Kategori: Pendidikan

  • 30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Investasi menjadi salah satu topik yang kian relevan dalam kehidupan modern.

    Tak hanya menjadi strategi bagi para pelaku bisnis besar, namun juga sudah menjadi bagian dari perencanaan keuangan pribadi.

    Baik itu investasi dalam bentuk saham, properti, maupun aset digital, semuanya bertujuan sama: menciptakan nilai tambah di masa depan.

    Namun sebelum terlalu jauh memahami strategi dan instrumennya, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa sebenarnya makna investasi itu sendiri.

    Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Di bawah ini tersaji beragam pengertian investasi dari para pakar yang dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang makna sesungguhnya dari aktivitas ekonomi ini.

    1. Menurut Haming dan Basalamah

    Definisi investasi ialah pengeluaran pada ketika kini untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk mendapat penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang.

    2. Salim HS dan Budi Sutrisno

    Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno, pengertian investasi yakni acara penanaman modal oleh investor, baik investor lokal maupun investor abnormal dalam aneka macam jenis bidang perjuangan yang terbuka untuk investasi.

    3. Mulyadi

    Pengertian investasi berdasarkan Mulyadi merupakan pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapat hasil keuntungan di masa yang akan datang

    4. Sophar Lumbantoruan

    Menurut teori dan pendapat Sophar Lumbantoruan (1996), pengertian investasi yakni penyertaan modal pada perusahaan lain.

    5. Sadono Sukirno

    Arti investasi berdasarkan Sadono Sukirno merupakan sebuah pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam suatu modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan juga jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

    6. Boediono

    Pengertian investasi berdasarkan Boediono yakni pengeluaran oleh sektor produsen (swasta) untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk ekspansi pabrik.

    7. James C. Van Horn

    Pengertian investasi yakni kegiatan yang dilangsungkan ialah dengan memanfaatkan kas pada kini ini, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang.

    8. Fitz Gerald

    Menurut teori Fitz Gerald, pengertian yakni acara yang berkaitan dengan perjuangan penarikan sumber-sumber untuk yang digunakan untuk mengadakan suatu barang. Dari modal itulah maka akan dihasilkan anutan produk gres di masa yang akan datang.

    9. Henry Simamora

    Investasi yakni suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menambahkan atau pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (misal pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain-lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu perusahaan yang berinvestasi,yang menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.

    10. Tandelilin

    Pengertian investasi berdasarkan Tandelilin (2010) yakni janji atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada ketika ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.

    11. Husnan

    Pengertian investasi berdasarkan Husnan (1996) yakni suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.

    12. Martono dan D.Agus Marjito

    Arti investasi berdasarkan Martono dan D.Agus Marjito (2002) yakni penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan kedalam suatu asset (aktiva) dengan keinginan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang.

    13. Farid Harianto dan Siswanto Sudomo

    Pengertian investasi berdasarkan Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998) yakni suatu kegiatan menempatkan dana pada suatu atau lebih daru sati aset selama periode tertentu dengan keinginan sanggup memperoleh penghasilan dan atau peningkatan investasi.

    14. Sunariyah

    Investasi yakni penanaman modal untuk satu ataupun lebih aktiva yang dimiliki dan juga biasanya berjangka waktu usang dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

    15. Sutha

    Pengertian investasi berdasarkan Sutha (2000) yakni penempatan sejumlah dana dengan keinginan sanggup memelihara, menaikkan nilai, atau menunjukkan return yang positif.

    16. Nanga

    Definisi investasi berdasarkan Nanga (2011) yakni pelengkap higienis terhadap stok kapital yang ada atau bisa juga disebut akumulasi modal

    17. Martalena dan Malinda

    Pengertian investasi berdasarkan Martalena dan Malinda (2011) yakni bentuk penundaan konsumsi di masa kini untuk memperleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana didalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.

    18. Jogiyanto

    Pengertian investasi berdasarkan pendapat Jogiyanto di tahun 2010 yakni penundaan konsumsi kini untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu.

    19. Gitman dan Joehnk

    Pengertian investasi yakni suatu sarana dimana dana sanggup ditempatkan dengan keinginan hal tersebut akan menghasilkan pendapatan positif dan/atau menjaga atau meningkatkan nilainya.

    20. Webster

    Pengertian investasi berdasarkan Webster (1999) merupakan penanaman uang dengan keinginan mendapat hasil dan nilai tambah.

    21. Mankiw

    Pengertian investasi berdasarkan Mankiw yakni barang-barang yang dibeli oleh individu ataupun perusahaan untuk menambah persediaan modal mereka.

    22. Deliarnov

    Arti investasi berdasarkan Deliarnov (1995) yakni pengeluaran secara keseluruhan yang meliputi pengeluaran untuk membeli materi baku atau material, mesin-mesin dan peralatan pabrik serta semua modal lain yang diharapkan dalam proses produksi, pengeluaran untuk keperluang bangungan kantor, bangunan kawasan tinggal karyawan dan bangunan konstruksi lainnya, juga perubahan nilai stok atau barang cadangan sebagai akhir dari perubahan jumlah dan harga.

    23. Kamarauddin

    Pengertian investasi berdasarkan Kamarauddin yakni suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya. Bisa juga diartikan sebagai tindakan untuk membeli barang-barang modal atau pemanfaatan dana yang tersedia untuk dipergunakan dalam produksi dengna pendapatan di masa yang akan datang.

    24. M. Suparmoko

    Pengertian investasi berdasarkan M. Suparmoko yakni pengeluaran yang ditujukan untuk menambah atau mempertahankan persediaan kapital (capital stock).

    25. Ensiklopedia Indonesia

    Pengertian investasi berdasarkan Ensiklopedia Indonesia yakni penanaman modal atau penanaman uang dalam proses produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesing, bahan-bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya.

    26. Lypsey

    Pengertian investasi berdasarkan Lypsey (1997) yakni pengeluaran barang yang tidak dikonsumsi ketika ini dimana berdasarkan periode waktunya, investasi terbagi menjadi tiga diantaranya yakni investasi jangka pendek, investasi jangkan menengah, dan investasi jangka panjang.

    27. Kasmir dan Jakfar

    Arti investasi berdasarkan Kasmir dan Jakfar (2012) yakni penanaman modal dalam suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu relatif panjang dalam aneka macam bidan usaha. Penanaman modal yang ditanaman dalam artian sempit berupa proyek tertentu baik yang bersifat fisik ataupun non fisik, menyerupai proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan.

    28. Sudono

    Menurut Sudono, definisi investasi adalah pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.

    29. PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

    Dalam Standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 pengertian investasi berdasarkan PSAK yakni suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (acceration of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

    30. Sumanto (2006)

    Investasi merupakan komitmen sejumlah dana suatu periode untuk mendapatkan pendapatan yang diharapkan di masa yang akan datang sebagai kompensasi unit yang diinvestasikan

  • Kumpulan Contoh Majas Alegori dan Penjelasannya

    Kumpulan Contoh Majas Alegori dan Penjelasannya

    Pengertian Majas Alegori

    Majas alegori adalah salah satu jenis majas perbandingan untuk menjelaskan suatu hal secara tidak langsung, melalui sebuah kiasan atau penggambaran yang berkaitan.

    Umumnya, majas alegori sering ditemukan pada karya sastra berupa novel, meski juga kadang ditemukan dalam karya ilmiah.

    Contoh Majas Alegori

    1. Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan menghilang, tetapi jika digenggam terlalu erat maka akan terdesak keluar melalui celah jari dan akhirnya juga menghilang.

    2. Otak kita seperti pisau jika kita selalu rajin untuk mengasahnya maka dia akan menjadi sangat tajam, namun jika kita sangat jarang untuk mengasahnya maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul bahkan bisa berkarat.

    3. Kitab suci adalah rambu lalu lintas manusia. Selama kita patuh akan rambu itu maka kita akan selamat sampai tujuan.

    4. Wajah yang tampan dan cantik ibaratkan bunga, indah mekar membuat semua yang melihatnya suka, saat layu semua akan pergi.

