Kategori: Pendidikan

  • Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas

    Pengertian majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tertulis maupun lisan yang digunakan dalam karya sastra untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif.

    Biasanya, penulis akan memberikan majas pada karyanya agar mampu mengarahkan emosional pembaca secara efektif.

    Sehingga pembaca mampu merasakan langsung tentang apa isi dari karya sastra tersebut.

    Majas sendiri bisa dikatakan sebagai kalimat kiasan yang mengandung unsur implisit dalam menyampaikan sebuah pesan.

    Masing-masing penulis memiliki cara tersendiri yang berbeda dalam menyampaikan majasnya.

    Nah, itulah yang disebut dengan gaya bahasa atau karakter penulisan.

    Jenis Jenis Majas

    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis majas beserta contohnya:

    1. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi merupakan majas perbandingan yang menggambarkan sebuah benda mati menjadi seolah-olah hidup dan memiliki sifat manusia.

    Kegunaan dari majas personifikasi adalah membuat benda mati agar terkesan hidup dan bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh manusia.

    Berikut adalah contoh majas personifikasi:

    • Padi itu saling berbisik menambah suasana syahdu siang ini.
    • Dedaunan menari-nari tertiup hembusan angin.

    2. Majas Metafora

    Majas metafora adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan secara analogis.

    Biasanya, majas metafora berisi kalimat kiasan yang mengungkapkan unsur secara implisit (tidak dalam arti sebenarnya).

    Agar lebih jelas, simak contohnya berikut ini:

    Dia adalah tangan kanan dari atasan (Tangan kanan adalah orang kepercayaan)

    3. Majas Asosiasi

    Majas asosiasi adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda yang digabungkan dalam kata penghubung sehingga memiliki makna sama. Contohnya:

    Kakak beradik itu sangat mirip bak pinang dibelah dua

    4. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah sebuah ungkapan yang terkesan melebihkan, mendramatisir, bahkan hampir tak masuk akal.

    Biasanya majas ini digunakan untuk menggambarkan apa yang dirasakan, namun secara halus. Berikut contohnya:

    • Rasa rindu ini telah meracuni pikiranku.
    • Remuk redam hatiku melihat kau bersamanya.

    5. Majas Metonimia

    Majas metonimia adalah majas yang digunakan untuk menyandingkan merek yang merujuk pada benda umum.

    Biasanya majas ini diungkapkan berdasarkan kebiasaan serta kepopuleran sebuah merek. Misalnya:

    • Perjalanan ke Surabaya lebih baik menggunakan Garuda.
    • Kalau haus, itu ambil Aqua di atas meja!

    6. Majas Alegori

    Majas alegori adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan/maksud tertentu secara tak langsung dengan menggunakan kata kiasan. Misalnya:

    Aku adalah nahkoda di dalam bahtera rumah tangga(Suami adalah nahkoda/pemimpin keluarga)

    7. Majas Sinekdok

    Majas sinekdok adalah majas yang digunakan untuk menggambarkan seluruh unsur benda, namun hanya disebutkan sebagiannya saja. Contoh majas sinekdok:

    Sampai jam segini, batang hidung si Adi belum juga kelihatan (batang hidung adalah Adi secara keseluruhan)

    8. Majas simbolik

    Majas simbolik merupakan majas perbandingan yang digunakan untuk membandingkan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

    Misalnya antara manusia dan hewan. Berikut adalah contoh majas simbolik:

    1. Mulutmu adalah harimaumu!

    2. Dia sedang mencari kambing hitam atas kesalahannya

  • 1000 Daftar Kata Serapan Bahasa Indonesia Beserta Asalnya

    1000 Daftar Kata Serapan Bahasa Indonesia Beserta Asalnya

    Kata serapan dalam Bahasa Indonesia adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosakata.

    Berikut adalah daftar kata serapan Bahasa Indonesia beserta asalnya:

    1. Bahasa Inggris

    Bahasa Inggris merupakan bahasa yang ditetapkan sebagai bahasa Internasional atau bahasa penghubung berbagai bahasa di dunia agar mempermudah tersampainya komunikasi. Oleh karena itulah bahasa inggris sangat banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah contoh kata serapan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

