Kategori: Menurut Para Ahli

  • Frasa Endosentris: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Frasa Endosentris: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Frasa endosentris adalah sebuah frasa yang memiliki struktur yang sama atau mirip dengan salah satu anggota frasa itu sendiri.

    Artinya, frasa tersebut memiliki elemen utama yang menjadi pusat dari frasa tersebut, dan elemen tersebut juga memiliki fungsi yang sama atau mirip dengan frasa secara keseluruhan.

    Dalam kajian linguistik, frasa menjadi salah satu elemen penting yang sering dibahas karena berhubungan langsung dengan struktur kalimat.

    Frasa tidak hanya sekadar gabungan kata, tetapi juga memiliki fungsi dan makna tertentu sesuai dengan susunannya.

    Pengertian Frasa Endosentris Menurut Ahli

    Untuk lebih memahami frasa endosentris secara mendalam, para ahli bahasa telah memberikan definisi yang lebih sistematis.

    Definisi ini membantu kita melihat frasa endosentris bukan hanya sebagai gabungan kata, tetapi juga sebagai konstruksi bahasa yang memiliki aturan sintaksis tertentu. Berikut adalah beberapa pengertian frasa endosentris menurut para ahli.

    1. Menurut Ramlan (1989)

    Frasa endosentris adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsur-unsurnya, baik sebagian maupun keseluruhan.

    2. Menurut Verhaar dalam Sukini (2010: 22)

    Frasa eksosentrik adalah frasa adalah frasa yang berdistribusi komplementer dengan pusatnya.

    3. Menurut Khairah dan Sakura Ridwan (2014: 22)

    Frasa eksosentris yaitu konstruksi frasa yang tidak berfungsi dan berdistribusi sama dengan semua unsur pembentuknya. Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya.

    4. Menurut Supriyadi (2014: 11)

    Frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya, disebut frasa endosentrik.

    5. Menurut Whitehall dalam Tarigan (2009: 100)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang berhulu, yang berpusat, atau headed phrase yaitu frasa yang mempunyai fungsi yang sama dengan hulunya.

    6. Menurut Parera (2009: 55)

    Frasa endosentris dikatakan sebuah frasa apabila satuan konstruksi frasa itu berdistribusi dan berfungsi sama dengan salah satu anggota pembentuknya.

    7. Menurut Chaer (2012: 226)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya, salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya.

    8. Menurut Sukini (2010: 22)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang berdistribusi pararel dengan salah satu atau semua unsur pembentuknya.

    9. Menurut Khairah dan Ridwan (2014: 22)

    Frasa yang berfungsi dan berdistribusi sama dengan salah satu anggota pembentuknya disebut frasa endosentrik.

    Contoh Frasa Endosentris

    Empat orang karyawan sedang duduk di ruang HRD untuk menerima gaji.

    Pada kalimat di atas, empat orang karyawan tergolong dalam frasa endosentris. Unsur orang dan unsur karyawan mempunyai distribusi yang serupa.

    Maka, tidak menjadi masalah jika salah satu unsur dihapus menjadi:

    • Empat karyawan sedang duduk di ruang HRD untuk menerima gaji.
    • Empat orang sedang duduk di ruang HRD untuk menerima gaji.
    • Karyawan sedang duduk di ruang HRD untuk menerima gaji.
  • 9 Pengertian Frasa Endosentris Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Frasa Endosentris Menurut Para Ahli

    Dalam ilmu linguistik, istilah frasa menjadi salah satu bahasan penting karena berkaitan langsung dengan struktur bahasa.

    Frasa dipahami sebagai gabungan kata yang menempati satu fungsi dalam kalimat, namun tidak sampai membentuk klausa.

    Dari berbagai jenis frasa yang dikenal, frasa endosentris menempati posisi menarik untuk dikaji karena keberadaannya menunjukkan bagaimana sebuah kelompok kata tetap dapat memiliki makna yang sama dengan unsur inti yang membentuknya.

    Dengan kata lain, meskipun frasa endosentris terdiri dari beberapa kata, makna dasarnya tetap mengacu pada inti yang menjadi pusat dari frasa tersebut.

    Pengertian Frasa Endosentris Menurut Ahli

    Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, para ahli bahasa telah mengemukakan definisi frasa endosentris melalui berbagai sudut pandang.

