas sebagai sekolah yang literat dan kreatif,” tandasnya.

    Sementara itu, Maulana Affandi, S.S., selaku Pemimpin Redaksi media literasi sastrawacana.id/, turut memberikan apresiasi tinggi kepada tim Jurnalis SMK Models Mojoer Media atas kiprahnya dalam menghidupkan budaya menulis di lingkungan sekolah.

    Menurutnya, semangat dan profesionalitas para jurnalis muda SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menjadi bukti nyata bahwa literasi tidak lagi sekadar slogan, tetapi telah tumbuh menjadi gerakan yang berakar kuat di kalangan pelajar.

    “Saya melihat teman-teman Mojoer Media bekerja dengan etos seorang jurnalis sejati. Mereka meliput, menulis, dan mempublikasikan berita dengan tanggung jawab serta semangat belajar yang luar biasa. Semua ini tentu tidak lepas dari dukungan kepala sekolah dan para guru yang mendampingi,” ujarnya. (Heri Iskandar)

  • Workshop Pentigraf Warnai Semarak Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Workshop Pentigraf Warnai Semarak Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Dalam rangka memeriahkan Bulan Bahasa 2025, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menggelar kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra.”

    Rangkaian kegiatan ini mencakup Lomba Baca Puisi, Lomba Bercerita, dan Workshop Pentigraf yang digelar di Ballroom ED Hotel SMK Models Siliragung.

    Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah Workshop Pentigraf yang menghadirkan narasumber Maulana Affandi, S.S., Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus penulis buku.

    Workshop Pentigraf SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

    Kegiatan ini diikuti oleh total 60 peserta, yang terdiri atas 13 peserta dari sekolah eksternal (SMP dan SMA), 21 jurnalis SMK Models, serta 26 peserta dari intra dan ekstrakurikuler sekolah.

    Dipandu oleh moderator Ananda Ayu, suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta dengan semangat tinggi mengikuti setiap sesi yang disampaikan pemateri.

    Dalam paparannya, Affandi tidak hanya membahas teori seputar penulisan pentigraf (cerita pendek tiga paragraf), tetapi juga mengajak peserta memahami makna literasi secara lebih luas.

    Ia membagikan trik sederhana agar peserta lebih mudah menulis, yakni dengan memulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    “Menulis pentigraf tidak harus dimulai dari inspirasi besar. Justru ide terbaik bisa lahir dari benda, pengalaman pribadi, atau emosi yang kita rasakan,” ungkapnya.

    Ia kemudian memperkenalkan formula menulis pentigraf melalui tiga elemen dasar, yaitu benda, emosi, dan tempat.

    Dengan menentukan ketiga unsur tersebut, penulis sudah memiliki kerangka cerita yang siap dikembangkan menjadi karya utuh.

    Workshop Pentigraf

    Untuk menambah semangat, Affandi memberikan tantangan spontan kepada beberapa peserta untuk membaca karya pentigraf dan puisi di depan forum. Peserta yang berani tampil mendapat hadiah buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Memasuki pertengahan sesi, peserta langsung diberi waktu praktik menulis pentigraf.

    Dalam waktu kurang dari 30 menit, sebagian besar peserta berhasil menuntaskan karya mereka dengan mengikuti trik yang baru saja dipelajari. Suasana ruangan pun dipenuhi antusiasme dan rasa ingin tahu.

    Di akhir sesi, Affandi mengajak peserta melakukan refleksi. Salah satu peserta dari tim Jurnalis SMK Models, Aurelia Clarista menyampaikan kesannya bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, ia merasa lebih percaya diri dan mampu menulis pentigraf dengan mudah.

    “Sebelumnya saya merasa kebingungan dalam menentukan ide pentigraf, setelah mendengar pemaparan dari Kak Affandi, ternyata ada trik menulis pentigraf jadi tidak butuh waktu lama,” ujarnya.

    Sebelum workshop ditutup, moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam kesempatan itu, Affandi berpesan kepada seluruh peserta, khususnya para jurnalis muda, untuk tidak minder dalam berkarya.

    Workshop Pentigraf di SMK Models Siliragung

    “Tidak ada karya yang buruk. Semua karya itu baik, jadi jangan pernah malu dengan karya kita sendiri,” pesannya.

    Ia juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai jurnalis dan penulis, mendorong peserta untuk terus berkarya dan menjadikan tulisan sebagai sarana menebar manfaat.

    “Menulis itu bukan sekadar hobi, tapi jalan untuk memahami diri dan dunia. Dari satu tulisan kecil, bisa lahir perubahan besar,” ujarnya menutup sesi dengan tepuk tangan meriah dari peserta.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Bulan Bahasa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung yang bekerja sama dengan KOPIWANGI, Sastrawacana, dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

  • Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Koppiwangi, sebuah organisasi yang fokus pada peningkatan pendidikan dan kesejahteraan anak di Banyuwangi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

    Kali ini, Koppiwangi menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 5 Lateng, Jumat, (24/10) dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya tindakan perundungan serta cara mencegahnya sejak dini.