    Access = Akses
    Aquarium = Akuarium
    Account = Akun
    Activist = Aktivis
    Aerobic = Aerobik
    Agribusiness = Agribisnis
    Agronomy= Agronomi
    Artist = Artis
    Accessory = Aksesoris
    Association = Asosiasi
    Bomb = Bom
    Bus = Bis
    Ballpoint = Bolpen
    Business = Bisnis
    Balloon = Balon
    Bandit = Bandit
    Book = Buku
    Calculator = Kalkulator
    Calender = Kalender
    Cartoon = kartun
    Circuit = Sirkuit
    Cellular = Seluler
    Computer = Kompute
    Coin = Koin
    Compress = Kompres
    Coffee = Kopi
    Collection = Koleksi
    Community = Komunitas
    Cowboy = Koboy
    Copy = Salin
    Course = Kursus
    Conglomerate = Konglomerat
    Conducive = Kondusif
    Detail = detail
    Department = Departemen
    Data = Data
    Dictator = Diktator
    Design = Desain
    Dollar = Dolar
    Discount = Diskon
    Domestic = Domestik
    Director = Direktur
    Disinfectant = Disinfektan
    Dimension = Dimensi
    Director = Direktur
    Ecosystem = Ekosistem
    Edition = Edisi
    Efficiency = Efisiensi
    Ecology = Ekologi
    Education = Edukasi
    Embryo = Embrio
    Enzyme = Enzim
    Erosion = Erosi
    Evaluation = Evaluasi
    Export = Ekspor
    Expose = Ekspos
    Erotic = Erotis
    Essay = Esai
    Estimation = Estimasi
    Fact = Fakta
    Federation = Federasi
    Fermentation = Fermentasi
    Focus = Fokus
    Finish = Finis
    Freeman = Preman
    Genetic = Genetik
    Glamour = Glamor
    Gossip = Gosip
    Guitar = Gitar
    Group = Grup
    Glass = Gelas

    2. Bahasa Belanda

    Belanda merupakan bangsa yang menjajah bangsa indonesia selama lebih dari 3,5 abad. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi bahasa yang ada di Indonesia. Oleh karena itu wajar saja jika bahasa Belanda sangat banyak terdapat di dalam bahasa Indonesia. Simak kata serapan bahasa belanda berikut ini.

    absen = absent
    absensi = absentie
    afdruk = afdruk
    Agustus = augustus
    akademi = academie
    aki [mobil] = accu
    aklamasi = acclamatie
    aksen = accent
    aksi = actie
    aktuil = actueel
    akuntan = accountant
    akur = akkoord
    akurat = accuraat
    album = album
    alias = alias
    alinea = alinea
    alpukat = avocaat
    altar = altaar
    bakteri = bacterie
    balada = ballade
    balkon = balkon
    ban = band
    banderol = banderol
    bank = bank
    bandit = bandiet
    basis = basis
    batalyon = bataljon
    batere = batterij
    baut = bout
    beha = beha
    beken = bekend
    bel = bel
    belasting = belasting
    dak = dak
    dansa = dansen
    dam = dam
    dasi = das
    dek = dek
    dekan = decaan
    delegasi = delegatie
    demarkasi = demarcatie
    demisioner = demissionair
    demokrasi = demokratie
    deponir = deponeren
    deportasi = deportatie
    depot = depot
    egois = egoistisch
    ekonom = econoom
    eksemplar = exemplaar
    eksim = eczeem
    eksklusif = exclusief
    ekstrem = extreem
    elementer = elementair
    email = email
    embargo = embargo
    emosionil = emotioneel
    entusias = enthousiast
    epilepsi = epilepsie

    3. Bahasa Jawa Kuna atau Sansekerta

    Bahasa Jawa Kuna atau Bahasa Sansekerta merupakan bahasa yang sangat diagungkan oleh masyarakat Jawa. Sejak zaman dahulu penggunaan bahasa Jawa memang sudah digunakan di Indonesia. Ditambah lagi pusat pemerintahan Indonesia terletak di Pulau Kawa sehingga secara tak langsung penggunaan Bahasa Jawa secara perlahan masuk kedalam bahasa Indonesia sehingga banyak kata Jawa yang diserap ke Bahasa Indonesia.

    adicita = ādicitta
    adikara = adhikara
    adipati = ādipati = raja agung
    adiraja = ādirāja =  raja utama
    Aditya = Āditya = Dewa Matahari
    agama = āgama = din; tradisi suci
    aji = mantra
    aja = hanya
    aksara = akṣara = huruf
    aksi = akṣi = mata, sesuatu yang dilihat
    angkara = ahaṅkāra = murka
    angkasa = ākāśa = langit
    angsa = haṃśa = sowang
    angsoka = aśoka = sejenis pohon
    aniaya = anyāya = siksa
    bagian = bhāgya
    bahagian = bhāgya
    bahagia = bhāgya = sukacita
    bahasa = bhāṣa
    bahaya = bhaya
    bangsi = vaṃśi = peluit
    bareksa = vṛkṣa = pohon
    basmi = dari frasa bhasmī bhūta = musnah
    Batara = bhaṭāra = Dewa
    Batari = bhaṭārī = Dewi
    bausastra = bahuśāstra = kamus

    4. Bahasa Arab

    Bangsa Arab  merupakan bangsa pedagang yang suka berlayar dan banyak yang menyandarkan kapal-kapalnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka tak heran jika begitu banyak kata serapan Bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa Arab, berikut diantaranya:

    abad = abad
    abadi = abadī
    ab’ad = ab`āḍ
    abawi = abawī
    abdi = `abd
    abdul = abdu’l
    bab =  bāb
    Babil = Bābil
    Babussalam =  Bābu’ssalām
    bada =  ba`da
    badahu = ba`dahu
    badal = badal
    badan = badan
    badani = badanī
    badar = badr
    dabus = dabbūs
    daerah = dā’ira
    daftar
    dahiat = dāhiya
    dahri = dahrī
    dahriah = dahrīya
    dahsyat = dahsha
    daif = ḍa`īf
    daim = dā’im
    dain = dain
    Dajal = dajjāl
    dakah = dakka
    dakhil = dākhil
    dakik = daqīq

  • Pengertian Majas Personifikasi Dan Contohnya

    Pengertian Majas Personifikasi Dan Contohnya

    Pengertian Majas Personifikasi

    Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati seolah-olah menjadi hidup dengan melakukan hal-hal atau tindakan layaknya manusia.