    5. Kedua orang tua kita digambarkan seperti seorang pelukis yang berperan untuk mewarnai kertas putih yang tidak lain yaitu anaknya sendiri. Bagaimana caranya seorang anak akan menjadi orang yang berhasil itu tinggal tergantung dari orang tuanya.

    6. Kegagalan seperti sebuah batu besar untuk kita lewati yang dengan batu tersebut kita akan mampu melompat lebih tinggi dari saat sebelum kita menemui batu tersebut.

    7. Mereka berdua akan mendayung bahtera rumah tangganya sendiri. Suami harus dapat menjadi nahkoda yang pandai mempertahankan kapal, sedangkan istri harus bisa menjadi juru mudi. Perjalanan tentu tidak akan mudah, di tengah laut tentu akan berhadapan dengan ombak dan badai.

    8. Hidup itu bagaikan sungai yang mengalir, pasti akan ada rintangan seperti gelombang, bebatuan, arus yang kencang, kedalaman yang sulit ditebak, dan hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan laut.

    9. Perjalanan hidup ini seperti sungai yang mengalir menyusuri sebuah tebing dan bebatuan, tetapi sangat sulit untuk menebak kedalamannya. Namun rela menerima segala kotoran dan sampah, yang pada akhirnya berhenti ketika sudah bertemu dengan sebuah lautan.

    10. Seorang suami adalah nahkoda dalam kapal rumah tangga.

    11. Kehidupan ibarat roda yang selalu berputar. Terkadang kita bernasib mujur terkadang kita juga mengalami kemalangan.

    12. Bekerja adalah menanam harapan di hamparan kehidupan.

    13. Iri dan dengki adalah duri-duri yang bisa menusuk dan membuat luka.

    14. Kehidupan ini ibarat aliran sungai dari pegunungan. Lalu turun menyusuri lereng-lereng yang kadang indah yang kadang juga penuh sampah.

    15. Harga dunia tak akan pernah mengenyangkan. Harta ibarat air laut yang semakin diminum akan semakin membuat haus.

    16. Amal yang ikhlas tak ubahnya seperti sebutir benih di tanah yang sangat subur. Ia akan tumbuh dan memberikan buah.

    17. Seorang anak bagaikan kertas putih. Orang tuanyalah yang akan menuliskan sesuatu.

    18. Bekerja merupakan kehormatan bagi seorang laki-laki.

    19. Kemarahan ibarat api yang membakar. Akan merusak segala sesuatu termasuk sesuatu yang kita cintai.

    20. Seorang musuh ibarat guru yang sedang menyamar. Ia akan mengajarkan berbagai hal kepada kita.

    21. Kasih sayang laksana embun pagi yang membasahi tanah kering. Siapapun yang mendapatkannya maka ia mendapatkan kesejukan.

    22. Shalat lima waktu ibarat sungai jernih yang mengalir di depan rumah. Siapapun yang shalat maka akan bersih jiwanya.

    23. Menyayangi seseorang bagaikan menangkap air. Jika terlalu keras maka akan hilang. Jika dibiarkan maka tak akan didapatkan.

    24. Wajah cantik adalah bunga yang berseri di pagi hari. Di sana kumbang dan kupu-kupu akan mendatanginya.

    25. Kebencian adalah pencuri yang paling ulung. Tanpa disadari ia akan mengambil satu persatu itu pun di kebahagiaan.

    26. Bulan Romadhan adalah pasar bagi seorang muslim. Di sanalah mereka akan menjual jiwa raganya untuk membeli surga .

    27. Rumah tangga serupa dengan bahtera yang berlayar di samudra.

    28. Seorang wanita adalah tawanan bagi suaminya. Dia harus diperlakukan dengan penuh kelembutan. Dijaga jangan sampai terluka.

    29. Pengakuan akan kesalahan adalah gerbang pertama menuju perbaikan. Mereka yang mengakui kesalahannya mereka juga yang akan berjalan di jalan kebaikan.

    30. Usia seseorang bagaikan batang pohon yang yang selalu tumbuh tinggi. Akan tetapi apabila tiba masanya ia akan kering dan mati.

    31. Kebaikan merupakan mata uang yang diterima di manapun.

    32. Kezaliman adalah kegelapan.

    33. Kelasku bagaikan pasar yang setiap hari di penuhi oleh keributan dan tidak ada aturan.

    34. Harta itu bagai pedang kita harus pandai pandai memakainya untuk hal yang berguna atau kita yang akan tertusuk sendiri.

    35. Cinta itu bagai air. Kita bisa jatuh ke dalamnya. Kita bisa tenggelam ke dalamnya tapi kita tidak bisa hidup tanpanya.

    36. Al Quran bagaikan lentera kehidupan. Dengan al quran kita tidak akan tersesat karena gelapnya kehidupan dunia yang fana. Kita tidak akan terperangkap dalam nikmat yang dunia suguhkan.

    37. Hidup di dunia ini ibarat kita berteduh di bawah pohon dan cepat atau lambat kita pasti akan melanjutkan perjalanan kita ke tempat tujuan utama kita yaitu akhirat. Hanya menunggu waktu saja.

    38. Wanita itu seperti ular. Mulutnya teramat berbisa dan dusta karena semua yang keluar dari mulutnya adalah kata kata yang menyakitkan seperti racun.

    39. Duit hanyalah sebuah alat tukar, namun duit dapat membuat orang mabuk kepayang, duit menjadikan orang jadi lupa daratan.

    40. Air mata melambangkan suka dan duka. Ketika mengiringi keduanya tak ada bedanya. Kadang mengalir tak terasa menerobos batas bendungan mata.
    Kematian adalah kehidupan yang panjang. Kehidupan yang akan dihadapkan dengan hasil semua perbuatan.

  • Contoh Paragraf Generalisasi, Analogi, Sebab Akibat

    Contoh Paragraf Generalisasi, Analogi, Sebab Akibat

    Paragraf Generalisasi

    Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.

    Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

    Contoh paragraf Geralisasi

    1. Berdasarkan data keuangan tahun 2009, laba yang didapatkan oleh perusahaan PT X adalah sebesar 250 juta rupiah. Dimana pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2008 perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 500 juta rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa prusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba sebesar 250 jutarupiah atau turun sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Laporan menjadi evaluasi perusahaan tentang kinerja perusahaan mereka. Pihak manajemen pun dituntut untuk segera mengambil kebijakan untuk mengatasi hal tersebut.

    2. Pendidikan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan,pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa

    3. Adi adalah anak yang malas ia selalu saja menyontek pada saat ulangan Matematika. Alasan ia mencontek ialah karena semalam belum belajar. Padahari ini ada ujian Matematika yang susah. Maka bisa diperkirakan bahwa Adi hari ini akan mencontek lagi.

    Paragraf Analogi

    Paragraf analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak menandung persamaan.

    Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif.

    Contoh Paragraf Analogi

    1. Para atlet mendapat latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot agar kuat. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

    2. Kalau Anda gemar tanaman hias, tentu Anda akan mengetahui cara menanam dan merawatnya. Sebab, pada dasrnya proses merawat tanaman sama seperti merawat anak di dalam keluarga. Keduanya sama-sama memerlukan ketrampilan dan perhatian khusus. Pada tanaman, diperlukan ketrampilan mengolah tanah dan memberi pupuk, seperti memberi perhatian khusus, yaitu menyirami tepat waktu agar kelak memberi hasil yang memuaskan. Begitu pula dengan merawat anak. Pada anak, diperlukan kemampuan memberi makanan yang bergizi, pembentukan kepribadian, serta perhatian khusus, yaitu memberi kasih sayang agar kelak anak tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bermoral baik.

    Paragraf Sebab Akibat

    Paragraf hubungan sebab akibat (kausalitas) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

    Contoh paragraf Kausalitas

    1. Perkembangan media transmisi pengiriman data saat ini sangat pesat seperti perkembangan kabel. Pada awalnya media transmisi atau kabel sangat sedehana. Mulai dari kabel coaxial, UTP, dan yang termutakhir adalah kabel serat kaca atau fiber optic. Akibatnya teknologi pengeriman data semakin cepat dan mudah.