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini turut menggandeng Yayasan Perlindungan Konsumen dan Advokasi Publik (YPKAP) yang diketuai oleh Alex Budi Setyawan, S.H., M.H.

    Para aktivis YPKAP bersama tim Koppiwangi menyampaikan materi edukatif seputar jenis-jenis bullying, dampak psikologis maupun sosial yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

    Sosialisasi Koppiwangi

    Dalam sesi interaktif, siswa juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pertemanan dan sikap saling menghargai antar teman.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati serta membangun kesadaran bahwa bullying bukanlah hal sepele, melainkan perilaku yang dapat merusak masa depan seseorang.

    Ketua Koppiwangi, H. Mujiono, S.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan di SDN 1 Kemiren.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan ke sekolah-sekolah lain di Banyuwangi agar semakin banyak siswa yang mendapatkan edukasi terkait pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

    “Kami ingin anak-anak Banyuwangi tumbuh dengan rasa aman, tanpa takut diintimidasi atau diremehkan. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial, peduli terhadap sesama, dan berani menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Mujiono.

    Sementara itu, Kepala SDN 5 Lateng, Rustamaji, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran Koppiwangi dan YPKAP di sekolahnya.

    Ia berharap kegiatan positif semacam ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dengan program-program lanjutan yang mampu memperkuat karakter siswa dan mempererat hubungan antar warga sekolah.

    “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Koppiwangi serta YPKAP. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan saling menghormati. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa berkesinambungan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Koppiwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dunia pendidikan, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan. (MZN)

  • Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Bicara kuliner di Banyuwangi seolah tak ada habisnya. Setiap sudut kota menawarkan cita rasa khas yang menggugah selera, seiring berkembangnya sektor ekonomi dan pariwisata yang kian menjanjikan.

    Di sektor pariwisata sendiri, kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tarik destinasi. Setiap daerah memiliki makanan khas, mulai dari hidangan berat hingga jajanan tradisional yang menggugah selera wisatawan maupun warga lokal.

    Lebih dari itu, di jantung kota ada sebuah event mingguan yang sudah lama dikenal masyarakat, yaitu Banyuwangi Creative Market (BCM).

    Kegiatan ini digelar di area Gesibu Taman Blambangan dan telah berlangsung sejak sebelum pandemi hingga sekarang.

    Pada pertengahan Agustus 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi juga meluncurkan event serupa bernama Community & Food Day (CFD).

    Acara ini diadakan setiap hari Minggu di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan kantor kecamatan hingga ke depan SMPN 1 Banyuwangi yang diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai penjuru kota.

    Perkembangan kuliner di Banyuwangi semakin terasa dengan menjamurnya kafe-kafe kekinian, baik berskala kecil maupun besar.

    Hampir di setiap sudut kota, bahkan hingga ke jalan-jalan perkampungan dan kawasan Kecamatan Glagah, kini berdiri kafe yang menawarkan aneka menu pastry dan bakery.

    Dilengkapi dengan minuman kopi modern yang digemari anak muda, banyak kafe menghadirkan konsep berkelas dengan latar pemandangan alam pedesaan, kebun, dan bukit yang memanjakan mata.

    Konsep yang sederhana namun hangat, berpadu dengan aneka roti, cake, dan kudapan manis, membuat kafe-kafe ini semakin diminati.

    Di sisi lain, meski toko roti di Banyuwangi sudah sangat banyak, mulai dari yang besar hingga rumahan, keberadaan tempat kursus atau pelatihan membuat roti masih jarang ditemui di kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gandrung ini.

    Pelatihan Alfina Bakery

    Di tengah minimnya tempat pelatihan membuat roti di Banyuwangi, Alfina Bakery Cake & Cookies atau yang akrab disebut Kedai Makmoer hadir menawarkan solusi.

    Gerai yang berlokasi di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi ini dikelola oleh Ulfiatuz Zuhro.

    Selain menjual berbagai produk roti dan kue, Ulfi juga aktif mengadakan pelatihan singkat atau LATBAR (Latihan Bareng) untuk masyarakat umum.

    Ia tak ingin sekadar disebut pemilik toko, melainkan lebih nyaman dikenal sebagai home baker, karena usaha ini berawal dari resep-resep rumahan.

    Lahir di Kecamatan Puger, Jember, Ulfi kerap mengikuti berbagai kelas khusus di kota asalnya bersama mentor berpengalaman.

    Dari situlah ia memperdalam ilmu tata boga, khususnya di bidang bakery dan pastry, hingga kini mampu membagikan pengetahuannya kepada banyak orang dengan penuh semangat.

