Kategori: Menurut Para Ahli

  • 10 Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    Pengertian Industri Menurut Para Ahli

    Berdasarkan etimologi, kata “industri” berasal dari bahasa Inggris “industry” yang berasal dari bahasa Prancis Kuno “industrie” yang berarti “aktivitas” yang kemudian berasal dari bahasa Latin “industria” yang berarti “kerajinan, aktivitas”. Industri merupakan kata nomina.

    Dalam arti luas, pengertian industri adalah segala kegiatan ekonomi yang bersifat produktif atau menghasilkan keuntungan. Sedangkan pengertian industri menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Menurut Teguh S. Pambudi

    Pengertian industri adalah sekelompok perusahaan yang bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat saling menggantikan antara yang satu dengan yang lainnya.

    2. Menurut Hinsa Sahaan

    Industri adalah bagian dari sebuah proses yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi sehingga menjadi sebuah barang baru yang memiliki nilai lebih bagi kebutuhan masyarakat.

    3. Menurut Wirasti dan Dini Natalia

    Industri diartikan sebagai pengolahan barang setengah jadi menjadi barang yang telah jadi sehingga dapat mendatangkan sebuah keuntungan bagi pelaksanaannya.

    4. Menurut Sandi (2010:148)

    Industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.

    5. UU Perindustrian No 5 Tahun 1984

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri.

    6. Sumaatmaja, 2008

    Dari sudut pandang geografi, Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan sub sistem fisis dan sub system manusia.

    7. Menurut Winardi (2005; 181)

    Industri adalah usaha produktif terutama dalam bidang produksi atau perusahaan tertentu yang menyelenggarakan jasa-jasa misalnya transportasi dan perhubungan yang mempergunakan modal tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

    8. Menurut Hasibuan dan Usman (2002;41)

    Dalam arti sempit industri didefinisikan sebagai kumpulan perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk yang homogen.

    Sedangkan definisi industri dalam arti luas, yakni kumpulan perusahaan yang memproduksi barang substitusi dekat (close substitutes) artinya barang dengan elastisitas permintaan silang yang positif dan tinggi (goods with high positive cross elasticities of demand).

    9. KBBI

    Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin.

    10. Menurut G. Kartasapoetra (1987)

    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan-bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bernilai tinggi.

  • Pengertian Argumentasi Menurut Ahli Dan Ciri Cirinya

    Pengertian Argumentasi Menurut Ahli Dan Ciri Cirinya

    Argumentasi merupakan salah satu keterampilan penting dalam komunikasi dan literasi ilmiah yang digunakan untuk menyampaikan pendapat secara logis dan meyakinkan.

    Dengan argumentasi, seseorang dapat memberikan alasan, bukti, dan justifikasi yang mendukung atau menolak suatu gagasan, pendapat, atau pernyataan.

    Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdiskusi, membuat keputusan, atau memecahkan masalah secara rasional.

    Pengertian Argumentasi Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli memiliki pandangan yang beragam mengenai pengertian argumentasi, tergantung pada sudut pandang komunikasi, pendidikan, atau sains. Secara umum, argumentasi dipahami sebagai usaha untuk menyampaikan pendapat yang didukung oleh fakta, bukti, atau analisis rasional agar dapat meyakinkan lawan bicara atau pembaca. Untuk memahami lebih rinci konsep argumentasi, berikut ini beberapa pengertian argumentasi menurut para ahli.

    1. Menurut Nursisto (1999: 43)

    Pengertian argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.

    2. Menurut Keraf (2010)

    Argumentasi merupakan usaha untuk mengajukan bukti-bukti atau menentukan kemungkinan-kemungkinan penyebab atau untuk menyatakan pendapat mengenai suatu hal.

    3. Menurut Andriani (2018)

    Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut.

    4. Menurut Yan & Enduran (2008)

    Argumentasi merupakan komponen penting dalam literasi ilmiah, sehingga dengan mampu berargumen secara baik peserta didik tersebut sudah mampu menguasai konsep suatu materi.

    5. Menurut Simon, Erduran, & Osborne (2006)

    Argumentasi merupakan proses mengumpulkan berbagai komponen yang dibutuhkan untuk membangun suatu pendapat atau argumen.