    2. Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

    3. Hujan berturut-turut mengguyur desa kami. Air sungai berangsur-angsur naik. Jalan dan halaman rumah pun mulai digenangi air.Akhirnya, banjir pun melanda desa kami.

  • Keadaan Iklim di Asia Tenggara dan Ciri-Cirinya

    Keadaan Iklim di Asia Tenggara dan Ciri-Cirinya

    Iklim Asia Tenggara

    Wilayah Asia Tenggara secara astronomis terletak antara 280 LU – 110 LS. Ini berarti wilayah Asia Tenggara berada di daerah beriklim tropis. Hanya sebagian kecil kawasan Asia Tenggara yang beriklim subtropis yaitu Myanmar bagian utara.

    Kawasan Asia Tenggara terletak di daerah tropis yang dipengaruhi angin musim (muson) dan dipengaruhi oleh iklim laut, sehingga daerah ini memiliki curah hujan yang besar.

    Disamping itu pula angin pasar Timur Laut dan angin pasar Tenggara bertiup terus menerus sepanjang tahun, sehingga daerah yang dilalui angin pesat lebih banyak turun hujan, misalnya pantai Timur Malaysia dan pantai Timur Filipina.

    Ketinggian tempat (elevasi) juga berpengaruh terhadap banyak sedikitnya curah hujan.

    Di dekat pegunungan curah hujannya lebih tinggi dari pada di daerah dataran rendah.

    Suhu rata-rata di daerah tropis adalah 26 derajat celsius.

    Curah hujan yang tinggi, kelembaban udara yang tinggi dan suhu udara yang baik, sangat mendukung sekali terhadap kegiatan ekonomi penduduk di kawasan Asia Tenggara, khususnya kegiatan dibidang pertanian.

    Bagaimana ciri-ciri iklim tropis Asia Tenggara?

    – curah hujan tinggi, karena pengaruh adanya angin muson barat;
    – suhu udara panas, karena berada di dekat garis ekuator.

    Selain iklim matahari, keadaan iklim dapat ditinjau dari keadaan fisik muka bumi dan wilayah perairan.

    Keadaan iklim yang ditinjau dari keadaan fisik muka bumi dan wilayah perairan disebut iklim fisis.

    Beberapa iklim fisis di kawasan Asia Tenggara adalah sebagai berikut.

    a. Iklim laut, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin laut. Hal ini terjadi karena wilayah Asia Tenggara dikelilingi laut yang luas.

    b. Iklim gunung, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya gunung-gunung tinggi.

    c. Iklim dataran rendah, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya dataran rendah yang tersebar di kawasan Asia Tenggara.

  • Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    BAB I PENDAHULUAN

    Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam keberagaman seperti agama, bangsa ras, bahasa, adat istiadat dan sebagainya.

    Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat.

    Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna dan diwariskan dari generasi ke generasi, melalui usaha individu dan kelompok.

    Komunikasi diperlukan untuk mengenal budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.

    Dengan berkomunikasi seseorang dapat memahami perbedaan antar budaya yang satu dengan yang lainnya. Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik.

    Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan komunikasi pun selalu menentukan budaya.

    Komunikasi antar budaya terjadi jika bagian yang terlibat dalam kegiatan komunikasi membawa latar belakang budaya pengalaman yang berbeda dan mencerminkan nilai yang dianut oleh kelompoknya.

    Berkomunikasi merupakan kebutuhan yang fundamental bagi seseorang yang hidup bermasyarakat, tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat, maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.

    BAB II PEMBAHASAN

    A. Pengertian Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya.

    Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

    Menurut Liliweri (2003:9), dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Antarbudaya, memberikan definisi komunikasi antarbudaya atau komunikasi lintas budaya sebagai pernyataan diri antarpribadi yang paling efektif antar dua orang yang saling berbeda latar belakang budayanya.

    Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.

    B. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya memiliki fungsi penting, terutama ketika seseorang mulai menjalin hubungan bilateral, trilateral, atau multilateral.

    Secara khusus, komunikasi lintas budaya berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian komunikasi antarorang, antarsuku, dan antarbangsa yang berbeda budayanya.

    Ketika memasuki wilayah(daerah) orang lain, seseorang dihadapkan dengan orang-orang yang sedikit atau banyak berbeda, ditinjau dari aspek sosial, budaya, ekonomi dan status lainnya.

    C. Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya sangat penting, terutama untuk mencapai hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.

    Pentingnya komunikasi lintas budaya untuk membangu hubungan internasional yang serasi dapat ditemukan contohnya dari hubungan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    Hubungan kedua negara tersebut berjalin harmonis sejak 1884, ketika pemerintah Amerika Serikat mengirim warganya yang menjadi konsumen pertama produk property buatan korea selatan.

    Dari fenomena hubungan ekonomi Amerika Serikat-Korea Selatan, diketahui bahwa produktivitas dan profitabilitas meningkat ketika organisasi mampu menyerap budaya dan mengomunikasikan harapan secara jelas.

    Bagi banyak Negara, proses komunikasi yang ditunjukkan kedua Negara tersebut dijadikan sebagai replikasi untuk mencapai kemajuan dalam menjalin hubungan internasional.

    Replikasi tersebut tidak terbatas hanya dalam hubungan perdagangan saja, melainkan juga hubungan pertukaran pelajar, kegiatan riset dan kebudayaan, hingga masalah pertahanan keamanan.

    Kunci keberhasilan ini terletak pada aspek koorientasi yang diperlihatkan kedua belah pihak.

    Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya.

    Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi Komunikasi Lintas Budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.

    Perbedaan-perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau timbul kesalahpahaman.

    Akibat dari kesalahpahaman-kesalahpahaman itu banyak kita temui dalam berbagai kejadian yang mengandung etnosentrisme dewasa ini dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentangan antaretnis.

    Sebagai salah satu jalan keluar untuk meminimalisir kesalahpahaman-kesalahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan mengerti atau paling tidak mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip-prinsip Komunikasi Lintas Budaya dan mempraktikkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

    D. Definisi Budaya

    Secara etimologj, budaya berasal dari bahasa sanskerta. Buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal).

    Selanjutnya, budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

    Berbudaya berarti mempunyai budaya, mempunyai pikiran dan akal budi untuk memajukan diri.

    Kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budi.

    Budaya dalam bahasa Inggris disebut culture, yang berasal dari kata latin, colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan, dan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.

    Kata culture juga merupakan kata lain dari occult yang berarti benak dan pikiran.

    The American Herritage Dictionary mengartikan culture sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang ditransmisikan melalui kehidupan sosial, seni, agama, dan kelembagaan.

    Budaya dari bahasa latin, yakni dari akar kata cultura. Dalam bahas Perancis, la Culture berarti esemble des aspects intellectuals d’une civilization (serangkaian bidang intelektual dalam sebuah peradaban).

    Budaya adalah suatu konsep yang mencakup berbagai kompenen yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan hidupnya sehari-hari (Purwasito, 2003:95).

    Edward B. Taylor mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan sistem yang kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang diperoleh dan dipelihara manusia sebagai anggota masyarakat.

    Williams mendefinisikan bahwa budaya mencakup organisasi produksi, struktur lembaga, yang mengekspresikan atau mengatur hubungan sosial, dan bentuk-bentuk komunikasi khas antaranggota masyarat.

    Trenholm dan Jensen (1992:238) mendefinisikan budaya sebagai seperangkat nilai, kepercayaan, norma, adat istiadat, aturan, dan kode yang secara sosial mendefinisikan kelompok orang yang memilikinya, mengikat mereka satu sama lain dan memberi mereka kesadaran bersama.

    E. Karakteristik Budaya dan Komunikasi

    Ada tiga karakteristik penting dari kebudayaan, yaitu kebudayaan itu dapat dipelajari, kebudayaan itu dapat dipertukarkan, dan kebudayaan itu tumbuh serta berubah (Hebding dan Glick, 1991, hlm. 45).

    1. Kebudayaan itu Dipelajari
    Kita sebut kebudayaan itu dapat dipelajari karena interaksi antarmanusia ditentukan oleh penggunaan simbol, bahasa verbal maupun nonverbal.