    Majas personifikasi banyak digunakan dalam menulis karya sastra, baik berupa puisi, pantun, prosa, novel, dan sebagainya. Ciri khas dari majas personifikasi adalah meletakkan sifat manusiawani (hidup) kepada benda (mati).

    Fungsi majas personifikasi adalah untuk memberikan citraan atau bayangan konkret tentang situasi dan kondisi yang diceritakan secara detail. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah 50 contoh majas personifikasi.

    Contoh Majas Personifikasi

    Badai tsunami menyapu bersih apapun yang dilaluinya
    Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya
    Gempa mengoyang goyang seluruh gedung pencakar langit
    Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
    Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan
    Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku
    Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak
    Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri
    Salju turun menyelimuti seluruh isi kota
    Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah
    Obat batuk itu menghangatkan tenggorokkannya
    Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi
    Narkoba itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi
    Bintang malam ini berkedip kedip menerangi seluruh isi kota
    Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima
    Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya
    Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan
    Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam
    Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun
    Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang
    Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke mesjid
    Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam
    Bulan bersembunyi di balik tebalnya awan hitam
    Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan
    CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara
    Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang
    Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak
    Radio tua itu berkoar koar menyampaikan berita
    Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini
    Bendera negaraku berkibar dengan gagah berani di angkasa raya
    SMS yang diterimanya, membuat ia melompat kegirangan
    Makanan pedas itu membakar lidahnya
    Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya
    Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon
    Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang
    Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya
    Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan
    Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini
    Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard komputer
    Pameran lukisan itu memanjakan mata para pengunjung
    Gemercik air pegunungan menenangkan suasana di sekelilingnya
    Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota
    Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun
    Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan
    Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya
    Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai
    Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan
    Sarung tinju usang itu telah membawanya menjadi juara
    Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah
    Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok

    Nah, itulah pengertian dan contoh majas personifikasi dalam Bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Paragraf: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-Cirinya

    Paragraf: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-Cirinya

    Pengertian Paragraf

    Pengertian Paragraf atau alinea adalah seperangkat atau sekelompok kalimat yang tersusun dari satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.

    Biasanya, paragraf terdiri dari minimal tiga kalimat, yakni kelimat pokok, kalimat penjelas, serta kalimat penutup.

    Seluruh kalimat yang terletak dalam satu paragraf harus berhubungan dan saling berkaitan.

    Panjang pendeknya sebuah paragraf menjadi suatu penentu seberapa banyaknya ide pokok paragraf yang diungkapkan.

    Jenis Jenis Paragraf

    Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan menjadi 4 :

    1. Paragraf argumentasi
    2. Paragraf deskripsi
    3. Paragraf eksposisi
    4. Paragraf persuasif
    5. Paragraf naratif

    1. Paragraf Argumentasi

    Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca.

    Ciri-ciri paragraf argumentasi adalah bersifat nonfiksi/ilmiah, mencakup fakta atau kebenaran, dilengkapi bukti-bukti berupa data, dan ditutup dengan kesimpulan.

    2. Paragraf Deskripsi

    Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua apa yang dimaksud oleh penulis.

    Biasanya paragraf deskripsi menggambarkan objek tertentu, misalnya orang, tempat, atau objek lainnya. Jadi, pembaca seolah-olah melihat objek tersebut secara nyata.

    3. Paragraf Eksposisi

    Paragraf eksposisi adalah jenis paragraf yang memberikan informasi mengenai sebuah teori, teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasan.

    Biasanya paragraf eksposisi menjelaskan atau menerangkan sebuah permasalahn kepada pembaca sehingga pembaca mengetahui maksud dari yang ditulis.

    4. Paragraf Persuasif

    Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk pembaca agar melaksanakan atau menerima gagasan penulis terhadap suatu hal.

    Biasanya hal tersebut dilakukan agar pembaca juga menerima dan mengetahui apa sesungguhnya keinginan yang tersirat dari penulis.

    Sifat dari paragraf persuasif selalu mendorong pembaca dengan memberikan sugesti menggunakan bahasa yang menarik.

    5. Paragraf Naratif

    Merupakan paragraf yang menceritakan serangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya kejadian tersebut.

    Biasanya jenis paragraf ini mengandung tokoh, tempat, dan waktu dari sebuah objek yang diceritakan. Sehingga runtutannya menjadi jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

    Fungsi Paragraf

    Paragraf juga memiliki fungsi. Adapun fungsi paragraf adalah sebagai berikut:

    1. Mengekspresikan gagasan

    Fungsi paragraf adalah untuk mengekspresikan gagasan. Maksudnya adalah memberikan opini, ide, serta gagasan ke dalam rangkaian kalimat yang tersusun sehingga membentuk suatu kesatuan terhadap topik yang sedang ditulis.

    2. Menandai adanya gagasan baru

    Sebuah karya tulis yang terdiri beberapa paragraf pasti memiliki beberapa ide atau gagasan di dalamnya. Nah, ide atau gagasan itu terletak di masing-masing paragraf. Sehingga jika penulis ingin memberi gagasan baru, maka penulis bisa membuat paragraf baru pula.

    3. Mengembangkan topik bahasan

    Fungsi paragraf juga bisa sebagai pengembangan topik. Di mana, paragraf-paragraf dalam karya tulis akan memberikan opini atau bentuk pemikiran yang lebih spesifik.

    4. Memudahkan Variabel

    Paragraf juga berfungsi untuk memudahkan pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.

    Ciri Ciri Paragraf

    Adapun ciri-ciri paragraf adalah sebagai berikut:

    • Paragraf menggunakan pikiran utama yang dijelaskan dalam kalimat topik.
    • Letaknya sedikit dalam, biasanya pada lima ketuk spasi bagi karangan yang biasa.
    • Selain kalimat topik, kalimat lainnya adalah kalimat pengembang yang fungsinya untuk menjelaskan dan menguraikan hingga menerangkan pikiran utama di kalimat topik itu.
    • Paragraf juga menggunakan pikiran penjelas dimana dinyatakan pada kalimat penjelas.
  • Apresiasi Drama Menurut Para Ahli

    Apresiasi Drama Menurut Para Ahli

    Pengertian Drama

    Apresiasi Drama – Secara bahasa, Drama berasal dari bahasa Yunani, yaitu Draomai yang berarti ‘berbuat’ atau ‘beraksi’ dan ‘bertindak’. Dan Drame yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah.

    Dalam arti luas, drama bisa dikatakan sebagai bentuk seni yang menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan perilaku, tindakan, serta emosi melalui akting dan dialog berdasarkan naskah.

    Budianta, dkk (2002:95) berpendapat bahwa drama merupakan sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog atau cakapan di antara tokoh-tokoh yang ada.

    Pendapat ini hampir sama dengan pendapat bahwa drama merupakan karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog (Sudjiman, 1990 dalam Siswanto, 2008:163).

    Jenis-Jenis Drama

    Drama dapat dibedakan beberapa jenis berdasarkan bentuk dan isi ceritanya, yaitu sebagai berikut:

    • Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
    • Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
    • Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
    • Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
    • Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
    • Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
    • Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
    • Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.

    Unsur Intrinsik Drama

    1. Tema

    Inti atau ide pokok yang mendasari jalan cerita dalam naskah drama. Contoh: Drama berjudul “Opera Kecoa”, maka temanya adalah tentang Sosial atau Politik.

    2. Dialog / Teks

    Dialog adalah percakapan dalam drama yang merupakan unsur penting. Sebab, dengan adanya dialog atau percakapan, maka drama dapat dilakoni secara verbal. Dialog dalam drama dibagi menjadi 3, yaitu:

    • Prolog, yaitu kata-kata pendahuluan atau pembuka dalam drama.
    • Epilog, yaitu kata-kata penutup atau kata-kata akhir dalam drama.
    • Monolog, yaitu percakapan yang dilakukan sendiri.

    3. Watak atau Penokohan

    Yaitu sifat-sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh para pemeran drama. Watak/penokohan dibagi menjadi 3, yaitu:

    • Protagonis, tokoh utama yang biasanya berperilaku baik.
    • Antagonis, penentang tokoh utama yang biasanya bersifat jahat.
    • Tritagonis, tokoh yang perannya hanya sebagai pembantu atau sampingan.

    4. Plot/Alur

    Sebuah urutan atau jalan cerita. Struktur alur cerita dalam drama adalah sebagai berikut:

    • Tahap perkenalan, yaitu perkenalan tokoh, menjelaskan tentang peristiwa yang akan terjadi.
    • Tahap konflik awal, yaitu mulai munculnya konflik atau masalah yang terjadi antara para tokoh.
    • Tahap komplikasi, yaitu konflik yang dimunculkan menjadi lebih serius.
    • Tahap klimaks, yaitu konflik yang datang mencapai titik kulminasi atau mencapai puncak tegangnya.
    • Tahap antiklimaks, yaitu konflik yang tegang tadi mulai menurun dan mereda.
    • Tahap penyelesaian, yaitu tahap terakhir yang menandakan konflik telah selesai.

    Unsur Ekstrinsik Drama

    Adapun unsur ekstrinsik dari drama adalah sebagai berikut:

    • Pimpinan produksi yang bertanggung jawab atas kelangsungan pentas drama
    • Sutradara
    • Tim Kreatif
    • Make up
    • Tata Busana / Kostum
    • Sound system
    • Konsumsi
    • Organisasi pendukung lainnya dalam pementasan suatu drama

    Jenis-Jenis Apresiasi Drama

    1. Apresiasi langsung

    Berhadapan atau interaksi secara langsung dengan karya sastra drama baik dalam bentuk teks tertulis maupun dalam bentuk pementasan.