    Pandangan para ahli ini membantu kita memahami tidak hanya bentuk dan ciri frasa endosentris, tetapi juga bagaimana frasa ini berfungsi dalam konstruksi bahasa.

    Berikut ini adalah beberapa definisi frasa endosentris menurut para ahli yang sering dijadikan rujukan dalam kajian linguistik.

    1. Menurut Ramlan (1989)

    Frasa endosentris adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsur-unsurnya, baik sebagian maupun keseluruhan.

    2. Menurut Verhaar dalam Sukini (2010: 22)

    Pengertian frasa eksosentrik adalah frasa adalah frasa yang berdistribusi komplementer dengan pusatnya.

    3. Menurut Khairah dan Sakura Ridwan (2014: 22)

    Frasa eksosentris yaitu konstruksi frasa yang tidak berfungsi dan berdistribusi sama dengan semua unsur pembentuknya. Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya.

    4. Menurut Supriyadi (2014: 11)

    Frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya, disebut frasa endosentrik.

    5. Menurut Whitehall dalam Tarigan (2009: 100)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang berhulu, yang berpusat, atau headed phrase yaitu frasa yang mempunyai fungsi yang sama dengan hulunya.

    6. Menurut Parera (2009: 55)

    Frasa endosentris dikatakan sebuah frasa apabila satuan konstruksi frasa itu berdistribusi dan berfungsi sama dengan salah satu anggota pembentuknya.

    7. Menurut Chaer (2012: 226)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya, salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya.

    8. Menurut Sukini (2010: 22)

    Frasa endosentrik adalah frasa yang berdistribusi pararel dengan salah satu atau semua unsur pembentuknya.

    9. Menurut Khairah dan Ridwan (2014: 22)

    Frasa yang berfungsi dan berdistribusi sama dengan salah satu anggota pembentuknya disebut frasa endosentrik.

  • 10 Pengertian Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    Dalam dunia pendidikan, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Untuk dapat menjalankan tugas tersebut secara efektif, seorang guru dituntut memiliki sejumlah kompetensi profesional, salah satunya adalah kompetensi pedagogik.

    Kompetensi ini berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang strategi pembelajaran, melaksanakan pengajaran yang mendidik, serta mengevaluasi hasil belajar secara objektif.

    Dengan memiliki kompetensi pedagogik yang baik, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang optimal serta membantu peserta didik mengembangkan potensi terbaiknya.

    Kompetensi Pedagogik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami secara lebih mendalam apa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik, sejumlah pakar pendidikan telah mengemukakan definisinya berdasarkan sudut pandang keilmuan dan pengalaman praktis.

    Setiap definisi menyoroti aspek-aspek penting dari kemampuan pedagogik, mulai dari pemahaman peserta didik, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif dan dialogis, hingga evaluasi dan pengembangan potensi siswa.

    Keragaman pandangan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang cakupan dan kedalaman kompetensi pedagogik yang ideal dimiliki oleh seorang guru.

    Berikut ini beberapa pengertian kompetensi pedagogik menurut para ahli yang dapat menjadi referensi dalam memahami konsep tersebut secara lebih komprehensif.

    1. Menurut Dageng (1989:3)

    Pengertian kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam menjalankan kegiatannya untuk mengembangkan prosedur-prosedur pengajaran yang dapat memudahkan belajar siswa, berdasarkan prinsip dan/atau teori yang telah dikembangkan oleh ilmuan pengajaran.

    2. Menurut Mulyasa (2013:56)

    Definisi kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam pengelolaan peserta didik saat berlangsung pembelajaran.

    3. Menurut Sagala (2010: 24)

    Kompetensi pedagogik adalah prioritas guru untuk selalu meningkatkan kemampuannya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan melakasanakan tugas guru, yakni proses belajar mengajar yang baik.

    4. Menurut Susilo (2011, hlm. 115)

    Menjelaskan bahwa Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, meliputi: menyiapkan perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

    5. Dalam Standar Nasional Pendidikan

    Penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir a mengemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

    6. Menurut Hendayana, ett all (2007, hlm. 6)

    Menyatakan bahwa kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi:

    1) pemahaman terhadap peserta didik,
    2) perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,
    3) evaluasi pembelajaran, dan
    4) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagao potensi yang dimilikinya.