    Tradisi budaya, nilai-nilai, kepercayaan, dan standar perilaku semuanya diciptakan oleh kreasi manusia dan bukan sekadar diwarisi secara instink, melainkan melalui proses pendidikan dengan cara-cara tertentu menurut kebudayaan.

    Setiap manusia lahir dalam suatu keluarga, kelompok sosial tertentu yang telah memiliki nilai, kepercayaan, dan standar perilaku yang ditransmisikan melalui interaksi di antara meraka (sosialisasi).

    2. Kebudayaan itu Dipertukarkan
    Di samping dipelajari, kebudayaan itu juga dipertukarkan. Istilah pertukaran merujuk pada kebiasaan individu atau kelompok untuk menunjukkan kualitas kelompok budayanya.

    Dalam interaksi atau pergaulan antarmanusia setiap orang mewakili kelompoknya lalu menunjukkan kelebihan-kelebihan budayanya dan membiarkan orang lain untuk mempelajarinya.

    Proses pertukaran budaya dilakukan melalui mekanisme belajar budaya yang mengakibatkan para ibu yang berasal dari Sunda dan Jawa dapat belajar memasak jagung bose (masakan jagung yang bercampur santan kelapa) dan sebaliknya para ibu dari Timor dan Flores belajar membuat oncom dan bajigur dari Sunda.

    3. Kebudayaan Tumbuh dan Berkembang
    Setiap kebudayaan terus ditumbuhkembangkan oleh para pemilik kebudayaannya, oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa kebudayaan ituterus mengalami perubahan.

    Oleh karena itu, kita menyebut kebudayaan itu berbuah semakin rinci (kompleks) dan kemudian dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi lain.

    Tenun ikat dari Ended an Lio di Flores mula-mula di tenun dengan benang yang di celupkan ke dalam nila.

    Akibat perkembangan teknologi industri maka lama kelamaan nila mulai ditinggalkan dan para penenun memakai benang sutera sehingga dapat menghasilkan tenun ikat berkualitas ekspor.

    F. Dimensi Dan Unsur Budaya

    Budaya memiliki dimensi yang sangat luas, bahkan dapat dikatakan seluas dan serumit kehidupan manusia itu sendiri.

    Tetapi, untuk kepentingan ilmiah, kebudayaan dikelompokkan ke dalam beberapa unsur penting, yaitu:

    1. Sistem religi (agama) dan upacara keagamaan

    Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

    Dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari religious emotion atau emosi keagamaan.

    Emosi keagamaan adalah perasaan yang ada di dalam diri manusia yang mendorongnya melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius.

    Dalam sistem religi terdapat tiga unsur yang harus dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

    2. Sistem pengetahuan

    Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.

    Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan yang bersifat empiris.

    3. Bahasa

    Bahasa terdiri dari susunan kata-kata. Kata-kata disusun oleh simbol sehingga bahasa merupakan susunan berlapis-lapis dari simbol yang ditata menurut ilmu bahasa.

    Karena simbol-simbol itu berasal dari bunyi, ucapan yang dibentuk oleh sebuah kebudayaan maka kata-kata maupun bahasa dibentuk pula oleh sebuah kebudayaan.

    Jadi, bahasa merupakan komponen budaya yang sangat penting yang mempengaruhi penerimaan dan perilaku manusia, perasaan dan kecenderungan manusia untuk bertindak mengatasi dunia sekeliling.

    Dengan kata lain, bahasa mempengaruhi kesadaran, aktivitas dan gagasan manusia, menentukan benar atau salah, moral atau tidak bermoral, dan baik atau buruk.

    4. Kesenian

    Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia terhadap keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.

    Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

    5. Sistem mata pencarian

    Perhatian para antropolog masa awal pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah mata pencaharian tradisional, diantaranya, berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, dan menangkap ikan.

    6. Sistem teknologi dan peralatan

    Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

    Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat dan mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

    Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat perdesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu senjata, wadah, alat-alat menyalakan api, makanan, pakaian, tempat berlindung dan perumahan, alat-alat transportasi.

    G. Fungsi Dasar dari Budaya

    Inti penting dari budaya adalah pandangan yang bertujuan untuk mempermudah hidup dengan “mengajarkan“ orang-orang bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungannya.

    Budaya berperan untuk memperbaiki cara anggota kelompok suatu budaya beradaptasi dengan ekologi tertentu dan hal ini melibatkan pengetahuan yang dibutuhkan orang supaya mereka dapat berperan aktif dalam lingkungan sosialnya.

    Sedangkan fungsi budaya menurut Sowell, yakni budaya ada untuk melayani kebutuhan vital dan praktis manusia, untuk membentuk masyarakat juga untuk memelihara spesies, menurunkan pengetahuan dan pengalaman berharga ke generasi berikutnya, untuk menghemat biaya dan bahaya dari proses pembelajaran semuanya mulai dari kesalahan kecil selama proses coba-coba sampai kesalahan fatal.

    Hal yang juga penting adalah bahwa budaya memenuhi kebutuhan dasar seseorang dengan menggambarkan dunia yang diramalkan di mana seseorang akan berdiri.

    Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengerti lingkungan sekitarnya. Seperti yang di tuliskan Haviland, “Bagi manusia, budayalah yang mengatasi dan mengarahkan perilaku.”

    Penulis Inggris mengungkapkan hal yang sama dengan lebih sederhana 200 tahun yang lalu, “Budaya membuat segala sesuatu jadi mudah”.

    Mudah, karena budaya melindungi orang dari yang tidak diketahui dengan menawarkan mereka suatu gambaran tentang semua aktivitas hidup.

    Walaupun mungkin orang dengan budaya yang berbeda akan menyimpang dari gambaran ini, paling tidak mereka tahu apa yang diharapkan budaya pada mereka.

    H. Pola Budaya

    Pola Budaya (cultural pattern) atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai “gambaran yang sangat luas dari susunan dunia dan hubungan seseorang dengan susunan tersebut.

    Maksudnya, hubungan seseorang dengan kebudayaan yang lebih besar menjadi relevan ketika menginterprestasikan makna.

    Tindak tutur, episode hubungan, dan naskah kehidupan dapat dipahami dalam level budaya.

    Hal ini menjadi lebih penting ketika dua orang dari dua budaya yang berbeda berusaha untuk memahami perkataan satu sama lain.

    Judith Martin dan Thomas Nakayama (2004) menyatakan bahwa budaya Amerika Serikat mendorong adanya individualisme atau pandangan dimana kepentingan individu didahulukan daripada kepentingan kelompok. Individualism berfokus pada kebebasan dan inisiatif.

    Budaya yang lain (seperti Kolombia, Peru, dan Taiwan) menekankan kolektivisme (collectivism), atau pandangan dimana kepentingan kelompok harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.

    Kesulitan akan muncul ketika dua orang dari sudut pandangan yang berbeda ini menginterprestasikan makna dari sudut pandang mereka.

    Karenanya, budaya membutuhkan kesamaan makna dan nilai.

    I. Hubungan Komunikasi Dengan Budaya

    Komunikasi dan budaya tidak dapat dipisahkan, karena komunikasi dan budaya adalah dua hal yang berbeda.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pesan di antara para pelaku komunikasi dengan tujuan untuk saling memahami satu sama lain.

    Sedangkan budaya dapat dikatakan sebagai cara berperilaku suatu komunitas masyarakat secara berkesinambungan.

    Namun demikian komunikasi dan budaya eksistensinya saling berkaitan.

    Suatu budaya dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus melalui proses komunikasi.

    Di sini, komunikasi berfungsi sebagai alat penyebaran tradisi dan nilai-nilai budaya.

    Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagaimana yang dikatakan Edward T. Hall, bahwa budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya.

    J. Problematika Kebudayaan Indonesia

    Menelusuri permasalahan kebudayaan di Indonesia, akan ditemukan sebuah fenomena yang biasa dihadapi, yaitu kerendahan diri masyarakat Indonesia terhadap kebudayaannya sendiri.

    Kerendahan diri ini muncul dari hubungan antara kebudayaan barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia.

    Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior.

    Problem kebudayaan saat ini antara lain, terjadinya pemahaman budaya yang cenderung keliru.

    Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terus menerus terjadi.