    Roti Alfina Bakery

    Produk Alfina Bakery sangat beragam, mulai dari roti bluder, roti macan, roti tawar gandum, roti sisir, bolen, hingga sourdough cranberry.

    Setiap Minggu, Ulfi menggelar kegiatan LATBAR yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar dari dasar, mulai dari mengolah adonan hingga menghias hasil akhir.

    Pada Minggu, 19 Oktober 2025, kegiatan LATBAR kembali digelar di Kedai Makmoer dengan tiga materi pelatihan, yaitu Strawberry Shortcake, Salt Bread, dan Pastel Tutup.

    Sebanyak 15 peserta ikut berpartisipasi, berasal dari berbagai wilayah seperti Tegalsari, Genteng, dan daerah sekitar Banyuwangi.

    Salah satu peserta, Srina Lestari dari Kecamatan Tegalsari yang merupakan lulusan SMAN 1 Bangorejo tahun 2024 mengaku antusias mengikuti pelatihan untuk kedua kalinya.

    Ia merasa senang dapat mengajak rekannya ikut serta, sekaligus menambah pengalaman belajar langsung teknik dasar membuat roti dari adonan hingga hasil akhir.

    “Luar biasa senang bisa langsung praktik sesuai materi yang diajarkan Bu Ulfi,” ujarnya.

    Srina juga mengaku pelatihan ini memberinya bekal penting untuk meningkatkan keterampilan baking, baik untuk hobi maupun peluang usaha di bidang kuliner.

    Peserta lainnya, Risgiyowati atau yang akrab disapa Bu Rizgi, warga Jalan Wiji Nongko, Kelurahan Sobo, juga rutin mengikuti kegiatan ini.

    Pelatihan Membuat Roti Alfina Bakery

    Ia menilai LATBAR bukan hanya ajang belajar, tetapi juga sarana menyegarkan pikiran setelah sibuk bekerja.

    “Lewat kegiatan ini, saya bisa bertemu peserta lain, berbagi cerita, dan menambah referensi materi pelatihan untuk dipraktikkan di rumah bersama keluarga,” tuturnya.

    Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan tentang pastry dan bakery.

    Pelatihan singkat seperti LATBAR Alfina Bakery tidak hanya menambah kreativitas dan keterampilan, tetapi juga memperluas jejaring (networking) di antara pelaku kuliner yang memiliki semangat dan minat yang sama.

    Jika Anda tertarik untuk mengikuti LATBAR ini, bisa menghubungi Ulfi di nomor 081333924441 atau datang langsung ke Kedai Makmoer di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi.

  • Peluncuran Buku Antologi Gotong Royong dan Lamunan Seorang Wartawan Warnai Bulan Bahasa di Banyuwangi

    Peluncuran Buku Antologi Gotong Royong dan Lamunan Seorang Wartawan Warnai Bulan Bahasa di Banyuwangi

    Bertepatan dengan momentum Bulan Bahasa, dua buku baru, yaitu Antologi Gotong Royong dan Lamunan Seorang Wartawan resmi diluncurkan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banyuwangi pada Jumat (17/10).

    Kegiatan yang digagas oleh Penerbit Lintang Banyuwangi, Komunitas Gotong Royong 45, dan Kopiwangi ini dihadiri oleh puluhan pegiat literasi, penulis, akademisi, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah.

    Peluncuran dua buku tersebut mendapat sambutan positif. Selain menjadi ruang temu antarkomunitas, acara ini juga menegaskan semangat kolaborasi dalam memperkuat tradisi menulis di Banyuwangi.

    Dua buku yang diluncurkan memiliki karakter berbeda namun sama kuat secara pesan.

    Peluncuran Buku Antologi Gotong Royong dan Lamunan Seorang Wartawan (3)

    Antologi Gotong Royong berisi kumpulan puisi dan pentigraf dua bahasa (Indonesia–Using) yang ditulis oleh puluhan penulis Banyuwangi, termasuk penyair difabel.

    Sementara Lamunan Seorang Wartawan karya Ricky Sulivan merupakan novel fiksi yang mengangkat realitas profesi jurnalis di lapangan.

    Acara peluncuran dipandu oleh Maria Ulfa dari Kopiwangi dan dibuka secara resmi oleh Maulana Affandi, S.S., Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus Pemimpin Redaksi sastrawacana.id/ selaku media partner.

    Dalam sambutannya, Affandi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan peluncuran buku tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dinas Kominfo, Komunitas Gotong Royong 45, Kopiwangi, hingga para penulis yang telah berkontribusi melahirkan karya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kolaborasi antara penerbit, komunitas literasi, dan para penulis menjadi bukti bahwa semangat menulis dan berkarya di Banyuwangi masih terus tumbuh.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Lina Kamalin, M.Pd., selaku penasihat Kopiwangi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan kekuatan sinergi antarpenulis dan komunitas.