    7. Menurut Syaiful Sagala (2009, hlm. 158-159)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pendidik menciptakan suasana dan pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik yang memenuhi kurikulum yang disiapkan.

    8. Menurut Suparian (2011)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelolaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

    Kompetensi pedagogik adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

    9. Menurut Suprihatiningrum (2013)

    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman siswa dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

    Kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap siswa, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan anak untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

    10. Menurut Rohman (2009)

    Pengertian kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik di sekolah dalam mengelola interaksi pembelajaran bagi peserta didik.

  • 7 Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    Dalam dunia pendidikan, istilah pedagogik memegang peran penting sebagai dasar keilmuan yang mengarahkan proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

    Kata pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “paedos” yang berarti anak laki-laki, dan “agogos” yang berarti mengantar atau membimbing.

    Secara historis, istilah ini merujuk pada peran seorang pendamping atau pengantar anak ke sekolah pada zaman Yunani kuno.

    Seiring perkembangan zaman, makna pedagogik mengalami perluasan, tidak lagi hanya sebagai aktivitas mengantar secara fisik, tetapi menjadi sebuah ilmu yang membahas cara membimbing, mengajar, dan mendidik anak menuju kedewasaan dan kemandirian.

    Pedagogik kini menjadi cabang ilmu pendidikan yang sangat luas, mencakup aspek filosofis, psikologis, sosiologis, hingga metodologis dalam proses pengajaran.

    Pengertian Pedagogik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep pedagogik secara lebih mendalam, berbagai ahli pendidikan telah memberikan definisi berdasarkan sudut pandang dan pendekatan keilmuan yang berbeda.

    Ada yang menekankan aspek praktik mendidik, ada pula yang lebih fokus pada pemikiran teoritis dan reflektif mengenai proses pendidikan.

    Berbagai pandangan ini memperkaya pemahaman kita tentang pedagogik, tidak hanya sebagai kegiatan mengajar, tetapi juga sebagai proses membimbing manusia secara utuh menuju kehidupan yang bermakna.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pedagogik menurut para ahli yang dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai hakikat ilmu ini.

    1. Prof. Dr. J. Hoogveld

    Pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu
    supaya ia kelak mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya.

    2. Langeved (1980)

    Pengertian pedagogik artinya dengan ilmu mendidik, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan.

    3. Suwarno

    Istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan kepada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak.

    Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, kritis dan objektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan.

    4. Menurut Kurniasih dalam Padila dan Lestari (2017 hlm 15)

    Bahwa tujuan pedagogik adalah memanusiakan manusia, dan menjadikan seseorang menjadi dewasa untuk kebahagiaannya dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan datang dan menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.

    5. Lohithakshan (2009: 296)

    Teori dan praktik tentang mengajar anak, yang mana di dalamnya termasuk filsafat, sosiologi, psikologi, dan metodologi yang berkaitan dengan mengajajar anak seperti kurikulum, organisasi dan manajemen sekolah.

    6. Saleh (2006: 7)

    Pedagogik adalah pada pemikiran dan perenungan terhadap pendidikan termasuk teori-teorinya. Kedua-duanya berkaitan erat dan sulit untuk dipisahkan permasalahannya.

    7. Sudarwan Danim (2010, 48 – 49)

    Ada tiga isu terkait dengan penggunaan istilah pedagogi, yakni

    (1) pedagogi merupakan sebuah proses yang bertujuan, dalam makna umum istilah pedagogik digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan praktik mengajar anak-anak,
    (2) banyak pekerjaan “pedagogi sosial” yang telah digunakan untuk menggambarkan prinsip prinsip mengajar anak-anak dan kaum muda, dan
    (3) pengertian pedagogi telah dipahamidan dominan mewarnai proses pembelajaran dalam konteks sekolah.

  • 10 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Para Ahli

    Dalam beberapa literatur bahasa Inggris, PTK tersebut memiliki beberapa nama yang berbeda, meskipun konsepnya sama.

    Nama-nama tersebut adalah classroom research (Hopkins, 1993), self-reflective enquiry (Kemmis, 1982), dan action research (Hustler et al, 1986).

    Di Indonesia, istilah yang populer digunakan untuk PTK adalah classroom action research.