    6. Menurut Dawson (2017)

    Argumentasi dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat keputusan dan ilmu pengetahuan ilmiahnya.

    Ciri Ciri Argumentasi

    Nursisto (1999: 43) mengemukakan ciri-ciri argumentasi adalah sebagai berikut.

    1) Mengandung bukti dan kebenaran.
    2) Alasan kuat.
    3) Menggunakan bahasa denotatif.
    4) Analisis rasional (berdasarkan fakta).
    5) Unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi (sedapat mungkin tidak
    ada).

    Indriati (2001: 79) menyatakan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Lima ciri-ciri tersebut antara lain: 1) klaim (claim), 2) bukti afirmatif (setuju) dan bukti kontradiktif (bantahan), 3) garansi/justifikasi (warrant), 4) kompromi (concessions), 5) sumber aset (reservations).

  • 8 Pengertian Psikomotorik Menurut Ahli

    8 Pengertian Psikomotorik Menurut Ahli

    Pengertian Psikomotorik

    Psikomotorik diartikan sebagai suatu aktifitas fisik yang berhubungan dengan proses mental dan psikologi seseorang.

    Psikomotorik berkaitan dengan keterampilan, seperti lompat, lari, melukis dan menyusun, dan sebagainya.

    Karena berkaitan dengan keterampilan, maka psikomotorik terkandung dalam mata pelajaran praktik.

    Sementara dalam KBBI, Psikomotorik adalah berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi.

    Pengertian Psikomotorik Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian psikomotorik menurut para ahli:

    1. Bloom

    Ranah psikomotorik adalah pencapaian yang dimiliki oleh seseorang berbentuk sebuah keterampilan manipulasi yang melibatkan kinerja otot dan segala kekuatan fisik.

    Hal ini akan membuat seseorang dapat dilihat telah mencapai standar yang diukur atau belum.

    2. Simpson

    Psikomotorik adalah hasil belajar yang akan tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan individu dalam melakukan sesuatu yang bersifat nyata.

    Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    3. Arikunto

    Penilaian psikomotorik berkaitan dengan hubungan kerja otot dan menyebabkan gerakan tubuh, gerakan dimulai dari hal yang sederhana sampai kegiatan yang rumit. Ranah psikomotorik adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik.

    4. Singer (1972)

    Menambahkan bahwa mata pelajaran yang berkaitan dengan psikomotor adalah mata pelajaran yang lebih beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi–reaksi fisik dan keterampilan tangan.

    Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu.

    5. Anwar

    Psikomotorik adalah sebuah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan yang dimiliki seseorang.

    Penilaian dilakukan dengan melihat gerak yang dilakukan baik gerakan dasar atau gerakan yang dilakukan secara kreatif.

    6. Menurut Mardapi (2003)

    Keterampilan psikomotor ada enam tahap, yaitu: gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komunikasi nondiskursif.

    7. Buttler (1972)

    Membagi hasil belajar psikomotor menjadi tiga, yaitu: specific responding, motor chaining, dan rule using.

    Pada tingkat specific responding peserta didik mampu merespons hal-hal yang sifatnya fisik, (yang dapat didengar, dilihat, atau diraba), atau melakukan keterampilan yang sifatnya tunggal.

    Pada motor chaining peserta didik sudah mampu menggabungkan lebih dari dua keterampilan dasar menjadi satu keterampilan gabungan.

    Pada tingkat rule using peserta didik sudah dapat menggunakan pengalamannya untuk melakukan keterampilan yang kompleks.

    8. Dave (1967)

    Dalam penjelasannya mengatakan bahwa hasil belajar psikomotor dapat dibedakan menjadi lima tahap, yaitu: imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi.

  • 10 Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

    Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, sekaligus ruang interaksi dan pertukaran barang atau jasa dalam sebuah sistem ekonomi.

    Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, sekaligus ruang interaksi dan pertukaran barang atau jasa dalam sebuah sistem ekonomi.

    Di dalamnya berlangsung proses tawar-menawar, pemenuhan kebutuhan, hingga pembentukan harga, sehingga pasar tidak hanya dipahami sebagai lokasi fisik, tetapi juga sebagai mekanisme yang mengatur bagaimana permintaan dan penawaran saling bekerja.

    Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi pasar menurut para ahli.

    1. Menurut William J Stanton

    Pengertian pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan untuk meraih kepuasan dengan menggunakan uang untuk berbelanja dan mempunyai kemauan untuk membelanjakan uang tersebut.

    2. Menurut Simamora

    Pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai kebutuhan dan keinginan terhadap suatu produk tertentu, mempunyai kemauan dan kemampuan untuk membeli produk tersebut dan mempunyai kesempatan untuk memutuskan membeli suatu produk.

    3. Menurut Santoso (2017)

    Pasar sebagai tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.

    4. Kotler dan Amstrong

    Kotler dan Amstrong berpendapat bahwa pengertian pasar merupakan seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa.

    5. Menurut Mankiw (2007)

    Pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual dari sebuah barang atau jasa tertentu

    6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

    Pengertian pasar menurut KBBI adalah tempat sekumpulan orang yang melakukan transaksi jual beli. Pasar merupakan suatu tempat yang digunakan untuk jual beli yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau perkumpulan dengan maksud untuk dapat mencari derma.

    7. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 23/MPP/Kep/1/1998

    Menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 23/MPP/Kep/1/1998 tentang lembaga-lembaga usaha perdagangan, pasar didefinisikan sebagai tempat bertemunya pihak penjual dan pihak pembeli untuk melaksanakan transaksi dimana proses jual beli terbentuk, yang menurut kelas mutu pelayanan, dapat digolongkan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

    8. Menurut Wikipedia

    Pengertian pasar adalah sebuah hubungan sosial, sistem, prosedur, institusi, dan infrastruktur di mana terdapat sebuah usaha dalam menjual barang dan jasa serta tenaga kerja untuk sekumpulan orang dengan imbalan yang berupa uang.

    9. Handri Ma’aruf

    Kata “pasar” mempunyai 3 pengertian, antara lain :

    1) Pasar dalam arti “tempat”, merupakan sebuah tempat untuk bertemunya para penjual dengan pembeli.
    2) Pasar dalam arti “penawaran serta permintaan”, merupakan pasar sebagai tempat terjadinya kegiatan transaksi jual beli.
    3) Pasar dalam arti “sekumpulan anggota masyarakat yang mempunyai kebutuhan serta daya beli“, lebih merujuk pada 2 hal, yaitu daya beli dan kebutuhan. Pasar merupakan sekumpulan orang yang berusaha untuk mendapatkan jasa atau barang serta mempunyai kemampuan untuk membeli barang tersebut.

    10.  Ehrenberg et al. (2003)

    Pasar adalah tempat perjumpaan antara pembeli dan penjual. Barang atau jasa sebagai produk yang dipertukarkan oleh pembeli dan penjual. Dalam pertukaran itu muncul harga atas barang atau jasa yang dipertukarkan.

  • 10 Pengertian Miskonsepsi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Miskonsepsi Menurut Para Ahli

    Pengertian miskonsepsi adalah pemahaman yang salah atau tidak sesuai dengan suatu konsep tertentu.

    Miskonsepsi adalah suatu pemikiran siswa yang salah atau bertentangan dengan teori ilmiah yang telah dikemukakan oleh para ahli dan sudah melekat dalam diri siswa itu sendiri.

    Dalam definisi lain, pengertian miskonsepsi adalah ide atau pandangan yang keliru mengenai suatu konsep yang dipahami oleh seseorang yang tidak sesuai dengan konsep yang disepakati dan dianggap benar oleh para ahli.

    Pengertian Miskonsepsi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi miskonsepsi menurut para ahli.

    1. Suparno (2005)

    Miskonsepsi atau salah konsep adalah suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu, bentuk miskonsepsi dapat berupa konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, pandangan yang naïf.

    2. Jeanne (dalam Suparno, 2005)

    Miskonsepsi adalah kepercayaan yang tidak sesuai dengan penjelasan yang diterima umum dan terbukti sahih tentang suatu fenomena atau peristiwa.