    Padahal, sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai, norma dan aturan, kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus, masing-masing proses pembelajaran, konteks, dan pelaku pendukung kebudayaan.

    Ketiga aspek tersebut dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik.

    BAB III PENUTUP

    Kesimpulan

    Dunia yang luas terdiri dari berbagai negara tentu saja memiliki beraneka ragam corak budaya.

    Indonesia termasuk di dalamnya yang memberikan corak budya tersendiri.

    Faktor geografis merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia memiliki beranekaragam budaya.

    Luas Indonesia yang sebagian besar adalah luas lautan menjadikan wilayah Indonesia secara topografi terpisah menjadikan ciri khas atau perbedaan budaya dari masing- masing daerah.

    Budaya antar wilayah Indonesia berbeda melainkan tetap dalam satuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi, seperti yang dinyatakan Hall, “Budaya adalah komunikasi,dan komunikasi adalah budaya”.

    Dengan kata lain ketika membahas budaya dan komunikasi sulit untuk memutuskan mana yang menjadi suara dan mana yang menjadi gemanya.

    Alasannya adalah karena anda “mempelajari” budaya anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya anda.

    Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

  • Paragraf Eksposisi: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contohnya

    Paragraf Eksposisi: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Paragraf Eksposisi

    Paragraf eksposisi adalah paragraf atau karangan yang berisi teks informasi dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca.

    Paragraf eksposisi bersifat ilmiah yang diperoleh dari pengamatan, penelitian atau pengalaman.

    Paragraf eksposisi atau paragraf ekspositif sendiri tidak selalu tersusun atas pembukaan, pengembangan, isi, dan penutup.

    Biasanya, paragraf eksposisi dapat dikembangkan melalui klasifikasi, ilustrasi, perbandingan/pertentangan, laporan, proses, atau definisi yang semuanya merupakan bentuk pengelompokan dari gagasan utama yang hendak disampaikan.

    Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi

    1. Eksposisi definisi
    2. Eksposisi proses
    3. Eksposisi klasifikasi
    4. Eksposisi ilustrasi
    5. Eksposisi perbandingan
    6. Eksposisi laporan

    Ciri Ciri Paragraf Eksposisi

    1. Berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan.
    2. Menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana.
    3. Disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku.
    4. Bersifat netral, tidak memihak, dan tidak memaksakan sikap penulis terhadap pembaca.

    Contoh Paragraf Eksposisi

    1. Contoh Paragraf Eksposisi Definisi

    Tanaman obat mahkota dewa sudah dikenal dan populer sejak zaman nenek moyang. Tanaman obat ini memiliki segudang khasiat untuk menyembuhkan luka, baik luka luar maupun dalam, serta menjaga kesehatan tubuh.

    2. Contoh Paragraf Eksposisi Proses

    Dengan begitu banyaknya khasiat dalam tanaman mahkota dewa, maka banyak sekali produk kesehatan yang menggunakannya sebagai bahan dasar. Kadang juga diproses menjadi ekstrak minuman dengan menjadikannya pil atau daun kering yang siap diseduh kapanpun.

    3. Contoh Paragraf Eksposisi Klasifikasi

    Ada dua kegunaan tanaman mahkota dewa, yang pertama untuk mengobati luka luar, kemudian bisa juga untuk mengobati luka dalam. Cara penggunaannya pun berbeda, sesuai dengan tujuan. Ketika ingin mengobati luka luar, cukup oleskan mahkota dewa yang telah dihaluskan pada kulit yang terluka. Sedangkan untuk luka dalam, perlu dikonsumsi dengan cara yang disebutkan sebelumnya.

    4. Contoh Paragraf Eksposisi Ilustrasi

    Tanaman mahkota dewa ibarat oase di padang gurun ketika seseorang sudah lelah berobat kesana kemari tak ada hasilnya. Herbal ini dapat dijadikan alternatif untuk yang sedang ikhtiar kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.

    5. Contoh Paragraf Eksposisi Perbandingan

    Tanaman mahkota dewa bisa diolah dengan dua cara, yaitu direbus dan diblender. Kedua teknik pengolahan ini tentu memberikan tampilan serta efek yang berbeda. Biasanya, untuk pengobatan luka dalam, mahkota dewa direbus dengan segelas air. Kemudian air rebusan tersebut diminum. Sedangkan untuk luka luar, bisa diblender sampai halus dan dioles pada kulit yang terluka.

    6. Contoh Paragraf Eksposisi Laporan

    Maka, tanaman mahkota dewa adalah tanaman herbal yang dapat dijadikan untuk obat bagi segala macam keluhan penyakit. Hanya saja, kadang masyarakat kurang peduli sehingga saat ini cukup sulit mencari tanaman mahkota dewa.

  • Contoh Surat Undangan Turnamen Sepak Bola

    Contoh Surat Undangan Turnamen Sepak Bola

    TURNAMEN GARUDA MUDA CUP 2022
    HARI ULANG TAHUN DESA GARUDA KE 45
    KECAMATAN MAJU MUNDUR – SURABAYA
    Jl. Poros Kampung Garuda Kec. Maju Mundur – Surabaya 000112

     

     

    Nomor : 10/10/KT/GARUDA/2022
    Lampiran : 2 berkas
    Perihal : Undangan Turnamen Sepak Bola

    Kepada Yth.
    Manager & Pelatih SSB

    Di-
    Tempat

    Salam olahraga.
    Dalam rangka memperingati hari jadi kampung Garuda yang ke 45, kami atas nama panitia HUT kampung Garuda bermaksut mengundang SSB (Sekolah Sepak Bola) saudara untuk ikut serta berpartisipasi dalam kompetisi sepakbola yang akan dilaksanakan pada:

    Hari      :
    Tanggal :
    Tempat :
    Pukul :

    Demikian undangan ini kami sampaikan semoga dengan partisipasi SSB saudara dalam turnamen sepak bola ini meningkatkan dan mempererat tali siraturahmi dan persaudaraan antar SSB.

    Atas partisipasinya kami ucapkan terimakasih.

    Garuda, ……………

    Ketua Panitia Sekertaris

     

    Firman                                                                          Sanusi

     

     

     

    Peraturan dan Persyaratan

    Administrasi pendaftaran Rp. 100.000 / SSB
    Peraturan mengikuti peraturan PSSI yang berlaku
    Pertandingan dilaksanakan dengan sistem gugur
    Suporter ke 2 kontingen yang sedang bertanding menjadi tanggungjawab masing- masing ketua kontingen.
    Apabila terjadi keributan dan perkelahian dari suporter /kontingen, sepenuhnya menjadi tanggungjawab ketua kontingen masing-masing dan kontingen langsung didiskualifikasi dari pertandingan.
    Pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB S/D selesai
    Apabila kontingen terlambat 10 menit dengan waktu tenggang 5 menit dari jadwal yang telah ditentukan oleh panitia maka dinyataakan gugur
    Masing-masing kontingen harus menjunjung tinggi nilai sportivitas
    Masing-masing kontingen memberi uang jaminan Rp 50.000 diberikan sebelum pertandingan
    Denda kartu kuning Rp. 20.000 dan kartu merah Rp. 30.000
    Memakai perlengkapan pemain lengkap seperti sepatu, kaos kaki, perlingdung kaki (deker), seragam team bernomor punggung dan perlengkapan khusus kiper
    Apabila pertandingan akan dimulai dan warna seragam dari ke dua team hampir sama, maka salah satu team harus menggunakan seragam yang sudah disediakan oleh panitia.
    Lama pertandingan 2 x 45 menit dan lama istirahat 15menit
    Masing-masing team terdiri dari 16 pemain dan 2 manager
    Apabila pertandingan berahir dengan kedudukan seri maka dilanjutkan dengan babak adu pinalti
    Pemain harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
    Panitia hanya menyediakan medis untuk pertolongan pertama apabila ada pemain yang mengalami cidera dalam pertandingan selebihnya menjadi tanggung jawab manager masing-masing
    Keputusan wasit, hakim garis dan panitia tidak dapat diganggu gugat
    Pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan diri sendri mupun pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan atau berkuku panjang.
    Demikian peraturan turnamen ini kami buat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