    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Menurut Para Ahli

    1. Suharsimi Arikunto (2010)

    Penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah subjek yang menjadi sasaran yaitu peserta didik, bertujuan memperbaiki situasi pembelajaran di kelas agar terjadi peningkatkan kualitas pembelajaran.

    2. Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2011:9)

    Menyatakan penelitian tindakan kelas adalah penelitian (action research) yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dan memiliki rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-risettindakan…”, yang dilakukan dalam rangkaian untuk memecahkan masalah.

    3. Mills (2000)

    Penelitian tindakan kelas sebagai “systematic inquiry” yang dilakukan oleh guru, kepada sekolah, atau konselor sekolah guna mengumpulkan berbagai macam informasi tentang berbagai praktek yang dilakukan.

    Dimana informasi ini digunakan untuk meningkatkan persepsi serta pengembangan “reflective practice” yang berdampak postif dalam praktik persekolahan, termasuk memperbaiki berbagai macam praktik persekolahan, seperti hasil belajar siswa.

    4. Hopkins (2010)

    Menurutnya, pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang berkaitan dengan isu-isu seputar profesionalisme, praktik di kelas, kontrol terhadap guru, serta dianggap memiliki banyak manfaat terhdap dunia pendidikan.

    5. Igak Wardani (2011)

    Definisi Penelitian Tindakan Kelas penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kenerjanya sebagai guru, sehingga diharapatkan tujuan Penelitian Tindakan Kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa, atau peserta didik.

    6. Sulipan, M.Pd

    Menurutnya, PTK atau penelitian tindakan kelas adalah suatu jenis penilian yang dilakukan oleh seorang peneliti di dalam kelas guna mengetahui berbagai faktor tindakan yang dilakukan akibat metode dalam pendidikan.

    7. Kunandar (2008)

    Dalam bukunya, mendefinsiiakn bahwa Penelitian Tindakan adalah suatu jenis kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tenaga pendidik (guru) yang berguna untuk meningkatkan mutu pendiidkan di dalam kelas.

    8. Suhardjono (2007)

    Dalam penjelasannnya, PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang di ruang kelas sehingga mampu memperbaiki praktek pembelajaran yang dilakukannnya.

    9. Aqib dkk. (2011, hlm. 3)

    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat.

    10. Suroso (2009: 30)

    Pengertian PTK adalah suatu penelitian yang bersifat reflektif, untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas secara profesional dengan menggunakan tindakan-tindakan tertentu.

  • 7 Pengertian Intelektual Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Intelektual Menurut Para Ahli

    Pengertian intelektual menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan; mempunyai kecerdasan yang tinggi; cendekiawan; totalitas pengertian atau kesadaran, terutama yang menyangkut pemikiran dan pemahaman.

    Sementara pengertian intelektual secara umum adalah kecakapan berpikir.

    Pengertian Intelektual Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian intelektual menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Saifudin Azwar

    Mengungkapkan intelektual merupakan kekuatan jiwa pada setiap manusia, yang berarti kekuatan yang bisa memberikan energi dalam pikiran individu.

    2. Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab

    Berpendapat intelektual sebagai kemampuan yang dibawa seseorang sejak lahir yang memungkinkan seseorang melakukan sesuatu dengan cara tertentu; atau suatu kemampuan yang bersifat umum seperti berpikir, menalar, matematis, memahami, mengingat bahasa, dan lain-lain.

    3. Stenberg

    Intelektual merupakan suatu kekuatan jiwa pada setiap individu; kekuatan yang mampu memberikan energi dalam pikiran manusia, kemampuan belajar dan mengambil manfaat dari pengalaman, kemampuan berpikir atau menalar secara abstrak, kemampuan untuk beradaptasi terhadap hal hal yang timbul dari perubahan lingkungan, kemampuan memotivasi diri agar menyelesaikan secara tepat tugas-tugas yang perlu diselesaikan.

    4. Cattel (dalam Clark, 1983)

    Pengertian intelektual adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang terlihat dalam kemampuan memahami hubungan yang lebih kompleks, semua proses berfikir abstrak, menyesuaikan diri dalam pemecahan masalah dan kemampuan memperoleh kemampuan baru.

    5. William Sterm (dalam Sunarto, 1994)

    Mengemukakan intelektual merupakan kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan-kebutuhan–kebutuhan baru dengan menggunakan alat berfikir sesuai dengan tujuannya.

