Pantun adalah sebuah jenis karya sastra berupa puisi lama yang terikat dengan aturan. Sejak awal kemunculannya, pantun terus berkembang sehingga kini sudah sangat banyak jenisnya. Salah satu jenis pantun yang cukup populer adalah pantun berbalas.

Pantun berbalas adalah sebuah bentuk atau wujud karya sastra lama yang digunakan untuk berinteraksi dengan cara saling sahut-menyahut.

adi, secara sederhana bisa disebutkan jika pantun berbalas adalah media komunikasi, di mana pantun yang dilontarkan akan dijawab oleh orang yang mendengar, dan begitu seterusnya sampai menuju sebuah kesepakatan.

Baca juga: Kumpulan Pantun Gombal untuk Merayu Gebetan

Biasanya, pantun berbalas dikolaborasikan dengan tradisi serta adat-istiadat suatu tempat. Misalnya di Betawi, ada tradisi pantun berbalas yang sering digunakan untuk proses lamaran.

Begitu pula di tempat lainnya, ada tradisi pantun berbalas yang digunakan untuk maksud dan tujuan tertentu.

Berikut adalah contoh pantun berbalas:

Orang ke-1
Ikan goreng enak dimakan
Minumnya ngambil dari kulkas
Nikmat nian kamu sedang makan
Sedang saya berkutat tugas

Orang ke-2:
Jika lapar jangan dipaksa
Pergi keluar mencari makan
Saya kekantin karena terpaksa
Perut lapar tak tertahankan

Orang ke-1:
Pohon rindang pohon mengkudu
Pohonnya tumbuh di pinggit sungai
Kalau kamu mau membantuku
Kan kuberi hadiah nanti

Orang ke-2:
Hujan lebat ada petir
Suaranya keras sampai kehulu
Sudahlah teman jangan khawatir
Kau temanku pasti kubantu

Orang ke-1
Ada kakek yang sudah tua
Sedang berdiri di depan kali
Pemuda janganlah memakai narkoba
Karena bisa merugikan diri sendiri

Orang ke-2
Ada anak sedang membaca
Sambil memakan pulut ketan
Saya tak akan memakai narkoba
Karena itu perbuatan setan

Orang ke-1
Pergi kepasar membeli sandal
Jangan lupa membawa duku
Kalau memang kepingin kenal
Katakan saja tak usah malu

Orang ke-2
Jalan-jalan kepasar baru
Jangan lupa membeli pepaya
Kalau abang boleh tahu
Nama adik, siapa