    2. Apresiasi drama tidak langsung

    Ketika belajar teori drama, sejarah drama, kritik drama. Baik dalam sekolah, kuliah maupun belajar sendiri melalui buku maupun surat kabar dan majalah sastra.

    Tingkatan Apresiasi Drama

    Disick (dalam Herman J. Waluyo, 2002: 45) menyebutkan bahwa apresiasi berhubungan dengan sikap dan nilai. Beliau juga menyebutkan adanya empat tingkatan apresiasi, yaitu sebagai berikut:

    1. Tingkat menggemari

    Seseorang yang baru sampai pada tingkat menggemari, keterlibatan batinnya belum kuat. Dia baru terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan drama. Jika ada drama dia akan senang membaca. Jika ada acara pembacaan drama, secara langsung atau berupa siaran tunda di televisi, ia akan menyediakan waktu untuk menontonnya.

    2. Tingkat menikmati

    Keterlibatan batin pembaca terhadap drama sudah semakin mendalam. Pemirsa akan ikut sedih, terharu, bahagia, dan sebagainya ketika melihat drama mampu menikmati keindahan yang ada dalam drama itu secara kritis.

    3. Tingkat mereaksi

    Sikap kritis terhadap drama lebih menonjol karena ia telah mampu menafsirkan dan mampu menilai baik-buruknya sebuah drama. Penafsiran drama mampu menyatakan pemahaman drama dan menunjukkan di mana letak pemahaman tersebut. Demikian juga, jika seseorang dalam mengapresiasi dapat menyatakan kekurangan suatu drama, orang tersebut akan mampu menunjukkan di mana letak kekurangan tersebut.

    4. Tingkat produktif

    Apresiator drama mampu menghasilkan, mengkritik, dan membuat resensi terhadap sebuah drama secara tertulis. Dengan kata lain, ada produk yang dihasilkan oleh seseorang yang berkaitan dengan drama.

    Cara Mengapresiasi Sastra

    1. Apresiasi Sastra Secara Reseptif

    Dalam apresiasi sastra, drama dapat diapresiasikan secara reseptif. Apresiasi drama secara reseptif dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengarkan, dan menyaksikan pementasan drama

    2. Apresiasi Sastra Secara Produktif

    Dalam apresiasi sastra, drama dapat diapresiasikan secara produktif. Apresiasi drama secara produktif dapat dilakukan dengan cara membuat naskah drama.

    Nah, begitulah penjelasan tentang apresiasi drama secara lengkap. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Pengertian Antropologi dan Cabang-Cabangnya

    Pengertian Antropologi dan Cabang-Cabangnya

    Pengertian Antropologi

    Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya.

    Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata.

    Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya.

    Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

    Cabang Disiplin Ilmu Anak Turunan Antropologi

    • Antropologi Fisik adalah cabang ilmu antropologi yang memelajari manusia dan primata bukan manusia (non-human primates) dalam arti biologis, evolusi, dan demografi.
    • Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil.
    • Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengna mengamati ciri-ciri fisik.
    • Antropologi Budaya
    • Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan.
    • Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia/bumi.
    • Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
    • Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.

    Di samping itu ada pula cabang ilmu antropologi terapan dan antropologi spesialisasi.

    Antropologi spesialisasi contohnya seperti antropologi politik, antropologi kesehatan, antropologi ekonomi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Tujuan antropologi

    Selain manfaat antropologi yang memiliki bnayak manfaat, ilmu antopologi ini juga memiliki tujuan jika di pelajari. Berikut ini tujuan mempelajari ilmu antropologi :

    1. Mengetahui unsur kemanusiaan secara keseluruhan

    Unsur kemanusiaan secara keseluruhan sangat penting untuk diketahui karena tujuan dari ilmu antropologi ini.

    Sebagai makhluk sosial manusia hidup secara bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri-sendiri.

    Di sini peran orang lain untuk membantu kita sangat penting karena manusia merupakan makhluk sosial.

    2. Prinsip-prinsip perilaku tiap masyarakat diketahui lebih jelas dan terbuka

    Ilmu antropologi ini juga menfokuskan pembahasan dan penelitiannya terhadap prinsip tiap masyarakat.

    Penelitian diambil secara langsung sehingga hasil dari penelitian ini bisa dijadikan dasar ilmu pengetahuan.

    Penelitian ini lebih jelas dan rinci membahas perilaku setiap mansyarakat dan terbuka.

    3. Memahami tata cara kehidupan suatu masyarakat dari zaman dahulu sampai zaman sekarang

    Tatanan kehidupan masyarakat yang hidup di zaman dahulu sangat berbeda dengan zaman sekarang, zaman yang modern.

    Di zaman dahulu segala teknologi belum seperti sekarang sehingga untuk berkomunikasi memang hanya tatap mata saja.

    Sehingga saat itu pergaulan yang ada di zaman dahulu hanya sebatas kelompok yang tinggal berdekatan saja.

    Di zaman sekarang manfaat it teknologi banyak membantu komunikasi.

    Macam-macam alat komunikasi dan manfaatnya dapat digunakan secara maksimal.

    Dari jarak jauhpun masih bisa terhubung untuk melakukan komunikasi.

  • Pengertian Manusia Purba Beserta Ciri dan Jenisnya

    Pengertian Manusia Purba Beserta Ciri dan Jenisnya

    Manusia purba adalah jenis manusia yang hidup pada jaman pra sejarah, tepatnya ribuan tahun lalu. Di mana, pada saat itu sama sekali belum ditemukan adanya teknologi sehingga manusia purba hidup berbaur dan menyatu dengan alam. Jangankan teknologi, pakaian saja tidak diperhatikan pada saat itu.

    Mereka dapat bertahan hidup dengan cara mengandalkan hasil alam dan makhluk hidup seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya, ketika manusia purba ingin membakar ikan, maka mereka akan membuat percikan api dari gesekan batu.

    Berdasarkan peninggalan berupa fosil dan artefaknya, manusia purba dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

    • Megantropus
    • Pithecantropus
    • Homo

    Ciri-Ciri Pithecantropus

    • Memiliki rahang bawah yang kuat
    • Memiliki tulang pipi yang tebal
    • Keningnya menonjol
    • Tulang belakang menonjol dan tajam
    • Tidak berdagu
    • Perawakannya Tegap
    • Herbivore

    1. Pithecantropus Mojokertensis/Robustus

    • Ditemukan di daerah Kepuhlagen utara Perning, Mojokerto oleh Tjokrohandojo dan Duyfjes
    • Jenis Pithecantropus yang paling tua.
    • Manusia kera berahang besar.
    • Fosilnya berupa anak 5 tahun.
    • Food Gathering

    2. Pithecantropus Erectus

    • Disebut manusia kera berjalan tegak
    • Ditemukan di Kedung Brubus Trinil oleh Eugene Dubois ( 1890,1891 dan 1892 )
    • Temuannya berupa rahang bawah dan tempurung kepala
    • Volume otaknya melebihi 900 cc
    • Berbadan tegap, denganotot pengunyah kuat
    • Tinggi badannya 165-170  cm
    • Berat badannya 100 kg

    3. Pithecantropus Dubuis

    • Masih meragukan dan diperlukan lebih lanjut
    • Berasal dari Pleistosen awal di Sangiran oleh Von Koeningswald.

    4. Pithecantropus Soloensis

    • Ditemukan di Ngandong oleh Von Koeningswald dan Oppennorth ( 1931-1933)
    • Ditemukan satu seri tengkorak dan tulang kering

    Manusia Purba yang ditemukan di Luar Indonesia

    A. Australipithecus africanus

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 3,0-2,3 juta tahun
    • Makanan: buah, kacang, biji dan umbi akar
    • Daerah: Afrika Selatan, Makapansgat-Afrika Selatan, Sterkfontein-Afrika Selatan, Taung-Afrika Selatan.
    • Lingkungan: semak-semak di hutan kayu
    • Perbedaan: dimorfisme ( Sedikit sulit dibedakan kelaminnya)
    Anatomi:
    Ciri-ciri: volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
    • Gigi taring kecil dan tidak memiliki diastema.
    • Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak.
    • Lapisan email gigi tebal.
    • Barisan gigi rata.
    • Tangannya relatif panjang.
    • Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia.
    • Penyambung tulang pendek dan lebar.
    • Penyambung tulang membelit ke arah samping. Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di atas kaki.

    B. Pithecantropus Pekinensis (Homo Beijinensis)

    Manusia purba yang ditemukan di Gua merah, peking, Cina oleh Davidson Black dan Frans Weidenreich.
    • Volume otak kurang lebih 900 – 1200 cc
    • Diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahunyang lalu
    • Mampumenggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu.
    • Sudah menggunakan api.

    C. Australipithecus robustus

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 2,0-1,0 juta tahun
    • Makanan: makanan yang keras, berpasir seperti kacang dan umbi akar, kadang makan daging.
    • Daerah: Afrika Selatan, Drimolen-Afrika Selatan, Kromdraai-Afrika Selatan, Swartkrans-Afrika  Selatan.
    • Lingkungan: savana di hutan kayu
    • Perbedaan: dimorfisme
    Anatomi:
     
    Ciri-ciri:
    • volume otaknya sama dengan Apes (530 cm3).
    • Kepala sagittal pada bagian atas tengkorak.
    • Tegak, otot kenyal.
    • Muka lebar, pipih, dan cembung.
    • Gigi seri dan gigi taring kecil, Gigi geraham belakang dan gigi geraham depan besar, Gii geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak.
    • Lapisan email gigi tebal. Tegak, rahang berbentuk parabola.
    • Penyambung tulang pendek dan lebar.
    • Penyambung tulang membelit ke arah samping.Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di atas kaki.