    6. Gunarsa (1991)

    Intelektual merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul.

    7. David Wechsler (dalam Saifuddin Azwar, 1996)

    Mendefinisikan intelektual sebagai kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional, serta menghadapi lingkungan secara efektif.

  • 7 Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    Dalam dunia bisnis modern, akuntansi bukan sekadar pencatatan transaksi keuangan. Di balik sistem pelaporan dan pengambilan keputusan, terdapat suatu mekanisme yang tersusun rapi dan terintegrasi yang dikenal sebagai sistem akuntansi.

    Sistem ini berperan penting dalam mengolah berbagai aktivitas finansial dan non-finansial agar dapat disajikan menjadi informasi yang relevan dan dapat dipercaya.

    Dengan sistem akuntansi yang baik, manajemen dapat melihat gambaran kinerja perusahaan secara menyeluruh, mengambil keputusan yang lebih akurat, dan mengelola sumber daya secara efisien.

    Secara umum, sistem akuntansi merupakan seperangkat prosedur dan metode yang dirancang untuk mencatat, mengklasifikasi, merangkum, dan melaporkan berbagai transaksi perusahaan.

    Sistem ini tidak hanya melibatkan perangkat lunak atau formulir, tetapi juga orang-orang yang mengoperasikannya dan instruksi yang menjadi panduan kerja.

    Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep ini lebih dalam, berikut adalah pengertian sistem akuntansi menurut para ahli yang menjelaskan secara lebih detail mengenai struktur, fungsi, serta komponen-komponen yang terlibat di dalamnya.

    1. Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung

    Pengertian filsafat pendidikan adalah teori atau ideologi pendidikan yang muncul dari sifat filsafat seorang pendidik, dari pengalaman-pengalamnnya dalam pendidikan dan kehidupan dari kajiannya tentang berbagai ilmu yang berhubungan dengan pendidikan, dan berdasar itu pendidik dapat mengetahui sekolah berkembang.

    2. Menurut John Dewey

    Definisi filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik yang menyangkut daya pikir intelektual maupun daya perasaan emosional menuju tabiat manusia.

    3. Menurut Imam Barnadib (1993:3)

    Filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan.

    Baginya filsafat pendidikan merupakan aplikasi suatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan.

    4. Menurut Thompson

    Filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan tanpa ada batas atau implikasinya, ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau alat-alatnya tapi juga meneliti dengan seksama hal-hal yang di maksud.

    Keseluruhan masalah yang dipikirkan oleh filosof tersebut merupakan suatu upaya untuk menemukan hakikat masalah. Sedangkan suatu hakikat itu dapat di bakukan melalui proses kompromi.

    5. Menurut Al–Syaibany (1979 : 36)

    Filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat menjadi sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan

    Artinya Filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya.

    6. Menurut Zanti Arbi (1988)

    Pengertian filsafat pendidikan yaitu :

    • Menginspirasi, yang dapat diartikan mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam pengembangan pendidikan.
    • Menganalisis, yang dapat diartikan mampu memeriksa secara detail setiap bagian dari pendidikan hingga validitas dari pendidikan itu sendiri dapat diketahui secara jelas.
    • Memperspektifkan, yaitu mengenai upaya memberi pengarahan dan penjelasan kepada pendidik mengenai pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
    • Meninvestigasi, yaitu meneliti dan memerikasa tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.

    7. Brubachen (Arifin. 1993: 3)

    Filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda, dan filsafat dipandang sebagai bungan, bukan sebagai akar tunggal pendidikan.

  • 10 Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    Dalam dunia bisnis dan organisasi modern, akuntansi memegang peranan penting sebagai alat bantu utama dalam pengambilan keputusan.

    Di balik data dan laporan keuangan yang tersaji, terdapat sebuah sistem yang terstruktur dan terintegrasi, yang disebut dengan sistem akuntansi.

    Sistem ini bukan hanya sekadar rangkaian proses pencatatan, tetapi juga mencakup bagaimana informasi dikumpulkan, diolah, disimpan, dan dilaporkan secara sistematis untuk kepentingan manajemen internal maupun eksternal.

    Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan informasi yang semakin kompleks, definisi sistem akuntansi pun mengalami perkembangan.

    Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    Para ahli mengemukakan berbagai pandangan mengenai apa itu sistem akuntansi, dengan penekanan yang berbeda-beda sesuai sudut pandang dan pendekatan yang digunakan.