    Garuda, ……………………

     

     

     

     

     

    TURNAMEN GARUDA MUDA CUP 2022
    HARI ULANG TAHUN DESA GARUDA KE 45
    KECAMATAN MAJU MUNDUR – SURABAYA

     

    PENASEHAT                   : AHMAD SAHIR S.Pd
    PENANGGUNG JAWAB       : ARDIANSAH, S.Pd
    KETUA PANITIA                : HERI LAKSANA
    WAKIL KETUA PANITIA     : AGUS SUPRIYANTO
    SEKRETARIS 1                : GATOT KOCO
    SEKRETARIS 2                : HERU DAHLAN
    BENDAHARA 1                : M. MISBAH
    BENDAHARA 2                : FIKRI RIZKI

     

    SEKSI KEAMANAN

    KETUA
    A. BAGASKORO

    ANGGOTA
    1. YANTO
    2. SUJATMIKO
    3. SUPARNO
    4. WAWAN
    5. MASTUR

     

    SEKSI PERLENGKAPAN

    KETUA
    B. IRWANSYAH

    ANGGOTA
    1. ABDUS
    2. AAN GONDRONG
    3. ANTO
    4. SLAMET
    5. JALI

     

    SEKSI ADMINISTRASI

    KETUA
    C. ENDANG

    ANGGOTA
    1. SITI NURSALIM
    2. RATIH KUMALA

     

    SEKSI P3K

    KETUA
    D. FATAH YUSUF

    ANGGOTA
    1. FARHAN
    2. MAMAD

     

    SEKSI PARKIR

    KETUA
    E. RADIT UTAMA

    ANGGOTA
    1. SUKIRMAN
    2. KAMSANI
    3. IKBAL
    4. YONO
    5. HENDRI

     

    SEKSI HUMAS

    KETUA
    YAYAN MOLEN

    ANGGOTA
    1. MASKURI
    2. NOPRI
    3. RIYAN
    4. TURMIDI

  • Contoh Makalah Tentang Masalah Lingkungan Hidup

     
     
    MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
     
    Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi
    Dosen pengampu: Bambang Sudarsono, S.Si, M.Pd

     

     

    Disusun oleh:
    1. Riski Aditiya      (123456789)
    2. Yulianto (123456789)

     

     

    PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
    UNIVERSITAS YOGYAKARTA
    2022
     

     

     

    KATA PENGANTAR

     

     

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat, dan hidayah-nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Masalah Lingkungan Hidup” ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini sehingga dapat selesai pada waktunya. Makalah ini telah disusun semaksimal mungkin, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf. Demikian dari penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran kami harapkan agar dapat meningkatkan kualitas pembuatan makalah berikutnya, terima kasih.

     

     

    Yogyakarta, Januari 2022

     

    Penyusun
     
     
     
    BAB I
    PENDAHULUAN

     

     

    A. Latar Belakang

    Manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara.

    Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.

    Lingkungan hidup dimasa sekarang perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah-masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan yang terjadi di berbagai daerah.

    Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).

    B. Rumusan Masalah

    1. Bagaimana Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan?
    2. Apa saja Berbagai Gejala Alam dan Cara Penanggulangannya?

    C. Tujuan

    Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
     

     

    BAB II
    PEMBAHASAN

     

    A. Masalah-Masalah Lingkungan Hidup

    Setelah sekian lamanya manusia baru mulai menaruh perhatian yang besar terhadap lingkungan hidupnya sekitar tahun 1970-an, yaitu setelah diadakannya konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia untuk pertama kalinya di Stockholm., Swedia pada tahun1972.

    Demi perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup konferensi tersebut menyetujui dibentuknya sebuah badan khusus PBB yang bertugas mengurus permasalahan mahluk hidup, yaitu United Nation Environmental Programe (UNEP).

    Hal itu menunjukan bahwa masalah lingkungan merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama pula.

    Sebagai contoh, terjadinya pencemaran udara sehingga dapat merusak lapisan ozon dan dampaknya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di bumi. (Sumadi, 2006:111)

    Pengertian lingkungan hidup antara lain adalah sebagai berikut. (Sumadi, 2006: 112)


    1. St. Munajat Danusaputra: Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya. Yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

    2. Otto Soemarwoto: Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
    Berdasarkan pengertian para ahli tersebut, dapat diketahui bahwa lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks dalam sebuah ruang. Sementara itu, ruang merupakan tempat bagi komponen-komponen lingkungan hidup dalam melakukan setiap proses, yaitu saling mempengaruhi (interaksi), saling berhubungan (interelasi), dan saling ketergantungan (interpendensi)
     

    Komponen-komponen lingkungan hidup tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah mahluk hidup yang meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup, atara lain air, tanah, batu, udara, dll.

    Adapun masalah-masalah dalam lingkungan hidup, yaitu:

    1. Eksplorasi penduduk.
    2. Persoalan pangan.
    3. Persoalan limbah.
    4. Masalah SDA. (Sumadi, 2006:114)

     

    B. Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan

    Manusia tidak akan dapat hidup sendirian tanpa adanya tumbuhan dan binatang di sekitarnya yang menjadi komponen lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup memiliki hubungan yang sangat erat.

    Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh besar satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.

    Manusia memiliki kemampuan eksploitatif terhadap alam, sehingga mampu mengubahnya sesuai dengan yang dikehendakinya walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia, namun pelan tapi pasti, apa yang terjadi pada alam langsung atau tidak langsung, akan terasa pengarunya bagi kehidupan manusia.

    Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia.

    Sebaliknya lingkungan yang rusak akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. Tindakan eksploitatif-manipulatif terhadap alam akan mengakibatkan kerusakan terhadap alam. (Antonius Athosoki Gea, 2005:39).

    Contoh perilaku manusia yang dapat mempengaruhi Lingkungan.

     
    Menebang Hutan Secara Liar

    Menebang hutan secara liar dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan, yaitu seperti kerusakan hutan. Hutan manjadi gundul dan menjadi gersang. Berbagai flora dan fauna mungkin akan punah karena ulah manusia. Hutan yang telah gundul dapat mendatangkan bencana.

    Hutan yang gundul tidak dapat menahan air hujan yang turun, Sehingga hujan yang turun lebih banyak menjadi aliran permukaan yang akan mengikis permukaan tanah yang gundul tersebut. Permukaan tanah yang terkikis air hujan akan hilang lapisan humusnya sehingga akan menjadi tanah yang tandus.

    Ladang Berpindah

    Ladang berpindah merupakan proses membuka lahan dengan cara membakar hutan untuk kemudian lahan tersebut ditanami tanaman bahan pangan.

    Pada zaman dahulu , orang membakar hutan hanya membuka lahan untuk berladang tanaman bahan pangan.

    Disaat sekarang, orang membakar hutan untuk keperluan yang lebih besar, yaitu untuk lahan perkebunan bahan baku industri seperti perkebunan kelapa sawit, coklat, dan tebu.

    Dengan membakar daerah yang akan dijadikan ladang, Api dapat juga marambat ketempat lain, bahkan dapat menyebabkan kebakaran hutan.

    Dari kebakaran hutan tersebut sangatlah berpengaruh terhadap lingkungan, tentunya pengaruh yang negatif.

     
    Membuang Sampah Sembarangan

    Sampah menjadi masalah yang cukup serius bagi penduduk yang tinggal di kota besar. Sampah atau limbah adalah barang-barang buangan atau sisa-sisa kegiatan rumah tangga dan pabrik.

    Jika limbah dan sampah dibuang secara sembarangan maka akan menimbulkan masalah lingkunga.

    Sampah sisa kegiatan rumah tangga apabila dibuang ke sungai akan menimbulkan pedangkalan sungai, sehingga msnghambat aliran-aliran air yang akan berakibat terjadinya banjir.

    Demikian juga, apabila limbah sisa industri dibuang kesungai atau kelaut, akan menimbulkan pencemaran air sungai dan air laut yang akan merusak komunitas sungai dan laut, seperti ikan, gangga dan hewan laut lainnya.

    Jika air sudah tercemar maka para pencari ikan atau nelayan sudah kehilangan pekerjaannya. Masalah tersebut juga mempunyai dampak pada ekonomi para nelayan.