    D. Homo neanderthalensis

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 150.000 dan 30.000 tahun
    • Makanan: makan makanan yang umum, beberapa makan daging
    • Daerah: Eropa, sebagian wilayah timur (Asia Timur) Asia: Teshik, Tash-Uzbekistan.Eropa: Krapina, Vindija-Kroasia, La Chapelle-aux-Saints, La Ferrassie, Saint Cesaire-Perancis,    Feldhofer-Jerman, Forbes’ Quary-Gibraltar,Monte Circeo-Italia. Timur Tengah: Kebara, Tabun-   Israel, Shanidar-Irak.
    • Lingkungan: stepa yang dingin sampai daerah tundra.
    • Perbedaan: Beberapa dimorfisme, daerahnya bervariasi antara bagian barat dan bagian timur. Beberapa  ada yang mengatakan bahwa spesies ini adalah variasi dari suatu daerah dan merupakan awal  dari Homo sapiens.
    Anatomi:
    • volume otaknya sangat besar (1300-1750 cm3).
    • Tulang tengkoraknya tipis. Bangunan tulang tengkoraknya tegak. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari padaHomo erectus tetapi memiliki sedikit perbedaaan dengan manusia modern.
    • Sekeliling tulangnya berbentuk kubah.
    • Tulang hidungnya besar.
    • Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
    • Secara umum, giginya kecil, tetapi gigi serinya agak besar. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal. Bangunan rahang tegak tetapi pada Homo erectus agak berkurang.
    • Memiliki lengan yang kuat. Secara umum tangannya modern, tulangnya sangat kuat.
    • Tubuhnya tegak.
    • Proporsi tubuhnya modern.
    • Secara keseluruhan anatominya bipedal.

    E. Homo heidelbergensis

    Ciri-ciri umum:
    • Umur: 600.000-100.000 tahun
    • Makanan: makan makanan yang umum
    • Daerah: Afrika, Asia, Eropa.Afrika: Bodo-Ethiopia, Laetoli-Tanzania, Broken Hill-Zambia. Asia: Dali-China. Eropa: Swanscombe-Inggris, Arago-Perancis, Mauer, Steinheim-Jerman, Petralona- Yunani.
    • Lingkungan: savanna yang bersuhu hangat sampai yang bersuhu dingin, hutan.
    • Perbedaan: jenis kelaminnya agak dimorfisme, seperti pada manusia sekarang. Dari awal sampai akhir variasinya besar dan berkembang kea rah yang lebih baik di setiap daerah. Beberapa diantaranya adalah Homo sapiens dan Homo heidelbergensis.
    Anatomi:
    • Volume otaknya sangat besar (1100-1400 cm3).
    • Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal. Bangunan tulang tengkoraknya cerah.
    • Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo erectus.
    • Sekeliling tulangnya berbentuk kubah.
    • Muka besar.
    • Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
    • Secara umum, giginya kecil. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal.
    • Bangunan rahang tegak.
    • Proporsi tubuhnya modern.
    • Tangannya modern.
    • Secara keseluruhan anatominya bipedal.

    E. Homo Crogmanensis

    • Manusia Modern tertua di Eropa kurang lebih 30.000 tahun yang lalu
    • Diketahui berdasarkan lukisan-lukisan terkenal di GuaLascaux
    • Muka Lebar, Tonjolan alis lebar
    • Tegak
    • Volume otak 1590 ml. Kapasitas tengkorak 1600 cc
    • Tinggal di Gua
    • Mengenal berburu dan bercocok tanam sederhana
    • Crogmanensis dan Neanderthalensis saling membaur
  • Pengertian Pronomina Beserta Jenis-Jenisnya

    Pengertian Pronomina

    Pengertian pronomina ialah kata yang digunakan untuk kata ganti nomina lain.

    Pronomina dapat disebut sebagai “Kata Ganti” yang digunakan untuk mengganti nomina lain.

    Contoh pronomina yaitu “Dia” sebagai kata ganti nama seseorang, “-nya” sebagai kata ganti kursi ataupun meja.

    Pronomina memiliki pengertian yang hampir sama dengan pengertian nomina secara sintaksis.

    Hal ini dikarenakan pronomina juga dapat dijadikan sebagai subjek maupun objek.

    Jenis Jenis Pronomina

    Pronomina dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis pronomina beserta contohnya:

    A. Pronomina Persona

    Jenis pronomina yang pertama ialah pronomina persona. Pengertian pronomina persona ialah pronomina yang merujuk kata ganti orang.

    Pronomina ini masih dapat dibagi lagi menjadi tiga kategori yakni:

    1. Pronomina persona pertama (kata ganti orang pertama)

    Merupakan pronomina yang bentuknya baku serta penggunaannya berbeda satu sama lain.  Maka dari itu pronomina ini digunakan untuk situasi tertentu sesuai porsinya.

    Contoh pronomina persona pertama ialah aku, ku dan saya. Contoh pronomina ku dan aku biasanya digunakan untuk situasi non formal. Sedangkan contoh pronomina saya digunakan untuk situasi formal.