    “Lahirnya Buku Antologi Gotong Royong ini merupakan cerminan dari proses panjang kolaborasi banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia literasi. Setiap tahap, mulai dari penulisan hingga penerbitan, dijalani dengan semangat saling mendukung dan belajar bersama. Proses itulah yang membuat buku ini tidak hanya menjadi kumpulan tulisan, tetapi juga simbol nyata bagaimana kebersamaan dapat melahirkan karya yang bermakna bagi Banyuwangi,” ujarnya.

    Peluncuran Buku Antologi Gotong Royong dan Lamunan Seorang Wartawan (4)

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi H. Yusuf Khoiri yang menyampaikan bahwa pihaknya terus membuka ruang bagi kegiatan literasi publik.

    “Aula ini terbuka untuk siapa pun yang ingin menggelar kegiatan serupa. Kami ingin tempat ini menjadi ruang bersama bagi para pegiat literasi, penulis, maupun komunitas yang ingin berbagi gagasan dan karya. Buku Antologi Gotong Royong juga sudah kami unggah ke perpustakaan digital agar dapat diakses oleh masyarakat luas, semoga bisa menginspirasi banyak orang,” jelasnya.

    Selain peluncuran buku, acara juga dimeriahkan oleh sejumlah penampilan dari para peserta.

    Salah satunya datang dari Saimah, seorang veteran perdamaian yang membacakan puisi karyanya sendiri berjudul Masa Transisi.

    Saimah Veteran

    Dengan suara yang tegas namun sarat penghayatan, ia berhasil memikat perhatian. Suasana aula seketika hening, diiringi keharuan dan empati yang terasa menyelubungi ruangan.

    Penampilan dilanjutkan oleh Afina Alana Qolbi, siswi MI Darun Najah 2 Banyuwangi yang membawakan dongeng Legenda Banyuwangi. Dengan gaya bertutur khas anak-anak, ia berhasil menghidupkan kembali kisah klasik yang menjadi identitas daerah.

    Memasuki sesi diskusi, Ricky Sulivan menjelaskan bahwa Lamunan Seorang Wartawan ditulis berdasarkan pengalaman nyata selama bertahun-tahun menjadi jurnalis.

    “Saya melihat banyak rekan seprofesi yang kehilangan arah di tengah tekanan pekerjaan. Di satu sisi, jurnalis dituntut untuk cepat dan akurat, namun di sisi lain, nilai-nilai idealisme dan kemanusiaan juga sering terpinggirkan. Dari kegelisahan itu, buku ini lahir sebagai refleksi,” tuturnya.

    Sementara itu, dua panelis, Yeti Chotimah dan Andi Budi Setiawan, S.Pd, memaparkan pandangan mereka tentang penerbitan Antologi Gotong Royong.

    Keduanya sepakat bahwa buku ini hadir bukan hanya untuk memeriahkan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai bentuk nyata kolaborasi antarpenulis dan komunitas literasi di Banyuwangi.

    Yeti Chotimah menjelaskan, semangat utama dari penerbitan buku ini adalah menghidupkan kembali gairah menulis di kalangan generasi muda.

    “Kami ingin anak-anak muda terus menulis, membaca, dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi di daerahnya masing-masing. Semangat gotong royong adalah jantung dari gerakan ini,” ujar Yeti.

    Sementara itu, Andi Budi Setiawan, S.Pd, menekankan pentingnya menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian dari gerakan sosial yang berkelanjutan.

    “Literasi tidak boleh berhenti di acara peluncuran buku atau lomba menulis semata. Harus ada kesinambungan, ruang belajar, dan dukungan antarpegiat agar ekosistemnya tetap tumbuh,” kata Andi.

    Menjelang akhir acara, sejumlah kurator dan tokoh literasi memberikan apresiasi. Iqbal Baraas, dosen Universitas Ibrahimy, yang menilai bahwa karya para penulis Banyuwangi semakin matang, baik secara tema maupun teknik penulisan.

    Apresiasi juga disampaikan oleh Mujiono, S.H., Thomas Raharto, dan Drs. Jaenuri NZ. Mereka menilai kegiatan semacam ini perlu terus digelar agar literasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto para penulis, kurator, dan tamu undangan.

    Peluncuran dua buku ini menjadi bukti bahwa semangat literasi Banyuwangi tidak pernah padam, melainkan terus tumbuh melalui kolaborasi dan kerja gotong royong.

  • Peluncuran Buku Sangang Puluh Sanga (99) Karya Jaenuri, Upaya Menghidupkan Bahasa Using Lewat Sastra

    Peluncuran Buku Sangang Puluh Sanga (99) Karya Jaenuri, Upaya Menghidupkan Bahasa Using Lewat Sastra

    Suasana haru dan semarak mewarnai peluncuran buku puisi berbahasa Using bertajuk “Sangang Puluh Sanga (99)”, karya Drs. Ir. Jainuri, NZ, M.Pd yang digelar di LKP TMB Elit, Lemahbang Dewo, Sabtu (12/10).

    Buku Sangang Puluh Sanga (99) merupakan karya ketiga Jainuri dalam genre puisi berbahasa Using, setelah sebelumnya ia menerbitkan Guritan Telu Likur (23) dan Guritan Suwidak Siji (61).

    Ketiga buku tersebut membentuk semacam trilogi yang memperlihatkan konsistensi dan dedikasi Jainuri dalam menghidupkan bahasa Using melalui sastra.

    Acara yang dipandu oleh Nikmatur Rosyida ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pegiat seni budaya.

    Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, S.Pd, M.M; Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Drs. Hasan Basri; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, M.Si; budayawan sekaligus Ketua Kiling Using, Aekanu Hariyono; serta perwakilan dari berbagai komunitas literasi dan seni, termasuk komunitas sastra Kopiwangi.

    Para peserta yang hadir berasal dari beragam elemen, mulai dari pengajar, pegiat literasi, seniman, budayawan, serta mahasiswa dan pelajar yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peluncuran buku ini.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, S.Pd.,  M.M, memberikan apresiasi mendalam terhadap karya Jainuri. Ia bahkan membacakan salah satu puisi dari buku tersebut yang berjudul “Guru”.

    “Inilah hasil kristalisasi intuisi yang kemudian dijadikan karya. Sebuah proses kreatif yang tidak bisa diraih secara instan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, “Jika seseorang bisa terus melahirkan karya, berarti orang itu luar biasa. Apalagi jika karya itu mampu menginspirasi dan mengangkat budaya lokal seperti yang dilakukan Pak Jainuri.”

    Sementara itu, dalam testimoni, Aekanu Hariyono, budayawan Banyuwangi yang juga Ketua Kiling Using, menyampaikan bahwa kehadiran buku Sangang Puluh Sanga (99) menjadi oase dalam upaya pelestarian budaya daerah, khususnya bahasa Using.

    “Karya ini bisa digunakan untuk nguri-nguri Bahasa Using agar tetap hidup di kalangan generasi muda. Ini penting agar anak-anak kita tidak kehilangan jati dirinya,” ujarnya.

    Apresiasi tertulis juga datang dari Ketua DKB, Drs. Hasan Basri. Ia menilai buku puisi Using karya Jainuri memiliki kompleksitas yang tinggi, bukan hanya dari sisi bahasa, tetapi juga tema-tema yang diangkat.

    Acara peluncuran buku juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni, salah satunya penampilan Avila, murid MI Islamiyah Rogojampi, yang membawakan dongeng berjudul Sritanjung Hidup Lagi.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, M.Si, turut memberikan testimoni. Ia berharap karya ini dapat menjangkau lebih luas generasi muda.

    “Pak Jaenuri menginspirasi kita semua. Buku ini bisa menjadi jendela budaya. Anak-anak muda Banyuwangi harus tahu bahwa bahasa Using itu kaya, dan puisi adalah cara indah untuk menyampaikannya,” tegas Taufik.

    Sementara itu, Ketua komunitas Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, yang juga dikenal sebagai penyair puisi, turut memberikan apresiasi dengan peluncuran buku puisi ini.

    “Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan tonggak sejarah bagi perkembangan literasi lokal. Kita perlu mendukung lebih banyak karya seperti ini agar semangat berkarya tidak pernah padam, khususnya dalam bahasa ibu kita sendiri,” kata Andi.

    Buku Sangang Puluh Sanga (99) berisi 99 puisi yang seluruhnya ditulis dalam bahasa Using.

    Sebuah usaha nyata dari Jainuri untuk memperkenalkan kembali keindahan bahasa lokal kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk karya sastra yang dapat dinikmati lintas generasi.

    Acara peluncuran ini bukan hanya menjadi ajang perayaan karya sastra, tetapi juga ruang temu dan diskusi lintas komunitas tentang pentingnya menjaga budaya dan bahasa daerah di tengah arus globalisasi.

  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gaungkan Inovasi dan Program Unggulan Lewat Lomba Video Kreatif

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gaungkan Inovasi dan Program Unggulan Lewat Lomba Video Kreatif

    Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Rogojampi menggelar acara pengumuman pemenang lomba video kreatif dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula RS PKU pada Selasa, 23 September 2025.

    Terdapat dua kategori lomba yang diselenggarakan, yakni Lomba Video Kreatif Program Unggulan khusus bagi pegawai yang diikuti oleh 17 unit kerja di lingkungan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, dan Lomba Video Kreatif untuk Umum yang mengangkat tema seputar dunia kesehatan.

    Dukungan penuh datang dari Kabag Administrasi Keuangan, Nur Imron Rosyadi, S.E, M.M yang terus berinovasi dalam mengembangkan program rumah sakit hingga bisa berkembang seperti saat ini.

    Tak luput pula, kontribusi besar dari Kabid Pelayanan Medis, dokter Gita Putri Santoso yang juga turut mendampingi dan memberi motivasi kepada segenap unit untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan inovasi yang telah dicanangkan oleh pihak Rumah Sakit.

    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham
    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham (Dok. sastrawacana.id/)

    Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, khususnya untuk menjaga pola hidup sehat.

    Dalam sambutannya, dr. Fuadi mengapresiasi kerja keras panitia, partisipasi pegawai, dan antusiasme para peserta yang telah menunjukkan semangat kreativitas dalam era digital yang relevan dengan isu-isu kesehatan saat ini.

    "Kita memang perlu memaksimalkan serta memanfaatkan teknologi digital saat ini untuk mengkampanyekan kesehatan kepada masyarakat luas, salah satunya dengan lomba video kreatif ini," paparnya.

    Ketua MPKU PCM Rogojampi

    Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua MPKU PCM Rogojampi, Ir. H. Hudiyono yang menyampaikan bahwa RSU PKU Muhammadiyah terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keIslaman.

    "Kami bangga melihat perkembangan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi yang terus meningkat setiap tahunnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai dasar pelayanan," terangnya.

    Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus Kasubbag Marketing RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, Heri Iskandar, S.Kep., Ners.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil RS PKU Muhammadiyah untuk mengasah kreativitas dan membangun citra positif rumah sakit di mata publik melalui media digital.

    Periode lomba berlangsung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2025 dan berhasil menjaring puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

    Tiga orang juri dipercaya untuk menilai karya peserta, yaitu dua juri internal RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, diantaranya Heri Iskandar, yang juga merupakan konten kreator dan Rangga, desainer grafis sekaligus editor video.

    Juri Lomba Video Kreatif

    Sementara dari eksternal, hadir Maulana Affandi, Pemimpin Redaksi media online sekaligus direktur Penerbit Lintang Banyuwangi yang memiliki pengalaman dalam bidang digital marketing.

    Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama: kreativitas, manfaat, dan kualitas teknis. Berikut adalah daftar pemenang dari masing-masing kategori:

    Juara Lomba Video Kreatif Program Unggulan (Internal Pegawai):

    1. Unit Poliklinik
    2. Unit Kebidanan
    3. Unit Kamar Operasi

    Juara Lomba Video Kreatif Kesehatan (Umum):

    1. Abdul Rahman
    2. Puskesmas Gladag
    3. Threefource

    Juara Lomba Video Kreatif RS PKU Muhammadiyah Rogojampi

    Acara pengumuman pemenang ini sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Melalui program ini, pihak RS berharap dapat terus meningkatkan semangat kolaborasi antar tim serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

    Jurnalis: Maulana Affandi

  • UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari, berhasil mengangkat potensi UMKM warganya hingga menembus pasar internasional.

    Upaya ini dilakukan dengan memberikan dukungan branding, kemasan, dan promosi secara gratis yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Sejak 2023, berbagai produk UMKM Desa Karangrejo mulai dipasarkan melalui website resmi desa serta platform digital lainnya.

    Produk unggulan yang ditawarkan meliputi keripik, sale pisang, beras kencur, hingga degan jelly. Harga produk pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan, sehingga mudah diterima pasar.

    Langkah ini sangat membantu para pelaku UMKM, yang kebanyakan sebelumnya kesulitan melakukan pemasaran secara mandiri

    Dengan adanya dukungan dari desa, mereka kini dapat menjangkau konsumen lebih luas hingga ke mancanegara.

    Selain itu, Desa Karangrejo juga pernah berpartisipasi dalam ajang Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada tahun 2024.

    Pada kesempatan itu, produk sale pisang asal Karangrejo menjadi salah satu produk dengan penjualan terbanyak.

    Ibu Sriami, istri Kepala Desa Karangrejo, menyampaikan bahwa dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Pelayanan ini kami lakukan agar pelaku UMKM di Karangrejo bisa lebih maju. Harapannya, perekonomian desa semakin meningkat dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

    Dalam pengelolaan promosi, Desa Karangrejo memiliki tim khusus yang terdiri dari Alvin dan Hendra.

    Keduanya berperan penting dalam membantu masyarakat membuat branding produk sekaligus memasarkan hingga berhasil dikenal di luar negeri.