    Dari contoh-contoh perilaku manusia yang dapat merusak lingkungan, hal tersebut termasuk dalam masalah sosial.

    Tidak hanya lingkungan yang rusak tetapi menghimbas pada masalah lainnya, seperti ekonom dan sosiali.

    Contohnya: Karena penggundulan hutan yang dilakukan manusia maka dapat menimbulkan banjir. Hutan sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, rumah-rumah rusak, terjadi ketimpangan sosial, kesehatan berkurang.

     

    C. Berbagai Gejala Bumi dan Penanggulangannya

    Bumi selalu berputar pada porosnya dan berputar pula mengelilingi matahari. Perputaran bumi sebenarnya sangat cepat. Akan tetapi mahluk hidup yang berada di planet bumi tidak begitu merasakan gerakannya.

    Hal ini disebabkan oleh bumi yang berputar secara tetap dan berputar bersama-sama dengan atmosfer yang menyelubunginya. Bumi yang selalu bergerak menimbulkan pergerakan-pergerakan pada lapisan-lapisan kulit bumi (lempeng bumi).

    Pergerakan antar lapisan bumi yang ada memiliki tekanan kecil. Apabila pergerakan suatu lempeng bumi memiliki tekanan yang kuat, maka akan mengakibatkan lempengan lain patah, retak, turun, menekuk, atau runtuh. (Tim Pena Cendekia, 2006:3)

    Gejala adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang tidak biasa dan harus diperhatikan.

    Gejala alam menyangkut berbagai aktivitas alam yang memunculkan peristiwa alam.

    Gejala alam terjadi antara lain disebabkan oleh adanya pergerakan bumi yang menimbulkan gempa bumi, tanah longsor, dan penurunan permukaan tanah.

    Gejala alam pun dapat terjadi karena ulah manusia seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. Semua itu akan menimbulkan gejala alam yang mengarah pada bencana alam.

     
    1. Berbagai Gejala Alam
     
    a. Hujan deras dan Banjir
     

    Hujan merupakan bagian dari gejala alam yang bisa terjadi dalam kehidupan. Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi. Hujan terjadi apabila massa udara yang mengandung uap air naik ke atas.

    Uap air itu kemudian mengalami titik jenuh dan pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air (kondensasi). Titik air tersebut membentuk awan.

    Jika awan tersebut bertambah dingin, maka perlahan-lahan akan berat, dan akhirnya akan jatuh menjadi hujan.

    Hujan yang sangat deras bisa terjadi saat musim penghujan. Curah hujan yang turun kadang disertai oleh angin dan petir. Hal ini terjadi di seluruh wilayah indonesia.

    Hujan deras yang terus-menerus sepanjang hari akan menyebabkan terjadinya banjir.

    Yang dimaksud drngan banjir adalah peristiwa meluapnya air yang berlebihan di suatu tempat.hujan yang deras dapat juga mengakibatkan banjir bandang.

    Banjir bandang adalah banjir di permukaan tanah yang rendah atau sungai yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba.

    Banjir bandang terjadi saat mengalami penjenuhan daya serap air yang berlangsung cepat sehingga air tidak diserap oleh tanah. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah permukaan rendah. (Tim Pena Cendekia, 2006: 3)

    b. Angin jatuh atau Angin Fohn
     

    Angin jatuh atau angin fohn adalah angin yang berhembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang.

    Angin tersebut melewati puncak dan berhembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu yang kembali naik dan tingkat kelembaban yang rendah.

    Angin yang turun serta bersifat panas dan kering inilah yang disebut angin jatuh atau angin fohn.

    Angin jatuh dapat merusak tanaman dan perkebunan karena sifatnya yang panas dan kering.

    Di Pasuruhan, Jawa Timur, angin jatuh disebut angin gendhing. Di Biak papua disebut angin wambraw.

    Di makassar angin jatuh disebut angin brubu. Di tegal dan cirebon angin jatuh disebut angin kumbang, di seli ( Sumatea Utara), angin jatuh disebut angin baharok. Angin jatuh di indonesia biasanya terjadi pada musim kemarau. (Sudjatmoko, 2006: 4)

    c. Tanah Longsor

    Sebagian wilayah indonesia merupakan daerah perbukitan atau pegunungan yang membentuk lahan miring.

    Timbulnya tanah longsor biasanya terjadi pada musim penghujan,. Namun, adakalanya tanah longsor terjadi karena penggundulan hutan yang gundul oleh sebab-sebab lain.

    Perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab seperti menebang hutan secara sembarangan atau pola penanaman yang kurang baik di daerah lereng turut mendorong terjadinya tanah longsor.

    d. Banjir Lumpur Panas di Sidoarjo

    Sejak tanggal 29 mei 2006 terjadi peristiwa banjir lumpur panas di Sidoarjo kasus ini berawal dari kegiatan pengeboran tanah yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas.

    Kegiatan eksplorasi pengeboran itu rencananya untuk memperoleh minyak dan gas. Namun, yang terjadi adalah semburan lumpur panas yang terus menerus dan sangat sulit untuk diatasi.

    Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Upaya yang dilakukan pemeintah dan PT Lapindo Brantas diantaranya dengan membuat tanggul, membuat waduk-waduk baru, dan mengalirkan luapan lumpur melalui Kali Porong hingga mencapai laut. Akan tetapi upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil. (Tim Pena Cindekia, 2006: 16)

    e. Tsunami

    Tsunami adalah gelombang laut yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Tsunami bisa juga ditimbulkan oleh kegiatan gunung berapi di bawah permukaan laut.

    Tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti “gelombang ombak lautan”. Tsunami dapat mengakibatkan kerusakan besar di daerah-daerah pantai.

    Tsunami diawali dengan terjadinya gempa, air laut surut. Setelah air surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar.

    Gelombang besar inilah yang mengakibatkan kehancuran, korban jiwa, dan kerugian harta benda. Gempa yang terjadi disertai tsunami sudah beberapa terjadi di indonesia.

    Tsunami pernah terjadi di Pulau Flores pada tahun 1992, Gempa bumi berkekuatan 7,5 skala richter disertai tsunami. Gempa bumi yang paling dahsyat terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.

    Peristiwa ini terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara. Kekuatan gempa mencapai angka 9,0 skala richter.

    Korban jiwa yang meninggal dunia diperkirakan lebih dari 40.000 orang. Selain Nanggroe Aceh Darussalam, gempa dan tsunami terjadi pula di negara-negara Asia Selatan.

     
     

     

    BAB III
    PENUTUP

     

     

    A. Kesimpulan

    Perilaku manusia yang mengakibatkan masalah lingkungan hidup berupa erosi, banjir, penebangan liar, pencemaran lingkungan (baik pencemaran tanah, air dan udara).

    Tidak hanya merusak lingkungan sekitar tetapi masalah tersebut memberi dampak pada masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik.

    Gejala alam adalah proses dari kejadian bencana alam. Berbagai gejala alam tersebut adalah, banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, badai, dan el nino.
     

     

    B. Saran

     

     
    Agar tidak timbulnya suatu masalah-masalah lingkungan hidup maka sebaiknya kita sebagai umat manusia menyayangi lingkungan hidup. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia.
     
     
    DAFTAR PUSTAKA
     

    Antonius Athosoki Gea, 2005. Relasi dengan Dunia. Jakarta: Gramedia.
    Samadi. 2006. Geografi 2. Bogor: Quadra (online)

  • Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak bisa lepas dari dua konsep mendasar yang menjadi fondasi dalam interaksi sosial maupun sistem hukum, yakni hak dan kewajiban.

    Dua istilah ini seringkali disebut beriringan karena keduanya saling melengkapi. Hak memberikan kita ruang untuk memperoleh atau melakukan sesuatu, sementara kewajiban menuntut kita untuk menjalankan sesuatu demi menjaga keseimbangan hak tersebut.

    Dengan memahami pengertian hak dan kewajiban secara mendalam, seseorang dapat bersikap lebih adil, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengertian Hak Menurut Para Ahli

    Namun, makna hak dan kewajiban tidak selalu sesederhana itu. Banyak ahli, baik dari kalangan hukum, filsafat, hingga praktisi sosial, memberikan definisi yang beragam sesuai sudut pandang keilmuannya.