    2. Pronomina persona kedua (kata ganti orang yang diajak bicara)

    Contoh pronominanya yaitu engkau, kamu, ataupun anda. Untuk pronomina engkau berfungsi sebagai kata ganti dalam sebuah puisi.

    Pronomina kamu dan kau digunakan dalam situasi non formal. Kemudian untuk pronomina anda digunakan dalam situasi formal.

    3. Pronomina persona ketiga (kata ganti orang yang dibicarakan)

    Contoh pronominanya yaitu -nya, dia, ia. Untuk situasi formal dan non formal dapat menggunakan pronomina -nya, dan ia.

    Sedangkan untuk situasi non formal saja dapat menggunakan pronomina dia.

    B. Pronomina Petunjuk

    Jenis pronomina selanjutnya ialah pronomina petunjuk. Pengertian pronomina pentujuk ialah pronomina yang digunakan sebagai penunjuk umum, tempat dan arah.

    Contoh pronomina petunjuk yaitu ini, itu, disana, disitu, dan sebagainya.

    C. Pronomina Penanya

    Jenis pronomina yang terakhir ialah pronomina penanya. Pengertian pronomina penanya ialah pronomina yang digunakan untuk bertanya tentang manusia, pilihan maupun barang.

    Contoh pronomina penanya yaitu apa, siapa, mana, dan sebagainya.

  • 6 Perubahan Fonem Dalam Bahasa Indonesia

    6 Perubahan Fonem Dalam Bahasa Indonesia

    Pengertian Fonem

    Fonem adalah satuan bunyi terkecil dalam bahasa yang memiliki fungsi membedakan makna kata.

    Fonem bukan sekadar bunyi, tetapi bunyi yang secara sistematis dianggap berbeda oleh penutur bahasa untuk menandai perbedaan arti.

    Misalnya, dalam bahasa Indonesia bunyi /p/ dan /b/ membedakan kata padi dan badi. Meskipun secara fisik bunyi tersebut mungkin mirip, perbedaan fonemik ini penting karena mengubah makna kata.

    Fonem menjadi dasar dalam analisis fonologi karena menentukan bagaimana bunyi disusun dan berinteraksi dalam suatu bahasa.

    Perubahan Fonem

    Dalam proses penggunaan bahasa sehari-hari, fonem tidak selalu tetap dan dapat mengalami perubahan akibat berbagai faktor, baik karena pengaruh lingkungan fonetik, kemudahan pengucapan, maupun adaptasi bahasa dari kata pinjaman.

    Perubahan-perubahan ini tidak hanya memengaruhi bunyi, tetapi juga fungsi fonem dalam membedakan makna, sehingga muncul fenomena-fenomena linguistik tertentu yang menarik untuk dipelajari. Berikut ini beberapa jenis perubahan fonem beserta penjelasannya.

    1. Asimilasi

    Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu pristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.

    Contoh asimilasi:

    Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], di mana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].

    2. Disimilasi

    Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.

    Contoh disimilasi:

    Citra yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta

    3. Netralisasi

    Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.

    Contoh netralisasi :

    Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.

    4. Akrifonem

    Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.

    Contoh akrifonem :

    Kata  Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.

    5. Metatesis

    Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.

    Contoh  metatesis :

    Pada  kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.

    6. Epentesis

    Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.

    Contoh epentesis :

    Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.

  • Apa yang Dimaksud dengan Hegemoni? Simak Pengertiannya Berikut Ini

    Secara harfiah, Hegemoni berasal dari bahasa Yunani yaitu Hegeisthai yang berarti memimpin, memerintah, serta kekuasaan.

    Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa.

    Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah) saja, melainkan penguasa dalam ekonomi maupun sosial.

    Menurut filosofi, konsep Hegemoni pertama kali dipopulerkan oleh ahli filsafat politik terkemuka asal Italia, Antonio Gramsci.

    Dia membangun suatu teori yang menekankan bagaimana penerimaan kelompok dominan berlangsung dalam suatu proses yang damai, tanpa tindak kekerasan.

    Media dapat menjadi sarana di mana satu kelompok mengukuhkan posisinya dan merendahkan kelompok lain.

    Proses marjinalisasi wacana ini berlangsung secara wajar, khalayak tidak merasa dimanipulasi oleh media.

    Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, tanpa ancaman kekerasan.

    Sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense).

    Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan sederhana bahwa Hegemoni berarti kepemimpinan.

    Namun, adapula yang mengatakan pengertian hegemoni adalah bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus.

    Artinya, kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati nilai-nilai ideologis penguasa.

    Teori hegemoni dibangun atas premis yang menyatakan pentingnya ide dan tidak mencukupinya kekuatan fisik dalam kontrol sosial politik (Sugiono, 1999:31-34).

    Pentingnya ide dalam kontrol sosial politik memiliki arti agar yang dikusai mematuhi penguasa, sedangkan yang dikuasai tidak hanya harus merasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa.

    Lebih dari itu, mereka harus memberi persetujuan atas subordinasi mereka.

    Inilah yang dimaksudkan Gramsci dengan “hegemoni” atau dengan kata lain, hegemoni dapat diartikan menguasai dengan “kepemimpinan moral dan intelektual”.