    Dengan kolaborasi antara desa, BUMDes, dan pelaku UMKM, Desa Karangrejo semakin menunjukkan diri sebagai desa yang mampu memanfaatkan potensi digital untuk kemajuan ekonomi warganya.

  • Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Desa Karangrejo di Kecamatan Blimbingsari memiliki salah satu daya tarik yang membedakannya dari desa lain, yakni keberadaan perpustakaan desa dengan koleksi yang lengkap dan terawat.

    Perpustakaan yang dikenal dengan nama Perpustakaan Cendana ini setiap hari selalu ramai dikunjungi warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang untuk membaca atau sekadar mencari inspirasi dari buku yang tersedia.

    Koleksi buku di Perpustakaan Cendana sangat beragam. Tidak hanya buku bacaan umum, tetapi juga terdapat buku-buku tentang usaha dan pengembangan keterampilan.

    Hal ini membuat perpustakaan benar-benar menjadi sarana belajar sekaligus ruang berbagi pengetahuan bagi masyarakat Karangrejo.

    Kepala Desa Karangrejo, Subandriyo, menuturkan bahwa keberadaan perpustakaan ini menjadi kebanggaan seluruh warga.

    Kepala Desa Karangrejo
    Subandriyo, Kepala Desa Karangrejo

    “Perpustakaan ini bisa berdiri kokoh berkat kerja sama semua pihak. Perangkat desa dan masyarakat sama-sama menjaga dan menghidupkan. Kolaborasi adalah kunci utama keberhasilannya,” ucapnya.

    Sekretaris Desa Karangrejo, Abdul Haris, juga menambahkan pentingnya keberadaan perpustakaan ini.

    “Di sini ada berbagai jenis buku, termasuk buku tentang usaha. Harapannya, ketika masyarakat membaca, mereka bisa mendapatkan ide dan semangat baru untuk mencoba hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

    Perpustakaan Cendana tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga telah mengukir prestasi.

    Tahun ini, perpustakaan desa Karangrejo berhasil masuk enam besar dalam ajang Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (APPPU) Terbaik Desa tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan desa ini terus berkembang dan mampu bersaing di level provinsi.

    Pemerintah Desa Karangrejo berharap perpustakaan yang telah menjadi kebanggaan bersama ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempertahankan prestasi yang pernah diraih.

  • Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke 68 dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Perkumpulan Gotong Royong 45 bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/, Jurnalnews, dan Penerbit Lintang menggelar kunjungan ke dua tokoh veteran di Banyuwangi, yaitu IGB Sudharma dan Saimah, S.Hub. Int pada Sabtu (9/8/25).

    Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025), rombongan juga bertakzim kepada istri para pejuang kemerdekaan, yaitu Chasiastoetie (85), istri mendiang Suherman yang dimakamkan di TMP Wiswa Raga Satria, serta Wahyuni Oneng (89), istri mendiang Soedarsono Pr, anggota Brigade XII Mas TRIP Jatim yang turut mempertahankan kemerdekaan bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

    Safari juga mengajak generasi muda untuk terus mengenang perjuangan para pejuang sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

    Tidak sekadar berkunjung, tim turut melakukan sesi wawancara podcast dan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube sastrawacana.id/.

    Harapannya, kisah perjuangan ini dapat tersampaikan ke seluruh pelosok negeri, terutama kepada anak muda yang menjadi penerus bangsa,

    Sesi Pertama: Menyusuri Kisah Perjuangan IGB Sudharma

    Veteran IGB Sudharma
    Veteran IGB Sudharma (Dok. sastrawacana.id/)

    Kunjungan pertama berlangsung di kediaman IGB Sudharma, Perumahan Kalipuro Asri, Banyuwangi.

    Sebagai informasi, IGB Sudharma adalah sosok pejuang yang cukup menginspirasi anak muda.

    Ia kerap datang di berbagai kegiatan sekolah untuk memberi motivasi dan semangat untuk mencintai tanah air dan pelestarian jiwa serta nilai juang 45.

    Dalam sesi wawancara yang dipandu oleh Heri Iskandar, veteran yang pernah bertugas di Timor Timur ini memaparkan pengalamannya bertaruh nyawa demi menjalankan misi negara.

    Ia bercerita bagaimana setiap hari harus saling rangkul dan bekerjasama dengan sesama prajurit karena situasi saat itu sangat genting.

    "Saat itu, saya dan rekan-rekan bertugas di Timor Timur dan pernah bersama Pak Prabowo Subianto. Setiap hari kami berada di garis depan, menghadapi medan berat, dan siap berkorban kapan saja demi merah putih,” ujar IGB Sudharma dengan sorot mata yang tajam, sembari tunjukkan lengan yang sempat terkena peluru.

    Dikenal sebagai petarung andal, IGB Sudharma menguasai berbagai cabang bela diri seperti karate, judo, dan tinju.