    Definisi-definisi ini penting untuk dipahami agar kita tidak hanya sekadar tahu istilahnya, tetapi juga memahami konteks dan penerapannya secara tepat.

    1. Soerjono Soekanto

    Soerjono Soekanto mengupas hak menjadi dua hal yang berbeda. Pertama, hak berhubungan dengan perjanjian yang dilakukan.

    Kedua, hak berhubungan dengan kepribadian, kekeluargaan, dan juga objek material.

    Masing-masing dari pengelompokan tersebut mengungkapkan apabila hak merupakan suatu hal yang telah melekat pada individu.

    2. Sukamto Notonegoro

    Sukamto Notonegoro mengemukakan jika hak merupakan segala sesuatu yang bisa diterima atau ditolak oleh setiap individu berdasarkan prinsip yang dianutnya.

    Artinya, seseorang boleh menerima atau menolak pemberian hak dari orang lainnya apabila memang bertentangan dengan prinsip yang dimiliki.

    3. John Salmond

    Menurut Salmond, hak bisa diklasifikasikan menjadi empat bagian penting.

    • Pertama, seseorang bisa memperoleh hak apabila telah melakukan kewajibannya.
    • Kedua, seseorang boleh menjalankan haknya asal tidak mengganggu yang lainnya.
    • Ketiga, seseorang bisa mendapatkan haknya melalui kekuasaan, jabatan, dan jalur hukum lainnya.
    • Lalu yang keempat, seseorang memiliki hak untuk terbebas dari ikatan dengan orang lain.

    4. Koentjoro Poerbapranoto

    Pengertian hak ialah sesuatu yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

    5. John Locke

    Definisi hak adalah individu sesuai kodratnya merupakan makhluk-makhluk yang bebas dan setara. Manusia memiliki hak kodrati yang tidak dapat diganggu gugat atau bersifat mutlak.

    6. Srijanti

    Hak merupakan unsur normatif yang berfungsi pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan, serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. (Srijanti,2007:121)

    7. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang dan aturan), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

    Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

    Sementara pengertian kewajiban menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Sukamto Notonegoro

    Menurut Sukamto Notonegoro, kewajiban merupakan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap individu agar mereka bisa menerima atau menjalankan haknya dengan semestinya.

    Beliau juga menegaskan jika kewajiban bukanlah suatu beban yang diberatkan kepada individu sehingga dalam proses menjalankannya harus dilakukan sepenuh hati. Hal ini juga selaras dengan pengetian hak dan kewajiban.

    2. Curzon

    Curzon telah membagi kewajiban menjadi lima klasifikasi utama.

    • Pertama, sebagai kewajiban mutlak yang artinya telah melekat pada diri sendiri sejak lahir.
    • Kedua, kewajiban primer yang artinya kemunculannya berdasarkan akibat dari perbuatan melawan hukum.
    • Ketiga, kewajiban universal yang ditujukan kepada semua orang pada umumnya.
    • Keempat, kewajiban positif yang menuntut setiap individu untuk melakukan suatu hal.
    • Terakhir, kewajiban publik yang berhubungan dengan interaksi sosial.

    3. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).

    4. Fredrick Pollock

    Kewajiban memiliki makna yang sama dengan tugas Dalam pengertian hukum, kewajiban merupakan sesuatu yang mengikat secara hukum antara dua orang atau lebih.

    5. John Salmond

    Menurut John Salmond, kewajiban adalah hal yang harus dilakukan oleh seseorang dan akan mendapatkan sanksi jika tidak melakukan hal tersebut tersebut.

  • Pengertian Pembangunan Nasional Dan Tujuannya

    Pengertian Pembangunan Nasional Dan Tujuannya

    Pengertian Pembangunan Nasional

    Pembangunan Nasional adalah sebuah upaya peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.

    Tujuan pembangunan nasional adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

    Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi dan seimbang.

    Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia, misalnya sandang, pangan, perumahan, pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana dan prasarana transportasi dan olahraga, dan sebagainya.

    Sedangkan contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah, pendidikan, rekreasi, hiburan, kesehatan dan sebagainya.

    Pembangunan Nasional Meliputi

    1) Pembangunan Ekonomi

    Peranan sektor industri dan perdagangan diarahkan untuk memantapkan stabilitas ekonomi, di samping kinerja sektor pertanian berusaha ditingkatkan, dan pembangunan kehutanan ditekankan pada rehabilitasi hutan dan lahan kritis, pembangunan hutan tanaman industri dan hutan rakyat.

    Selain itu, kegiatan dunia usaha yang tumbuh dengan pesat ternyata cenderung ditujukan pada sektor yang rentan terhadap gejolak moneter.

    Sehingga kegiatan ekonomi yang mengalami kontraksi bertambah bebannya, dan mengakibatkan berkurangnya kesempatan kerja, meskipun selama Repelita VI pertambahan angkatan kerja telah diikuti oleh perluasan kesempatan kerja, baik dalam jumlah maupun mutu.

    2) Pembangunan Prasarana

    Makin membaiknya sarana dan prasarana perhubungan serta pembangunan pariwisata, pos dan telekomunikasi yang meningkat, mempunyai arti yang semakin penting dalam menunjang pembangunan nasional secara keseluruhan.

    Disamping sektor pengairan dengan jaringan irigasi yang merupakan pendukung sektor pertanian, sektor pertambangan dan energi tetap melanjutkan peranannya sebagai sektor andalan yang menyediakan sumber energi, bahan baku industri dan sumber penerimaan negara.

    3) Pembangunan Sumber Daya Manusia

    Pada awal pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta keseimbangan ekonomi makro yang terkendali selalu diikuti oleh sumber daya manusia (SDM) yang semakin meningkat kualitasnya.

    Dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, pembangunan agama, budi pekerti, kesehatan, kesejahteraan sosial, pendidikan, serta Iptek, kelautan dan kedirgantaraan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan kualitas SDM, sebagai insan dan sumber daya pembangunan.

    4) Pembangunan Regional dan Pembangunan Sumber Daya Alam

    Pembangunan daerah sebagai bagian integral dan penjabaran dari pembangunan Nasional diarahkan untuk lebih mengembangkan dan menyerasikan laju pertumbuhan antar daerah dengan memperhatikan daerah yang terbelakang, daerah padat dan jarang penduduk, daerah transmigrasi, daerah terpencil dan perbatasan, serta mempercepat pembangunan kawasan Timur Indonesia yang pelaksanaannya disesuaikan dengan prioritas daerah.

    5) Pembangunan Hukum, Penerangan, Politik, Hankam dan Administrasi Negara

    Pembangunan hukum terus diupayakan untuk kemajuan perletakan dasar-dasar kuat bagi terwujudnya Indonesia sebagai negara hukum di samping kesadaran politik rakyat di atas landasan Pancasila dan UUD 1945.

    Selain pembangunan pertahanan keamanan negara (hankamneg) diarahkan pada pembangunan segenap komponennya untuk memelihara stabilitas nasional yang mantap, dinamis, dan mewaspadai perkembangan lingkungan strategis; pendayagunaan aparatur negara dan sistem pengawasan pembangunan semakin diperlukan untuk memperlancar penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara efisien, efektif, bersih, bertanggung jawab dan merata di seluruh pelosok tanah air.

    Hakikat Pembangunan Nasional

    Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional diperlukan hal-hal sebagai berikut:

    1. Ada keselarasan, keserasian, kesimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pembangunan adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini, unsur manusia, unsur sosial-budaya, dan unsur lainnya harus mendapatkan perhatian yang seimbang.
    2. Pembangunan harus merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
    3. Subjek dan objek pembangunan adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga pembangunan harus berkepribadian Indonesia pula.
    4. Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah mesti saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.

    Tujuan Pembangunan Nasional

    Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mewujudkan tujuan nasional seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yaitu…..melindungi segenap bangsa Indonesia dan sekuruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mecerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial serta mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam alinea II Pembukaan UUD1945