    3. Suwarto (2013:76-77)

    Menambahkan miskonsepsi adalah konsep yang tidak cocok dengan konsep para ilmuwan. Konsep tersebut dibangun berdasarkan akal sehat terhadap pengalaman sehari-hari dan dan pengetahuan.

    4. Dykstra (2016:27)

    Miskonsepsi adalah ketidakpahaman siswa terhadap suatu konsep karena berdasarkan pengalaman pribadi dan pemikirannya saja.

    5. Brown (dalam Suparno, 2005)

    Menjelaskan miskonsepsi merupakan suatu pandangan yang naif dan mendefinisikan sebagai gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang sekarang diterima.

    6. Ormrod (2009)

    Menyatakan bahwa miskonsepsi adalah kepercayaan yang tidak sesuai dengan penjelasan yang diterima umum dan memang sudah terbukti sahih tentang sesuatu.

    7. Saleem Hasan (1999)

    Miskonsepsi sebagai struktur kognitif (pemahaman) yang berbeda dari pemahaman yang telah ada dan diterima di lapangan, dan struktur kognitif ini dapat mengganggu penerimaan ilmu pengetahuan yang baru.

    8. Kustiyah (2007)

    Miskonsepsi adalah kesalahan dalam memahami suatu konsep yang ditunjukkan dengan kesalahan dalam menjelaskan dalam bahasanya sendiri.

    9. Feldsine (dalam Suparno, 2005)

    Miskonsepsi adalah suatu kesalahan dan hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep.

    10. Fowler (dalam Suparno, 2005)

    Miskonsepsi sebagai pengertian yang tidak akurat akan konsep. Penggunaan konsep yang salah. Klasifikasi contoh-contoh yang salah. Kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hirarki konsep-konsep yang tidak benar.

  • 10 Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    Iklan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk cetak, audio, visual, maupun digital.

    Dalam dunia bisnis dan komunikasi modern, iklan berperan penting sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, dengan harapan dapat mempengaruhi opini, membentuk persepsi, hingga mendorong tindakan.

    Namun, meskipun iklan sering kita temui, pemahaman mengenai definisi iklan itu sendiri sangat beragam.

    Setiap ahli memiliki pandangan yang berbeda mengenai apa itu iklan, tergantung dari sudut pandang ilmu yang mereka tekuni.

    Ada yang menekankan bahwa iklan adalah bentuk komunikasi non-pribadi yang dibayar, ada pula yang memandangnya sebagai alat persuasi untuk menarik perhatian dan memengaruhi perilaku.

    Pengertian Iklan Menurut Para Ahli

    Untuk memberikan gambaran yang lebih utuh, berikut ini adalah berbagai definisi iklan menurut para pakar yang telah lama menjadi rujukan dalam dunia pemasaran dan komunikasi massa.

    1. Kotler

    Pengertian iklan adalah segala bentuk presentasi non-pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.

    2. Setyawati (2018: 531)

    Menyatakan bahwa iklan merupakan suatu media komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi kepada target khalayak dengan tujuan untuk mepengaruhhi, mempromosikan, mengingatkan, menginformasikan, melarang, membujuk, dan merayu target khalayak.

    3. Kosasih (2017)

    Menyatakan bahwa iklan dapat diartikan sebagai teks yang mendorong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang dan jasa.

    4. Sigit (dalam Wibowo, 1996:16)

    Mengemukakan iklan adalah cara penyajian dengan cetakan, tulisan, kata-kata, gambar-gambar, atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu Lembaga (perusahaan) dengan maksud untuk mempengaruhi atau meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian, atau untuk memperoleh suara, dukungan, atau pendapat.

    5. Fatihudin dan Firmansyah (2019: 164)

    Iklan merupakan model komunikasi yang dapat menjangkau publik secara luas. Iklan dapat digunakan untuk membangun image jangka panjang dan juga mempercepat quick sales.

    6. Jaiz (2014: 4)

    Iklan didefinisikan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditunjukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

    7. Rhenald Kasali

    Arti iklan adalah sebuah pesan yang menawarkah suatu produk, yang ditujukan kepada masyarakat melalui sebuah media.

    8. Gilson & Berkman

    Iklan adalah media komunikasi persuasif yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan respons dan membantu tercapainya objektivitas atau tujuan pemasaran.