    Untuk memahami konsep ini secara lebih mendalam, berikut adalah beberapa pengertian sistem akuntansi menurut para ahli yang telah dikenal dalam bidang akuntansi dan sistem informasi.

    1. Menurut Mulyadi (2016:3)

    Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

    2. Menurut Azhar Susanto (2011:124)

    Sistem akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari sub sistem sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang diperlukan oleh pengambil keputusan dalam proses pengambilan keputusan.

    3. Menurut Reeve (2013:223)

    Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengelompokkan, merangkum, serta melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.

    4. Menurut Steven A. Moscov

    Sistem Informasi Akuntansi adalah komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk dasar pengambilan keputusan oleh pihak dalam (manajer dan karyawan) maupun pihak luar (seperti kantor pajak, kreditur, pemerintah).

    5. Menurut Howard F. Stettler

    Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan formulir, catatan, prosedur, dan alat yang digunakan untuk mengolah data usaha suatu entitas ekonomi dengan tujuan menghasilkan umpan balik untuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen dalam rangka mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan, seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga pemerintah yang menilai kinerja perusahaan.

    6. Menurut Paul John Steinbart dan Marshal B. Romney

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, serta mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambilan keputusan.

    Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan.

    7. Menurut Barry E. Cushing

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu set sumberdaya manusia dan sistem dalam suatu organisasi, yang bertugas menyiapkan informasi keuangan dan informasi yang diperoleh dari pengumpulan serta pengolahan data transaksi.

    8. Menurut Hall (2011: 773)

    Sistem informasi akutansi adalah kumpulan dari sebagian informasi sistem yang khusus yang dapat mengolah transaksi keuangan.

    9. Menurut Gelinas dan Dull (2012: 667)

    Sistem informasi akuntasi adalah sebuah subsistem khusus dari sistem informasi yang mampu mengoleksi, memproses, dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan aspek keuangan dalam suatu peristiwa bisnis.

    10. Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood

    Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lain menjadi informasi yang dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.

  • 10 Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang memiliki nilai estetika tinggi dan mampu mengekspresikan perasaan, gagasan, serta pengalaman manusia melalui media visual.

    Lukisan tidak sekadar gambar atau goresan warna di atas kanvas, tetapi juga sarana komunikasi yang menyampaikan ide, emosi, dan pemikiran kreatif sang pelukis.

    Dengan seni lukis, manusia dapat mengembangkan daya imajinasi, memperkaya pengalaman estetika, serta mengekspresikan nilai budaya dan spiritual melalui bentuk visual.

    Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli memiliki pandangan yang beragam mengenai pengertian seni lukis, mulai dari perspektif filsafat, pendidikan, psikologi anak, hingga pengalaman estetika dan budaya.

    Secara umum, seni lukis dipahami sebagai ungkapan kreatif yang dituangkan dalam bidang dua dimensi menggunakan elemen visual seperti garis, warna, tekstur, dan bentuk.

    Untuk memahami lebih mendalam konsep dan esensi seni lukis, berikut ini beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli.

    1. Menurut Hegel

    Menurut Hegel, seni lukis adalah identitas yang sempurna dan nyata. Di dalam pengertiannya, Hegel melihat bahwa manusia dapat menunjukkan kemampuan untuk memahami keindahan alam atau apa pun yang dilihatnya sebagai sebuah kesaksian sempurna terhadap fakta bahwa manusia dapat mengintuisi keindahan.

    2. Menurut Soedarso

    Menurut Soedarso, (1987:10) bahwa pengertian Seni lukis atau lukisan adalah suatu pengungkapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensi dengan menggunakan garis dan warna.

    3. Menurut Soesatyo

    Maksud dari Seni lukis anak menurut Soesatyo (1994) adalah kegiatan anak menggambar, sama dengan kegiatan bercerita, mengungkapkan sesuatu pada dirinya secara intuitif dan spontan lewat media gambar.

    4. Menurut Aristoteles

    Menurut Aristoletes, seni lukis merupakan sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Meskipun terkesan sederhana, tapi deskripsi tersebut memiliki kebenaran jamak yang diamini oleh banyak orang.

