Tag: bahasa indonesia

  • Pengertian Cerita Fabel dan Contohnya

    Pengertian Cerita Fabel dan Contohnya

    Pengertian Cerita Fabel

    Cerita fabel adalah sebuah cerita fiksi yang lebih banyak menggunakan imajinasi dalam penciptaannya. Cerita fabel sendiri selalu mengangkat cerita tentang hewan atau tumbuhan yang dikatikan dengan kehidupan nyata, di mana dalam setiap cerita fabel, penulis akan memberikan nilai, moral, dan pesan yang positif.

    Cerita fabel lebih dipersembahkan untuk anak-anak karena sifat dari cerita fabel yang sangat imajinatif dan terkesan ringan.

    Cerita fabel juga dilengkapi dengan gambar yang komplit, artinya jumlah kalimat dan gambar hampir setara. Jadi, sangat mudah dipahami oleh anak-anak.

    Contoh Cerita Fabel

    Kelinci dan Siput

    Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput.

    Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya.

    Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan sangat lambat.

    Kelinci berkata, “hei Siput, apa yang kamu lakukan di sini?” Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.”

    Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

    Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi, namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

    Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci. Mendengar tantangan tersebut, sang kelinci marah besar.

    Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput.

    Hari perlombaan itu tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk mencapai garis finish.

    Siput tentu saja akan kalah jika diadu lari dengan kelinci. Namun, siput punya ide cemerlang.

    Sebelum perlombaan dimulai, si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish.

    Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain, dan kelinci itu tidak akan curiga. Saat lomba dimulai, si kelinci dengan bangganya berlari kencang meninggalkan siput.

    Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya. Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

    Nah itulah pengertian dan contoh cerita fabel. Sekarang sudah paham, kan? Semoga artikel ini bermanfaat.

  • Pengertian Teks Anekdot Beserta Struktur dan Contohnya

    Pengertian Teks Anekdot Beserta Struktur dan Contohnya

    Pengertian Teks Anekdot

    Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur jenaka dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan.

    Umumnya, teks anekdot bertopik seputar layanan publik, politik, lingkungan, budaya, ekonomi, dan sosial.

    Namun, perlu diketahui juga bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita jenaka saja.

    Melainkan juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

    Jadi, teks anekdot sendiri sifatnya harus nyata, realita, dan seputar fakta.

    Sehingga jika ingin menulis teks anekdot, biasanya penulis harus mengalami langsung apa yang akan diangkatnya menjadi anekdot.

    Struktur Teks Anekdot

    Struktur Teks anekdot ada 5, yakni orientasi, abstraksi, krisis, koda dan reaksi.

    Berikut ini adalah penjelasan tentang struktur anekdot secara jelas.

    1. Abstraksi

    Dalam teks anekdot biasanya terdapat abstraksi yang menunjukkan gambaran unik pada teks tersebut.

    Contoh teks anekdot pada struktur abstraksi adalah “pada suatu hari, ada tukang semir sepatu keliling. Dia berteriak kencang sampai orang-orang pada penasaran”.

    2. Orientasi

    Orientasi dalam teks anekdot biasnaya membahas latar belakang peristiwa yang terjadi. Latar belakang akan ditulis secara mendetail.

    Contoh teks anekdot lucu untuk struktur orientasi adalah “tukang semir sepatu berkeliling ke komplek perumahan sampai ke bantaran kali”.

    3. Krisis

    Krisis dalam struktur teks anekdot menunjukkan masalah menarik dan unik yang tidak akan terjadi di kehidupan nyata.

    Contoh struktur krisis teks anekdot adalah “petani sampai menanam padi hanya untuk melihat cara promosi tukang semir tersebut”.

    4. Reaksi

    Reaksi dalam teks anekdot adalah penyelesaian masalah yang unik dan menarik.

    Contohnya: “Para petani kembali ke sawah karena tidak ada yang memakai sepatu, jadi tidak ada yang bisa disemir”.

    5. Koda

    Koda adalah teks teks terakhir dari sebuah cerita. Pada bagian ini, penulis akan memberikan kesimpulan cerita, biasanya meliputi keputusan tokoh dalam menyelesaikan masalahnya.

    Contoh koda dalam teks anekdot adalah “Tukang semir marah-marah, sudah capek-capek promosi diri, ternyata para petani tidak ada yang pakai sepatu pantofel”.

    Contoh Teks Anekdot

    Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh teks anekdot, diantaranya:

    1. Contoh Teks Anekdot Tema Pendidikan

    Dimar dan Agus sedang bercakap-cakap tentang rencana masa depan mereka.

    Dimar  : Yes, akhirnya kita lulus juga!

    Agus    : Yap, gak sia-sia selama ini belajar keras

    Dimar : Btw, mau lanjut study ke mana?

    Agus    : Rencananya sih daftar SNMPTN. Kalau kamu?

    Dimar : Mau ikut SNMPTN tapi gak yakin lolos

    Agus    : Jangan berpikir begitu dulu. Kamu masih mau kuliah kan?