    9. Djaslim Saladin

    Iklan atau periklanan adalah satu di antara alat promosi, biasanya digunakan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat, di mana bentuk penyajian iklan ini bersifat non-personal.

    10. Faela Sufa (2016)

    Iklan adalah media informasi yang dibuat dengan cara tertentu untuk menarik penonton, asli, dan memiliki karakteristik tertentu dan persuasif, sehingga konsumen secara sukarela terdorong untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan pengiklan.

  • 10 Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    Kurikulum merupakan bagian fundamental dalam dunia pendidikan yang menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran di dalam suatu institusi.

    Melalui kurikulum, visi dan misi pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata yang terencana dan terstruktur.

    Namun, pemahaman tentang kurikulum tidaklah bersifat tunggal. Setiap ahli pendidikan memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan kurikulum, sesuai dengan latar belakang keilmuan dan pendekatan pedagogis yang mereka anut.

    Sebagian melihatnya sebagai sekumpulan rencana pembelajaran, sementara yang lain menekankan pada pengalaman belajar yang dialami siswa.

    Ada pula yang memandang kurikulum sebagai dokumen formal yang merangkum keseluruhan program pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas.

    Keragaman definisi ini mencerminkan betapa luas dan dinamisnya makna kurikulum dalam konteks pendidikan modern.

    Memahami berbagai pandangan ahli mengenai kurikulum menjadi penting, bukan hanya bagi para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan, tetapi juga bagi siapa pun yang peduli pada kualitas proses belajar mengajar.

    Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian kurikulum menurut sejumlah tokoh dan pakar pendidikan yang pandangannya telah banyak dijadikan rujukan.

    1. Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan

    Pengertian kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling utama dan terpenting dalam konteks proses belajar mengajar.

    2. Kerr, J.F (1968)

    Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.

    3. Dr. H. Nana Sudjana Tahun (2005)

    Kurikulum adalah niat & harapan yang dituangkan kedalam bentuk rencana maupun program pendidikan yang dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah. Kurikulum sebagai niat & rencana, sedangkan pelaksaannya adalah proses belajar mengajar. Yang terlibat didalam proses tersebut yaitu pendidik dan peserta didik.

    4. Drs. Cece Wijaya, dkk

    Mengartikan kurikulum dalam arti yang luas yakni meliputi keseluruhan program dan kehidupan didalam sekolah.

    5. Harsono (2005)

    Mengungkapkan bahwa kurikulum ialah suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat ini semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional.

    6. George A. Beaucham (1976)

    Kurikulum diartikan sebagai dokumen tertulis yang berisikan seluruh mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui pilihan berbagai disiplin ilmu dan rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

    7. Inlow (1966)

    Kurikulum merupakan suatu usaha menyeluruh yang dirancang secara khusus guna untuk membimbing peserta didik dalam memperoleh hasil belajar dari pembelajaran yang sudah ditetapkan.

    8. Neagley dan Evans (1967)

    Mengemukakan kurikulum sebagai sebuah pengalaman yang telah dirancang dari pihak sekolah untuk membantu peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang baik.

    9. Hilda Taba (1962)

    Kurikulum dianggap sebagai a plan of learning yang artinya bahwa kurikulum merupakan sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh peserta didik.

    10. Prof. Dr. S. Nasution, M. A

    Menjelaskan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar di bawah naungan, bimbingan & tanggunga jawab sekolah / lembaga pendidikan.

  • Metode Inkuiri: Pengertian Menurut Ahli, Penerapan & Contohnya

    Metode Inkuiri: Pengertian Menurut Ahli, Penerapan & Contohnya

    Pengertian Metode Inkuiri

    Metode inkuiri adalah metode pembelajaran yang membuat siswa untuk lebih aktif dalam proses penemuan dan mencari informasi dengan lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.

    Langkah-langkah sistematis dalam metode inkuiri adalah:

    • Merumuskan masalah
    • Mengajukan hipotesis
    • Mengumpulkan data
    • Menguji hipotesis berdasarkan data yang dikumpulkan
    • Membuat kesimpulan

    Pengertian Metode Inkuiri Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian metode inkuiri menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Menurut Udin Syaefudin (2008: 169)

    Mengemukakan bahwa metode inkuiri adalah metode yang dipergunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis.