    5. Menurut Mikke Susanto

    Menurut Mikke Susanto (2011:241), bahwa pengertian seni lukis adalah bahasa ungkap dari pengalaman artistik maupun ideologis yang menggunakan warna dan garis, guna mengungkapkan perasaan, mengekspresikan emosi, gerak, ilusi maupun ilustrasi dari kondisi subjektif seseorang.

    6. Menurut Dharsono Soni Kartika

    Menurut Dharsono Soni Kartika, 2004: 36 bahwa maksud dari pengertian Seni lukis dapat dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan menggunakan medium rupa, garis, warna, tekstur, shape, dan sebagainya.

    7. Menurut Brade

    Brade menambahkan bahwa seni lukis merupakan pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia. Jadi, bukan hanya sekadar memuat bahagia, tetapi juga mengikutsertakan pemanfaatan budi dan akal di dalam prosesnya.

    8. Menurut Lislie

    Lukisan atau gambar anak menurut Lislie (1979:3), “Drawing a private language for communicating throughts, feelings, perceptions, and fantasies”. Gambar anak adalah “This is mine”.

    Gambar anak adalah Bahasa anak yang diekspresikan dari pengalaman dan imajinasi anak.

    Gambar atau lukisan anak adalah ekspresi, baik ekspresi pikiran, ide-ide, ekspresi tingkah laku, dan ekspresi ungkapan jiwa yang dilakukan secara spontan sebagai ungkapan perasaan (Poespoprojo, 2004:43- 44).

    9. Soni Ade & Imam R

    Lukis merupakan kekuatan peradaban manusia; kekuatan budaya. Karena dalam melakukan lukis kita dilatih untuk jeli, cermat, dan teliti dalam mengamati berbagai fenomena alam dan kehidupannya.

    10. Menurut Herbert Read

    Seni lukis yakni sebuah jasmani yang mampu direfleksikan melalui kegiatan rohani daya untuk mecapai tujuannya yaitu mempunyai kemampuan dalam membangkitkan jiwa atau perasaan dari seni itu sendiri untuk mengekspresikannya melalui gambar.

  • 10 Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    Skripsi merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa program strata satu (S1) sebagai syarat kelulusan di perguruan tinggi.

    Penyusunan skripsi mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa studi, sekaligus menjadi bukti kompetensinya dalam melakukan penelitian ilmiah.

    Skripsi tidak hanya menjadi penilaian akhir akademik, tetapi juga sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis.

    Pengertian Skripsi Menurut Para Ahli

    Untuk memahami makna skripsi secara lebih mendalam, berikut ini adalah beberapa pengertian skripsi menurut para ahli dari berbagai sumber dan tahun.

    1. Widharyanto (2008)

    Pengertian skripsi adalah karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang dibuat oleh para mahasiswa strata satu pada masa akhir studinya sebgai persyaratan untuk menyelesaikan program studi.

    2. Hariwijaya dan Djaelani (2008)

    Skripsi adalah tulisan ilmiah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi program sarjananya.

    3. Ahmad (1999)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa dengan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan hasil penelitian pada jenjang sarjana.

    4. The Liang Gi (1995)

    Skripsi adalah karangan ilmiah yang memaparkan suatu pokok permasalahan yang dianggap penting dalam suatu cabang ilmu yang dilakukan oleh mahasiswa.

    5. Nana Sujana (1988)

    Skripsi adalah sebuah karya karya tulis ilmiah yang ditulis dan dipersiapkan pada akhir program studinya sebagai salah satu persyaratan mendapatkan gelar sarjana.

    6. Drs. Jarwanto (1992)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa di tingkat sarjana dari hasil-hasil penelitiannya dengan menganalisis data primer dan data sekunder.

    7. Mohamad Ali (1984)

    Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil penelitian, yang disusun sebagai salah satu syarat mengikuti ujian program sarjana.

    8. Poerwadarminta (1986)

    Skripsi adalah karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai persyaratan pendidikan akademis.

    9. Bambang Marhijanto (1993)

    Skripsi adalah sebuah karangan ilmiah yang diwajibkan untuk mengikuti ujian di perguruan tinggi.

    10. P. Westra (1991)

    Skripsi adalah bagian suatu karangan faktawi. Jenis karangan mengenai suatu topik keilmiahan dan pada umumnya ditujukan pada sidang pembaca yang berkecimpung dalam bidang pengetahuan ilmiah yang bersangkutan.