    Ia bahkan menunjukkan sejumlah dokumentasi saat melatih bela diri, memperlihatkan sisi kedisiplinan dan ketangguhan yang masih terjaga hingga kini.

    Di penghujung sesi, suasana berubah haru ketika IGB Sudharma membacakan puisinya berjudul Balada Seorang Veteran. Suaranya bergetar, air mata pun menetes.

    “Puisi ini saya tulis untuk semua pejuang yang pernah merasakan dingin malam dan panasnya peluru demi negeri ini,” tuturnya.

    Selain dikenal sebagai pejuang, IGB Sudharma juga seorang penyair yang telah merangkai kata sejak masa muda.

    Bahkan saat masih aktif bertugas, ia tetap menyempatkan diri menulis puisi. Semua karyanya kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul Memoar Sang Veteran yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang.

    Sesi Kedua: Menapak Jejak Perjalanan Saimah

    Veteran Saimah
    Veteran Saimah (Dok. sastrawacana.id/)

    Usai dari kediaman IGB Sudharma, rombongan melanjutkan kunjungan ke Perumahan Brawijaya Cevila Indah, tempat tinggal Saimah, S.Hub. Int.

    Veteran wanita ini menyambut tim dengan ramah, mengenakan seragam tugasnya sambil memperkenalkan diri dan bercerita tentang awal mula pengabdiannya di TNI AD hingga kini jadi komandan Kaminved Situbondo.

    Sesi wawancara kepada Saimah dipandu oleh Bung Aguk PPM yang merupakan anak seorang veteran juga.

    Dalam sesi wawancara, diketahui karier militer Saimah dimulai dari Disinfolahta Mabes AD. Diawali dari situ, ia mulai menapaki perjalanan panjang yang membawanya ke berbagai penugasan penting.

    Salah satunya pada tahun 2014, Saimah dipercaya untuk bergabung dengan Satgas Indobat XXIII-H Unifil di Lebanon sebagai Pasi Cimic.

    Delapan tahun kemudian, tepatnya 2022, ia mengemban amanat menjadi UN Military Staff Minusca di Central Asia Pasific.

    Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi ajudan dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

    Meski dikenal tegas dan berwibawa di lapangan, Saimah memiliki sisi seni yang kuat, ternyata Saimah memiliki sosok feminis, ia gemar menari dan menulis puisi.

    Dalam kunjungan ini, ia menorehkan karya berjudul Masa Transisi yang dibacakan langsung dengan suara merdu dan lantang.

    Tak hanya berkarier di dunia militer, Saimah juga mengelola sebuah klinik terapi kesehatan yang menawarkan layanan hipnoterapi, akupuntur, refleksi, bekam, dan akupresur.

    "Saya ingin tetap bermanfaat untuk masyarakat. Setelah saya pensiun, saya ingin membantu masyarakat karena menjaga kesehatan juga bagian dari pengabdian," ucapnya.

    Di akhir sesi, Saimah mengajak seluruh tim untuk menyaksikan tayangan video perjuangan para prajurit Indonesia.

    Video itu memperlihatkan dedikasi dan pengorbanan mereka di medan tugas, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari kerja keras dan pengorbanan tanpa pamrih.

    Menghidupkan Semangat Perjuangan di Hati Generasi Muda

    Rombongan Gotong Royong 45
    Rombongan Gotong Royong 45 (Dok. sastrawacana.id/)

    Kegiatan kunjungan ini menjadi momen refleksi mendalam yang diharapkan tetap menghidupkan semangat perjuangan dan cinta tanah air agar terus terwariskan kepada generasi penerus bangsa.

    Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45 yang menaungi Sanggar Merah Putih, JRKBB, Asosiasi Usaha Mikro Kecil, dan Koperasi bersama IWAPI juga yang berpartisipasi serta para mitra medianya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi para veteran agar kisah perjuangan mereka tidak lekang oleh waktu.

    Usai veteran membacakan puisi, juga diimbangi oleh lantunan puisi karya Bung Karno oleh Reyhan Tholib, remaja asal Jalen yang kakeknya bernama Ismail, seorang veteran dalam mempertahan kemerdekaan saat agresi Belanda di wilayah Sempu dan Genteng.

    Seperti yang disampaikan oleh Bung Aguk selaku ketua Gotong Royong 45, bahwa veteran merupakan saksi sejarah yang kisah perjuangannya harus diabadikan.

    "Veteran adalah saksi sejarah hidup. Kita punya kewajiban menjaga cerita mereka agar tidak hilang, karena dari merekalah kita belajar arti kemerdekaan yang sesungguhnya," tukas Bung Aguk sembari pekik salam nasional "Merdeka, merdeka.. Merdeka..!" yang disambut 17 orang kafilah dengan kepalan tangan dan hormat.

    Penulis: Maulana Affandi/Bung Aguk