    2. Menurut E.Mulyasa (2007: 108)

    Inkuri berasal dari Inggris “inquiri” yang secara harfiah berarti penyelidikan.

    Metode inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban sendiri, serta menghubungkan serta membandingakan apa yang peserta didik temukan dengan penemuan lain.

    3. Nurhadi dkk (2004: 43)

    Mengemukakan bahwa dalam metode inkuiri peserta didik didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif dan mengadakan suatu penelitian (percobaan) untuk menemukan suatu penemuan tertentu.

    4. Menurut Widja (1989:48)

    Model pembelajaran inkuiri adalah suatu Model yang menekankan pengalaman-pengalaman belajar yang mendorong siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip.

    5. Sumantri (1999:164)

    Menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru.

    6. Menurut Nasution, (1992:128)

    Model pembelajaran inkuiri adalah porses belajar yang memberi kesempatan pada siswa untuk menguji dan menafsirkan problem secara sistematika yang memberikan konklusi berdasarkan pembuktian.

    Penerapan Metode Inkuiri

    Penerapan metode inquiri dalam proses belajar mengajar menuntut keaktifan siswa dalam belajar individu maupun kelompok.

    Siswa harus memahami dan menyelesaikan soal-soal dengan eksperimen dan mencari informasi sendiri.

    Menurut pendapat Sudjana (2004 : 155) dalam menerapkan metode inquiri ada beberapa tahapan yaitu :

    • Perumusan masalah untuk dipecahkan siswa
    • Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis
    • Siswa mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis
    • Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi
    • Mengaflikasikan kesimpulan/generalissi dalam situasi baru

    Contoh Metode Inkuiri

    Agar lebih jelas, berikut ini adalah contoh metode inkuiri.

    1. Tahapan Perumusan Masalah

    Guru memberikan beberapa pertanyaan atau masalah untuk memancing siswa agar mengumpulkan informasi.

    Adapun keterlibatan siswa pada tahap ini adalah memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan dan mengungkapkan ide awal.

    2. Tahapan Verifikasi Data

    Guru memberikan pertanyaan pengarah agar siswa mampu mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis.

    Adapun keterlibatan siswa pada tahap ini yaitu:

    • melakukan pengamatan lebih terhadap masalah yang diberikan,
    • merumuskan masalah,
    • mengidentifikasi masalah,
    • membuat hipotesis, dan
    • merancang eksperimen untuk menyelesaikan masalah.

    3. Tahapan Eksperiman dan Pengumpulan Data

    Pada tahapan ini siswa diajak untuk melakukan eksperimen atau mengumpulkan data dari permasalahan yang ada.

    Adapun peran siswa dalam tahap ini adalah melakukan eksperimen atau pengumpulan data, baik individu maupun kelompok.

    4. Merumuskan Kesimpulan

    Setelah siswa mendapat data dari hasil eksperimen, maka guru mengajak siswa untuk melakukan analisis dan diskusi terhadap hasil yang diperoleh.

    Tujuannya agar siswa mendapat konsep dan teori yang benar secara ilmiah.

    Adapun peran atau keterlibatan siswa dalam tahap ini adalah melakukan diskusi dan menyimpulkan hasil pengumpulan data tersebut.

  • 10 Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    Hukum dagang merupakan bagian dari hukum yang mengatur seluruh aktivitas yang berkaitan dengan dunia usaha, perdagangan, dan transaksi bisnis.

    Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi, pemahaman mengenai hukum dagang menjadi semakin penting untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum dalam kegiatan komersial.

    Banyak ahli memberikan definisi yang beragam tentang apa itu hukum dagang, namun pada dasarnya semua mengarah pada aturan-aturan yang mengikat hubungan hukum antar pelaku usaha, baik individu maupun badan hukum.

    Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih dalam tentang konsep hukum dagang, berikut adalah pengertian menurut para ahli yang telah banyak dijadikan rujukan dalam dunia akademik maupun praktik hukum.