    Dimar : Ya jelas lah. Kalau tidak diterima di PTN, mungkin aku akan daftar ke PTS aja.

    Agus    : Menurutku sih PTN aja

    Dimar : PTS, Pokoknya Tetap Sekolah.

    Agus    : Dasar!

    2. Contoh Teks Anekdot Tema Interaksi

    Di suatu hari, penjual roti melewati kompleks perumahan. Kemudian, Riski memanggilnya dengan nada kencang. Tak lama kemudian, tukang roti itu datang dan akhirnya terjadi pembicaraan.

    Riski               : Adanya Roti jenis apa saja?

    Tukang Roti : Ada banyak dek

    Riski              : Kalau yang ini rasa apa ya?

    Tukang Roti : Roti ini rasa coklat dek

    Riski              : Kalau yang ini rasa apa?

    Tukang Roti : Rasa strawberry dek

    Riski               : Terus kalau yang ini?

    Tukang Roti : Rasa nanas dek

    Riski              : Loh, terus mana rotinya? Dari tadi bicaranya buah-buahan terus. Memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ?

    Tukang Roti : *Hening* (Dalam sekejap si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak).

    3. Contoh Teks Anekdot Singkat

    Suatu ketika dikampus, seperti biasa masuk kelas pagi-pagi. Aku duduk disebelah temanku bernama Ainun. Kebetulan kita sama-sama anak yang mendapatkan beasiswa di kampus.

    Ainun :” he jo, sudah cair beasiswa kita”

    Aku :”loh iyo tah?” (wajah bahagiaku keluar)

    Ainun :”iya, aada pemberitahuan di grup whatsapp, katanya easiswa cair 6 bulan”

    Aku :”subhanallah nun, ayo nanti kita hedon”

    Ainun :”iya ayo hedon ke warung lalapan yuk nanti”

    Aku :”hedon kok ke warung lalapan hmmm”

    Ainun :”dah lama aku tak makan ayam, tiap hari makan tempetahu sambel”

    Aku :”okelaaah”

    Aku dan ainun tertawa….

    4. Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

    Ada dua orang gadis yang bersahabat yaitu Vira dan Nana. Sejak bersahabat Vera sering meminta bantuan Nana terutama jika sedang membutuhkan uang. Ketika sedang dalam kekurangan atau butuh uang dia selalu memanfaatkan temannya, tetapi giliran ditagih dia menghindar dan seperti tidak mau tau.

    Suatu ketika si Nana sedang mengerjakan tugas yang menumpuk dan harus selesai dalam waktu seminggu. Dia kebingungan karena disaat bersamaan dia ada acara keluarga yang tidak bisa dia tinggalkan. Kemudian dia mempunyai suatu inisiatif.

    Disaat bersamaan Vira ingin meminjam uang lagi kepada Nana, entah sudah berapa kali dia meminjam uang dan belum dikembalikan.

    ‘’ Na bolehkan aku meminjam uang lagi?’’ tanya Vira dengan nada sedikit memohon.

    ‘’Berapa Vir?’’ tanya Nana.’’

    ‘’ Satu juta saja.’’ ‘’ Apa?, itu sudah cukup untuk membayar hutang-hutangmu, kamu malah mau hutang lagi, ya sudah begini saja, tapi ada syaratnya ya, kamu kerjakan tugasku ini selama seminggu nanti akan aku pinjami kamu uang, gimana? Setuju tidak ?’’, tanya Nana.

    ‘’baiklah ,’’ jawab Vira dengan sedikit mengerutkan kepala.

    Satu minggu kemudian ketika tugas Nana sudah selesai, Vira meminta uang pinjaman kepada Nana. ‘’Na, ini tugasmu sudah selesai jadi aku dapat uang pinjaman darimu kan?’’.

    ‘’sebelumnya maaf ya Vir, coba hitung berapa hutangmu padaku? Satu juta kan? Nah, kemaren kamu mengerjakan tugasku itu sebagai bayaran karena kamu tidak mau mengembalikan hutangmu’’. Tegas Nana menjelaskan dengan menyindir temannya itu.

    Vira yang mendengarkan hanya bisa terdiam.

    5. Contoh Teks Anekdot Lucu

    Suatu hari aku beserta keluargaku pegi ke pantai, hari itu tepat hari libur. Jadi ramai pengunjung.

    Aku saat itu ingin pergi membeli camilan bersama adik sepupuku bernama alfan.

    Aku :”fan, ayo beli itu” (telunjukku menujuk pada tukang cilok yang berada agak jauh dari kami)

    Alfan :”ayo mbak”

    Saat itu ramai sekali hingga aku memegang tangan adikku. Kita berjalan mengambil uang d tas dan bergegas untuk membeli cilok

    Aku :”bang, beli ciloknya 3 bugkus lima riuan yaa”

    Abang tukang cilok langsung mengambil pesanan cilok

    Aku :”berapa bang?”

    Abang: “15.000 toh neng”

    Aku :”ohiya, loh uangu kok 2000, dek pinjem uangmu dong”

    Alfan :”yaelah mbak, bilang aja kalo mau minta bayarin”

    Aku :”heh,tau aja kamuu”

    Alfan :”dasaar”

    Aku tertawa, sedangkan dia cemberut

    Nah, itulah pengertian teks anekdot dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian Kalimat Sumbang dan Contohnya

    Pengertian Kalimat Sumbang dan Contohnya

    Pengertian Kalimat Sumbang

    Kalimat sumbang adalah sebuah kalimat yang tersisip di tengah paragraf dengan ciri khas utamanya adalah tidak memiliki keterkaitan dengan keseluruhan kalimat dalam satu paragraf.

    Kalimat sumbang juga biasanya bertolak belakang dengan tema ataupun permasalahan yang sedang dibahas.

    Layaknya nada gitar yang sumbang, kalimat ini sering menjadi pengacau dan membuat struktur tulisan menjadi rancu dan tidak enak dibaca.

    Ciri-Ciri Kalimat Sumbang

    Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat sumbang, diantaranya:

    1. Tidak nyambung dengan kalimat utama ataupun kalimat penjelas.
    2. Tidak ada korelasi dengan tema atau ide yang akan disampaikan pada tulisan.
    3. Membuat konsep tulisan menjadi melebar dan keluar jalur dari pembahasan utama.

    Cara Menentukan Kalimat Sumbang

    Ada beberapa cara untuk menentukan dan menemukan kalimat sumbang, antara lain:

    1. Membaca paragaraf secara keseluruhan. Dengan membaca secara keseluruhan, maka kita akan mudah menemukan mana kalimat yang sumbang tersebut.

    2. Kemudian, carilah kalimat utama dalam paragraf tersebut, letaknya bisa pada awal paragraf, maupun pada penutup.

    3. Setelah mengetahui kalimat dan gagasan utamanya, bacalah dengan seksama kalimat-kalimat pada paragraf tersebut, apakah saling mendukung satu sama lain, atau tidak?

    4. Ketika, ada salah satu kalimat yang tidak nyambung atau tidak mendukung kalimat utama, besar kemungkinan kalimat tersebut adalah kalimat sumbang.

    5. Jangan lupa untuk membaca ulang sambil mencermati apakah kalimat tersebut benar-benar kalimat sumbang.

    Contoh Kalimat Sumbang:

    Agar lebih jelas, berikut adalah contoh kalimat sumbang.

    Olahraga teratur bisa meningkatkan daya tahan tubuh seseorang (1). Hal ini terjadi karena dengan berolahraga, sistem metabolisme di dalam tubuh akan membaik sehingga semua zat–zat makanan bisa terserap dengan baik pula (2). Nantinya, zat-zat itulah yang akan menutrisi organ di dalam tubuh (3). Jika organ – organ tubuh tersebut sehat, maka tubuhpun akan jauh dari berbagai macam  penyakit (4). Oleh karenanya, olahraga adalah sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan (5).

    Paragraf di atas adalah paragraf induktif karena diawali dengan kalimat khusus.

    Namun, pada bagian akhir (kalimat no 5) yang seharusnya menjadi kalimat utama, tidak nyambung atau tidak sesuai dengan apa yang telah dijelaskan pada kalimat-kalimat sebelumnya yang berperan sebagai kalimat pendukung.

    Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa kalimat nomor 5 adalah kalimat sumbang.

  • Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

    Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

    Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

    Dalam sebuah paragraf yang baik, setiap kalimat memiliki peran masing-masing untuk membangun makna yang utuh.

    gar paragraf mudah dipahami, pembaca perlu mengetahui bagian mana yang menjadi inti gagasan dan bagian mana yang berfungsi menguraikan gagasan tersebut.

    Di sinilah kalimat utama dan kalimat penjelas memainkan peran penting. Keduanya saling melengkapi sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan jelas

    Pengertian Kalimat Utama

    Kalimat utama adalah jenis kalimat yang dalam isinya terdapat inti dari gagasan sebuah topik yang akan dibahas dalam paragraf.

    Kalimat utama selalu djadikan sebagai tumpuan dalam mengembangkan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf.

    Kalimat utama tidak selalu berada di awal paragraf. Meskipun sering ditempatkan pada kalimat pertama, kalimat utama juga bisa berada di tengah atau akhir paragraf, tergantung jenis paragraf yang dibentuk.

    Pada paragraf induktif, misalnya, kalimat utama biasanya muncul di bagian akhir dan sering diawali kata khusus seperti jadi, dengan demikian, maka, atau sebagai kesimpulan. Karena menyampaikan inti gagasan, kalimat utama juga dikenal dengan istilah kalimat topik

    Berikut adalah ciri ciri kalimat utama:

    • Mengandung topik serta persoalan yang akan dibahas untuk lebih rinci.
    • Kalimat utama adalah kalimat yang bisa berdiri sendiri (kalimat utuh) sehingga tidak memerlukan penghubung, baik antar intra kalimat maupun antar kalimat
    • Biasanya terletak pada awal paragraf. Untuk jenis paragraf indukif, letak kalimat utama berada di akhir paragraf, menggunakan kata khusus, seperti: Jadi, Sebagai kesimpulan, Dengan demikian, Oleh karenanya, Maka, dan sebagainya.

    Pengertian Kalimat Penjelas

    Kalimat penjelas adalah jenis kalimat yang menguraikan rincian dan detail dari kalimat utama dalam sebuah paragraf.

    Kalimat penjelas ini fungsinya untuk mendukung kedudukan dari kalimat utama, sehingga pembaca mengerti maksud dari kalimat utama itu sendiri.

    Berikut ciri-ciri kalimat penjelas:

    • Biasanya, kalimat penjelas memaparkan contoh, alasan, deskripsi, penjelasan dan perbandingan topik yang sedang dibahas pada sebuah paragraf.
    • Kalimatnya tidak bisa berdiri sendiri layaknya kalimat utama.
    • Menggunakan kata penghubung, seperti: contohnya, misalnya, bahkan, terlebih lagi, dan sebagainya. Kalimat ini memerlukan kata penghubung agar kalimatnya berkesinambungan atau koherensi.

    Nah, itulah perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian Teks Negosiasi dan Contohnya

    Pengertian Teks Negosiasi

    Pengertian teks negosiasi secara umum adalah sebuah teks berbahasa Indonesia yang sifatnya adalah interaksi sosial untuk mendapatkan atau mencapai kesepakatan bersama.

    Nantinya, kedua belah pihak akan mendapatkan hak masing-masing sesuai dengan kesepakatan tersebut yang tidak boleh disesali atau dipermasalahkan pada kemudian hari.

    Biasanya, teks negosiasi ini digunakan dalam bentuk tawar menawar antara pedagang dan pembeli.

    Walau tidak selalu begitu, tapi teks negosiasi paling banyak digunakan untuk aktivitas jual beli.

    Sebab, berdialog dalam jual beli termasuk dialog atau teks negosiasi yang paling banyak serta sering terjadi.

    Struktur teks negosiasi

    Orientasi: Pada bagian orientasi, umumnya memuat kalimat atau dialog pembuka. Biasanya salah satu negosiator akan mengucap salam untuk mengawali proses negosiasi.

    • Permintaan: Setelahnya, negosiator akan meminta suatu barang atau jasa kepada pihak lainnya.
    • Pemenuhan : Lalu, pihak lainnya akan memenuhi permintaan negosiator tadi.
    • Penawaran: Di sinilah awal mula terjadi negosiasi yang lumayan rumit dan sengit, biasanya berlangsung agak panjang.
    • Persetujuan: Setelah melakukan negosiasi panjang, akhirnya kedua belah pihak mendapatkan sebuah kesepakatan yang disetujui bersama.
    • Penutup: Biasanya dalam tahapan ini, kedua belah pihak akan mengucapkan terima kasih dan ucapan baik lainnya.

    Contoh teks negosiasi

    Berikut ini adalah beberapa contoh teks negosiasi, antara lain:

    Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

    Terjadi negosiasi antara penjual HP dengan Andi. Andi ingin membeli HP untuk bermain game dengan harga sekitar Rp.3.200.000.


    Penjual : “Selamat siang mas, ada yang bisa saya bantu?”
    Andi     : “Saya lagi cari HP game nih mas”
    Penjual : “HP game ya mas? kami ada produk baru dan masih promo mas”
    Andi     : “Wah, tapi modelnya kurang bagus, ada yang lain?”
    Penjual : “Ada mas, ini produk keluaran lama sih, tapi tetep mantep buat game”
    Andi       : “Nah ini modelnya saya suka, berapa harganya?”
    Penjual : “Karena produk lama, nggak ada promonya mas, pas 3,2 juta”
    Andi       : “Saya Cuma ada uang 3 juta nih, nggak boleh kurang ya?”
    Penjual : “Kalau 3 juta yang tadi mas, kalau yang ini gak bisa”
    Andi       : “Tapi, saya sukanya yang ini”
    Penjual : “Yaudah gini aja mas, karena masnya udah seneng juga, tak turunin jadi 3,1 juta gimana”
    Andi       : “Gak ada mas, budget saya Cuma 3 juta kok”
    Penjual : “yaudah deh, bentar ya saya siapkan dulu”
    Andi       : “Oke, makasih mas”

    Contoh Teks Negosiasi Singkat

    Suatu pagi di pasar tradisional, Ibu Fatma Fatma ingin membeli ayam dan terjadilah negosiasi antara pedagang ayam dengan Ibu Fatma Fatma.

    Ibu Fatma            : “Pak saya mau beli ayam, berapa ya harganya?”
    Penjual Ayam    : “Harganya Rp.45.000/kg bu, mau berapa kilo?”
    Ibu Fatma            : “Kok mahal pak, kemarin harganya gak segitu”
    Penjual                 : “Ya buk, naiknya baru tadi pagi, saya cuma ambil untung sedikit bu”
    Ibu Fatma            : “Saya beli 2 kg Rp.75.000 boleh nggak?”
    Penjual                 : “waduh, gak nyampe untung bu”
    Ibu Fatma            : “Kalau nggak boleh saya gak jadi beli”
    Penjual                 : “Yaudah yaudah, bentar tak bungkusin dulu”
    Ibu Fatma            : “Terima kasih pak”

  • Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas

    Pengertian majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tertulis maupun lisan yang digunakan dalam karya sastra untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif.

    Biasanya, penulis akan memberikan majas pada karyanya agar mampu mengarahkan emosional pembaca secara efektif.

    Sehingga pembaca mampu merasakan langsung tentang apa isi dari karya sastra tersebut.

    Majas sendiri bisa dikatakan sebagai kalimat kiasan yang mengandung unsur implisit dalam menyampaikan sebuah pesan.

    Masing-masing penulis memiliki cara tersendiri yang berbeda dalam menyampaikan majasnya.

    Nah, itulah yang disebut dengan gaya bahasa atau karakter penulisan.

    Jenis Jenis Majas

    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis majas beserta contohnya:

    1. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi merupakan majas perbandingan yang menggambarkan sebuah benda mati menjadi seolah-olah hidup dan memiliki sifat manusia.

    Kegunaan dari majas personifikasi adalah membuat benda mati agar terkesan hidup dan bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh manusia.

    Berikut adalah contoh majas personifikasi:

    • Padi itu saling berbisik menambah suasana syahdu siang ini.
    • Dedaunan menari-nari tertiup hembusan angin.

    2. Majas Metafora

    Majas metafora adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan secara analogis.

    Biasanya, majas metafora berisi kalimat kiasan yang mengungkapkan unsur secara implisit (tidak dalam arti sebenarnya).

    Agar lebih jelas, simak contohnya berikut ini:

    Dia adalah tangan kanan dari atasan (Tangan kanan adalah orang kepercayaan)

    3. Majas Asosiasi

    Majas asosiasi adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda yang digabungkan dalam kata penghubung sehingga memiliki makna sama. Contohnya:

    Kakak beradik itu sangat mirip bak pinang dibelah dua

    4. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah sebuah ungkapan yang terkesan melebihkan, mendramatisir, bahkan hampir tak masuk akal.

    Biasanya majas ini digunakan untuk menggambarkan apa yang dirasakan, namun secara halus. Berikut contohnya:

    • Rasa rindu ini telah meracuni pikiranku.
    • Remuk redam hatiku melihat kau bersamanya.

    5. Majas Metonimia

    Majas metonimia adalah majas yang digunakan untuk menyandingkan merek yang merujuk pada benda umum.

    Biasanya majas ini diungkapkan berdasarkan kebiasaan serta kepopuleran sebuah merek. Misalnya:

    • Perjalanan ke Surabaya lebih baik menggunakan Garuda.
    • Kalau haus, itu ambil Aqua di atas meja!

    6. Majas Alegori

    Majas alegori adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan/maksud tertentu secara tak langsung dengan menggunakan kata kiasan. Misalnya:

    Aku adalah nahkoda di dalam bahtera rumah tangga(Suami adalah nahkoda/pemimpin keluarga)

    7. Majas Sinekdok

    Majas sinekdok adalah majas yang digunakan untuk menggambarkan seluruh unsur benda, namun hanya disebutkan sebagiannya saja. Contoh majas sinekdok:

    Sampai jam segini, batang hidung si Adi belum juga kelihatan (batang hidung adalah Adi secara keseluruhan)

    8. Majas simbolik

    Majas simbolik merupakan majas perbandingan yang digunakan untuk membandingkan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

    Misalnya antara manusia dan hewan. Berikut adalah contoh majas simbolik:

    1. Mulutmu adalah harimaumu!

    2. Dia sedang mencari kambing hitam atas kesalahannya

  • 1000 Daftar Kata Serapan Bahasa Indonesia Beserta Asalnya

    1000 Daftar Kata Serapan Bahasa Indonesia Beserta Asalnya

    Kata serapan dalam Bahasa Indonesia adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosakata.

    Berikut adalah daftar kata serapan Bahasa Indonesia beserta asalnya:

    1. Bahasa Inggris

    Bahasa Inggris merupakan bahasa yang ditetapkan sebagai bahasa Internasional atau bahasa penghubung berbagai bahasa di dunia agar mempermudah tersampainya komunikasi. Oleh karena itulah bahasa inggris sangat banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah contoh kata serapan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

    Access = Akses
    Aquarium = Akuarium
    Account = Akun
    Activist = Aktivis
    Aerobic = Aerobik
    Agribusiness = Agribisnis
    Agronomy= Agronomi
    Artist = Artis
    Accessory = Aksesoris
    Association = Asosiasi
    Bomb = Bom
    Bus = Bis
    Ballpoint = Bolpen
    Business = Bisnis
    Balloon = Balon
    Bandit = Bandit
    Book = Buku
    Calculator = Kalkulator
    Calender = Kalender
    Cartoon = kartun
    Circuit = Sirkuit
    Cellular = Seluler
    Computer = Kompute
    Coin = Koin
    Compress = Kompres
    Coffee = Kopi
    Collection = Koleksi
    Community = Komunitas
    Cowboy = Koboy
    Copy = Salin
    Course = Kursus
    Conglomerate = Konglomerat
    Conducive = Kondusif
    Detail = detail
    Department = Departemen
    Data = Data
    Dictator = Diktator
    Design = Desain
    Dollar = Dolar
    Discount = Diskon
    Domestic = Domestik
    Director = Direktur
    Disinfectant = Disinfektan
    Dimension = Dimensi
    Director = Direktur
    Ecosystem = Ekosistem
    Edition = Edisi
    Efficiency = Efisiensi
    Ecology = Ekologi
    Education = Edukasi
    Embryo = Embrio
    Enzyme = Enzim
    Erosion = Erosi
    Evaluation = Evaluasi
    Export = Ekspor
    Expose = Ekspos
    Erotic = Erotis
    Essay = Esai
    Estimation = Estimasi
    Fact = Fakta
    Federation = Federasi
    Fermentation = Fermentasi
    Focus = Fokus
    Finish = Finis
    Freeman = Preman
    Genetic = Genetik
    Glamour = Glamor
    Gossip = Gosip
    Guitar = Gitar
    Group = Grup
    Glass = Gelas

    2. Bahasa Belanda

    Belanda merupakan bangsa yang menjajah bangsa indonesia selama lebih dari 3,5 abad. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi bahasa yang ada di Indonesia. Oleh karena itu wajar saja jika bahasa Belanda sangat banyak terdapat di dalam bahasa Indonesia. Simak kata serapan bahasa belanda berikut ini.

    absen = absent
    absensi = absentie
    afdruk = afdruk
    Agustus = augustus
    akademi = academie
    aki [mobil] = accu
    aklamasi = acclamatie
    aksen = accent
    aksi = actie
    aktuil = actueel
    akuntan = accountant
    akur = akkoord
    akurat = accuraat
    album = album
    alias = alias
    alinea = alinea
    alpukat = avocaat
    altar = altaar
    bakteri = bacterie
    balada = ballade
    balkon = balkon
    ban = band
    banderol = banderol
    bank = bank
    bandit = bandiet
    basis = basis
    batalyon = bataljon
    batere = batterij
    baut = bout
    beha = beha
    beken = bekend
    bel = bel
    belasting = belasting
    dak = dak
    dansa = dansen
    dam = dam
    dasi = das
    dek = dek
    dekan = decaan
    delegasi = delegatie
    demarkasi = demarcatie
    demisioner = demissionair
    demokrasi = demokratie
    deponir = deponeren
    deportasi = deportatie
    depot = depot
    egois = egoistisch
    ekonom = econoom
    eksemplar = exemplaar
    eksim = eczeem
    eksklusif = exclusief
    ekstrem = extreem
    elementer = elementair
    email = email
    embargo = embargo
    emosionil = emotioneel
    entusias = enthousiast
    epilepsi = epilepsie

    3. Bahasa Jawa Kuna atau Sansekerta

    Bahasa Jawa Kuna atau Bahasa Sansekerta merupakan bahasa yang sangat diagungkan oleh masyarakat Jawa. Sejak zaman dahulu penggunaan bahasa Jawa memang sudah digunakan di Indonesia. Ditambah lagi pusat pemerintahan Indonesia terletak di Pulau Kawa sehingga secara tak langsung penggunaan Bahasa Jawa secara perlahan masuk kedalam bahasa Indonesia sehingga banyak kata Jawa yang diserap ke Bahasa Indonesia.

    adicita = ādicitta
    adikara = adhikara
    adipati = ādipati = raja agung
    adiraja = ādirāja =  raja utama
    Aditya = Āditya = Dewa Matahari
    agama = āgama = din; tradisi suci
    aji = mantra
    aja = hanya
    aksara = akṣara = huruf
    aksi = akṣi = mata, sesuatu yang dilihat
    angkara = ahaṅkāra = murka
    angkasa = ākāśa = langit
    angsa = haṃśa = sowang
    angsoka = aśoka = sejenis pohon
    aniaya = anyāya = siksa
    bagian = bhāgya
    bahagian = bhāgya
    bahagia = bhāgya = sukacita
    bahasa = bhāṣa
    bahaya = bhaya
    bangsi = vaṃśi = peluit
    bareksa = vṛkṣa = pohon
    basmi = dari frasa bhasmī bhūta = musnah
    Batara = bhaṭāra = Dewa
    Batari = bhaṭārī = Dewi
    bausastra = bahuśāstra = kamus

    4. Bahasa Arab

    Bangsa Arab  merupakan bangsa pedagang yang suka berlayar dan banyak yang menyandarkan kapal-kapalnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka tak heran jika begitu banyak kata serapan Bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa Arab, berikut diantaranya:

    abad = abad
    abadi = abadī
    ab’ad = ab`āḍ
    abawi = abawī
    abdi = `abd
    abdul = abdu’l
    bab =  bāb
    Babil = Bābil
    Babussalam =  Bābu’ssalām
    bada =  ba`da
    badahu = ba`dahu
    badal = badal
    badan = badan
    badani = badanī
    badar = badr
    dabus = dabbūs
    daerah = dā’ira
    daftar
    dahiat = dāhiya
    dahri = dahrī
    dahriah = dahrīya
    dahsyat = dahsha
    daif = ḍa`īf
    daim = dā’im
    dain = dain
    Dajal = dajjāl
    dakah = dakka
    dakhil = dākhil
    dakik = daqīq

  • Pengertian Majas Personifikasi Dan Contohnya

    Pengertian Majas Personifikasi Dan Contohnya

    Pengertian Majas Personifikasi

    Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati seolah-olah menjadi hidup dengan melakukan hal-hal atau tindakan layaknya manusia.

    Majas personifikasi banyak digunakan dalam menulis karya sastra, baik berupa puisi, pantun, prosa, novel, dan sebagainya. Ciri khas dari majas personifikasi adalah meletakkan sifat manusiawani (hidup) kepada benda (mati).

    Fungsi majas personifikasi adalah untuk memberikan citraan atau bayangan konkret tentang situasi dan kondisi yang diceritakan secara detail. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah 50 contoh majas personifikasi.

    Contoh Majas Personifikasi

    Badai tsunami menyapu bersih apapun yang dilaluinya
    Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya
    Gempa mengoyang goyang seluruh gedung pencakar langit
    Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
    Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan
    Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku
    Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak
    Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri
    Salju turun menyelimuti seluruh isi kota
    Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah
    Obat batuk itu menghangatkan tenggorokkannya
    Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi
    Narkoba itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi
    Bintang malam ini berkedip kedip menerangi seluruh isi kota
    Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima
    Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya
    Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan
    Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam
    Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun
    Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang
    Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke mesjid
    Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam
    Bulan bersembunyi di balik tebalnya awan hitam
    Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan
    CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara
    Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang
    Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak
    Radio tua itu berkoar koar menyampaikan berita
    Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini
    Bendera negaraku berkibar dengan gagah berani di angkasa raya
    SMS yang diterimanya, membuat ia melompat kegirangan
    Makanan pedas itu membakar lidahnya
    Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya
    Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon
    Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang
    Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya
    Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan
    Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini
    Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard komputer
    Pameran lukisan itu memanjakan mata para pengunjung
    Gemercik air pegunungan menenangkan suasana di sekelilingnya
    Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota
    Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun
    Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan
    Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya
    Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai
    Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan
    Sarung tinju usang itu telah membawanya menjadi juara
    Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah
    Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok

    Nah, itulah pengertian dan contoh majas personifikasi dalam Bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Paragraf: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-Cirinya

    Paragraf: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-Cirinya

    Pengertian Paragraf

    Pengertian Paragraf atau alinea adalah seperangkat atau sekelompok kalimat yang tersusun dari satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.

    Biasanya, paragraf terdiri dari minimal tiga kalimat, yakni kelimat pokok, kalimat penjelas, serta kalimat penutup.

    Seluruh kalimat yang terletak dalam satu paragraf harus berhubungan dan saling berkaitan.

    Panjang pendeknya sebuah paragraf menjadi suatu penentu seberapa banyaknya ide pokok paragraf yang diungkapkan.

    Jenis Jenis Paragraf

    Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan menjadi 4 :

    1. Paragraf argumentasi
    2. Paragraf deskripsi
    3. Paragraf eksposisi
    4. Paragraf persuasif
    5. Paragraf naratif

    1. Paragraf Argumentasi

    Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca.

    Ciri-ciri paragraf argumentasi adalah bersifat nonfiksi/ilmiah, mencakup fakta atau kebenaran, dilengkapi bukti-bukti berupa data, dan ditutup dengan kesimpulan.

    2. Paragraf Deskripsi

    Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua apa yang dimaksud oleh penulis.

    Biasanya paragraf deskripsi menggambarkan objek tertentu, misalnya orang, tempat, atau objek lainnya. Jadi, pembaca seolah-olah melihat objek tersebut secara nyata.

    3. Paragraf Eksposisi

    Paragraf eksposisi adalah jenis paragraf yang memberikan informasi mengenai sebuah teori, teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasan.

    Biasanya paragraf eksposisi menjelaskan atau menerangkan sebuah permasalahn kepada pembaca sehingga pembaca mengetahui maksud dari yang ditulis.

    4. Paragraf Persuasif

    Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk pembaca agar melaksanakan atau menerima gagasan penulis terhadap suatu hal.

    Biasanya hal tersebut dilakukan agar pembaca juga menerima dan mengetahui apa sesungguhnya keinginan yang tersirat dari penulis.

    Sifat dari paragraf persuasif selalu mendorong pembaca dengan memberikan sugesti menggunakan bahasa yang menarik.

    5. Paragraf Naratif

    Merupakan paragraf yang menceritakan serangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya kejadian tersebut.

    Biasanya jenis paragraf ini mengandung tokoh, tempat, dan waktu dari sebuah objek yang diceritakan. Sehingga runtutannya menjadi jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

    Fungsi Paragraf

    Paragraf juga memiliki fungsi. Adapun fungsi paragraf adalah sebagai berikut:

    1. Mengekspresikan gagasan

    Fungsi paragraf adalah untuk mengekspresikan gagasan. Maksudnya adalah memberikan opini, ide, serta gagasan ke dalam rangkaian kalimat yang tersusun sehingga membentuk suatu kesatuan terhadap topik yang sedang ditulis.

    2. Menandai adanya gagasan baru

    Sebuah karya tulis yang terdiri beberapa paragraf pasti memiliki beberapa ide atau gagasan di dalamnya. Nah, ide atau gagasan itu terletak di masing-masing paragraf. Sehingga jika penulis ingin memberi gagasan baru, maka penulis bisa membuat paragraf baru pula.

    3. Mengembangkan topik bahasan

    Fungsi paragraf juga bisa sebagai pengembangan topik. Di mana, paragraf-paragraf dalam karya tulis akan memberikan opini atau bentuk pemikiran yang lebih spesifik.

    4. Memudahkan Variabel

    Paragraf juga berfungsi untuk memudahkan pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.

    Ciri Ciri Paragraf

    Adapun ciri-ciri paragraf adalah sebagai berikut:

    • Paragraf menggunakan pikiran utama yang dijelaskan dalam kalimat topik.
    • Letaknya sedikit dalam, biasanya pada lima ketuk spasi bagi karangan yang biasa.
    • Selain kalimat topik, kalimat lainnya adalah kalimat pengembang yang fungsinya untuk menjelaskan dan menguraikan hingga menerangkan pikiran utama di kalimat topik itu.
    • Paragraf juga menggunakan pikiran penjelas dimana dinyatakan pada kalimat penjelas.
  • Pengertian Pronomina Beserta Jenis-Jenisnya

    Pengertian Pronomina

    Pengertian pronomina ialah kata yang digunakan untuk kata ganti nomina lain.

    Pronomina dapat disebut sebagai “Kata Ganti” yang digunakan untuk mengganti nomina lain.

    Contoh pronomina yaitu “Dia” sebagai kata ganti nama seseorang, “-nya” sebagai kata ganti kursi ataupun meja.

    Pronomina memiliki pengertian yang hampir sama dengan pengertian nomina secara sintaksis.

    Hal ini dikarenakan pronomina juga dapat dijadikan sebagai subjek maupun objek.

    Jenis Jenis Pronomina

    Pronomina dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis pronomina beserta contohnya:

    A. Pronomina Persona

    Jenis pronomina yang pertama ialah pronomina persona. Pengertian pronomina persona ialah pronomina yang merujuk kata ganti orang.

    Pronomina ini masih dapat dibagi lagi menjadi tiga kategori yakni:

    1. Pronomina persona pertama (kata ganti orang pertama)

    Merupakan pronomina yang bentuknya baku serta penggunaannya berbeda satu sama lain.  Maka dari itu pronomina ini digunakan untuk situasi tertentu sesuai porsinya.

    Contoh pronomina persona pertama ialah aku, ku dan saya. Contoh pronomina ku dan aku biasanya digunakan untuk situasi non formal. Sedangkan contoh pronomina saya digunakan untuk situasi formal.

    2. Pronomina persona kedua (kata ganti orang yang diajak bicara)

    Contoh pronominanya yaitu engkau, kamu, ataupun anda. Untuk pronomina engkau berfungsi sebagai kata ganti dalam sebuah puisi.

    Pronomina kamu dan kau digunakan dalam situasi non formal. Kemudian untuk pronomina anda digunakan dalam situasi formal.

    3. Pronomina persona ketiga (kata ganti orang yang dibicarakan)

    Contoh pronominanya yaitu -nya, dia, ia. Untuk situasi formal dan non formal dapat menggunakan pronomina -nya, dan ia.

    Sedangkan untuk situasi non formal saja dapat menggunakan pronomina dia.

    B. Pronomina Petunjuk

    Jenis pronomina selanjutnya ialah pronomina petunjuk. Pengertian pronomina pentujuk ialah pronomina yang digunakan sebagai penunjuk umum, tempat dan arah.

    Contoh pronomina petunjuk yaitu ini, itu, disana, disitu, dan sebagainya.

    C. Pronomina Penanya

    Jenis pronomina yang terakhir ialah pronomina penanya. Pengertian pronomina penanya ialah pronomina yang digunakan untuk bertanya tentang manusia, pilihan maupun barang.

    Contoh pronomina penanya yaitu apa, siapa, mana, dan sebagainya.