    1. Achmad Ihsan

    Pengertian hukum dagang adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan, yaitu soal soal yang timbul karena tingkah laku manusia dalam perdagangan (Achmad Ichsan, 1987: 17).

    2. Purwosutjipto

    Hukum Dagang adalah hukum perikatan yang timbul khusus dari lapangan perusahaan (Purwosutjipto, 1991: 5)

    3. CST. Kansil

    Hukum perusahaan merupakan seperangkat aturan yang mengatur tingkah laku manusia yang ikut andil dalam melakukan perdagangan dalam usaha pencapaian laba.

    4. Sunaryati Hartono

    Hukum ekonomi keseluruhan keputusan yang mengatur kegiatan perekonomian.

    5. Munir Fuadi

    Segala perangkat aturan tata cara pelaksanaan kegiatan perdagangan, industri, atau kuangan yang dihubugkan dengan produksi atau kegiatan tukar menukar barang.

    6. R. Soekardono

    Hukum Dagang adalah bagian dari hukum perdata pada umumnya, yakni yang mengatur masalah perjanjian dan perikatan-perikatan yang diatur dalam Buku III Burgerlijke Wetboek (BW).

    Dengan kata lain, Hukum Dagang adalah himpunan peraturan-peraturan yang mengatur seseorang dengan orang lain dalam kegiatan perusahaan yang terutama terdapat dalam kodifikasi Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

    Hukum dagang dapat pula dirumuskan sebagai serangkaian kaidah yang mengatur tentang dunia usaha atau bisnis dan dalam lalu lintas perdagangan (R. Soekardono, 1963: 17)

    7. Fockema Andreae

    Hukum Dagang adalah keseluruhan dari aturanhukum mengenai suatu perusahaan di dalam lalu lintas perdagangan, sejauh mana diaturdalam KUHD dan beberapa Undang-undang tambahan.

    Di Belanda, hukum perdata dan Hukum dagang dijadikan dalam satu buku, yaitu buku II dalam BW baru belanda.

    8. Sri Rezeki Hardtono

    Hukum dagang dalam pemahaman konvensional merupakan suatu bagian dari bidang hukum perdata atau dengan perkataan lain selain disebut bahwa hukum perdata dalam pengertian luas.

    9. Subekti

    Hukum Dagang ialah hukum yang mengatur hubungan privat (istimewa) antara orang-orang sebagai anggota masyarakat dengan suatu badan hukum,diantaranya pemerintahnya sebagai badan hukum.

    10. Wikipedia

    Hukum dagang adalah ilmu yang mengatur hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang berkaitan dengan urusan-urusan dagang.

    Definisi lain menyatakan bahwa hukum dagang merupakan serangkaian norma yang timbul khusus dalam dunia usaha atau kegiatan perusahaan.

  • 9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian menulis adalah menuangkan gagasan atau ide melalui kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf sehingga dapat terbaca. Menulis juga bisa diartikan sebagai mencurahkan isi hati melalui diksi.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010: 1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

    Sementara definisi menulis menurut para ahli sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Pengertian menulis menurut The Liang Gie merupakan kegiatan menulis yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan.

    2. Tarigan (1986: 21)

    Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut.

    3. Suparno (2009:13

    Pengertian menulis adalah sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

    4. Nurgiyantoro (2001: 273)

    Menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa.

    5. Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3)

    Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

    6. Suyitno

    Menurut Suyitno, menulis dapat diartikan sebagai upaya mengungkapkan pikiran, pengetahuan, gagasan, dan pengalaman hidup pengarang dalam bahasa tulis. Jadi, agar tulisannya mudah dipahami dan mampu membangkitkan emosi, penulis menulis dengan runtut, mudah dibaca, ekspresif, dan mudah dipahami orang lain.

    7. Soemarmo Markam (1989:7)

    Menurut Soemarmo Markam (1989:7) yang juga menjelaskan bahwa menulis tidak hanya diekspresikan dalam bentuk lambang, tetapi juga dalam bentuk gambar.

    8. Rosidi (2009: 2)

    Mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuliskan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis.

    9. Nursisto (1999: 5)

    Mengemukakan bahwa menulis atau mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi